covid-19

Laznas BSMU Bantu Percepat Target Vaksinasi di Indonesia

Laznas Bangun sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)  berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggelar vaksinasi COVID-19 secara door to door dan jemput bola kepada 400 warga Jakarta selama dua hari pada 24-25 Juli 2021. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat target vaksinasi pemerintah secara maksimal, terutama pada wilayah-wilayah padat penduduk yang tidak tersentuh sentra vaksinasi.

Program kolaborasi bernama “Vaksinasi untuk Indonesia Tangguh” ini dilangsungkan di dua lokasi di Jakarta Pusat yaitu di Masjid Jami Aisyah Gani pada 24 Juli 2021 dan Masjid Jami’ An-Nur Yayasan Wihdatul Muslimat pada 25 Juli 2021 dengan menghadirkan ambulans vaksinasi yang dilengkapi dengan tenaga kesehatan. Rentang usia peserta yang dapat ikut dalam program vaksinasi ini mulai dari anak-anak dengan usia minimal 12 tahun hingga lansia.

Pelaksanaan hari pertama Vaksinasi untuk Indonesia Tangguh dihadiri oleh Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia M. Arief Rosyid Hasan, Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma, dan Direktur Implementation Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto .

Program kolaborasi vaksinasi ini dilaksanakan secara door to door dan jemput bola, sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya kerumunan dan antrean panjang khususnya pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jakarta.

Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma berharap kegiatan vaksinasi ini bisa diikuti oleh stakeholder dan perusahaan lain agar target percepatan pemerintah bisa tercapai. “Hal ini karena secara fakta di lapangan masih banyak warga yang belum melakukan vaksin,” kata Dhany Sukma.

Direktur Implementation Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto berharap dengan kolaborasi program yang dilakukan dapat memudahkan masyarakat khususnya di Jakarta Pusat untuk mengakses vaksin COVID-19. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Yayasan BSMU dalam upaya penanganan kasus COVID-19 di DKI Jakarta,” kata Fauzi.

Tips Meningkatkan Saturasi Oksigen

Mengecek kadar oksigen dalam tubuh terutama bagi pasien isolasi mandiri dirumah harus dilakukan secara berkala. Alat yang bernama alat puls oximeter.  Pengukuran saturasi oksigen untuk mengetahui kondisi saturasi, sehingga apabila saturasi rendah bisa segera melakukan tindakan.

Level Saturasi Oksigen

95 – 100        Dalam kondisi baik

93-94             Perlu berbaring untuk meningkatkan kadar oksigen

< 92                Perlu ke RS untuk mendapatkan perawatan dokter

< 80                Perlu menggunakan ventilator

Pada saat mengetahui kondisi saturagi dalam tubuh menurun, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah jangan panik. Cara sederhana yang bisa dilakukan saat pasien isolasi mendiri di rumah adalah menggunakan teknik proning.

Adapun teknik pernapasan ini, pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen, posisinya sebagai berikut:

  1. Posisi pertama: Gunakan alas dan bantal dibawah leher, pinggul dan kaki. Berbaring di atas perut dalam 30 menit.
  2. Posisi Kedua: Gunakan alas dan bantal dibawah leher, pinggul dan dijepit kedua kaki. Berbaring ke sisi kanan dalam 30 menit.
  3. Posisi Ketiga: Gunakan penyangga bantal dengan posisi setengah duduk. Berbaring sambil duduk dalam 30 menit.

Lakukan teknik ini berulang kali. Upayakan selama melakukan teknik ini berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Apabila setelah melakukan secara sering teknik ini namun belum bisa bisa meningkatkan saturasi oksigen, segera ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sumber : Kemenkes

Cara Menghadapi Siaga 1 Bencana Covid-19

Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi siaga 1 Covid-19 gelombang kedua. Dalam rangka mendapatkan informasi yang tepat Laznas BSMU mendatangkan ahlinya yaitu Dewi Nur Aisyah, BSc. (Hons), MSc, DIC, PhD, Ketua Bidang Data & Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Nasional.

Indonesia saat ini mengalami penambahan kasus tertinggi di dunia yaitu 56.757 kasus (16/7). Angka saat ini mengalami kenaikan pada puncak yang pertama yaitu di bulan Februari. Hal ini dikarenakan mobilisasi massa dan varian baru yang masuk ke Indonesia. Dampaknya adalah tingginya angka kematian, dengan angka kematian dibulan Juli sudah mencapai 11.701, yang biasanya sebulan hanya 7ribu ini baru ditengah bulan sudah mencapai angka tersebut. Angka kesembuhan yang ditetapkan oleh WHO adalah 5% sedangkan Indonesia belum pernah mencapainya.

PPKM darurat menjadi sebuah solusi bagi kondisi saat ini, walaupun bukan merupakan kondisi ideal bagi sebagian orang. Saat ini zona merah tidak hanya di pulau Jawa saja tetapi juga telah merabah ke pulau Sumatra dan Kalimantan. Untuk menanggulanginya dibutuhkan kepatuhan secara individu dan kepatuhan secara kolektif. Menjaga diri kita dan keluarga adalah tetap dengan menggunakan 3M.

Sesuai dengan penelitian Internasional bahwa penularan hanya dapat dilakukan dengan cara pencegahan.  Pencegahan yang paling efektif adalah jaga jarak, dengan jaga jarak 1 m maka akan mengurangi angka penularan sebanyak 85%. Kombinasi harus dilakukan agar dapat melakukan pencegahan secara  maksimal, tidak bisa dilakukan hanya salah satu dari 3M.

Pentingnya menjaga Iman (menjalankan ibadah sesuai dengan agama), Aman (memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan dan mencuci tangan), Imun (olah raga teratur, istirahat cukup, tidak panik dan makanan bergizi).

Ada beberapa cara melindungi diri dan keluarga:

  1. Gunakan masker Double, dengan cara penggunaan masker medis didalam dan masker kain di luar
  2. Saat menerima pengantaran makanan jaga jarak dengan pengirim, disinfektan dan cuci tangan setelahnya
  3. Mandi setelah sampai rumah setelah bepergian
  4. Tetap menggunakan masker dan jaga jarak saat bertemu teman, saudara maupuntetangga
  5. Minum vitamin untuk meningkatkna daya tahan tubuh
  6. Tidak berkumpul pada kegiatan sosial (arisan, acara ulang tahun, pernikahan, dst)
  7. Saling mengingatkan kepatuhan protkes
  8. Jika muncul gejala, gunakan masker dan isoman hingga hasil tes keluar
  9. Lakukan vaksinasi 2 dosis

Seluruh upaya bersama untuk perlindungan maksimal adalah dengan melakukan pencegahan secara berlapir, yang merupakan kewajiban pribadi dan juga kewajiban bersama.


Donasi Covid

Bantuan Sembako Bagi Isoman Covid-19

Indonesia saat ini sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Hal tersebut menyebabkan ketersediaan Bed Occupation Rate (BOR) Rumah sakit semakin menipis, sehingga banyak pasien Covid-19 yang memutuskan untuk melakukan Isolasi Mandiri (ISOMAN). Laznas BSMU melalui tim BSMU Care mengambil peranan dalam membantu pasien yang terpapar virus corona dengan gejala ringan dan melakukan ISOMAN.

Ahad 11 Juli 2021 Laznas BSMU membantu meringankan para terdampak Covid-19 kepada warga di Pengadegan, Jakarta Selatan. Sejumlah keluarga Isoman telah menerima bantuan dari para donatur, yang diwakili oleh bapak Lurah Pengadegan. Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, dan pendampingan dokter selama Isoman. Bantuan yang diberikan selama periode oktober 2020 – Juni 2021 untuk daerah Jabodetabek. Pada periode ini penerima manfaat yang telah diberikan bantuan sebanyak 76 jiwa.

Peran aktif Laznas BSMU dalam penanggulangan Covid-19 masih terus berjalan. Distribusi penerima manfaat akan diluaskan menjadi seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan Unit Respresentative Office di 8 wilayah, yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunasi Sadikin, varian delta Covid-19 telah menyebar ke luar Pulau Jawa. Kondisi ini mengkhawatirkan. Ada 7 provinsi di luar Pulau Jawa yang menjadi perhatian yakni 5 provinsi dari Sumatra dan 2 dari Pulau Kalimantan.

Permasalahan pandemi virus corona adalah masalah bangsa yang harus diselesaikan bersama – sama. Laznas BSMU mengajak semua masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menekan angka kasus positif dengan cara tetap menjaga 5M dan membantu para penderita Covid-19.

Cara Isolasi Mandiri Yang Baik dan Benar Di Rumah

Kasus Covid-19 saat ini sedang naik di Indonesia. Sehingga mengakibatnya terisi penuhnya rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19. Bed Occupation Rate (BOR) secara nasional sudah mencapai 75% dan di wisma Atlit sendiri mencapai hampir 90% (sumber : detik.com). Hal ini menyebabkan pasien yang terindikasi positif covid tidak bisa seluruhnya ditampung. Sehingga pilihannya adalah untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Jika Anda suspek atau sudah positif kena Covid-19, dapat melakukan isolasi mandiri. Sedangkan kalau Anda menjadi salah satu kontak erat dengan pasien corona, lakukan karantina mandiri. Sebetulnya sama saja. Tetapi istilah isolasi mandiri untuk orang sakit, sementara kalau sehat, dinamakan karantina mandiri.

Isolasi mandiri di rumah harus dilakukan secara benar guna memutus mata rantai penularan. Apabila salah dalam pengaplikasian, isolasi mandiri justru akan memunculkan klaster keluarga.

Berikut cara isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 yang benar, seperti dikutip cermati.com beberapa kriteria yang boleh melakukan solasi mandiri, diantaranya:

  • Tanpa gejala
  • Mengalami gejala ringan dan sedang, seperti demam atau riwayat demam dengan suhu di atas 38 derajat celsius, atau batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan pilek
  • Tidak memiliki penyakit penyerta
  • Rumah memenuhi syarat untuk isolasi mandiri
  • Lingkungan mendukung pemenuhan kebutuhan fisik, mental, dan medis pasien
  • Pada kondisi tertentu pun bisa isolasi mandiri atas izin dokter, misal karena rumah sakit penuh.

Keluarga Anda yang tinggal bersama orang yang isoman juga wajib karantina mandiri selama 14 hari.

Rumah yang menjadi tempat isolasi mandiri pun tidak boleh sembarangan, harus memenuhi syarat, seperti:

  • Memiliki ruangan khusus terpisah untuk isolasi dengan ventilasi yang baik (pintu dan jendela)
  • Memiliki kamar mandi terpisah, jika hanya satu buka ventilasi udara dan beri jeda sebelum digunakan kembali.
  • Ruangan yang sering digunakan bersama, seperti dapur mesti punya ventilasi yang baik.
  • Jika hanya memiliki satu kamar, gunakan Kasur yang berbeda dengan minimal jarak 1m
  • Rutin bersihkan kamar mandi atau toilet dengan air dan sabun atau deterjen, terutama pada permukaan yang sering dipegang bersama, seperti gagang pintu, keran, flush toilet, gayung, dan lainnya.

 

Selama isolasi mandiri, Anda harus membatasi aktivitas di luar kamar dan senantiasa menggunakan masker. Menggunakan alat makan, minum serta mandi terpisah. Konsumsi makanan bergizi, tidur cukup 6-8 jam per hari, hindari stres, minum obat sesuai anjuran dokter, dan selalu melaporkan perkembangan kondisi ke dokter

Keluarga pasien di rumah pun perlu melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Batasi hanya satu orang yang berinteraksi khusus merawat pasien (pilih orang yang sehat tanpa penyakit lain yang melemahkan daya tahan tubuh)
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, kemudian mengeringkannya dengan handuk kertas
  • Memakai masker medis bila berinteraksi dengan pasien atau ke kamar isolasi
  • Menggunakan sarung tangan dan masker medis bila kontak dengan darah/tinja/air kencing/cairan tubuh pasien
  • Memberi dukungan kepada pasien
  • Selalu mengawasi perkembangan gejala pasien dan melapor ke dokter.

Anda juga harus memperhatikan cara mencuci perabotan dan mengurus sampah medis, seperti masker dan sarung tangan dengan benar. Jika tidak, ini bisa jadi sumber penularan virus covid-19. Cara mencuci perabotan yang benar:

  • Pakaian, sprei, handuk, masker kain yang kotor ditempatkan di kantong khusus
  • Cuci dengan sabun cuci dan air suhu 60-90 derajat celcius
  • Alat makan dicuci dengan sabun dan air hangat
  • Gunakan sarung tangan saat mencuci
  • Sampah masker dan sarung tangan dijadikan satu di tempat yang tertutup rapat sebelum dibuang
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai dan melepas sarung tangan maupun masker.

Bila dokter sudah memberi lampu hijau isolasi mandiri selesai, langkah berikutnya Anda harus membersihkan kamar. Cara yang baik dan benar:

  • Buka ventilasi jendela
  • Bersihkan permukaan perabotan dan lantai dengan air dan deterjen atau desinfektan
  • Ganti dan cuci sprei, sarung bantal dan guling, serta handuk.

Kalau gejala Covid-19 yang Anda rasakan makin memburuk, segera pergi ke rumah sakit.

Indonesia Waspada Covid-19

Kasus infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, terus meningkat belakangan ini. Pencetusnya adalah empat varian baru virus yang sejauh ini sudah diidentifikasi lebih mudah menginfeksi dan menyebar. Tidak terkecuali di Indonesia. Hasil pengurutan gen yang dilakukan telah menemukan tiga dari empat varian itu dalam sampel specimen Covid-19 tanah air. Ketiganya adalah Covid-19 varian Alpha atau B.1.1.7; varian Beta atau B.1.351; dan varian Delta atau B.1.617.

Penyebaran virus Covid-19 mengakibatkan lonjakan angka pasien yang terinfeksi virus tersebut. Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia terus menanjak. Pada Minggu (20/6) tercatat tambahan kasus sebanyak 13.737 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 12.906 pasien pada hari ini Sabtu (19/6/2021). Pada Jumat (18/6) tercatat 12.990 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 bisa menembus angka 2 juta dalam hitungan hari.Sedangkan data pasien sembuh ‘hanya’ 6.385 orang. Namun, kabar buruknya lagi dalam sehari ada 371 orang meninggal, sehingga total meninggal 54.662 orang.

Kenaikan ini juga terasa pada beberapa kota besar sehingga terjadi kondisi ‘kolaps’ di rumah sakit karena sudah tidak adanya tempat untuk menampung pasien Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat mulai  melonggarkan  protokol kesehatan. Padahal, vaksinasi yang telah diberikan tidak bisa 100% menangkal infeksi virus corona. Di DKI Jakarta kini ketersediaan daya tampung RS untuk pasien positif Corona mencapai 80%.

Situasi ini hanya bisa diatasi dengan melakukan kembali  protokol kesehatan yang sesuai standar. Dengan cara, meski sudah divaksin, tetap harus menggunakan masker secara benar. Mencuci tangan hingga bersih, minimal 20 detik dengan air mengalir dan sabun. Menjaga jarak setiap saat sepanjang 2m. Mengurangi mobilitas, bepergian hanya dalam kondisi darurat dan lakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. Menghindari keramaian, hindari tempat dengan jumlah orang yang banyak seperti mall, pasar, tempat umum lainnya. Menghindari makan bersama, saling menjaga dengan makan secara bergiliran.

QURBAN FROM HOME, TETAP PEDULI DIMASA PANDEMI

BSM Umat – Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, rahmat dan hidayah untuk senantiasa bersyukur terhadap rizki yang telah didapat. Idul Adha sebentar lagi, bagi yang mampu disunnahkan untuk berQurban sebagai bukti ketaqwaan kepada Allah SWT.

Laznas BSM Umat kembali mengadakan program  “QURBANMAZING 2020/1441H” dengan tema “Qurban From Home, Tetap Peduli di masa Pandemi”. Penyaluran Hewan kurban akan didistribusikan ke 9 wilayah di Indonesia dengan penerima masyarakat dhuafa dan orang terdampak Covid-19.  Hewan qurban dibeli dari peternak binaan Laznas BSM Umat dan Mandiri Syariah.

Adapun Daftar Harga QurbanMazing, sbb :
1. Qurban Ekonomis Rp 2.100.000 (Domba/Kambing 25kg-29kg)
2. Qurban Premium Rp 2.550.000 (Domba/Kambing 30kg-35kg)
3. Qurban Sapi Rp 14.500.000 (Sapi 250-300kg) khusus penyaluran Indonesia Timur
4. Qurban Palestina Rp 38.500.000 (Sapi 1 ekor >300kg)
5. Qurban Patungan Rp 2.100.007 (Sapi 1/7 250-300kg)

Idul Adha dapat menjadi momentum kebangkitan perekonomian warga yang saat ini sedang krisis akibat Pandemi Covid-19.
Kemudahan pembayaran yang ditawarkan oleh Laznas BSM Umat dengan menggunakan 3 metode pembayaran online, yaitu :
1. Mandiri Syariah Mobile ▶️ Pembelian Hewan Qurban ▶️ Laznas BSM Umat
2. Scan QRIS via ▶️ OVO, Go-Pay dan LinkAja (bebas biaya, bisa dari mana aja!)
3. Transfer ke Rekening BSM (kode 451) 700 136 1036 a.n Yayasan BSMU – Qurban

Sehingga walaupun di rumah saja tetap bisa berqurban tanpa ketakutan lagi karena COVID19.

Cairan Pembersih Tangan (Hand Sanitizer)

BSM Umat – Saat ini, pasien positif corona semakin meningkat yaitu menjadi 514 orang dengan angka kematian adalah 40 orang dan selamat 30 orang. Hingga saat ini kegiatan mencuci tangan menjadi salah satu cara yang  efektif untuk melakukan pencegahan terhadap COVID-19. Hal ini karena dalam proses mencuci tangan dapat membuat virus tersebut mati. Namun bila kondisi jauh dari air atau sulit mendapatkan air maka hand sanitizer menjadi salah satu alternatif mencuci tangan. 

Mencuci tangan dengan sabun atau pun menggunakan hand sanitizer akan efektif jika dilakukan dengan cara yang benar dan untuk mengetahui caranya kamu bisa membaca artikel tentang Cara Mencuci Tangan Yang Benar. Hand sanitizer adalah cairan atau gel umumnya digunakan untuk mengurangi penularan. 

Pembersih tangan berbasis alkohol, dan “alkohol tangan” atau “agen antiseptik tangan” perawatan kesehatan ada dalam formulasi cairan, busa, dan gel yang mudah mengalir. Produk dengan volume alkohol 60% hingga 95% adalah antiseptik yang efektif. Konsentrasi yang lebih rendah atau lebih tinggi kurang efektif; sebagian besar produk mengandung antara 60% dan 80% alkohol. 

Dengan menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol dapat membunuh banyak jenis bakteri, termasuk bakteri yang resisten antibiotik dan bakteri  Termasuk dapat membunuh virus yang terselubung seperti virus flu, HIV dan virus corona. Kandungan alkohol dalam hand sanitizer (pembersih tangan) membutuhkan waktu 10-15 detik untuk dapat bekerja secara efektif. Sehingga dengan melakukan cara membersihkan tangan dengan benar akan membuat fungsi hand sanitizer menjadi lebih optimal.

Mandiri Syariah dalam hal menjaga kesehatan masyarakat bersama BSM Umat telah memberikan 40 hand sanitizer gratis kepada warga yang tidak mampu di daerah Pancoran Jakarta Selatan. Hal ini dianggap sangat penting karena warga yang tidak mampu sangat rentan untuk terserang virus Corona Covid19. Yuk #hadapibersamacorona dengan peduli dengan lingkungan sekitar. Untuk mendapatkan pelayanan mengenai Wabah Virus Corona dapat menghubungi BSM Umat Crisis Center Covid-19 : 0812 -9641-2453

 

PENYALURAN INFAQ BERAS SANTRI MANDIRI

BSM Umat – Program Beras santri Mandiri yang sudah berjalan beberapa bulan saat ini telah menyalurkan ke Khadijah Boarding School merupakan pondok pesantren yang dikhususkan bagi Akhwat. Santri Khadijah Boarding School terdiri dari yatim dan dhuafa dari seluruh Indonesia. Efek ekonomi akibat pandemi Covid-19 terus dirasakan oleh masyarakat yang tergolong lemah. Hal ini membuat pihak asrama kesulitan untuk membeli beras.

“Sebagian santri telah dipulangkan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, tetapi santri yang berasal dari luar pulau masih menetap di sini. Pesantren saat ini sedang kekurangan beras karena harga yang melambung tinggi” ujar pengurus yayasan.

Ciputat menjadi salah satu daerah tanggap darurat penyebaran Covid-19, sehingga santri harus selalu menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19. 

Alhamdulillah, pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2020 BSM Umat hadir memberikan bantuan beras sebanyak 1500 kg, amanah dari para nasabah Mandiri Syariah dalam program Infaq Beras Santri Mandiri. Di Pondok Khadijah telah tersalurkan sebanyak 500 kg beras dan 1000 kg beras disalurkan juga ke 7 pesantren lainnya, seperti Yayasan Al Muta’arif, Ponpes Insan Qurani, Ponpes Daar El Hikam, Yatimku Laa Tahzan, Bima Azzahra Yatim, Rumah Qur’an Al Manar, Ruhama Al Fajar.

Terima kasih nasabah Mandiri Syariah yang telah ikut dalam Program Infaq Beras Santri Mandiri, sehingga dapat membantu anak-anak yatim dan dhuafa agar tetap sehat di tengah wabah Covid-19. Semoga segala sedekah jariyah selalu memberikan keberkahan yang berlipat. Aamiin

Sumber : Mitra Umat Grout

Pentingnya Cuci Tangan Yang Benar

BSM Umat – Setelah melakukan berbagai macam aktivitas terkadang kita sering lupa untuk mencuci tangan, padahal tangan menjadi salah satu tempat berkumpulnya berbagai macam bakteri, kuman, dan virus yang dapat  menjadi penyebab berbagai macam jenis penyakit dan virus. Virus  COVID-19 yang saat ini sedang menjadi pandemi juga bisa menyebar melalui tangan. Hampir 90% penyakit disebarkan melalui tangan , sungguh berbahaya bukan?

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan virus Covid 19 kita harus semakin disiplin dalam mencuci tangan setelah  melakukan aktifitas  atau menyentuh sesuatu. Mencuci tangan tidak cukup hanya menggunakan air saja tapi harus dengan menggunakan sabun. Jika hanya menggunakan air saja ada kemungkinan masih ada kuman/virus/bakteri yang tertinggal di tangan.

Tahukah kamu ada enam langkah cuci tangan yang baik dan benar. Hal ini penting agar kegiatan cuci tangan menjadi efektif untuk pencegahan COVID-19.

6 Langkah Cuci Tangan pakai Sabun yang Benar :

• Mulailah membasuh tangan dengan air bersih yang mengalir, lalu gunakan sabun cuci tangan ke telapak tangan Anda secukupnya. Rekatkan antara tangan kanan dan tangan kiri Anda. Kemudian gosok kedua telapak tangan

• Gosok punggung tangan secara bergantian. Biasanya bagian ini sering terlupa orang yang cuci tangan.

• Gosok sela-sela jari tangan. Bagian jari ini kerap menjadi tempat bersarangnya kotoran dan bakteri usai beraktivitas.

• Posisi kunci tangan, agar lebih merata ke seluruh bagian tangan.

• Putar jempol kearah dalam menggunakan telapak tangan  dan sebaliknya.

• Putar ujung jari jemari tangan kanan ke telapang tangan kiri dan sebaliknya.

Untuk mendapatkan tutorial mencuci tangan dengan baik dan benar kamu bisa mendownload poster Cara Mencuci Tangan Yang Benar.

Untuk memasyarakatkan kebiasaan mencuci tangan ini, pada hari jumat kemran BSM umat telah menyalurkan alat pencuci tangan di Rusun Bidara Cina Jatinegara. Semoga dengan alat ini, masyarakat menjadi semkain mudah untuk menjaga kebersihan tangannya dan  rantai penyebaran COVID19 dapat diputus sesegera mungkin.

Pemberian pelaralatan cuci tangan sangat disamput gembira oleh warga terutama di RW16 Blok A-B Rusun Bidara Cina Jakarta. 

Sumber : Tim Simpati Umat dan www.rsbedahsiaga.co.id

 

Scroll to top