konsultasi syariah

Qurban dulu atau Bayar Hutang Dulu

Seringkali kita dihadapkan sebuah pilihan berqurban atau membayar hutang terlebih dahulu disaat rezeki hanya bisa untuk memilih salah satunya. Mudah-mudahan tulisan ini  dapat menjadi bahan pertimbangan untuk masalah diatas.

Bersumber dari  yang disampaikan oleh Dr. Oni Sahroni, MA dalam kajian konsultasi syariah yang diadakan oleh LIKES dari Laznas BSMU, terlebih dahulu kita perlu membedah kondisi hutang yang perlu dibayar. Pertama, apakah utang tersebut jatuh tempo atau belum. Kedua apakah kewajiban atau hutang tersebut adalah hutang primer, sekunder atau pelengkap. Kenapa harus dipilah? karena tradisi berhutang untuk sebagian masyarakat nyaris tidak dapat dihindarkan. Kondisi yang sebagian masyarakat atau keluarga kita harus membayar spp bulanan untuk anak-anaknya. Bahkan ada sebagian masyarakat memiliki hutang untuk kebutuhan sekunder, kebutuhan pelengkap. Maka ditengah kondisi tersebut tidak dapat direspon dan dijawab dengan langsung menjawab ‘Ya atau Tidak’. Tapi harus dipilah  kembali menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Saat hutang atau kebutuhannya jatuh tempo, kebutuhan hutang yang halal atau primer atau sekunder, maka membayar kewajiban atau hutang didahulukan. Seperti terjadi dalam satu waktu dimana seseorang dalam satu waktu harus membayar hutang kepada pihak lain misalnya 5 juta pada saat yang sama memiliki keinginan untuk berqurban maka membayar hutang kepada pihak lain didahulukan. Contoh ini memperjelas kondisi bahwa hal ini terjadi dalam satu waktu dimana harus didahulukan salah satunya. Hal ini sebagaimana tuntunan hadits Rasulullah SAW, salah satu substansinya adalah menunda-nunda pembayaran kewajiban kepada pihak lain tidak dibolehkan atau makna lainnya membayar dengan tepat waktu itu menjadi kewajiban.
  2. Jika kewajiban atau utangnya itu belum jatuh tempo, pilihan untuk berqurban atau bayar utang tidak pada waktu yang sama, maka berqurban menjadi keutamaannya. Seperti sebagian keluarga kita, setiap bulan memiliki kewajiban seperti setiap tanggal 1 bayar SPP anak-anak, setiap tanggal 5 membayar asuransi pendidikan anak-anak di asuransi syariah, setiap tanggal sekian mengirim nafkah untuk orang tua dan mertua. Dalam perencanaan keuangan keluarga semua ada tanggalnya dan menjadi kewajiban. Dalam kondisi ini, bisa menjadi pilihan dan keutamaan untuk berqurban karena pilihannya dalam waktu yang longgar. Sehingga saat seseorang memilih berqurban di pertengahan bulan dan ia masih bisa berikhtiar untuk menunaikan utang kewajiban seperti spp anak-anak dan lain-lain tepat pada waktunya. Disini berqurban menjadi keutamaan dan pilihan. Keutamaan, fadilah bagi setiap kelurga yang berqurban.

Jadi kesimpulannya, memilih qurban dahulu atau bayar hutang dahulu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Jangan sampai memiliki hutang menjadi sebuah alasan untuk tidak berqurban karena berqurban memiliki banyak keutamaan.

Scroll to top