bandang

Banjir Bandang di Flores Timur NTT

Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Ahad, 04 April 2021, Pkl. 01.00 WITA mengakibatkan banjir bandang dan longsor di kab. Flores Timur. Desa yang terdampak meliputi Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

 

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pada Senin (05/04) pukul 05.00 WIB, bencana banjir bandang tersebut telah menyebabkan sebanyak 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike. Hingga saat ini total korban meninggal dunia sudah mencapai 55 orang meninggal dunia dan 40 lainnya hilang.

 

Kerugian materil meliputi rusaknyanya rumah warga, baik itu tertimbun lumpur maupun hanyut terbawa banjir. DI Desa Waiburak Kec. Adonara Timur juga dilaporkan jembatan akses penghubung jalan putus. Pemberian bantuan masih sulit  dilakukan lantaran akses ke lokasi bencana terganggu hujan deras dan gelombang tinggi, menurut BNPB.

 

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (04/04) dini hari, disebut seorang warga merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

 

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, mengatakan upaya antisipasi kepada warga “sudah dilakukan dengan menyampaikan informasi cuaca ekstrem” dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

 

“Tapi titik-titik yang terjadi [bencana banjir bandang] tersebut selama ini tidak pernah terkena banjir,” kata Anton, hari Minggu (04/04). (sumber bbc.com)

Scroll to top