rasulullah

Simak Peristiwa Penting Yang Terjadi Bulan Rabiul Awal

Bulan Rabi’ul Awal disebut juga dengan bulan Maulid karena bertepatan dengan kelahiran nabi besar Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.  Makna ar-Rabi’ mempunyai arti musim dimana tumbuhan mulai menghijau, memunculkan bunga atau musim semi.

Ada sejumlah peristiwa penting yang pernah terjadi pada bulan Rabiul Awal, diantaranya:

  1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW dilahirkan di bulan Rabiul Awal. Tanggal kelahiran Rasulullah SAW ada banyak versi. Ada yang menyebut bahwa Rasulullah SAW lahir pada tanggal 8 Rabiul Awal, 10 Rabiul Awal, 12 Rabiul Awal dan 17 Rabiul Awal. Namun menurut hadits riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas, Rasulullah dilahirkan pada malam yang tenang :

“Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal 12 di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awal, Tahun Gajah.” (Imam Ibnu Hisyam, juz 1 hlm 183)

  1. Wafatnya Rasulullah SAW

Peristiwa penting yang kedua adalah bulan Rabiul Awal merupakan bulan wafatnya Rasulullah SAW. Para ulama sejarah bersepakat bahwa Rasulullah SAW wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal, tahun 11 Hijriah 8 Juni 632 M.

  1. Hijrahnya Kaum Muslimin

Di bulan Rabiul Awal ini peristiwa penting lainnya adalah hijrah pertama kaum muslimin ke Abisinia atau Habasyah. Rasulullah juga melaksanakan hijrah pada bulan ini.

  1. Rasulullah SAW membangun Masjid Quba

Dalam hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ke Madinah, namun ketika sedang perjalanan dan belum sampai ke Madinah, Rasulullah sempat singgah di daerah Quba, pada hari Senin 12 Rabiul Awal.

Di Quba, Rasulullah SAW tinggal di rumah keluarga Amr bin Auf selama empat hari. Dan di sanalah Rasulullah SAW membangun masjid pertama yaitu masjid Quba.

  1. Menunaikan salat Jumat pertama kali

Setelah empat hari singgah di rumah Amr bin Auf, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Ditengah perjalanan Rasulullah SAW mendapatkan wahyu untuk mengerjakan sholat Jumat.

Maka, Rasulullah SAW melakukan salat jumat bersama para sahabat, lalu berkhutbah. Dan inilah salat jumat pertama kalinya dimulai.

Setelah mengetahui banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rabiul Awal, kita juga bisa mengisinya bulan agung ini dengan mengalirkan sejuta kebaikan. Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) memiliki berbagai program untuk berbagi kebaikan. Mulai dari Orangtua Asuh, wakaf Uang, Wakaf ambulance, Wakaf Masjid Bakauheni, Beras Untuk Santri, Bantuan Covid-19, Peduli Masjid dan Infaq Kemanusiaan.

 

Ramadan, Sikap Dermawan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Sahabat Meningkat

Laznas BSM Umat – Hikmah yang terkandung dalam bulan Ramadhan adalah tentang sikap kedermawanan seseorang. Bulan yang penuh berkah ini, jika disusur dari kisah nabi, para sahabat dan orang-orang saleh setelahnya, banyak sikap kedermawanan yang bisa dijadikan contoh.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan misalnya, digambarkan dalam hadist-hadist shahih adalah figur yang berada di garda depan dalam aspek kedermawanan. Anas bin Malik memberi kesaksian, “Rasulullah adalah orang yang paling berani dan sangat dermawan.” (HR Bukhari-Muslim).

Dalam “Shahiih” Bukhari dan Muslim, digambarkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan di bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Jibril di tiap malam. Dengan sangat puitis, kedermawan sang nabi digambarkan laksana angin yang berhembus.

Dalam catatan Ahmad bin Hanbal ada tambahan menarik, siapapun yang meminta sesuatu kepada beliau di bulan suci ini pasti diberi. Pada realita sehari-hari, memang selama beliau punya, tidak pernah menolak permintaan siapapun.

Begitu pentingnya nilai kedermawanan ini, tak lupa beliau tuangkan dalam pesan verbal, “Barangsiapa yang memberi makan (untuk berbuka) bagi orang yang berpuasa, maka dia mendapat pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi ganjaran puasanya sedikit pun.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Bila dibahasakan dengan bahasa saat ini adalah berbagi takjil dan makanan berbuka. Para sahabatnya pun meneladani kedermawanan beliau di bulan Ramadhan. Salah satu contohnya adalah Abu Bakar Ash-Siddiq RA. Beliau ini adalah sahabat yang bisa masuk surga dari berbagai pintu. Bapak Aisyah Ra ini adalah sahabat yang terdepan dalam ladang amal kebaikan, terkhusus dalam hal kedermawanan.

Menurut catatan sejarah, beliau pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk kepentingan perjuangan Islam. Ketika berpuasa, seperti riwayat Muslim, beliau mampu mengamalkan banyak amalan, di antaranya ziarah, memberi makan orang miskin, menjenguk orang sakit.

Ibnu Rajab Al-Hambali dalam tafsirnya (1422: II/176) menyebutkan contoh kedermawanan sahabat lainnya. Figur agung seperti Abdullah bin Umar Ra tidak akan berbuka melainkan bersama anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Artinya, setiap hari beliau menyiapkan makanan berbuka untuk anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Orang-orang setelah para sahabat juga mempraktikkan kedermawanan di bulan Ramadhan. Dalam sejarah digambarkan bahwa sosok agung sekaliber Imam Az-Zuhri ketika memasuki bulan Ramadhan, beliau berujar, “Bulan Ramadhan adalah bulan untuk membaca Alquran dan berbagi makanan.” (Ibnu Rajab, 2004: 171). (dari berbagai sumber)

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search