Pertanian

Laporan Kegiatan Penyaluran Kupon CWLS SWR001

Program penangkaran benih padi yang dilaksanakan oleh kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri merupakan program usaha tani yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dengan melibatkan petani yang belum menerima manfaat program desa Berdaya Sejahtera Mandiri. Usaha tani penangkaran benih padi setempat tidak dilaksanakan satu musim tanam di tahun 2020 dikarenakan adanya keterbatasan.

Saat ini kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri telah melaksanakan musim tanam pertama untuk penangkaran benih padi dengan melibatkan 8 petani dengan luasan areal penangkaran mencapai 5 Ha yang berada di kampung Rejo Asri Kec. Seputih  Raman Kabupaten Lampung Tengah. Petani penerima manfaat menanam tiga jenis varietas diantaranya Nutrizinc, Ciherang dan Sintanur.

Pelaksanaan penyaluran program terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

  1. Pencarian calon petani penangkar
  2. Pendataan administrasi calon penangkar
  3. Penyaluran melalui mekanisme perjanjian komitmen
  4. Pendampingan pelaksanaan program
  5. Evaluasi pelaksanaan program

Agar program ini dapat lebih berkembang maka diadakan kerja sama dengan  Balai Besar pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BB-PPMB TPH) – Depok Jawa Barat sebagai mitra pengadaan benih sumber dengan mekanisme revolving program. Mitra kerja berikutnya adalah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura bidang BPSBTPH sebagai mitra pengawasan legalitas produksi benih.

Mekanisme Pemberian Modal Usaha

Setiap petani penangkar mendapatkan pinjaman modal untuk usaha tani budidaya penangkaran senilai Rp 500.000 per 0,5 Ha atau setara Rp 2.000.000 per Hektar. Pinjaman yang diberikan kepada petani akan dikembalikan lagi ke kelompok setelah petani penangkar selesai melaksanakan panen calon benih. Kelompok tani juga memberikan keringanan untuk petani yang mengalami gagal panen untuk dapat mengembalikan sesuai waktu yang diinginkan oleh petani. Modal yang diberikan kepada petani berupa pinjaman dikarenakan modal itu akan tetap dan dapat diberikan untuk penanaman penangkaran dimusim selanjutnya.

Kelebihan Pendapatan Penerima Program

Petani yang menerima program akan mendapatkan kelebihan dari penjualan calon benih padi per setiap kilogramnya senilai Rp200. Acuan harga dasar merujuk dari para tengkulak gabah. Contoh : Pembelian gabah dari para petani penangkar, apabila petani mendapatkan hasil panen mencapai 5 ton calon benih padi, dan tengkulak membeli harga gabah pada umumnya senilai Rp5.000 maka Kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri akan membeli calon benih dari petani penerima program senilai Rp5.200 yang apabila petani hanya menanam padi seperti biasanya mereka akan mendapatkan hasil senilai Rp25.000.000 dan ketika para petani mengikuti program penangkaran mereka akan mendapatkan omzet senilai Rp26.000.000 setiap musim tanam. Omzet petani akan dapat meningkat Rp1.000.000 per musim dari hasil penjualan.

Daftar Penerima Manfaat Penyaluran Kupon CWLS Seri SWR001.

Lokasi penangkaran terletak di Kampung Rama Kelandungan, Kec. Seputih Raman Kab. Lampung Tengah Provisi Lampung dengan luas tanah 5 Ha. Varietas padi yang ditanan jenis Ciherang, Inpari Nutrizinc dan Sentanur dengan penerima manfaat sebanyak 8 orang. Adapun nama-nama penerima manfaat, yaitu :

  1. Winarto 0.75 Ha jenis padi Sintanur, Ciherang
  2. Suyadi 0.25 Ha jenis padi Inpari Nutrizinc
  3. Muhammad Yusuf 0.625 Ha jenis padi Ciherang
  4. Edi Gunawan 0.75 Ha jenis padi Ciherang
  5. Supriyadi 0.875 Ha jenis padi Ciherang
  6. Hendri 0.25 Ha jenis padi Ciherang
  7. Suyadi 1 Ha jenis padi Ciherang
  8. Supriyanto 0.5 Ha jenis padi Ciherang

Ketika mulai meningkatkan hasil beras dari pedesaan, berarti kita telah mewujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia.

Laznas BSMU berkolaborasi bersama IZI Launching Smart Farm Academy

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengadakan kerjasama untuk berkolaborasi membangkitkan pertanian melalui program Smartfarm Academy di Desa Pondok Kelor, Sepatan Timur, Tangerang pada Rabu (24/03/2021).

 

Sektor pertanian mempunyai peran stategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor pertanian berkontribusi pada PDB terbesar ke-2 di Indonesia sebesar 13,54% yang mencapai 395,7 triliun rupiah. Diharapkan, Smartfarm Academy menjadi sebuah program pelatihan dan peningkatan wawasan pertanian serta memadukan peningkatan spiritual kepada pesertanya.

 

Acara ini dihadiri oleh Rizky Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif BSMU, Nana Sudiana selaku Direktur Pendayagunaan IZI, I Gusti Muhammad Sugiarto selaku Kapolsek Sepatan, Agus Halim Siregar selaku DANRAMIL Sepatan.

 

Program Smartfarm ini merupakan bagian dari pemberdayaan dana ZISWAF. Dengan pendayagunaan dana tersebut dapat meningkatkan penghasilan para petani bahkan dapat merubah buruh tani menjadi pemilik lahan.

 

Nana Sudiana mengatakan, “Kita semua tahu bahwa di tengah situasi pandemi dimana ekonomi menjadi sulit ini insya Allah kita dapat memberikan penguatan ekonomi kepada masyarakat dari sisi pertanian dan ketahanan pangan”.

 

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dalam sambutannya “Terima kasihnya atas kolaborasinya melalui program Smartfarm Academy ini, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para petani, “

 

“Kami juga ingin para petani dapat meningkat spiritualnya, dan kedepannya para petani  dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat lain” tambahnya.

Scroll to top