Lampung tengah

Optimalkan Potensi Desa, Ini Tiga Klaster Desa Binaan Laznas BSMU

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU)  berusaha mengoptimalkan potensi desa dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui program desa binaan. Program ini bertujuan sebagai sarana pemberdayaan desa melalui pengembangan sumberdaya ekonomi lokal.

Dalam program desa binaan, Laznas BSMU bersinergi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk di program-program sosial salah satunya di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Adapun goal dari program ini adalah memfasilitasi para penerima manfaat (mustahik) melalui penguatan dan pengembangan sumberdaya ekonomi lokal sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Selain itu program ini juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama pada masyarakat yang merupakan sasaran program.

Adapun desa binaan yang dikelola secara penuh oleh Laznas BSMU ada 3, yaitu: Klaster padi Lampung Tengah, Klaster Peternakan Kambing- Purbalingga dan Klaster Peternakan sapi – Trenggalek. Pemetik manfaat pada awal program sebanyak 200 orang dengan rincian 100 petani, 20 peternak kambing dan 50 peternak sapi.

BACA : Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Sejahtera Mandiri Di Lampung Tengah

Saat ini pelaksanaan program telah melewati tahap pertama pada tahun ketiga, yang merupakan tahap pemandirian atau exit program. Tahap ini merupakan proses penyerahan pengelolaan pada kelembagaan mustahik. Hal sebagai tolak ukur keberhasilan dari program yang telah dijalankan.   

Sejalan dengan pelaksanaan program desa binaan maka bertambah pula orang yang menerima manfaat menjadi 263 KK atau meningkat 31,5% dari awal program. Dengan perincian saat ini untuk pertanian lampung menjadi 150 KK atau setara 585 jiwa,  klaster kambing 62KK aau 261 jiwa dan klaster sapi 51 KK atau 209 jiwa.

  1. Klaster Pertanian – Lampung Tengah

Klaster pertanian diarahkan pada pengembangan sistem pertanian ramah lingkungan sebagai upaya menjaga pola pertanian yang berkelanjutan. Langkah yang dilakukan dengan menghentikan penggunaan pestisida kimia dengan mengoptimalkan pupuk organik. Sebagai aspek kelembagaan pada 17 Desember 2018 telah diresmikan kelembagaan mustahik dengan disahkannya PP Gapsera Sejahtera mandiri sebagai perkumpulan kelompok tani. Dalam peningkatan pengetahuan para petani PP Gapsera telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya, balai penyuluhan, perguruan tinggi (UNILA, Polinela) serta institusi lainnya. Saat ini PP Gapsera telah memproduksi beberapa varian beras seperti: beras merah non pestisida, beras premium, beras medium (kualitas 1-3), beras merah dan beras hitam.

  1. Klaster Peternakan Kambing- Purbalingga

Proses pengembangan program diarahkan pada pembentukan klaster peternakan dengan sistem budidaya pengembangbiakan (Breeding) dan penggemukan (Fattening) yang dikelola bersama melalui kandang komunal. Kegiatan pengembangbiakan difokuskan pada kambing khas Kejobong. Sedangkan penggemukan dilakukan melalui pengembangan budidaya kambing jawa randu dan domba.

Kelompok Tani Ternak (KTT) merupakan kelembagaan peternak di program klaster peternak domba kambing di Purbalingga. Saat ini KTT Ngudi Dadi memiliki kelembagaan formal yaitu Koperasi Serba Usaha (KSU). KTT Ngudi Dadi menjadi salah satu kelembagaan peternakan yang menjadi rujukan berbagai komponen dan juga akademis.

BACA : Launching Program Desa Klaster Sapi

  1. Klaster Peternakan Sapi – Trenggalek

Pengembangan klaster peternakan sapi potong di Desa Jati Trenggalek  dilakukan melalui sistem budidaya intensif dalam kandang koloni. Pemeliharaan dilakukan untuk penggemukan sedangkan proses pemeliharaan untuk pengembangbiakan dilakukan oleh masing-masing peternak. Aspek budidaya merupakan faktor penting yang harus dikuatkan karena selain merupakan mata pencaharian juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasi ternak. Kelembagaan yang sudah terbentuk adalah Kelompok Peternak Mandiri (KPM) Jati Bersemi. Kelompok ini sudah teregister di Dinas Pertanian dan Pangan Sub Peternakan Kabupaten Trenggalek.

Desa binaan ini merupakan salah satu contoh pengelolaan dana ZISWAF yang profesional sehingga masyarakat sebagai penerima bantuan tidak hanya diberikan bantuan berupa materi, melainkan juga diberi bimbingan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai usaha yang dijalani dan juga pembekalan mengenai ilmu-ilmu keagamaan. Sehingga akan tercipta masyarakat yang sejahtera dan juga taat kepada Allah SWT.

Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Lampung Tengah

Jakarta, 21 Maret 2021 – Bank Syariah Indonesia bersinergi bersama BPKH (Badan Pengelolaan Keuangan Haji) dan LAZ Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) membangun Desa berdaya Sejahtera Mandiri Rejosari di Daerah Rejosari, Lampung Tengah. Desa ini dipilih karena kesesuaian dengan penerima manfaat zakat yakni petani mustahik serta wilayahnya yang didominasi persawahan dan perkebunan. Simbolik bantuan diberikan oleh Direktur Sales dan Distribusi Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna, didampingi oleh Direktur Program Laz BSMU, Fauzi Indrianto, serta DR. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku anggota badan pelaksana BPKH yang hadir secara langsung di lokasi program.

 

Dukungan BSI, BPKH dan LAZ BSMU dituangkan dalam bentuk pemberian alat – alat pertanian berupa alat pemisah warna beras (color sorter) dan alat pemisah batu (destoner). Alat ini berfungsi untuk meningkatkan nilai mutu beras serta meningkatkan kualitas harga nilai jual beras dari para petani desa kepada masyarakat sebagai end user.

 

Alhamdulillah, program ini disambut baik oleh kelompok petani Gapsera Sejahtera Mandiri dimana dengan adanya alat ini membuat optimis bagi warga untuk meningkatkan produksi gabah dan nilai jual beras sehat non pestisida yang dihasilkan di Desa Rejosari.

 

Sejak tahun 2018, kelompok petani yang memiliki lebih dari 100 orang ini telah menginisasi penanaman beras organik. Harapannya para petani dapat turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat. Hal ini karena selain pemeliharaannya bebas pestisida dan zat kimia, sifat beras yang mudah terurai oleh tubuh sehingga aman bagi tubuh.

 

Direktur Sales dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan pembangunan Desa Berdaya sejalan value Bank Syariah Indonesia dimana keberadaan bank syariah dapat membangun kesejahteraan ekonomi, sosial dan salah satunya ketahanan pangan. “Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir dan kuat sehingga BSI dapat memberikan kemaslahatan yang luas bagi umat”.

 

Hal senada juga disampaikan Suhendar, Ketua Pengurus LAZ BSMU, “terimakasih kepada seluruh pihak baik Bank Syariah Indonesia dan BPKH yang telah mempercayakan dana sosialnya kepada LAZ BSMU untuk bersinergi dalam program pemberdayaan di Lampung. Kami berharap program ini menjadi jalan mengubah para mustahik (penerima manfaat zakat) menjadi muzzaki (pemberi zakat), sehingga Desa Rejosari menjadi sejahtera dari sisi ekonomi, sosial dan akhlak”.

 

“Kami berharap nilai jual beras organik ini cukup bersaing di pasaran yakni Rp 12.500,-/kg di Lampung serta Rp 13.000/kg untuk luar Lampung, sehingga kesejahteraan para anggota petani di Desa Rejosari bisa meningkat dan manfaatnya terus bergulir bagi warga yang ingin bertani”, tutur Ketua Kelompok Petani Gaptera Sejahtera Mandiri, Sukarlin

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search