viruscorona;covid19;droplets

COVID-19 CRISIS CENTER BSM UMAT

BSM Umat – Covid-19 atau Corona Virus yang meresahkan warga Indonesia sejak beberapa minggu terakhir, dan memuncak setelah pemerintah mengkonfirmasi sudah ada dua warga dinyatakan terinfeksi virus Corona, pada Senin (2/2/2020).

Pneumonia 2019-nCoV atau COVID-19 awal terjadi di Wuhan yang kemudian menyebar hampir keseluruh dunia melalui transmisi dari orang ke orang melalui droplets (air ludah). Pneumonia secara umum adalah peradangan pada parenkim paru (kantung udara di paru-paru) dengan penyebab bakteri, virus, jamur  yang menimbulkan gejala  sesak nafas, demam, batuk berdahak dan pada kasus pneumonia berat dapat menimbulkan kematian. Pneumonia yang disebabkan oleh CPVID-19 juga bisa menyerang siapa saja, lebih banyak pada balita dan usia lanjut.

Virus COVID-19 bersifat zoonosis (penularan dari hewan ke manusia), tidak tahan sinar matahari, tidak tahan panas diatas 56o C, dapat di inaktivasi dengan desinfektan yang mengandung alcohol diatas 70o. Pada kelembaban rendah atau suhu dingin dapat bertahan selama 48 jam.  Pada kondisi kering inefektivitas virus dapat bertahan sampai 6 hari. Penelitian terbaru dapat bertahan 1 bulan pada suhu sangat dingin/beku. Angka kematian  COVID-19 sebesar 2,9 % (3-4 %) terbesar di China, lebih rendah di banding SARS  sebesar 10 % dan MERS sebesar 37 %.

COVID-19 dapat dicegah penularannya dengan melakukan aktivitas yang meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi kemungkinan masuknya virus kedalam tubuh. Tingginya angka penularan COVID-19 meskipun memiliki angka kematian rendah mengakibatkan kehebohan di masyarakat karena kekeliruan pemahaman dan tata cara pengelolaan di level rumah tangga atau grassroot terutama kelompok miskin dan marginal yang tidak memiliki akses terhadap masker yang mulai meningkat harganya serta makanan bergizi yang memiliki fungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang akan mengurangi kemungkinan angka kejadian COVID-19.

Faktor sosial ekonomi terpengaruh dengan adanya isu ini ditandai dengan kenaikan harga dan HOAX yang meluas yang menyebabkan kerusuhan dan kurangnya produktivitas. Ini tidak sejalan dengan tujuan ekonomi syariah untuk mensejahterakan umat dan menurunkan produktivitas masyarakat. Dari sisi kemanusiaan, kelompok utama yang menjadi korban adalah kelompok dengan literasi rendah, marginal, tingkat ekonomi lemah serta masyarakat rentan seperti manula, orang sakit dan anak-anak. 

Dengan bertujuan untuk mengurangi dampak langsung COVID-19 terhadap kesejahteraan umat. Adapun pelayanan COVID-19 CRISIS CENTER BSM Umat melayani :

  1. Konsultasi online COVID-19 secara online.
  2. Screening kasus awal secara online (membedakan kasus COVID dengan flu biasa di level awam)
  3. Rujukan informasi dan konsultasi penanganan kasus di level masyarakat hingga ke RS rujukan resmi.
  4. Perpanjangan tangan informasi update kasus dari pemerintah (Pusat Krisis Kesehatan).
  5. Meminimalisir HOAX dan penanganan keliru mengenai COVID-19

COVID-19 CRISIS CENTER BSM UMAT bekerjasama dengan : Kementerian Kesehatan (Pusat Krisis Kesehatan), Mandiri Syariah, Forum Organisasi Zakat, Perhimpunan Dokter Paru, Pemerintah DKI Jakarta dan RS Rujukan COVID-19 dan mitra donatur BSM Umat

Diharapkan dengan adanya COVID-19 CRISIS CENTER BSM UMAT akan semakin banyak masyarakat yang tidak mampu yang dapat terbantu dari wabah Virus Corona dan secara tidak langsung sudah dapat mengurangi penyebaran Virus Covid-19.

PIC : Humairoh Anahdi

Sumber : Tim SST BSM Umat

Scroll to top