ISDP

YBSMU Bersama BSI Berdayakan Milenial untuk Kuatkan Ekonomi Desa

Makassar, 13-14 Oktober 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan kepada alumni program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).  Saat ini program ISDP mempunyai total alumni sebanyak 77 peserta.

Langkah nyata dukungan dan pendampingan YBSMU dan BSI ini ditunjukkan dengan kunjungan Komisaris Independen BSI, M. Arief Rosyid Hasan ke alumi ISDP usaha Tambak Milenial Udang Vaname, Rabu (13/10).

Hadir juga dalam acara ini RCEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Region XI Makassar, Ficko Hardowiseto; Direktur Waqf and Digital Platform YBSMU, Rizqi Okto Priansyah; dan Manager Unit Representative Office (URO VIII) Makassar YBSMU, Ichwan Jufri.

Direktur Waqf and Digital Platform YBSMU, Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dukungan kepada alumni ISDP merupakan upaya untuk melakukan keberlanjutan manfaat program. “Kami berusaha membersamai dan mendampingi bisnis alumni ISDP,” kata Rizqi.

Campaign unggulan YBSMU, wakaf uang produktif bertujuan untuk mendukung  salah satunya pilar program Didik Umat yaitu Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Diharapkan dengan kampanye wakaf produktif ini bisa membantu memberdayakan UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.

Komisaris Independen BSI, M. Arief Rosyid Hasan menyampaikan usaha alumni ISDP yaitu Tambak Milenial Udang Vaname yang terletak di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan diharapkan bisa menjadi percontohan tambak udang sekitarnya. “Dengan penguatan bisnis diharapkan BSI dan YBSMU bisa  berperan dalam memperkuat dan memberdayakan serta memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Arief.

Tambak Milenial ini diharapkan bisa menjadi penyedia Udang Vaname terbesar di Sulawesi Selatan dengan implementasi ilmu dan pengalaman pengelolaan tambak dengan sistem digitalisasi, ramah lingkungan, efisien dan terjangkau.

Dengan semakin majunya usaha alumni ISDP diharapkan bisa mendukung pengembangan usaha UMKM di daerah masing masing dan meningkatkan sinergi serta akselerasi wirausaha milenial di era digital.  BSI bersama YBSMU selain memberikan dukungan dalam penguatan akses juga tetap memberikan arahan dan motivasi pada alumni peserta ISDP. Diharapkan dengan kunjungan ini, bisa meningkatkan sinergi dan akselerasi wirausaha milenial di era digital.  

Sebagai gambaran, saat ini jumlah penerima manfaat program ISDP adalah sebanyak 130 mahasiswa dari 7 kampus. Selain mahasiswa program ini juga memberdayakan sebanyak 139 karyawan.

Beberapa alumni angkatan pertama dan kedua ISDP berasal dari 5 kampus ternama diantaranya IPB University; Universitas Gadjah Mada; Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI.

Langkah pendampingan alumni ISDP dan kunjungan ini merupakan upaya YBSMU untuk mensukseskan program unggulan di tahun ini yaitu 10ribu Untuk Sejuta Kebaikan.

Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id. 

Tips Dan Trik Sukses Ekspor Produk Pertanian.

Indonesia memiliki potensi sumber alam yang sangat besar. Mengolah sumber daya tersebut menjadi sebuah potensi ekonomi yang sangat besar membutuhkan ilmu yang dibutuhkan. Ekspor menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia sekaligus membangkitkan ekonomi dalam sektor pertanian.

Bagi seorang pemilik bisnis, perkembangan bisnis merupakan sebuah hal yang sangat diinginkan. Pemasaran yang semakin luas membuat usaha semakin berkembang. Go Internasional bisa menjadi salah satu cara untuk dalam mengembangkan bisnis.

Menjawab tantangan tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam Program Likes Talk mengajak para pemuda untuk berdiskusi mengenai literasi ekonomi dan keuangan syariah yang dapat membawa kebangkitan dalam perekonomian. Pada Ahad, 29 Agustus 2021 telah diselenggarakan Likes Talk dilakukan dengan cara webinar melalui zoom dan live melalui chanel youtube Laznas BSMU. Tema yang diangkat kali ini adalah “Tips & Tricks, Sukses Ekspor Produk Pertanian”

Narasumber pertama adalah Budi Susilo Setiawan, S. Pt – Owner MT Farm dan Alumni Fakultas peternakan IPB dan sebagai narasumber kedua adalah Benny Akbar Kurniawan, S. Pt – Founder Sugeng Jaya Farm, alumni Fakultas peternakan IPB, & Alumni Program ISDP IPB. Webinar di moderator oleh Kresna Bhayu Adelta – Direktur PT. Semesta Inovasi Nusantara dan Cofounder @ipb_esport.

Baca juga: Profil Awardee ISDP 2021

Kesimpulan materi dari yang disampaikan oleh Budi Susilo Setiawan adalah, kita tidak perlu ragu dalam memulai usaha. Wujudkan mimpi kita dengan memilih produk yang tepat untuk dikembangkan. Jika ingin serius dalam berbisnis juga harus mengurus semua ijin-ijin yang berkaitan dengan produk tersebut. Memasarkan produk pertanian memiliki tantangan tersendiri salah satunya adalah dengan memutus mata rantai distribusinya sehingga harga produk dapat bersaing. Dalam hal pengemasan juga memiliki cara yang khusus agar produk sampai ke tangan konsumen tetap terjamin kualitasnya. Produk rendang yang kami kembangkan sekarang menjadi salah satu produk unggulan saat ini.

Sedangkan Benny Akbar menyampaikan bahwa dalam menjalankan bisnis pertama kali yang harus dilakukan adalah mempersiapkan super tim yang tepat. Dengan memiliki super tim akan mudah menghadapi permasalahan yang datang. Berdasarkan pengalaman dalam PT Sugeng Jaya Group agar dapat bertahan dalam bisnis adalah terus belajar dan terus berinovasi. Produk Sugeng Jaya memulai ekspor berasal dari relasi dan juga melalui media sosial. Alhamdulillah, Produk ulat hongkong mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Jangan pernah menyerah dalam menjalankan usaha. Lakukan segala sesuatu dengan passion agar hasil yang didaptkan maksimal. Hal yang paling penting adalah libatkan Allah dalam segala proses yang dilalui. Mendapatkan keridhoan orangtua dalam berbisnis juga merupakan salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan. Simak informasi lebih dalam melalui channel Youtube Laznas BSMU.

ISDP : Workshop Scaling Business Process & Operation

Workshop ISDP Internship Series telah memasuki seri yang ketiga pada Rabu, 18 Agustus 2021. Pembahasan tema yang kali diangkat adalah ‘Scaling Business Process & Operation’. Pada sesi ini diharapakan penerima beasiswa ISDP mendapat ilmu untuk dapat mengembangkan bisnisnya dari segi proses dan operasinya. Sharing materi dimulai dari pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Kali ini, pemateri yang mengisi adalah Ir. Iriana Ekasari – Commissioner PT Sila Agri Inovasi, Bintang Wijaya – CEO Bikin Bareng Creative, Hendy Suryo – Founder/CEO Vosco Coffe, Fahmi Hendrawan – Founder & CEO Fatih Indonesia. Melanjutkan sesi kedua sebelumnya, materi kali ini lebih spesifik dalam mengembangkan bisnis sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Peserta ISDP di bagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok pertama dalam bidang usaha Agro, kelompok kedua dalam bidang usaha Industri Kreatif, kelompok ketiga dalam usaha Food and Baverage (F & B) dan kelompok keempat bidang usaha IT & Digital.

Penyampaian materi dititik beratkan bukan kepada teori subjek bisnis, namun kepada sharing pengalaman pemateri dalam teknis proses/aktivitas secara real pada perusahaan yang telah sukses dibangun oleh para pemateri.

Dalam workshop internship seri ke tiga peserta akan mendapatkan :

  1. Gambaran mengenai proses bisnis di perusahaan dari hulu sampai hilir (mulai dari mendapatkan supply sampai ke end-user).
  2. Gambaran mengenai sebuah perusahaan dalam mengelola operasi bisnisnya secara efektif dan efisien.
  3. Gambaran mengenai perusahaan dalam mengelola produksi, persediaan, dan jalur distribusi bisnisnya.
  4. Gambaran mengenai perusahaan dalam mengelola supplier atau komunitas suplainya (misalnya komunitas petani. peternak, atau penjahit).
  5. Mendapatkan insight cara melakukan scale-up operasional dan mensistemasikan operasi bisnis

Diakhir seri ketiga  peserta yang terpilih mempresentasikan materi yang telah diberikan, diharapkan agar peserta ISDP lebih memahami materi yang telah diberikan. Diharapkan dengan mengikuti materi ini penerima beasiswa ISDP semakin siap menjadi pengusaha muslim yang sukses.

ISDP: Belajar Bisnis Langsung dari Pebisnis yang Sukses

Menjadi pengusaha sukses tidak cukup hanya dengan ilmu yang dimiliki namun juga harus belajar dari pengalaman para pengusaha yang telah lebih dahulu sukses. Mendapatkan ilmu praktek secara langsung dapat menjadi bekal yang terbaik dalam menjalankan sebuah usaha. Oleh karena penting hal tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program Islamic Development Program (ISDP) melaksanakan kegiatan ‘Workshop ISDP Internship Series’.

Pada pembukaan turut hadir juga Aris Widi Setiawan selaku Sustainable Finance Department Head, Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU beserta jajarannya. Kegiatan dilaksanakan melalui virtual dan diikuti oleh penerima beasiswa ISDP Universitas Airlangga dan Universitas Andalas .

Pelaksanakan kegiatan akan diselenggarakan selama 4 hari, dimulai dari 9, 11, 18 dan 28 Agustus 2021. Narasumbernya terdiri dari para pengusaha yang sukses dan juga Alumni ISDP yang telah sukses dalam membangun bisinisnya. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Pada Senin, 9 Agustus merupakan hari pertama workshop ISDP internship series, dengan mengambil tema  ‘ISDP SMEs Intership Openening’. Menghadirkan seorang pengusaha sukses yang bernama Hendy Setione, Founder Baba Rafi. Beliau membagikan pengalamannya sebagai pengusaha,dari mulai alasannya membangun bisnis, gambaran cara membangun bisnis, cara mengembangkan bisnis dan juga ujian pada saat membangun bisnis.

Rabu, 11 Agustus diadakan workshop internship seri kedua. Pembicara yang luar biasa bagus yaitu Ir. Iriana Ekasari – Commissioner PT Sila Agri Inovasi, Bintang Wijaya – CEO Bikin Bareng Creative, Hendy Suryo – Founder/CEO Vosco Coffe, Fahmi Hendrawan – Founder & CEO Fatih Indonesia. Pembicara di seri kedua juga merupakan pembicara dalam seri yang ketika.

Dalam seri kedua peserta diharapkan mampu menguasai trategi marketing yang efektif, sehingga peserta mendapatkan menentukan target market yang tepat. Memilih channel marketing yang tepat, mengetahui proses campaign, berapa tim yang dibutuhkan dan strategi marketing terbaru.

Sukoriyanto Saputro dalam sambutannya berpesan, “Para peserta ISDP dapat menyimak dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh Hendi Setiono agar dapat diimplementasikan dalan kegiatan berusaha sehari-hari. Semoga peserta ISDP dapat menjadi wirausaha muda muslim yang mandiri.”

Workshop Internship Series ini bertujuan untuk menghasilkan banyak entrepreneur muda yang memiliki wawasan keislaman sehingga dapat menjadi solusi bagi permasalahan perekonoman di masyarakat.

Keteladanan Berbisnis Dari Utsman bin Affan

Jum’at 30 Juli merupakan hari persahabatan sedunia. Dalam islam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mencontohkan persahabatan yang terbaik, yaitu persahabatan karena Allah. Dengan memiliki sahabat-sahabat yang baik tentu akan lebih mudah dalam menuju cita-cita. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah meninggalkan generasi yang terbaik untuk menyebarkan nilai-nilai islam yang sempurna.

Untuk mempelajari nilai-nilai luhur tersebut Laznas BSMU mengadakan pembinaan keislaman dalam program Islamic Social Development Program. Bertepatan dengan Hari Persahabatan Se-dunia, pembinaan keislaman kali ini dibahas mengenai salah satu kisah sahabat nabi yang bernama Utsman bin Affan. Pesertanya terdiri dari penerima beasiswa ISDP yang terdiri dari beberapa kampus yaitu UNAIR dan UNAND, IPB, UGM,  UNHAS, UIN Jakarta dan STEI SEBI.

Dimulai sejak awal pagi yaitu setelah sholat subuh, diharapkan kajian ini mampu dapat menjadi awal hari yang lebih baik. Narasumber kali ini adalah Abdul Fattah Ismail Farras Founder dari Huda Institute (@hudainstitute ) dan berbagai aktifitasnya yang luarbiasa lain. Walaupun acara telah dimulai dari ba’da subuh tapi tidak mengurangi antusiame dari peserta, dilihat dari jumlah yang hadir sebanyak 33 orang.

Dalam kisah Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat yang dekat dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena beliau juga memiliki hubungan nasab yang dekat kepada rasulullah. Yaitu Bibi Rasulullah yaitu Ummu Haqiim adalah nenek dari sahabat Utsman bin Affan. Beliau juga merupakan Assabiqul Awwalun dalam memeluk agama islam tepatnya adalah laki-laki yang keempat. Beliau juga termasuk sahabat yang telah dijanjikan syurga walaupun dirinya masih hidup.

Beliau juga merupakan sosok yang yang berjasa dalam menyatukan Al-Quran dalam satu mushaf. Dalam kekhalifan Abu Bakar Ashshidiq dan Umar bin Khattab beliau juga memiliki peran yang penting. Sahabat Utsman bin Affan mendapatkan gelar Zunnurain sosok yang memiliki dua cahaya karena beliau menikah dengan dua putri Rasulullah. Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu mengenal islam di usia 30-an melalui Abu Bakar Radhiyallahu Anhu.

Dalam pertemuan ini akan dibahas mengenai bagaimana Utsman menjalankan bisnisnya. Utsman bin Affan berasal dari keluarga yang berada, walaupun demikian ketika berhijrah hanya membawa satu pedang saja. Walaupun tidak bermodalkan harta tapi beliau termasuk orang yang cepat dalam memiliki harta ketika berda di Madina. Sehingga beliau termasuk orang yang banyak berinfak untuk kepentingan umat islam.

Ada beberapa kunci sukses yang dilakukan oleh Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu dalam menjalankan bisnisnya:

  1. Menjalani dan mengawasi bisnisnya sendiri secara langsung. Walaupun sudah memiliki banyak anak buah tapi beliau tidak pernah melepaskan bisnisnya kepada pegawainya. Beliau bertemu langsung dengan pelanggan, melihat masalah secara langsung dan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya.
  2. Mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk pengembangan bisnis , tidak dihabiskan keuntungannya untuk dipakai.
  3. Tidak pernah meremehkan keuntungan sedikitpun. Tujuannya adalah ketika berbisnis adalah mendapatkan customer dan adanya perputaran barang. Semakin banyak customer dan memiliki hubungan baik dengan customer membuat bisnisnya terus berjalan.
  4. Tidak membeli/menjual barang-barang yang kadaluarsa. Selalu menjual yang dibutuhkan oleh pembeli.
  5. Tidak menaruh seluruh hartanya dalam satu dagangan saja. Sehingga bisnisnya menjadi terus bertumbuh.

Ini adalah 5 tips berdagang dari Utsman bin Affan.

Utsman bin Affan menjadi khulafur rasyidin selama 13 tahun, senantiasa mendengarkan keluhan orang dan sewaktu musim haji turut berkumpul dengan orang-orang sehingga dapat mendengarkan masukan melalui orang-orang islam yang berdatangan dari penjuru islam.

Dalam pertemuan Aprilia Evianti selaku Manager Development Implementation Group berpesan, “Banyak hikmah yang telah Allah berikan dengan pandemi ini, tetapi banyak ayat-ayat dalam Al qur’an yang menyatakan bahwa tidak perlu khawatir karena orang beriman masih punya Allah. Namun, kita perlu memastikan bahwa apa yang kita jalani diridhoi Allah dengan cara yang Allah inginkan.”

Workshop Strategi Menguasai Pasar

Padang – saat ini kita dihadapkan pada bonus demography yang cukup besar, sehingga mengakibatkan usia produktif pencari kerja lebih besar daripada lapangan kerja yang tersedia. Hal ini menjadi masalah tersendiri yang harus segera untuk diatasi, mengingat hal tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat melalui Islamic Development Program bermaksud menjadi solusi dengan menumbuhkan wirausaha muda baru. Salah satu daerah yang terpilih adalah Padang. Terpilihnya Padang karena banyak melahirkan pengusaha-pengusaha yang sukses .

Sedangkan, Universitas yang terpilihnya bernama Universitas Andalas (UNAND) yang merupakan Universitas negeri di kota Padang. Terpilihnya UNAND sudah melalui proses seleksi yang cukup ketat serta pembinaan yang intensif agar dapat membentuk karakter pengusaha sukses. Untuk menjadi seorang wirausaha, sikap mental berani tetapi dengan perhitungan yang matang sangat membantu keberhasilan. Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan persaingan ekonomi global, maka kreativitas menjadi sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Dunia bisnis saat ini memerlukan sumber daya manusia kreatif dan inovatif.

Berangkat dari persoalan persoalan tersebut, peran serta lambaga zakat sangat dibutuhkan. ISDP Laznas BSMU mengadakan Workshop Pilar Pasar pada Sabtu-Minggu, 12-13 Juni 2021. Seminar ini merupakan suatu kegiatan yang bersifat edukatif dan wahana menambah wawasan bagi Awardee ISDP agar dapat mengembangkan usaha itu menjadi lebih dikenal oleh masyarakat (konsumen). Peserta seminar dapat menyampaikan argumentasi (pertanyaan, diskusi) langsung dengan narasumber dan bagi peserta yang sudah memulai berwirausaha, dapat membagi pengalaman seperti apa permasalahan permasalahan yang dihadapi dalam berwirausaha.

Narasumber yang mengisi di acara seminar ini memiliki latar belakang entrepreneur. Pembicara pertama adalah seorang pria yang masih muda, yang aktif dalam pengembangan wirausaha muda bernama Muhammad Rifki. Menurutnya, usaha akan lebih mudah jika kita memahami apa yang diinginkan oleh pasar. Awardee ISDP juga diharapkan mampu menguasai ilmu pemasaran secara umum.

Pembicara kedua bernama Al Ghazali Putra Pratama, seorang praktisi digital marketing yang sudah menangani banyak project. Disini Awardee ISDP tidak hanya diajarkan teori mengenai digital marketing tetapi langsung praktek dan melakukan simulasi sesuai dengan usaha yang dijalankannya. Diharapkan, usai mendapatkan materi ini mereka langsung mampu mempraktekkannya di dunia nyata.

Di akhir kegiatan workshop, Aprilia Eviyanti selaku Manager Laznas BSMU menyatakan harapannya, “semoga dengan pembinaan yang dilakukan dapat membentuk menjadi wirausaha muda yang sukses, tidak hanya sukses secara duniawi namun sukses secara ukhrowi sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya”.

PROFIL AWARDEE ISDP 2021

Berikut ini sekilas profil awarder ISDP tahun 2021, melalui ISDP Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) lahirlah pengusaha-pengusaha milineal baru yang memiliki cita-cita yang sama yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian masyarakat disekitarnya dengan menciptakan lapangan kerja baru. Jatuh bangun telah mereka lewati hingga sampai ketitik saat ini.

SUGENG JAYA FARM

Koes Hendra Agus Setiawan, Benny Akbar Kurniawan

Fakultas Peternakan – IPB

ISDP Beasiswa ‘Paket Komplit’

Semula teman – teman di bangku kuliah meremehkan keputusan yang kami buat. Kali pertama membudidayakan ulat hongkong dilakukan pada September 2016 saat kami menginjak semester 5 di bangku kuliah dengan penuh perjuangan, hingga pada akhirnya tim yang dinamai Sugeng Jaya Farm ini bisa sampai menjadi badan usaha berbadan hukum yang bernama PT. Sugeng Jaya Grup pada April 2019. Saat itu saya, Benny Akbar Kurniawan beserta kedua sahabat saya yaitu Ongky Pratama dan Koes Hendra AS memutuskan untuk memulai dunia baru dengan memelihara ulat hongkong disebuah kandang tidak terpakai berukuran 3 x 4 meter persegi di dalam komplek kandang Fakultas Peternakan IPB. 

Jatuh bangun telah kami rasakan dalam membangun usaha, tetapi kami tetp bertahan dengan tekad terus mempertahankan apa yang sedang dirintis. Masa – masa sulit akhirnya berlalu, kami juga berinovasi dengan menciptakan beberapa produk inovasi lainnya yaitu ulat hongkong kering dalam kemasan yang saat ini berkambang dengan memproduksi aneka serangga kering dalam kemasan dan juga memproduksi konsentrat pakan untuk ruminansia. Berbagai perlombaan tentang kewirausahaan pun berhasil kami raih hingga Juara 1 Nasional.

Akhir tahun 2017 kami ikut program beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program). Beasiswa ini merupakan “paket komplit” karena fasilitasnya sangat menunjang para mahasiswa wirausaha. Paket mendapatkan subsidi SPP kuliah, uang pembinaan, pembinaan keislaman, pembinaan bisnis secara berkala, pendampingan bisnis hingga pemberian permodalan untuk scale up usaha yang telah berjalan maupun untuk yang akan baru memulainya. Kami mendapatkan banyak ilmu tentang usaha baik mengelola usaha, mengelola keuangan, mengelola SDM, ilmu marketing, hingga penerapan ekonomi dalam islam. Hal ini membuat orang tua saya di kampung halaman turut bangga.

Di akhir 2018 LAZ BSMU melalui program ISDP memberikan amanah kepada usaha kami dengan pemberian modal usaha yang alhamdulillah bisa membantu kami mendirikan badan usaha dan mendirikan sebuah bangunan untuk produksi di lahan aset perusahaan kita. ISDP adalah beasiswa yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa terutama mahasiswa enterpreneur sejati.

KIWAE

Latifriansyah Usman Ali

Fakultas Teknologi Pertanian – UGM

Ingin Memberikan Manfaat yang Lebih

Jogjakarta, kota wisata dan kota pelajar yang sudah familiar diketahui masyarakat Indonesia. Beragam pilihan tempat wisata, salah satu kedai makan yang menarik untuk disorot adalah ‘Kiwae’, sebuah kedai yang tidak hanya memiliki varian menu yang menggugah selera dengan harga yang terjangkau, tetapi juga misi sosialnya untuk mendukung lahirnya para UMKM (Usaha Mikro, Kecil & Menengah) di Jogjakarta.

Kedai Kiwae, didirikan oleh seorang mahasiswa UGM jurusan Teknologi Pertanian bernama Muhammad Latifriansyah Usman Ali. Ian, begitu panggilan akrabnya merintis kedai ini. Setelah mengalami jatuh bangun berkali-kali dalam bisnisnya, akhirnya Kedai Kiwae berdiri. Ian juga merupakan salah satu penerima beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) dari lembaga sosial LAZNAS BSM Umat. Selama melalui hampir dua tahun mendapatkan pembinaan ISDP dan berkesempatan mendapatkan permodalan usaha sehingga dapat memperbesar Kedai Kiwae miliknya.

Dari awal berdiri pada November 2018, Kedai Kiwae memberikan pelatihan bisnis gratis bagi para UMKM di Jogjakarta. “Banyaknya beda-beda, biasanya minimal 3 kali sebulan hingga pernah 12 kali dalam sebulan” jelas Ian saat ditanyakan mengenai intensitas pelatihan yang diberikan. Hingga saat ini, ada sekitar 20 UMKM yang menjadi binaannya.

“Kedepan kami ingin lebih memberikan manfaat yang lebih, dan kami akan terus menambah aspek sociopreneur dalam usaha kami,” jelas Ian mengenai rencana pengembangan bisnisnya ke depan. Semoga Kiwae semakin maju dan semakin banyak para wirausaha yang mendukung UMKM lainnya.

PROFISH INOVASI INDONESIA

Fikrang

Ilmu Kelautan dan Perikanan, UNHAS 2015

Bertumbuh dan Berkembang Bersama Nelayan dan Petambak Indonesia

Fikrang, asli Bugis Sulawesi Selatan. Dilahirkan dari seorang ibu yang sangat hebat dan penuh kasih sayang dan dididik dengan penuh ketegasan dari seorang ayah. Fikrang adalah salah satu mahasiswa Universitas Hasanuddin. Melihat potensi lingkungan yang cukup besar dalam hal perikanan tapi belum diolah dengan maksimal sehingga belum dapat mensejahterakan kehidupan nelayan maupun petambak.

Usahanya telah mengalami ujian ditinggal partner bisnis, pelanggan yang diakuisisi oleh competitor, diusir calon pelanggan, cash flow berantakan sampai pernah uang dibawa kabur. Timnya yang awalnya berjumlah 4 orang kini tinggal 2 orang saja. Pada akhir tahun 2018 dia diumumkan lulus sebagai penerima manfaat ISDP Laznas BSMU. “Bersyukur saat terpuruk saya mendapatkan masukan dari pembina dan para mentor yang berpengalaman dari tim ISDP” ujar Fikrang.

Pada tahun 2019 didirikanlah perusahaan yang bernama PT. Profish Inovasi Indonesia (PT.PII). Perusahaan yang bergerak dibidang perikanan terpadu dengan menggunakan teknologi terdepan dan berkelanjutan. Memiliki visi menjadi perusahaan perikanan terbesar pada tahun 2045. Kini Profish memiliki 3 produk utama, pertama fintech perikanan sebagai upaya membantu para nelayan, petambak dan pata pelaku usaha perikanan untuk dapat mengakses permodalan dengan system syariah dengan prinsip gotong royong.

Kedua, budidaya udang Vanamei intensif dan semi insentif dengan tambak milenial digital. Produk ini lahir sebagai penyesuaian melihat petambak-petambak yang ada di daerah masih tertinggal secara teknologi. Selain itu juga sebagai proyek percontohan bagi para petambak wabil khusus kab. Barru. Beberapa kelebihan tambak ini adalah kontruksi dapat dibongkar pasang, penerapan teknologi pada system keamanan tambah melalui pengenalan citra wajah dan pengukuran pompa air dengan sensor ultra sonic.

Ketiga, budidaya penampungan dan ekspor kepiting bakau dengan teknologi VCF. Produk ketiga lahir dari potensi kepiting yang melimpah dan belum dimaksimalkan sehingga diexploitasi oleh kabupaten lain. Hal ini menyebabkan kesejahteraan nelayan lokal tidak sesuai dengan sumberdaya alamnya. Awalnya harga jual kepiting berkisar Rp 15.000 – Rp 45.000 per kilo kini menjadi Rp 70.000 – Rp 140.000 per kilo. Sehingga mengalami kenaikan sebesar 2 s/d 3 kali lipat. Produk yang sudah tersedia bekerjasama dengan perusahaan di Makassar untuk di ekspor.

Setelah mendapatkan bimbingan dan pembinaan dari ISDP, kini usahanya  telah mendapat omset sebesar 9-45 juta rupiah perbulan dan mulai bangkit dari keterpurukan. Usahanya pun saat ini telah memiliki 6 karyawan tetap, 20 karyawan harian, 34 mitra nelayan dan 13 titik manfaat yang berfokus di kab. Barru.

Bank Syariah Indonesia dan LAZ BSMU Cetak Pewirausaha Milenial Lewat Beasiswa Inkubator Bisnis

Jakarta, 25 Maret 2021 – Bank Syariah Indonesia (BSI) berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZ BSMU) mencetak wirausahawan baru dari kalangan milenial lewat program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Program yang berlangsung sejak 2018 serta didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini sudah mencetak 130 mahasiswa enterpreneur dari berbagai universitas di Indonesia.

 

ISDP merupakan program beasiswa inkubator bisnis untuk mencetak generasi milenial sebagai sociopreneur muslim yang cakap berwirausaha, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, dan berdaya guna di masyarakat. Program ini merupakan salah satu wujud kepedulian Bank Syariah Indonesia bersama LAZ BSMU terhadap generasi milenial bangsa Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sektor UMKM yang sejalan dengan arahan Presiden RI.

 

Pada 2021, Program ISDP telah meluluskan 77 mahasiswa menjadi sociopreneur baru yang memiliki usaha di berbagai bidang. Dari jumlah tersebut, 3 diantaranya terpilih menjadi pemenang yaitu Latifriansyah – Kiwae Food, Koes Hendra & Benny Akbar – Sugeng Jaya Farm dan Bintang Wijaya – Bikin Bareng Creative. Seremoni wisuda dan penyerahan penghargaan dilakukan di Wisma Mandiri Jakarta, Kamis (25/3). Seremoni tersebut dihadiri juga oleh Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia Ngatari, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Talkah Badrus, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhyasa serta Ketua Umum Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat Suhendar.

 

Menurut Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia Ngatari, Bank Syariah Indonesia bangga dapat menghasilkan pewirausaha baru melalui program ISDP. “Kami berharap, melalui program ini akan muncul enterprenuer muda yang dapat menjadi agen kebaikan dan motor penggerak ekonomi Syariah serta bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga ke depan dapat membantu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh ke arah yang jauh lebih baik,” kata Ngatari.

 

Kategori wirausaha pada program ISDP ini meliputi fashion, handy craft & industry kreatif, kuliner, jasa, peternakan & pertanian dan kesehatan. Pemenang dipilih dengan berbagai kriteria penilaian diantaranya proses pemasaran, produksi, keuangan, membangun SDM, pemberdayaan sociopreneur yang melibatkan masyarakat dan ramah lingkungan.

BSI sendiri, lanjut Ngatari, mendorong perkembangan sociopreneur melalui pendampingan dan penguatan modal usaha dengan berbagai produk, dari mulai tabungan, pembiayaan UMKM, serta layanan digital yang dapat memfasilitasi para sociopreneur dalam bertransaksi sesuai prinsip – prinsip syariah.

 

Ketua Umum Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat Suhendar mengemukakan, LAZ BSMU berupaya untuk menjadi Lembaga pengelola ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf) dan dan dana sosial serta dana CSR yang terpercaya, terdepan, dan modern. “Dengan bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia, ISDP ini diharapkan dapat menciptakan unit usaha sosial yang berkontribusi pada ekonomi, sosial, atau lingkungan sesuai dengan nilai islami,” tutur Suhendar.

Profil Finalis The Most Awardee ISDP 2021

Perjalanan para finalis ISDP Contest 2021 telah sampai pada tahap tiga finalis menuju ISDP Graduation 2021. Itu artinya akan selangkah lebih dekat untuk menemukan siapa The Most Awardee ISDP 2021.

ISDP Graduation akan ditayangkan pada Kamis, 25 Maret 2021 pukul 09.00- 12.00 WIB Live di Youtube Laznas bsm umat. Berikut profil tiga finalis yang masuk ke tahap selanjutnya, yaitu: 

  1. Koes Hendra bersama Beny Akbar dengan brand Sugeng Jaya Farm

Berdua bertekad dan fokus untuk memajukan usaha rintisan yang bergerak dibidang budidaya ulat hongkong dan produk turunannya. Saat ini legalitasnya dalam bentuk Perusahaan yang diberi nama PT Sugeng Jaya Group.

Dimulai tahun 2016 hanya memproduksi ulat hongkong segar, pada tahun 2017 berinovasi dengan memproduksi ulat hongkong kering dan tahun 2018 kembali berinovasi memproduksi limbah ulat hongkong menjadi konsentrat pakan ternak untuk sapi, kambing, kerbau dan domba. Mereka berdua selalu melakukan inovasi agar dapat bertahan dan berkembang dalam wirausaha ini.

Sebelum bergabung dengan ISDP hanya memiliki 3 orang karyawan dan setelah 2 tahun dibina dan diinkubasi oleh ISDP Laznas BSMU dan BSI, kini karyawan telah bertambang menjadi 15 orang. Dengan 10 orang karyawan tetap dan 5 orang karyawan honorer. Semua karyawan adalah pemberdayaan warga sekitar komplek usaha.

Koes Hendra dan Beny berharap semoga usahanya dapat terus berkembang menebar kemashlahatan bagi masyarakat sekitar.

  1. Latifriansyah Usman Ali dengan brand Kedai Kiwae dan

Brand Kiwae dari Latifriansyah atau yang sering dipanggil ian mengusung konsep rumah makan ayam kekinian. Saat ini legalitasnya adalah dalam bentuk CV Karya Kiwae yang telah dilengkapi SIUP, TDP dan HKI.

Sejak tahun 2019 hingga kini kedai kiwae sudah 2x mengalami krisis. Kemudian kami melakukan startegi customer segmentation dengan melakukan kolektif data, sehingga setiap pengambilan keputusan semua berdasarkan data, hal itu berefek pada meningkatnya penjualan setiap bulannya. Kedai Kiwae di Jogjakarta menyasar segment menengah ke atas, dengan rata rate keuantungannya 20% setiap bulannya.

Diawal pandemi corona pada bulan maret, rumah makan sempat tutup dan ini mempengaruhi pendapatan padahal masih harus membiayai karyawan yang sudah bergabung. Alhamdulillah, Ian dan tim masih bisa bertahan sampai bisa berjualan lagi. Selama pandemi tetap mengalami progress pendapatan dari bulan ke bulan.

Walaupun pada awal pandemi ruko pertama digusur, hal ini jadi sangat menantang dan Alhamdulillah kami dapat survive, bahkan saat ini telah menambah 1 cabang lagi. Setelah bergabung bersama ISDP yang tadinya hanya ada 3 waitinglist frenchise kini ada 25 waiting list dan setiap bulan bertambah 2 frenchise.

Kedai Kiwae juga bekerjasama dengan para UKM dalam penyediaan stok barang, seperti mengambil sayuran dari sana dan diarahkan supaya SOP nya sesuai. Selain itu juga melakukan pembinaan dan diajarkan beberapa metode marketing supaya dapat sama-sama berkembang. Supaya bisa saling rangkul dimasa pandemi ini.

Dalam melakukan strategi sosial, Ian banyak belajar dari guru-guru ISDP yaitu ketika banyak mengalami kesulitan maka harus banyak-banyak bersedekah. Hingga saat ini masih terus aktif dalam sosial project diantaranya santunan anak yatim, pemberian makanan gratis, pembebasan piutang, bantuan secara personal dan lain sebaginya. “Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi kami, mungkin melalui doa merekalah kita bisa sangat progress”, ujar Ian.

  1. Bintang Wijaya dengan brand Bikin Bareng Creative.

Berawal ditahun 2015, saat itu pasar bebas ASEAN mulai dibuka, padahal UMKM di Indonesia belum sanggup untuk bersaing. Walaupun UMKM memiliki produk yang cukup baik namun masih kekurangan dibidang foto produk dan jasa branding. Kami menginisiasi untuk menjadi sebuah jasa bagi UMKM dan starup agar tidak perlu mengeluarkan effort yang cukup besar untuk membranding produknya.

Yang dilakukan untuk UMKM meliputi; mengenalkan produk/jasa, menarik perhatian masyarakat untuk mau menggunakan, menaikkan angka penjualan dan menyadarkan masyarakatbahwa produk/jasa tersebut sangat dibutuhkan.

Dalam menjalankan bisnis sociopreneur Bintang melaksanakan workshop, sharing season, networking bersama para lulusan SMK dan para talent muda yang tidak dapat melanjutkan kuliah. Setelah itu mereka tergabung dalam program intership sehingga jika ada project yang membutuhkan SDM tambahan akan menggunakan mereka. Bikinbareng memiliki kelebihan yaitu low budget, comparable quality, leisure coordination dan up to date.

Setelah bergabung dengan ISDP memiliki banyak peningkatan diantaranya dapat mengukur kinerja karyawan, mampu mengadakan workshop untuk videography dan fotografer dan juga yang semula hanya memiliki 5 orang karyawan kini bertumbuh menjadi 11 karyawan. Client dari Bikinbareng Creative mulai dari UMKM kecil sampai BUMN pernah dikerjakan.

Kedai Kiwae Sociopreneur bagi UMKM di Jogja

BSM Umat – Kedai Kiwae didirikan oleh mahasiswa UGM Jurusan Teknologi Pertanian bernama Muhammad Latifriansyah Usman Ali atau yang biasa dipanggil Ian. Ia mendirikan Kedai Kiwae sejak bulan November tahun 2018. Tidak hanya berbakat dibidang entrepreneurship Ian juga memiliki nilai akademis yang bagus, terbukti dari ribuan mahasiswa yang mendaftar beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) yang diselenggarakan oleh BSM Umat Ian merupakan salah satu mahasiswa yang beruntung karena dapat menjadi penerima beasiswa ISDP. ISDP sendiri merupakan beasiswa bergengsi yang diberikan oleh BSM Umat khusus bagi mahasiswa yang memiliki jiwa enterpreneurship, namun dengan usaha yang ia jalankan tersebut dapat memiliki dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya atau yang biasa juga disebut dengan sosiopreneurship. Selain itu, beasiswa ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki nilai akademis yang bagus di universitasnya.

Setelah Ian dinyatakan diterima menjadi penerima beasiswa ISDP, Ian dibina selama dua tahun di ISDP dan Ian juga berkesempatan mendapatkan permodalan usaha sehingga dapat memperbesar Kedai Kiwae miliknya. Hingga saat ini Kedai Kiwae makin dikenal karena kedai ini memiliki banyak varian menu yang menggugah selera dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Kedai Kiwae juga memiliki dampak sosial untuk mendukung lahirnya para Usaha Mikro, Kecil dan  Menengah (UMKM) di Jogjakarta. Kedai Kiwae memberikan pelatihan bisnis gratis bagi para UMKM di Jogjakarta minimal tiga kali sebulan hingga 12 kali dalam sebulan.

Hingga saat ini, ada sekitar dua puluh UMKM yang biasa mengikuti pelatihan intensif yang diberikan di Kedai Kiwae. Para pelaku UMKM yang ingin menambah ilmu enterprenurnya di Kedai Kiwae mendapatkan fasilitas tempat yang nyaman dan minuman gratis yang disediakan secara cuma-cuma. Hal ini yang paling membedakan Kedai Kiwae dengan kedai-kedai lain yang ada di Jogjakarta.  Ian juga mengatakan bahwa Ia akan selalu berinovasi menambah aspek sosiopreneur dalam usahanya sehingga dapat menyebarkan dampak positif lebih banyak kepada orang yang membutuhkan.

Terimakasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi menyumbangkan sebagian rizkinya melalui BSM Umat. InsyaaAllah akan ada banyak Ian yang lainnya yang dapat membangun ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin. (admin)

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search