peternak dhuafa

Bantu Peternak Dhuafa di Idul Adha 1442 H

Idul Adha adalah waktu bagi para peternak panen. Tetapi kondisi tahun ini berbeda, bahkan dengan tahun lalu yang sama-sama dalam kondisi pandemi virus corona. Hal tersebut dikarenakan angka kenaikan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi diakibatkan oleh adanya varian baru yang daya paparnya lebih cepat 6x lipat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah tidak dapat terelakkan. Dari mulai diberlakukan di Jawa – Bali kini mulai diperluas ke 5 wilayah Sumatra dan Kalimantan. Tak urung hal ini semakin membatasi pergerakan dalam rangka penjualan hewan ternak untuk qurban. Padahal persiapan untuk hewan qurban sudah dimulai sejak 11 bulan yang lalu.

Petugas mendata hewan kurban yang dijual di Pusat Pengadaan Hewan Qurban Angkatan Muda Muhammadiyah Kotagede di Giwangan, Umbulharjo, D.I Yogyakarta, Senin (12/7). Pengelola mengaku saat Pandemi COVID-19 penjualan kambing yang digunakan untuk qurban mengalami penurunan sekitar 50 persen dibanding saat normal dari 400 hewan qurban menjadi 200 hewan qurban dalam satu momentum perayaan Idul Adha.

Dua pekerja memberikan makan sapi qurban yang akan dijual di Dungingi, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (12/7). Sejumlah pedagang mengaku pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan penjualan sapi yang dijual mulai harga Rp9 juta hingga Rp20 juta per ekor hingga 25 persen.

Tidak hanya pedagang yang terkena imbasnya para peternakpun akan sangat berdampak. Harapan mereka akan mendapat untung yang lumayan menjadi pupus, terutama bagi peternak dhuafa, sehingga angka kemiskinan akan semakin besar.

Program Qurban 1442 H Laznas Bangun Sejatera Mitra Umat membantu peternak dhuafa melalui qurban online. Dengan membeli hewan qurban melalui peternak binaan dari peternak yang tidak mampu. Pembelian langsung ke sentra ternak sehingga kualitas selalu terjamin mutunya. Ibadah qurban selain dapat pahal juga bisa membantu perekonomian masyarakat tidak mampu di desa.

Program ini didukung melalui unit respresentatif office di 8 wilayah yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar. Harapannya semakin banyak daerah yang dijangkau, semakin luas kebermanfaatan yang diberikan.

Scroll to top