Rangga Alif Excellino (Jawa Tengah)

oleh BSMU
71 Campaigns Created
0%
Rp0 dari target Rp2.250.000 goal
Minimum amount is Rp2250000 Maximum amount is Rp2250000
Rp

    Pantang Menyerah dan Selalu Berikan yang Terbaik

    Nama: Rangga Alif Excellino

    Provinsi: Jawa Tengah

    Pendidikan: Kelas 2 SMA

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya Rangga Alif Excellino. Biasa dipanggil Rangga. Umur saya 16 tahun. Saya tinggal di Surakarta, Jawa Tengah dan beragama islam. Hobi saya menggambar, mendengarkan musik, dan public speaking. Cita-sita saya menjadi seorang pembicara. Saya memiliki motto hidup, yaitu pantang menyerah dan selalu melakukan yang terbaik (never give up and always do the best).

    Saya tinggal dengan ibu, ayah, 2 adik, nenek, kakek, dan paman. Ibu saya Bekerja sebagai guru Honorer TK Aisyiyah. Ayah saya bernama Giyarta bekerja sebagai tukang kayu. Saya 3 bersaudara. Adik laki-laki saya berada di bangku kelas 8 SMP dan Adik perempuan saya kelas 3 SD.

    Saat ini saya bersekolah di SMA di Surakarta. Sekarang saya kelas 11 MIPA. Di sekolah, saya sering menjadi perwakilan dan mengikuti kegiatan luar sekolah. Saya mengikuti organisasi sekolah (MPK), ekstrakurikuler seni (EXPRESSO), lomba-lomba sekolah, menjadi Putra SMA 2020, pengurus KREASSO, bagian dari Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba BNN Kota Surakarta, MC suatu acara internal maupun eksternal, dan yang lainnya. Saya suka mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, karena saya ingin membuat diri saya menjadi lebih berkembang lagi.

    Aktivitas Organisasi dan Perlombaan

    Dari dulu, saya tinggal dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan. Setiap hari orang tua saya bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka memiliki 3 anak yang sedang sekolah di bangku SMA, SMP, dan SD. Apalagi di saat pandemi seperti ini, ekonomi keluarga naik turun. Orang tua juga berjualan sampingan agar menambah pemasukan. Tetapi, apapun itu harus disyukuri. Dahulu saat masih awal masuk SMA, saya sempat berpikir tentang biaya sekolah, kuliah, dan lainnya, karena memang orang tua saya menghidupi 3 orang anak yang sama-sama membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Banyak kegiatan juga yang saya ikuti sehingga membutuhkan uang saku yang cukup. Walaupun saya sebagai anak, saya juga ikut berpikir, apakah sanggup membayar semua itu atau tidak, bagaimana saya bisa membantu orang tua saya.

    Sampai di suatu hari ada pengumuman dari sekolah bahwa ada program beasiswa untuk anak dari keluarga yang tidak mampu dan berprestasi. Awalnya saya ragu untuk ikut, karena saya belum pernah mengikuti program-program seperti itu. Tapi, saya nekat dan meminta izin orang tua terlebih dahulu. Setelah mendapatkan izin, saya bergegas menyiapkan syarat-syaratnya dan mengumpulkannya di ruang guru. Setelah itu, saya berdoa agar bisa diterima. Harapan saya ketika sudah diterima, saya bisa memenuhi kebutuhan sekolah saya. Setelah menunggu beberapa minggu, Alhamdulillah saya diterima dalam beasiswa tersebut.

    Sekarang saya sebagai peserta program beasiswa dari SPI Yayasan BSMU. Saya sangat senang, karena Insya Allah bisa membantu meringankan beban orang tua saya. Setiap akhir pekan dan akhir bulan SPI ini mengadakan program mentoring dan NGOPI (Ngobrol Pelajar Inspiratif). Mentoring, kegiatan yang dilakukan setiap akhir pekan 2 minggu di akhir bulan. Mentoring interaktif yang berisi materi dan tugas dan NGOPI yang berisi semacam webinar. Setiap event selalu saya ikuti dengan antusias agar ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat kedepannya.

    Dari situ, saya paham di SPI ini bukan hanya beasiswa saja. Tetapi, ada sebuah kegiatan dan materi tentang semua yang saya butuhkan. Mereka membimbing pesertanya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Misalnya, mengajarkan hidup sehat, pengetahuan dan pengembangan softskill, agama, dan yang lainnya, yang tentunya sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti beasiswa ini, karena selain saya mendapatkan uang pembinaan, saya juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya, tentunya menambah relasi. Saya pun juga sangat senang, karena SPI sangat mengapresiasi kepada siswanya yang berprestasi dengan mendata siswa-siswi yang meraih prestasi setiap bulannnya. Alhamdulillah, saya mendapatkan juara 1, 2, 3 di lomba-lomba olimpiade tingkat nasional.

    Rangga Menjadi Juara Lomba Olimpiade

    Menurut saya, program SPI ini sangatlah membantu jutaan anak yang kurang mampu (termasuk saya) yang mungkin kesulitan dalam hal ekonomi, pengetahuan, dan yang lainnya. Harapan saya Program SPI ini bisa terus dilaksanakan agar anak yang kurang mampu bisa terbantu dalam mewujudkan impiannya dan menjadi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia. Terima kasih SPI. Semoga bisa menjadi amal jariyah. Aamiin.

    Saya juga ingin membagi pengalaman yang paling unik di hidup saya, yaitu saat saya kelas 7. Saya selalu TPA di masjid dekat rumah saya. Suatu hari, saat TPA, saya sedang melihat dua santri yang bernama Faza dan Sasa yang sedang menghafalkan surat An-Naba. Saat itu, saya hanya terkagum dan terus berpikir kenapa mereka bisa menghafalkan surat itu. Saya spontan mengatakan bahwa saya tidak akan pernah bisa menghafal 40 ayat itu. Teman di samping saya, yaitu Kirana pun merasa bahwa dirinya juga demikian. Lalu, TPA dimulai, beberapa saat kemudian selesai dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya tertarik untuk membaca surah tersebut, karena saat itu sedang banyak-banyaknya santri yang menghafal surah-surah pendek. Saya sering membaca dan mendengarkannya sehingga mulai hafal penempatan atau letak ayat, aturan, dan bacaannya. Saya pun mencoba menghafal ayatnya satu persatu yang pendek terlebih dahulu. Setelah itu, baru yang panjang. Beberapa hari kemudian, MasyaAllah, ternyata saya pun bisa menghafal 40 ayat tersebut. Besoknya, saya mengikuti tes surah An-Naba sebagai salah satu perwakilan TPA masjid di kampung saya.

    Ternyata, Kirana, teman saya pun juga ikut. Kita ber-empat, yaitu saya, Faza, Sasa, dan Kirana lulus tes dan dinyatakan sebagai wisudawan tahfidz surah An-Naba. Subhanallah.. Allah pun menunjukkan kebesaran-Nya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk melakukan hal baik selama kita mau berusaha. Allah pasti akan membantu hamba-Nya.

    Rangga menjadi wisudawan tahfidz surah An-Naba

    Kami berharap adik Rangga bisa mendapatkan orang tua asuh yang dapat membiayai pendidikannya selama 1 semester. Adapun biaya yang dibutuhkan Adik Rangga untuk menempuh pendidikan selama 1 semester ialah Rp 2.250.000. Biaya ini akan digunakan untuk Dukungan Beasiswa Pendidikan, Pembinaan Keislaman, dan Pembinaan Akademik. Semoga Orang Tua Asuh yang beruntung bisa mengasuh Adik Rangga, dan semoga selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan diberikan pahala oleh Allah SWT, Amiin Allahumma Aamiin..

    Disclaimer: Laporan pendidikan anak asuh akan dikirimkan kepada Orang Tua Asuh

    NameDonate AmountDate