tadbbur kisah nabi yusuf

ISDP : Tadabbur Hikmah Kisah Musibah Nabi Yusuf AS.

Pengusaha muda yang sukses dan taat beragama saat ini sangat dibutuhkan. Hal ini karena kondisi krisis ekonomi yang sedang terjadi membutuhkan pengusaha-pengusaha yang memiliki akhlak yang mulia. Untuk membentuk sociopreneur yang memiliki keimanan yang kuat, ISDP melaksanakan pembinaan keislaman yang diadakan pada pagi hari Jum’at 9 Juli 2021. Pembinaan Islam kali ini mengambil tema, “Keberkahan di balik Musibah : Tadabbur hikmah, kumpulan musibah Nabi Yusuf Alaihis Salam.” Acara diikuti oleh 30 peserta penerima beasiswa ISDP dan diselenggarakan secara online.

Sebagai narasumber dalam kajian keislaman ini adalah Us. H. M. Azzam Ismail, Lc., MA., Alumni Universitas Madinah Program Doktoral Fiqh & Ushul, IIUM, Malaysia. Melalui materi yang diberikan diharapkan para sociopreneur memahami arti penting dari sebuah ujian dan dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Beberapa hikmah yang dapat diambil dari kisah nabi Yusuf Alaihis Salam yaitu :
1. Menuju kesuksesan kita perlu mengkondisikan keluarga agar dapat mensupport tindakan yang akan diambil. Karena ujian terberat dalam hidup ini adalah ketika keluarga tidak menerima atau tidak support terhadap yang kita lakukan. Dalam kisah Nabi Yusuf, saudaranya tidak menyukainya karena mereka iri akan perhatian yang diberikan ayah mereka kepada yusuf. Padahal ayah Nabi Yusuf (Nabi Ya’qub) telah mengetahui bahwa garis keturunan kenabian akan diwarisi oleh Yusuf. Karena rasa iri dan dengki dari para saudaranya banyak permasalahan yang timbul karenanya.
2. Ujian wanita dalam kisah Nabi Yusuf merupakan salah satu skenario Allah untuk dia yang termasuk manusia yang mukhlas (orang yang sudah teruji keimananannya). Walaupun kondisi sudah mendukung untuk berbuat keji, namun nabi Yusuf termasuk hamba yang mukhlas ketika diuji masalah wanita. Menjadi manusia yang mukhlas bisa dibentuk dengan rajin melakukan ibadah dengan tetap memperhatikan keikhlasan dalam beramal. Pribadi yang mukhlas bisa menjadikan seorang hamba kebal dari godaan setan.
3. Selanjutnya adalah ujian karakter. Ujian sexsual menjadi cara yang paling ampuh untuk menjatuhkan karakter seseorang. Nabi Yusuf dibuat secara skenario sosial menjadi orang yang bersalah sehingga akhirnya di masukkan ke dalam penjara. Namun walaupun didalam penjara beliau tetap berbuat baik dan selalu berdakwah.

Musibah yang kita alami merupakan sebuah cara Allah untuk meninggikan derajat. Namun kita harus dapat menjadikan musibah menjadi sarana bersyukur dan semakin dekat kepada Allah. Sehingga setiap musibah akan terasa ringan dan keimanan kepada Allah semakin bertambah.

Dalam penutupan acara pembinaan keislaman ISDP Lia Apriliyanti selaku Manager memberi pesan, “Begitu banyak hikmah dari siroh para nabi yang harus kita ketahui. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah skenario dari Allah yang pernah juga terjadi di jaman terdahulu, saat ini bagaimana kita bisa mengkajinya, mengimaninya, dan bertawakkal kepada Allah sebagaimana yang telah di tulis di dalam Al-Qur’an. Menjadi value ISDP adalah pembinaan keislamanan agar menjadi seorang entrepreneur yang memiliki aqidah yang kuat kepada Allah Ta’ala sebagaimana siroh nabi Yusuf Alaihis Salam. Pandemi adalah ujian, semoga Allah menjadikan kita menjadi lebih baik”.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search