COVID19

Berjaga Menghadapi Gelombang Ketiga COVID-19

Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan, sudah 2 hari kasus COVID-19 Indonesia di bawah angka 1.000. Hingga Sabtu, 16 Oktober 2021, data Kementerian Kesehatan mencatat, jumlah kasus harian Covid-19 tercatat hanya 997 orang saja.

Update data COVID-19  global pada, Minggu 17 Oktober 2021, Indonesia berada di urutan ke-14 dunia dan ke-4 kasus Corona terbanyak di Asia dengan 4.234.011 akumulasi kasus. Walaupun demikian tetap harus waspada karena virus corona masih ada disekitar kita.

Namun sangat disayangkan saat ini masyarakat mulai terlihat banyak yang mengabaikan protokol kesehatan diantaranya dengan tidak memakai masker, tingkat cuci tangan menurun dan sudah mulai beraktifitas seolah corona sudah tidak ada. Vaksinasi yang dilaksanakan pun sebenarnya bukan penangkal melainkan hanya mengurangi resiko jika terinfeksi virus corona.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi ancaman gelombang tiga virus corona (COVID-19) yang kemungkinan besar bisa terjadi di Desember 2021, salah satunya dipicu oleh ancaman dari sejumlah varian baru mutasi virus SARS-CoV-2.

Dicky pun menilai, potensi lonjakan kasus COVID-19 tak hanya terkait aktivitas Natal dan Tahun baru (Nataru). Relaksasi dari pemerintah yang juga mulai membuka akses masuk wisatawan mancanegara berpotensi besar membawa penularan baru varian covid-19.

“Kalau saya prediksinya akhir Desember atau awal Januari itu ada potensi gelombang tiga. Penyebabnya ya selain mobilitas warga yang mulai meningkat sebelum Nataru, kemudian ditambah varian Delta yang belum selesai lho ini, dan juga varian baru lain,” kata Dicky mengutip CNNIndonesia.com, Rabu (13/10).

Ikatan Dokter Indonesia pun sedang bersiap mengantisipasi datangnya gelombang ketiga virus corona. Menurut Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI dr. Mahesa Pranadipa Maikel, MH mengatakan, beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menggencarkan protokol kesehatan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan vaksinasi.

“kami berharap jangan sampai terjadi gelombang ketiga, gelombang kedua adalah episode traumatis, kita enggak mau terjadi lagi” ucap dr. Mahesa mengutip antara/jpnn.

Diperlukan kerjasama antar berbagai kalangan untuk mengantisipasi datangnya gelombang ketiga COVID-19. Tidak bisa hanya mengandalkan dari tenaga kesehatan. Pandemi COVID-19 adalah masalah bersama sehingga hanya bisa diatasi jika setiap elemen masyarakat turut serta dalam penanggulangannya.

Bantuan Tabung Oksigen Untuk IPB

Pada Kamis, 19 Agustus Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) melaksanakan pemberian bantuan tabung oksigen kepada ARM-HA IPB. Lokasi serah terima dilakukan di Gedung Alumni IPB, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp 74 juta atau setara dengan 20 tabung oksigen ukuran 6 m³.

Ketersediaan stok tabung oksigen sangat penting untuk memberikan pertolongan kepada pasien yang mengalami kesulitan dalam bernafas.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2)  adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Ketika gangguan ringan pada sistem pernapasan tidak teratasi maka akan menuju tahap selanjutnya yaitu infeksi paru-paru yang berat atau bahkan hingga kematian.

Laznas BSMU dan BSI menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan pandemi akibat virus corona. Ada berbagai program seperti bantuan sembako untuk warga yang terdampak Covid, paket sembako lengkap untuk orang yang sedang melakukan isoman, bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam program door to door vaksinasi dan juga pemberian bantuan berupa tabung oksigen kepada rumah sakit/lembaga dan juga peminjaman tabung oksigen untuk pasien individu.

Total penyaluran tabung oksigen selama bulan Agustus kepada rumah sakit/lembaga sebanyak 160 tabung dan untuk dipinjamkan kepada pasien individu sebanyak 59 tabung.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyatakan, “Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk penanggulangan kasus Covid-19 dan semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi kita semua.”

Ahmad Husein selaku Ketua Umum ARM-HA IPB mengucapkan, “Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan donasinya untuk membantu orang-orang yang sedang isolasi madiri. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal jariyah.”

Cara Mendapatkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Saat ini sertifikat vaksin menjadi salah satu syarat untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Sertifikat dapat berbentuk kartu  dan digital. Namun, bagi anda yang sudah vaksin tidak perlu lagi khawatir jika tidak mendapat sertifikat dalam bentuk kartu, karena sertifikat vaksin sudah dapat dengan mudah didownload di aplikasi PeduliLindungi.id.

Setiap peserta yang sudah komplit vaksin akan mendapatkan dua sertifikat. Cara mendownloadnya adalah cukup mudah. Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk download sertifikat vaksin Covid-19.

Pertama, Download Sertifikat vaksin melalui SMS

Peserta yang sudah melakukan vaksin Covid-19, akan memperoleh SMS dari nomor 1199 yang menyatakan telah berhasil mengikuti vaksinasi.

SMS itu berisi nama lengkap, nomor NIK, nomor tiket vaksin, dan jadwal vaksin dosis kedua lengkap dengan tanggal serta lokasi vaksinasi (bagi yang baru menjalani vaksin tahap pertama).

Di dalam pesan singkat tersebut, juga tercantum link untuk melihat sertifikat vaksin digital sebagai bukti telah selesai melakukan vaksin.

Kedua, Download sertifikat vaksin dari situs PeduliLindungi

Selain melalui SMS, sertifikat vaksin Covid-19 juga bisa didownload dengan mengakses situs resmi PeduliLindungi. Berikut adalah cara-caranya.

  • Kunjungi situs PeduliLindungi dengan cara mengeklik tautan berikut ini https://pedulilindungi.id/
  • Di halaman utama, pilih opsi “Lihat Tiket & Sertifikat Vaksinasi”.
  • Ketika di-klik, Anda diminta untuk memasukkan nomor HP yang telah didaftarkan untuk melaksanakan program vaksinasi.
  • Selanjutnya, masukkan kode OTP yang dikirim lewat SMS untuk proses verifikasi.
  • Setelah berhasil masuk, klik menu “Sertifikat Vaksin” yang berada di samping kiri.
  • Nantinya, akan muncul sertifikat vaksin Covid-19 tahap pertama maupun tahap kedua.
  • Setelah mengikuti langkah-langkah cara download sertifikat vaksin Covid-19 di atas, Anda pun bisa langsung mencetak sertifikat vaksin Covid-19 dengan printer pribadi, atau membawanya ke penyedia jasa print, seperti warnet atau fotocopy.

Ketiga, Download sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi

Selain melalui situs juga bisa melalui aplikasi PeduliLindungi.id. Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Berikut cara melihat sertifikat vaksin Covid-19 lewat aplikasi PeduliLindungi:

  • Buka aplikasi PeduliLindungi lewat smartphone Anda (Android/iOS).
  • Kemudian, isi nama lengkap dan nomor HP Anda di kolom yang tersedia.
  • Nantinya, Anda akan menerima kode OTP yang dikirimkan melalui SMS.
  • Buka kembali aplikasi PeduliLindungi, lalu masukkan kode OTP tersebut.
  • Setelah selesai membuat akun, pengguna Anda akan menjumpai halaman utama (beranda).
  • Untuk mengecek sertifikat vaksin Covid-19, klik ikon “Profil” yang terletak di sebelah kanan kolom “Cari Zonasi”.
  • Pada menu “Profil”, klik opsi “Sertifikat Vaksin”, lalu pilih “Periksa”.
  • Isi NIK dan nomor HP yang didaftarkan untuk melaksanakan program vaksinasi.
  • Di halaman selanjutnya, akan tertera sertifikat tahap pertama dan tahap kedua.
  • Jika ingin mendownload sertifikat tersebut, Anda cukup mengeklik salah satu tahap penyuntikan vaksinasi.
  • Setelah itu, klik “Ya” untuk mengunduh sertifikat vaksinasi.

Jika proses download selesai, nantinya sertifikat vaksin Covid-19 akan tersimpan di penyimpanan smartphone Anda secara otomatis.

Demikian cara mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 dan cara cetak sertifikat vaksin Covid-19. 


Donasi Covid-19

Bantuan Sembako Bagi Isoman Covid-19

Indonesia saat ini sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Hal tersebut menyebabkan ketersediaan Bed Occupation Rate (BOR) Rumah sakit semakin menipis, sehingga banyak pasien Covid-19 yang memutuskan untuk melakukan Isolasi Mandiri (ISOMAN). Laznas BSMU melalui tim BSMU Care mengambil peranan dalam membantu pasien yang terpapar virus corona dengan gejala ringan dan melakukan ISOMAN.

Ahad 11 Juli 2021 Laznas BSMU membantu meringankan para terdampak Covid-19 kepada warga di Pengadegan, Jakarta Selatan. Sejumlah keluarga Isoman telah menerima bantuan dari para donatur, yang diwakili oleh bapak Lurah Pengadegan. Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, dan pendampingan dokter selama Isoman. Bantuan yang diberikan selama periode oktober 2020 – Juni 2021 untuk daerah Jabodetabek. Pada periode ini penerima manfaat yang telah diberikan bantuan sebanyak 76 jiwa.

Peran aktif Laznas BSMU dalam penanggulangan Covid-19 masih terus berjalan. Distribusi penerima manfaat akan diluaskan menjadi seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan Unit Respresentative Office di 8 wilayah, yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunasi Sadikin, varian delta Covid-19 telah menyebar ke luar Pulau Jawa. Kondisi ini mengkhawatirkan. Ada 7 provinsi di luar Pulau Jawa yang menjadi perhatian yakni 5 provinsi dari Sumatra dan 2 dari Pulau Kalimantan.

Permasalahan pandemi virus corona adalah masalah bangsa yang harus diselesaikan bersama – sama. Laznas BSMU mengajak semua masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menekan angka kasus positif dengan cara tetap menjaga 5M dan membantu para penderita Covid-19.

Layanan Call Center BSM Umat Care Membantu untuk Negeri

Covid-19 atau Corona Virus yang meresahkan warga Indonesia sejak beberapa minggu terakhir. Angka yang terjangkit virus ini semakin mengkhawatirkan, sehingga pada tanggal 3 Juli sampai 20 Juli Pemerintah melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Akibat lonjakan kasus Covid-19. Tidak sedikit rumah sakit di berbagai daerah dibuat kerepotan. Tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 banyak yang sudah melebihi 90 persen.

Pneumonia 2019-nCoV atau COVID-19 pertama kali terjadi di Wuhan yang kemudian menyebar hampir keseluruh dunia melalui transmisi dari orang ke orang melalui droplets (air ludah). Pneumonia secara umum adalah peradangan pada parenkim paru (kantung udara di paru-paru) dengan penyebab bakteri, virus, jamur yang menimbulkan gejala sesak nafas, demam, batuk berdahak dan pada kasus pneumonia berat dapat menimbulkan kematian. Pneumonia yang disebabkan oleh CPVID-19 juga bisa menyerang siapa saja, lebih banyak pada balita dan usia lanjut.

Virus COVID-19 bersifat zoonosis (penularan dari hewan ke manusia), tidak tahan sinar matahari, tidak tahan panas diatas 56 derajat Celcius, dapat di inaktivasi dengan desinfektan yang mengandung alcohol diatas 70%. Pada kelembaban rendah atau suhu dingin dapat bertahan selama 48 jam. Pada kondisi kering inefektivitas virus dapat bertahan sampai 6 hari. Penelitian terbaru dapat bertahan 1 bulan pada suhu sangat dingin/beku. Angka kematian COVID-19 sebesar 2,9 % (3-4 %) terbesar di China, lebih rendah di banding SARS sebesar 10 % dan MERS sebesar 37 %. Tingginya angka penularan COVID-19 saat ini diindikasikan karena adanya varian lainnya yaitu Alpha, Beta, Delta dan dua varian terbaru yaitu Eta dan Kappa. Dari total tersebut, varian Delta masih paling mendominasi di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.Hal ini disebabkan karena Varian dekat diidentifikasi mudah menularkan.

COVID-19 dapat dicegah penularannya dengan melakukan aktivitas yang meningkatkan daya tahan tubuh serta mengurangi kemungkinan masuknya virus kedalam tubuh. Meskipun memiliki angka kematian rendah mengakibatkan kehebohan di masyarakat karena kekeliruan pemahaman dan tata cara pengelolaan di level rumah tangga atau grassroot terutama kelompok miskin dan marginal yang tidak memiliki akses terhadap masker yang mulai meningkat harganya serta makanan bergizi yang memiliki fungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang akan mengurangi kemungkinan angka kejadian COVID-19.

Faktor sosial ekonomi terpengaruh dengan adanya isu ini ditandai dengan kenaikan harga dan HOAX yang meluas yang menyebabkan kerusuhan dan kurangnya produktivitas. Ini tidak sejalan dengan tujuan ekonomi syariah untuk mensejahterakan umat dan menurunkan produktivitas masyarakat. Dari sisi kemanusiaan, kelompok utama yang menjadi korban adalah kelompok dengan literasi rendah, marginal, tingkat ekonomi lemah serta masyarakat rentan seperti manula, orang sakit dan anak-anak.

Dengan bertujuan untuk mengurangi dampak langsung COVID-19 terhadap kesejahteraan umat, telah dibuka pelayanan Call Center BSM Umat Care dengan melayani :
1. Konsultasi online COVID-19 secara online melalui WA 0812-9641-2453
2. Screening kasus awal secara online (membedakan kasus COVID dengan flu biasa di level awam)
3. Rujukan informasi dan konsultasi penanganan kasus di level masyarakat hingga ke RS rujukan resmi.
4. Perpanjangan tangan informasi update kasus dari pemerintah (Pusat Krisis Kesehatan).
5. Meminimalisir HOAX dan penanganan keliru mengenai COVID-19

Call Center BSM Umat Care merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Pusat Krisis Kesehatan), Mandiri Syariah, Forum Organisasi Zakat, Perhimpunan Dokter Paru, Pemerintah DKI Jakarta dan RS Rujukan COVID-19 dan mitra donatur BSM Umat.

Diharapkan dengan adanya Call Center BSM Umat Care akan semakin banyak masyarakat yang tidak mampu dapat terbantu dan secara tidak langsung sudah dapat mengurangi penyebaran Virus Covid-19.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search