Indonesia

Sosok Dibalik Prestasi Indonesia Meraih Gelar Thomas Cup 2020

Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 setelah mengalahkan China di partai final. Piala Thomas yang didapat Indonesia ini merupakan gelar ke-14 setelah terakhir Indonesia menyabet gelar terakhir pada 2002 di Guangzhou, China.

Dalam perjalanannya, Indonesia sukses menyapu bersih tiga pertandingan fase grup, satu pertandingan perempat final, satu laga semifinal dan final Thomas Cup dengan kemenangan.

Kemenangan Indonesia di Piala Thomas 2020 ini didukung oleh kegigihan pemain sehingga bisa mengalahkan dominasi tim Cina yang lebih muda.

Menurut mantan atlet dan yang kini menjadi pembina badminton,Candra Wijaya mengutip BBC News Indonesia salah satu faktor yang membuat Indonesia juara Thomas Cup adalah adanya pelapis-pelapis tim beregu putra yang bisa berjuang dengan cukup gigih di pertandingan yang dilaksanakan di kota Aarhus , Denmark itu.

Total kontingen Indonesia yang bermain di Thomas Cup ada sebanyak 12 orang. Dari kontingen ini, ada nama nama besar seperti Anthony Sinisuka Ginting; Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo; serta Jonathan Christie.

Ada juga nama yang mencuri perhatian dalam pertandingan Thomas Cup tahun ini yaitu, pasangan ganda Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto serta  Shesar Hiren Rhustavito.

Pasangan ganda Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto dan  saat ini merupakan peringkat tujuh The Badminton World Federation (BWF) dibawah pasangan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang merupakan peringkat pertama dan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan yang merupakan peringkat dua.

Sedangkan Shesar Hiren Rhustavito merupakan peringkat ke-19 BWF dibawah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Namun pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto serta Shesar Hiren Rhustavito mempunyai andil cukup besar dalam perolehan juara Thomas Cup.

Pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto merupakan penyumbang poin Indonesia di partai final Thomas Cup. Di partai final pasangan peringkat 7 dunia ini selalu unggul dari awal permainan. Keduanya tampil kompak dan solid. Kunci dari keunggulan pasangan Fajar/Rian ini adalah sikap percaya diri dan tenang serta fokus untuk mengeluarkan segenap tenaga.

Hal ini terbukti di partai final melawan China, lawan Fajar/Rian kerap kedodoran menghadapi serangan terutama di gim pertama. Kemenangan atas pasangan China ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa Fajar/Rian bukan sekadar ganda putra pelapis bagi tim Indonesia.

Selain Fajar/Rian ada juga Shesar Hiren Rhustavito. Putra asli Sukoharjo berumur 27 tahun ini mampu mencuri perhatian di panggung Piala Thomas 2021.

Shesar dua kali berhasil menjadi penentu kemenangan Indonesia. Mengutip Solopos.com, Vito panggilan akrabnya merupakan jebolan PB Djarum Kudus. Vito mampu memenangi sejumlah turnamen dan akhirnya berhasil masuk ke Pelatnas Cipayung.

Meskipun namanya kalah tenar dengan dua pasangan Indonesia lain yaitu Anthony Ginting dan Jonatan Christie, Vito mempunyai segudang prestasi di level internasional, Vito pernah menyabet medali emas beregu putra SEA Games 2019 dan tergabung dalam skuad Indonesia saat memenangi Asia Team Championship 2020.

Dukungan pemerintah dan swasta terutama Group Djarum sangat besar terhadap munculnya pahlawan untuk Indonesia. Anda sebenarnya bisa ikut menjadi pahlawan untuk Indonesia dengan mendonasikan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.  

Hebat, Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan Di Dunia

Charities Aid Foundation (CAF) menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan pada 2020. Berdasarkan World Giving Index 2021 yang disusun CAV, Indonesia memiliki skor 69%, naik dibandingkan pada 2019 yang sebesar 59%.

Dalam laporan WGI, Indonesia memiliki skor tertinggi lantaran orang yang berdonasi di tanah air mencapai 83% pada tahun lalu. Jumlah masyarakat yang menjadi sukarelawan pun mencapai 60%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

Selain Indonesia yang bertahan di posisi teratas, daftar ini mengalami perubahan signifikan imbas pandemi Covid-19. Sebagai contoh, Amerika Serikat Amerika Serikat yang biasanya berada di posisi lima besar turun ke peringkat 19.

Baca juga: Bantuan 2.000 Paket Sembako untuk Marbot Masjid

Negara-negara yang kemudian mengisi daftar 10 besar pada 2021, antara lain Kenya (58%), Nigeria (52%), Myanmar (51%), dan Australia (49%). Kemudian, Ghana (47%), Slandia Baru (47), Uganda (46%), Kosovo (46%), dan Thailand (46%).

Sedangkan, sejumlah negara memiliki skor yang rendah dalam indeks kedermawanan ini. Mereka adalah Jepang (12%), Portugal (20%), Belgia (21%), Italia (22%), dan Korea Selatan (22%). (sumber: Katadata.co.id)

Indonesia sebagai negara yang mayoritasnya penduduknya beragama islam memberi andil yang besar atas naiknya index kedermawanan. Hal ini karena semakin banyak peduli dan bergotong royong dalam menghadapi pandemi. Karena dalam islam mengajarkan memberi kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan disaat diri sendiri kesulitan adalah perbuatan mulia.

Baca juga : Bantuan Sembako Untuk Isoman Covid-19

Pandemi juga telah mengajarkan bangsa Indonesia akan pentingnya arti sebuah kehidupan. Sehingga memanfaatkan hidup dengan bersedekah dan menunaikan zakat menjadi sebuah kebutuhan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) yang menghimpun dana-dana ZISWAF dari masyarakat turut menfasilitasi melalui program-program COVID-19. Berberapa program diantaranya, bantuan makanan siap santap, sembako untuk Isoman dan warga yang terdampak, memberikan bantuan tabung-tabung oksigen kepada rumah sakit dan peminjaman tabung untuk individu. Selain itu juga turut serta dalam menyukseskan program vaksinasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah dan masih banyak bantuan lainnya yang telah diberikan dari awal pandemi hingga saat ini.

Baca juga : Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19

Sahabat Pelajar Indonesia ‘Road To State’

Pendidikan adalah hal yang penting bagi kehidupan. Pendidikan dapat merubah taraf hidup seseorang. Dahulu orang cukup sekolah hingga ke SMU. Namun sekarang lulus menjadi sarjana S1 menjadi keharusan untuk sebagian besar di masyarakat kita. Melanjutkan kuliah bukanlah monopoli untuk orang yang memiliki harta, setiap orang berhak dan bisa untuk kuliah. Yang perlu dipersiapkan adalah mental untuk suskes dalam menjalankan pendidikan.

Sumber data dari BPS 2020, dari 270 juta penduduk hanya 25,5% angka partisipasi kuliah di perguruan tinggi di Indonesia.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bermaksud untuk merubah mustahik menjadi Muzakki melalui program Sahabat Pelajar Indonesia (SPI). Melalui beasiswa yang diberikan kepada pelajar SMP/SMA. Untuk mempersiapkan penerima beasiswa menuju jenjang kuliah, pada Sabtu 28 Agustus 2021 dilaksanakan webinar Road To State, dengan tema ‘Persiapan PTN Sejak Dini’. Kegiatan ini dihadiri oleh 204 penerima beasiswa diruang zoom, dan bagi peserta yang berhalangan dapat mengikuto kebali melalui channel Youtube Laznas BSM Umat.

Narasumber yang mengisi acara kali ini adalah Musril Aslin, seorang profesional dibidang pendidikan dari Nurul Fikri. Selain menghadirkan pengisi acara juga dihadirkan 2 orang peseta SPI yang telah berhasil masuk keperguruan tinggi yaitu Yusnavita dan Miranda. Kegiatan ini didesain berupa sharing dan motivasi untuk para peserta SPI yang berasal dari penjuru daerah di Indonesia, tidak hanya berada di kota besar.

Fauzi Indrianto selaku Direktur Implementasi Program berpesan, “tetap semangat dalam menuntut ilmu, Laznas BSMU akan terus support untuk yang akan diterima di PTN. Jangan lupakan Allah dalam setiap tindakan yang akan kita lakukan”.

Beberapa pembelajaran yang didapat dari webinar adalah, dalam mencapai tujuan yang diinginkan kita harus mau untuk berjuang dan tidak mengenal mengeluh dengan kekurangan yang dimiliki. Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan membuka banyak kesempatan lebih baik dimasa yang akan datang.  Kuliah di PTN juga berarti membuka kesempatan yang luas untuk mendapatkan beasiswa dari berbagai lembaga.

Menurut Musril dikutip dari Nasir saat Webinar Kompas Talks with Universitas Terbuka (UT), “Masalah di Indonesia itu rakyat yang ikut pendidikan tinggi baru 34,58% ini menyedihkan betul. Sementara negara tetangga kita Malaysia itu sudah dekat 50%, singapura 78 kalau kita berbicara Korea Selatan sudah mencapai 98% hampir seluruh rakyatnya usia 18-23 tahun itu sudah mengenyam pendidikan tinggi,”

Yusnavita sebagai salah satu alumni SPI menyatakan, “Sangat bersyukur dapat dipertemukan dengan Sahabat Pelajar Indonesia Laznas BSMU, karena dia saat banyak orang yang mencibir cita-citanya, kini saya sedang berjalan kea rah cita-cita tersebut.”

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Road to Staste Sahabat Pelajar Indonesia dapat di lihat melalui Channel Youtube Laznas BSM

Indonesia Waspada Covid-19

Kasus infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, terus meningkat belakangan ini. Pencetusnya adalah empat varian baru virus yang sejauh ini sudah diidentifikasi lebih mudah menginfeksi dan menyebar. Tidak terkecuali di Indonesia. Hasil pengurutan gen yang dilakukan telah menemukan tiga dari empat varian itu dalam sampel specimen Covid-19 tanah air. Ketiganya adalah Covid-19 varian Alpha atau B.1.1.7; varian Beta atau B.1.351; dan varian Delta atau B.1.617.

Penyebaran virus Covid-19 mengakibatkan lonjakan angka pasien yang terinfeksi virus tersebut. Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia terus menanjak. Pada Minggu (20/6) tercatat tambahan kasus sebanyak 13.737 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 12.906 pasien pada hari ini Sabtu (19/6/2021). Pada Jumat (18/6) tercatat 12.990 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 bisa menembus angka 2 juta dalam hitungan hari.Sedangkan data pasien sembuh ‘hanya’ 6.385 orang. Namun, kabar buruknya lagi dalam sehari ada 371 orang meninggal, sehingga total meninggal 54.662 orang.

Kenaikan ini juga terasa pada beberapa kota besar sehingga terjadi kondisi ‘kolaps’ di rumah sakit karena sudah tidak adanya tempat untuk menampung pasien Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat mulai  melonggarkan  protokol kesehatan. Padahal, vaksinasi yang telah diberikan tidak bisa 100% menangkal infeksi virus corona. Di DKI Jakarta kini ketersediaan daya tampung RS untuk pasien positif Corona mencapai 80%.

Situasi ini hanya bisa diatasi dengan melakukan kembali  protokol kesehatan yang sesuai standar. Dengan cara, meski sudah divaksin, tetap harus menggunakan masker secara benar. Mencuci tangan hingga bersih, minimal 20 detik dengan air mengalir dan sabun. Menjaga jarak setiap saat sepanjang 2m. Mengurangi mobilitas, bepergian hanya dalam kondisi darurat dan lakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. Menghindari keramaian, hindari tempat dengan jumlah orang yang banyak seperti mall, pasar, tempat umum lainnya. Menghindari makan bersama, saling menjaga dengan makan secara bergiliran.

Cara Penularan Virus Corona atau COVID-19

BSM Umat – Kenaikan jumlah  orang yang positif Corona atau Covid-19 makin tinggi. Berdasarkan data dari detik.com per tanggal 31 Maret 2020 secara global dunia sudah mencapai 787,631 positif, 37,840 meninggal dunia dan 166,276 sembuh. Sedangkan data Indonesia adalah 1,528 positif, 136 meninggal dunia dan 81 sembuh.

Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui beberapa cara yaitu :

1.         Melalui Dorplet

Virus corona membutuhkan medium untuk tumbuh, droplet menjadi tempat yang tepat untuk bertahan hidup sampai virus tersebut mendapatkan inangnya yaitu pasien positif corona. Droplet yang kita kenal adalah yang terlihat oleh kasat mata padahal cairan droplet yang tidak kasat mata juga ada dan cairan ini bisa menempel pada benda yang lain tanpa disadari.

2.         Kontak dekat dengan personal

Orang yang mengalamii kontak langsung dengan positif corona memiliki kemungkinan besar terinfeksi sehingga para perawat dalam merawat pasien corona memerlukan APD lengkap agar tidak terpapar virus corona.

3.         Menyentuh barang yang pernah tersentuh pasien positif covid-19

Orang yang positif terkena Covid-19 sudah selayaknya melakukan isolasi mandiri karena dikhawatirkan ada virus yang menempel melalui benda-benda disekitarnya tanpa disadari. Sehingga diharapkan orang yang sedang mengisolasi diri dapat melakukan pemisahan dalam peralatan makan dan mandi.

4.         Udara (masih dalam penelitian)

Dalam Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) terdapat bagian laporan berjudul route of transmission. WHO pun menyebutkan hingga kini belum ditemukan kasus penyebaran virus corona melalui udara sehingga cara penyebaran virus corona melalui udara bukan faktor terbesar penularan penyakit berdasarkan bukti yang ada.

Namun, WHO menyarankan prosedur perlindungan menghadapi penyebaran COVID-19 dari aerosol. Prosedur ini diterapkan di fasilitas kesehatan yang menangani kasus virus corona. Aerosol merujuk pada partikel padat atau cair dalam udara atau gas lain. Partikel ini melayang sebelum mendarat di permukaan sasaran.

Penyebaran COVID-19 sangat cepat sehingga saat ini sudah dinyatakan sebagai pandemik  sudah. Kita tidak bisa berdiam diri saja, harus turut aktif bersama melawan Corona dan peduli terhadap sekeliling. Salah satu caranya bisa dengan “Cuci tangan dan menutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin, harus dilakukan sesering mungkin untuk menghadapi virus corona,” tulis WHO dalam laporannya. Untuk informasi mengenai cara mencuci tangan yang baik bisa melihat artikel “Cara Mencuci Tangan Yang Benar”.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search