wakaf

Keutamaan Wakaf Masjid Menurut Rasulullah SAW

Hal yang pertama dilakukan Rasulullah ketika melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah adalah membangun masjid. Hal ini memiliki makna yang mendalam karena masjid merupakan simbol komitmen membangun ikatan spiritual dengan Allah SWT.

Al-Mubarokfuri menulis, “Masjid bukanlah hanya tempat melaksanakan shalat. Masjid adalah universitas tempat kaum Muslimin menggali ilmu dan ajaran-ajaran Islam.

“Masjid adalah tempat pertemuan berbagai suku dan bangsa yang beraneka ragam lalu mereka berpadu dan bersatu, padahal sebelumnya mereka dipisahkan dengan perbedaan kesukuan dan peperangan. Masjid adalah basis untuk memenej segala urusan dan melakukan mobilisasi.

“Dan masjid pun adalah parlemen tempat dilangsungkannya musyawarah legislasi dan eksekusi. Dan di samping itu semua, masjid juga menjadi tempat tinggal para muhajirin yang miskin yang tidak memiliki harta, rumah, dan keluarga.” (Ar-Rahiqul-Makhtum hal. 178)

Masjid Quba berdiri pada tanggal 1 Hijriah atau sekitar 622 M. Didirikan di pinggir kota Madinah atau 6 km dari pusat kota. Di Masjid inilah pertama kali diselenggarakan pelaksanaan sholat Jamaah secara terbuka.

Inilah wakaf keagamaan pertama yang terjadi dalam sejarah peradaban Islam. Enam bulan setelah membangun Masjid Quba, di pusat Kota Madinah juga dibangun Masjid Nabawi, yang juga dalam bentuk wakaf keagamaan.

Wakaf masjid adalah wakaf yang paling familiar di telinga umat islam. Selain merupakan wakaf yang pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah juga memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana hadits rasulullah SAW yang berbunyi:

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)

Tentu setiap muslim menginginkan memiliki rumah disurga, sehingga berusaha untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masjid. Melalui program wakaf masjid, cukup dengan 10ribu rupiah sudah dapat memberikan sejuta kebaikan.

Dengan memperbanyak membangun masjid diharapkan mampu mengangkat kehidupan masyarakat disekitarnya. Tidak hanya wakaf untuk mendirikan masjid Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) juga memiliki program memakmurkan masjid dengan cara membantu operasional masjid, membangun perekonomian berbasis masjid dan membangun masjid di tempat-tempat yang dilalui banyak orang.

Kisah Inspirasi Wakaf Utsman Bin Affan

Wakaf adalah salah satu instrumen ekonomi islam yang belum belum populer di telinga masyarakat. Apalagi jika melihat fakta bahwa literasi masyarakat mengenai wakaf yang masih minim. Wakaf diidentikkan sebagai ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh orang kaya saja dan hanya ditunaikan dalam jumlah yang besar.

Sangat disayangkan jika umat islam enggan untuk berwakaf karena ia merupakan amal yang pahalanya mengalir abadi adalah harapan semua mukmin yang sadar akan pentingnya amal di akhirat. Hal ini karena pahala orang yang berwakaf akan selalu langgeng di sisi Allah. Harta wakaf yang terus dimanfaatkan umat, ganjaran pahala bagi orang yang melakukan wakaf akan terus mengalir kendati ia sudah meninggal dunia.

Pemanfaatan wakaf tidak hanya untuk kalangan terntentu, semua orang dapat merasakannya, termasuk didalamnya adalah orang yang berwakaf tersebut. Hal ini menyebabkan penerima manfaat wakaf bisa sangat luas sekali.

Salah satu kisah inspiratif wakaf yang bisa ambil hikmahnya adalah wakaf sahabat nabi yang bernama Utsman bin Affan. Hingga saat ini wakafnya masih bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan. Dapat dibayangkan pahala yang mengalir kepada wakif akan terus mengalir walaupun telah tiada ratusan tahun yang lalu.

BACA: Keteladanan Berbisnis Dari Utsam Bin Affan

Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat nabi yang bersegera dalam menjalankan perintah rasulullah. Integritasnya terhadap islam tidak perlu diragukan lagi, sehingga ia akhirnya dinobatkan  menjadi salah satu Khulafaur Rasyidin.  Dari wakaf utman bin Affan kita bisa ambil pelajarannya. Diriwayatkan pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Pada masa itu kaum Muhajirin sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah, satu-satunya sumur yang tersisa hanyalah milik seorang Yahudi, yaitu sumur Raumah.

Air sumur Raumah memiliki rasa yang mirip dengan air zamzam di Mekah, sehingga kaum Muhajirin rela antri untuk membeli air bersih dari Yahudi tersebut, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbang kan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapatkan surgaNya Ta’ala” HR. Muslim

Lalu Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu, terjadi lah peristiwa tawar menawar dengan Yahudi tersebut hingga disepakati Yahudi menjual setengah sumur miliknya kepada Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan sumur Raumah, sejak saat itu sumur bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk kaum Yahudi. Berkah nya wakaf milik Utsman bin Affan membuat sumur bertambah dan pohon kurma subur, berkembang hingga berjumlah 1550 pohon.

BACA: Mengenal Wakaf Produktif Lebih Dekat

Hasil dari kebun kurma dikelola oleh Departemen Pertanian Saudi, hasil kebun kurma ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin,sedangkan setengahnya lagi disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau, itulah amalan yang pundi-pundi pahalanya mengalir hingga saat ini.

Kisah ispiratif wakaf dari sahabat Ustman bin Affan bisa memberikan contoh kebermanfaatan yang didapat dari wakaf. Harta yang diwakafkan akan terus bertambah walaupun wakif (pewakaf) sudah tidak ada lagi.

Wakaf BSMU memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Cukup dengan wakaf senilai 10 ribu dapat diwakafkan untuk Ambulance dan wakaf masjid Bakauheni. Harta yang sedikit tidak menghalangi untuk berwakaf.

Simak, Ini Keutamaan Sedekah Menurut Al-Quran dan Hadist

Sedekah adalah amal yang bisa dilakukan oleh siapa saja, miskin ataupun kaya. Sedekah bisa berbentuk apa saja baik perbuatan maupun dalam bentuk harta. Jika sedekah yang berbentuk harta sering disebut dengan infaq.

Sedekah ada 3 macam yaitu sedekah sunnah, sedekah wajib atau yang biasa disebut zakat dan sedekah yang utama atau wakaf. Dalam beramal Allah akan melihat dari niat bukan dari jumlahnya. Hal ini sesuai dengan Quran surat Al Talaq ayat 7.

Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.”

Baca : Cara Bersedekah Yang Baik

Dilansir dari berbagai sumber disebutkan ada 3 jenis sedekah yang paling utama.

  1. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang diniatkan untuk kebaikan. Sedekah ini memiliki dampak tidak hanya didunia saja namun juga sampai ke akhirat. Sedekah jariyah lebih dikenal dengan wakaf. Misalnya sedekah dalam pembangunan masjid, saluran air, dan sebagainya.

Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Muslim, “Rasulullah bersabda, Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak (sholeh) yang mendoakan orangtuanya.”

  1. Sedekah yang Sembunyi-sembunyi

Dalam bersedekah, kita dianjurkan untuk tidak pamer (riya), untuk menjaga kerahasiaannya bahkan dianjurkan agar tangan yang memberi tidak diketahui oleh tangan yang lain.

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 262 Allah berfirman, “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudia mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti perasaan (si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Allah.”

Selain itu, Allah juga menegaskan firman-Nya dalam Al-Baqarah Ayat 264 bagi orang yang memamerkan amalan sedekahnya. Allah berfirman, ” Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan (si penerima).”

Baca juga : Perbedaan Zakat dan Sedekah

  1. Sedekah Kepada Kerabat

Sanak kerabat memiliki hak terhadap harta yang kita miliki, sehingga bersedekah kepada mereka juga merupakan sebuah keutamaan. Namun, jika ada orang sholeh yang juga membutuhkan bantuan layak untuk dibantu karena harta kita bisa menjadi lebih berkah bila di tangannya.

Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah dan kepada kerabat ada dua (kebaikan), sedekah, dan silaturrahim.

Masyarakat kita masih lebih banyak bersedekah dengan orang yang terdekat, tidak mengumpulkan melalui lembaga zakat yang terpercaya. Hal ini tentu baik saja,  tetapi lebih menjadi berkah harta jika dikumpulkan karena sedekah yang dikumpulkan bisa menjadi banyak sehingga kebermanfaatannya bisa lebih terasa. Sedekah yang diberikan tidak hanya habis dalam sekali makan, tapi manfaatnya bertubi-tubi yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Yuk Simak Sejarah Berkembangnya Wakaf Uang di Indonesia

Dengan semakin berkembangnya ekonomi, akan makin banyak instrumen keuangan yang muncul. Seperti halnya wakaf, meskipun secara umum wakaf sudah dikenal sejak lama, namun istilah wakaf uang  (cash waqf) baru dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah.

Salah satu ulama terkemuka yang menganjurkan wakaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial, dan pendidikan umat Islam adalah Imam az Zuhri (wafat 124 H). Beliau juga merupakan salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits.

Di Turki, pada abad ke 15 H praktek wakaf uang telah menjadi istilah yang familiar di tengah masyarakat. Wakaf uang biasanya merujuk pada cash deposits di lembaga-lembaga keuangan seperti bank, dimana wakaf uang tersebut biasanya diinvestasikan pada profitable business activities. Keuntungan dari hasil investasi tersebut digunakan kepada segala sesuatu yang bermanfaat secara sosial keagamaan.

Pada abad ke 20 mulailah muncul berbagai ide untuk mengimplementasikan berbagai ide-ide besar Islam dalam bidang ekonomi, berbagai lembaga keuangan lahir seperti bank, asuransi, pasar modal, institusi zakat, institusi wakaf, lembaga tabungan haji dll. Lembaga-lembaga keuangan Islam sudah menjadi istilah yang familiar baik di dunia Islam maupun non Islam.

Baca juga : Mengenal Rumah Tahfidz Parung

Dalam tahapan inilah lahir ide-ide ulama dan praktisi untuk menjadikan wakaf uang salah satu basis dalam membangun perekonomian umat. Dari berbagai seminar, yang dilakukan oleh masyarakat Islam, maka ide-ide wakaf uang ini semakin menggelinding. Negara- negara Islam di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara sendiri memulainya dengan berbagai cara.

Di Indonesia, sebelum lahirnya UU No. 41 tahun 2004, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa tentang Wakaf Uang, (11/5/2002).

  1. Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wakaf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.
  2. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.
  3. Wakaf Uang hukumnya jawaz (boleh)
  4. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i.
  5. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Ihwal diperbolehkannya wakaf jenis ini, ada beberapa pendapat yang memperkuat fatwa tersebut.

Pertama, pendapat Imam al-Zuhri (w. 124H.) bahwa mewakafkan dinas hukumnya boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan pada mauquf ‘alaih (Abu Su’ud Muhammad. Risalah fi Jawazi Waqf al-Nuqud, [Beirut: Dar Ibn Hazm, 1997], h. 20-2 1).

Baca juga : Wakaf Al-Qur’an Braille : Cahaya Al-Qur’an Bagi Muslim Tuna Netra

Kedua, mutaqaddimin dari ulama mazhab Hanafi (lihat Wahbah al-Zuhaili, al Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, [Damsyiq: Dar al-Fikr, 1985], juz VIII, h. 162) membolehkan wakaf uang dinar dan dirham sebagai pengecualian, atas dasar Istihsan bi al-‘Urfi, berdasarkan atsar Abdullah bin Mas’ud r.a: “Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah adalah baik, dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah pun buruk”.

Ketiga, pendapat sebagian ulama mazhab al-Syafi’i: “Abu Tsyar meriwayatkan dari Imam al-Syafi’i tentang kebolehan wakaf dinar dan dirham (uang)”. (al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir, tahqiq Dr. Mahmud Mathraji, [Beirut: Dar al-Fikr,1994[, juz IX,m h. 379). (Sumber : BWI.co.id)

Saat ini wakaf uang adalah wakaf yang paling mudah untuk dilakukan dengan berapapun sudah bisa berwakaf. Namun untuk mendapatkan sertifikat wakaf minimal wakaf berjumlah  Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).

Baca Juga : Penyaluran Wakaf Qur’an

Lembaga Nazhir Bangun Sejahtera Mitra Umat telah memiliki program wakaf yaitu wakaf Qur’an yang terdiri dari Qur’an terjemah dan qur’an braille. Selain itu ada wakaf untuk rumah tahfidz yang telah berdiri di 3 lokasi yaitu Parung Bogor, Cimahi Bandung dan Cikupa Tangerang Banten. Dengan berwakaf melalui wakaf uang pemanfaatannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Walaupun demikian pahala jariyahnya tetap mengalir.

Sejarah Wakaf Pertama Kali Muncul Dalam islam

Dalam sejarah Islam, wakaf dikenal sejak masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena wakaf disyariatkan setelah Nabi hijrah ke Madinah pada tahun kedua Hijriyah. Ada dua pendapat yang berkembang di kalangan ahli yurisprudensi Islam (fuqaha) tentang siapa yang pertama kali melaksanakan syariat wakaf. Menurut sebagian ulama, yang pertama kali melaksanakan wakaf adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yakni mewakafkan tanah milik Nabi Shallallahu Alaihi Wasallamuntuk dibangun masjid.

Pendapat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Syabah dari Amr bin Sa’ad bin Mu’ad, dan diriwayatkan dari Umar bin Syabah, dari Umar bin Sa’ad bin Muad berkata, Kami bertanya tentang mula-mula wakaf dalam Islam? Orang Muhajirin mengatakan adalah wakaf Umar, sedangkan orang- orang Ansor mengatakan adalah wakaf Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa Sayyidina Umar adalah orang pertama yang melaksanakan syariat wakaf berdasar pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar yang berkata, Bahwa sahabat Umar Radhiyallahu Anhu, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar Radhiyallahu Anhu, menghadap, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk meminta petunjuk, umar berkata: ‘Hai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibah kan, dan tidak diwariskan.

Ibnu Umar berkata lagi: Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.

Selain Umar, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mewakafkan tujuh kebun kurma di Madinah di antaranya ialah kebun A’raf Shafiyah, Dalal, Barqah, dan lainnya. Nabi juga mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi milik beliau setelah terbunuhnya Mukhairik ketika Perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk memberi nafkah keluarganya selama satu tahun, sedangkan sisanya untuk membeli kuda perang, senjata dan untuk kepentingan kaum Muslimin. Mayoritas ahli fikih mengatakan bahwa peristiwa ini disebut wakaf.

Sumber : https://www.bwi.go.id/4186/2019/12/13/sejarah-awal-mula-wakaf

5 Manfaat Wakaf Yang Harus Kamu Ketahui

Wakaf berpotensi mengoptimalkan sumber daya yang ada di tangan umat muslim. Manfaat yang dirasakan bisa sangat luas, tidak hanya untuk orang yang membutuhkan saja.

Istilahkan sendiri wakaf artinya adalah menahan harta yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum tanpa mengurangi nilai harga. Tujuan wakaf selain untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, juga mendapatkan pahala yang terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia karena manfaatnya bisa dirasakan banyak orang lain dan bersifat kekal.

Jenis wakaf berdasarkan jenis harta terbagi atas dua kelompok benda bergerak dan satu benda tidak bergerak. Yang termasuk benda bergerak adalah wakaf uang dan benda yang bisa berpindah, seperti air, bahan bakar minyak, surat berharga, dan hak atas benda bergerak lainnya.

Sedangkan untuk kelompok benda tidak bergerak adalah wakaf tanah, yakni berupa hak atas tanah, bangunan, rumah, benda yang berhubungan dengan tanah, dan benda tidak bergerak lainnya. Wakaf jenis ini biasanya pemanfaatannya untuk pembangunan tempat ibadah, sarana pendidikan, kuburan dan lain sebagainya.

Dengan demikian, definisi berwakaf secara umum adalah memberikan sebagian dari harta kita untuk kepentingan umum. Undang-undang Republik Indonesia no.41 tahun 2004 menyebutkan bahwa pemakaian wakaf harus sesuai dengan tujuan yang telah disepakati, misalnya untuk mendirikan bangunan tempat ibadah, atau kepentingan lain yang berhubungan dengan ibadah atau kepentingan agama.

Baca juga : Mengenal Rumah Tahfidz Qur’an Laznas BSMU di Parung Bogor

Dalam pengelolaan wakaf yang professional akan lebih terasa kebermanfaatannya. Dilansir dari sunlife.co.id, ada beberapa manfaat yang dapat diambil jika kita berwakaf. Apa sajakah itu?

  1. Melatih jiwa sosial dan membantu yang kesulitan

Berwakaf menjadi salah satu sarana untuk melatih jiwa sosial. Bagi kita yang memiliki harta benda lebih banyak, bisa memberikan kepada kaum yang tidak mampu atau kesulitan. Misalnya lewat tanah yang kita wakafkan untuk orang yang tidak memiliki tempat tinggal, dan lain sebagainya.

  1. Belajar bahwa harta benda di dunia ini tidak kekal

Dengan berwakaf, kita belajar bahwa harta yang kita miliki harus dibagi dengan orang lain. Ada sebagian hak orang lain dalam harta kita. Kehidupan akhirat yang kekal bisa diselamatkan lewat kehidupan di dunia. Wakaf membantu kita untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang lebih baik.

  1. Amalan tidak terputus

Amalan wakaf tidak dapat terputus meski sudah meninggal dunia, jika dikelola terus menerus. Jadi meskipun kita sudah tidak ada di dunia ini, kita bisa tetap berguna bagi orang-orang di sekitar kita.

  1. Mempererat tali persaudaraan dan mencegah kesenjangan sosial

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang sama. Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi. Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat.

  1. Mendorong pembangunan negara

Wakaf banyak digunakan untuk mendirikan sarana seperti sekolah, yayasan pendidikan, asrama, dan fasilitas umum lain. Hal ini sangat membantu meningkatkan pembangunan negara lewat bidang pendidikan.

Berdasarkan manfaat dan tujuan wakaf yang sudah disebutkan di atas, tentunya dengan berwakaf kita bisa membantu dalam mengingkatkan kesejahteraan bagi banyak pihak, seperti keluarga, orang sekitar, dan diri sendiri.

Salah satu wakaf yang sudah dilaksanakan oleh Laznas BSMU adalah Wakaf untuk rumah tahfidz. Saat ini juga sedang dikembangkan wakaf produktif untuk meningkatkan perekonomian.

Baca juga : Penyaluran Kupon CWLS SWR001 di Tambora

Mengenal Rumah Tahfidz Qur’an Laznas BSMU di Parung Bogor

Al quran memiliki kedudukan yang amat penting bagi umat islam. Karena itu, bagi yang rajin membaca dan menghafalnya menjadi begitu dimuliakan Allah SWT. Wakaf BSM Umat turut andil mendidik generasi muda untuk menjadi generasi Hafidz Qur’an.

Dengan tujuan yang mulia tersebut maka diperlukan pengelolaan Rumah Tahfidz dengan cara yang terbaik. Salah satu program yang telah dilakukan adalah Rumah Tahfidz Quran di Parung Bogor.

Tujuan dari program:

  1. Mencetak generasi yang hafal dan memahami Al-Qur’an, serta memiliki akhlaq yang mulia
  2. Melahirkan santri yang memiliki kemampuan dan karakter serta life skill.

Kurikulum pendidikan yang diterapkan terdiri dari : Al-Qur’an Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Dirasah Islamiyah, Leadership dan Life Skill.

Rumah Tahfidz ini berdiri di tanah seluas 6.800m2 dengan fasilitas yang disediakan berupa rumah belajar, rumah ustadz, rumah singgah, musholla, tempat wudhu, saung dan taman, area kebun, dan lapangan badminton.

Santri yang mondok dari berbagai daerah dengan total keseluruhan ada 17 orang yang berasal dari berbagai penjuru seperti  Medan, Kendari, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Lampung, Banten, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Donorejo, Jepara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Santri yang belajar tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis karena santri yang belajar disini terlebih dahulu akan diseleksi. Santri harus merupakan satu asnaf dalam zakat. Selama pandemi para santri tidak diijinkan untuk keluar pondok dan saat ini telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Selain rumah tahfidz di Parung Bogor, Laznas BSMU juga memiliki rumah tahfidz di Cimahi Bandung dan Rumah Belajar Quran di Tangerang. Berbeda dengan rumah tahfidz, rumah belajar Qur’an santrinya tidak bermukim karena santrinya merupakan warga sekitar. Semoga dengan semakin banyak rumah Qur’an, akan semakin banyak pula menghasilkan generasi yang qurani tidak hanya dapat menghafal quran tapi dapat menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sungguh sangat beruntung bagi orang yang bisa membantu dalam operasional  penyelenggaraan rumah tahfidz karena insya Allah pahalanya terus mengalir karena setiap harta yang diberikan berubah menjadi tenaga dan ilmu yang akan diserap oleh para santri penghafal quran.

Keistimewaan Wakaf Yang Belum Banyak Diketahui Orang

Selama berabad-abad, wakaf memainkan peranan penting dalam kemajuan peradaban Islam. Betapa banyak rumah sakit, sekolah, pesantren, dan bangunan-bangunan lain yang didirikan atas akad wakaf. Bangunan tersebut tegak berdiri dan terus memberikan manfaat bagi banyak orang hingga hari ini.

Sayangnya, wakaf memang kalah populer dibandingkan sedekah, qurban, maupun zakat. Padahal potensinya pun sangat besar. Di Indonesia sendiri, menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi perolehan wakaf bisa mencapai Rp22 triliun.

Hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Universitas Indonesia bahkan menunjukkan generasi milenial di enam kota besar rela mewakafkan uangnya hingga Rp150 ribu per hari. Potensinya sanggup menyentuh angka Rp1,35 triliun per tahun.

Sebenarnya apa saja keistimewaan wakaf dibandingkan bentuk sedekah lainnya? Berikut setidaknya ada 3 keistimewaan wakaf yang membuat sedekah pun jadi lebih produktif.

  1. Harta wakaf bukan lagi hak milik wakif

Pada dasarnya, wakaf merupakan perbuatan wakif (pihak berwakaf) untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum sesuai dengan syariah.

Imam Syafii sendiri mendefinisikan wakaf sebagai tidak melakukan suatu tindakan atas suatu benda, yang berstatus milik Allah, dengan menyedekahkan manfaatnya kepada kebajikan sosial.

Harta yang sudah diwakafkan secara utuh dan bulat menyebabkan kuasa kepemilikan si pewakaf akan terhapus.

Dengan demikian, pewakaf tidak dapat melakukan apa pun terhadap harta tersebut, apalagi memintanya kembali. Pewakaf juga tidak dapat melarang distribusi manfaat harta tersebut kepada siapapun. Apabila pewakaf meninggal dunia, harta wakaf tidak dapat jatuh ke ahli warisnya. Dalam konteks ini, harta yang sudah diwakafkan sepenuhnya menjadi milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

  1. Pahalanya terus mengalir walau wakiftelah meninggal

Berwakaf hukumnya sunnah. Namun siapapun yang melakukannya, atas dasar keridhaan Allah Ta’ala, niscaya mendapatkan ganjaran yang begitu besar. Hal ini karena pahala wakaf akan terus mengalir, meskipun sang wakif telah tiada, selama pemanfaatan harta wakaf masih berlangsung.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

Keterangan mengenai pahala wakaf juga terdapat dalam sabda Rasulullah:

Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus, kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya.” (Hr. Muslim)

  1. Membangun peradaban muslim yang kuat

Lain hal dengan zakat, penerima manfaat harta wakaf tidak terbatas golongan tertentu. Terlebih, harta tersebut terus abadi lintas generasi. Bentuk fisiknya tetap utuh terpelihara, terjamin kelangsungannya, dan tidak boleh hilang atau berpindah tangan.

Karena sifatnya yang demikian, wakaf sangat berguna demi memajukan dakwah Islam, menghidupkan lembaga sosial keagamaan, mengembangkan potensi dan menyejahterakan umat, memberantas kebodohan, memutus mata rantai kemiskinan, serta memupus kesenjangan sosial. Produktivitas dari pengembangan harta wakaf tersebut niscaya semakin mengokohkan persatuan umat dan meneguhkan peradaban Islam.

…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa serta pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Qs. Al-Maidah: 2).

Sumber:

https://jadiberkah.id/artikel/3-keistimewaan-wakaf-sedekah-pun-jadi-lebih-produktif

Pelatihan Daurah Janaiz untuk Santri Rumah Tahfidz Parung

Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) menyelenggarakan kegiatan Dauroh Jana’iz bertempat di Aula Rumah Tahfidz Parung Bogor, Sabtu (12/6). Tujuan dilakukan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan santri tahfidz yang siap terjun langsung untuk menangani proses pengurusan jenazah.

Kegiatan ini dikhususkan untuk santri rumah tahfidz, dengan jumlah total mahasiswa sekitar 18 orang. Kegiatan diawali dengan pemberian materi oleh Ustd. Madroi, S.Sos.I. tentang tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan sunah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Setelah itu, peserta mempraktekkan secara langsung tata cara yang baik dan benar tentang pengurusan jenazah mulai dari pemandian hingga pemakaian kain kafan.

Pengurusan jenazah dalam Islam hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan namun apabila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Pengurusan jenazah harus dilakukan secepat mungkin. Sri Wahyuni selaku perwakilan Laznas BSMU menyatakan bahwa dauroh jana’iz sangat penting dilakukan, selain sebagai salah satu bentuk pembinaan nila-nilai keislaman juga mengkader santri untuk faham dalam mengurus janaiz. Sehingga kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Bank Syariah Indonesia dan Yayasan BSMU Resmikan Rumah Tahfidz

Cimahi, 16 April 2021 – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) meresmikan Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Cimahi, Jumat (16/4).

Rumah Tahfidz ini merupakan rumah tahfidz kedua yang diresmikan dan dikelola langsung oleh Yayasan BSMU. Acara dengan format hybrid ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan BSMU Suhendar, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, RCEO BSI Region 7 Dade Dermawan, Pembina Rumah Tahfidz Cimahi Ustadz Jumhur, serta tokoh masyarakat sekitar.
 
Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia ini akan menampung para santri dari keluarga yang tidak mampu, dan bangunan yang menjadi rumah tahfidz ini merupakan bangunan wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan BSMU. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Wakaf Rumah Tahfidz yang diusung oleh Yayasan BSMU secara berkelanjutan, dengan tujuan dapat menebar manfaat bagi yang membutuhkan, serta meraih keberkahan khususnya pada bulan suci Ramadan 1442 H ini, sehingga dapat memberikan kemaslahatan secara merata, sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs).
 
Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna menuturkan, pemanfaatan Wakaf sangat relevan dengan kondisi saat ini. Wakaf tentunya akan digunakan untuk tujuan sosial yang memberikan dampak pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Instrumen ini akan mendorong perekonomian, dan secara spesifik juga akan mengendorse keuangan syariah di Indonesia seiring meningkatnya literasi keagamaan di masyarakat.
 
“Saya mengajak kita semua untuk menjadi agen wakaf, bukan hanya menawarkan produk wakaf, tapi juga mencontohkan untuk berwakaf. Ditambah saat ini produk wakaf sudah sangat beragam, ada wakaf tunai, wakaf temporer, dan masih banyak lagi. BSI memiliki produk yang dapat menunjang masyarakat untuk lebih mudah berzakat dan berwakaf, dan bisa diakses secara digital”, kata Anton Sukarna.
 
Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengemukakan bahwa program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya hafal 30 Juz Al-Qur’an, namun juga terampil dari segi akademik, sosial, entrepreneur, dan berakhlak mulia.
 
“Terima kasih kepada para wakif sehingga peresmian Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia ini dapat berjalan dengan baik. Semoga program berkelanjutan ini dapat terus terlaksana di daerah lainnya tanpa kendala biaya, karena hadirnya wakaf tunai yang juga difasilitasi Bank BSI”, ujar Suhendar.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search