covid-19

Laznas BSMU Salurkan Donasi Rp106 Juta Terkait COVID-19 ke RSKGM FKG UI

Jakarta, 1 Oktober 2021. Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyalurkan donasi terkait pandemi COVID-19 kepada Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI). Bantuan ini dalam bentuk uang tunai senilai Rp 106 juta untuk kegiatan sentra vaksinasi COVID-19 di kampus UI Salemba.  

Dalam penyerahan bantuan ini, hadir Ketua Panitia Sentra Vaksin, Dewi A Margono; Wakil Direktur (RSKGM) FKG UI, Natalina; Direktur Bidang Pendidikan RSKGM FKGUI, Shalina Ricardo; RCEO Jakarta 1 dan 2 Bank Syariah Indonesia, Deden Durachman; Manager Laznas BSMU Kantor Wilayah Jakarta, Lucky Firmansyah; dan Manager BSMU Care Laznas BSMU, Dedi Setiawan.  

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Implementation Laznas BSMU, Fauzi Indrianto berharap bantuan ini dapat membantu kegiatan sentra vaksinasi COVID-19 di Kampus UI Salemba. “Bantuan ini diharapkan bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” kata Fauzi.  

BACA : Laznas BSMU Serahkan Bantuan Tabung Oksigen Ke Tiga Area Sulawesi

RCEO Jakarta 1 dan 2 Bank Syariah Indonesia, Deden Durachman mengapresiasi pemberian bantuan ini. “Diharapkan kedepan Laznas BSMU bisa semakin aktif dalam menyalurkan bantuan terkait COVID-19,” kata Deden.  

Untuk mematuhi anjuran pemerintah, Laznas BSMU menerapkan physical distancing dalam seremonial penyerahan bantuan. Hal ini bertujuan memutus rantai penularan COVID-19. 

Sampai Agustus 2021, penyaluran Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) Laznas BSMU sebesar Rp46,4 miliar. Khusus untuk bantuan terkait COVID-19, sejak awal Juli 2021 sampai 20 September 2021, total bantuan yang disalurkan sebesar Rp1,56 miliar.  

Laznas BSMU bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk melakukan kegiatan terkait COVID-19. Dari Juli 2021, Laznas aktif melakukan kegiatan sentra vaksinasi bekerjasama dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.  

Selain itu, Laznas BSMU juga memberikan bantuan tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit diantaranya RS Harapan Bunda Jakarta timur, Radjak Hospital Salemba, RS Kartika Pulomas, Primaya Hospital Bekasi Utara dan Primaya Hospital Bekasi Barat.  

Kedepannya, Laznas BSMU beserta BSI akan memberikan 500 tabung oksigen yang akan didistribusikan kepada rumah sakit di seluruh Indonesia sebagai langkah nyata membantu bangsa Indonesia dalam melewati masa pandemi. 

Laznas BSMU juga menyalurkan bantuan beras dari para nasabah Bank Syariah Indonesia dan para donatur kepada warga yang terdampak corona. Penyaluran bekerjasama dengan Yayasan Nurul Falah yang berada di Bekasi Jawa Barat. 

Bantuan yang diberikan sebanyak 2.5 ton beras atau setara 500 karung beras dengan ukuran 5kg. Paket beras akan didistribusikan kepada masyarakat Jawa Barat diantaranya Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bekasi yang merupakan wilayah zona penyebaran COVID-19. 

BACA : Bantuan 2.000 Paket Sembako Untuk Marbot Masjid

Selama Oktober 2020 sampai Juni 2021, Laznas BSMU juga menyalurkan bantuan paket sembako, dan pendampingan dokter selama Isoman kepada 76 penerima manfaat. Peran aktif Laznas BSMU dalam penanggulangan COVID-19 masih terus berjalan. Distribusi penerima manfaat akan diluaskan menjadi seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan Unit Representative Office di 8 wilayah, yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar. 

Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19

Ahad, 22 Agustus 2021 Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) menyaluran bantuan beras dari para nasabah Bank Syariah Indonesia dan para donatur kepada warga yang terdampak corona. Penyaluran bekerjasama dengan Yayasan Nurul Falah yang berada di Bekasi Jawa Barat.

Bantuan yang diberikan sebanyak 2.5 ton beras atau setara 500 karung beras dengan ukuran 5kg. Paket beras akan didistribusikan kepada masyarakat Jawa Barat diantaranya Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bekasi yang merupakan wilayah zona penyebaran Covid-19.

Salah satu dampak dari pandemi virus corona ada menurunnya pendapatan masyarakat. Hal ini menyebabkan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan hidup sehari-hari yaitu kebutuhan hidup dasar berupa beras. Kekurangan makanan pokok dapat menyebabkan menurunnya imunitas.

Selain memberikan bantuan beras kepada warga yang terdampak Covid-19, Laznas BSMU juga memiliki program penanggulangan dan pencegahan virus corona meliputi paket lengkap isoman, menyelenggarakan vaksinasi massal bekerjasama dengan pemerintah kota Jakarta Pusat, bantuan tabung oksigen baik diberikan kepada rumah sakit/lembaga atau kepada pasien Covid yang sedang isoman.

Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup bagi warga yang terdampak covid19. Sehingga tujuan untuk penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona dimasyarakat dapat tercapai. Harapan Indonesia bebas dari corona dapat terwujud.

Mau Vaksin, Kini Daftarnya Bisa Online

Vaksin adalah salah satu sarana dalam pencegahan penularan virus corona. Dengan banyaknya masyarakat yang divaksin diharapkan akan tercipta Herd Imunity. Vaksin bukan merupakan penangkal dari virus corona, sehingga orang yang dapat divaksin masih memiliki kemungkinan untuk tertular Covid-19. Namun, vaksin mampu mencegah virus corona yang masuk tidak menjadi bertambah parah.

Karena pentingnya peranan vaksin menyebabkan target vaksinasi terhadap masyarakat terus ditingkatkan. Berbagai cara untuk mendorong upaya vaksinasi masyarakat dilakukan. Laznas Bangun Sejatera Mitra Umat mendukung program vaksinasi pemerintah dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat dengan melakukan vakasinasi jemput bola.

Bagi yang berniat melakukan vaksin kini dapat mencari informasinya melalui online. Dalam situs tersebut peserta pasien dapat langsung mendaftar untuk merencanakan kapan vaksinnya dilaksanakan.

Dilansir dari Kompas.com dengan melakukan pendaftaran pendaftaran dan menentukan lokasi vaksinasi sesuai keinginan. Namun begitu, pendaftar vaksin tak bisa memilih jenis vaksinnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menyediakan dua kanal pendaftaran vaksin Covid secara online, yakni melalui laman Pedulilindungi dan Vaksin.loket.com. Berikut ini 2 cara pendaftaran vaksin Covid via online:

Pendaftaran vaksin Covid lewat website Pedulilindungi.id

  • Buka laman Pedulilindungi.id
  • Pilih menu “Login/Register” yang berada di bagian pojok kanan atas
  • Pilih menu “Buat akun Pedulilindungi”
  • Lakukan registrasi akun dengan memasukan nama lengkap sesuai KTP dan alamat email
  • Centang “Syarat Penggunaan dan Kebijakan Privasi”
  • Klik “Daftar”
  • Jika sudah, maka Anda akan menerima kode OTP yang dikirimkan melalui email atau SMS.
  • Masukan kode OTP, lalu pilih opsi “Verifikasi” Akun Anda akan terdaftar dan masuk ke dashboar atau halaman utama akun Pedulilindungi
  • Klik menu “Pendaftaran Vaksinasi” di bagian kiri tengah
  • Isi data diri seperti nama lengkap, NIK, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor ponsel, kota sesuai KTP, dan alamat
  • Klik opsi “Selanjutnya”
  • Lakukan konfirmasi mengenai informasi penerima vaksin
  • Masukan kode verifikasi
  • Anda sudah berhasil melakukan pendaftaran vaksin Covid

Pendaftaran vaksin Covid lewat Vaksin

  • Daftarkan email Buka laman resmi https://vaksin.loket.com
  • Pilih lokasi yang ingin dipilih sebagai lokasi vaksinasi, disarankan pilih yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal
  • Pilih juga tanggal kedatangan dan jam kedatangan yang diinginkan Untuk pendaftaran vaksin Covid, lakukan pengisian data secara lengkap sesuai identitas diri Jika sudah lengkap, maka proses pendaftaran pun selesai.
  • Anda akan menerima formulir dan e-voucher pada email yang sudah daftarkan sebelumnya.

Sebagai informasi, meski sudah melakukan pendaftaran vaksin Covid, terkadang masih terjadi kendala di lapangan sehingga penyuntikan harus ditunda kondisi kesehatan, ketersediaan vaksin, dan alasan lainnya. 

 

Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Indonesia masih belum terbebas dari virus Covid-19, walaupun kasus diberbagai daerah mengalami angka penurunan namun kondisi tersebut belum berarti keadaan sudah aman. Para epidimolog menyarankan untuk meneruskan PPKM Level 4 agar bisa terbebas dari pandemi.

Selain itu untuk mempercepat Herd Immunity pemerintah juga menggencarkan vaksin kepada masyarakat. Mengutip data dari kompas.com, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 20.673.079 orang atau 9,93 persen dari total target sasaran vaksinasi. Hal ini masih jauh dari angka yang ditetapkan yaitu 208.265.720 orang.

Dalam pelaksanaannya di Indonesia, tercatat masih menggunakan 2 jenis vaksin yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Walaupun keduanya memiliki tujuan yang sama namun mengenali kedua vaksin tersebut secara detail dapat menjadi informasi bermanfaat. Informasi seperti kandungan, dosis, efek samping, teknologi yang digunakan, hingga efikasinya tentu perlu perhatikan. Kedua vaksin tersebut telah dinyatakan memenuhi standar internasional oleh WHO, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran lagi.

Dilansir dari Liputan6.com, Senin (2/8/2021) berikut ini informasi tentang perbedaan vaksin AstraZeneca dan vaksin Sinovac.

Asal, Kandungan, dan Usia Penerima

Kandungan kedua jenis vaksin ini merupakan perbedaan yang paling mendasar yang perlu kamu ketahui.Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh perusahaan AstraZeneca dan Universitas Oxford Inggris, sedangkan vaksin Sinovac dikembangkan perusahaan farmasi Sinovac dari China.

Vaksin Sinovac menggunakan platform inactivated virus atau virus tidak aktif, sedangkan vaksin AstraZeneca menggunakan vektor adenovirus. Bahan dasar vaksin Sinovac adalah virus corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan. Sementara itu, bahan dasar vaksin AstraZeneca adalah vector adenovirus atau virus hasil rekayasa genetika.

Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac juga bisa dilihat dari usia penerimanya. Vaksin AstraZeneca bisa diberikan pada orang berusia di bawah 65 tahun, yaitu 18-64 tahun. Sementara vaksin Sinovac dapat diberikan pada orang berusia 18-59 tahun. Namun, di Indonesia BPOM mengizinkan vaksin diberikan pada usia di atas 60 tahun.

Rentang Pemberian Vaksin

Seperti yang telah diketahui, vaksin COVID-19 ini diberikan dalam dua dosis. Jumlah dosis yang disarankan WHO sama untuk keduanya, yaitu 0,5 ml untuk suntikan dosis pertama dan kedua. Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac juga bisa dilihat dari jadwal pemberian vaksin pertama dan kedua ini. Vaksin Sinovac diberikan dalam rentang 2-4 minggu, sedangkan vaksin AstraZeneca diberikan dalam rentang 8-12 minggu.

Efikasi

Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac berikutnya adalah dalam efikasi. Dilansir dari KlikDokter, efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi. Jadi, efikasi menunjukkan kemampuan vaksin tapi dalam konteks penelitian.

Efikasi vaksin yang dipersyaratkan WHO adalah lebih dari 50%. Kedua vaksin tersebut memiliki efikasi yang lebih dari 50% seperti yang dipersyaratkan oleh WHO. Vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 56-65%, sementara vaksin AstraZeneca efikasinya sebesar 62-75%. Sehingga, kedua jenis vaksin tersebut dipastikan efektif untuk melindungi tubuh dari paparan virus Corona.

Efek Samping

Efek samping yang dirasakan setelah vaksin AstraZeneca dan Sinovac secara umum sama saja, yaitu nyeri di lokasi suntikan. Namun, terkadang ada juga yang mengalami gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga kelelahan yang ringan. Biasanya gejala ini akan hiang hanya dalam 1-2 hari saja. Bila kamu merasakan gejala yang berat, segera temui dokter.

Vaksin Sinovac dibuat menggunakan virus mati atau inactivated virus. Hal ini membuat kekerapan demam, sakit kepala, pegal pada penerimanya rendah sekali yakni sekitar 2-4 persen. Terbukti, vaksin Sinovac bisa mencegah penyakit yang berat, termasuk mencegah kematian.

Sementara, vaksin AstraZeneca menggunakan viral vector. Mekanismenya adalah virus Corona yang mati ditumpangkan kepada vektor yang merupakan adenovirus yang dilemahkan. Hal ini mengakibatkan kekerapan demam, pegal-pegal, sakit kepala mencapai 65 persen. Walaupun begitu, dalam uji klinisnya, sebagian besar efek samping vaksin hanya bersifat ringan hingga sedang dan bisa sembuh dalam beberapa hari. Vaksin AstraZeneca juga punya keunggulan lainnya, yakni bisa mencegah penularan COVID-19.

Laznas BSMU Bantu Percepat Target Vaksinasi di Indonesia

Laznas Bangun sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)  berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggelar vaksinasi COVID-19 secara door to door dan jemput bola kepada 400 warga Jakarta selama dua hari pada 24-25 Juli 2021. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat target vaksinasi pemerintah secara maksimal, terutama pada wilayah-wilayah padat penduduk yang tidak tersentuh sentra vaksinasi.

Program kolaborasi bernama “Vaksinasi untuk Indonesia Tangguh” ini dilangsungkan di dua lokasi di Jakarta Pusat yaitu di Masjid Jami Aisyah Gani pada 24 Juli 2021 dan Masjid Jami’ An-Nur Yayasan Wihdatul Muslimat pada 25 Juli 2021 dengan menghadirkan ambulans vaksinasi yang dilengkapi dengan tenaga kesehatan. Rentang usia peserta yang dapat ikut dalam program vaksinasi ini mulai dari anak-anak dengan usia minimal 12 tahun hingga lansia.

Pelaksanaan hari pertama Vaksinasi untuk Indonesia Tangguh dihadiri oleh Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia M. Arief Rosyid Hasan, Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma, dan Direktur Implementation Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto .

Program kolaborasi vaksinasi ini dilaksanakan secara door to door dan jemput bola, sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya kerumunan dan antrean panjang khususnya pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jakarta.

Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma berharap kegiatan vaksinasi ini bisa diikuti oleh stakeholder dan perusahaan lain agar target percepatan pemerintah bisa tercapai. “Hal ini karena secara fakta di lapangan masih banyak warga yang belum melakukan vaksin,” kata Dhany Sukma.

Direktur Implementation Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto berharap dengan kolaborasi program yang dilakukan dapat memudahkan masyarakat khususnya di Jakarta Pusat untuk mengakses vaksin COVID-19. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Yayasan BSMU dalam upaya penanganan kasus COVID-19 di DKI Jakarta,” kata Fauzi.

Tips Meningkatkan Saturasi Oksigen

Mengecek kadar oksigen dalam tubuh terutama bagi pasien isolasi mandiri dirumah harus dilakukan secara berkala. Alat yang bernama alat puls oximeter.  Pengukuran saturasi oksigen untuk mengetahui kondisi saturasi, sehingga apabila saturasi rendah bisa segera melakukan tindakan.

Level Saturasi Oksigen

95 – 100        Dalam kondisi baik

93-94             Perlu berbaring untuk meningkatkan kadar oksigen

< 92                Perlu ke RS untuk mendapatkan perawatan dokter

< 80                Perlu menggunakan ventilator

Pada saat mengetahui kondisi saturagi dalam tubuh menurun, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah jangan panik. Cara sederhana yang bisa dilakukan saat pasien isolasi mendiri di rumah adalah menggunakan teknik proning.

Adapun teknik pernapasan ini, pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen, posisinya sebagai berikut:

  1. Posisi pertama: Gunakan alas dan bantal dibawah leher, pinggul dan kaki. Berbaring di atas perut dalam 30 menit.
  2. Posisi Kedua: Gunakan alas dan bantal dibawah leher, pinggul dan dijepit kedua kaki. Berbaring ke sisi kanan dalam 30 menit.
  3. Posisi Ketiga: Gunakan penyangga bantal dengan posisi setengah duduk. Berbaring sambil duduk dalam 30 menit.

Lakukan teknik ini berulang kali. Upayakan selama melakukan teknik ini berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Apabila setelah melakukan secara sering teknik ini namun belum bisa bisa meningkatkan saturasi oksigen, segera ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sumber : Kemenkes

Cara Menghadapi Siaga 1 Bencana Covid-19

Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi siaga 1 Covid-19 gelombang kedua. Dalam rangka mendapatkan informasi yang tepat Laznas BSMU mendatangkan ahlinya yaitu Dewi Nur Aisyah, BSc. (Hons), MSc, DIC, PhD, Ketua Bidang Data & Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Nasional.

Indonesia saat ini mengalami penambahan kasus tertinggi di dunia yaitu 56.757 kasus (16/7). Angka saat ini mengalami kenaikan pada puncak yang pertama yaitu di bulan Februari. Hal ini dikarenakan mobilisasi massa dan varian baru yang masuk ke Indonesia. Dampaknya adalah tingginya angka kematian, dengan angka kematian dibulan Juli sudah mencapai 11.701, yang biasanya sebulan hanya 7ribu ini baru ditengah bulan sudah mencapai angka tersebut. Angka kesembuhan yang ditetapkan oleh WHO adalah 5% sedangkan Indonesia belum pernah mencapainya.

PPKM darurat menjadi sebuah solusi bagi kondisi saat ini, walaupun bukan merupakan kondisi ideal bagi sebagian orang. Saat ini zona merah tidak hanya di pulau Jawa saja tetapi juga telah merabah ke pulau Sumatra dan Kalimantan. Untuk menanggulanginya dibutuhkan kepatuhan secara individu dan kepatuhan secara kolektif. Menjaga diri kita dan keluarga adalah tetap dengan menggunakan 3M.

Sesuai dengan penelitian Internasional bahwa penularan hanya dapat dilakukan dengan cara pencegahan.  Pencegahan yang paling efektif adalah jaga jarak, dengan jaga jarak 1 m maka akan mengurangi angka penularan sebanyak 85%. Kombinasi harus dilakukan agar dapat melakukan pencegahan secara  maksimal, tidak bisa dilakukan hanya salah satu dari 3M.

Pentingnya menjaga Iman (menjalankan ibadah sesuai dengan agama), Aman (memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan dan mencuci tangan), Imun (olah raga teratur, istirahat cukup, tidak panik dan makanan bergizi).

Ada beberapa cara melindungi diri dan keluarga:

  1. Gunakan masker Double, dengan cara penggunaan masker medis didalam dan masker kain di luar
  2. Saat menerima pengantaran makanan jaga jarak dengan pengirim, disinfektan dan cuci tangan setelahnya
  3. Mandi setelah sampai rumah setelah bepergian
  4. Tetap menggunakan masker dan jaga jarak saat bertemu teman, saudara maupuntetangga
  5. Minum vitamin untuk meningkatkna daya tahan tubuh
  6. Tidak berkumpul pada kegiatan sosial (arisan, acara ulang tahun, pernikahan, dst)
  7. Saling mengingatkan kepatuhan protkes
  8. Jika muncul gejala, gunakan masker dan isoman hingga hasil tes keluar
  9. Lakukan vaksinasi 2 dosis

Seluruh upaya bersama untuk perlindungan maksimal adalah dengan melakukan pencegahan secara berlapir, yang merupakan kewajiban pribadi dan juga kewajiban bersama.


Donasi Covid

Bantuan Sembako Bagi Isoman Covid-19

Indonesia saat ini sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Hal tersebut menyebabkan ketersediaan Bed Occupation Rate (BOR) Rumah sakit semakin menipis, sehingga banyak pasien Covid-19 yang memutuskan untuk melakukan Isolasi Mandiri (ISOMAN). Laznas BSMU melalui tim BSMU Care mengambil peranan dalam membantu pasien yang terpapar virus corona dengan gejala ringan dan melakukan ISOMAN.

Ahad 11 Juli 2021 Laznas BSMU membantu meringankan para terdampak Covid-19 kepada warga di Pengadegan, Jakarta Selatan. Sejumlah keluarga Isoman telah menerima bantuan dari para donatur, yang diwakili oleh bapak Lurah Pengadegan. Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, dan pendampingan dokter selama Isoman. Bantuan yang diberikan selama periode oktober 2020 – Juni 2021 untuk daerah Jabodetabek. Pada periode ini penerima manfaat yang telah diberikan bantuan sebanyak 76 jiwa.

Peran aktif Laznas BSMU dalam penanggulangan Covid-19 masih terus berjalan. Distribusi penerima manfaat akan diluaskan menjadi seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan Unit Respresentative Office di 8 wilayah, yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunasi Sadikin, varian delta Covid-19 telah menyebar ke luar Pulau Jawa. Kondisi ini mengkhawatirkan. Ada 7 provinsi di luar Pulau Jawa yang menjadi perhatian yakni 5 provinsi dari Sumatra dan 2 dari Pulau Kalimantan.

Permasalahan pandemi virus corona adalah masalah bangsa yang harus diselesaikan bersama – sama. Laznas BSMU mengajak semua masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menekan angka kasus positif dengan cara tetap menjaga 5M dan membantu para penderita Covid-19.

Cara Isolasi Mandiri Yang Baik dan Benar Di Rumah

Kasus Covid-19 saat ini sedang naik di Indonesia. Sehingga mengakibatnya terisi penuhnya rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19. Bed Occupation Rate (BOR) secara nasional sudah mencapai 75% dan di wisma Atlit sendiri mencapai hampir 90% (sumber : detik.com). Hal ini menyebabkan pasien yang terindikasi positif covid tidak bisa seluruhnya ditampung. Sehingga pilihannya adalah untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Jika Anda suspek atau sudah positif kena Covid-19, dapat melakukan isolasi mandiri. Sedangkan kalau Anda menjadi salah satu kontak erat dengan pasien corona, lakukan karantina mandiri. Sebetulnya sama saja. Tetapi istilah isolasi mandiri untuk orang sakit, sementara kalau sehat, dinamakan karantina mandiri.

Isolasi mandiri di rumah harus dilakukan secara benar guna memutus mata rantai penularan. Apabila salah dalam pengaplikasian, isolasi mandiri justru akan memunculkan klaster keluarga.

Berikut cara isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 yang benar, seperti dikutip cermati.com beberapa kriteria yang boleh melakukan solasi mandiri, diantaranya:

  • Tanpa gejala
  • Mengalami gejala ringan dan sedang, seperti demam atau riwayat demam dengan suhu di atas 38 derajat celsius, atau batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan pilek
  • Tidak memiliki penyakit penyerta
  • Rumah memenuhi syarat untuk isolasi mandiri
  • Lingkungan mendukung pemenuhan kebutuhan fisik, mental, dan medis pasien
  • Pada kondisi tertentu pun bisa isolasi mandiri atas izin dokter, misal karena rumah sakit penuh.

Keluarga Anda yang tinggal bersama orang yang isoman juga wajib karantina mandiri selama 14 hari.

Rumah yang menjadi tempat isolasi mandiri pun tidak boleh sembarangan, harus memenuhi syarat, seperti:

  • Memiliki ruangan khusus terpisah untuk isolasi dengan ventilasi yang baik (pintu dan jendela)
  • Memiliki kamar mandi terpisah, jika hanya satu buka ventilasi udara dan beri jeda sebelum digunakan kembali.
  • Ruangan yang sering digunakan bersama, seperti dapur mesti punya ventilasi yang baik.
  • Jika hanya memiliki satu kamar, gunakan Kasur yang berbeda dengan minimal jarak 1m
  • Rutin bersihkan kamar mandi atau toilet dengan air dan sabun atau deterjen, terutama pada permukaan yang sering dipegang bersama, seperti gagang pintu, keran, flush toilet, gayung, dan lainnya.

 

Selama isolasi mandiri, Anda harus membatasi aktivitas di luar kamar dan senantiasa menggunakan masker. Menggunakan alat makan, minum serta mandi terpisah. Konsumsi makanan bergizi, tidur cukup 6-8 jam per hari, hindari stres, minum obat sesuai anjuran dokter, dan selalu melaporkan perkembangan kondisi ke dokter

Keluarga pasien di rumah pun perlu melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Batasi hanya satu orang yang berinteraksi khusus merawat pasien (pilih orang yang sehat tanpa penyakit lain yang melemahkan daya tahan tubuh)
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, kemudian mengeringkannya dengan handuk kertas
  • Memakai masker medis bila berinteraksi dengan pasien atau ke kamar isolasi
  • Menggunakan sarung tangan dan masker medis bila kontak dengan darah/tinja/air kencing/cairan tubuh pasien
  • Memberi dukungan kepada pasien
  • Selalu mengawasi perkembangan gejala pasien dan melapor ke dokter.

Anda juga harus memperhatikan cara mencuci perabotan dan mengurus sampah medis, seperti masker dan sarung tangan dengan benar. Jika tidak, ini bisa jadi sumber penularan virus covid-19. Cara mencuci perabotan yang benar:

  • Pakaian, sprei, handuk, masker kain yang kotor ditempatkan di kantong khusus
  • Cuci dengan sabun cuci dan air suhu 60-90 derajat celcius
  • Alat makan dicuci dengan sabun dan air hangat
  • Gunakan sarung tangan saat mencuci
  • Sampah masker dan sarung tangan dijadikan satu di tempat yang tertutup rapat sebelum dibuang
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai dan melepas sarung tangan maupun masker.

Bila dokter sudah memberi lampu hijau isolasi mandiri selesai, langkah berikutnya Anda harus membersihkan kamar. Cara yang baik dan benar:

  • Buka ventilasi jendela
  • Bersihkan permukaan perabotan dan lantai dengan air dan deterjen atau desinfektan
  • Ganti dan cuci sprei, sarung bantal dan guling, serta handuk.

Kalau gejala Covid-19 yang Anda rasakan makin memburuk, segera pergi ke rumah sakit.

Indonesia Waspada Covid-19

Kasus infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, terus meningkat belakangan ini. Pencetusnya adalah empat varian baru virus yang sejauh ini sudah diidentifikasi lebih mudah menginfeksi dan menyebar. Tidak terkecuali di Indonesia. Hasil pengurutan gen yang dilakukan telah menemukan tiga dari empat varian itu dalam sampel specimen Covid-19 tanah air. Ketiganya adalah Covid-19 varian Alpha atau B.1.1.7; varian Beta atau B.1.351; dan varian Delta atau B.1.617.

Penyebaran virus Covid-19 mengakibatkan lonjakan angka pasien yang terinfeksi virus tersebut. Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia terus menanjak. Pada Minggu (20/6) tercatat tambahan kasus sebanyak 13.737 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 12.906 pasien pada hari ini Sabtu (19/6/2021). Pada Jumat (18/6) tercatat 12.990 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 bisa menembus angka 2 juta dalam hitungan hari.Sedangkan data pasien sembuh ‘hanya’ 6.385 orang. Namun, kabar buruknya lagi dalam sehari ada 371 orang meninggal, sehingga total meninggal 54.662 orang.

Kenaikan ini juga terasa pada beberapa kota besar sehingga terjadi kondisi ‘kolaps’ di rumah sakit karena sudah tidak adanya tempat untuk menampung pasien Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat mulai  melonggarkan  protokol kesehatan. Padahal, vaksinasi yang telah diberikan tidak bisa 100% menangkal infeksi virus corona. Di DKI Jakarta kini ketersediaan daya tampung RS untuk pasien positif Corona mencapai 80%.

Situasi ini hanya bisa diatasi dengan melakukan kembali  protokol kesehatan yang sesuai standar. Dengan cara, meski sudah divaksin, tetap harus menggunakan masker secara benar. Mencuci tangan hingga bersih, minimal 20 detik dengan air mengalir dan sabun. Menjaga jarak setiap saat sepanjang 2m. Mengurangi mobilitas, bepergian hanya dalam kondisi darurat dan lakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. Menghindari keramaian, hindari tempat dengan jumlah orang yang banyak seperti mall, pasar, tempat umum lainnya. Menghindari makan bersama, saling menjaga dengan makan secara bergiliran.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search