Desa

Laznas BSMU berkolaborasi bersama IZI Launching Smart Farm Academy

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengadakan kerjasama untuk berkolaborasi membangkitkan pertanian melalui program Smartfarm Academy di Desa Pondok Kelor, Sepatan Timur, Tangerang pada Rabu (24/03/2021).

 

Sektor pertanian mempunyai peran stategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor pertanian berkontribusi pada PDB terbesar ke-2 di Indonesia sebesar 13,54% yang mencapai 395,7 triliun rupiah. Diharapkan, Smartfarm Academy menjadi sebuah program pelatihan dan peningkatan wawasan pertanian serta memadukan peningkatan spiritual kepada pesertanya.

 

Acara ini dihadiri oleh Rizky Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif BSMU, Nana Sudiana selaku Direktur Pendayagunaan IZI, I Gusti Muhammad Sugiarto selaku Kapolsek Sepatan, Agus Halim Siregar selaku DANRAMIL Sepatan.

 

Program Smartfarm ini merupakan bagian dari pemberdayaan dana ZISWAF. Dengan pendayagunaan dana tersebut dapat meningkatkan penghasilan para petani bahkan dapat merubah buruh tani menjadi pemilik lahan.

 

Nana Sudiana mengatakan, “Kita semua tahu bahwa di tengah situasi pandemi dimana ekonomi menjadi sulit ini insya Allah kita dapat memberikan penguatan ekonomi kepada masyarakat dari sisi pertanian dan ketahanan pangan”.

 

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dalam sambutannya “Terima kasihnya atas kolaborasinya melalui program Smartfarm Academy ini, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para petani, “

 

“Kami juga ingin para petani dapat meningkat spiritualnya, dan kedepannya para petani  dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat lain” tambahnya.

Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Lampung Tengah

Jakarta, 21 Maret 2021 – Bank Syariah Indonesia bersinergi bersama BPKH (Badan Pengelolaan Keuangan Haji) dan LAZ Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) membangun Desa berdaya Sejahtera Mandiri Rejosari di Daerah Rejosari, Lampung Tengah. Desa ini dipilih karena kesesuaian dengan penerima manfaat zakat yakni petani mustahik serta wilayahnya yang didominasi persawahan dan perkebunan. Simbolik bantuan diberikan oleh Direktur Sales dan Distribusi Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna, didampingi oleh Direktur Program Laz BSMU, Fauzi Indrianto, serta DR. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku anggota badan pelaksana BPKH yang hadir secara langsung di lokasi program.

 

Dukungan BSI, BPKH dan LAZ BSMU dituangkan dalam bentuk pemberian alat – alat pertanian berupa alat pemisah warna beras (color sorter) dan alat pemisah batu (destoner). Alat ini berfungsi untuk meningkatkan nilai mutu beras serta meningkatkan kualitas harga nilai jual beras dari para petani desa kepada masyarakat sebagai end user.

 

Alhamdulillah, program ini disambut baik oleh kelompok petani Gapsera Sejahtera Mandiri dimana dengan adanya alat ini membuat optimis bagi warga untuk meningkatkan produksi gabah dan nilai jual beras sehat non pestisida yang dihasilkan di Desa Rejosari.

 

Sejak tahun 2018, kelompok petani yang memiliki lebih dari 100 orang ini telah menginisasi penanaman beras organik. Harapannya para petani dapat turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat. Hal ini karena selain pemeliharaannya bebas pestisida dan zat kimia, sifat beras yang mudah terurai oleh tubuh sehingga aman bagi tubuh.

 

Direktur Sales dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan pembangunan Desa Berdaya sejalan value Bank Syariah Indonesia dimana keberadaan bank syariah dapat membangun kesejahteraan ekonomi, sosial dan salah satunya ketahanan pangan. “Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir dan kuat sehingga BSI dapat memberikan kemaslahatan yang luas bagi umat”.

 

Hal senada juga disampaikan Suhendar, Ketua Pengurus LAZ BSMU, “terimakasih kepada seluruh pihak baik Bank Syariah Indonesia dan BPKH yang telah mempercayakan dana sosialnya kepada LAZ BSMU untuk bersinergi dalam program pemberdayaan di Lampung. Kami berharap program ini menjadi jalan mengubah para mustahik (penerima manfaat zakat) menjadi muzzaki (pemberi zakat), sehingga Desa Rejosari menjadi sejahtera dari sisi ekonomi, sosial dan akhlak”.

 

“Kami berharap nilai jual beras organik ini cukup bersaing di pasaran yakni Rp 12.500,-/kg di Lampung serta Rp 13.000/kg untuk luar Lampung, sehingga kesejahteraan para anggota petani di Desa Rejosari bisa meningkat dan manfaatnya terus bergulir bagi warga yang ingin bertani”, tutur Ketua Kelompok Petani Gaptera Sejahtera Mandiri, Sukarlin

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search