wirausaha muda

YBSMU dan BSI Lakukan Pembinaan ke Peserta ISDP Universitas Airlangga

YBSMU dan BSI Lakukan Pembinaan ke Peserta ISDP Universitas Airlangga

Surabaya, 16-18 Oktober 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaksanakan tahapan pembekalan pada peserta awardee Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) dari Universitas Airlangga (Unair).

Dengan pembekalan berupa  workshop dan pendampingan usaha diharapkan peserta ISDP Unair bisa menjadi mitra strategis yang dapat diandalkan dalam pemberdayaan UMKM di tengah masyarakat terutama di Surabaya dan sekitarnya.

Jumlah peserta ISDP Unair berjumlah 18 orang yang terdiri dari empat kategori usaha yaitu  pertanian peternakan dan perikanan, kuliner, industri kreatif dan teknologi digital. Salah satu usaha peserta ISDP di bidang kuliner adalah brand alpukat kocok dengan brand Mas Pokat.

Maspokat didirikan oleh Nasrul Benaya dan Difandi, saat ini sedang membuka outlet baru hingga 4 outlet. Pembukaan outlet baru merupakan bukti komitmen Yayasan BSMU dan BSI yang sudah memberikan permodalan terhadap peserta ISDP.

Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto menyampaikan pembukaan outlet Maspokat baru diharapkan bisa meningkatkan skala usaha dan pasar usaha peserta ISDP. “Kolaborasi bersama BSI diharapkan bisa mengoptimalkan usaha peserta ISDP,” kata Fauzi.

Pembukaan outlet maspokat ke-4 ini diharapkan dengan pengembangan usaha ini bisa lebih bermanfaat ke masyarakat.

Manager Gadai Area Surabaya Kota BSI, Rosul Jaelani menambahkan pentingnya peserta ISDP meneladani sifat Utsman Bin Affan dalam pengelolaan keuangan. “Terutama dalam hal menyisihkan keuntungan bisnis  untuk kebutuhan Zakat Infaq dan Shadaqah,” kata Rosul.

Sampai September 2021, Yayasan BSMU bersama BSI telah menyalurkan dana untuk peserta ISDP Unair sebanyak Rp420 juta yang mayoritas untuk uang saku dan UKT serta pendampingan bisnis, workshop serta permodalan.

Dalam seremoni launching outlet baru Maspokat di Surabaya pada 18 Agustus 2021 hadir, Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto; Manager Unit Representative Office (URO VI) Surabaya YBSMU, Zaini; Manager Gadai Area Surabaya Kota BSI, Rosul Jaelani; dan Mikro Relationship Team Leader Area Surabaya Raya BSI, Kukuh Sumarsono.

Rangkaian acara pembekalan ini berlangsung dari 16-18 Oktober 2021 berlokasi di Surabaya.  Pada 16-17 Oktober 2021 dilakukan juga Workshop Laporan Keuangan bagi para peserta ISDP Unair, dan dengan adanya workshop laporan keuangan ini diharapkan peserta ISDP lebih memahami  pembuatan dan manajemen laporan keuangan.

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan, masyarakat dapat berdonasi mulai dari 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

SHARE :

Facebook
Whatsapp

Cari Berita

Berita Terbaru

Berita Terkait

Arsip Berita

Tips Dan Trik Sukses Ekspor Produk Pertanian.

Indonesia memiliki potensi sumber alam yang sangat besar. Mengolah sumber daya tersebut menjadi sebuah potensi ekonomi yang sangat besar membutuhkan ilmu yang dibutuhkan. Ekspor menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia sekaligus membangkitkan ekonomi dalam sektor pertanian.

Bagi seorang pemilik bisnis, perkembangan bisnis merupakan sebuah hal yang sangat diinginkan. Pemasaran yang semakin luas membuat usaha semakin berkembang. Go Internasional bisa menjadi salah satu cara untuk dalam mengembangkan bisnis.

Menjawab tantangan tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam Program Likes Talk mengajak para pemuda untuk berdiskusi mengenai literasi ekonomi dan keuangan syariah yang dapat membawa kebangkitan dalam perekonomian. Pada Ahad, 29 Agustus 2021 telah diselenggarakan Likes Talk dilakukan dengan cara webinar melalui zoom dan live melalui chanel youtube Laznas BSMU. Tema yang diangkat kali ini adalah “Tips & Tricks, Sukses Ekspor Produk Pertanian”

Narasumber pertama adalah Budi Susilo Setiawan, S. Pt – Owner MT Farm dan Alumni Fakultas peternakan IPB dan sebagai narasumber kedua adalah Benny Akbar Kurniawan, S. Pt – Founder Sugeng Jaya Farm, alumni Fakultas peternakan IPB, & Alumni Program ISDP IPB. Webinar di moderator oleh Kresna Bhayu Adelta – Direktur PT. Semesta Inovasi Nusantara dan Cofounder @ipb_esport.

Baca juga: Profil Awardee ISDP 2021

Kesimpulan materi dari yang disampaikan oleh Budi Susilo Setiawan adalah, kita tidak perlu ragu dalam memulai usaha. Wujudkan mimpi kita dengan memilih produk yang tepat untuk dikembangkan. Jika ingin serius dalam berbisnis juga harus mengurus semua ijin-ijin yang berkaitan dengan produk tersebut. Memasarkan produk pertanian memiliki tantangan tersendiri salah satunya adalah dengan memutus mata rantai distribusinya sehingga harga produk dapat bersaing. Dalam hal pengemasan juga memiliki cara yang khusus agar produk sampai ke tangan konsumen tetap terjamin kualitasnya. Produk rendang yang kami kembangkan sekarang menjadi salah satu produk unggulan saat ini.

Sedangkan Benny Akbar menyampaikan bahwa dalam menjalankan bisnis pertama kali yang harus dilakukan adalah mempersiapkan super tim yang tepat. Dengan memiliki super tim akan mudah menghadapi permasalahan yang datang. Berdasarkan pengalaman dalam PT Sugeng Jaya Group agar dapat bertahan dalam bisnis adalah terus belajar dan terus berinovasi. Produk Sugeng Jaya memulai ekspor berasal dari relasi dan juga melalui media sosial. Alhamdulillah, Produk ulat hongkong mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Jangan pernah menyerah dalam menjalankan usaha. Lakukan segala sesuatu dengan passion agar hasil yang didaptkan maksimal. Hal yang paling penting adalah libatkan Allah dalam segala proses yang dilalui. Mendapatkan keridhoan orangtua dalam berbisnis juga merupakan salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan. Simak informasi lebih dalam melalui channel Youtube Laznas BSMU.

ISDP : Workshop Scaling Business Process & Operation

Workshop ISDP Internship Series telah memasuki seri yang ketiga pada Rabu, 18 Agustus 2021. Pembahasan tema yang kali diangkat adalah ‘Scaling Business Process & Operation’. Pada sesi ini diharapakan penerima beasiswa ISDP mendapat ilmu untuk dapat mengembangkan bisnisnya dari segi proses dan operasinya. Sharing materi dimulai dari pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Kali ini, pemateri yang mengisi adalah Ir. Iriana Ekasari – Commissioner PT Sila Agri Inovasi, Bintang Wijaya – CEO Bikin Bareng Creative, Hendy Suryo – Founder/CEO Vosco Coffe, Fahmi Hendrawan – Founder & CEO Fatih Indonesia. Melanjutkan sesi kedua sebelumnya, materi kali ini lebih spesifik dalam mengembangkan bisnis sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Peserta ISDP di bagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok pertama dalam bidang usaha Agro, kelompok kedua dalam bidang usaha Industri Kreatif, kelompok ketiga dalam usaha Food and Baverage (F & B) dan kelompok keempat bidang usaha IT & Digital.

Penyampaian materi dititik beratkan bukan kepada teori subjek bisnis, namun kepada sharing pengalaman pemateri dalam teknis proses/aktivitas secara real pada perusahaan yang telah sukses dibangun oleh para pemateri.

Dalam workshop internship seri ke tiga peserta akan mendapatkan :

  1. Gambaran mengenai proses bisnis di perusahaan dari hulu sampai hilir (mulai dari mendapatkan supply sampai ke end-user).
  2. Gambaran mengenai sebuah perusahaan dalam mengelola operasi bisnisnya secara efektif dan efisien.
  3. Gambaran mengenai perusahaan dalam mengelola produksi, persediaan, dan jalur distribusi bisnisnya.
  4. Gambaran mengenai perusahaan dalam mengelola supplier atau komunitas suplainya (misalnya komunitas petani. peternak, atau penjahit).
  5. Mendapatkan insight cara melakukan scale-up operasional dan mensistemasikan operasi bisnis

Diakhir seri ketiga  peserta yang terpilih mempresentasikan materi yang telah diberikan, diharapkan agar peserta ISDP lebih memahami materi yang telah diberikan. Diharapkan dengan mengikuti materi ini penerima beasiswa ISDP semakin siap menjadi pengusaha muslim yang sukses.

ISDP: Belajar Bisnis Langsung dari Pebisnis yang Sukses

Menjadi pengusaha sukses tidak cukup hanya dengan ilmu yang dimiliki namun juga harus belajar dari pengalaman para pengusaha yang telah lebih dahulu sukses. Mendapatkan ilmu praktek secara langsung dapat menjadi bekal yang terbaik dalam menjalankan sebuah usaha. Oleh karena penting hal tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program Islamic Development Program (ISDP) melaksanakan kegiatan ‘Workshop ISDP Internship Series’.

Pada pembukaan turut hadir juga Aris Widi Setiawan selaku Sustainable Finance Department Head, Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU beserta jajarannya. Kegiatan dilaksanakan melalui virtual dan diikuti oleh penerima beasiswa ISDP Universitas Airlangga dan Universitas Andalas .

Pelaksanakan kegiatan akan diselenggarakan selama 4 hari, dimulai dari 9, 11, 18 dan 28 Agustus 2021. Narasumbernya terdiri dari para pengusaha yang sukses dan juga Alumni ISDP yang telah sukses dalam membangun bisinisnya. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Pada Senin, 9 Agustus merupakan hari pertama workshop ISDP internship series, dengan mengambil tema  ‘ISDP SMEs Intership Openening’. Menghadirkan seorang pengusaha sukses yang bernama Hendy Setione, Founder Baba Rafi. Beliau membagikan pengalamannya sebagai pengusaha,dari mulai alasannya membangun bisnis, gambaran cara membangun bisnis, cara mengembangkan bisnis dan juga ujian pada saat membangun bisnis.

Rabu, 11 Agustus diadakan workshop internship seri kedua. Pembicara yang luar biasa bagus yaitu Ir. Iriana Ekasari – Commissioner PT Sila Agri Inovasi, Bintang Wijaya – CEO Bikin Bareng Creative, Hendy Suryo – Founder/CEO Vosco Coffe, Fahmi Hendrawan – Founder & CEO Fatih Indonesia. Pembicara di seri kedua juga merupakan pembicara dalam seri yang ketika.

Dalam seri kedua peserta diharapkan mampu menguasai trategi marketing yang efektif, sehingga peserta mendapatkan menentukan target market yang tepat. Memilih channel marketing yang tepat, mengetahui proses campaign, berapa tim yang dibutuhkan dan strategi marketing terbaru.

Sukoriyanto Saputro dalam sambutannya berpesan, “Para peserta ISDP dapat menyimak dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh Hendi Setiono agar dapat diimplementasikan dalan kegiatan berusaha sehari-hari. Semoga peserta ISDP dapat menjadi wirausaha muda muslim yang mandiri.”

Workshop Internship Series ini bertujuan untuk menghasilkan banyak entrepreneur muda yang memiliki wawasan keislaman sehingga dapat menjadi solusi bagi permasalahan perekonoman di masyarakat.

Workshop Strategi Menguasai Pasar

Padang – saat ini kita dihadapkan pada bonus demography yang cukup besar, sehingga mengakibatkan usia produktif pencari kerja lebih besar daripada lapangan kerja yang tersedia. Hal ini menjadi masalah tersendiri yang harus segera untuk diatasi, mengingat hal tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat melalui Islamic Development Program bermaksud menjadi solusi dengan menumbuhkan wirausaha muda baru. Salah satu daerah yang terpilih adalah Padang. Terpilihnya Padang karena banyak melahirkan pengusaha-pengusaha yang sukses .

Sedangkan, Universitas yang terpilihnya bernama Universitas Andalas (UNAND) yang merupakan Universitas negeri di kota Padang. Terpilihnya UNAND sudah melalui proses seleksi yang cukup ketat serta pembinaan yang intensif agar dapat membentuk karakter pengusaha sukses. Untuk menjadi seorang wirausaha, sikap mental berani tetapi dengan perhitungan yang matang sangat membantu keberhasilan. Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan persaingan ekonomi global, maka kreativitas menjadi sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Dunia bisnis saat ini memerlukan sumber daya manusia kreatif dan inovatif.

Berangkat dari persoalan persoalan tersebut, peran serta lambaga zakat sangat dibutuhkan. ISDP Laznas BSMU mengadakan Workshop Pilar Pasar pada Sabtu-Minggu, 12-13 Juni 2021. Seminar ini merupakan suatu kegiatan yang bersifat edukatif dan wahana menambah wawasan bagi Awardee ISDP agar dapat mengembangkan usaha itu menjadi lebih dikenal oleh masyarakat (konsumen). Peserta seminar dapat menyampaikan argumentasi (pertanyaan, diskusi) langsung dengan narasumber dan bagi peserta yang sudah memulai berwirausaha, dapat membagi pengalaman seperti apa permasalahan permasalahan yang dihadapi dalam berwirausaha.

Narasumber yang mengisi di acara seminar ini memiliki latar belakang entrepreneur. Pembicara pertama adalah seorang pria yang masih muda, yang aktif dalam pengembangan wirausaha muda bernama Muhammad Rifki. Menurutnya, usaha akan lebih mudah jika kita memahami apa yang diinginkan oleh pasar. Awardee ISDP juga diharapkan mampu menguasai ilmu pemasaran secara umum.

Pembicara kedua bernama Al Ghazali Putra Pratama, seorang praktisi digital marketing yang sudah menangani banyak project. Disini Awardee ISDP tidak hanya diajarkan teori mengenai digital marketing tetapi langsung praktek dan melakukan simulasi sesuai dengan usaha yang dijalankannya. Diharapkan, usai mendapatkan materi ini mereka langsung mampu mempraktekkannya di dunia nyata.

Di akhir kegiatan workshop, Aprilia Eviyanti selaku Manager Laznas BSMU menyatakan harapannya, “semoga dengan pembinaan yang dilakukan dapat membentuk menjadi wirausaha muda yang sukses, tidak hanya sukses secara duniawi namun sukses secara ukhrowi sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya”.

Workshop Pilar Pasar ISDP Universitas Airlangga

Surabaya – Menjadi pengusaha diusia muda tidaklah mudah, butuh perjuangan yang keras untuk memetik hasil yang terbaik dikemudian hari. Apalagi merintis usaha sambil kuliah, akan dipenuhi banyak rintangan. Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) Laznas BSMU membentuk pengusaha milineal yang tangguh dari kalangan kampus. Salah satu kampus tersebut adalah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Jawa Timur. Dalam rangka pembinaan untuk peningkatan kualitas pengusaha muda tersebut pada tanggal 29 – 30 Mei 2021 telah dilaksanakan Workshop Pilar Pasar, dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Workshop ini diikuti oleh 16 peserta ISDP UNAIR. Dengan mengundang dua orang narasumber yang ahli dibidangnya yaitu Dedy Cahyadi dan Muhammad Isra Anwar. Diharapkan dengan diadakan workshop ini peserta mengetahui tentang prinsip fundamental pemasaran sehingga mampu bersaing didunia bisnis.

Pada sesi pertama, mahasiswa diajarkan mengenai ilmu mengenai pemasaran secara global. Dengan diberikan bekal ilmu pemasaran beserta contoh kasusnya diharapkan peserta workshop dapat mengatasi kendala-kendala yang akan terjadi berkaitan dengan pemasaran. Selain itu juga dapat menemukan strategi pemasaran yang lebih pas diterapkan dalam mengembangkan bisnisnya.

Pada sesi kedua, peserta workshop diberikan ilmu mengenai pemasaran digital, sehingga awardee ISDP mampu bersaing di bisnis global menggunakan media internet. Tidak dapat dipungkiri saat ini, siapa yang menguasai pasar adalah yang menguasai pemasaran di internet. Sehingga sudah banyak melahirkan para milyuner baru dari pendapatan yang berasal dari internet. Dengan mengetahui secara mendalam mengenai pemasaran digital akan dapat membuat produknya menjadi pemimpin divariannya.

Program beasiswa ISDP merupakan program yang dijalankan dalam bentuk program pembinaan dan pelatihan usaha bagi mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda yang memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat. Tujuan program untuk membentuk pemuda Islam yang memiliki wawasan, pemahaman keIslaman yang menyeluruh dan berakhlaq Islami, melatih dan mengembangkan kemampuan mahasiswa sebagai sociopreneur, mencetak alumni program yang mandiri dan peduli dengan masalah sosial sekaligus menjadi agen mitra dalam pemberdayaan masyarakat.

Kedai Kiwae Sociopreneur bagi UMKM di Jogja

BSM Umat – Kedai Kiwae didirikan oleh mahasiswa UGM Jurusan Teknologi Pertanian bernama Muhammad Latifriansyah Usman Ali atau yang biasa dipanggil Ian. Ia mendirikan Kedai Kiwae sejak bulan November tahun 2018. Tidak hanya berbakat dibidang entrepreneurship Ian juga memiliki nilai akademis yang bagus, terbukti dari ribuan mahasiswa yang mendaftar beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) yang diselenggarakan oleh BSM Umat Ian merupakan salah satu mahasiswa yang beruntung karena dapat menjadi penerima beasiswa ISDP. ISDP sendiri merupakan beasiswa bergengsi yang diberikan oleh BSM Umat khusus bagi mahasiswa yang memiliki jiwa enterpreneurship, namun dengan usaha yang ia jalankan tersebut dapat memiliki dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya atau yang biasa juga disebut dengan sosiopreneurship. Selain itu, beasiswa ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki nilai akademis yang bagus di universitasnya.

Setelah Ian dinyatakan diterima menjadi penerima beasiswa ISDP, Ian dibina selama dua tahun di ISDP dan Ian juga berkesempatan mendapatkan permodalan usaha sehingga dapat memperbesar Kedai Kiwae miliknya. Hingga saat ini Kedai Kiwae makin dikenal karena kedai ini memiliki banyak varian menu yang menggugah selera dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Kedai Kiwae juga memiliki dampak sosial untuk mendukung lahirnya para Usaha Mikro, Kecil dan  Menengah (UMKM) di Jogjakarta. Kedai Kiwae memberikan pelatihan bisnis gratis bagi para UMKM di Jogjakarta minimal tiga kali sebulan hingga 12 kali dalam sebulan.

Hingga saat ini, ada sekitar dua puluh UMKM yang biasa mengikuti pelatihan intensif yang diberikan di Kedai Kiwae. Para pelaku UMKM yang ingin menambah ilmu enterprenurnya di Kedai Kiwae mendapatkan fasilitas tempat yang nyaman dan minuman gratis yang disediakan secara cuma-cuma. Hal ini yang paling membedakan Kedai Kiwae dengan kedai-kedai lain yang ada di Jogjakarta.  Ian juga mengatakan bahwa Ia akan selalu berinovasi menambah aspek sosiopreneur dalam usahanya sehingga dapat menyebarkan dampak positif lebih banyak kepada orang yang membutuhkan.

Terimakasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi menyumbangkan sebagian rizkinya melalui BSM Umat. InsyaaAllah akan ada banyak Ian yang lainnya yang dapat membangun ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin. (admin)

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search