BSI

Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia Wujudkan Mimpi Menjadi Hafidz Al-Quran

Rumah tahfidz BSI di Cimahi baru diresmikan pada bulan Ramadan kemarin, usianya belum genap 2 bulan berjalan. Anak-anak yang mondok disana saat ini berjumlah 8 orang dengan rata-rata usia kelas X. Selain fokus untuk menghafal Al-Qur’an, disini juga mendapatkan ilmu tentang keislaman. Di rumah Tahfidz anak-anak juga diajarkan untuk mandiri, salah satunya dalam hal mempersiapkan makanan.

Kepulangan mereka kerumah karena libur lebaran menimbulkan rasa kangen tersendiri bagi mereka hingga tidak sabar untuk kembali mondok di rumah tahfidz. Sambutan yang baik juga diberikan oleh orang tua santri yang merasakan perkembangan anaknya yang meningkat selama mondok. Tidak ada lagi kekhawatiran di hati mereka untuk melepaskan anak-anaknya kembali belajar di rumah tahfidz BSI.

Salah satu santri yang bernama Azka dari Sukabumi memberikan pengalamannya selama bergabung di rumah Tahfidz BSI Cimahi.

“Saya merasa bersyukur, bangga, dan merasa beruntung karena tak semua orang dapat masuk di tempat ini. Untuk kesan di Rumah Tahfidz bagus sekali karena sangat membantu terutama kepada para pemuda yang ingin menghafal Al Qur’an dan menjadi teladan yang bisa berguna di masyarakat. Sewaktu pulang kerumah ke Sukabumi saya jadi terbiasa untuk mengerjakan ibadah seperti shalat qiyamul lail, shalat dhuha, menghafal Al-Quran, tilawah, al-ma’surat pagi & petang, dan membantu orangtua dirumah”.

Tanggapan positif juga diberikan oleh orangtua santri. Alhamdulillah dengan anak kami berada di rumah tahfidz, hafalannya semakin terjaga dan kebutuhannya terpenuhi. Kami sangat berbahagia dengan kemajuan yang diperoleh anak kami.

Melalui dana ZISWAF yang disalurkan melalui Laznas BSMU, semakin banyak anak-anak yang bisa mencintai Al-Qur’an sekaligus menghafalnya. Semoga keinginan mereka dapat menjadi kenyataan bersama para muzakki.

Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Lampung Tengah

Jakarta, 21 Maret 2021 – Bank Syariah Indonesia bersinergi bersama BPKH (Badan Pengelolaan Keuangan Haji) dan LAZ Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) membangun Desa berdaya Sejahtera Mandiri Rejosari di Daerah Rejosari, Lampung Tengah. Desa ini dipilih karena kesesuaian dengan penerima manfaat zakat yakni petani mustahik serta wilayahnya yang didominasi persawahan dan perkebunan. Simbolik bantuan diberikan oleh Direktur Sales dan Distribusi Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna, didampingi oleh Direktur Program Laz BSMU, Fauzi Indrianto, serta DR. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku anggota badan pelaksana BPKH yang hadir secara langsung di lokasi program.

 

Dukungan BSI, BPKH dan LAZ BSMU dituangkan dalam bentuk pemberian alat – alat pertanian berupa alat pemisah warna beras (color sorter) dan alat pemisah batu (destoner). Alat ini berfungsi untuk meningkatkan nilai mutu beras serta meningkatkan kualitas harga nilai jual beras dari para petani desa kepada masyarakat sebagai end user.

 

Alhamdulillah, program ini disambut baik oleh kelompok petani Gapsera Sejahtera Mandiri dimana dengan adanya alat ini membuat optimis bagi warga untuk meningkatkan produksi gabah dan nilai jual beras sehat non pestisida yang dihasilkan di Desa Rejosari.

 

Sejak tahun 2018, kelompok petani yang memiliki lebih dari 100 orang ini telah menginisasi penanaman beras organik. Harapannya para petani dapat turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat. Hal ini karena selain pemeliharaannya bebas pestisida dan zat kimia, sifat beras yang mudah terurai oleh tubuh sehingga aman bagi tubuh.

 

Direktur Sales dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan pembangunan Desa Berdaya sejalan value Bank Syariah Indonesia dimana keberadaan bank syariah dapat membangun kesejahteraan ekonomi, sosial dan salah satunya ketahanan pangan. “Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir dan kuat sehingga BSI dapat memberikan kemaslahatan yang luas bagi umat”.

 

Hal senada juga disampaikan Suhendar, Ketua Pengurus LAZ BSMU, “terimakasih kepada seluruh pihak baik Bank Syariah Indonesia dan BPKH yang telah mempercayakan dana sosialnya kepada LAZ BSMU untuk bersinergi dalam program pemberdayaan di Lampung. Kami berharap program ini menjadi jalan mengubah para mustahik (penerima manfaat zakat) menjadi muzzaki (pemberi zakat), sehingga Desa Rejosari menjadi sejahtera dari sisi ekonomi, sosial dan akhlak”.

 

“Kami berharap nilai jual beras organik ini cukup bersaing di pasaran yakni Rp 12.500,-/kg di Lampung serta Rp 13.000/kg untuk luar Lampung, sehingga kesejahteraan para anggota petani di Desa Rejosari bisa meningkat dan manfaatnya terus bergulir bagi warga yang ingin bertani”, tutur Ketua Kelompok Petani Gaptera Sejahtera Mandiri, Sukarlin

Scroll to top