Wakaf

Launching Wakaf Sejuta Koin untuk Pembangunan Pesantren dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan PonPes Mahyajatul Qurra

Launching Sejuta Koin Wakaf dilaksanakan bersamaan dengan peletakkan batu pertama pondok pesantren Mahyajatul Qurra. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad 14 Maret 2021. Peresmian dilakukan oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala Kantor Wilayah Bank Syariah Indonesia (BSI) Region XI Makassar, Keimas Erwan Husainy, bersama Unit Respresentative (URO) 8 Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) menghadiri launching gerakan Sejuta Koin Waqaf yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Mahyajatul Qurra, di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Sejuta Koin Wakaf merupakan kerjasama dengan Kementerian Agama, sehingga kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dirjen Pendidikan Agama Islam, Prof. Ali Ramdhani, yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag RI Sulsel Khaeroni, beserta Bupati Takalar, Syamsari Kitta.

Laznas BSMU mendukung penuh program pendidikan berbasis pesantren serta program waqaf keummatan yang bertujuan membangun kolaborasi dan kemaslahatan.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan harapan, “Semoga melalui adanya pesantren ini, Sulsel bisa melahirkan generasi yang lebih baik dan Islami. Karena modal investasi kita adalah SDM (Sumber Daya Manusia)”, ungkapnya.

“Kita juga akan menyiapkan bantuan dan menginisiasi penggalangan waqaf sejuta koin melalui sistem integrasi bersama Laznas BSMU dengan platform Jadiberkah.id, di mana diharapkan dengan kampanye program berbasis tekhnologi digital ini semakin luas jangkauan dan kesempatan masyarakat terbuka untuk dapat turut hadir membantu program amal jariyah ini,” tutur Ikhwan Jufri selaku Manager Laznas BSMU Makassar,

menambahkan.

Laz BSMU dan BSI Bersama OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro di Solo

Guna Dukung Pemberdayaan Ekonomi Sekitar Pesantren

Surakarta, Ahad 7 Maret 2021 – Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan dua Bank Wakaf Mikro (BWM) baru. Acara peresmian yang berlokasi di kantor OJK Solo ini, diresmikan langsung oleh Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Anton Sukarna selaku Direktur Distribution & Sales BSI, Rizqi Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif Laz BSMU beserta jajarannya, turut serta dihadiri Gibran Rakabuming selaku Walikota Solo, Drs KH. Abdul Rozak Shofawi selaku pengurus pondok pesantren Al Muayyad, serta Gus Ahmad Alamul Huda, MSi selaku pengurus pondok pesantren Al Mushoffa.

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan harapannya “Semoga BWM Al Mushoffa dan Al Muayyad dapat menjadi model terbaik BWM di Indonesia, tentunya dengan menerapkan prinsip kebermanfaatan yang luas dan tata kelola yang baik.”

Laz BSMU sebagai pengelola program LKMS-BWM menyatakan, hingga akhir tahun 2020 sudah terdapat pendampingan program di 60 BWM di seluruh Indonesia. Walaupun di tengah pandemi, tidak menyurutkan kami untuk pembentukan BWM baru.

Wimboh Santoso menyatakan dalam sambutannya, “BWM didirikan untuk bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep sangat sederhana, namun memudahkan untuk peningkatan usaha mikro di sekitar pesantren, dan kini produk anggota BWM sudah dapat ditampilkan di marketplace”.

Tujuan utama dari didirikannya BWM ini adalah untuk menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal, terutama masyarakat disekitar pesantren.

Wakaf Pembangunan Masjid Tol Cipularang KM 88A

BSM Umat – Sebagai salah satu bentuk pengabdian Mandiri Syariah (kini Bank Syariah Indonesia) bersama Laznas BSMU akan melakukan pembangunan Masjid Mandiri Syariah di tol Cipularang KM 88A. Masjid ini dibangun berasal dari dana wakaf dari masyarakat dan Mandiri Syariah. Pembangunan ini dilihat cukup penting karena masjid merupakan pusat kegiatan umat Islam.Tidak terkecuali bagi para pengguna jalan tol. Jaln tol Cipularang menjadi alternatif yang sangat diminati oleh warga Jakarta dan sekitarnya untuk menuju/dari kota BAndung dan sekitarnya. Terbukti dari melonjaknnya trafik lalulintas ketika akhir pekan atau liburan tiba.

Selain itu tempat beribadah sekaligus melepas penat sangat dibutuhkan para pengemudi agar dapat terus waspada dalam berkendaraan. Sebagai tol yang cukup populer tentu keberadaan Masjid sangat dibutuhkan. Kondisi lapangan saat ini hanya ada mushola sementara yang kurang nyaman dan mengganggu kekhusyu’an dalam beribadah. Mandiri Syariah bersama Laznas BSM Umat akan membangun 1000M2 dengan konsep sanitary yang ramah lingkungan, tentunya akan menjadikan masjid membawa keberkahan lebih untuk lingkungan sekitarnya.
Beberapa foto Proses pembangunan Masjid Cipularang Km 88A.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap wakif dengan nominal tertentu namanya akan tercantum di “Wall of Fame” sebagai sebuah prasasti. Kebutuhan dana untuk pemabangunan Masjid Tol Cipularang KM 88 adalah senilai Rp4,5 juta/m2. Semoga pembangunan masjid Cipularang km 88 dapat segera terwujud, dan menjadikan Masjid Cipularang penuh dengan ibadah setiap saat atau “One Stop Praying”.

Wakaf Al-Qur’an Braile : Cahaya Al-Qur’an untuk Muslim Tuna Netra

BSM Umat – Ramadhan tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya. Ditengah kondisi serba keterbatasan, kebermanfaatan untuk umat harus tetap berjalan. Kondisi keterbatasan ini sudah dirasakan oleh para tuna netra dalam membaca Al Quran.

 

Salah satu sosok sahabat Rasulullah SAW yang dimuliakan oleh Allah SWT adalah Abdulllah Ibn Maktum. Ia sosok pembelajar yang selalu bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an walaupun kondisi matanya yang buta. Bahkan Rasulullah SAW pernah sampai ditegur oleh Allah karena tidak memprioritaskan Abdullah Ibn Maktum yang ingin belajar Islam ke beliau, kisahnya pun sampai diabadikan dalam surat Abasa. Dalam kisahnya, Abdullah Ibn Maktum juga diberikan kepercayaan oleh Rasulullah untuk menjadi muadzin bergantian dengan Bilal bin Rabbah.

 

Saat ini teman-teman tuna netra telah diberikan fasilitas yang mendukung untuk mempelajari agama, tetapi mereka banyak yang masih kesulitan untuk bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini terjadi karena memang sangat sulit untuk mendapatkan Al-Qur’an khusus untuk tuna netra yang biasa disebut dengan Al-Qur’an Braille.

 

Melihat kondisi tersebut Laznas BSM Umat bersama Yayasan Umi Maktum Voice sudah tergerak sejak tahun 2019 untuk bekerjasama dalam hal melakukan pembinaan dan mengajarkan Al Qur’an Braille kepada tuna netra. Hal ini dilakukan sebagai salah satu usaha dalam rangka pemberantasan buta huruf Al Qur’an, sehingga setiap tahun akan terus bertambah tuna netra yang bisa membaca memahami dan mengamalkan Al Qur’an.

 

Dimulai pada tahun 2019 Laznas BSM Umat telah berhasil dana Wakaf Al Qur’an Braille dari nasabah dan pegawai Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 90.750.000, dari uang tersebut sudah berhasil tersalurkan sebanyak 55 set Al Qur’an Braille kepada para tuna netra yang telah disalurkan ke 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Gorontalo dan Sumatera Selatan. Adapun pengadaan penyaluran dan pembinaan Al Qur’an Braille bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice.

 

Kemudian pada tahun 2020 ini Laznas BSM Umat mendapatkan amanah dana Wakaf Al Qur’an Braille dari nasabah dan pegawai Bank Syariah Mandiri meningkat pesat menjadi sebesar Rp 431.336.517 di bulan Maret 2020. Dengan meningkatnya dana Wakaf yang diperoleh membuat Laznas BSM Umat berencana memperluas kerjasama pengadaan penyaluran dan pembinaan Wakaf Al Qur’an Braille. Hal ini agar jangkauan manfaat untuk menyebarkan dan pembinaan Al Qur’an Braille lebih luas lagi, setelah pada tahun 2019 hanya bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice, maka pada tahun 2020 juga akan penyaluran Al Qur’an Braille tadarus bersama Yayasan Raudlatul Maktufin.

 

Terkait pola kemitraan bantuan pada tahun 2020, untuk Penyaluran Wakaf Al Qur’an Braille tadarus ukuran 15 x 25 cm akan bekerjasama dengan Yayasan Raudlatul Maktufin Yayasan Raudlatul Maktufin. Selain mencetak Al Qur’an Braille terjemah dan tadarus, mereka juga memiliki program pembinaan Al Qur’an Braille di seluruh Indonesia. Kemudian untuk penyaluran Wakaf Al Qur’an Braille terjemah ukuran 25 x 30 cm akan bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice Yayasan Umi Maktum Voice selain mencetak Al Qur’an Braille terjemah juga memiliki program pembinaan Al Qur’an Braille di seluruh Indonesia. Sehingga selain mendapatkan Al-Qur’an Braille, sahabat tuna netra akan dibina dan dibimbing untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

 

Program ini rencananya akan dilaksanakan selama 9 bulan terhitung dari mulai April 2020 sampai dengan Desember 2020. Kriteria penerima manfaat program ini adalah Tunanetra muslim/muslimah yang mengikuti program pembinaan Al Qur’an bersama dengan yayasan komunitas yang menyelenggarakan pembinaan belajar mengaji tuna netra.

 

Dalam hal jumlah wakaf Al Qur’an yang akan disalurkan sebanyak 255 set Al Qur’an Braille. Data sebaran penyaluran sudah di assessment oleh mitra penyaluran berdasarkan permintaan kebutuhan paket Al Qur’an Braille yang masuk kepada mitra. Disalurkan ke 14 provinsi dari Aceh sampai Maluku Utara, dengan provinsi terbanyak yang memperoleh bantuan adalah di Jawa Tengah (82), NTB (50) dan Jawa Barar (42). Harapannya dalam program ini bisa Memberikan kemudahan dalam mendapatkan Al Qur’an Braille bagi tunanetra muslim di seluruh Indonesia, sehingga nantinya muslim Indonesia akan bebas dari buta baca Al-Qur’an.

Penyaluran Wakaf Qur’an

BSM Umat – Laznas BSM Umat melalui Divisi didik Umat melakukan penyaluran 10.000 wakaf al quran yang telah diamanahkan para donatur ke tempat-tempat yang membutuhkan. Daerah yang mendapatkan wakaf tersebut terdiri dari lembaga pendidikan, pesantren dan masjid yang membutuhkan.

Hampir 40% dari al quran disalurkan ke wil. BSM Denpasar dan sebagian lagi ke daerah yang  lain.

Dalam melakukan penyaluran Al quran BSM Umat selalu memastikan penerima wakaf al quran memiliki guru pengajaran al quran dan ilmu keislaman sehingga tujuan penyaluran Al quran untuk menambah keilmuan tentang islam dapat tersampaikan dengan baik.

Laznas BSM Umat mendapatkan informasi bahwa banyak daerah penerima manfaat memiliki al quran dalam kondisi rusak dan tidak memiliki al quran terjemah.

Daerah penyaluran al quran saat ini yaitu : Denpasar Bali, Trenggalek, Lampung, Banyumas, Cilacap, Cirebon, Pekalongan, Jabodetabek dan Kalimantan. Daerah yang segera menyusul adalah Kalimantan Utara di desa sahabat mengaji.

Diharapkan dengan menyebarkan alquran bisa lebih mendekatkan umat Islam kepada pedoman hidupnya yaitu al qur’an.

Program Gerakan Waqaf 5.000 Alquran dan 10.000 Iqra’ untuk Trauma Spiritual Healing

BSM Umat – Wakaf Al Quran merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf tergolong ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.

Wakaf Al Qur’an Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar-luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Hikmah Wakaf

1. Sebagai pembuka jalan beribadah kepada Allah Swt.,

2. Mengajak muslim yang lain untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khayrat),

3 .Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat,

4. Demi kebaikan Islam,

5. Membantu mengurangi beban susah fakir miskin serta anak yatim.

Saat ini Lombok belum pulih, masih meninggalkan trauma akibat bencana gempa bumi dengan  kekuatan 6,4 SR. Tak hanya kerugian material, menurut  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kerusakan dan kerugian mencapai Rp 8,8 triliun. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mencatat di Negeri Seribu Masjid itu selama sebulan telah terjadi 1.973 gempa bumi.

Berbagai bantuan materiil telah disalurkan kepada para penyitas Gempa Lombok.

Lalu bagaimana dengan spiritualnya?

Selain membutuhkan bantuan materiil (sandang, pangan dan papan), mereka juga membutuhkan asupan rohani. Oleh karena itu, BSM Umat telah mengirimkan seribu Al Quran. Ditaksir perlu Lima Ribu Al Quran dan 10.000 Iqro’ lagi untuk para penyitas Gempa Lombok.

Paket donasi

Al Qur’an :  Rp  100.000/ mushaf

Iqro’        :  Rp   25.000/ buku

Ingin mendapatkan pahala yang unlimited dan memperbaiki spiritual Masyarakat Lombok?

Yuk, salurkan bantuanmu melalui BSM Umat kepada penyintas Gempa Lombok. Bantuan donasi anda dapat disalurkan ke Rekening Bank Syariah Mandiri 700 133 0068 a/n Yayasan BSMU – Wakaf. Sekecil apapun donasi anda akan sangat mempengaruhi masa depan mereka.

Gigih Menghafal Al Qur’an , BSM Umat Bagi-bagi Mushaf Al qur’an Braille untuk Para Tuna netra Soleh ini

BSM Umat – Sejak ba’da Dzuhur, lantunan ayat suci Al Quran menggema dan terdengar dari jarak ratusan meter dari Yayasan Binaul Ummah. Tapi tidak ada yang menyangka kalau ternyata lantunan merdu tersebut berasal dari sahabat-sahabat tunanetra yang sedang mengaji di pendopo yayasan tersebut. Tidak kurang dari 80 orang hadir dan melantunkan ayat ayat suci Al Quran secara bergantian.

Bertempat dikediaman Ust Barra,  kegiatan dilakasanakan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh koordinator Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) pak Dede dan perwakilan dari BSM Umat. Dalam pembukaannya ketua ITMI menyampaikan aktivitas yang telah berjalan selama ini dan cerita-cerita perjuangannya sebagai tuna netra. 

Semakin siang, satu persatu para peserta pengajian rutin tersebut makin ramai. Ada yang berjalan kaki bersama istrinya, ada pula yang diantar oleh sanak saudara. Walau mempunyai keterbatasan, mereka tidak pernah merasa kesulitan untuk hadir di majlis ilmu tersebut, walau cuaca tropis di Bekasi yang cukup menghangatkan. Semangatnya untuk menjadi seorang Hafidz tidak bisa mengalahkan keterbatasan yang mereka miliki.

Satu persatu Al Quran Braile pun dibagikan kepada para sahabat tunanetra yang hadir. Tangan-tangan lembut mulai meraba dan membaca serta melantunkan ayat Al Quran dengan lantang dan lugas. Sekilas, tidak ada yang berbeda dengan majlis yang sering kita singgahi, hanya Al Quran dan keterbatasan yang menjadi pembeda. Bahkan mungkin semangat mereka lebih tinggi dari pada keingin kita yang diberikan kemudahan oleh Allah Subahanhu Wa Ta’ala.

Walau kami memiliki keterbatasan, tapi semangat dan keinginan kami untuk hafidz jauh lebih besar dari penghalang tersebut“, tutur Bapak Dede, Ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia.

Cerita menginspirasi lain yang dapat diperoleh adalah ketika salah satu dari mereka memiliki kemampuan cuci steam dan jual beli handphone. Dan menurut pelanggannya cucian motornya adalah yang terbaik. Jadi keterbatasn tidak bisa menghalangi untuk berkreasi menjadi yang terbaik karena sejatinya mereka pun tidak ingin menjadi beban orang lain dan ingin mandiri seperti orang-orang lainnya.

Scroll to top