Indonesia

Indonesia Waspada Covid-19

Kasus infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, terus meningkat belakangan ini. Pencetusnya adalah empat varian baru virus yang sejauh ini sudah diidentifikasi lebih mudah menginfeksi dan menyebar. Tidak terkecuali di Indonesia. Hasil pengurutan gen yang dilakukan telah menemukan tiga dari empat varian itu dalam sampel specimen Covid-19 tanah air. Ketiganya adalah Covid-19 varian Alpha atau B.1.1.7; varian Beta atau B.1.351; dan varian Delta atau B.1.617.

Penyebaran virus Covid-19 mengakibatkan lonjakan angka pasien yang terinfeksi virus tersebut. Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia terus menanjak. Pada Minggu (20/6) tercatat tambahan kasus sebanyak 13.737 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 12.906 pasien pada hari ini Sabtu (19/6/2021). Pada Jumat (18/6) tercatat 12.990 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 bisa menembus angka 2 juta dalam hitungan hari.Sedangkan data pasien sembuh ‘hanya’ 6.385 orang. Namun, kabar buruknya lagi dalam sehari ada 371 orang meninggal, sehingga total meninggal 54.662 orang.

Kenaikan ini juga terasa pada beberapa kota besar sehingga terjadi kondisi ‘kolaps’ di rumah sakit karena sudah tidak adanya tempat untuk menampung pasien Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat mulai  melonggarkan  protokol kesehatan. Padahal, vaksinasi yang telah diberikan tidak bisa 100% menangkal infeksi virus corona. Di DKI Jakarta kini ketersediaan daya tampung RS untuk pasien positif Corona mencapai 80%.

Situasi ini hanya bisa diatasi dengan melakukan kembali  protokol kesehatan yang sesuai standar. Dengan cara, meski sudah divaksin, tetap harus menggunakan masker secara benar. Mencuci tangan hingga bersih, minimal 20 detik dengan air mengalir dan sabun. Menjaga jarak setiap saat sepanjang 2m. Mengurangi mobilitas, bepergian hanya dalam kondisi darurat dan lakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. Menghindari keramaian, hindari tempat dengan jumlah orang yang banyak seperti mall, pasar, tempat umum lainnya. Menghindari makan bersama, saling menjaga dengan makan secara bergiliran.

Cara Penularan Virus Corona atau COVID-19

BSM Umat – Kenaikan jumlah  orang yang positif Corona atau Covid-19 makin tinggi. Berdasarkan data dari detik.com per tanggal 31 Maret 2020 secara global dunia sudah mencapai 787,631 positif, 37,840 meninggal dunia dan 166,276 sembuh. Sedangkan data Indonesia adalah 1,528 positif, 136 meninggal dunia dan 81 sembuh.

Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui beberapa cara yaitu :

1.         Melalui Dorplet

Virus corona membutuhkan medium untuk tumbuh, droplet menjadi tempat yang tepat untuk bertahan hidup sampai virus tersebut mendapatkan inangnya yaitu pasien positif corona. Droplet yang kita kenal adalah yang terlihat oleh kasat mata padahal cairan droplet yang tidak kasat mata juga ada dan cairan ini bisa menempel pada benda yang lain tanpa disadari.

2.         Kontak dekat dengan personal

Orang yang mengalamii kontak langsung dengan positif corona memiliki kemungkinan besar terinfeksi sehingga para perawat dalam merawat pasien corona memerlukan APD lengkap agar tidak terpapar virus corona.

3.         Menyentuh barang yang pernah tersentuh pasien positif covid-19

Orang yang positif terkena Covid-19 sudah selayaknya melakukan isolasi mandiri karena dikhawatirkan ada virus yang menempel melalui benda-benda disekitarnya tanpa disadari. Sehingga diharapkan orang yang sedang mengisolasi diri dapat melakukan pemisahan dalam peralatan makan dan mandi.

4.         Udara (masih dalam penelitian)

Dalam Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) terdapat bagian laporan berjudul route of transmission. WHO pun menyebutkan hingga kini belum ditemukan kasus penyebaran virus corona melalui udara sehingga cara penyebaran virus corona melalui udara bukan faktor terbesar penularan penyakit berdasarkan bukti yang ada.

Namun, WHO menyarankan prosedur perlindungan menghadapi penyebaran COVID-19 dari aerosol. Prosedur ini diterapkan di fasilitas kesehatan yang menangani kasus virus corona. Aerosol merujuk pada partikel padat atau cair dalam udara atau gas lain. Partikel ini melayang sebelum mendarat di permukaan sasaran.

Penyebaran COVID-19 sangat cepat sehingga saat ini sudah dinyatakan sebagai pandemik  sudah. Kita tidak bisa berdiam diri saja, harus turut aktif bersama melawan Corona dan peduli terhadap sekeliling. Salah satu caranya bisa dengan “Cuci tangan dan menutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin, harus dilakukan sesering mungkin untuk menghadapi virus corona,” tulis WHO dalam laporannya. Untuk informasi mengenai cara mencuci tangan yang baik bisa melihat artikel “Cara Mencuci Tangan Yang Benar”.

Scroll to top