CWLS

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 di Tambora

Tambora salah satu wilayah yang terletak di Jakarta Barat. Disalah satu Kelurahannya yaitu Angke menjadi salah satu wilayah terpadat, mayoritas warganya berada dibawah garis kemiskinan. Berdasarkan data BPS (2016) Angke memiliki jumlah penduduk sebanyak 35.327 jiwa dengan tingkat kepadatan 44.441 jiwa/km2 dan 11.758 KK. Masyarakat disana memiliki pendidikan rata-rata hanya tamat SD.  Diketahui penduduk Angke memiliki tingkat pendapatan ekonomi yang rendah.

Di wilayah tersebut terdapat pemukiman kumuh dan miskin (Kumis). Pada bulan Ramadan Hebat yang penuh berkah ini Wakaf BSMU melakukan penyalurkan Kupon CWLS SWR001 kepada warga di Jl. Jembatan 2 Barat RT. 01 RW. 010 Kel. Angke, Kec. Tambora Jakarta Barat, tepatnya di Musholla Al Ikhlas pada Sabtu (24/4).

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 berupa alat bantu dengar untuk 4 orang, sembako untuk 30 orang dan beasiswa untuk pelajar yatim dhuafa berjumlah 30 orang, dengan total penerima manfaat sebanyak 64 orang.

Saefullah selaku Ketua RW 010 mengatakan, “Sangat berterima kasih atas penyaluran Kupon CWLS Retail Seri SWR001 di wilayahnya dan sangat membantu bagi warga yang membutuhkan”.

Fauzi Indrianto selaku  Direktur Development and Implementation mengatakan “Semoga bantuan yang diberikan yang berasal dari dana wakaf nasabah Bank Syariah Indonesia menjadi bermanfaat”.

Penerbitan CWLS Ritel seri SWR001 tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional, guna membantu pengembangan  investasi sosial dan pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Melalui CWLS Ritel seri SWR001, Pemerintah memfasilitasi para pewakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen agar dapat menempatkan wakaf uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif.

Laporan Kegiatan Penyaluran Kupon CWLS SWR001

Program penangkaran benih padi yang dilaksanakan oleh kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri merupakan program usaha tani yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dengan melibatkan petani yang belum menerima manfaat program desa Berdaya Sejahtera Mandiri. Usaha tani penangkaran benih padi setempat tidak dilaksanakan satu musim tanam di tahun 2020 dikarenakan adanya keterbatasan.

Saat ini kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri telah melaksanakan musim tanam pertama untuk penangkaran benih padi dengan melibatkan 8 petani dengan luasan areal penangkaran mencapai 5 Ha yang berada di kampung Rejo Asri Kec. Seputih  Raman Kabupaten Lampung Tengah. Petani penerima manfaat menanam tiga jenis varietas diantaranya Nutrizinc, Ciherang dan Sintanur.

Pelaksanaan penyaluran program terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

  1. Pencarian calon petani penangkar
  2. Pendataan administrasi calon penangkar
  3. Penyaluran melalui mekanisme perjanjian komitmen
  4. Pendampingan pelaksanaan program
  5. Evaluasi pelaksanaan program

Agar program ini dapat lebih berkembang maka diadakan kerja sama dengan  Balai Besar pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BB-PPMB TPH) – Depok Jawa Barat sebagai mitra pengadaan benih sumber dengan mekanisme revolving program. Mitra kerja berikutnya adalah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura bidang BPSBTPH sebagai mitra pengawasan legalitas produksi benih.

Mekanisme Pemberian Modal Usaha

Setiap petani penangkar mendapatkan pinjaman modal untuk usaha tani budidaya penangkaran senilai Rp 500.000 per 0,5 Ha atau setara Rp 2.000.000 per Hektar. Pinjaman yang diberikan kepada petani akan dikembalikan lagi ke kelompok setelah petani penangkar selesai melaksanakan panen calon benih. Kelompok tani juga memberikan keringanan untuk petani yang mengalami gagal panen untuk dapat mengembalikan sesuai waktu yang diinginkan oleh petani. Modal yang diberikan kepada petani berupa pinjaman dikarenakan modal itu akan tetap dan dapat diberikan untuk penanaman penangkaran dimusim selanjutnya.

Kelebihan Pendapatan Penerima Program

Petani yang menerima program akan mendapatkan kelebihan dari penjualan calon benih padi per setiap kilogramnya senilai Rp200. Acuan harga dasar merujuk dari para tengkulak gabah. Contoh : Pembelian gabah dari para petani penangkar, apabila petani mendapatkan hasil panen mencapai 5 ton calon benih padi, dan tengkulak membeli harga gabah pada umumnya senilai Rp5.000 maka Kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri akan membeli calon benih dari petani penerima program senilai Rp5.200 yang apabila petani hanya menanam padi seperti biasanya mereka akan mendapatkan hasil senilai Rp25.000.000 dan ketika para petani mengikuti program penangkaran mereka akan mendapatkan omzet senilai Rp26.000.000 setiap musim tanam. Omzet petani akan dapat meningkat Rp1.000.000 per musim dari hasil penjualan.

Daftar Penerima Manfaat Penyaluran Kupon CWLS Seri SWR001.

Lokasi penangkaran terletak di Kampung Rama Kelandungan, Kec. Seputih Raman Kab. Lampung Tengah Provisi Lampung dengan luas tanah 5 Ha. Varietas padi yang ditanan jenis Ciherang, Inpari Nutrizinc dan Sentanur dengan penerima manfaat sebanyak 8 orang. Adapun nama-nama penerima manfaat, yaitu :

  1. Winarto 0.75 Ha jenis padi Sintanur, Ciherang
  2. Suyadi 0.25 Ha jenis padi Inpari Nutrizinc
  3. Muhammad Yusuf 0.625 Ha jenis padi Ciherang
  4. Edi Gunawan 0.75 Ha jenis padi Ciherang
  5. Supriyadi 0.875 Ha jenis padi Ciherang
  6. Hendri 0.25 Ha jenis padi Ciherang
  7. Suyadi 1 Ha jenis padi Ciherang
  8. Supriyanto 0.5 Ha jenis padi Ciherang

Ketika mulai meningkatkan hasil beras dari pedesaan, berarti kita telah mewujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia.

Scroll to top