Mitra Umat

Peduli Lingkungan untuk Hidup Lebih Sehat

Berdasarkan studi National Plastic Action Partnership tahun 2020, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar urutan ke-2 di dunia, dengan volume sampah plastik sebesar 6,8 juta ton per tahun.

Selain itu juga, data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyebutkan bahwa sebanyak 72% masyarakat Indonesia masih tidak peduli akan pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan. 

Keprihatinan ini membuat Bank Syariah Indonesia bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) mengadakan Launching Program Plasticpay, “Small Movement For Green Economy”, Jumat (9/7). Acara diselenggarakan dalam rangka Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia yang jatuh pada tanggal 3 Juli.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bapak Novrizal Tahar, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia, Bapak Arief Rosyid Hasan, Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia, Bapak Ngatari, Chief Executive Officer Plasticpay, Bapak Suhendra Setiadi dan jajaran karyawan BSI.

Ngatari menyatakan dalam sambutannya, “Dalam rangka meningkatkan awareness segenap pegawai dan nasabah BSI mengenai betapa pentingnya lingkungan hidup, kami mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah dan implementasi kegiatan perilaku peduli lingkungan melalui program plasticpay BSI dengan mengubah sampah botol plastic yang merusak lingkungan menjadi bermanfaat”.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Novrizal Tahar menyatakan apresiasi dan ucapan selamat atas launching program plasticpay Bank Syariah Indonesia.

“Tentu ini sangat membanggakan dan membahagiakan bagi pemerintah, terutama karena masuknya lembaga keuangan dalam ekosistem pengelolaan sampah dan banyaknya muncul social enterpreneur yang memudahkan masyarakat untuk mengelola sampah. Semoga program ini dapat turut memecahkan persoalan sampah di Indonesia,” tutur Novrizal.

Mesin daur ulang sampah plastik tersebut pada tahap pertama ditempatkan di Gedung BSI Wisma Mandiri 1 Jakarta dan selanjutnya mesin tersebut juga akan ditempatkan di area umum di Jabodetabek dengan menggandeng Plasticpay untuk mengedukasi daur ulang sampah plastik.

Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi

Kemarin, tepatnya Selasa (29/6), Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020. Momen ini seyogianya diperingati dalam upaya menumbuhkan rasa kebersamaan antar-anggota keluarga. Harganas menjadi momen untuk berkumpul dan saling menguatkan diri di tengah kondisi kasus covid yang sedang naik. Apalagi jika ada salah satu anggota yang positif covid, hal ini tentu membutuhkan dukungan dari keluarga yang sehat untuk dapat melewatinya.

Masalah Covid adalah masalah bersama, sehingga tidak mungkin bisa diatasi sendiri, minimal keluarga pasti akan terlibat. Dimasa pandemi saat ini peran keluarga sangat penting, dengan saling mengingatkan keluarga akan bahaya. Dengan memberikan asupan makanan yang bergizi dalam keluarga diharapkan akan meningkatkan imunitas.

Imunitas yang baik akan dapat menangkal dari infeksi virus corona. Asupan makanan yang bergizi tidak hanya cukup kenyang saja, melainkan bisa memiliki berbagai unsur yaitu karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.

Ketahanan pangan pada dasarnya bicara soal ketersediaan pangan (food avaibilitas), stabilitas harga pangan (food price stability), dan keterjangkauan pangan (food accessibility).
Sumber pangan untuk masyarakat perkotaan sampai saat ini masih tergantung stok dari desa. Untuk penyediaan pangan mandiri masih terkendala beberapa faktor. Hal ini menjadi semakin dipersulit dengan menurunnya kondisi ekonomi masyarakat, sehingga tidak dapat membeli makanan yang dibutuhkan.

Permasalahan pangan saat ini menjadi permasalahan bersama yang harus diselesaikan secara gotong royong. Yang berlebih membantu yang kekurangan itulah prinsip tolong menolong (taawun) dalam islam. Peranan lembaga zakat dalam hal penyediaan makanan sangat dirasakan manfaatnya. Contohnya yang dilakukan Laznas BSMU yang memberikan bantuan bahan makanan pokok kepada keluarga disabilitas yang ada di Bekasi dan masih banyak lainnya.

Dengan menggunakan dana ZISWAF yang disalurkan melalui lembaga yang terpercaya kebermanfaatannya akan jauh lebih terasa oleh umat. Selain itu juga potensi merubah mustahik menjadi muzakki akan mudah terwujud karena dalam program pelaksanaan programnya sangat diperhatikan proses dari hulu hingga hilir agar tepat sasaran.

Distribusi Makanan Untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantar Gebang

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) terus melanjutkan kebaikan dengan cara memberikan makanan melalui warteg mobile. Pelaksanaan acara dilakukan pada tanggal 26, 28 dan 29 Mei 2021. Sasaran pelaksanaan program adalah daerah kumuh dan miskin (KUMIS) yang ada di sekitar Jabodetabek, tepatnya di TPA Bantar Gebang, Bintara Bekasi dan Cipayung Jakarta Timur. Dana yang disalurkan berasal dari pembayaran fidyah dari para donatur.

Pada hari Rabu, 26 Mei 2021 tim Laznas BSMU mendistribusikan 1.000 porsi makanan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Bekasi, tepatnya di kelurahan Sumur Batu Rt 02/01. Penyaluran warteg mobile diserahkan langsung kepada penerima manfaat dengan mendatangi satu persatu rumah warga. Selain itu juga dilakukan pembagian yang dipusatkan di rumah ketua RT setempat. Warga disekitar pembagian rata-rata berada dibawah garis kemiskinan yang beprofesi sebagai pemulung.

Selain TPST Bantar gebang, Laznas BSMU juga mendistribusikan 500 paket makanan untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bintara Bekasi pada hari Jum’ta (28/05) dan 300 paket makanan untuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cipayung, sabtu (29/05).

Bantar Gebang merupakan  salah satu tempat pembuangan sampah dari warga DKI Jakarta sejak tahun sejak 1985. TPST ini memiliki kapasitas sebesar 49 juta ton, namun tumpukan sampahnya hingga sekarang sudah mencapai ketinggian 50 meter dan ada 7.000 lebih pemulung menggantungkan hidupnya di TPST ini. Bau yang cukup menusuk di sekitar tidak menyurutkan langkah untuk mendistribusikan paket makanan warteg mobile.

Makanan yang didistribusikan, penyajiannya bekerjasama dengan Yatim Seribu Pulau (YSP), sehingga dalam sekali penyaluran ada dampak ganda yang diperoleh, yaitu membantu perekonomian anak yatim di YSP dan memberikan makanan yang bergizi bagi kaum dhuafa yang membutuhkan. Hidup di lingkungan yang berdekatan dengan TPST harus senantiasa sehat agar tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu penerima manfaat menyatakan, “Alhamdulillah saya senang sekali mendapatkan makan siang gratis dari Laznas BSMU. Terima kasih donatur Laznas BSMU dan Nasabah Bank Syariah Indonesia, semoga saya bisa menerima ini dengan ikhlas, semoga yang memberi bisa terus memberi lagi dan dilancarkan segala usahanya supaya kembali lagi berbagi di tempat yang kumuh ini”, ujar  Ibu Neri.

Sukoriyanto mengatakan harapannya, “Semoga program dapat berjalan secara berkesinambungan dengan begitu banyak orang yang akan memperoleh manfaatnya. Terima Kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Bantuan Mesin Air Alkaline untuk Kemandirian Pesantren

Ditengah kondisi pandemi yang memburuk, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat  ‘urgent’ untuk dicarikan solusinya. Dengan memiliki rencana dan program ketahanan pangan yang baik dapat menghindari adanya kemungkinan yang terburuk misalnya kelaparan dan kekurangan pangan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program ketahanan pangan, telah membidik pondok pesantren terutama pondok pesantren untuk kaum dhuafa untuk dibantu dalam program tersebut. Diharapkan, dengan bantuan yang diberikan itu menjadikan pesantren tersebut dapat mandiri dalam hal ekonomi sehingga ketergantungan terhadap bantuan pihak luar bisa semakin dikurangi, bahkan hilang sama sekali. Pesantren selain menjadi tempat pusat menimba ilmu, juga diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian masyarakat disekitarnya.

Adapun saat ini,  bantuan diberikan kepada pondok pesantren As Syafi’iyah Pondok Gede dan pondok pesantren Al Muhtadin. Bantuan diberikan berupa mesin air Alkaline dengan total bantuan  sebesar Rp 174 juta. Masing-masing pesantren mendapatkan 1 unit mesin. Dalam sehari mesin tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 80 galon. Selain dipergunakan untuk konsumsi pondok pesantren, sebagiannya juga dijual untuk menambah pendapatan pondok.

Adapun alasan dipilihnya dua pesantren tersebut karena merupakan pesantren untuk anak-anak yatim yang tidak memungut biaya untuk santrinya serta dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu disekitar pesantren. Total penerima manfaat untuk dua pesantren tersebut adalah sebanyak 300 santri.

Syifa Fauziya selaku perwakilan pondok pesantren Asy Syafi’iyyah menyatakan, “Kami mendapatkan bantuan mesin kangen water yang insya Allah akan menjadi manfaat bagi santri-santri khususnya yatim Asy Syafi’iyyah. Kami sangat bersyukur dan bergembira atas program ini dan semoga ini bisa menjadi satu unit usaha pesantren kedepannya. Terima kasih untuk seluruh donatur Laznas BSMU, semoga Allah memberikan keridhoannya kepada kita semua.”

Program kemandirian ekonomi melalui program ketahanan pangan terlaksana berkat dana ZISWAF yang diamanahkan melalui Laznas BSMU. Tentunya selama peralatan masih dipergunakan maka pahala akan terus mengalir kepada donatur. Pengelolaan dana ZISWAF melalui lembaga akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Peranan Laznas BSMU Dalam Ketahanan Pangan

Problematika ketahanan pangan meliputi beberapa aspek, mulai dari  produksi, distribusi serta konsumsi produk pangan. Kondisi saat ini menyebabkan harga bahan pangan menjadi tidak menentu. Permasalahan ini tentunya tidak dapat dibebankan kepada pemerintah saja tetapi juga masyarakat harus terlibat didalamnya salah satunya lembaga zakat.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Laznas BSMU berupaya untuk berperan aktif didalamnya, yaitu bersama Bank Syariah Indonesia berkolaborasi dalam membuat desa binaan dengan berbagai produk unggulannya. Diantara desa binaan tersebut adalah Desa Rejoasri Lampung Tengah untuk kluster padi, Desa Kedarpan untuk kluster kambing/domba dan Trenggalek untuk kluster sapi.

Laznas BSMU juga membuat program untuk mengatasi masalah distribusi pangan kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang tidak mampu dapat tercukupi pangannya, melalui:

  1. Program Warteg Mobile, dengan menggunakan konsep penyaluran makanan siap saji (siap konsumsi) untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mencukupi kebutuhan pangan, dengan target sasaran pemetik manfaat seperti masyarakat di pemukiman padat/kumuh, komunitas disabilitas, komunitas pengemudi angkot/taksi/ojek, serta masyarakat yang terdampak bencana (kebakaran, kebanjiran , dll). Total penerima manfaat sejak tahun 2020 mencapai 144.284 jiwa.
  2. Program Ketahanan Pangan, merupakan bantuan sosial sebagai bentuk respon kepedulian terhadap kondisi bangsa khususnya pesantren, masyarakat sekitar masjid dan kelompok disabilitas yang saat ini menghadapi kesulitan akibat wabah virus corona. Program ini berbentuk charity berupa bahan pokok serta pengembangan usaha ekonomi bagi kemandirian pesantren. Adapun jumlah penerima bantuan program yaitu 30 pesantren dan 500 orang disabilitas dengan total penerima manfaat 16.000 jiwa.
  3. ATM Beras, program pemberian bantuan beras untuk mustahik yang dapat diambil melalui mesin ATM beras yang ditempatkan dilingkungan masjid. Telah ditempatkan ATM beras di 35 titik (masjid) dengan total penerima manfaat mencapai 14.000 jiwa.

Jumlah tersebut masih jauh dari kata cukup untuk dapat mengatasi masalah ketahanan pangan di Indonesia. Namun, merupakan langkah yang berarti untuk dapat membantu sesama yang membutuhkan. Semua program yang telah dilakukan menggunakan dana ZIS yang berasal dari muzakki. Dengan pengelolaan dana ZIS secara lembaga, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih besar.

Laznas BSMU Resmikan Rumah Tempe dan Salurkan THR Yatim Dhuafa

Jakarta, 10 Mei 2021 – Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) melakukan peresmian Rumah Tempe yang berlokasi di Yayasan Seribu Pulau (YSP) Setu Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (6/5). Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan dan kolaborasi antara Laznas BSMU dengan YSP yang merupakan mitra dalam membina anak-anak yatim dhuafa. Para yatim dhuafa yang berada di YSP ini diberikan tiga kemampuan dasar yaitu, dalam memahami Al-Qur’an, bahasa, serta entrepreneur.

Rumah Tempe merupakan tempat khusus untuk mengolah dan memproduksi tempe, mulai dari bahan mentah sampai dengan produk yang siap dipasarkan. Dengan diresmikannya Rumah Tempe ini, para yatim dhuafa di YSP jadi punya tempat untuk memproduksi tempe yang berkualitas, dan juga langsung dapat dipasarkan di sekitar YSP. Salah satu kelebihan yang dimiliki adalah, limbah dari tempe ini nantinya akan digunakan kembali sebagai pakan ikan, sehingga dapat menjadi produk yang siap untuk dijual, dan tidak ada lagi limbah dari tempe yang tersisa atau terbuang. Hadirnya Rumah Tempe ini juga diharapkan dapat memberikan keterampilan dan kemampuan bagi para yatim dhuafa untuk menjadi seorang entrepreneur di masa depan.

Fauzi Indrianto selaku Direktur Implementation & Program mengatakan, “Semoga anak-anak yatim yang ada disini nanti akan lulus dan dapat menjadi entrepreneur yang sukses. Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk pengembangan Yayasan Seribu Pulau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mengamanahkan dananya untuk dapat disalurkan kepada yang membutuhkan.”

Iman Surahman selaku Pendiri Yayasan Seribu Pulau menyatakan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan untuk rumah tempe dan juga THR yatim. Semoga anak-anak ini dapat menjadi orang yang sukses dan donatur diberikan keberkahan karena telah mewujudkan mimpi bagi anak-anak yatim dhuafa disini.

Selain itu, dihari yang sama Laznas BSMU juga memberikan paket THR Yatim Dhuafa bagi 60 anak yatim yang berada di YSP, dan kegiatan penyaluran paket THR Yatim Dhuafa lainnya yang dilakukan di beberapa titik lain di Jabodetabek. Salah satunya pada hari Kamis (6/5) pagi pukul 10.00 WIB, Laznas BSMU bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah memberikan paket THR Yatim Dhuafa kepada 50 anak yatim dhuafa yang lokasi penyerahannya dilakukan di Masjid Al Ihsan, Wisma Mandiri Jakarta.

Penyaluran paket THR Yatim Dhuafa ini merupakan rangkaian tebar kebaikan dari program Ramadan Hebat yang diadakan oleh Laznas BSMU sejak awal Ramadan, dan penyaluran bantuan ini akan terus dilakukan sampai dengan akhir Ramadan 1442 H.

Laporan Penyaluran Warteg Mobile

Laznas BSMU membuat program Warteg Mobile sebagai solusi ketahanan pangan di masa pandemi. Sejak Januari – Februari 2021 telah terhimpun dana sejumlah Rp 427.687.917 . Dari dana tersebut didistribusikan selama 3 bulan dengan total 18.800 paket  yang tersebar di area Jabodetabek.

Adapun perinciannya sebagai berikut:

Januari 10.000 paket

Februari 7.800 paket

Maret 1.000 paket

Warteg Mobile berkonsep menyalurkan makanan siap saji langsung kepada penerima manfaat di daerah kumis (kumuh dan miskin) serta orang yang terdampak akibat covid-19 dan bencana. Program yang melibatkan Ibu-ibu UMKM dalam penyediaannya, diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebelangsungan hidup masyarakat.

Untuk mengikuti program ini dapat juga melalui http://bit.ly/NasiBerkahWartegMobile

Laznas BSMU berkolaborasi bersama IZI Launching Smart Farm Academy

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mengadakan kerjasama untuk berkolaborasi membangkitkan pertanian melalui program Smartfarm Academy di Desa Pondok Kelor, Sepatan Timur, Tangerang pada Rabu (24/03/2021).

 

Sektor pertanian mempunyai peran stategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor pertanian berkontribusi pada PDB terbesar ke-2 di Indonesia sebesar 13,54% yang mencapai 395,7 triliun rupiah. Diharapkan, Smartfarm Academy menjadi sebuah program pelatihan dan peningkatan wawasan pertanian serta memadukan peningkatan spiritual kepada pesertanya.

 

Acara ini dihadiri oleh Rizky Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif BSMU, Nana Sudiana selaku Direktur Pendayagunaan IZI, I Gusti Muhammad Sugiarto selaku Kapolsek Sepatan, Agus Halim Siregar selaku DANRAMIL Sepatan.

 

Program Smartfarm ini merupakan bagian dari pemberdayaan dana ZISWAF. Dengan pendayagunaan dana tersebut dapat meningkatkan penghasilan para petani bahkan dapat merubah buruh tani menjadi pemilik lahan.

 

Nana Sudiana mengatakan, “Kita semua tahu bahwa di tengah situasi pandemi dimana ekonomi menjadi sulit ini insya Allah kita dapat memberikan penguatan ekonomi kepada masyarakat dari sisi pertanian dan ketahanan pangan”.

 

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dalam sambutannya “Terima kasihnya atas kolaborasinya melalui program Smartfarm Academy ini, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para petani, “

 

“Kami juga ingin para petani dapat meningkat spiritualnya, dan kedepannya para petani  dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat lain” tambahnya.

Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Lampung Tengah

Jakarta, 21 Maret 2021 – Bank Syariah Indonesia bersinergi bersama BPKH (Badan Pengelolaan Keuangan Haji) dan LAZ Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laz BSMU) membangun Desa berdaya Sejahtera Mandiri Rejosari di Daerah Rejosari, Lampung Tengah. Desa ini dipilih karena kesesuaian dengan penerima manfaat zakat yakni petani mustahik serta wilayahnya yang didominasi persawahan dan perkebunan. Simbolik bantuan diberikan oleh Direktur Sales dan Distribusi Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna, didampingi oleh Direktur Program Laz BSMU, Fauzi Indrianto, serta DR. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku anggota badan pelaksana BPKH yang hadir secara langsung di lokasi program.

 

Dukungan BSI, BPKH dan LAZ BSMU dituangkan dalam bentuk pemberian alat – alat pertanian berupa alat pemisah warna beras (color sorter) dan alat pemisah batu (destoner). Alat ini berfungsi untuk meningkatkan nilai mutu beras serta meningkatkan kualitas harga nilai jual beras dari para petani desa kepada masyarakat sebagai end user.

 

Alhamdulillah, program ini disambut baik oleh kelompok petani Gapsera Sejahtera Mandiri dimana dengan adanya alat ini membuat optimis bagi warga untuk meningkatkan produksi gabah dan nilai jual beras sehat non pestisida yang dihasilkan di Desa Rejosari.

 

Sejak tahun 2018, kelompok petani yang memiliki lebih dari 100 orang ini telah menginisasi penanaman beras organik. Harapannya para petani dapat turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat. Hal ini karena selain pemeliharaannya bebas pestisida dan zat kimia, sifat beras yang mudah terurai oleh tubuh sehingga aman bagi tubuh.

 

Direktur Sales dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan pembangunan Desa Berdaya sejalan value Bank Syariah Indonesia dimana keberadaan bank syariah dapat membangun kesejahteraan ekonomi, sosial dan salah satunya ketahanan pangan. “Kami berharap dukungan masyarakat terus mengalir dan kuat sehingga BSI dapat memberikan kemaslahatan yang luas bagi umat”.

 

Hal senada juga disampaikan Suhendar, Ketua Pengurus LAZ BSMU, “terimakasih kepada seluruh pihak baik Bank Syariah Indonesia dan BPKH yang telah mempercayakan dana sosialnya kepada LAZ BSMU untuk bersinergi dalam program pemberdayaan di Lampung. Kami berharap program ini menjadi jalan mengubah para mustahik (penerima manfaat zakat) menjadi muzzaki (pemberi zakat), sehingga Desa Rejosari menjadi sejahtera dari sisi ekonomi, sosial dan akhlak”.

 

“Kami berharap nilai jual beras organik ini cukup bersaing di pasaran yakni Rp 12.500,-/kg di Lampung serta Rp 13.000/kg untuk luar Lampung, sehingga kesejahteraan para anggota petani di Desa Rejosari bisa meningkat dan manfaatnya terus bergulir bagi warga yang ingin bertani”, tutur Ketua Kelompok Petani Gaptera Sejahtera Mandiri, Sukarlin

BSI Bersama BSMU Menyalurkan Dana ke UNHCR

Pada hari Senin 1 Maret 2021 PT Bank Syariah Indonesia Tbk. bersama Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZ BSMU) menyelenggarakan penyaluran bantuan untuk pengungsi muslim melalui UNHCR (The United Nations High Commisioner for Refugees). Dana yang disalurkan merupakan dana zakat. Bantuan yang diberikan untuk program kesehatan dan makanan pengungsi di seluruh Indonesia selama 1 tahun. Dana zakat yang disiapkan sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Direktur Sales and Distribution Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna, dukungan program kemanusiaan ini merupakan salah satu komitmen pihaknya untuk memberikan kemaslahatan yang luas bagi masyarakat.

“BSI memiliki komitmen untuk menyejahterakan umat dan memberikan kebaikan bagi seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Sinergi dengan lembaga zakat dan organisasi nirlaba seperti UNHCR merupakan salah satu wujud dari komitmen kami tersebut. Mudah-mudahan, langkah ini dapat membantu pengungsi di seluruh Indonesia,” kata Anton Sukarna dalam keterangannya.

Saat ini, dunia mengalami krisis pengungsi terburuk sepanjang sejarah dengan 79,5 juta orang mengungsi secara paksa. Dengan total 42 juta jiwa pengungsi muslim yang terusir dari negaranya karena “krisis”. Salah satu negara yang menjadi tujuan tempat berlindung bagi para pengungsi adalah Indonesia.

Scroll to top