sedekah

Perbedaan Zakat dan Sedekah

Zakat dan sedekah merupakan amalan bagi umat Muslim. Keduanya hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang memiliki kelebihan harta. Namun demikian, terkadang orang masih sering keliru dalam penyebutannya. Banyak keutamaan bagi orang yang mampu menjalankannya.

Perbedaan zakat dan sedekah sangat penting untuk dipahami tiap umat Muslim. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu bisa memilih bentuk amal yang tepat sesuai kemampuan.

Untuk mengupas tuntas mengenai hal ini Ustadz Ammi Nur Baits menerangkan dalam tulisannya;

Secara Bahasa:

 Zakat artinya tumbuh (an-Nama’), bertambah (ar-Rii’), keberkahan (al-Barakah), dan mensucikan (at-Tathiir). (Lisan al-Arab, 14/358 dan Fathul Qadir, 2/399).

Sementara kata sedekah turunan dari kata as-Shidq yang artinya kejujuran. Karena sedekah adalah kejujuran iman orang yang mengeluarkannya. (Fathul Qadir, 2/399).

Sedangkan pengertiannya secara syariat,

▶️ Zakat: beribadah kepada Allah – Ta’ala – dengan mengeluarkan barang yang wajib dizakati untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan ukuran tertentu sesuai yang dijelaskan syariat.

▶️ Sedekah: beribadah kepada Allah dengan menginfakkan harta yang tidak diwajibkan syariat.

Meskipun terkadang istilah sedekah digunakan untuk menyebut zakat.

Dalam beberapa ayat, Allah menyebut zakat dengan sedekah.

Seperti firman Allah yang menjelaskan orang-orang yang berhak menerima zakat,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ

Sesungguhnya sedekah itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, … (QS. at-Taubah: 60)

Yang dimaksud sedekah pada ayat ini adalah zakat.

Diantara perbedaan sedekah dan zakat,

✅ [1] Zakat adalah kewajiban dalam islam untuk komoditas tertentu, seperti emas, perak, pertanian, binatang ternak, dst.

Sementara sedekah bukan kewajiban dan tidak dibatasi jenis komoditasnya.

✅ [2] Ada syarat tertentu untuk zakat, seperti harus mencapai nishab, bertahan selama satu tahun (haul), dan dikeluarkan dengan nilai tertentu.

Sementara sedekah, tidak ada syarat khusus, tidak ada nishab (batas minimal harta), tidak harus menunggu haul, dan bisa dikeluarkan dengan jumlah berapapun, selama tidak merugikan diri sendiri atau keluarga.

✅ [3] Zakat diwajibkan untuk diserahkan kepada golongan tertentu yang telah disebutkan oleh Allah. dan tidak boleh diberikan kepada selain mereka.

Sementara sedekah bisa diberikan kepada selain 8 ashnaf, seperti anak yatim, dst.

✅ [4] Orang yang mati dan belum menunaikan zakat, wajib dibayarkan oleh ahli warisnya.

Dan pembayaran utang zakat, lebih didahulukan dari pada pembagian wasiat atau warisan.

Sementara untuk sedekah tidak ada kewajiban semacam ini.

✅ [5] Orang yang tidak membayar zakat, mendapatkan hukuman khusus di dunia dan di akhirat

Di dunia, dihukum dalam bentuk ditarik paksa zakatnya dan dihukum ta’zir sesuai keputusan pemimpin.

Ibnu Qudamah mengatakan,

وإن منعها معتقدا وجوبها, وقدر الإمام على أخذها منه, أخذها وعزره

“Orang yang tidak membayar zakat, dengan tetap meyakini bahwa itu wajib, sementara pemimpin memungkinkan untuk mengambil hartanya, maka pemimpin boleh memaksa dan memberinya hukuman ta’zir. (al-Mughni, 2/434)

Dan berhak mendapat hukuman di akhirat seperti yang disebutkan dalam hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ

“Siapa yang diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat hartanya dijadikan seekor ular jantan aqra’ (botak karena di kepalanya ada banyak racun), yang berbusa dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang dengan kedua sudut mulutnya, sambil berkata,’Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu.” (HR. Bukhari 1403).

Sementara untuk orang yang tidak menyerahkan sedekah, tidak ada ancaman semacam ini.

✅ [6] Menurut 4 madzhab, zakat tidak boleh diberikan kepada anak, cucu dst ke bawah, juga tidak boleh diberikan ke bapak, kakek, dst. ke atas.

Sementara sedekah bisa diberikan kepada anak atau orang tua.

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi mengenai perbedaan zakat dan sedekah. Kamupun dapat menunaikannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Lanjutkan kebaikan dengan mengajak orang lain untuk menunaikannya.

Program Gerakan Waqaf 5.000 Alquran dan 10.000 Iqra’ untuk Trauma Spiritual Healing

BSM Umat – Wakaf Al Quran merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf tergolong ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.

Wakaf Al Qur’an Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar-luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Hikmah Wakaf

1. Sebagai pembuka jalan beribadah kepada Allah Swt.,

2. Mengajak muslim yang lain untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khayrat),

3 .Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat,

4. Demi kebaikan Islam,

5. Membantu mengurangi beban susah fakir miskin serta anak yatim.

Saat ini Lombok belum pulih, masih meninggalkan trauma akibat bencana gempa bumi dengan  kekuatan 6,4 SR. Tak hanya kerugian material, menurut  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kerusakan dan kerugian mencapai Rp 8,8 triliun. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mencatat di Negeri Seribu Masjid itu selama sebulan telah terjadi 1.973 gempa bumi.

Berbagai bantuan materiil telah disalurkan kepada para penyitas Gempa Lombok.

Lalu bagaimana dengan spiritualnya?

Selain membutuhkan bantuan materiil (sandang, pangan dan papan), mereka juga membutuhkan asupan rohani. Oleh karena itu, BSM Umat telah mengirimkan seribu Al Quran. Ditaksir perlu Lima Ribu Al Quran dan 10.000 Iqro’ lagi untuk para penyitas Gempa Lombok.

Paket donasi

Al Qur’an :  Rp  100.000/ mushaf

Iqro’        :  Rp   25.000/ buku

Ingin mendapatkan pahala yang unlimited dan memperbaiki spiritual Masyarakat Lombok?

Yuk, salurkan bantuanmu melalui BSM Umat kepada penyintas Gempa Lombok. Bantuan donasi anda dapat disalurkan ke Rekening Bank Syariah Mandiri 700 133 0068 a/n Yayasan BSMU – Wakaf. Sekecil apapun donasi anda akan sangat mempengaruhi masa depan mereka.

6 Keutamaan Sedekah

Laznas BSM Umat – Berbagi atau bersedekah merupakan anjuran dalam Islam, yang bertujuan untuk meringankan atau membahagiakan orang lain. Karena senang dan bahagia tak akan selamanya dirasakan, ada kalanya rasa terhimpit dan kesusahan datang.

Untuk itulah kenapa harus berbagi. Ada beberapa poin keutamaan sedekah, berikut penjelasannya:

Pertama, Allah SWT akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Poin ini terdapat dalam Alquran Surah Al-Hadid: 18.

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.”

Kedua, sedekah jadi penghapus dosa. Maka Allah SWT berjanji untuk menghapus dosa-dosanya. Keutamaan tersebut terdapat dalam hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

Ketiga, sedekah sebagai naungan di hari akhir. Selain mendapatkan ampunan yang besar dari Allah SWT, seseorang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir nanti. Dalam sebuah hadist dinyatakan terdapat tujuh orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah, di mana pada saat tersebut tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Di antara tujuh golongan tersebut, salah satunya adalah orang yang suka bersedekah.

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya akan menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan.” (HR Bukhari)

Keempat, adanya pintu surga khusus untuk mereka yang gemar sedekah. Pernyataan ini berdasarkan HR Bukhari dan Muslim. “Orang yang menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka dia akan dipanggil oleh salah satu pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan. Jika dia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, dia dipanggil dari pintu shalat. Yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Jika dia berasal dari golongan orang yang gemar bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Kelima, terbebas dari siksa kubur. Di hari akhir nanti, selain bisa masuk lewat pintu khusus menuju surga, seseorang yang bersedekah akan terbebas dari siksa kubur yang menyedihkan. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR Ath Thabrani)

Keenam, dijauhkan dari api neraka. Ganjaran ini merupakan janji Allah SWT bagi mereka yang gemar bersedekah adalah dijauhkan dari siksa api neraka yang menyala-nyala. Meskipun harta yang disedekahkan sedikit, namun jika dilakukan dengan keikhlasan, maka sedekah yang kecil tersebut akan berdampak besar dari dijauhkannya siksa api neraka pada diri kita.

Rasulullah SAW pun bersabda: “Jauhilah api neraka walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimat Thayyibah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari berbagai sumber

[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]

Zakat

0%
Rp10.246.574,00
dari target Rp0,00

Infaq

0%
Rp300.000,00
dari target Rp0,00

Wakaf

0%
Rp50.000,00
dari target Rp0,00
  • All
  • Infaq
  • Wakaf
  • Zakat

Paket Sembako

0%
Rp0,00
dari target Rp2.500.000.000,00
0 hari lagi

Paket Wakaf Qur’an Braile 30 Juz

0%
Rp0,00
dari target Rp200.000.000,00
0 hari lagi

Paket Wakaf Qur’an Braile Per Juz

21.00%
Rp1.575.000,00
dari target Rp7.500.000,00
0 hari lagi

BSMU Care Untuk Mamuju

0%
Rp0,00
dari target Rp1.000.000.000,00
0 hari lagi

Tanggap Bencana Nasional

0.02%
Rp100.000,00
dari target Rp500.000.000,00
0 hari lagi

Sociopreneur Program

0.02%
Rp100.000,00
dari target Rp500.000.000,00
0 hari lagi

Zakat Beasiswa Anak Yatim

0.02%
Rp50.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Zakat Pengobatan Dhuafa

0.02%
Rp50.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Wakaf Rumah Tahfidz Dhuafa

0.07%
Rp200.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Bank Wakaf Mikro (BWM)

0.03%
Rp100.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Sedekah Tidak Harus Banyak yang Penting Rutin

Laznas BSM Umat – Dalam perjalanan waktu seseorang pasti akan menemukan cinta sebagai peraduan. Tapi ini bukan cinta tentang dua sejoli yang giat memadu kasih. Ini berupa cinta tentang kebiasaan sedekah yang menjadi rutin dalam kehidupan.

Cinta bersedekah dan berbagi memiliki tautan yang lekat dengan kemanusiaan. Ada upaya dan usaha yang dilakukan untuk menggapai cinta bersedekah. Sedekah itu ibarat sebuah tumbuhan, berawal dari bibit, menjadi tumbuhan muda, hingga menjadi pohon yang menjulang.

Sedekah yang dilakukan meski sedikit tapi rutin, pastinya bakal menjadi tumpukan kebaikan untuk mu dan keberkahan bagi mereka yang telah merasakan dari kebaikan yang telah kau berikan. Tak akan ada yang sia-sia dalam kebaikan yang telah dilakukan. Karena cinta bersedekah bukan tentang materi, tapi ini soal meresapi fitrah seorang manusia yang menjadi kemanusiaan, di mana ada rasa saling membutuhkan dan memberikan untuk orang-orang yang membutuhkan.

“Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai. Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Bahkan seiring perjalanan waktu karena terus bertambahnya kerinduan seseorang terhadap cinta bersedekah ini, jumlah harta yang disedekahkan menjadi bertambah dan terus berusaha menambahnya. Sedekah bagi mereka menjadi candu, candu yang merindu, merindu bersedekah untuk umat.

Pasalnya, mencintai harta tidak selamanya membuat orang bahagia. Ada nilai keberkahan saat seseorang memiliki harta.Karena itulah, sedekah yang Nabi SAW anjurkan sebetulnya menjadi penawar bagi harta yang kita miliki. Selain mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, sedekah juga membuat manusia itu tenang dan tenteram.

Scroll to top