Literasi ZISWAF

Resep Mendapatkan Berkahnya Rezeki

Dalam salah satu IG Live yang dilakukan LIKES (Literasai Keuangan dan Ekonomi Syariah) mengangkat sebuah tema yaitu ‘Resep Berkahnya Rezeki’. Sebagai narasumbernya adalah Ust. Jundi Imam Syuhada, Lc., yang juga merupakan salah seorang penulis buku.

Rezeki menjadi permasalahan hidup setiap manusia, apalagi ketika berada dalam pandemi banyak orang yang merasa khawatir dengan rezekinya. Padahal Allah telah menjamin rezeki seorang hamba.

Dalam pembahasana  literasi islam, seorang muslim dalam hal mencari rezeki harus mengacu kepada rasulullah. Bagaimana rasulullah mengajarkan umat ini dalam mencari rezeki. Salah satu ketampilan yang sudah mulai hilang saat ini adalah ketrampilan tangan. Mencari rezeki dengan ketrampilan tangan mengolah sesuatu contohnya yang dilakukan oleh istri rasulullah yang bernama  Zainab bintu Jahsy.

Beliau memiliki ketrampilan berdagang dan menyamak kulit dengan cukup handal. Hasil samakan yang sangat bagus sehingga dihargai sangat mahal. Jadi walaupun dirumah saja beliau tetap bisa mendapatkan penghasilan.

Konsep pekerjaan yang baik yang rasulullah ajarkan kepada sahabat yaitu bekerja dengan tangannya dan makan dengan hasil tangannya. Selain itu rasulullah juga menganjurkan untuk berdagang, karena dalam setiap jual beli itu ‘mabrur’ (berkah). Kata mambrur di fiqh muamalah berarti yang paling berkah.

Sejarah itu berulang, zaman dahulu dan zaman sekarang memiliki permasalahan yang sama yaitu masalah pengangguran. Jika kita mempelajari dengan kacamata islam akan mendapatkan solusi.

Salah satu contoh dari rezeki yang berkah yaitu dari kisah Umar bin Khottab ketika sedang ‘blusukan’ ke rumah-rumah penduduk. Disebuah ruamah beliau mendengar seorang anak disuruh mencampur susu dengan air oleh orangtuanya namun menolak, dengan mengatakan,”Walaupun khalifah Umar tidak melihatnya maka Allah senantiasa melihat apa yang dilakukannya”. Tindakan tersebut membuat hati kahlifah tersentuh dan menangis, kemudian sepulangnya ke rumah Khalifah Umar meminta anaknya untuk menikahi wanita tersebut. Dari keturunan wanita tersebut kemudian terlahir seorang khalifah yang terkenal ke zuhudan dan kearifannya yaitu khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Ketika Rasulullah didatangi oleh pemuda untuk meminta-minta, beliau tidak langsung mengabulkannya padaha beilau adalah orang yang paling pemurah hatinya. Namun beliau menyuruh pemuda tersebut untuk pulang dan membawa barang yang ada dirumahnya untuk dijual kepada para sahabat. Ternyata yang ada hanya ceret yang sudah tua dan tikar yang sudah lusuh. Rasulullah menawarkan kepada para sahabat untuk membelinya, kemudian ada sahabat yang mengerti maksud rasulullah tersebut kemudian membelinya dengan harga 2 dirham. Rasulullah memberi wejangan kepada pemuda tersebut, 1 diraham beli roti untuk makan keluarga dan 1 dirhan untuk membli kampak dan kemudian datang lagi kesini. Kemudian disuruh kepasar dan jangan balik lagi kesini sebelum 15 hari. Kemudian dia ternyata bekerja dengan kampak tersebut. Ini salah satu cara rasulullah untuk mendidik umatnya yang masih muda untuk bekerja agar mendapatkan penghasilan.

Saat ini banyak orang yang ingin kaya namun malas untuk berusaha, senangnya rebahan. Merasa malu ketika diajak untuk berdagang.  

Literasi harta berkah yang lainnya adalah imam al laits. Beliau adalah ulama yang kaya raya, sehingga menyuruh orang-orang untuk belajar kepadanya secara gratis. Walaupun beliau kaya namun hartanya tidak pernah mencapai haul karena hartanya selalu diberikan kepada orang lain.

Dahulu salah satu sahabat nabi bernama Saad bin Ubadah pernah berdoa, “Ya Allah sepertinya saya tidak cocok diberi rezeki yang sedikit saya cocoknya diberi rezeki yang banyak.” Dan doa sahabat tersebut dikabulkan oleh Allah dan mental kayanya sangat terlihat dari pada saat makan malam yaitu selepas isya dia membawa orang sebanyak 80 orang untuk makan bersama.

Dalam sebuah buku yang berjudul Ishlahul Maal karya ulama asal Bagdad Ibnu Abdi Dunya, dalam sub bab Ihtiraf, yaitu pekerjaan-pekerjaan yang rasulullah rekomendasikan sebuah usaha yaitu, usaha kain (sebagaimana  yang dilakukan imam abu hanifah), usaha parfum, usaha pangan.

Salah satu cara untuk rezeki berkah yaitu dengan mengawali aktifitas di pagi hari. Dahulu rasulullah selalu mengirim pasukan (baik besar maupun keci) diawal hari (pagi hari). Hal ini diikuti oleh para sahabat, yaitu dengan mengirimkan barang dagangan di pagi hari.

Dari pembahasan tersebut diatas bisa disimpulkan resep agar mendapat berkah rezeki adalah :

  1. Selalu Bangun pagi, prorduktivitas mulai dari pagi hari
  2. Menggunakan ketampilan tangan untuk mendapatkan rezeki
  3. Dagang, karena disetiap juali beli itu mabrur
  4. Memiliki jiwa mandiri, tidak bergantung kepada orang lain dalam mendapatkan rezeki
  5. Memperbaiki niat untuk menjadi orang kaya, agar menjadi orang kaya yang bersyuku bukan kufur.

Cara Pembayaran Zakat Deposito Syariah

Kondisi perekonomian yang tidak menentu membuat banyak orang yang semakin peduli terhadap investasi. Terutama investasi yang mudah dan dijamin keamanannya, salah satu instrument investasi tersebut adalah deposito. Walaupun deposito tidak menawarkan bagi hasil yang tidak tinggi namun masih memiliki banyak peminat.

Sebagai umat muslim kita tentu menginginkan harta yang kita miliki bersih dari hak-haknya sehingga depositopun harus dipikirkan pengeluaran zakatnya. Bagaimana jika deposito tersebut diletakkan pada Bank Syariah, apakah masih wajib mengeluarkan zakat dan bagaimana cara mengeluarkannya.

Ust. Oni Sharoni sebagai anggota Dewan Syariah Nasional MUI sekaligus DPS Bank Syariah Indonesia menyatakan dalam jawabannya yang dilansir dari republika.co.id.

Deposito itu wajib ditunaikan zakatnya sebesar 2,5 persen saat saldo depositonya di akhir bulan kedua belas itu mencapai minimal senilai 85 gram emas.

Kesimpulan ini bisa dijelaskan dalam poin-poin berikut. Pertama, deposito seperti yang dipraktikkan di bank-bank syariah itu wajib ditunaikan zakatnya oleh deposan sebesar 2,5 persen saat saldo depositonya telah melewati genap dua belas bulan dan mencapai minimal senilai 85 gram emas.

Di antara ilustrasinya adalah A membuka deposito di bank syariah dan menempatkan dananya Rp 100 juta pada Januari 2020. Kemudian, pada 1 Januari 2021, total saldo depositonya mencapai Rp 120 juta. Rp 100 juta sebagai modal investasi dan Rp 20 juta sebagai bagi hasilnya, maka A wajib mengeluarkan zakat atas depositonya. Karena, jika kita asumsikan bahwa harga 1 gram emas itu Rp 1 juta, maka 85 gram emas berarti Rp 85 juta. Praktis saldo depositonya sudah mencapai nishab, maka yang harus ditunaikannya adalah 2,5 persen dari Rp 120 juta, yaitu Rp 3 juta.

Jika seseorang membuka deposito di bank konvensional, maka yang menjadi obyek wajib zakat adalah deposito yang disetor, sedangkan bunga yang diterimanya itu bukan obyek wajib zakat, tetapi harus ditunaikan menjadi sedekah. Misalnya, A menyetorkan dana di deposito konvensional sebesar Rp 100 juta pada 1 Januari 2020. Pada 1 Januari 2021 saldo depositonya berjumlah Rp 110 juta. Dengan demikian, perhitungan zakatnya adalah 2,5 persen dari Rp 100 juta, yaitu Rp 2,5 juta. Sedangkan yang Rp 10 juta disalurkan sebagai sedekah karena dikategorikan dana nonhalal (bunga ribawi).

Kedua, kesimpulan tersebut didasarkan pada:

(a) Ketentuan zakat deposito itu adalah ketentuan yang berlaku pada zakat perdagangan dalam nisab, waktu mengeluarkan beserta tarifnya, itu karena kesamaan substansi antara keduanya.

Saat membuka dan menempatkan dananya di deposito bank syariah, maka pemilik deposito adalah pemilik modal yang menitipkan dananya kepada bank syariah untuk dikelola dalam usaha-usaha yang halal dengan keuntungan yang dibagihasilkan antara pihak ketiga, bank syariah, dan deposan.

Jadi, ada unsur investasi dan perputaran barang dan jasa sebagaimana disampaikan al-Qardhawi, “Setiap sesuatu yang digunakan untuk jual beli”. Dan dengan siklus ini, bisa disimpulkan bahwa ada unsur an-nama (berkembang) dalam deposito tersebut.

(b) Saat ketentuan yang berlaku dalam zakat deposito itu adalah zakat perdagangan, maka dalil kewajiban zakat deposito itu juga sama dengan dalil zakat perdagangan, yaitu firman Allah SWT, “… nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik ….” (QS al-Baqarah: 267)

Kemudian, hadis Rasulullah SAW, “Dari Samrah bin Jundab ia berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan zakat dari yang kami persiapkan untuk berjual beli.” (HR. Abu Dawud).

Selain itu, ijma’ sahabat dan tabi’in, seperti pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abdul Aziz, tidak satu pun yang berbeda pendapat dan melarang zakat perdagangan ini.

(c) Sebagaimana regulasi terkait, zakat mal meliputi zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya, zakat uang dan surat berharga lainnya, serta zakat perniagaan. (PMA RI Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif).

Ketiga, di antara pilihan teknis mengeluarkan zakat yakni ditunaikan zakatnya oleh bank syariah sebelum dibagihasilkan kepada para pihak terkait atau bank syariah membagihasilkan keuntungan kepada para pihak terkait (termasuk pemilik modal), kemudian masing-masing (termasuk pemilik modal) yang menunaikan kewajiban zakatnya. Wallahu a’lam

Perbedaan Zakat dan Sedekah

Zakat dan sedekah merupakan amalan bagi umat Muslim. Keduanya hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang memiliki kelebihan harta. Namun demikian, terkadang orang masih sering keliru dalam penyebutannya. Banyak keutamaan bagi orang yang mampu menjalankannya.

Perbedaan zakat dan sedekah sangat penting untuk dipahami tiap umat Muslim. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu bisa memilih bentuk amal yang tepat sesuai kemampuan.

Untuk mengupas tuntas mengenai hal ini Ustadz Ammi Nur Baits menerangkan dalam tulisannya;

Secara Bahasa:

 Zakat artinya tumbuh (an-Nama’), bertambah (ar-Rii’), keberkahan (al-Barakah), dan mensucikan (at-Tathiir). (Lisan al-Arab, 14/358 dan Fathul Qadir, 2/399).

Sementara kata sedekah turunan dari kata as-Shidq yang artinya kejujuran. Karena sedekah adalah kejujuran iman orang yang mengeluarkannya. (Fathul Qadir, 2/399).

Sedangkan pengertiannya secara syariat,

▶️ Zakat: beribadah kepada Allah – Ta’ala – dengan mengeluarkan barang yang wajib dizakati untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan ukuran tertentu sesuai yang dijelaskan syariat.

▶️ Sedekah: beribadah kepada Allah dengan menginfakkan harta yang tidak diwajibkan syariat.

Meskipun terkadang istilah sedekah digunakan untuk menyebut zakat.

Dalam beberapa ayat, Allah menyebut zakat dengan sedekah.

Seperti firman Allah yang menjelaskan orang-orang yang berhak menerima zakat,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ

Sesungguhnya sedekah itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, … (QS. at-Taubah: 60)

Yang dimaksud sedekah pada ayat ini adalah zakat.

Diantara perbedaan sedekah dan zakat,

✅ [1] Zakat adalah kewajiban dalam islam untuk komoditas tertentu, seperti emas, perak, pertanian, binatang ternak, dst.

Sementara sedekah bukan kewajiban dan tidak dibatasi jenis komoditasnya.

✅ [2] Ada syarat tertentu untuk zakat, seperti harus mencapai nishab, bertahan selama satu tahun (haul), dan dikeluarkan dengan nilai tertentu.

Sementara sedekah, tidak ada syarat khusus, tidak ada nishab (batas minimal harta), tidak harus menunggu haul, dan bisa dikeluarkan dengan jumlah berapapun, selama tidak merugikan diri sendiri atau keluarga.

✅ [3] Zakat diwajibkan untuk diserahkan kepada golongan tertentu yang telah disebutkan oleh Allah. dan tidak boleh diberikan kepada selain mereka.

Sementara sedekah bisa diberikan kepada selain 8 ashnaf, seperti anak yatim, dst.

✅ [4] Orang yang mati dan belum menunaikan zakat, wajib dibayarkan oleh ahli warisnya.

Dan pembayaran utang zakat, lebih didahulukan dari pada pembagian wasiat atau warisan.

Sementara untuk sedekah tidak ada kewajiban semacam ini.

✅ [5] Orang yang tidak membayar zakat, mendapatkan hukuman khusus di dunia dan di akhirat

Di dunia, dihukum dalam bentuk ditarik paksa zakatnya dan dihukum ta’zir sesuai keputusan pemimpin.

Ibnu Qudamah mengatakan,

وإن منعها معتقدا وجوبها, وقدر الإمام على أخذها منه, أخذها وعزره

“Orang yang tidak membayar zakat, dengan tetap meyakini bahwa itu wajib, sementara pemimpin memungkinkan untuk mengambil hartanya, maka pemimpin boleh memaksa dan memberinya hukuman ta’zir. (al-Mughni, 2/434)

Dan berhak mendapat hukuman di akhirat seperti yang disebutkan dalam hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ

“Siapa yang diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat hartanya dijadikan seekor ular jantan aqra’ (botak karena di kepalanya ada banyak racun), yang berbusa dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang dengan kedua sudut mulutnya, sambil berkata,’Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu.” (HR. Bukhari 1403).

Sementara untuk orang yang tidak menyerahkan sedekah, tidak ada ancaman semacam ini.

✅ [6] Menurut 4 madzhab, zakat tidak boleh diberikan kepada anak, cucu dst ke bawah, juga tidak boleh diberikan ke bapak, kakek, dst. ke atas.

Sementara sedekah bisa diberikan kepada anak atau orang tua.

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi mengenai perbedaan zakat dan sedekah. Kamupun dapat menunaikannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Lanjutkan kebaikan dengan mengajak orang lain untuk menunaikannya.

Potensi ZIS Dimasa Pandemi

Jakarta – Pada 8 April 2021 telah diadakan diskusi menarik mengenai potensi ZIS dimasa pandemi, serta strategi dalam pemanfaatan donasi melalu digital. Diskusi ini  disiarkan langsung  di radio Smart FM dalam program Smart Branding, pukul 07.00. Bersama Risyad Iskandar selaku Direktur Marketing & Network Laznas BSMU, Yuswohady selaku Managing Partner Inventure dan sebagai hostnya adalah Daryl Adam.

Dalam diskusi ini menyebutkan tentang WHO mengatakan bahwa pandemi corona saat ini sudah berubah menjadi endemi. Otomatis banyak yang berubah termasuk strategi Branding dan Comunication, saat ini yang paling ampuh dimasa pandemi bukan lagi hardselling tetapi yang menyentuh sisi emosi, empati dan kepedulian terhadap konsumen.

Dalam diskusi juga membahas potensi yang sangat luar biasa yang dapat dimanfaatkan ZIS dimasa pandemi. Saat ini banyak orang yang susah, sulit dan meninggal, implikasi dari krisis kesehatan yang berlanjut pada krisis ekonomi. Banyak usaha yang gulung tikar, bahkan sebanyak 80% UKM dikabarkan telah tutup. Ketika banyak orang yang mengalami kesusahan ekonomi, ada harapan untuk bangkit karena tradisi bangsa Indonesia yang terkenal suka gotong royong, suka membantu orang yang sedang kesulitan dapat menjadi solusi tersebut.

Dalam prediksinya Yuswohadi mengatakan 4 perubahan consumer besar dari masa pandemi salah satunya adalah kita menuju emphatic society. Kaitannya dengan ziswaf adalah dimasa pandemi banyak orang yang menjadi rajin untuk memberi dan berderma  membantu saudaranya yang sedang mengalami kesulitan.

Risyad Iskandar mengatakan bahwa untuk menjawab tantangan ini, Laznas BSMU sebagai lembaga philantrophy korporasi harus mampu menangkap momentum dengan berbagai inovasinya, salah satunya memanfaatkan dunia digital serta tidak harus selalu melakukan  ‘hardselling’. Pandemi memberikan banyak pelajaran salah satunya dalam hal penyaluran yang dapat  bekerjasama dengan philantrophy yang lain untuk menebarkan kemashlahatan, misalnya, menggunakan channel digital (contohnya jadiberkah.id) dalam menyampaikan pesan-pesannya. Bersambung page 2 ..

Pages: 1 2

Zakat Dalam Islam

BSM Umat – Zakat dalam terminology artinya berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah. Dalam Al-Quran dan hadis disebutkan, “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. al-Baqarah[2]

Zakat merupakan salah satu rukun islam dan menjadi pilar penegak pondasi syariah islam. Dengan demikian hukum zakat menjadi wajib bagi yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pengertian zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh orang Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. Ayat tersebut diambil dari Al Quran QS. Adz Dzariyaat : 19.

Setiap harta yang kita dapatkan ternyata terdapat harta milik saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dan harta tersebut harus dikembalikan melalui zakat, yang nantinya akan disalurkan kepada saudara-saudara yang tidak memiliki keburuntungan sebagaimana yang kita miliki saat ini.

Macam-macam zakat terbagi 2, yaitu :

1. Zakat Nafs (jiwa), yaitu zakat fitrah

2. Zakat Mal (harta)

Zakat Maal terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

1. Zakat perdagangan

2. Zakat pertanian

3. Zakat hewan ternak

4. Zakat emas dan perak

Berzakat tidak hanya sekedar melakukan kewajiban kita, tapi juga terdapat keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala didalamnya. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya (QS. Saba: 39).

Dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala akan menambah harta hambanya yang telah rela melakukan kewajibannya untuk berzakat. Dan artinya zakat tidaklah mengurangi harta, tapi justru akan menambahkannya.

Sebelum hak saudara-saudara kita, yang Allah subhanahu wa ta’ala titipkan melalui gaji atau pendapatan, terpakai oleh kita, segerakanlah untuk menyalurkannya. Berikut informasi zakat BSM Umat http://bit.ly/zakatjadiberkah.

 

Sudahkah Kita Membayar Zakat Profesi?

Laznas BSM Umat – Zakat Penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nisab. Zakat ini dibayarkan dari penghasilan profesi jika telah mencapai nisab. Nisab zakat penghasilan atau profesi setara dengan 653 Kg gabah atau setara 520 kg beras, dengan besaran zakat 2,5% dari penghasilan.

Allah SWT berfirman bahwa zakat yang dibayarkan adalah untuk pensuci jiwa dan pembersih harta. Selain itu, dengan berzakat bisa membantu kondisi sekitar atau lainnya yang dalam kondisi membutuhkan. Zakat juga menjadi penyeimbang agar kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin tidaklah semakin lebar.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat kamu membersihkan dan menyucikan mereka. Sesungguhnya doa kamu menjadi ketentraman jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At Taubah: 103)

Manfaat zakat dari segi sosial, sesungguhnya sangat memberi dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Tentunya penyaluran zakat diharapkan bisa melalui lembaga-lembaga zakat yang ada, contohnya Laznas BSM Umat.

Sehingga pemberian zakat bisa disalurkan secara merata ke wilayah atau daerah yang warganya membutuhkan bantuan. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya solidaritas persaudaraan atau ukhuwah islamiyah.

Karena menunaikan zakat bisa menghilangkan jarak antara si kaya dan si miskin. Di sisi lain, kenapa harus membayar zakat di Laznas BSM Umat. Karena di lembaga ini penggunaan dana zakat akan dikelola agar penyalurannya dan kemanfaatan dana zakat bisa lebih meluas.

Seperti untuk membantu para yatim dan dhuafa, korban bencana, pembangunan masjid/mushola, dan tahfidz Alquran. Semoga zakat yang Sahabat berikan bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Amin

Yuk Kita Segera Tunaikan Zakat Penghasilan atau Profesi ke Laznas BSM Umat melalui rekening Bank Syariah Mandiri 702 620 2595 bisa juga melalui QR Code Zakat.

#Zakat #ManfaatZakat #YukZakat #LaznasBSMUmat #Ramadhan #SinergiUntukUmat #PastiBerkah

Diskusi Publik Gerakan Zakat, Ekonomi Islam, & Strategi Pengentasan Stunting

HADIRILAH DISKUSI PUBLIK !

Hari/tanggal : Jumat, 8 Maret 2019
Pukul : 13.30 – 17.00 WIB
Tempat : Surabi Bandung Enhaii, Cempaka Putih Jakarta Pusat

“Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, peribahasa yang menggambarkan bumi Nusantara ini tidak mampu menjadi bahan bakar dalam mencegah terjadinya stunting. Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa 3 dari 10 anak Indonesia mengalami stunting (29,6%, berdasarkan PSG 2017). 

Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis bisa mengakibatkan bonus demografi yang terjadi di Indonesia sia-sia. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan hal ini sembari menegaskan bahwa selama ini stunting tidak disadari sebagai masalah serius.

Stunting terjadi karena kurangnya asupan makanan yang bergizi dalam jangka waktu lama, hal ini lebih banyak disebabkan karena kurangnya supply makanan, pola asuh yang tidak tepat, kemiskinan, dan variasi makanan yang kurang termanfaatkan dibalik beraneka ragamnya kekayaan alam Indonesia. Disisi lain, geliat gerakan Zakat, Infak dan Sedekah semakin meluas dan berkembang lebih dalam. Bagaimana baiknya strategi mobilisasi ZIS dan konstribusi sosial perusahaan dalam penanggulangan stunting? Ikuti diskusi public dengan tema : “Gerakan Zakat, Ekonomi Islam dan Strategi Pengentasan Stunting. Catatan Pembelajaran Respon Bencana Lombok dan Sulawesi Tengah”.

Undangan untuk pegiat zakat, relawan sosial, lembaga sosial dan pemangku kepentingan dalam pengentasan stunting.

Pendaftaran : 
Dedi : 0811313450
Anis : 0895605167280
 

Manfaat Zakat untuk Umat

Membayar zakat adalah suatu kewajiban bagi umat Muslim.

Continue Reading

Tabel Perhitungan Zakat Maal

Hitung Zakat dengan Kalkulator Zakat BSM Umat – Idul Fitri tinggal menghitung hari, sudahkan kita tunaikan zakat? Ada sejumlah aset atau harta yang dimiliki seseorang jika sudah mencapai ukuran tertentu, maka wajib dizakatkan. 

Semoga tabel zakat ini bisa memberikan kemudahan bagi Sahabat ya. 

1. Zakat profesi atau penghasilan adalah zakat yang harus dikeluarkan apabila mencapai nisab ukuran tertentu. Saat ini ukurannya adalah pendapatan setara 520 kilogram beras atau emas sebanyak 85 gram, wajib mengeluarkan zakat 2,5%.

2. Zakat perdagangan atau penghasilan hasil dari berniaga (berdagang) wajib dikeluarkan zakatnya. Jika total dari kekayaan kegiatan berdagang tersebut, setelah dikurangi kewajiban utang, telah mencapai nisab (yaitu setara nilai 85 gram emas) dan telah berusia satu tahun haul, maka besar zakat yang harus dibayarkan adalah 2,5%.

3. Zakat emas dan perak apabila sudah haul satu tahun dan mencapai nisab 85 gram emas murni, besar zakatnya 2,5%. Sementara zakat perak harus mencapai haul setahun, dengan capaian nisab 595 gr perak, besar zakatnya 2,5%.

4. Zakat tabungan, yakni setiap orang Islam yang memiliki uang dan telah disimpan selama satu tahun dan nilainya setara 85 gr emas wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

5. Zakat pertanian, cara penghitungannya dengan capaian nisab 653 kg gabah atau 520 kg beras jika yang dihasilkan adalah makanan pokok.

Jika selain makanan pokok, maka nisabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di sebuah daerah. Kadar zakat 10% bila dengan air hujan atau sungai. Kadar zakat jika diairi melalui irigasi, maka zakatnya 5%.

Segera zakat, jangan ditunda ya, biar makin berkah puasanya.

Rekening zakat Bank Syariah Mandiri (BSM): 702 620 2595 a/n Yayasan BSMU -ZKT 2

Bisa melalui QR Code BSM. Cukup scan QR codenya dari #ponsel atau #smartphone, pastikan sudah update BSM mobile banking terbaru ya.

Call Center Laz BSM Umat 08119 466 466/0813  1747 4702 atau 021-4228999

#YukZakat #Zakat #SemangatBerzakat #ManfaatZakat #BerkahZakat #Ramadhan #SinergiUntukUmat #PastiBerkah

[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]

Zakat

0%
Rp10.246.574,00
dari target Rp0,00

Infaq

0%
Rp300.000,00
dari target Rp0,00

Wakaf

0%
Rp50.000,00
dari target Rp0,00
  • All
  • Infaq
  • Wakaf
  • Zakat

Paket Sembako

0%
Rp0,00
dari target Rp2.500.000.000,00
0 hari lagi

Paket Wakaf Qur’an Braile 30 Juz

0%
Rp0,00
dari target Rp200.000.000,00
0 hari lagi

Paket Wakaf Qur’an Braile Per Juz

22.00%
Rp1.650.000,00
dari target Rp7.500.000,00
0 hari lagi

BSMU Care Untuk Mamuju

0%
Rp0,00
dari target Rp1.000.000.000,00
0 hari lagi

Tanggap Bencana Nasional

0.02%
Rp100.000,00
dari target Rp500.000.000,00
0 hari lagi

Sociopreneur Program

0.02%
Rp100.000,00
dari target Rp500.000.000,00
0 hari lagi

Zakat Beasiswa Anak Yatim

0.02%
Rp50.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Zakat Pengobatan Dhuafa

0.02%
Rp50.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Wakaf Rumah Tahfidz Dhuafa

0.07%
Rp200.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Bank Wakaf Mikro (BWM)

0.03%
Rp100.000,00
dari target Rp300.000.000,00
0 hari lagi

Manfaat ketika Menunaikan Zakat Bonus

BSM Umat – Selamat atas bonus yang telah diberikan. Semoga dengan Bonus yang diterima dapat memacu prestasi  seluruh pegawai  Bank Syariah Mandiri.

Menunaikan kewajiban kepemilikan harta dengan berzakat membuat hidup #jadiberkah. Menjadikannya suci, serta mendapat janji Allah yaitu harta yang kita miliki tidak akan berkurang malah bisa berlipat ganda .

Banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menghitung zakat bonus.

Berdasarkan pendapat Dewan Syariah Laznas BSM menyatakan bahwa Zakat Bonus pegawai tergolong kedalam zakat profesi. Dengan perhitungan 2,5% dari bonus yang didapatkan. Hal ini berdasar pada dalil :

“Jika engkau memiliki perak 200 dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya.” (HR. Abu Dawud).

Zakat merupakan salah satu pondasi dari rukun islam. Zakat sering disebut sebagai saudara kandung sholat, karena dalil yang disebutnya sering beriringan.

Manfaat dari Zakat untuk yang menunaikannya sangat banyak, beberapa diantaranya antara lain :

1.            Zakat dapat menghapuskan dosa, sebagaimana air memadamkan api.

2.            Menjadi penyempurna islam seseorang.

3.            Menjadi bukti keimanan seorang muslim.

4.            Zakat dapat melipat gandakan harta.

5.            Zakat membersihkan harta dari unsur yang haram.

Dengan banyaknya manfaat zakat maka sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan berzakat saat mempunyai  rizki.

Mari bantu dan bahagiakan orang lain dengan membayar zakat di BSM Umat.

 

Scroll to top