Pondok pesantren

Bantuan Mesin Air Alkaline untuk Kemandirian Pesantren

Ditengah kondisi pandemi yang memburuk, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat  ‘urgent’ untuk dicarikan solusinya. Dengan memiliki rencana dan program ketahanan pangan yang baik dapat menghindari adanya kemungkinan yang terburuk misalnya kelaparan dan kekurangan pangan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program ketahanan pangan, telah membidik pondok pesantren terutama pondok pesantren untuk kaum dhuafa untuk dibantu dalam program tersebut. Diharapkan, dengan bantuan yang diberikan itu menjadikan pesantren tersebut dapat mandiri dalam hal ekonomi sehingga ketergantungan terhadap bantuan pihak luar bisa semakin dikurangi, bahkan hilang sama sekali. Pesantren selain menjadi tempat pusat menimba ilmu, juga diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian masyarakat disekitarnya.

Adapun saat ini,  bantuan diberikan kepada pondok pesantren As Syafi’iyah Pondok Gede dan pondok pesantren Al Muhtadin. Bantuan diberikan berupa mesin air Alkaline dengan total bantuan  sebesar Rp 174 juta. Masing-masing pesantren mendapatkan 1 unit mesin. Dalam sehari mesin tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 80 galon. Selain dipergunakan untuk konsumsi pondok pesantren, sebagiannya juga dijual untuk menambah pendapatan pondok.

Adapun alasan dipilihnya dua pesantren tersebut karena merupakan pesantren untuk anak-anak yatim yang tidak memungut biaya untuk santrinya serta dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu disekitar pesantren. Total penerima manfaat untuk dua pesantren tersebut adalah sebanyak 300 santri.

Syifa Fauziya selaku perwakilan pondok pesantren Asy Syafi’iyyah menyatakan, “Kami mendapatkan bantuan mesin kangen water yang insya Allah akan menjadi manfaat bagi santri-santri khususnya yatim Asy Syafi’iyyah. Kami sangat bersyukur dan bergembira atas program ini dan semoga ini bisa menjadi satu unit usaha pesantren kedepannya. Terima kasih untuk seluruh donatur Laznas BSMU, semoga Allah memberikan keridhoannya kepada kita semua.”

Program kemandirian ekonomi melalui program ketahanan pangan terlaksana berkat dana ZISWAF yang diamanahkan melalui Laznas BSMU. Tentunya selama peralatan masih dipergunakan maka pahala akan terus mengalir kepada donatur. Pengelolaan dana ZISWAF melalui lembaga akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Peresmian LKMS-BWM Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya

Tasikmalaya. Bertempat di halaman induk Ponpes Cipasung Tasikmalaya, pada Selasa, 8 Juni 2021. Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dan Otoritas Jasa Keuangan meresmikan LKMS-BWM di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat. Peresmian dilakukan oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin secara hybrid dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Hadir mendampingi Wapres adalah,  Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Direktur BSI Heri Gunadi, Diektur Eksekutif Laznas BSMU Sukoriyanto Saputro dan pimpinan pondok pesantren Cipasung Bapak Drs.KH. A.Bunyamin Ruhiyat, M.Si. dan tamu undangan lainnya.

Selesai acara peresmian, Direktur Eksekutif Laznas BSMU Sukoriyanto  juga meninjau kesiapan kantor BWM Cipasung serta berkoordinasi memastikan agar pelaksanaan operasional  BWM nantinya dapat berjalan dengan baik sesuai SOP dan Panpro program.

Pendirian BWM di pasantren-pesantren di banyak daerah berperan untuk mneyediakan akses permodalam bagi masyarakat kecil yang belum mendapatkan akses keuangan formal. Diharapkan dengan adanya BWM dapat membantu dalam mengentaskan kemiskinan.

Drs. KH A.Bunyamin Ruhiyat, MSi. selaku Pimpinan Ponpes Cipasung menyatakan,  “Kami selaku Pengurus BWM Cipasung berterima kasih dengan program BWM ini, kami sangat yakin bahwa program ini akan bermafaat bagi masyarakat sekitar Ponpes Cipasung, dan memang masyarakat sudah menunggu dengan antusias”.

Saat ini sudah berdiri 61 LKMS_BWM seluruh Indonesia. Sinergi antara LKMS-BWM dengan Pondok Pesantren akan meningkatan kapasitas bagi usaha mikro masyarakat sekitar ponpes. Saat ini LKMS-BWM sudah  menuju kepada layanan digitalisasi nasabah dalam rangka mewujudkan kelembagaan yang profesional dan akuntabel, serta mampu melahirkan wirausahawan yang sukses, lahir bathin, duniawi ukhrowi.

Sukoriyanto selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyatakan akan terus berkomitmen mengembangkan ekonomi usaha mikro UMKM masyarakat di sekitar Ponpes Cipasung melalui LKMS-BWM Cipasung. Ponpes Cipasung  akan kami dukung untuk memajukan BWM dan dapat berprestasi serta bermanfaat bagi ummat.

Pasca peresmian tahapan menuju operasional sudah dipersiapkan  agar kebutuhan teknis dan non teknis.

Cipasung Tasik, 08 Juni 2021.

Div LKMS BSMU

Islah Milono.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search