Mitra Umat

PENYALURAN INFAQ BERAS SANTRI MANDIRI

BSM Umat – Program Beras santri Mandiri yang sudah berjalan beberapa bulan saat ini telah menyalurkan ke Khadijah Boarding School merupakan pondok pesantren yang dikhususkan bagi Akhwat. Santri Khadijah Boarding School terdiri dari yatim dan dhuafa dari seluruh Indonesia. Efek ekonomi akibat pandemi Covid-19 terus dirasakan oleh masyarakat yang tergolong lemah. Hal ini membuat pihak asrama kesulitan untuk membeli beras.

“Sebagian santri telah dipulangkan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, tetapi santri yang berasal dari luar pulau masih menetap di sini. Pesantren saat ini sedang kekurangan beras karena harga yang melambung tinggi” ujar pengurus yayasan.

Ciputat menjadi salah satu daerah tanggap darurat penyebaran Covid-19, sehingga santri harus selalu menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19. 

Alhamdulillah, pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2020 BSM Umat hadir memberikan bantuan beras sebanyak 1500 kg, amanah dari para nasabah Mandiri Syariah dalam program Infaq Beras Santri Mandiri. Di Pondok Khadijah telah tersalurkan sebanyak 500 kg beras dan 1000 kg beras disalurkan juga ke 7 pesantren lainnya, seperti Yayasan Al Muta’arif, Ponpes Insan Qurani, Ponpes Daar El Hikam, Yatimku Laa Tahzan, Bima Azzahra Yatim, Rumah Qur’an Al Manar, Ruhama Al Fajar.

Terima kasih nasabah Mandiri Syariah yang telah ikut dalam Program Infaq Beras Santri Mandiri, sehingga dapat membantu anak-anak yatim dan dhuafa agar tetap sehat di tengah wabah Covid-19. Semoga segala sedekah jariyah selalu memberikan keberkahan yang berlipat. Aamiin

Sumber : Mitra Umat Grout

Data korban Banjir Besar di Jabodetabek

BSM Umat – Berdasarkan data dari Kementerian Sosial tanggal 3 januarai 2020 warga terdampak banjir di wilayah Jabodetabek meninggal dunia mencapai 26 orang, dengan wilayah terbayak 11 orang di Kabupaten Bogor, DKI Jakarta total 9 orang (masih dalam proses konfirmasi), 3 orang di Kabupaten Bekasi, 3 orang di Kota Depok, dan lebih dari 31.000 pengungsi di DKI Jakarta (BPBD DKI Jakarta).

Hingga saat ini masih banyak warga terdampak banjir yang membutuhkan bantuan. Walaupun banjir sudah surut, tetapi di beberapa titik yang terkena banjir cukup parah kemarin, hingga saat ini masih membutuhkan bantuan salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan. Karena banyak warga terdampak banjir yang mulai merasakan sakit paska bencana.

Bagi yang ingin memberikan bantuannya dapat disalurkan melalui nomor rekening Kemanusiaan Mandiri Syariah 703 000 5613 A/n Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat Kode 027, contoh Rp500.027. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui wa.me/628111888465 (WA & Phone) dan 021 797 7000.

Informasi terkini dan lebih lengakp dapat di lihat melalui Instagram @laznasbsmumat

Berbagi Listrik Untuk Petani Kopi dan Aren

BSM Umat – Sindanggalih adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Karangpawitan dan letaknya berdekatan dengan Tasikmalaya. Desa ini dikenal sebagai desa yang memproduksi kopi dan gula aren. Hal ini didukung oleh letak geografisnya yang berada di kaki gunung Galunggung yang memiliki cuaca yang cukup sejuk sehingga menunjang untuk Kopi dan Aren. Tapi sangat disayangkan, fasilitas dan alat penunjang produksi sangat tidak memadai. Bahkan mereka tidak memiliki listrik di lahan dan tempat produksi mereka.

Melihat potensi Kopi dan Aren yang sangat tinggi disana, BSM Umat berinisiatif menyediakan listrik untuk kegiatan produksi dan menerangi hutan tempat mereka bekerja yang terletak di gunung Galunggung, melalui program Berbagi Listrik. Listrik yang digunakan berasal dari energi matahari yang dikonversi menjadi listrik. BSM Umat menyediakan panel surya dan tenaga pemasangan yang nantinya akan memasang di tempat produksi.

Sejak Jum’at pagi (20/9) tim BSM Umat dan warga sudah siap untuk berangkat ke atas gunung untuk melakukan pemasangan Solar Panel. Sebanyak 6 solar panel besar, rangka solar panel dan peralatan pemasangan lainnya dibernagkatkan dari Gudang Kopi ke hutan tempat mereka bekerja di Gunung Galunggung. Karena medan yang sangat tidak memadai untuk kendaraan bermotor dan juga jalan yang sangat terjal, akhirnya perlatan tersebut dibawa dengan berjalan kaki menaiki gunung Galunggung. Perlu diketahui, berat dari satu solar panel adalah 30 Kg dan berat dari satu buah inverter sekitar 50 Kg. Dan juga berat dari Aki yang digunakan untuk menyimpan listrik dari Solar Panel sekitar 40 Kg dan semua diangkat ke atas dengan cara mengendonggnya.

Jalan terjal dan vertikal menjadi makanan sehari-hari bagi para petani kopi dan gula aren ini. Waktu temput yang juga lama menjadi hal yang biasa mereka lalukan. Untuk menempuh perjalan dari rumah ke tempat produksi mereka membutuhkan waktu sekitar 2-3 Jam.

Setelah sampai para siang menjelang sore hari, tim langsung bergegas melakukan pengecoran lokasi pembangunan Solar Panel dan juga pemasangan bracket. Hal ini juga lumayan menyita waktu karena harus menunggu semen untuk kering, baru bracket bisa dipasang. Selain itu, tim juga berpacu dengan waktu karena gelap semakin dekat sampai akhirnya proses pemasangan harus ditunda sampai besok pagi karena alasan keselamatan kerja dan juga jalan pulang yang sangat gelap karena tidak adanya listrik yang tersedia untuk menerangi jalanan dan lokasi kerja.

Sabtu pagi  21/6 tim kembali ke lokasi untuk menyelesaikan proses pemasangan. Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya tim sampai lokasi sekitar pukul 10 pagi. Pemasangan selesai pukul 16.00 sore hari dan telah dilaksanakan pengetesan dengan menggunakan bor listrik. Panel Surya telah berfungsi dan akhirnya hutan dan gunung mereka bisa diterangi.

“Terima kasih kepada rekan-rekan dari Laznas BSM Umat yang udah jauh jauh kerisini untuk masang Solar Panel. Akhirnya hutan kita bisa terang dan produksi kita bisa ditingkatkan lagi” tutur Bapak Janjan Pardiana, Ketua RW 001 Desa Singanggalih.

Hal ini tidak lepas dari donasi para donatur yang telah menyisihkan hartanya untuk sesama melalui BSM Umat. Semoga kedepannya makin banyak desa-desa lain yang terbantu dan terbina oleh BSM Umat.

LAUNCHING PROGRAM DESA BSM KLASTER PETERNAKAN SAPI POTONG

DESA JATI KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK-JAWA TIMUR

BSM Umat – Kegiatan launching Program Desa BSM Klaster Peternakan Sapi Potong di Desa Jati Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2019. Kegiatan tersebut bertujuan mensosialisasikan program kepada stakeholders agar program yang telah berjalan selama 10 bulan dapat berjalan dengan baik dan bisa memberikan manfaat kepada anggota kelompok dan masyarakat luas.

BSM Umat dan Bank Syariah Mandiri telah memberikan bantuan 150 ekor sapi, terdiri atas 50 ekor indukan dan 100 bakalan. Selain itu juga telah diserahkan bantuan kandang koloni 2 unit dan perlengkapan kandang lainnya. Selama 10 bulan berjalan sampai saat ini sudah terbentuk kelembagaan lokal peternak dengan nama KPM Jati Bersemi yang beranggotakan 50 orang peternak. Launching program ini merupakan yang ketiga setelah Lampung dan Purbalingga.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan launching Program Desa BSM tersebut akan dilakukan beberapa hal, yaitu penguatan  organisasi kelompok  peternak  dengan  pendaftaran  badan  hukum  koperasi peternak, penguatan akses pemasaran dengan menjalin kerjasama multistakeholders, pengembangan usaha alternatif pengolahan limbah kotoran ternak  menjadi pupuk organik, penjualan ternak di momen Idul Kurban, dan penguatan kerjasama dengan instansi terkait.

Terimakasih kepada seluruh donatur yang telah menyumbangkan sebagian rizkinya melalui BSM Umat. Program ini sangat membantu masyarakat dan sangat sesuai dengan program Pemda Trenggalek, yaitu “Trenggalek Meroket” (Menuju Ekonomi Rakyat Organisasi Kuat Ekosistem yang Terkendali). InsyaaAllah semua dapat menjalankan amanah program dengan baik sehingga dapat berkembang dan bermanfaat lebih luas.

Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Launching Program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri Klaster Peternakan Kambing di Purbalingga

BSM Umat – Tanggal 3 Mei 2019 PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat (Laznas) BSM Umat meresmikan program  Desa Berdaya Sejahtera Mandiri (BSM) Klaster Peternakan Kambing di Desa Kedarpan, Purbalingga, Jawa Tengah.

Acara peresmian dihadiri Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa, Bupati Purwokerto Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.ECON. MM, Kepala Dinas Peternakan Ir. Lily Purwati, dan Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Prof. Edy Kurnianto, serta peternak binaan yang menjadi peserta program.

“Alhamdullilah, setelah Desa BSM klaster Padi sehat di Lampung, kami melanjutkan program implementasi Sustainable Finance  melalui desa binaan peternakan kambing ini,” ungkap Putu Rahwidhiyasa.

Purbalingga dipilih Mandiri Syariah sebagai  desa binaan peternakan kambing jenis “Kejobong” karena disamping untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal, juga untuk mendukung program pemerintah daerah yang sedang giat mengembangkan kambing jenis tersebut.

Ada 50 orang peternak kambing yang masing-masing menerima 30 ekor kambing untuk dikembangbiakkan dengan cara membuat kandang komunal di dua lokasi yang berdekatan.

Selain diberikan hewan ternak, peternak juga mendapatkan  pendampingan dari Laznas BSM Umat untuk membuat manajemen kandang yang baik, pakan yang sehat, dan lembaga koperasi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan peternakan lebih baik lagi.

Melalui sistem peternakan klastering (terpusat) semua kambing ternak dipusatkan dalam 1 area peternakan dengan total lahan seluas 0,5 hektar ditambah lahan pengembangan pakan hijauan seluas 1,2 hektar.

“Di peternakan ini, kami memanfaatkan semua aspek dari mulai hewan ternaknya sampai dengan limbahnya” tambah Putu.

“Ke depannya kami ingin semua masyarakat peternak kambing di desa ini menjadi peternak binaan Mandiri Syariah dan tentunya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa ini” jelas Putu.

Ada dua besaran program Sustainable Mandiri Syariah yaitu sosio bisnis dan aksi sosial terintegrasi (Mandiri Syariah Integrated Action/BISA) yang mencakup pengembangan komunitas, spiritual development, people development dan environment development.

Sampai saat ini program BISA telah dilaksanakan di 3 (tiga) desa dengan membentuk tiga klaster yaitu klaster Pertanian Padi sehat di Lampung Tengah, klaster Peternakan Sapi Potong di Trenggalek dan klaster Peternakan Kambing di Purbalingga. Program ini merupakan bagian dari mendukung Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Putu Rahwidhiyasa menambahkan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri adalah program implementasi Sustainable Finance Mandiri Syariah dalam upaya penguatan ekonomi, sosial dan lingkungan melalui pengembangan sumberdaya lokal.

Selain sebagai implementasi atas POJK 51 tahun 2017 mengenai Sustainable Finance, bagi bank syariah kegiatan terkait ini merupakan bagian dari pelaksanaan prinsip Maqashid Syariah (tujuan syariah) yakni kemaslahatan umat dan lingkungan.

“Ini adalah upaya kami dalam mewujudkan konsep bahwa bank syariah mampu mengembangkan ekosistem yang tak hanya berorientasi internal (profitabilitas perusahaan), tapi juga berdampak positif secara luas untuk masyarakat, lingkungan, maupun berkontribusi pada Master Plan Jasa Keuangan Indonesia, RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) dan RPJM (RP Jangka Menengah) Nasional, serta berkontribusi nyata pada upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Putu.

“Insya Allah, dalam menjalankan bisnis, Mandiri Syariah tidak hanya bertujuan mencari profit semata tapi keberadaan kami harus dapat memberikan kontribusi bagi people (umat) dan planet (negeri). Semoga apa yang kami lakukan dapat #jadiberkah untuk semua” tutup Putu.

 

 

PT BANK SYARIAH MANDIRI

CORPORATE SECRETARY GROUP

Panen Raya Perdana Desa BSM di Desa Rejo Asri

BSM Umat – Bertempat di Desa Rejo Asri, Seputih Raman – Lampung Tengah, BSM Umat bersama Mandiri Syariah melakukan panen padi pertamanya dalam program Desa BSM yang diinisiasi oleh BSM Umat.

Program penanaman padi tersebut sebenarnya sudah dimulai atau ditanam sejak 4 bulan lalu. Dan tepat pada Senin (18/2) lalu adalah acara panen perdana bersamaan dengan diresmikannya pabrik penggilingan di desa Rejo Asri tersebut.

Alhamdullilah, dengan pola pertanian ramah lingkungan yang dimulai dengan pemilihan bibit padi khusus, penggunaan pestisida nabati sampai dengan sistem penggilingan di gudang penggilingan khusus, hari ini kita dapat memanen beras organik,” kata Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa saat ditemui dilokasi panen padi desa BSM.

Dari 25 hektare lahan budidaya padi sehat, rata-rata hasil panen mencapai 5,8 ton per hektare. Angka ini berada di atas rata-rata nasional yang hanya mencapai 5,5 ton per hektare. Hasil panen diberi merk “BERASERA” dan telah mendapat sertifikasi bebas pestisida dari PT Sucofindo.

Ia menjelaskan, Desa Berdaya Sejahtera Mandiri merupakan program implementasi Sustainable Finance Mandiri Syariah dalam upaya penguatan ekonomi, sosial dan lingkungan melalui pengembangan sumberdaya lokal.

“Ini adalah upaya kami dalam mewujudkan konsep bahwa bank syariah mampu mengembangkan ekosistem yang tak hanya berorientasi internal atau profit,” lanjut Putu.

“Berasera ini adalah salah satu beras yang memiliki jenis beras tanpa pestisida dan pembasmi hama kimia. Sehingga beras ini sehat dan bisa dikonsumsi oleh semua golongan masyarakat. Selain itu, dengan membeli produk Berasera, anda juga telah turut membantu program pemberdayaan umat yang diinisiasi oleh BSM Umat. Selain itu, setiap 2,5% dari keuntungan Berasera ini, di zakatkan melalui BSM Umat untuk mendukung pembangunan dan pendidikan umat.” Tutur Rizqi Okto, Direktur Eksekutif BSM Umat pada siaran persnya.

Program Pemulihan Perekonomian Warga Terdampak Bencana Gempa di Lombok

BSM Umat – Mengawali program recovery untuk memulihkan perekonomian warga Lombok yang terdampak bencana gempa. Di desa Tegar Pernjalin kecamatan Tanjung Lombok Utara relawan BSM Umat menginisiasi sebuah program pemberdayaan ibu-ibu untuk mengolah sumber daya alam menjadi lebih produktif dan bernilai jual tinggi. 

Desa Tegar Pernjalin Lombok Utara memiliki sumber daya alam yang melimpah yaitu kelapa. Ketersediaan kelapa yang banyak belum dikelola secara maksimal. Sehingga harga kelapa menjadi murah dan tidak memberikan nilai ekonomi yang cukup signifikan. Sehingga relawan BSM Umat berinisiatif untuk mengolah kelapa menjadi produk VCO atau Virgin Coconut Oil. Kedua produk tersebut dipilih karena nilai jual dipasaran lumayan cukup tinggi.

Selain karena nilai jual dipasaran untuk VCO tergolong tinggi, namun juga memiliki manfaat yang banyak.
Beberapa manfaat VCO menurut hellosehat.com adalah:
1.    Dapat mempertajam fungsi kognitif otak
2.    Membunuh bakteri dan Virus penyebab infeksi
3.    Mengurangi frekuensi kejang anak
4.    Melancarkan pencernaan
5.    Membantu menurunkan berat badan.

Manfaat kesehatan bisa langsung dirasakan bagi warga desa. Dampak yang lebih besar lagi kedepannya adalah untuk membantu meningkatkan pendapatan warga dan menciptakan lapangan kerja. Sehingga diharapkan program ini dapat mengembalikan perekonomian yang sempat lumpuh pasca gempa. Diharapakan kepada seluruh sahabat BSM Umat agar dapat mendukung program ini dan  perekonomian warga desa yang terdampak gempa bisa bangkit kembali. 

Saat ini telah diproduksi  VCO  oleh warga yang terdampak gempa dengan harga Rp. 40.000/botol. Dengan membeli produk ini berarti telah membantu mengembalikan perekonomian Lombok yang sempat vakum.

Budidaya Kepiting Soka Diharapkan Bantu Perekonomian Masyarakat

Laznas BSM Umat – Potensi pasar yang cukup besar sehingga memberi peluang pengembangan budidaya kepiting bakau secara lebih luas dan komersil adalah salah satu penyebab diadakannya Program Budidaya Kepiting Soka.

Program yang diadakan di Desa Pandansari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu bentuk kolaborasi antara Bank Syariah Mandiri, Laznas BSM Umat, dan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation.

Hadir dalam acara Corsec Group Head Bank Syariah Mandiri Dharmawan P Hadad,  Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat Rizqi Okto Priansyah, Departement Head Corporate Branding & CSR Bank Syariah Mandiri Nardi Winarno, Group Head Corsec Bank Mandiri Rohan Hafas, Wakil Ketua MAI Foundation Abung Sewaka, beserta tamu undangan.

Rizqi Okto Priansyah mengatakan, sinergisitas ini penting agar bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Diharapkan budidaya kepiting soka ini, kehidupan masyarakat bisa terangkat dan kalau bisa budidaya ini menjadi mata pencaharian utama,” kata Rizqi Okto saat melakukan kunjungan dan peresmian Program Pemberdayaan Kepiting Soka, di Desa Kaliwlingi, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (21/10/2017).

Dengan membuka tirai papan nama budidaya maka Program Budidaya Kepiting Soka diresmikan

Jenis komoditas perikanan kepiting bakau (scylla serrata) merupakan salah satu yang potensial untuk dibudidayakan karena bisa dipasarkan hingga ke mancanegara seperti Jepang, Malaysia, Perancis hingga Amerika.

“Saat ini, masih jarangnya masyarakat Indonesia yang membudidayakan kepiting secara khusus. Padahal jika dikelola dan dikembangkan secara terpadu, budidaya kepiting akan sangat menjanjikan,” ujar Abung Sewaka di Desa Pandansari.

Abung Sewaka mengapresiasi kepercayaan Bank Syariah Mandiri dan LAZNAS BSM untuk menyalurkan dana program CSR-nya dalam memajukan masyarakat di Desa Pandansari, Brebes.

Sementara Ketua Karang Taruna Samudera II, Nur Khaliq (27 tahun) mengatakan pihaknya sudah menerima dana yang diberikan sejak 2 bulan yang lalu. Uang tersebut dibelanjakan dalam bentuk bibit, pembelian craft box kepiting dan operasional budidaya.

“Kurang lebih ada 1.000 ekor kepiting dibudidaya di lahan yang sudah disiapkan, yakni 2 hektare dan sekarang setiap hari panen minimal 7 kilo. Ada 3 orang yang kerja dan dijual ke Jakarta dengan harga Rp 90 ribu per kg untuk kelas kepiting terbaik,” ujarnya.

Selain acara peresmian Program Budidaya Kepiting Soka dan Simbolis Penanaman Pohon Mangrove, acara pun diisi oleh pengobatan gratis, distribusi air bersih untuk para dhuafa dan penyerahan 1 unit ambulans.

Scroll to top