Wakaf

Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia Wujudkan Mimpi Menjadi Hafidz Al-Quran

Rumah tahfidz BSI di Cimahi baru diresmikan pada bulan Ramadan kemarin, usianya belum genap 2 bulan berjalan. Anak-anak yang mondok disana saat ini berjumlah 8 orang dengan rata-rata usia kelas X. Selain fokus untuk menghafal Al-Qur’an, disini juga mendapatkan ilmu tentang keislaman. Di rumah Tahfidz anak-anak juga diajarkan untuk mandiri, salah satunya dalam hal mempersiapkan makanan.

Kepulangan mereka kerumah karena libur lebaran menimbulkan rasa kangen tersendiri bagi mereka hingga tidak sabar untuk kembali mondok di rumah tahfidz. Sambutan yang baik juga diberikan oleh orang tua santri yang merasakan perkembangan anaknya yang meningkat selama mondok. Tidak ada lagi kekhawatiran di hati mereka untuk melepaskan anak-anaknya kembali belajar di rumah tahfidz BSI.

Salah satu santri yang bernama Azka dari Sukabumi memberikan pengalamannya selama bergabung di rumah Tahfidz BSI Cimahi.

“Saya merasa bersyukur, bangga, dan merasa beruntung karena tak semua orang dapat masuk di tempat ini. Untuk kesan di Rumah Tahfidz bagus sekali karena sangat membantu terutama kepada para pemuda yang ingin menghafal Al Qur’an dan menjadi teladan yang bisa berguna di masyarakat. Sewaktu pulang kerumah ke Sukabumi saya jadi terbiasa untuk mengerjakan ibadah seperti shalat qiyamul lail, shalat dhuha, menghafal Al-Quran, tilawah, al-ma’surat pagi & petang, dan membantu orangtua dirumah”.

Tanggapan positif juga diberikan oleh orangtua santri. Alhamdulillah dengan anak kami berada di rumah tahfidz, hafalannya semakin terjaga dan kebutuhannya terpenuhi. Kami sangat berbahagia dengan kemajuan yang diperoleh anak kami.

Melalui dana ZISWAF yang disalurkan melalui Laznas BSMU, semakin banyak anak-anak yang bisa mencintai Al-Qur’an sekaligus menghafalnya. Semoga keinginan mereka dapat menjadi kenyataan bersama para muzakki.

Pelatihan Daurah Janaiz untuk Santri Rumah Tahfidz Parung

Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) menyelenggarakan kegiatan Dauroh Jana’iz bertempat di Aula Rumah Tahfidz Parung Bogor, Sabtu (12/6). Tujuan dilakukan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan santri tahfidz yang siap terjun langsung untuk menangani proses pengurusan jenazah.

Kegiatan ini dikhususkan untuk santri rumah tahfidz, dengan jumlah total mahasiswa sekitar 18 orang. Kegiatan diawali dengan pemberian materi oleh Ustd. Madroi, S.Sos.I. tentang tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan sunah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Setelah itu, peserta mempraktekkan secara langsung tata cara yang baik dan benar tentang pengurusan jenazah mulai dari pemandian hingga pemakaian kain kafan.

Pengurusan jenazah dalam Islam hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan namun apabila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Pengurusan jenazah harus dilakukan secepat mungkin. Sri Wahyuni selaku perwakilan Laznas BSMU menyatakan bahwa dauroh jana’iz sangat penting dilakukan, selain sebagai salah satu bentuk pembinaan nila-nilai keislaman juga mengkader santri untuk faham dalam mengurus janaiz. Sehingga kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Yayasan BSMU Resmikan Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia

Jakarta, 10 Mei 2021 – Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia pada hari Jum’at (7/5) di Cikupa, Tangerang.

Setelah sebelumnya diresmikan Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Cimahi, Jawa Barat pada Jum’at (16/4), acara peresmian di Cikupa ini merupakan peresmian bangunan wakaf kedua yang diadakan pada bulan Ramadan 1442 H. Seremonial peresmian ini dilaksanakan secara hybrid, dan dihadiri oleh Suhendar selaku Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU, Gunawan Hartoyo selaku RCEO IV Jakarta 1 BSI sekaligus wakif atas Rumah Belajar Quran, serta Ustadz Didin selaku Pembina Rumah Belajar Quran Cikupa, serta tokoh masyarakat sekitar.

Rumah belajar quran ini merupakan bangunan wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan BSMU, dan berbeda dengan peresmian rumah tahfidz sebelumnya yang dapat menampung penginapan bagi para santri, untuk rumah belajar quran di Cikupa ini hanya diperuntukan bagi santri yang pulang pergi dalam pelaksanaan pembelajarannya, dan terbuka untuk umum setiap akhir pekannya. Usia santri yang belajar disini mulai dari TK sampai dengan SMA, serta penyediaan kurikulum pembelajarannya juga akan
dikelola langsung oleh Yayasan BSMU. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan simbolis penyerahan program santunan THR Yatim kepada 50 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Sukoriyanto.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Ramadan Hebat dan Wakaf Rumah Tahfidz yang diusung oleh Yayasan BSMU secara berkelanjutan, dengan tujuan dapat menebar manfaat bagi yang membutuhkan, serta meraih keberkahan khususnya pada bulan suci Ramadan 1442 H ini, sehingga dapat memberikan kemaslahatan secara merata, sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs). Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengemukakan bahwa program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya hafal 30 Juz Al-Qur’an, namun juga terampil dari segi akademik, sosial, entrepreneur, dan berakhlak mulia.

“Terima kasih kepada para wakif sehingga peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia ini dapat berjalan dengan baik. Semoga program berkelanjutan ini dapat terus terlaksana di daerah lainnya tanpa kendala biaya, karena hadirnya wakaf tunai yang juga difasilitasi Bank BSI”, ujar Suhendar.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU menambahkan, “Dengan adanya program ini kami berharap agar semakin banyak orang yang tergugah untuk berwakaf, dan semoga hadirnya Rumah Belajar Quran ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya warga di sekitar rumah belajar quran. Wakaf tentunya akan digunakan untuk tujuan sosial yang memberikan dampak membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Semoga program-program ini dapat terus berlanjut dan hadir di wilayah lainnya. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 di Tambora

Tambora salah satu wilayah yang terletak di Jakarta Barat. Disalah satu Kelurahannya yaitu Angke menjadi salah satu wilayah terpadat, mayoritas warganya berada dibawah garis kemiskinan. Berdasarkan data BPS (2016) Angke memiliki jumlah penduduk sebanyak 35.327 jiwa dengan tingkat kepadatan 44.441 jiwa/km2 dan 11.758 KK. Masyarakat disana memiliki pendidikan rata-rata hanya tamat SD.  Diketahui penduduk Angke memiliki tingkat pendapatan ekonomi yang rendah.

Di wilayah tersebut terdapat pemukiman kumuh dan miskin (Kumis). Pada bulan Ramadan Hebat yang penuh berkah ini Wakaf BSMU melakukan penyalurkan Kupon CWLS SWR001 kepada warga di Jl. Jembatan 2 Barat RT. 01 RW. 010 Kel. Angke, Kec. Tambora Jakarta Barat, tepatnya di Musholla Al Ikhlas pada Sabtu (24/4).

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 berupa alat bantu dengar untuk 4 orang, sembako untuk 30 orang dan beasiswa untuk pelajar yatim dhuafa berjumlah 30 orang, dengan total penerima manfaat sebanyak 64 orang.

Saefullah selaku Ketua RW 010 mengatakan, “Sangat berterima kasih atas penyaluran Kupon CWLS Retail Seri SWR001 di wilayahnya dan sangat membantu bagi warga yang membutuhkan”.

Fauzi Indrianto selaku  Direktur Development and Implementation mengatakan “Semoga bantuan yang diberikan yang berasal dari dana wakaf nasabah Bank Syariah Indonesia menjadi bermanfaat”.

Penerbitan CWLS Ritel seri SWR001 tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional, guna membantu pengembangan  investasi sosial dan pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Melalui CWLS Ritel seri SWR001, Pemerintah memfasilitasi para pewakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen agar dapat menempatkan wakaf uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif.

Bank Syariah Indonesia dan Yayasan BSMU Resmikan Rumah Tahfidz

Cimahi, 16 April 2021 – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) meresmikan Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Cimahi, Jumat (16/4).

Rumah Tahfidz ini merupakan rumah tahfidz kedua yang diresmikan dan dikelola langsung oleh Yayasan BSMU. Acara dengan format hybrid ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan BSMU Suhendar, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, RCEO BSI Region 7 Dade Dermawan, Pembina Rumah Tahfidz Cimahi Ustadz Jumhur, serta tokoh masyarakat sekitar.
 
Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia ini akan menampung para santri dari keluarga yang tidak mampu, dan bangunan yang menjadi rumah tahfidz ini merupakan bangunan wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan BSMU. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Wakaf Rumah Tahfidz yang diusung oleh Yayasan BSMU secara berkelanjutan, dengan tujuan dapat menebar manfaat bagi yang membutuhkan, serta meraih keberkahan khususnya pada bulan suci Ramadan 1442 H ini, sehingga dapat memberikan kemaslahatan secara merata, sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs).
 
Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna menuturkan, pemanfaatan Wakaf sangat relevan dengan kondisi saat ini. Wakaf tentunya akan digunakan untuk tujuan sosial yang memberikan dampak pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Instrumen ini akan mendorong perekonomian, dan secara spesifik juga akan mengendorse keuangan syariah di Indonesia seiring meningkatnya literasi keagamaan di masyarakat.
 
“Saya mengajak kita semua untuk menjadi agen wakaf, bukan hanya menawarkan produk wakaf, tapi juga mencontohkan untuk berwakaf. Ditambah saat ini produk wakaf sudah sangat beragam, ada wakaf tunai, wakaf temporer, dan masih banyak lagi. BSI memiliki produk yang dapat menunjang masyarakat untuk lebih mudah berzakat dan berwakaf, dan bisa diakses secara digital”, kata Anton Sukarna.
 
Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengemukakan bahwa program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya hafal 30 Juz Al-Qur’an, namun juga terampil dari segi akademik, sosial, entrepreneur, dan berakhlak mulia.
 
“Terima kasih kepada para wakif sehingga peresmian Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia ini dapat berjalan dengan baik. Semoga program berkelanjutan ini dapat terus terlaksana di daerah lainnya tanpa kendala biaya, karena hadirnya wakaf tunai yang juga difasilitasi Bank BSI”, ujar Suhendar.

Launching Wakaf Sejuta Koin untuk Pembangunan Pesantren dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan PonPes Mahyajatul Qurra

Launching Sejuta Koin Wakaf dilaksanakan bersamaan dengan peletakkan batu pertama pondok pesantren Mahyajatul Qurra. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad 14 Maret 2021. Peresmian dilakukan oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala Kantor Wilayah Bank Syariah Indonesia (BSI) Region XI Makassar, Keimas Erwan Husainy, bersama Unit Respresentative (URO) 8 Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) menghadiri launching gerakan Sejuta Koin Waqaf yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Mahyajatul Qurra, di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Sejuta Koin Wakaf merupakan kerjasama dengan Kementerian Agama, sehingga kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dirjen Pendidikan Agama Islam, Prof. Ali Ramdhani, yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag RI Sulsel Khaeroni, beserta Bupati Takalar, Syamsari Kitta.

Laznas BSMU mendukung penuh program pendidikan berbasis pesantren serta program waqaf keummatan yang bertujuan membangun kolaborasi dan kemaslahatan.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan harapan, “Semoga melalui adanya pesantren ini, Sulsel bisa melahirkan generasi yang lebih baik dan Islami. Karena modal investasi kita adalah SDM (Sumber Daya Manusia)”, ungkapnya.

“Kita juga akan menyiapkan bantuan dan menginisiasi penggalangan waqaf sejuta koin melalui sistem integrasi bersama Laznas BSMU dengan platform Jadiberkah.id, di mana diharapkan dengan kampanye program berbasis tekhnologi digital ini semakin luas jangkauan dan kesempatan masyarakat terbuka untuk dapat turut hadir membantu program amal jariyah ini,” tutur Ikhwan Jufri selaku Manager Laznas BSMU Makassar,

menambahkan.

Laz BSMU dan BSI Bersama OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro di Solo

Guna Dukung Pemberdayaan Ekonomi Sekitar Pesantren

Surakarta, Ahad 7 Maret 2021 – Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan dua Bank Wakaf Mikro (BWM) baru. Acara peresmian yang berlokasi di kantor OJK Solo ini, diresmikan langsung oleh Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Anton Sukarna selaku Direktur Distribution & Sales BSI, Rizqi Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif Laz BSMU beserta jajarannya, turut serta dihadiri Gibran Rakabuming selaku Walikota Solo, Drs KH. Abdul Rozak Shofawi selaku pengurus pondok pesantren Al Muayyad, serta Gus Ahmad Alamul Huda, MSi selaku pengurus pondok pesantren Al Mushoffa.

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan harapannya “Semoga BWM Al Mushoffa dan Al Muayyad dapat menjadi model terbaik BWM di Indonesia, tentunya dengan menerapkan prinsip kebermanfaatan yang luas dan tata kelola yang baik.”

Laz BSMU sebagai pengelola program LKMS-BWM menyatakan, hingga akhir tahun 2020 sudah terdapat pendampingan program di 60 BWM di seluruh Indonesia. Walaupun di tengah pandemi, tidak menyurutkan kami untuk pembentukan BWM baru.

Wimboh Santoso menyatakan dalam sambutannya, “BWM didirikan untuk bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep sangat sederhana, namun memudahkan untuk peningkatan usaha mikro di sekitar pesantren, dan kini produk anggota BWM sudah dapat ditampilkan di marketplace”.

Tujuan utama dari didirikannya BWM ini adalah untuk menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal, terutama masyarakat disekitar pesantren.

Wakaf Pembangunan Masjid Tol Cipularang KM 88A

BSM Umat – Sebagai salah satu bentuk pengabdian Mandiri Syariah (kini Bank Syariah Indonesia) bersama Laznas BSMU akan melakukan pembangunan Masjid Mandiri Syariah di tol Cipularang KM 88A. Masjid ini dibangun berasal dari dana wakaf dari masyarakat dan Mandiri Syariah. Pembangunan ini dilihat cukup penting karena masjid merupakan pusat kegiatan umat Islam.Tidak terkecuali bagi para pengguna jalan tol. Jaln tol Cipularang menjadi alternatif yang sangat diminati oleh warga Jakarta dan sekitarnya untuk menuju/dari kota BAndung dan sekitarnya. Terbukti dari melonjaknnya trafik lalulintas ketika akhir pekan atau liburan tiba.

Selain itu tempat beribadah sekaligus melepas penat sangat dibutuhkan para pengemudi agar dapat terus waspada dalam berkendaraan. Sebagai tol yang cukup populer tentu keberadaan Masjid sangat dibutuhkan. Kondisi lapangan saat ini hanya ada mushola sementara yang kurang nyaman dan mengganggu kekhusyu’an dalam beribadah. Mandiri Syariah bersama Laznas BSM Umat akan membangun 1000M2 dengan konsep sanitary yang ramah lingkungan, tentunya akan menjadikan masjid membawa keberkahan lebih untuk lingkungan sekitarnya.
Beberapa foto Proses pembangunan Masjid Cipularang Km 88A.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap wakif dengan nominal tertentu namanya akan tercantum di “Wall of Fame” sebagai sebuah prasasti. Kebutuhan dana untuk pemabangunan Masjid Tol Cipularang KM 88 adalah senilai Rp4,5 juta/m2. Semoga pembangunan masjid Cipularang km 88 dapat segera terwujud, dan menjadikan Masjid Cipularang penuh dengan ibadah setiap saat atau “One Stop Praying”.

Wakaf Al-Qur’an Braile : Cahaya Al-Qur’an untuk Muslim Tuna Netra

BSM Umat – Ramadhan tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya. Ditengah kondisi serba keterbatasan, kebermanfaatan untuk umat harus tetap berjalan. Kondisi keterbatasan ini sudah dirasakan oleh para tuna netra dalam membaca Al Quran.

 

Salah satu sosok sahabat Rasulullah SAW yang dimuliakan oleh Allah SWT adalah Abdulllah Ibn Maktum. Ia sosok pembelajar yang selalu bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an walaupun kondisi matanya yang buta. Bahkan Rasulullah SAW pernah sampai ditegur oleh Allah karena tidak memprioritaskan Abdullah Ibn Maktum yang ingin belajar Islam ke beliau, kisahnya pun sampai diabadikan dalam surat Abasa. Dalam kisahnya, Abdullah Ibn Maktum juga diberikan kepercayaan oleh Rasulullah untuk menjadi muadzin bergantian dengan Bilal bin Rabbah.

 

Saat ini teman-teman tuna netra telah diberikan fasilitas yang mendukung untuk mempelajari agama, tetapi mereka banyak yang masih kesulitan untuk bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini terjadi karena memang sangat sulit untuk mendapatkan Al-Qur’an khusus untuk tuna netra yang biasa disebut dengan Al-Qur’an Braille.

 

Melihat kondisi tersebut Laznas BSM Umat bersama Yayasan Umi Maktum Voice sudah tergerak sejak tahun 2019 untuk bekerjasama dalam hal melakukan pembinaan dan mengajarkan Al Qur’an Braille kepada tuna netra. Hal ini dilakukan sebagai salah satu usaha dalam rangka pemberantasan buta huruf Al Qur’an, sehingga setiap tahun akan terus bertambah tuna netra yang bisa membaca memahami dan mengamalkan Al Qur’an.

 

Dimulai pada tahun 2019 Laznas BSM Umat telah berhasil dana Wakaf Al Qur’an Braille dari nasabah dan pegawai Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 90.750.000, dari uang tersebut sudah berhasil tersalurkan sebanyak 55 set Al Qur’an Braille kepada para tuna netra yang telah disalurkan ke 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Gorontalo dan Sumatera Selatan. Adapun pengadaan penyaluran dan pembinaan Al Qur’an Braille bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice.

 

Kemudian pada tahun 2020 ini Laznas BSM Umat mendapatkan amanah dana Wakaf Al Qur’an Braille dari nasabah dan pegawai Bank Syariah Mandiri meningkat pesat menjadi sebesar Rp 431.336.517 di bulan Maret 2020. Dengan meningkatnya dana Wakaf yang diperoleh membuat Laznas BSM Umat berencana memperluas kerjasama pengadaan penyaluran dan pembinaan Wakaf Al Qur’an Braille. Hal ini agar jangkauan manfaat untuk menyebarkan dan pembinaan Al Qur’an Braille lebih luas lagi, setelah pada tahun 2019 hanya bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice, maka pada tahun 2020 juga akan penyaluran Al Qur’an Braille tadarus bersama Yayasan Raudlatul Maktufin.

 

Terkait pola kemitraan bantuan pada tahun 2020, untuk Penyaluran Wakaf Al Qur’an Braille tadarus ukuran 15 x 25 cm akan bekerjasama dengan Yayasan Raudlatul Maktufin Yayasan Raudlatul Maktufin. Selain mencetak Al Qur’an Braille terjemah dan tadarus, mereka juga memiliki program pembinaan Al Qur’an Braille di seluruh Indonesia. Kemudian untuk penyaluran Wakaf Al Qur’an Braille terjemah ukuran 25 x 30 cm akan bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice Yayasan Umi Maktum Voice selain mencetak Al Qur’an Braille terjemah juga memiliki program pembinaan Al Qur’an Braille di seluruh Indonesia. Sehingga selain mendapatkan Al-Qur’an Braille, sahabat tuna netra akan dibina dan dibimbing untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

 

Program ini rencananya akan dilaksanakan selama 9 bulan terhitung dari mulai April 2020 sampai dengan Desember 2020. Kriteria penerima manfaat program ini adalah Tunanetra muslim/muslimah yang mengikuti program pembinaan Al Qur’an bersama dengan yayasan komunitas yang menyelenggarakan pembinaan belajar mengaji tuna netra.

 

Dalam hal jumlah wakaf Al Qur’an yang akan disalurkan sebanyak 255 set Al Qur’an Braille. Data sebaran penyaluran sudah di assessment oleh mitra penyaluran berdasarkan permintaan kebutuhan paket Al Qur’an Braille yang masuk kepada mitra. Disalurkan ke 14 provinsi dari Aceh sampai Maluku Utara, dengan provinsi terbanyak yang memperoleh bantuan adalah di Jawa Tengah (82), NTB (50) dan Jawa Barar (42). Harapannya dalam program ini bisa Memberikan kemudahan dalam mendapatkan Al Qur’an Braille bagi tunanetra muslim di seluruh Indonesia, sehingga nantinya muslim Indonesia akan bebas dari buta baca Al-Qur’an.

Penyaluran Wakaf Qur’an

BSM Umat – Laznas BSM Umat melalui Divisi didik Umat melakukan penyaluran 10.000 wakaf al quran yang telah diamanahkan para donatur ke tempat-tempat yang membutuhkan. Daerah yang mendapatkan wakaf tersebut terdiri dari lembaga pendidikan, pesantren dan masjid yang membutuhkan.

Hampir 40% dari al quran disalurkan ke wil. BSM Denpasar dan sebagian lagi ke daerah yang  lain.

Dalam melakukan penyaluran Al quran BSM Umat selalu memastikan penerima wakaf al quran memiliki guru pengajaran al quran dan ilmu keislaman sehingga tujuan penyaluran Al quran untuk menambah keilmuan tentang islam dapat tersampaikan dengan baik.

Laznas BSM Umat mendapatkan informasi bahwa banyak daerah penerima manfaat memiliki al quran dalam kondisi rusak dan tidak memiliki al quran terjemah.

Daerah penyaluran al quran saat ini yaitu : Denpasar Bali, Trenggalek, Lampung, Banyumas, Cilacap, Cirebon, Pekalongan, Jabodetabek dan Kalimantan. Daerah yang segera menyusul adalah Kalimantan Utara di desa sahabat mengaji.

Diharapkan dengan menyebarkan alquran bisa lebih mendekatkan umat Islam kepada pedoman hidupnya yaitu al qur’an.

Scroll to top