bwm;ojk;BI;usahamikro;UMKM

Laz BSMU dan BSI Bersama OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro di Solo

Guna Dukung Pemberdayaan Ekonomi Sekitar Pesantren

Surakarta, Ahad 7 Maret 2021 – Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan dua Bank Wakaf Mikro (BWM) baru. Acara peresmian yang berlokasi di kantor OJK Solo ini, diresmikan langsung oleh Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Anton Sukarna selaku Direktur Distribution & Sales BSI, Rizqi Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif Laz BSMU beserta jajarannya, turut serta dihadiri Gibran Rakabuming selaku Walikota Solo, Drs KH. Abdul Rozak Shofawi selaku pengurus pondok pesantren Al Muayyad, serta Gus Ahmad Alamul Huda, MSi selaku pengurus pondok pesantren Al Mushoffa.

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan harapannya “Semoga BWM Al Mushoffa dan Al Muayyad dapat menjadi model terbaik BWM di Indonesia, tentunya dengan menerapkan prinsip kebermanfaatan yang luas dan tata kelola yang baik.”

Laz BSMU sebagai pengelola program LKMS-BWM menyatakan, hingga akhir tahun 2020 sudah terdapat pendampingan program di 60 BWM di seluruh Indonesia. Walaupun di tengah pandemi, tidak menyurutkan kami untuk pembentukan BWM baru.

Wimboh Santoso menyatakan dalam sambutannya, “BWM didirikan untuk bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep sangat sederhana, namun memudahkan untuk peningkatan usaha mikro di sekitar pesantren, dan kini produk anggota BWM sudah dapat ditampilkan di marketplace”.

Tujuan utama dari didirikannya BWM ini adalah untuk menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal, terutama masyarakat disekitar pesantren.

Fokus Diskusi Group (FGD) dan Rapat Evaluasi Program LKMS BWM 2019

BSM Umat – Pada hari jum’at tanggal 20 September 2019 bertempat di Gedung OJK Perkantoran BI Jakarta di ruang Rapat  DBPS telah dilakukan Fokus Diskusi Grup (FGD) dan Evaluasi 2019.

FGD melakukan bahasan dan meminta masukan Peserta yang berasal dari Perbankan Syariah, Laznas BSMU selaku pengelola program, Akademisi Kampus, Konsultan Pinbuk dan perwakilan LKMS BWM Lan Taburo.

Menurut Bapak Syukro selaku Kabag Dewan Pengawasan Bank Syariah, bahwa program LKMS BWM akan dinaikkan dari PK (Program Khusus) menjadi Program Intensif Harian sehingga memiliki kewenangan dalam hal struktur organisasi, anggaran dan memiliki kebijakan yang lebih jelas.

LKMS BWM adalah program peningkatan akselerasi Inklusi Keuangan Syariah berbasis Pondok Pesantren. Untuk tahun 2019 direncanakan OJK RI bekerjasama dengan LAZNAS BSMU menargetkan 100 LKMS BWM berdiri di Seluruh Indonesia. Tercatat, hingga dengan akhir Agustus 2019 ini sudah berdiri 54 LKMS BWM. (admin)

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search