Wakaf

Keutamaan Wakaf Masjid Menurut Rasulullah SAW

Hal yang pertama dilakukan Rasulullah ketika melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah adalah membangun masjid. Hal ini memiliki makna yang mendalam karena masjid merupakan simbol komitmen membangun ikatan spiritual dengan Allah SWT.

Al-Mubarokfuri menulis, “Masjid bukanlah hanya tempat melaksanakan shalat. Masjid adalah universitas tempat kaum Muslimin menggali ilmu dan ajaran-ajaran Islam.

“Masjid adalah tempat pertemuan berbagai suku dan bangsa yang beraneka ragam lalu mereka berpadu dan bersatu, padahal sebelumnya mereka dipisahkan dengan perbedaan kesukuan dan peperangan. Masjid adalah basis untuk memenej segala urusan dan melakukan mobilisasi.

“Dan masjid pun adalah parlemen tempat dilangsungkannya musyawarah legislasi dan eksekusi. Dan di samping itu semua, masjid juga menjadi tempat tinggal para muhajirin yang miskin yang tidak memiliki harta, rumah, dan keluarga.” (Ar-Rahiqul-Makhtum hal. 178)

Masjid Quba berdiri pada tanggal 1 Hijriah atau sekitar 622 M. Didirikan di pinggir kota Madinah atau 6 km dari pusat kota. Di Masjid inilah pertama kali diselenggarakan pelaksanaan sholat Jamaah secara terbuka.

Inilah wakaf keagamaan pertama yang terjadi dalam sejarah peradaban Islam. Enam bulan setelah membangun Masjid Quba, di pusat Kota Madinah juga dibangun Masjid Nabawi, yang juga dalam bentuk wakaf keagamaan.

Wakaf masjid adalah wakaf yang paling familiar di telinga umat islam. Selain merupakan wakaf yang pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah juga memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana hadits rasulullah SAW yang berbunyi:

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)

Tentu setiap muslim menginginkan memiliki rumah disurga, sehingga berusaha untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masjid. Melalui program wakaf masjid, cukup dengan 10ribu rupiah sudah dapat memberikan sejuta kebaikan.

Dengan memperbanyak membangun masjid diharapkan mampu mengangkat kehidupan masyarakat disekitarnya. Tidak hanya wakaf untuk mendirikan masjid Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) juga memiliki program memakmurkan masjid dengan cara membantu operasional masjid, membangun perekonomian berbasis masjid dan membangun masjid di tempat-tempat yang dilalui banyak orang.

Kisah Inspirasi Wakaf Utsman Bin Affan

Wakaf adalah salah satu instrumen ekonomi islam yang belum belum populer di telinga masyarakat. Apalagi jika melihat fakta bahwa literasi masyarakat mengenai wakaf yang masih minim. Wakaf diidentikkan sebagai ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh orang kaya saja dan hanya ditunaikan dalam jumlah yang besar.

Sangat disayangkan jika umat islam enggan untuk berwakaf karena ia merupakan amal yang pahalanya mengalir abadi adalah harapan semua mukmin yang sadar akan pentingnya amal di akhirat. Hal ini karena pahala orang yang berwakaf akan selalu langgeng di sisi Allah. Harta wakaf yang terus dimanfaatkan umat, ganjaran pahala bagi orang yang melakukan wakaf akan terus mengalir kendati ia sudah meninggal dunia.

Pemanfaatan wakaf tidak hanya untuk kalangan terntentu, semua orang dapat merasakannya, termasuk didalamnya adalah orang yang berwakaf tersebut. Hal ini menyebabkan penerima manfaat wakaf bisa sangat luas sekali.

Salah satu kisah inspiratif wakaf yang bisa ambil hikmahnya adalah wakaf sahabat nabi yang bernama Utsman bin Affan. Hingga saat ini wakafnya masih bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan. Dapat dibayangkan pahala yang mengalir kepada wakif akan terus mengalir walaupun telah tiada ratusan tahun yang lalu.

BACA: Keteladanan Berbisnis Dari Utsam Bin Affan

Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat nabi yang bersegera dalam menjalankan perintah rasulullah. Integritasnya terhadap islam tidak perlu diragukan lagi, sehingga ia akhirnya dinobatkan  menjadi salah satu Khulafaur Rasyidin.  Dari wakaf utman bin Affan kita bisa ambil pelajarannya. Diriwayatkan pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Pada masa itu kaum Muhajirin sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah, satu-satunya sumur yang tersisa hanyalah milik seorang Yahudi, yaitu sumur Raumah.

Air sumur Raumah memiliki rasa yang mirip dengan air zamzam di Mekah, sehingga kaum Muhajirin rela antri untuk membeli air bersih dari Yahudi tersebut, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbang kan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapatkan surgaNya Ta’ala” HR. Muslim

Lalu Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu, terjadi lah peristiwa tawar menawar dengan Yahudi tersebut hingga disepakati Yahudi menjual setengah sumur miliknya kepada Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan sumur Raumah, sejak saat itu sumur bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk kaum Yahudi. Berkah nya wakaf milik Utsman bin Affan membuat sumur bertambah dan pohon kurma subur, berkembang hingga berjumlah 1550 pohon.

BACA: Mengenal Wakaf Produktif Lebih Dekat

Hasil dari kebun kurma dikelola oleh Departemen Pertanian Saudi, hasil kebun kurma ke pasar-pasar, setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin,sedangkan setengahnya lagi disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau, itulah amalan yang pundi-pundi pahalanya mengalir hingga saat ini.

Kisah ispiratif wakaf dari sahabat Ustman bin Affan bisa memberikan contoh kebermanfaatan yang didapat dari wakaf. Harta yang diwakafkan akan terus bertambah walaupun wakif (pewakaf) sudah tidak ada lagi.

Wakaf BSMU memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Cukup dengan wakaf senilai 10 ribu dapat diwakafkan untuk Ambulance dan wakaf masjid Bakauheni. Harta yang sedikit tidak menghalangi untuk berwakaf.

Santri Tahfidz Qur’an Dalami Ilmu Pertanian di Desa Binaan Laznas BSMU

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) berkomitmen untuk meningkatkan khasanah keilmuan para Santri Tahfidz di Rumah Qur’an yang dikelola.  Salah satu program yang dilakukan untuk memberikan keterampilan hidup para santri adalah dengan praktek magang di Desa Binaan Laznas BSMU.

Dalam praktek magang di Desa Binaan ini terdapat pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum dibuat oleh Laznas BSMU. Kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran menitik beratkan pada ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an, namun demikian tidak mengesampingkan ilmu sosial serta keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup di kemudian hari.

Program magang ini bertujuan untuk mensinergikan program-program yang ada agar dapat berjalan beriringan. Santri memberikan ilmu yang telah didapatkan selama di pondok kepada masyarakat di desa binaan dan santri belajar langsung praktek pertanian.

BACA : Simak Serunya Proses Magang Santri Rumah Tahfidz Qur’an di Desa Binaan Laznas BSMU

19 September 2021 adalah hari terakhir santri Rumah Tahfidz Parung melakukan proses magang di desa binaan Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU). Santri magang di tiga desa yaitu  KTT Ngudi Dadi Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, PP Gapsera, Desa Rejo Asri, Seputih Raman, Central Lampung Regency, Lampung dan  Cianjur Bogor.

Keenam santri magang merasakan manfaat yang cukup besar mengikuti proses megang di desa binaan Laznas BSMU. Hal ini karena mereka mendapatkan ilmu secara praktek berkaitan dengan pertanian. Salah satu ilmu yang dipelajari adalah mengenai pertanian organik, mulai dari cara pengolahannya sampai dengan pengemasan.

Kegiatan magang membuka cakrawala para santri terutama di dunia pertanian, sekaligus dapat mengamalkan ilmu yang selama ini telah di dapatkan di pondok. Walaupun santri disibukkan dengan kegiatan magang, namun kewajiban para santri tetap dikerjakan yaitu tetap menghafal Al quran.

BACA : Mengenal Rumah Tahfidz Qur’an Laznas BSMU di Parung Bogor

Deka Aditya Permana, salah satu santri yang telah menghafal 9 Juz menyatakan pesan dan kesannya nya tentang proses magang, “Alhamdulillah saya mendapatkan banyak ilmu yang berkaitan dengan pertanian. Semoga ilmu yang didapatkan dapat disebarluaskan kembali. Terimakasih kepada Laznas BSMU dan donatur yang telah memfasilitasi santri agar dapat mengembangkan diri untuk bisa menjadi wirausaha petani dan hafidz yang tidak ketinggalan jaman.”

Simak Serunya Proses Magang Santri Rumah Tahfidz Qur’an di Desa Binaan Laznas BSMU

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) memiliki program wakaf yaitu rumah qur’an. Rumah quran ini tersebar di tiga lokasi yaitu Rumah Tahfidz Parung, Rumah Tahfidz Cimahi Bandung dan Rumah Qur’an Cikupa Tangerang.

Dirumah qur’an ini ada beberapa kurikulum pendidikan yang diberikan. Kurikulum yang utama adalah ilmu mengenai hafidz qur’an, berikutnya ada ilmu-ilmu sosial yang dapat dipraktekkan langsung di masyarakat. Santri tahfidz Parung juga melaksanakan workshop pengurusan jenazah untuk meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pengurusan jenazah yang benar sesuai Sunnah.

Di rumah tahfidz Parung yaitu juga dilakukan proses magang ke beberapa desa. Proses magang dilakukan dari 6 hingga 19 September 2021. Lokasi tempat magang adalah KTT Ngudi Dadi Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, PP Gapsera, Desa Rejo Asri, Seputih Raman, Central Lampung Regency, Lampung dan Cianjur Bogor.

BACA JUGA : Pelatihan Dauroh Janaiz Untuk Santri Rumah Tahfidz Parung

Dalam proses magang, para santri diarahkan untuk berperan serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, diantaranya dengan menjadi imam di masjid atau mushola desa, mengajarkan al qur’an atau iqro untuk anak-anak di TPA Masjid atau desa. Selain itu juga para santri memiliki tugas mempelajari peternakan atau pertanian sesuai dengan desa tempat magang.

Dengan proses magang ini diharapkan kedepannya para santri dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di pesantren terhadap lingkungan masyarakat sebelum secara total di terjunkan ke masyarakat. Santri juga dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang pertanian atau peternakan di Desa Binaan Laznas BSM Umat. Selain itu juga untuk meningkatkan keterampilan kerja dan kemampuan sosial yang santri miliki tentang kegiatan keagamaan, sosial, dan pertanian atau peternakan di Desa Binaan Laznas BSM Umat.

Biaya operasional yang dipergunakan oleh rumah tahfidz dan rumah qur’an berasal dari dana ZISWAF yang terhimpun dari masyarakat. Karena santri yang belajar disana berasal dari keluarga yang tidak mampu. Sehingga dalam pembelajarannya para santri dibebaskan dari seluruh biaya atau gratis. Dengan turut serta dalam kontribusi pendidikan santri rumah tahfidz berarti telah turut andil dalam pembentukan karakter para penerus bangsa.

BACA JUGA : Yuk Simak Sejarah Berkembangnya Wakaf Uang di Indonesia

Sejarah Wakaf Pertama Kali Muncul Dalam islam

Dalam sejarah Islam, wakaf dikenal sejak masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena wakaf disyariatkan setelah Nabi hijrah ke Madinah pada tahun kedua Hijriyah. Ada dua pendapat yang berkembang di kalangan ahli yurisprudensi Islam (fuqaha) tentang siapa yang pertama kali melaksanakan syariat wakaf. Menurut sebagian ulama, yang pertama kali melaksanakan wakaf adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yakni mewakafkan tanah milik Nabi Shallallahu Alaihi Wasallamuntuk dibangun masjid.

Pendapat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Syabah dari Amr bin Sa’ad bin Mu’ad, dan diriwayatkan dari Umar bin Syabah, dari Umar bin Sa’ad bin Muad berkata, Kami bertanya tentang mula-mula wakaf dalam Islam? Orang Muhajirin mengatakan adalah wakaf Umar, sedangkan orang- orang Ansor mengatakan adalah wakaf Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa Sayyidina Umar adalah orang pertama yang melaksanakan syariat wakaf berdasar pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar yang berkata, Bahwa sahabat Umar Radhiyallahu Anhu, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar Radhiyallahu Anhu, menghadap, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk meminta petunjuk, umar berkata: ‘Hai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibah kan, dan tidak diwariskan.

Ibnu Umar berkata lagi: Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.

Selain Umar, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mewakafkan tujuh kebun kurma di Madinah di antaranya ialah kebun A’raf Shafiyah, Dalal, Barqah, dan lainnya. Nabi juga mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi milik beliau setelah terbunuhnya Mukhairik ketika Perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk memberi nafkah keluarganya selama satu tahun, sedangkan sisanya untuk membeli kuda perang, senjata dan untuk kepentingan kaum Muslimin. Mayoritas ahli fikih mengatakan bahwa peristiwa ini disebut wakaf.

Sumber : https://www.bwi.go.id/4186/2019/12/13/sejarah-awal-mula-wakaf

Mengenal Rumah Tahfidz Qur’an Laznas BSMU di Parung Bogor

Al quran memiliki kedudukan yang amat penting bagi umat islam. Karena itu, bagi yang rajin membaca dan menghafalnya menjadi begitu dimuliakan Allah SWT. Wakaf BSM Umat turut andil mendidik generasi muda untuk menjadi generasi Hafidz Qur’an.

Dengan tujuan yang mulia tersebut maka diperlukan pengelolaan Rumah Tahfidz dengan cara yang terbaik. Salah satu program yang telah dilakukan adalah Rumah Tahfidz Quran di Parung Bogor.

Tujuan dari program:

  1. Mencetak generasi yang hafal dan memahami Al-Qur’an, serta memiliki akhlaq yang mulia
  2. Melahirkan santri yang memiliki kemampuan dan karakter serta life skill.

Kurikulum pendidikan yang diterapkan terdiri dari : Al-Qur’an Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Dirasah Islamiyah, Leadership dan Life Skill.

Rumah Tahfidz ini berdiri di tanah seluas 6.800m2 dengan fasilitas yang disediakan berupa rumah belajar, rumah ustadz, rumah singgah, musholla, tempat wudhu, saung dan taman, area kebun, dan lapangan badminton.

Santri yang mondok dari berbagai daerah dengan total keseluruhan ada 17 orang yang berasal dari berbagai penjuru seperti  Medan, Kendari, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Lampung, Banten, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Donorejo, Jepara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Santri yang belajar tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis karena santri yang belajar disini terlebih dahulu akan diseleksi. Santri harus merupakan satu asnaf dalam zakat. Selama pandemi para santri tidak diijinkan untuk keluar pondok dan saat ini telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Selain rumah tahfidz di Parung Bogor, Laznas BSMU juga memiliki rumah tahfidz di Cimahi Bandung dan Rumah Belajar Quran di Tangerang. Berbeda dengan rumah tahfidz, rumah belajar Qur’an santrinya tidak bermukim karena santrinya merupakan warga sekitar. Semoga dengan semakin banyak rumah Qur’an, akan semakin banyak pula menghasilkan generasi yang qurani tidak hanya dapat menghafal quran tapi dapat menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sungguh sangat beruntung bagi orang yang bisa membantu dalam operasional  penyelenggaraan rumah tahfidz karena insya Allah pahalanya terus mengalir karena setiap harta yang diberikan berubah menjadi tenaga dan ilmu yang akan diserap oleh para santri penghafal quran.

Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia Wujudkan Mimpi Menjadi Hafidz Al-Quran

Rumah tahfidz BSI di Cimahi baru diresmikan pada bulan Ramadan kemarin, usianya belum genap 2 bulan berjalan. Anak-anak yang mondok disana saat ini berjumlah 8 orang dengan rata-rata usia kelas X. Selain fokus untuk menghafal Al-Qur’an, disini juga mendapatkan ilmu tentang keislaman. Di rumah Tahfidz anak-anak juga diajarkan untuk mandiri, salah satunya dalam hal mempersiapkan makanan.

Kepulangan mereka kerumah karena libur lebaran menimbulkan rasa kangen tersendiri bagi mereka hingga tidak sabar untuk kembali mondok di rumah tahfidz. Sambutan yang baik juga diberikan oleh orang tua santri yang merasakan perkembangan anaknya yang meningkat selama mondok. Tidak ada lagi kekhawatiran di hati mereka untuk melepaskan anak-anaknya kembali belajar di rumah tahfidz BSI.

Salah satu santri yang bernama Azka dari Sukabumi memberikan pengalamannya selama bergabung di rumah Tahfidz BSI Cimahi.

“Saya merasa bersyukur, bangga, dan merasa beruntung karena tak semua orang dapat masuk di tempat ini. Untuk kesan di Rumah Tahfidz bagus sekali karena sangat membantu terutama kepada para pemuda yang ingin menghafal Al Qur’an dan menjadi teladan yang bisa berguna di masyarakat. Sewaktu pulang kerumah ke Sukabumi saya jadi terbiasa untuk mengerjakan ibadah seperti shalat qiyamul lail, shalat dhuha, menghafal Al-Quran, tilawah, al-ma’surat pagi & petang, dan membantu orangtua dirumah”.

Tanggapan positif juga diberikan oleh orangtua santri. Alhamdulillah dengan anak kami berada di rumah tahfidz, hafalannya semakin terjaga dan kebutuhannya terpenuhi. Kami sangat berbahagia dengan kemajuan yang diperoleh anak kami.

Melalui dana ZISWAF yang disalurkan melalui Laznas BSMU, semakin banyak anak-anak yang bisa mencintai Al-Qur’an sekaligus menghafalnya. Semoga keinginan mereka dapat menjadi kenyataan bersama para muzakki.

Pelatihan Daurah Janaiz untuk Santri Rumah Tahfidz Parung

Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) menyelenggarakan kegiatan Dauroh Jana’iz bertempat di Aula Rumah Tahfidz Parung Bogor, Sabtu (12/6). Tujuan dilakukan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan santri tahfidz yang siap terjun langsung untuk menangani proses pengurusan jenazah.

Kegiatan ini dikhususkan untuk santri rumah tahfidz, dengan jumlah total mahasiswa sekitar 18 orang. Kegiatan diawali dengan pemberian materi oleh Ustd. Madroi, S.Sos.I. tentang tata cara pengurusan jenazah yang sesuai dengan sunah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Setelah itu, peserta mempraktekkan secara langsung tata cara yang baik dan benar tentang pengurusan jenazah mulai dari pemandian hingga pemakaian kain kafan.

Pengurusan jenazah dalam Islam hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan namun apabila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Pengurusan jenazah harus dilakukan secepat mungkin. Sri Wahyuni selaku perwakilan Laznas BSMU menyatakan bahwa dauroh jana’iz sangat penting dilakukan, selain sebagai salah satu bentuk pembinaan nila-nilai keislaman juga mengkader santri untuk faham dalam mengurus janaiz. Sehingga kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Yayasan BSMU Resmikan Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia

Jakarta, 10 Mei 2021 – Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia pada hari Jum’at (7/5) di Cikupa, Tangerang.

Setelah sebelumnya diresmikan Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Cimahi, Jawa Barat pada Jum’at (16/4), acara peresmian di Cikupa ini merupakan peresmian bangunan wakaf kedua yang diadakan pada bulan Ramadan 1442 H. Seremonial peresmian ini dilaksanakan secara hybrid, dan dihadiri oleh Suhendar selaku Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU, Gunawan Hartoyo selaku RCEO IV Jakarta 1 BSI sekaligus wakif atas Rumah Belajar Quran, serta Ustadz Didin selaku Pembina Rumah Belajar Quran Cikupa, serta tokoh masyarakat sekitar.

Rumah belajar quran ini merupakan bangunan wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan BSMU, dan berbeda dengan peresmian rumah tahfidz sebelumnya yang dapat menampung penginapan bagi para santri, untuk rumah belajar quran di Cikupa ini hanya diperuntukan bagi santri yang pulang pergi dalam pelaksanaan pembelajarannya, dan terbuka untuk umum setiap akhir pekannya. Usia santri yang belajar disini mulai dari TK sampai dengan SMA, serta penyediaan kurikulum pembelajarannya juga akan
dikelola langsung oleh Yayasan BSMU. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan simbolis penyerahan program santunan THR Yatim kepada 50 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Sukoriyanto.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Ramadan Hebat dan Wakaf Rumah Tahfidz yang diusung oleh Yayasan BSMU secara berkelanjutan, dengan tujuan dapat menebar manfaat bagi yang membutuhkan, serta meraih keberkahan khususnya pada bulan suci Ramadan 1442 H ini, sehingga dapat memberikan kemaslahatan secara merata, sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs). Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengemukakan bahwa program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya hafal 30 Juz Al-Qur’an, namun juga terampil dari segi akademik, sosial, entrepreneur, dan berakhlak mulia.

“Terima kasih kepada para wakif sehingga peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia ini dapat berjalan dengan baik. Semoga program berkelanjutan ini dapat terus terlaksana di daerah lainnya tanpa kendala biaya, karena hadirnya wakaf tunai yang juga difasilitasi Bank BSI”, ujar Suhendar.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU menambahkan, “Dengan adanya program ini kami berharap agar semakin banyak orang yang tergugah untuk berwakaf, dan semoga hadirnya Rumah Belajar Quran ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya warga di sekitar rumah belajar quran. Wakaf tentunya akan digunakan untuk tujuan sosial yang memberikan dampak membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Semoga program-program ini dapat terus berlanjut dan hadir di wilayah lainnya. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 di Tambora

Tambora salah satu wilayah yang terletak di Jakarta Barat. Disalah satu Kelurahannya yaitu Angke menjadi salah satu wilayah terpadat, mayoritas warganya berada dibawah garis kemiskinan. Berdasarkan data BPS (2016) Angke memiliki jumlah penduduk sebanyak 35.327 jiwa dengan tingkat kepadatan 44.441 jiwa/km2 dan 11.758 KK. Masyarakat disana memiliki pendidikan rata-rata hanya tamat SD.  Diketahui penduduk Angke memiliki tingkat pendapatan ekonomi yang rendah.

Di wilayah tersebut terdapat pemukiman kumuh dan miskin (Kumis). Pada bulan Ramadan Hebat yang penuh berkah ini Wakaf BSMU melakukan penyalurkan Kupon CWLS SWR001 kepada warga di Jl. Jembatan 2 Barat RT. 01 RW. 010 Kel. Angke, Kec. Tambora Jakarta Barat, tepatnya di Musholla Al Ikhlas pada Sabtu (24/4).

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 berupa alat bantu dengar untuk 4 orang, sembako untuk 30 orang dan beasiswa untuk pelajar yatim dhuafa berjumlah 30 orang, dengan total penerima manfaat sebanyak 64 orang.

Saefullah selaku Ketua RW 010 mengatakan, “Sangat berterima kasih atas penyaluran Kupon CWLS Retail Seri SWR001 di wilayahnya dan sangat membantu bagi warga yang membutuhkan”.

Fauzi Indrianto selaku  Direktur Development and Implementation mengatakan “Semoga bantuan yang diberikan yang berasal dari dana wakaf nasabah Bank Syariah Indonesia menjadi bermanfaat”.

Penerbitan CWLS Ritel seri SWR001 tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional, guna membantu pengembangan  investasi sosial dan pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Melalui CWLS Ritel seri SWR001, Pemerintah memfasilitasi para pewakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen agar dapat menempatkan wakaf uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search