Facebook

Wakaf

Mengenal Lebih Dalam Sighat Sebagai Salah Satu Rukun Wakaf

Wakaf merupakan amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam wakaf harus ada syarat dan rukunnya agar wakaf menjadi sah. Adapun rukun wakaf terdiri dari Wakif (orang yang mewakafkan), Mauquf (barang yang diwakafkan), Mauquf ‘Alaih (orang atau lembaga yang berhak menerima harta wakaf) dan Shigat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya).

Kali ini akan dibahas mengenai shighat (ikrar) wakaf. Dalam pembahasan fiqih pembahasan sighat wakaf sangatlah luas. Agar lebih memahami sighat wakaf kita perlu mengetahui mengenai sighat mulai dari pengertian wakaf, syarat-syarat, status dan dasar shighot. Dirangkum dari buku Fiqih Wakaf yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji. Untuk memahaminya yuk kita bahas mengenai sighat wakaf.

Pengertian Sighat Wakaf

Sighat wakaf adalah segala ucapan, tulisan atau isyarat dari orang yang bertekad untuk menyatakan kehendak dan menjelaskan apa yang diinginkannya. Namun dalam sighat wakaf cukup dengan ijab saja dari wakif tanpa memerlukan qabul dari mauquf ‘alaih. Qabul tidak menjadi syarat sahnya dan juga untuk syarat untuk berhaknya mauquf ‘alaih memperoleh manfaat harta wakaf, kecuali pada wakaf tidak tertentu. Ini menurut pendapat Sebagian madzhab.

Status Shighat

Status shighat (pernyataan) secara umum adalah salah satu rukun wakaf. Wakaf tidak sah tanpa shighat. Setiap shighat mengandung ijab tapi tidak menuntup kemungkinan mengandung qabul dari mauquf alaih.

Dasar Shighat

Dasar perlunya shighat (pernyataan) karena wakaf adalah melepaskan hak milik dan benda dan manfaat atau dari manfaat saja dan memilikkan kepada yang lain. Maksud tujuan melepaskan dan memilikkan adalah masalah hati. Karena tidak ada yang mengetahui isi hati seseorang. Ijab wakaf tersebut mengungkapkan dengan jelas keinginan wakif memberi wakaf. Ijab dapat berupa kata-kata.

Adapun pedoman susunan lafadz sighat:

  1. Menggunakan kata yang sharih (jelas) yang menunjukkan pemberian wakaf, yaitu kata “wakaf” saja seperti diatas (saya wakafkan…).
  2. Menyebutkan obyek wakaf seperti tanah, rumah dan lain-lain.
  3. Menyebutkan seperlunya keterangan yang jelas tentang keadaan obyek wakaf seperti luas tanah, keadaan bangunan dan alamat.
  4. Tidak perlu mencantumkan kalimat “Saya lepaskan dari milik saya”
  5. Memperhatikan syarat wakaf, seperti Ta’dib (memberi wakaf kepada), Tanjiz (wakaf diberikan kepada yang sudah ada bukan yang aka nada), Al Ilzam (mengikat) dan menjelaskan pihak yang diberi wakaf.

Sejak tahun 2019 Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat resmi menjadi nazhir wakaf. Adapun wakaf yang telah dikelola seperti rumah tahfidz, wakaf uang produktif dan wakaf Al-Qur’an. Bagi yang ingin berwakaf dapat menyalurkannya secara online melalui bsmu.or.id dan jadiberkah.id.

BSI Bersama Yayasan BSMU Perkuat Ekonomi Masyarakat di Sekitar Pesantren

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) berkomitmen untuk memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar pesantren.

Hal ini ditunjukkan dengan kontribusi BSI dan Yayasan BSMU dalam Peresmian Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien dan Penyaluran KUR Klaster, di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung (23/12).

Sejarah Wakaf Pada Masa Kekhalifahan Turki Utsmani

Wakaf memiliki arti penting dalam perekonomian umat islam. Sejarah wakaf sangat dipengaruhi sejarah panjang wakaf yang ada di Turki. Turki mempunyai istilah untuk yaitu vakviye, yang mengandung arti pelayanan publik, untuk mempromosikan moralitas, kebajikan, penghargaan, dan cinta dalam masyarakat.

Sejak masa kekuasaan Turki Ustmani, wakaf telah menghidupi berbagai pelayanan publik dan menopang pembiayaan berbagai bangunan seni dan budaya.

Jenis wakaf yang popular pada masa itu adalah berbagai jenis properti yang tidak bergerak dan wakaf tunai, yang telah dipraktekkan sejak awal abad ke-15 M. Tradisi ini secara ekstensif terus berlangsung sepanjang abad ke-16 M. Sedangkan pada masa pemerintahan Ottmaniah di Turki, dana wakaf berhasil meringankan perbelanjaan negara, terutama untuk menyediakan fasilitas pendidikan, sarana perkotaan dan fasilitas umum lainnya.

Pendidikan era Kesultanan Turki Usmani sifatnya gratis, orang tua wali murid tidak dikenai biaya sekolah. Justru sebaliknya kalau mereka tidak mau menyekolahkan anaknya dikenai sanksi oleh negara. Sumber pendanaan operasional sekolah berasal dari wakaf, pajak lokal, zakat firah, zakat, serta hasil penjualan kulit hewan kurban.

Wakaf benar-benar dirasakan untuk kepentingan umum dan sosial, membantu fakir dan miskin, sehingga manfaat wakaf telah menjadi tulang punggung dalam roda ekonomi pada masa dinasty mamluk. Pada masa dinasty mamluk ini khususnya pada pemerintahan Raja al-Dzahir Bibers al-Bandaq (658-676 H/1260-1277M) Ketentuan ketentuan yang terkait dengan wakaf terhimpun dalam undang-undang wakaf dan Raja al-Dzahir memilih hakim dari masing-masing empat mazhab sunni.

Di zaman kesultanan Utsmaniyah dikenal dengan sebutan Turki Utsmani atau Devlet-i ‘ Aliyye-yi Osmaniyye pengelola wakaf semakin berkembang. Diantara undang-undang yang dikeluarkan pada dinasti Utsmani ialah peraturan tentang pembukuan pelaksanaan wakaf, yang dikeluarkan pada tanggal 19 Jumadil Akhir tahun 1280 Hijriyah.

Undang-undang tersebut mengatur tentang pencatatan wakaf, sertifikasi wakaf, cara pengelolaan wakaf, upaya mencapai tujuan wakaf dan melembagakan wakaf dalam upaya Realisasi wakaf dari sisi administrasi dan perundang-undangan. Pada tahun 1287 Hijriyah dikeluarkan undang-undang yang menjelaskan tentang kedudukan tanah-tanah kekuasaan turki Utsmani dan tanah-tanah produktif yang berstatus wakaf.

Pasca kekuasaan Turki Utsmani (1924 M) Wakaf, dinegara-negara Islam maupun di negeri-negeri Islam terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan pemikiran para pakar/ahli hukum Islam.

Wakaf adalah bentuk lazim filantropi dalam tradisi Islam. Dalam sejarah Turki, yayasan Wakaf dikembangkan selama periode Seljuk (1078-1293) dan dilembagakan dan mengalami masa kejayaan mereka selama periode Utsmaniyah (1299-1923). Wakaf adalah mekanisme institusional utama untuk penyediaan layanan publik secara filantropi.

Wisuda Santri Rumah Tahfidz BSI Sudah Hafidz 30 Juz

Alhamdulillah pada Desember atau di penghujung tahun 2021, Rumah Tahfidz Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) telah mewisuda 5 orang santri. Dengan segala suka dan duka, akhirnya para santri telah mampu menghafalkan 30 juz.

Hal ini menjadi sebuah kegembiraan yang tidak ternilai baik untuk guru, orang tua, sekaligus para wakif, muzakki dari YBSMU.

Pelaksanaan wisuda dilaksanakan pada hari 11 Desember 2021 di Aula Serba Guna Gedung Masjid Raya Bintaro Jaya (Mrbj) Pondok Aren Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan Banten. Turut hadir dalam acara wisuda tersebut bapak Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ichsan. Narasumber tersebut menjadi tamu kehormatan untuk menyematkan tanda wisuda hafidz 30 juz.

Santri tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda, semangat yang membara untuk menjadi seorang hafidz al quran membuatnya tidak kenal Lelah untuk terus menghafal. Menjadi seorang hafidz Qur’an membutuhkan kegigihan, selain membutuhkan ingatan yang cerdas juga membutuhkan mental dan akhlak yang baik karena Al Qur’an itu suci dan menyukai jiwa yang suci.

Beberapa nama santri yang telah diwisuda adalah :

  1. Risky Juni Edi Pane, santri kelahiran Padang Sidempuan tahun 2000 merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Bergabung di Rumah Tahfidz BSI sejak 1 – Januari – 2021 (11 Bulan). Risky memiliki motivasi mulia dalam menghafal Al Qur’an adalah ingin memberi mahkota untuk kedua orang tua.
  2. Hafidz Afza Nurrohman, santri kelahiran Ciamis tahun 1995 merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Bergabung di rumah tahfidz parung bogor sejak 14 Desember 2020 (11 bulan). Hafidz memiliki motivasi mulia untuk menghafal Al qur’an yaitu untuk membahagiakan kedua orang tua beserta kakek dan nenek serta sanak saudara.
  3. Genta Mahesa, santri kelahiran Tangerang tahun 2003, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Bergabung ke Rumah Tahfidz BSI sejak 05 November – 2019 ( 1 Tahun 11 Bulan). Genta memiliki motivasi menghafal Qur’an karena Ingin membangun generasi millenial yang hafal Al-Qur’an.
  4. Muhammad Taufiqurrohman, santri kelahiran Jepara tahun 2000, merupakan 5 bersaudara. Bergabung ke Rumah Tahfidz BSI sejak 02 November – 2019 ( 1 Tahun 11 Bulan). Taufiq memiliki motivasi karena orangtua dan hafidz kecil.
  5. Mohammad Syamiel Basyayef, merupakan hafidz 30 juz termuda, merupakan santri kelahiran Jepara tahun 2004, merupakan 6 bersaudara. Bergabung ke Rumah Tahfidz BSI sejak 11 Desember – 2019 (1 Tahun 11 Bulan). Taufiq memiliki motivasi ingin menjadi pemenang, karena menjadi pemenang kita tidak boleh menyerah, menyerah bukanlah sebuah solusi, berjuanglah dan carilah jalan agar bisa dengan segera mendapat menuju garis akhir.

 

Para santri sangat senang berada di Rumah Tahfidz BSI, suasana yang cukup mendukung membuat mereka mudah dalam menghafal Al Qur’an. Bahkan para santri memiliki tempat-tempat favorite tersendiri untuk menghafal. Semua santri di Rumah Tahfidz BSI tidak dipungut biaya karena berasal dari keluarga yang kurang mampu.

YBSMU berkomitmen untuk menghasilkan generasi qur’ani yang berkualitas. Selain mendapatkan ilmu agama juga mendapatkan keterampilan yang dapat digunakan di masyarakat setelah lulus dari rumah tahfidz. Sehingga kebermanfaatan dana ZISWAF yang telah disalurkan menjadi berkepanjangan.

YBSMU memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Dengan hanya berdonasi 10 ribu tetapi sejuta kebaikan yang dapat dibagikan untuk orang yang membutuhkan. Berwakaf bisa juga dilakukan dengan berdonasi 10ribu. Wakaf online dapat dilakukan melalui jadiberkah.id atau bsmu.or.id/sejutakebaikan.

Perkembangan Wakaf Uang di Indonesia

Wakaf saat ini menjadi perbincangan hangat oleh pemerhati ekonomi Syariah. Dalam kondisi seperti saat ini , wakaf mampu menjadi angin segar pendorong roda ekonomi . Namun, kemampuan mengelola dana umat tersebut harus benar-benar menjadi perhatian agar wakaf menjadi keberkahan untuk wakif, nazhir dan mauquf alaih.

Di Indonesia, wakaf yang paling terkenal adalah wakaf tanah yang biasanya dijadikan bangunan ibadah berupa masjid atau mushola, pendidikan maupun untuk kuburan. Masih jarang yang menjadikan wakaf sebagai alat produktif untuk membantu perekonomian umat. Di berbagai negara lain hal ini sudah mulai dikembangkan, Indonesia masih jauh tertinggal dari negeri lainnya. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri menimbang jumlah umat islam di Indonesia yang cukup banyak

Dilansir dari sumber bwi.go.id yang ditulis oleh Hendri Tanjung, P.Hd., mengenai sejarah wakaf uang di Indonesia.

Wakaf uang di Indonesia mulai dikenal sejak dikeluarkannya fatwa wakaf uang oleh DSN MUI pada 2012.  Fatwa itu berisi lima point penting. Pertama, Wakaf Uang (Cash Wakaf/Waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Kedua, termasuk ke pengertian uang adalah surat-surat berharga. Ketiga, wakaf uang hukumnya jawaz (boleh), sedangkan keempat, wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i dan kelima, nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Di Bangladesh, wakaf uang mulai dikenal tahun 1998.  M.A. Mannan orang yang pertama kali mengenalkannya melalui SIBL (Social Islamic Bank Limited).  SIBL mengeluarkan sertifikat wakaf uang yang pertama dalam sejarah perbankan.  Wakif mendepositokan uangnya ke rekening wakaf uang.  Lalu, bank mengelola uang yang didepositokan tersebut atas nama wakif.  Hasil pengelolaan tersebut akan diberikan kepada mauquf alaih.  Tidak heran kalau SIBL juga memiliki rumah sakit yang dikelola dari hasil wakaf uangnya.

Di Turki, wakaf uang mulai dikenal abad ke 15 Masehi.  Sejak 400 tahun yang lalu , praktik wakaf uang ini telah menjadi trend di kalangan masyarakat.  Pengadilan Ottoman telah menyetujui praktek waqaf uang pada abad ke 15.  Jenis wakaf ini kemudian menjadi sangat populer pada abad ke 16 di seluruh Anatolia dan daratan Eropa dari kerajaan Ottoman, Turki.  Pada zaman Ottoman, waqaf uang ini dipraktekkan hampir 300 tahun, dimulai dari tahun 1555-1823 M.  Lebih dari 20 persen waqaf uang di Kota Bursa, selatan Istanbul, telah bertahan lebih dari seratus tahun.  Dalam pengelolaannya, hanya 19 persen waqaf uang yang tidak bertambah, sementara 81 persen mengalami pertambahan (akumulasi) modal.  Pada bulan safar, 1513 M, Elhac Sulaymen mewakafkan 70.000 dirham perak.  40.000 dirham digunakan untuk membangun sekolah, dan 30.000 dirham lagi digunakan untuk pembiayaan murabahah.  Hasil investasi murabahah ini, digunakan untuk membayar gaji guru sebesar 3 dirham per hari, asisten 1 dirham, qori pembaca Al-qur’an 1 dirham, dan nazir, pengelola waqaf, 2 dirham setiap harinya.

Di dunia luas, wakaf uang pertama kali dikenalkan oleh Imam Al Zuhri (wafat 124 H).  Beliau mengatakan bahwa mewakafkan dinar hukumnya boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan pada mauquf ‘alaih.  Dengan semangat ini, maka wakaf sejatinya adalah produktif dan berfungsi sebagai sumber dana pembangunan ekonomi.  Oleh karena itu, dalam UU no. 41 tahun 2004 tentang wakaf, diakui keberadaan wakaf uang di Indonesia.

Dalam peraturan BWI no. 1 tahun 2020 tentang pedoman pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf, diatur lagi tentang wakaf uang agar lebih memberikan manfaat sebesar besarnya bagi ekonomi mulai pasal 5 sampai pasal 19.  Dalam pasal 12 ayat 1 dijelaskan bahwa nazir wajib membedakan pengelolaan antara wakaf uang untuk jangka waktu tertentu dengan wakaf uang untuk waktu selamanya.  Wakaf uang untuk jangka waktu tertentu contohnya adalah Cash waqf linked sukuk, Kalisa dan akbari.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) senantiasa membantu masyarakat yang membutuhkan. Program 10 ribu untuk sejuta kebaikan mempermudah masyarakat untuk berbuat baik dan memperoleh keberkahan rezeki. Walaupun hanya dengan sepuluh ribu manfaatnya dapat bernilai luar bias ajika dikelola Bersama Lembaga yang terpercaya.

Program wakaf yang dijalankan antara lain Wakaf Uang Produktif dan Wakaf Ambulance. Harapannya dapat membantu masyarakat Indonesia yang sedang mengalami permasalahan ekonomi sekaligus bencana yang sedang menimpa. Donasi dapat disalurkan melalui online di jadiberkah.id atau bsmu.or.id/sejutakebaikan.

Yayasan BSMU Resmikan Rumah Tahfidz Qur’an di Magetan

Magetan, 4 Desember 2021 – Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) resmi meluncurkan program Wakaf BSMU Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Magetan, Jumat (3/12). Peresmian Rumah Tahfidz Qur’an ini bertujuan untuk membantu upaya pemerintah menanggulangi penurunan kualitas Pendidikan dan kemiskinan.

Hadir dalam peresmian Rumah Tahfidz Qur’an ini, Bupati Magetan, Suprawoto, Group Head Human Capital Business Partner 2 BSI, Tri Budi Tjahjono selaku wakif atas Rumah Belajar Quran; Direktur Eksekutif Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU), Sukoriyanto Saputro; Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto; Camat Magetan, Tri Atmaji; Deputy Operasional Regional BSI IX Surabaya, Muhammad Nur Rohman; Area Manager BSI Kediri, Agung Wahyudi Rahardjo; Kepala Cabang BSI Magetan 2, Edy Purwanto; Kepala Cabang Magetan MT Haryono 2, Edy Purwanto; dan Kepala Cabang BSI Mageran MT Haryono 1, Fery Ahmad Iqbal Khadafi.

Direktur Eksekutif Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU), Sukoriyanto Saputro menyampaikan dengan diresmikannya Rumah Tahfidz Qur’an Magetan melengkapi portofolio Rumah Tahfidz yang saat ini dimiliki yaitu di Parung, Tangerang Banten dan Cimahi Jawa Barat. “Tujuan jangka panjang pendirian Rumah Tahfidz Qur’an Magetan adalah membentuk santri yang hafal, dan memahami Al-Qur’an dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari,” kata Sukoriyanto.

Dalam sambutannya Tri Budi Tjahjono berharap dengan hadirnya Rumah Tahfidz di Magetan bisa  mengenalkan pembelajaran Al-Qur’an dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Islam kepada santri binaan. “Selain pembinaan Al-Qur’an materi pelajaran di Rumah Tahfidz ini adalah penguatan aqidah, akhlak, fiqih dan perbaikan bacaan Al-Qur’an masyarakat,” kata Tri Budi.

Bupati Magetan, Suprawoto menyampaikan hadirnya Rumah Tahfidz dapat memberikan dampak positif untuk Magetan. “Rumah Tahfidz menjadi penggerak perubahan di bidang Agama khusus nya di Al-Qur’an,” kata Suprawoto.

Selain itu, dengan keterlibatan masyarakat sekitar bisa menjadi sarana untuk belajar Al-Qur’an. Kedepan diharapkan akan ada kerjasama dengan Yayasan BSMU dalam program social di Magetan.

Rumah Tahfidz Qur’an Magetan merupakan hasil wakaf rumah temporer selama 5 tahun, dengan luas tanah 320 meter persegi dan luas bangunan 260 meter persegi. Program Rumah Tahfidz Qur’an sesuai dengan visi dan misi Yayasan BSMU Umat yang menitikberatkan pada program-program yang berkelanjutan dan memberi dampak yang luas sebagaimana visi dan misi organisasi, serta mencapai tujuan SDGs (Sustainable Development Goals).

Yayasan BSMU memiliki program unggulan di tahun ini yaitu 10ribu Untuk Sejuta Kebaikan.  

Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi baik melalui zakat, infaq atau wakaf dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.  

Yayasan BSMU Resmikan Rumah Tahfidz Qur’an di Pangkabinanga Gowa Makassar

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmikan Rumah Tahfidz Quran BSI di Desa Pangkabinanga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rumah Tahfidz Qur’an ini merupakan kolaborasi mitra BSI yaitu  Yayasan Sahabat Nurul Iman.

Pembangunan rumah tahfidz ini sudah dimulai sejak bulan Juni tahun 2021. Dengan sinergi bersama  pada tanggal 28 November Rumah tahfidz Qur’an resmi dipergunakan.

Turut hadir dalam peresmian Rumah Tahfidz Qur’an RCEO BSI Region 11 Makassar, Ficko Hardowiseto, Manager Laznas BSMU URO 8, Ichwan Jufri dan Dewan Pembina Yayasan Sahabat, Soerdy.

Rumah Tahfidz Qur’an ini mampu menampung 10 orang santri mukim dan 50 orang santri non muqim. Untuk santri muqim hanya dikhususkan untuk santri laki-laki saja sedangkan untuk santri non muqim bisa siapa saja.Santri yang belajar di Rumah Tahfidz Qur’an dibebaskan dari biaya alias gratis.

Total biaya pembangunan dari awal hingga menjadi rumah tahfidz memakan biaya 160 juta. Dana tersebut berasal dari dana wakaf dan sedekah karyawan serta nasabah legacy BSI.

Ustadz Ikhwan Jufri selaku Dewan Pengajar di Rumah Tahfiz sekaligus sebagai Manager Laznas BSMU, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rumah Tahfidz BSI itu.

Menurutnya, meski lokasinya berada di wilayah terpencil dan agak jauh dari Kota Makassar, namun, dia menyebut bahwasanya kehadiran tempat yang kelak akan mencetak para penghafal Al Qur’an tersebut juga menjadi jawaban atas kebutuhan umat dalam rangka menyiapkan generasi Qurani di masa mendatang.

“Program unggulan di Rumah Tahfidz BSI ini, selain menghafal Al Qur’an secara mutqin 30 juz dalam waktu 1 tahun, juga para santri akan dibekali dengan ilmu bahasa, baik Arab, Inggris dan bahasa Gowa,” ujarnya disambut tawa tamu dan undangan.

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.  

Sebagai penghimpun dana ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) serta donasi sosial lainnya, YBSMU mempunyai visi menjadi sebagai lembaga ZISWAF, dana sosial dan dana CSR yang terpercaya, terdepan dan modern. 

Dalam aktivitas pengelolaan dan penyaluran dana kepada asnaf mustahik, YBSMU mendasari programnya untuk menyantuni dan memberdayakan potensi para mustahik (penerima manfaat), sehingga mustahik memiliki peluang dan mampu bersaing mengangkat kehidupan yang lebih baik lagi.

Wakaf Produktif Untuk Kesejahteraan Petani Kopi

Rani Mayasari Partadiredja atau sering dipanggil Teh Rani merupakan owner dari Java Halu Coffee Farm dan Q Grader Coffee. Wanita asal Panjalu Ciamis ini tidak main – main dengan usaha kopinya beliau mencoba turun langsung mengolah kopi dari mulai penanaman, perawatan, panen hingga penjualan.

Tengku Muhammad Hasby Ash-Shidieqy Tokoh Inspiratif Zakat Wakaf Dari Aceh

Tahun 2019 ditetapkanlah 7 nama tokoh untuk mendapatkan penghargaan sebagai tokoh inspiratif Zakat Wakaf. Salah satu diantaranya adalah tokoh agama Tengku Muhammad Hasby Ash-Shidieqy. Beliau Bersama para tokoh yang lain menjadi simpul yang sangat penting untuk terus mendorong zakat dan wakaf bagi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Lalu, Siapakah Tengku Muhammad Hasby Ash-Shidieqy?

Teungku Muhammad Hasby Ash-Shidieqy dilahirkan pada 10 Maret 1904 di Lhokseumawe, Aceh Utara, Indonesia. Ayahnya Bernama Al Hajj Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husein Ibn Muhammad Ma’ud, seorang ulama terkenal yang memiliki sebuah dayah (pesantren). Ibunya Bernama Teungku Amrah, puteri Teungku Abdul Aziz pemangku jabatan Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Kesultanan Aceh Waktu itu.

Menurut silsilah, Hasbi Ash Shiddieqy merupakan keturunan Abu Bakar Ash Shiddieqy (khalifah pertama) generasi ke-37. Oleh karena itu, sebagai keturunan Abu Bakar Ash Shiddieqy, ia kemudian meletakkan gelar ash-shiddieqy dibelakang Namanya. Ketika berusia 6 tahun ibunya meninggal dan kemudian ia diasuh oleh bibinya Bernama Teungku Syamsiah.

Sejak kecil Teungku As Shiddiqie sudah gemar belajar, sejak usia 8 tahun beliau sudah mulai mengunjungi berbagai dayah dari satu kota ke kota yang lain. Pada tahun 1926, ia merantau ke Surabaya untuk melanjutkan pendidikannya di Madrasah Al Irsyad. Disini selama dua tahun ia mengambil takhasus (spesialisasi) dalam bidang Pendidikan dan Bahasa. Beliau juga pernah mendalami ilmu agama islam di Timur Tengah. Selain melalui jalur formal, beliau juga mendalami berbagai disiplin ilmu agama  secara otodidak.

Semasa hidupnya Hasbi ash shiddiqiey aktif dalam menulis, karya tulis yang telah dihasilkan sebanyak 73 judul. Sebagian besar karyanya adalah buku-buku fiqh berjumlah 36 dan selebihnya buku hadist 8 judul, tafsir 6 judul dan tauhid 6 judul.

Pemikiran Teungku Hasbi Ash Shiddiqie

Sebagai ulama kontemporer memiliki pandangan tersendiri mengenai syariat islam. Beliau berpendapat, syariat Islam memiliki sifat dinamis dan elastis, sesuai perkembangan zaman dan konteks sosial budaya yang ada. Ruang lingkupnya mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik sesama manusia maupun dengan Tuhan.kemudian syariat islam yang bersumber dari wahyu Allah SWT tersebut dikaji dan dipahami umat islam melalui metode ijtihad untuk menyesuaikan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat. Hasil ijtihad ini kemudian melahirkan banyak kitab fiqh.

Akan tetapi, menurut as Shiddieqy, banyak kalangan umat islam, khususnya di Indonesia belum bisa membedakan antara syariat Islam yang langsung dari Allah SWT dan hukum-hukum fiqh hasil ijtihad para imam mazhab. Selama ini Sebagian umat Islam cenderung menganggap fiqh sebagai syariat yang absolut (pasti). Akibatnya, kitab-kitab fiqh imam mazhab tersebut dijadikan sebagai salah satu sumber syariat yang pokok dalam kehidupan sehari-hari. Padahal pendapat imam mazhab tersebut, masih perlu diteliti dan dikaji ulang dengan konteks kekinian, sebab hasil ijtihad  mereka tentu tidak terlepas dari situasi dan kondisi sosio-kultur lingkungan geografis mereka pada waktu itu.

Potensi Wakaf Sebagai Pilar Ekonomi Umat

Wakaf merupakan kekuatan yang sangat besar dari sisi ekonomi untuk membangun peradaban, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi. Hal ini merupakan salah satu poin utama yang dibahas dalam Webinar Jadiberkah.id dengan judul: Mengembalikan Wakaf Sebagai Pilar Ekonomi Umat pada Jumat (12/11).

Dalam acara yang dihadiri oleh narasumber yaitu  Wakil Ketua I Badan Wakaf Indonesia (BWI), Imam Teguh Saptono.  Dalam materinya Imam Teguh Saptono menyampaikan bahwa peradaban islam tidak lepas dari peran wakaf sebagai salah satu sumber permodalan. “Konsep wakaf adalah konsep pemberian harta yang terbaik,” kata Imam.

Dalam sejarah, beberapa rumah sakit dan universitas  tertua di dunia dibiayai oleh uang wakaf. Apalagi pada saat masa kekhalifahan Turki Utsmani, lembaga wakaf uang tercatat sangat berkembang sebagai instrumen ekonomi negara. Selama berabad abad, wakaf uang telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Turki dan dunia.

Pada puncaknya, di abad 15-17 peran wakaf uang ini mencapai separuh dari APBN Turki Usmani. Tak kalah, di Indonesia peran wakaf juga cukup penting dalam pembangunan beberapa aset ekonomi.

Yayasan Al-Azhar Indonesia contohnya, saat ini telah memiliki 150 cabang masjid di Indonesia belum lagi sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan salah satu contoh riil investasi wakaf di Indonesia.

Beberapa lembaga pendidikan seperti Pesantren Gontor juga beberapa asetnya berasal dari wakaf. Saat ini, Pesantren Gontor mempunyai 20 cabang dan 400 alumni yang tersebar di seluruh nusantara.

Sekolah dan pesantren yang berasal dari ormas Muhammadiyah dan NU juga berasal dari dana wakaf. Secara umum Imam Teguh Saptono memberikan gambaran bahwa total aset wakaf yang tercatat di Indonesia adalah 53.342 ha di 399 lokasi. Sedangkan potensi wakaf uang di Indonesia ada sebanyak Rp180 triliun per tahun.

Namun sayangnya, potensi wakaf di Indonesia belum banyak digali karena masih menjadi skema umum bank wakaf. Dari sisi literasi, kurikulum yang membahas mengenai wakaf juga masih tertinggal.

Untuk mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berwakaf, Yayasan BSMU mempunyai program unggulan yaitu Wakaf Uang Produktif, Wakaf Ambulance, dan Wakaf Masjid Bakauheni. Dana yang terkumpul dari wakaf ini akan digunakan untuk program produktif, pembelian ambulance, serta pembangunan masjid bakauheni.  

Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berwakaf dengan Rp10 ribu atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui scan QR dan aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, serta jadiberkah.id


Berita Terkait

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search