bantuan

Laznas BSMU Berikan Bantuan Makanan Siap Santap Untuk Warga Pademangan Dan Depok

Pandemi menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan. Membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan makanan. Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) membantu mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan makanan siap santap kepada warga yang terdampak pandemi.

Bantuan diberikan pada hari Sabtu, 4 September 2021. Melalui tim BSMU Care bantuan langsung diberikan kepada warga Kampung Muka, Pademangan, Jakarta Utara dan Cimanggis Depok, Jawa Barat. Daerah salur di Cimanggis meliputi Cimanggis, Ciherang, Tapos, Keramat. Daerah yang menjadi didistribusi merupakan salah satu daerah kumuh dan miskin.

Baca juga : Program Warteg Mobile, Berbagi Nasi Berkah

Anak-anak di Kampung Muka terlihat sangat senang ketika mendapatkan bantuan nasi box, nikmat rasanya makanan yang diberikan. Mereka tidak menyangka masih ada yang peduli terhadap mereka.

Melalui program warteg mobile bantuan makanan siap santap sebanyak 1.000 box didistribusikan kepada warga. Makanan yang diberikan adalah menu seimbang yaitu nasi, sayur, lauk pauk dan juga buah. Diharapkan dengan bantuan makanan ini dapat membantu memberikan asupan gizi yang baik kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan distribusi makanan Laznas BSMU langsung menuju ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan. Sehingga bantuan yang berasal dari donatur dapat diberikan kepada tepat sasaran.

Baca juga : Bantuan Tabung Oksigen Untuk IPB

Selain memberikan bantuan berupa makanan siap santap dalam program Covid Laznas BSMU juga memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak, sembako untuk isoman, bantuan tabung oksigen kepada rumah sakit/lembaga, peminjaman tabung oksigen dan masih banyak lagi yang lainnya.

10 Muharram Hari Raya Anak Yatim

Hari ini tanggal 10 Muharram (hari ‘Asyura) pada tahun ini bertepatan dengan hari kemanusiaan sedunia pada tanggal 19 Agustus. Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk berbuat baik dan menyenangkan orang yang dalam kesulitan pada hari ini. Hari yang mulia ini adalah kesempatan langka yang terjadi hanya setahun sekali, sehingga sangat disayangkan jika terlewatkan tanpa berbuat baik.

Muharram termasuk salah satu momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru. Selain peringatan tahun baru hijriah 1 Muharram, sebagian masyarakat menganggap 10 Muharram sebagaian Hari Raya atau lebaran anak yatim.

Istilah Idul Yatama (Hari Raya anak yatim) sebenarnya hanyalah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebab pada saat itu banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud ra. dinyatakan bahwa Hari Raya umat Islam hanya ada dua, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri :

 عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ: مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ الْأَضْحَى، وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah dan mereka (orang Madinah) menjadikan dua hari raya di mana mereka bergembira. Lalu Rasulullah bertanya: “Apa maksud dua hari ini?” Mereka menjawab: “Kami biasa bermain (bergembira) pada dua hari ini sejak zaman Jahiliyah.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untukmu dengan dua hari raya yang lebih baik dari padanya, yaitu hari raya Adha dan hari raya Fitri”(HR : Abu Daud : 1134).

Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram). Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Kemudian dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

 مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.

Penjelasan tentang kemuliaan bulan Muharram ini ditulis oleh KH Sholeh Darat pada bulan Muharram tahun 1317 H. Kemuliaan Bulan Muharram Seperti dikutip dari situs resmi NU, KH Sholeh Darat menyebutkan dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah tentang kemuliaan bulan Muharram.

“Bahwa awal Muharram itu adalah tahun barunya seluruh umat Islam. Adapun tanggal 10 Muharram adalah “Hari Raya”yang digunakan untuk bergembira dengan shadaqah,” ujarnya. Hari raya ini, lanjutnya, adalah untuk mensyukuri nikmat Allah, bukan hari raya dengan shalat. Tetap hari raya dengan pakaian rapi dan memberikan makanan kepada para faqir.

“Sebaiknya orang Islam mengetahui tahun baru Islam. Hari wuquf di Arafah itu akan menjadi hari pertama bulan Muharram dan akan menjadi tanggal 27 bulan Rajab,” tukas KH Sholeh Darat.

Islam mempunyai dua belas bulan dalam hitungan satu tahun menurut hitungan yang telah ditetapkan. Empat bulan di antaranya adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT yaitu, bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sejumlah ahli tafsir bahkan menyebut, amalan-amalan ibadah yang dilakukan selama empat bulan haram itu bakal dilipatgandakan pahalanya. Demikian pula balasan untuk perbuatan buruk pada 4 bulan ini, akan lebih besar.

Hal ini seperti dijelaskan Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir: “Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa di samping melipatgandakan perbuatan baik.”

Waktu belum tentu dapat berulang kembali, ditengah pandemi yang sedang dihadapi memanfaatkan moment ini akan sangat baik sekali. Karena banyak orang yang saat ini sedang membutuhkan bantuan.

Bantuan Mesin Air Alkaline untuk Kemandirian Pesantren

Ditengah kondisi pandemi yang memburuk, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat  ‘urgent’ untuk dicarikan solusinya. Dengan memiliki rencana dan program ketahanan pangan yang baik dapat menghindari adanya kemungkinan yang terburuk misalnya kelaparan dan kekurangan pangan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program ketahanan pangan, telah membidik pondok pesantren terutama pondok pesantren untuk kaum dhuafa untuk dibantu dalam program tersebut. Diharapkan, dengan bantuan yang diberikan itu menjadikan pesantren tersebut dapat mandiri dalam hal ekonomi sehingga ketergantungan terhadap bantuan pihak luar bisa semakin dikurangi, bahkan hilang sama sekali. Pesantren selain menjadi tempat pusat menimba ilmu, juga diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian masyarakat disekitarnya.

Adapun saat ini,  bantuan diberikan kepada pondok pesantren As Syafi’iyah Pondok Gede dan pondok pesantren Al Muhtadin. Bantuan diberikan berupa mesin air Alkaline dengan total bantuan  sebesar Rp 174 juta. Masing-masing pesantren mendapatkan 1 unit mesin. Dalam sehari mesin tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 80 galon. Selain dipergunakan untuk konsumsi pondok pesantren, sebagiannya juga dijual untuk menambah pendapatan pondok.

Adapun alasan dipilihnya dua pesantren tersebut karena merupakan pesantren untuk anak-anak yatim yang tidak memungut biaya untuk santrinya serta dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu disekitar pesantren. Total penerima manfaat untuk dua pesantren tersebut adalah sebanyak 300 santri.

Syifa Fauziya selaku perwakilan pondok pesantren Asy Syafi’iyyah menyatakan, “Kami mendapatkan bantuan mesin kangen water yang insya Allah akan menjadi manfaat bagi santri-santri khususnya yatim Asy Syafi’iyyah. Kami sangat bersyukur dan bergembira atas program ini dan semoga ini bisa menjadi satu unit usaha pesantren kedepannya. Terima kasih untuk seluruh donatur Laznas BSMU, semoga Allah memberikan keridhoannya kepada kita semua.”

Program kemandirian ekonomi melalui program ketahanan pangan terlaksana berkat dana ZISWAF yang diamanahkan melalui Laznas BSMU. Tentunya selama peralatan masih dipergunakan maka pahala akan terus mengalir kepada donatur. Pengelolaan dana ZISWAF melalui lembaga akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Operasi Katarak untuk Warga Bengkalis Riau

Bengkalis – Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati.

Menurut data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto menyebut katarak merupakan penyebab tertinggi kebutaan sekitar 81%.

Dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dapat melihat lebih jernih, Bank Syariah Indonesia bersama Laznas BSMU dan Bulan Sabit Merah Indonesia cabang Bengkalis mengadakan acara operasi katarak. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 2 April sampai dengan 4 April 2021 di Kab. Bengkalis Riau.

Penerima manfaat sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah dan Laznas BSMU karena telah memberikan bantuan operasi katarak ini sehingga mereka bisa memiliki penglihatan yang baik lagi.

Semoga semakin banyak warga yang tidak mampu yang mendapatkan bantuan untuk operasi katarak.

Perjalanan Tim DERC BSMU Care untuk Memberikan Bantuan

Bencana gempa bumi yang menimpa Sulawesi Barat (4/1) dengan kekuatan 6,2 SR telah meluluhlantakan pemukiman dan infrastruktur masyarakat. Hingga saat ini warga belum menjalani kehidupan dengan normal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp 829,1 miliar. Salah satu lokasi yang sangat terdampak adalah jalan poros Majene – Mamuju.

Untuk membantu hal tersebut tim Disaster Emergency Recovery Center (DERC) diterjunkan untuk melakukan recovery infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan mushola sementara yang letaknya tidak jauh dari jalan poros Majene – Mamuju ke arah bukit. Mushola saat ini merupakan sarana yang sangat dibutuhkan, terutama untuk sholat dan anak-anak belajar agama. Apalagi, saat ini akan memasuki bulan Ramadan sehingga mushola yang ada kurang kondusif untuk warga menjalani ibadah karena saat ini menggunakan terpal sebagai penutup sementara.

“Lokasi yang akan dibantu berada diatas bukit dengan jumlah warga ribuan orang”, ujar Pak Dedy Muhardi Kordinator DERC.

Meskipun jalan menuju ke atas bukit masih rusak, tidak menghalangi tim untuk tetap menebarkan kemashlahatan karena banyak warga yang menunggu berdirinya mushola sementara untuk sarana ibadah mereka.

Jembatan Putus karena Banjir Bandang di Lebak Banten

BSM Umat – Pada waktu bersamaan banjir serentak di Jabodetabek di Lebak Banten juga terjadi sebuah bencana yaitu banjir bandang. Banjir bandang di sungai menyebabkan Banjir serentak yang datang ke Jakarta Salah satu lokasi terparah yang terkena dampak banjir adalah Lebak, Banten. Tim BSM Umat membantu evakuasi di sana. Salah satu lokasi yang terparah terdampak banjir bandang adalah Pesantren La Tansa.

Pesantren La Tansa hampir tak berbentuk lagi, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Rumah-rumah rubuh dan yang tersisa hanyalah atap dengan bangunan yang tertimbun lumpur.

Hampir seluruh jembatan yang berada di sungai Ciberang putus. Dikabarkan, ada 30 jembatan putus di daerah Lebak Banten dan harus segera diperbaiki. Putusnya jembatan menyebabkan aktifitas warga menjadi terganggu. Warga harus menggunakan perahu karet untuk sampai ke seberang. Warga yang rumahnya terletak di  perbukitanpun tidak luput dari bencana tanah longsor. Sehingga sulit menyebrang bantuan harus di pikul oleh para relawan untuk diberikan kepada penyintas banjir.

Begitu juga di daerah sekitarnya, yaitu Desa Somang, Sukajaya, Mayak, Susukan dan Sukaramai. Selain kerusakan bangunan juga kerusakan infrastruktur yaitu jembatan yang menghubungkan antardesa tersebut ambruk dan masih belum terjangkau bantuan pemerintah.

Tak hanya pesatren yang terkena dampak bajir bandang tetapi juga sekitar 34 rumah terbawa arus tak berbekas.

Informasi terkini dapat di lihat melalui Instagram @laznasbsmumat. bagi

Yuk, bantu warga lebak untuk membangun kembali jembatan yang putus dengang berdonasi melalui jadiberkah.id.

Bantuan Dana Rp78 Juta untuk Rumah Tahfidz Firdaus

Laznas BSM Umat – Kepedulian Laznas BSM Umat terhadap dunia pendidikan terus digencarkan dengan berbagai cara dan upaya. Salah satunya adalah pemberian bantuan dana operasional kepada sejumlah lembaga pendidikan.

Salah satu lembaga pendidikan yang mendapat bantuan dana tersebut yakni Rumah Tahfidz Firdaus yang berdomisili di Kenten, Sumatera Selatan (Sumsel), sebesar Rp78 juta.

“Alhamdulillah, Rumah Tahfidz Firdaus dapat bantuan dari BSM (Bank Syariah Mandiri) untuk bantuan operasional,” kata salah seorang pengurus Rumah Tahfidz Firdaus, Maulana Achmad, Kamis 16 Maret 2017.

Tentu dengan bantuan dana ini, diharapkan para santriwan dan santriwati bisa termotivasi agar semangat dalam menuntut ilmu. Sehingga bisa menjadi penghafal Alquran dan berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search