Mitra Umat

Laznas BSMU Resmikan Rumah Tempe dan Salurkan THR Yatim Dhuafa

Jakarta, 10 Mei 2021 – Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) melakukan peresmian Rumah Tempe yang berlokasi di Yayasan Seribu Pulau (YSP) Setu Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (6/5). Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan dan kolaborasi antara Laznas BSMU dengan YSP yang merupakan mitra dalam membina anak-anak yatim dhuafa. Para yatim dhuafa yang berada di YSP ini diberikan tiga kemampuan dasar yaitu, dalam memahami Al-Qur’an, bahasa, serta entrepreneur.

Rumah Tempe merupakan tempat khusus untuk mengolah dan memproduksi tempe, mulai dari bahan mentah sampai dengan produk yang siap dipasarkan. Dengan diresmikannya Rumah Tempe ini, para yatim dhuafa di YSP jadi punya tempat untuk memproduksi tempe yang berkualitas, dan juga langsung dapat dipasarkan di sekitar YSP. Salah satu kelebihan yang dimiliki adalah, limbah dari tempe ini nantinya akan digunakan kembali sebagai pakan ikan, sehingga dapat menjadi produk yang siap untuk dijual, dan tidak ada lagi limbah dari tempe yang tersisa atau terbuang. Hadirnya Rumah Tempe ini juga diharapkan dapat memberikan keterampilan dan kemampuan bagi para yatim dhuafa untuk menjadi seorang entrepreneur di masa depan.

Fauzi Indrianto selaku Direktur Implementation & Program mengatakan, “Semoga anak-anak yatim yang ada disini nanti akan lulus dan dapat menjadi entrepreneur yang sukses. Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk pengembangan Yayasan Seribu Pulau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mengamanahkan dananya untuk dapat disalurkan kepada yang membutuhkan.”

Iman Surahman selaku Pendiri Yayasan Seribu Pulau menyatakan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan untuk rumah tempe dan juga THR yatim. Semoga anak-anak ini dapat menjadi orang yang sukses dan donatur diberikan keberkahan karena telah mewujudkan mimpi bagi anak-anak yatim dhuafa disini.

Selain itu, dihari yang sama Laznas BSMU juga memberikan paket THR Yatim Dhuafa bagi 60 anak yatim yang berada di YSP, dan kegiatan penyaluran paket THR Yatim Dhuafa lainnya yang dilakukan di beberapa titik lain di Jabodetabek. Salah satunya pada hari Kamis (6/5) pagi pukul 10.00 WIB, Laznas BSMU bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah memberikan paket THR Yatim Dhuafa kepada 50 anak yatim dhuafa yang lokasi penyerahannya dilakukan di Masjid Al Ihsan, Wisma Mandiri Jakarta.

Penyaluran paket THR Yatim Dhuafa ini merupakan rangkaian tebar kebaikan dari program Ramadan Hebat yang diadakan oleh Laznas BSMU sejak awal Ramadan, dan penyaluran bantuan ini akan terus dilakukan sampai dengan akhir Ramadan 1442 H.

Laporan Penyaluran Warteg Mobile

Laznas BSMU membuat program Warteg Mobile sebagai solusi ketahanan pangan di masa pandemi. Sejak Januari – Februari 2021 telah terhimpun dana sejumlah Rp 427.687.917 . Dari dana tersebut didistribusikan selama 3 bulan dengan total 18.800 paket  yang tersebar di area Jabodetabek.

Adapun perinciannya sebagai berikut:

Januari 10.000 paket

Februari 7.800 paket

Maret 1.000 paket

Warteg Mobile berkonsep menyalurkan makanan siap saji langsung kepada penerima manfaat di daerah kumis (kumuh dan miskin) serta orang yang terdampak akibat covid-19 dan bencana. Program yang melibatkan Ibu-ibu UMKM dalam penyediaannya, diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebelangsungan hidup masyarakat.

Untuk mengikuti program ini dapat juga melalui http://bit.ly/NasiBerkahWartegMobile

Laznas BSMU berkolaborasi bersama IZI Launching Smart Farm Academy

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengadakan kerjasama untuk berkolaborasi membangkitkan pertanian melalui program Smartfarm Academy di Desa Pondok Kelor, Sepatan Timur, Tangerang pada Rabu (24/03/2021).

 

Sektor pertanian mempunyai peran stategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor pertanian berkontribusi pada PDB terbesar ke-2 di Indonesia sebesar 13,54% yang mencapai 395,7 triliun rupiah. Diharapkan, Smartfarm Academy menjadi sebuah program pelatihan dan peningkatan wawasan pertanian serta memadukan peningkatan spiritual kepada pesertanya.

 

Acara ini dihadiri oleh Rizky Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif BSMU, Nana Sudiana selaku Direktur Pendayagunaan IZI, I Gusti Muhammad Sugiarto selaku Kapolsek Sepatan, Agus Halim Siregar selaku DANRAMIL Sepatan.

 

Program Smartfarm ini merupakan bagian dari pemberdayaan dana ZISWAF. Dengan pendayagunaan dana tersebut dapat meningkatkan penghasilan para petani bahkan dapat merubah buruh tani menjadi pemilik lahan.

 

Nana Sudiana mengatakan, “Kita semua tahu bahwa di tengah situasi pandemi dimana ekonomi menjadi sulit ini insya Allah kita dapat memberikan penguatan ekonomi kepada masyarakat dari sisi pertanian dan ketahanan pangan”.

 

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dalam sambutannya “Terima kasihnya atas kolaborasinya melalui program Smartfarm Academy ini, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para petani, “

 

“Kami juga ingin para petani dapat meningkat spiritualnya, dan kedepannya para petani  dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat lain” tambahnya.

Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Lampung Tengah

Jakarta, 21 Maret 2021 – Bank Syariah Indonesia bersinergi bersama BPKH (Badan Pengelolaan Keuangan Haji) dan LAZ Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) membangun Desa berdaya Sejahtera Mandiri Rejosari di Daerah Rejosari, Lampung Tengah. Desa ini dipilih karena kesesuaian dengan penerima manfaat zakat yakni petani mustahik serta wilayahnya yang didominasi persawahan dan perkebunan. Simbolik bantuan diberikan oleh Direktur Sales dan Distribusi Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna, didampingi oleh Direktur Program Laz BSMU, Fauzi Indrianto, serta DR. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku anggota badan pelaksana BPKH yang hadir secara langsung di lokasi program.

 

Dukungan BSI, BPKH dan LAZ BSMU dituangkan dalam bentuk pemberian alat – alat pertanian berupa alat pemisah warna beras (color sorter) dan alat pemisah batu (destoner). Alat ini berfungsi untuk meningkatkan nilai mutu beras serta meningkatkan kualitas harga nilai jual beras dari para petani desa kepada masyarakat sebagai end user.

 

Alhamdulillah, program ini disambut baik oleh kelompok petani Gapsera Sejahtera Mandiri dimana dengan adanya alat ini membuat optimis bagi warga untuk meningkatkan produksi gabah dan nilai jual beras sehat non pestisida yang dihasilkan di Desa Rejosari.

 

Sejak tahun 2018, kelompok petani yang memiliki lebih dari 100 orang ini telah menginisasi penanaman beras organik. Harapannya para petani dapat turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat. Hal ini karena selain pemeliharaannya bebas pestisida dan zat kimia, sifat beras yang mudah terurai oleh tubuh sehingga aman bagi tubuh.

 

Direktur Sales dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan pembangunan Desa Berdaya sejalan value Bank Syariah Indonesia dimana keberadaan bank syariah dapat membangun kesejahteraan ekonomi, sosial dan salah satunya ketahanan pangan. “Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir dan kuat sehingga BSI dapat memberikan kemaslahatan yang luas bagi umat”.

 

Hal senada juga disampaikan Suhendar, Ketua Pengurus LAZ BSMU, “terimakasih kepada seluruh pihak baik Bank Syariah Indonesia dan BPKH yang telah mempercayakan dana sosialnya kepada LAZ BSMU untuk bersinergi dalam program pemberdayaan di Lampung. Kami berharap program ini menjadi jalan mengubah para mustahik (penerima manfaat zakat) menjadi muzzaki (pemberi zakat), sehingga Desa Rejosari menjadi sejahtera dari sisi ekonomi, sosial dan akhlak”.

 

“Kami berharap nilai jual beras organik ini cukup bersaing di pasaran yakni Rp 12.500,-/kg di Lampung serta Rp 13.000/kg untuk luar Lampung, sehingga kesejahteraan para anggota petani di Desa Rejosari bisa meningkat dan manfaatnya terus bergulir bagi warga yang ingin bertani”, tutur Ketua Kelompok Petani Gaptera Sejahtera Mandiri, Sukarlin

BSI Bersama BSMU Menyalurkan Dana ke UNHCR

Pada hari Senin 1 Maret 2021 PT Bank Syariah Indonesia Tbk. bersama Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZ BSMU) menyelenggarakan penyaluran bantuan untuk pengungsi muslim melalui UNHCR (The United Nations High Commisioner for Refugees). Dana yang disalurkan merupakan dana zakat. Bantuan yang diberikan untuk program kesehatan dan makanan pengungsi di seluruh Indonesia selama 1 tahun. Dana zakat yang disiapkan sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Direktur Sales and Distribution Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna, dukungan program kemanusiaan ini merupakan salah satu komitmen pihaknya untuk memberikan kemaslahatan yang luas bagi masyarakat.

“BSI memiliki komitmen untuk menyejahterakan umat dan memberikan kebaikan bagi seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Sinergi dengan lembaga zakat dan organisasi nirlaba seperti UNHCR merupakan salah satu wujud dari komitmen kami tersebut. Mudah-mudahan, langkah ini dapat membantu pengungsi di seluruh Indonesia,” kata Anton Sukarna dalam keterangannya.

Saat ini, dunia mengalami krisis pengungsi terburuk sepanjang sejarah dengan 79,5 juta orang mengungsi secara paksa. Dengan total 42 juta jiwa pengungsi muslim yang terusir dari negaranya karena “krisis”. Salah satu negara yang menjadi tujuan tempat berlindung bagi para pengungsi adalah Indonesia.

Peresmian Desa Berdaya Sejahtera Mandiri
Candi Binangun Yogyakarta

BSMU – Yogyakarta, Rabu 27 Januari 2021, PT Bank Syariah Mandiri (kini Bank Syariah Indonesia) bersama BSMU dan Rumah Zakat meresmikan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri (Desa BSM) berbasis agrowisata Mina Padi di Desa Candi Binangun Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Mina Padi adalah suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah menjadi kolam budidaya ikan jenis nila merah.

“Desa Candi Binangun mempunyai potensi sumber daya untuk pengembangan pertanian serta lokasinya yang terletak di kaki Gunung Merapi dalam kawasan wisata Kaliurang. kami melihat desa seluas 636Ha ini dapat dikembangkan dengan fokus utama budidaya Mina Padi dan Agrowisata,” jelas Anton Sukarna Direktur Mandiri Syariah (kini Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia).

Desa Agrowisata Candi Binangun ini merupakan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri ke-IV setelah Desa Rejo Asri di Lampung Tengah (Padi Sehat), Desa Kedarpan di Purbalingga (Peternakan Kambing) dan Desa Jati di Trenggalek (Peternakan Sapi).

Direktur Eksekutif BSMU Rizqi Okto Priansyah menjelaskan pola budi daya Mina Padi yang tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia menjadikan padinya padi organik. Sementara ikan Mina Padi, merupakan produk unggulan daerah Sleman dan salah satu penyuplai kebutuhan ikan di Jogja dan sekitarnya.

Pertanian sistem Mina Padi di Sleman ini telah menjadi percontohan di wilayah Asia Pasifik oleh FAO (Food and Agriculture Organization) dan dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata sehingga lebih dapat menggerakkan kegiatan usaha lainnya (multiplier effect).

Penerima manfaat tahap awal program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri Mina Padi ditujukan bagi 50 KK sebagai penerima manfaat dimana dalam jangka waktu minimal 2 (dua) tahun mereka akan mendapat pendampingan dari tenaga ahli, professional dari tim BSMU untuk meningkatkan budidaya Mina Padi.

“Kami juga akan memberikan dana bantuan yang akan menjadi milik penerima manfaat dan disalurkan melalui kelembagaan yang akan dibentuk bersama antara BSMU dengan penerima manfaat, dalam bentuk: benih padi, pupuk, benih ikan, pakan, peralatan, dan operasional lainnya,” tambahnya.

Adapun untuk agrowisata Desa Berdaya Sejahtera Mandiri bersama dengan masyarakat setempat telah membangun infrastruktur yang dibutuhkan antara lain tracking wisata susur sungai, kolam terapi ikan arena edukasi membatik, gamelan, menanam padi, handycraft, pembangunan pendopo, fasilitas kuliner, penyediaan transportasi tradisional kereta kuda dan sepeda, pembuatan paket wisata outbond, dll. Selama pandemi, kegiatan agrowisata Mina Padi di Desa Candi Binangun menyesuaikan dengan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan Pemerintah dan menjalankan standarisasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam akhir sambutannya, Rizqi Okto Priansyah menyatakan, “Alhamdulillah, Desa Berdaya Sejahtera Mandiri merupakan salah satu bentuk pemberdayaan dari dana-dana zakat, infak dan sedekah BSMU. Pemberdayaan ini menjadi sebuah model yang disingkat dengan 3M yaitu Mustahik Move to Muzakki. Hal ini karena program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri sudah terbukti dapat meningkatkan pendapatan di lokasi Desa Berdaya Sejahtera Mandiri yang sebelumnya. Semoga dengan adanya Kolaborasi bersama Bank Mandiri Syariah (kini Bank Syariah Indonesia) yang merupakan bagian dari program sustainable finance, warga di Desa Mina padi bisa menjadi Berdaya Sejahtera dan Mandiri”.

Program Warteg Mobile, Berbagi Nasi Berkah

BSM Umat – Pandemi Covid-19 berdampak pada ekonomi. Salah satunya mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunkan daya beli masyarakat di sektor riil dan UMKM. Faktor-faktor tersebut menyebabkan banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Masyarakat menengah kebawah termasuk yang sangat merasakan imbasnya dengan mengalami berkurangnya pendapatan yang menyebabkan tidak terpenuhi sebagian kebutuhan pokok (pangan). Sebagai upaya dalam rangka mengurangi beban masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan, BSM Umat menfasilitasi melalui program bantuan pangan siap saji dalam bentuk warteg mobile.

Program sedekah Nasi Berkah melalui warteg mobile merupakan salah satu kegiatan pendayagunaan dana ZIS BSM Umat yang akan menjual dengan harga murah makanan siap saji dengan konsep Food Truck.

Tujuan dari program ini adalah:
1. Pemanfaatan produk mitra binaan BSM Umat

2. Penyaluran sedekah/infak lebih cepat dan tepat sasaran,

3. Pemberdayaan ibu rumah tangga sekitar penyediaan kuliner/UMKM yang disajikan dalam warteg mobile

Lokasi distribusi warteg mobile adalah wilayah miskin, pemukiman kumis (Kumuh, Miskin) dan wilayah terkena bencana. Target penerima manfaat adalah 300 orang sekali operasi dengan pelaksanaan seminggu 2 kali.  Jenis bantuan adalah makanan bergizi siap saji.

Nilai donominasi sedekah nasi berkah warteg mobile:

Paket Nasi Berkah

1. 10.000

2. 50.000

3. 150.000

4. 250.000

5. 500.000

6. 1.000.000

Paket Warteg Mobile

1. 150.000

2. 200.000

3. 500.000

4. 1.000.000

5. 2.000.000

6. 5.000.000

   

 

Program ketahanan pangan menjadi salah satu program rekomendasi BSM Umat sebagai solusi Ketahanan Pangan di masa pandemi untuk masyarakat dhuafa.

 

 

                                                                                                                                

 

 

 

                                                                                                                                

 

PRESS Release: Launching Program BMB 2020, Mengalirkan Berkah

PRESS Release

Launching Program BMB 2020, Mengalirkan Berkah

Jakarta, 9 Oktober 2020

Mandiri Syariah bersama Laznas BSM Umat melaksanakan Lauching Program BSM Mengalirkan Berkah 2020 secara online. Program yang diinisiasi oleh Mandiri Syariah sebagai bentuk kepedulian insan BSM pada permasalahan umat. Rencananya program tersebut akan dilaksanakan dan bekerjasama dengan masjid di setiap  cabang yang telah terpilih.

Sasaran program BMB adalah masyarakat yang tergolong didalam 8 asnaf penerima zakat (mustahik) yang berada di sekitar masjid. Penerima manfaat yaitu pekerja informal yang memiliki penghasilan dibawah normal, termasuk pekerjaan yang kehilangan pekerjaannya atau terganggu income-nya karena COVID-19 dan yatim piatu dhuafa.

Pada Lauching Program BSM Mengalirkan Berkah (BMB) 2020 turut dihadiri oleh Direktur Distribution & Sales PT Bank Syariah Mandiri Bapak Anton Sukarna beserta jajarannya, Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat Bapak Rizqi Okto Priansyah beserta jajarannya dan Penanggung Jawab BMB seluruh Indonesia.

Kegiatan dalam program BSM Mengalirkan Berkah antara lain berupa pembagian sembako, beasiswa kepada pelajar yang kurang mampu, bantuan alat kesehatan dan sanitasi (handsanitizer, masker, sabun) serta bantuan modal usaha untuk pelaku usaha ultra mikro yang berasa disekitar masjid.  Adapun penerima manfaat merupakan masjid yang direkomendasi dari cabang Bank Syariah Mandiri yang telah ditunjuk kemudian dilakukan proses verifikasi oleh tim Laznas BSM Umat untuk penyaluran dana sehingga tepat sasaran.

Semoga Program BSM Mengalirkan Berkah menjadi solusi dan memiliki keberkahan yang berlipat untuk semua stakeholder yang terlibat di dalamnya. Sehingga permasalahan umat dapat teratasi dengan tidak hanya sekedar memberi tetapi dengan turut aktif dalam menjadikan masjid sebagai peradaban umat islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Launching Program ATM Beras Di Batam, Cilegon dan Praya

SIARAN PERS, Jakarta– Kamis, 10 September 2020, dilaksanakan acara Launching ATM Beras secara Online serentak di 3 wilayah yaitu Cilegon, Batam dan Praya Lombok Tengah. ATM Beras merupakan sinergi program antara Mandiri Syariah dan Laznas BSM Umat yang bertujuan untuk memberikan bantuan bahan pokok kepada warga yang tidak mampu.

Penerima manfaat akan didata dan diberikan kartu akses untuk pengambilan di ATM Beras. Dengan total penerima manfaat berjumlah 450 mustahik dengan masing-masing wilayah 150 penerima manfaat. Setiap kali pengambilan beras penerima manfaat akan mendapat 5 liter.

ATM Beras merupakan sinergi produk  antara Mandiri Syariah, Laznas BSM Umat dan kemitraan masjid. Masjid sebagai salah satu sentra kehidupan umat islam diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ada disekitarnya.

Launching ATM beras dihadiri oleh RCEO Wilayah I Bapak Wisnu Sunandar, Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat Bapak Rizqi Okto Priansyah, Kepala Area Mandiri Syariah, Perwakilan penerima manfaat dari Batam Bapak Camat Sei Bedug Bapak Gufron, Praya Lombok Tengah Bapak H. Dim Ma’arif , Kemenag Lombok Tengah, perwakilan Cilegon Ketua Bazis Cilegon Bapak H. M. Setiawan dan perwakilan jamaah masjid tempat lokasi  ATM Beras.

Keberasaan ATM Beras Mandiri Syariah disambut antusias oleh para penerima manfaat dan berharap semoga dapat terus berkelanjutan.

“Terimakasih atas kepercayaannya untuk menjadi titik ATM Beras. Semoga ATM Beras dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarkat yang kesulitan.” Camat Sei Bedug Batam Bapak Gufron.
 
“Alhamdulillah, Lombok tengah mendapatkan kepercayaan menjadi salah satu lokasi penerima manfaat ATM beras semoga semua berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.” Ketua Baznas Lombok Tengah Bapak H. Dim Ma’arif

“Kami sangat bangga dengan terealisasinya ATM Beras, mudah-mudahan menjadi Cikal bakal dan terobosan yang luar biasa dalam beramal untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Dengan ditempel kartunya maka mustahik dapat mengeluarkan beras dari ATM. Kami merasa diperhatikan dan kami mendoakan semoga BSM tambah maju dan mendapat ridho Allah ta’ala.” Ketua Bazis Cilegon, H. M Setiawan.

Perwakilan dari penerima manfaat dari Cilegon, “Kami pengurus masjid Al Ashr Cilegon mengucapkan banyak terimakasih yang telah memberikan dan mendistribusikan ATM Beras semoga dapat lebih bermanfaat dengan kondisi yang semakin berat saat ini, semoga ini meringankan beban kehidupan sehari-hari”.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat Bapak Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dalam sambutanya, berharap program ini dapat bermanfaat dan memberikan kebermanfaatan yang lebih luas kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan Program ATM Beras ini dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas kepada masyarakat terlebih ditengah situasi ekonomi yang kurang baik sebab pandemic Covid-19 ini.” ungkap Rizqi.

Kisah inspiratif Cipto Peternah Desa BSM

BSM Umat – Cipto Waluyo (50 tahun) adalah salah satu peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi Desa Kedarpan Purbalingga. Ketertarikan beliau dalam mengikuti program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri Klaster Peternakan Kambing didorong oleh keinginannya untuk memperbaiki kehidupan ekonomi tanpa harus meninggalkan keluarga.

Seperti kebanyakan anak muda yang tinggal di desanya, saat muda Cipto mencoba peruntungan dengan merantau ke Ibu kota Jakarta. Pertama kali merantau ke Jakarta yaitu pada tahun 1983 dengan menjadi buruh bangunan. Dua tahun berselang Cipto muda mencoba peruntungan berjualan es di sekitar Kebayoran Lama karena merasa tidak berkembang saat menjadi buruh bangunan. Rupanya ibu kota belum berjodoh dengan Cipto muda, beliau kembali pulang ke Purbalingga demi dekat dengan keluarga. Saat itu beliau memilih profesi sebagai sopir bus dalam kota yang melayani trayek Purbalingga-Kejobong. Dengan penghasilan yang seadanya yaitu sekitar lima puluh ribu rupiah perhari Cipto coba bertahan demi dekat dengan keluarga tercinta. Selama periode tahun 1987 hingga tahun 2000 Cipto mencoba bertahan di Kota Purbalingga dengan menekuni profesinya sebagai sopir bus.

Rupanya Hasrat untuk merantau ke luar kota masih ada dan dipicu oleh kebutuhan keluarga yang cukup besar, Cipto akhirnya memutuskan untuk kembali mengadu nasib menjadi perantauan. Kali ini bukan ke Ibu kota, Cipto bersama saudara tirinya mencoba berjualan buku pelajaran anak SD dan SMP ke Sumatera dan Maluku Utara. Pikirnya daerah tersebut masih belum tinggi persaingannya sehingga diharapkan bisa memperbaiki ekonomi keluarga dengan mendapatkan keuntungan besar dari berjualan buku. Biasanya Cipto berjualan buku selama 3 bulan sekali setiap semesteran. Pada tahun 2010 hingga 2013 beliau merantau ke Riau sedangkan pada tahun 2013 hingg 2016 beliau merantau Ke Maluku utara. Ketika sedang pulang ke Purbalingga beliau masih menjalankan profesi sebagai sopir bus.

Beberapa tahun kemudian Cipto memutuskan untuk tidak lagi merantau berjualan buku. Rupanya berjualan buku tidak lagi menggiurkan karena adanya kebijakan pemerintah yang menghambat perkembangan bisnis penjualan buku bacaan anak SD dan SMP. Meninggalkan keluarga cukup lama tentunya bukan hal yang mudah dan kerinduan untuk berkumpul dengan keluarga mendorong dirinya untuk tinggal di desa saja.

Pria yang lahir pada tanggal 5 Februari 1969 kini sudah tidak muda lagi. Tentunya pengalaman pahit saat merantau cukup membuat dirinya lebih dewasa memandang kehidupan. Dia berpikir bahwasanya hidup bukan hanya melulu tentang uang, akan tetapi harus ada kasih sayang yang dibagi untuk keluarga. Setelah malang melintang di kampung orang, Cipto kembali pulang kampung ke Purbalingga. Beliau kemudian memilih  bertani antara lain dengan menanam singkong, jambu, dan menanam pisang. Hasil pertanian bisa dibilang cukup membantu penghasilan keluarga walau masa panennya tahunan. Pada tahun 2018, saat ada program Desa BSM dari LAznas BSM dan Bank Syariah Mandiri Cipto mencoba mendaftarkan diri. Cipto dengan lima puluh peternak lainnya saling bahu-mambahu membangun kandang komunal yang diberikan oleh Laznas BSM hingga mendapatkan bantuan kambing. Kambing yang didapatkan oleh Cipto dan peternak lainnya diberikan sebanyak 30 ekor dan diberikan bertahap.

Cipto adalah peternak yang mengikuti saran pendamping agar mau memelihara domba. Saran yang diberikan oleh pendamping dimaksudakan karena domba lebih tahan terhadap penyakit dan tidak akan tertular oleh kambing. Pada Idul qurban 1440 H. 4 ekor domba yang dipelihara Cipto terjual semua dengan harga Rp 6.200.000. Dari hasil penjualan ini Cipto mendapatkan keuntungan bersih 1.440.000 dan bisa menyetorkan untuk kas kelompok sebesar 20% dari keuntungan yang diperoleh. Selanjutnya Cipto kembali bisa membeli 2 ekor domba untuk dipelihara lagi yaitu induk betina dan anakan jantan seharga Rp 3.500.000. Rupanya keberhasilan Cipto menjual seluruh dombanya telah mendorong keinginan peternak lainuntuk memelihara domba. Maklum saja kultur peternak di Desa Kedarpan sedari kecil memelihara kambing membuat mereka kurang tertarik memelihara domba. Walau harganya lebih murah dari kambing, kenyataanya domba lebih tahan terhadap penyakit sehingga layak untuk dijadikan usaha oleh peternak.

Saat ini Cipto Waluyo diberikan kepercayaan untuk memelihara 18 ekor domba sisa yang belum laku saat idul adha qurban 1440H. dengan kondisi hijuan yang cukup sulit didapat, Cipto mencoba mengoptimalkan keberadaan pakan alternatif yaitu gedebog pisang. Disaat peternak lain memanfaatkan kulit singkong untuk pakan ternak, langkah Cipto menjadi salah satu alternative yang kemudian diikuti oleh peternak lainnya. Maklum saja gedebog pisang diperoleh tanpa biaya sedangkan kulit singkong diperoleh dengan harga 15 ribu perkarung. Gedebog pisang yang digunakan Cipto dicampur dengan pakan tambahan pollar, ampas tahu, dan rumput odot. Untuk 20 ekor domba dan 6 ekor kambing, Cipto biasanya mencacah dua batang gedebog pisang, mencacah satu ikat rumput odot, lalu mencampurkannya dengan pollar 2kg dan ampas tahu 3kg. Dengan skema pemberian pakan seperti ini Cipto tidak dipusingkan dengan sulitnya mendapat pakan hijuan. Rupanya lambat laun apa yang dilakukan Cipto diikuti pula oleh peternak lainnya.

Cipto dan peternak lain di Desa Kedarpan berharap bahwa program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri yang digagas Laznas BSM dan Bank Syariah Mandiri bisa berkembang dan membantu mengangkat perekonomian di desanya sehingga tidak perlu lagi berangkat pergi merantau ke ibu kota meninggalkan keluarga tercinta. 

 

Scroll to top