idul adha 1442H

Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya

Besok kita akan merayakan hari raya umat islam yang kedua yaitu Hari Raya Idul Adha. Tahun 2021 adalah tahun kedua bangsa Indonesia merayakan Idul Qurban ditengah pandemi virus corona. Ditambah berita buruknya saat ini bangsa Indonesia sedang berada dalam kondisi Siaga 1 Covid-19 gelombang ke dua.

Untuk menekan angka penambahan kasus aktif virus corona pemerintah mengambil kebijakan dengan mengambil keputusan melalui Surat Edaran pemerintah bahwa sholat Idul Adha untuk kawasan di zona merah dengan pemberlakuan PPKM darurat dihimbau untuk melaksanakan sholat Ied di rumah saja.

Apapun kondisinya sholat Idul Adha disunnahkan untuk tetap dilakukan untuk mendapatkan keutamaan hari raya. Bagi yang belum mengetahui tata cara dalam melaksanakan shalat Idul Adha.  

Berikut tata cara sholat Iedul Adha dan bacaannya:

  1. Niat Sholat Idul Adha

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

“Ushallii sunnatan liidil adha rok’ataini (makmuman / imaaman) lillahi ta’alaa.”

Artinya: “Aku berniat salat Iduladha dua rakaat [sebagai makmum / imam] karena Allah ta’ala.”

  1. Membaca takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.
  2. Untuk rakaat pertama, dilakukan 7 (tujuh) kali takbir dan di antara tiap takbir itu disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

  1. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah dari Alquran yakni Surat Qaf dan surat Al-A’la.
  2. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
  3. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan.
  4. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surt Al Ghasyiyah.
  5. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam
  6. Setelah salam, maka disunahkan mendengarkan khutbah Idul Adha.

 

Adapun panduan sholat Idul Adha dirumah merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.28 Tahun 2020  tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Adha saat pandemi Covid-19.

Berikut panduan sholat Idul Adha di rumah pada masa pandemi:

  1. Shalat Idul Adha yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid)
  2. Jika shalat Idul Adha dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
  3. Jumlah jamaah yang sholat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum
  4. Tata cara shalatnya mengikuti ketentuan shalat berjamaah
  5. Usai shalat Ied, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan khutbah
  6. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksaan shalat jamaah dirumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Adha boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah
  7. Jika shalat Idul Adha dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:
  8. Berniat Idul Adha secara sendiri yang jika dilafalkan berbunyi : Usholli sunnatan li ‘idil Adha rak’ataini lillahi ta’ala
  9. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr)
  10. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada tata cara shalat berjamaah
  11. Tidak ada khutbah

Bantu Peternak Dhuafa di Idul Adha 1442 H

Idul Adha adalah waktu bagi para peternak panen. Tetapi kondisi tahun ini berbeda, bahkan dengan tahun lalu yang sama-sama dalam kondisi pandemi virus corona. Hal tersebut dikarenakan angka kenaikan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi diakibatkan oleh adanya varian baru yang daya paparnya lebih cepat 6x lipat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah tidak dapat terelakkan. Dari mulai diberlakukan di Jawa – Bali kini mulai diperluas ke 5 wilayah Sumatra dan Kalimantan. Tak urung hal ini semakin membatasi pergerakan dalam rangka penjualan hewan ternak untuk qurban. Padahal persiapan untuk hewan qurban sudah dimulai sejak 11 bulan yang lalu.

Petugas mendata hewan kurban yang dijual di Pusat Pengadaan Hewan Qurban Angkatan Muda Muhammadiyah Kotagede di Giwangan, Umbulharjo, D.I Yogyakarta, Senin (12/7). Pengelola mengaku saat Pandemi COVID-19 penjualan kambing yang digunakan untuk qurban mengalami penurunan sekitar 50 persen dibanding saat normal dari 400 hewan qurban menjadi 200 hewan qurban dalam satu momentum perayaan Idul Adha.

Dua pekerja memberikan makan sapi qurban yang akan dijual di Dungingi, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (12/7). Sejumlah pedagang mengaku pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan penjualan sapi yang dijual mulai harga Rp9 juta hingga Rp20 juta per ekor hingga 25 persen.

Tidak hanya pedagang yang terkena imbasnya para peternakpun akan sangat berdampak. Harapan mereka akan mendapat untung yang lumayan menjadi pupus, terutama bagi peternak dhuafa, sehingga angka kemiskinan akan semakin besar.

Program Qurban 1442 H Laznas Bangun Sejatera Mitra Umat membantu peternak dhuafa melalui qurban online. Dengan membeli hewan qurban melalui peternak binaan dari peternak yang tidak mampu. Pembelian langsung ke sentra ternak sehingga kualitas selalu terjamin mutunya. Ibadah qurban selain dapat pahal juga bisa membantu perekonomian masyarakat tidak mampu di desa.

Program ini didukung melalui unit respresentatif office di 8 wilayah yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar. Harapannya semakin banyak daerah yang dijangkau, semakin luas kebermanfaatan yang diberikan.

Scroll to top