Edukasi

Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Indonesia masih belum terbebas dari virus Covid-19, walaupun kasus diberbagai daerah mengalami angka penurunan namun kondisi tersebut belum berarti keadaan sudah aman. Para epidimolog menyarankan untuk meneruskan PPKM Level 4 agar bisa terbebas dari pandemi.

Selain itu untuk mempercepat Herd Immunity pemerintah juga menggencarkan vaksin kepada masyarakat. Mengutip data dari kompas.com, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 20.673.079 orang atau 9,93 persen dari total target sasaran vaksinasi. Hal ini masih jauh dari angka yang ditetapkan yaitu 208.265.720 orang.

Dalam pelaksanaannya di Indonesia, tercatat masih menggunakan 2 jenis vaksin yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Walaupun keduanya memiliki tujuan yang sama namun mengenali kedua vaksin tersebut secara detail dapat menjadi informasi bermanfaat. Informasi seperti kandungan, dosis, efek samping, teknologi yang digunakan, hingga efikasinya tentu perlu perhatikan. Kedua vaksin tersebut telah dinyatakan memenuhi standar internasional oleh WHO, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran lagi.

Dilansir dari Liputan6.com, Senin (2/8/2021) berikut ini informasi tentang perbedaan vaksin AstraZeneca dan vaksin Sinovac.

Asal, Kandungan, dan Usia Penerima

Kandungan kedua jenis vaksin ini merupakan perbedaan yang paling mendasar yang perlu kamu ketahui.Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh perusahaan AstraZeneca dan Universitas Oxford Inggris, sedangkan vaksin Sinovac dikembangkan perusahaan farmasi Sinovac dari China.

Vaksin Sinovac menggunakan platform inactivated virus atau virus tidak aktif, sedangkan vaksin AstraZeneca menggunakan vektor adenovirus. Bahan dasar vaksin Sinovac adalah virus corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan. Sementara itu, bahan dasar vaksin AstraZeneca adalah vector adenovirus atau virus hasil rekayasa genetika.

Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac juga bisa dilihat dari usia penerimanya. Vaksin AstraZeneca bisa diberikan pada orang berusia di bawah 65 tahun, yaitu 18-64 tahun. Sementara vaksin Sinovac dapat diberikan pada orang berusia 18-59 tahun. Namun, di Indonesia BPOM mengizinkan vaksin diberikan pada usia di atas 60 tahun.

Rentang Pemberian Vaksin

Seperti yang telah diketahui, vaksin COVID-19 ini diberikan dalam dua dosis. Jumlah dosis yang disarankan WHO sama untuk keduanya, yaitu 0,5 ml untuk suntikan dosis pertama dan kedua. Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac juga bisa dilihat dari jadwal pemberian vaksin pertama dan kedua ini. Vaksin Sinovac diberikan dalam rentang 2-4 minggu, sedangkan vaksin AstraZeneca diberikan dalam rentang 8-12 minggu.

Efikasi

Perbedaan vaksin AstraZeneca dan Sinovac berikutnya adalah dalam efikasi. Dilansir dari KlikDokter, efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi. Jadi, efikasi menunjukkan kemampuan vaksin tapi dalam konteks penelitian.

Efikasi vaksin yang dipersyaratkan WHO adalah lebih dari 50%. Kedua vaksin tersebut memiliki efikasi yang lebih dari 50% seperti yang dipersyaratkan oleh WHO. Vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 56-65%, sementara vaksin AstraZeneca efikasinya sebesar 62-75%. Sehingga, kedua jenis vaksin tersebut dipastikan efektif untuk melindungi tubuh dari paparan virus Corona.

Efek Samping

Efek samping yang dirasakan setelah vaksin AstraZeneca dan Sinovac secara umum sama saja, yaitu nyeri di lokasi suntikan. Namun, terkadang ada juga yang mengalami gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga kelelahan yang ringan. Biasanya gejala ini akan hiang hanya dalam 1-2 hari saja. Bila kamu merasakan gejala yang berat, segera temui dokter.

Vaksin Sinovac dibuat menggunakan virus mati atau inactivated virus. Hal ini membuat kekerapan demam, sakit kepala, pegal pada penerimanya rendah sekali yakni sekitar 2-4 persen. Terbukti, vaksin Sinovac bisa mencegah penyakit yang berat, termasuk mencegah kematian.

Sementara, vaksin AstraZeneca menggunakan viral vector. Mekanismenya adalah virus Corona yang mati ditumpangkan kepada vektor yang merupakan adenovirus yang dilemahkan. Hal ini mengakibatkan kekerapan demam, pegal-pegal, sakit kepala mencapai 65 persen. Walaupun begitu, dalam uji klinisnya, sebagian besar efek samping vaksin hanya bersifat ringan hingga sedang dan bisa sembuh dalam beberapa hari. Vaksin AstraZeneca juga punya keunggulan lainnya, yakni bisa mencegah penularan COVID-19.

Niat Puasa Senin Kamis dan Manfaatnya

Senin-Kamis merupakan hari yang disunnahkan untuk melakukan puasa. Umat muslim yang melakukannya akan mendapatkan pahala dan banyak keutamaan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Amal itu diperlihatkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku gembira sekali amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa.” (HR Turmudzi).

Cara melakukannya sama dengan puasa yang lainnya.Salah satu yang paling penting adalah membaca niat puasa Senin Kamis. Adapun lafadz niatnya adalah;

Niat Puasa Hari Senin

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta’aalaa

Artinya, “Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Hari Kamis

 نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta’aalaa

Artinya, “Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.”

Agar tidak lupa berniat umat muslim bisa niat puasa sejak magrib. Namun untuk puasa Sunnah Namun bila puasa sunnah, maka niatnya tidak harus sejak terbit fajar, boleh dilakukan di siang hari ketika tidak mendapatkan makanan.

Manfaat Puasa Senin Kamis

Manfaat Puasa Senin Kamis Banyak manfaat yang bisa didapatkan saat seseorang menjalankannya, selain bernilai ibadah ada beberapa manfaat yang didapkan dari berpuasa Senin Kamis. Dilansir dari tirto.id berikut ini beberapa manfaat lainnya yang bisa diperoleh seperti:

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Berat badan berlebih akan menimbulkan banyak masalah, cara yang amal untuk menurunkannya adalah dengan berpuasa yang benar.

  1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah periode puasa, insulin menjadi lebih efektif dalam memerintahkan sel untuk mengambil glukosa dari darah.

  1. Mempercepat Metabolisme

Puasa memberi istirahat pada sistem pencernaan di tubuh, dan ini dapat memberi energi metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien. Jika pencernaan buruk, ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak.

  1. Dapat Memperpanjang Umur

Percaya atau tidak, semakin sedikit orang makan, semakin lama orang akan hidup. Salah satu efek utama penuaan adalah metabolisme yang lebih lambat. Semakin muda tubuh, maka semakin cepat dan efisien metabolismenya. Semakin sedikit Anda makan, semakin sedikit tol yang dibutuhkan sistem pencernaan Anda.

  1. Meningkatkan Rasa Lapar

Berpuasa membantu mengatur hormon dalam tubuh manusia sehingga Anda mengalami rasa lapar yang sebenarnya. Kita tahu bahwa orang gemuk tidak menerima sinyal yang benar untuk membuat mereka tahu bahwa mereka kenyang karena pola makan yang berlebihan. Pikirkan tentang puasa sebagai tombol reset: semakin lama Anda berpuasa, semakin banyak tubuh Anda dapat mengatur dirinya sendiri untuk melepaskan hormon yang benar.

  1. Meningkatkan Pola Makan

Dengan puasa Senin Kamis dapat memungkinkan untuk makan pada waktu yang ditentukan yang sesuai dengan gaya hidup seseorang.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Puasa terbukti meningkatkan fungsi otak karena meningkatkan produksi protein yang disebut faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF). BDNF mengaktifkan sel batang otak untuk diubah menjadi neuron baru, dan memicu banyak bahan kimia lain yang meningkatkan kesehatan saraf. Protein ini juga melindungi sel-sel otak dari perubahan yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

  1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan membuat sel-sel kanker kelaparan

  1. Berkontribusi Pada Pencerahan Diri

Berpuasa telah membantu banyak orang merasa lebih terhubung dengan kehidupan selama latihan membaca, meditasi, yoga, dan seni bela diri dll. Dengan tubuh yang lebih ringan dan pikiran yang lebih jernih, kita menjadi lebih sadar dan bersyukur atas hal-hal di sekitar kita.

  1. Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

 Puasa dapat membantu membersihkan kulit karena dengan tubuh sementara dibebaskan dari pencernaan, puasa dapat memfokuskan energi regeneratifnya pada sistem lain.

Cara Mendapatkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Saat ini sertifikat vaksin menjadi salah satu syarat untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Sertifikat dapat berbentuk kartu  dan digital. Namun, bagi anda yang sudah vaksin tidak perlu lagi khawatir jika tidak mendapat sertifikat dalam bentuk kartu, karena sertifikat vaksin sudah dapat dengan mudah didownload di aplikasi PeduliLindungi.id.

Setiap peserta yang sudah komplit vaksin akan mendapatkan dua sertifikat. Cara mendownloadnya adalah cukup mudah. Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk download sertifikat vaksin Covid-19.

Pertama, Download Sertifikat vaksin melalui SMS

Peserta yang sudah melakukan vaksin Covid-19, akan memperoleh SMS dari nomor 1199 yang menyatakan telah berhasil mengikuti vaksinasi.

SMS itu berisi nama lengkap, nomor NIK, nomor tiket vaksin, dan jadwal vaksin dosis kedua lengkap dengan tanggal serta lokasi vaksinasi (bagi yang baru menjalani vaksin tahap pertama).

Di dalam pesan singkat tersebut, juga tercantum link untuk melihat sertifikat vaksin digital sebagai bukti telah selesai melakukan vaksin.

Kedua, Download sertifikat vaksin dari situs PeduliLindungi

Selain melalui SMS, sertifikat vaksin Covid-19 juga bisa didownload dengan mengakses situs resmi PeduliLindungi. Berikut adalah cara-caranya.

  • Kunjungi situs PeduliLindungi dengan cara mengeklik tautan berikut ini https://pedulilindungi.id/
  • Di halaman utama, pilih opsi “Lihat Tiket & Sertifikat Vaksinasi”.
  • Ketika di-klik, Anda diminta untuk memasukkan nomor HP yang telah didaftarkan untuk melaksanakan program vaksinasi.
  • Selanjutnya, masukkan kode OTP yang dikirim lewat SMS untuk proses verifikasi.
  • Setelah berhasil masuk, klik menu “Sertifikat Vaksin” yang berada di samping kiri.
  • Nantinya, akan muncul sertifikat vaksin Covid-19 tahap pertama maupun tahap kedua.
  • Setelah mengikuti langkah-langkah cara download sertifikat vaksin Covid-19 di atas, Anda pun bisa langsung mencetak sertifikat vaksin Covid-19 dengan printer pribadi, atau membawanya ke penyedia jasa print, seperti warnet atau fotocopy.

Ketiga, Download sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi

Selain melalui situs juga bisa melalui aplikasi PeduliLindungi.id. Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store (Android) maupun App Store (iOS). Berikut cara melihat sertifikat vaksin Covid-19 lewat aplikasi PeduliLindungi:

  • Buka aplikasi PeduliLindungi lewat smartphone Anda (Android/iOS).
  • Kemudian, isi nama lengkap dan nomor HP Anda di kolom yang tersedia.
  • Nantinya, Anda akan menerima kode OTP yang dikirimkan melalui SMS.
  • Buka kembali aplikasi PeduliLindungi, lalu masukkan kode OTP tersebut.
  • Setelah selesai membuat akun, pengguna Anda akan menjumpai halaman utama (beranda).
  • Untuk mengecek sertifikat vaksin Covid-19, klik ikon “Profil” yang terletak di sebelah kanan kolom “Cari Zonasi”.
  • Pada menu “Profil”, klik opsi “Sertifikat Vaksin”, lalu pilih “Periksa”.
  • Isi NIK dan nomor HP yang didaftarkan untuk melaksanakan program vaksinasi.
  • Di halaman selanjutnya, akan tertera sertifikat tahap pertama dan tahap kedua.
  • Jika ingin mendownload sertifikat tersebut, Anda cukup mengeklik salah satu tahap penyuntikan vaksinasi.
  • Setelah itu, klik “Ya” untuk mengunduh sertifikat vaksinasi.

Jika proses download selesai, nantinya sertifikat vaksin Covid-19 akan tersimpan di penyimpanan smartphone Anda secara otomatis.

Demikian cara mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 dan cara cetak sertifikat vaksin Covid-19. 


Donasi Covid-19

Tips Meningkatkan Saturasi Oksigen

Mengecek kadar oksigen dalam tubuh terutama bagi pasien isolasi mandiri dirumah harus dilakukan secara berkala. Alat yang bernama alat puls oximeter.  Pengukuran saturasi oksigen untuk mengetahui kondisi saturasi, sehingga apabila saturasi rendah bisa segera melakukan tindakan.

Level Saturasi Oksigen

95 – 100        Dalam kondisi baik

93-94             Perlu berbaring untuk meningkatkan kadar oksigen

< 92                Perlu ke RS untuk mendapatkan perawatan dokter

< 80                Perlu menggunakan ventilator

Pada saat mengetahui kondisi saturagi dalam tubuh menurun, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah jangan panik. Cara sederhana yang bisa dilakukan saat pasien isolasi mendiri di rumah adalah menggunakan teknik proning.

Adapun teknik pernapasan ini, pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen, posisinya sebagai berikut:

  1. Posisi pertama: Gunakan alas dan bantal dibawah leher, pinggul dan kaki. Berbaring di atas perut dalam 30 menit.
  2. Posisi Kedua: Gunakan alas dan bantal dibawah leher, pinggul dan dijepit kedua kaki. Berbaring ke sisi kanan dalam 30 menit.
  3. Posisi Ketiga: Gunakan penyangga bantal dengan posisi setengah duduk. Berbaring sambil duduk dalam 30 menit.

Lakukan teknik ini berulang kali. Upayakan selama melakukan teknik ini berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Apabila setelah melakukan secara sering teknik ini namun belum bisa bisa meningkatkan saturasi oksigen, segera ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sumber : Kemenkes

Cara Menghadapi Siaga 1 Bencana Covid-19

Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi siaga 1 Covid-19 gelombang kedua. Dalam rangka mendapatkan informasi yang tepat Laznas BSMU mendatangkan ahlinya yaitu Dewi Nur Aisyah, BSc. (Hons), MSc, DIC, PhD, Ketua Bidang Data & Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Nasional.

Indonesia saat ini mengalami penambahan kasus tertinggi di dunia yaitu 56.757 kasus (16/7). Angka saat ini mengalami kenaikan pada puncak yang pertama yaitu di bulan Februari. Hal ini dikarenakan mobilisasi massa dan varian baru yang masuk ke Indonesia. Dampaknya adalah tingginya angka kematian, dengan angka kematian dibulan Juli sudah mencapai 11.701, yang biasanya sebulan hanya 7ribu ini baru ditengah bulan sudah mencapai angka tersebut. Angka kesembuhan yang ditetapkan oleh WHO adalah 5% sedangkan Indonesia belum pernah mencapainya.

PPKM darurat menjadi sebuah solusi bagi kondisi saat ini, walaupun bukan merupakan kondisi ideal bagi sebagian orang. Saat ini zona merah tidak hanya di pulau Jawa saja tetapi juga telah merabah ke pulau Sumatra dan Kalimantan. Untuk menanggulanginya dibutuhkan kepatuhan secara individu dan kepatuhan secara kolektif. Menjaga diri kita dan keluarga adalah tetap dengan menggunakan 3M.

Sesuai dengan penelitian Internasional bahwa penularan hanya dapat dilakukan dengan cara pencegahan.  Pencegahan yang paling efektif adalah jaga jarak, dengan jaga jarak 1 m maka akan mengurangi angka penularan sebanyak 85%. Kombinasi harus dilakukan agar dapat melakukan pencegahan secara  maksimal, tidak bisa dilakukan hanya salah satu dari 3M.

Pentingnya menjaga Iman (menjalankan ibadah sesuai dengan agama), Aman (memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan dan mencuci tangan), Imun (olah raga teratur, istirahat cukup, tidak panik dan makanan bergizi).

Ada beberapa cara melindungi diri dan keluarga:

  1. Gunakan masker Double, dengan cara penggunaan masker medis didalam dan masker kain di luar
  2. Saat menerima pengantaran makanan jaga jarak dengan pengirim, disinfektan dan cuci tangan setelahnya
  3. Mandi setelah sampai rumah setelah bepergian
  4. Tetap menggunakan masker dan jaga jarak saat bertemu teman, saudara maupuntetangga
  5. Minum vitamin untuk meningkatkna daya tahan tubuh
  6. Tidak berkumpul pada kegiatan sosial (arisan, acara ulang tahun, pernikahan, dst)
  7. Saling mengingatkan kepatuhan protkes
  8. Jika muncul gejala, gunakan masker dan isoman hingga hasil tes keluar
  9. Lakukan vaksinasi 2 dosis

Seluruh upaya bersama untuk perlindungan maksimal adalah dengan melakukan pencegahan secara berlapir, yang merupakan kewajiban pribadi dan juga kewajiban bersama.


Donasi Covid

ISDP : Tadabbur Hikmah Kisah Musibah Nabi Yusuf AS.

Pengusaha muda yang sukses dan taat beragama saat ini sangat dibutuhkan. Hal ini karena kondisi krisis ekonomi yang sedang terjadi membutuhkan pengusaha-pengusaha yang memiliki akhlak yang mulia. Untuk membentuk sociopreneur yang memiliki keimanan yang kuat, ISDP melaksanakan pembinaan keislaman yang diadakan pada pagi hari Jum’at 9 Juli 2021. Pembinaan Islam kali ini mengambil tema, “Keberkahan di balik Musibah : Tadabbur hikmah, kumpulan musibah Nabi Yusuf Alaihis Salam.” Acara diikuti oleh 30 peserta penerima beasiswa ISDP dan diselenggarakan secara online.

Sebagai narasumber dalam kajian keislaman ini adalah Us. H. M. Azzam Ismail, Lc., MA., Alumni Universitas Madinah Program Doktoral Fiqh & Ushul, IIUM, Malaysia. Melalui materi yang diberikan diharapkan para sociopreneur memahami arti penting dari sebuah ujian dan dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Beberapa hikmah yang dapat diambil dari kisah nabi Yusuf Alaihis Salam yaitu :
1. Menuju kesuksesan kita perlu mengkondisikan keluarga agar dapat mensupport tindakan yang akan diambil. Karena ujian terberat dalam hidup ini adalah ketika keluarga tidak menerima atau tidak support terhadap yang kita lakukan. Dalam kisah Nabi Yusuf, saudaranya tidak menyukainya karena mereka iri akan perhatian yang diberikan ayah mereka kepada yusuf. Padahal ayah Nabi Yusuf (Nabi Ya’qub) telah mengetahui bahwa garis keturunan kenabian akan diwarisi oleh Yusuf. Karena rasa iri dan dengki dari para saudaranya banyak permasalahan yang timbul karenanya.
2. Ujian wanita dalam kisah Nabi Yusuf merupakan salah satu skenario Allah untuk dia yang termasuk manusia yang mukhlas (orang yang sudah teruji keimananannya). Walaupun kondisi sudah mendukung untuk berbuat keji, namun nabi Yusuf termasuk hamba yang mukhlas ketika diuji masalah wanita. Menjadi manusia yang mukhlas bisa dibentuk dengan rajin melakukan ibadah dengan tetap memperhatikan keikhlasan dalam beramal. Pribadi yang mukhlas bisa menjadikan seorang hamba kebal dari godaan setan.
3. Selanjutnya adalah ujian karakter. Ujian sexsual menjadi cara yang paling ampuh untuk menjatuhkan karakter seseorang. Nabi Yusuf dibuat secara skenario sosial menjadi orang yang bersalah sehingga akhirnya di masukkan ke dalam penjara. Namun walaupun didalam penjara beliau tetap berbuat baik dan selalu berdakwah.

Musibah yang kita alami merupakan sebuah cara Allah untuk meninggikan derajat. Namun kita harus dapat menjadikan musibah menjadi sarana bersyukur dan semakin dekat kepada Allah. Sehingga setiap musibah akan terasa ringan dan keimanan kepada Allah semakin bertambah.

Dalam penutupan acara pembinaan keislaman ISDP Lia Apriliyanti selaku Manager memberi pesan, “Begitu banyak hikmah dari siroh para nabi yang harus kita ketahui. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah skenario dari Allah yang pernah juga terjadi di jaman terdahulu, saat ini bagaimana kita bisa mengkajinya, mengimaninya, dan bertawakkal kepada Allah sebagaimana yang telah di tulis di dalam Al-Qur’an. Menjadi value ISDP adalah pembinaan keislamanan agar menjadi seorang entrepreneur yang memiliki aqidah yang kuat kepada Allah Ta’ala sebagaimana siroh nabi Yusuf Alaihis Salam. Pandemi adalah ujian, semoga Allah menjadikan kita menjadi lebih baik”.

Hukum Berqurban untuk Orang yang Sudah Meninggal

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah, hal itu berarti kita akan bertemu dengan hari raya kedua umat islam yaitu Idul Adha, dimana disyariatkan untuk melakukan Qurban didalamnya. Tetapi masih banyak pertanyaan dari benak umat muslim, apakah boleh jika berqurban untuk orang yang sudah meninggal. Jumhur ulama berpendapat boleh berqurban untuk orang yang sudah tiada.

Menurut Buya Yahya, hukum berqurban untuk orang yang sudah meninggal adalah sah meskipun orang yang meninggal tidak berwasiat.

Dilansir dari islam.nu.or.id, hukum berqurban merupakan adalah Sunnah muakad. Tetapi khusus untuk Rasulullah saw hukumnya adalah wajib. Jadi jika dalam keluarga sudah ada satu orang yang menjalankannya maka gugurlah kesunahan yang lain, tetapi jika hanya satu orang maka hukumnya adalah Sunnah ‘ain. Kesunnahan berqurban ini ditujukan kepada muslim yang merdeka, baligh, berakal dan mampu.

Beberapa pendapat ulama mengenai hukum berqurban bagi orang yang sudah meninggal, yaitu:

Pendapat pertama, berasal dari mazhab Syafi’i. Para ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa tidak ada ketentuan qurban bagi orang yang sudah meninggal, kecuali apabila ia berwasiat ingin berqurban. Jadi, qurban untuk orang yang sudah meninggal diperbolehkan, hanya jika shohibul qurban yang sudah tidak hidup itu pernah mewasatkan. Secara logis, orang yang sudah meninggal memang tidak bisa berqurban, maka lazimnya qurban ini dilakukan oleh keluarganya.

Sementara jika tanpa ada wasiat dari orang yang meninggal maka qurban itu tidak sah. Sebab tidak sahnya qurban untuk orang yang meninggal dijelaskan Imam Muhyiddin Syarf an-Nawawi, ulama dari mazhab syafi’I, dalam kitan Minhaj Ath-Thalibin. Penyebabnya adalah berqurban mensyaratkan adanya niat ibadah. Orang yang sudah meninggal tidak bisa lagi berniat ibadah untuk dirinya sendiri sehingga tidak sah berkurban untuk orang yang sudah meninggal, kecuali jika ia berwasiat atas hal tersebut.

“Tidak sah berqurban untuk orang lain [yang masih hidup] tanpa seizinnya, dan tidak juga untuk orang yang telah meninggal dunia apabila ia tidak berwasiay untuk diqurbani,” (hlm.321)

Pendapat kedua, datang dari para ulama mazhab Hanafi, Maliki dan Hanbalu yang menyatakan bahwa berqurban untuk orang yang sudah meninggal sah hukumnya karena dimaksudkan sebagai sedekah. Jika qurban untuk orang yang sudah mati dianggap sedekah, maka bersedekah untuk orang yang sudah meninggal hukumnya hukumnya sah dan pahalanya bisa sampai kepada yang diqurbani.

Pendapat ini merujuk pada riwayat mengenai qurban yang dilaksanaka Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu: “Bahwasanya Ali Radhiallahu Anhu pernah berqurban atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan menyembelih dua ekor kaming kibasy. Dan beliau berkata: Bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallammenyuruhnya melakukan demikan,” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, Hakim dan Baihaqi).

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Sesuai Syariat Islam

Idul Qurban 1442 H sebentar lagi akan tiba, banyak persiapan yang harus dilakukan dalam menyambutnya. Termasuk dalam hal tata cara penyembelihan hewan qurban. Agama islam telah mengaturnya secara sempurna yang berkaitan dengan syarat hewan qurban sampai dengan tata cara penyembelihannya. Jika sebelumnya telah dibahas mengenai syarat berqurban kali ini akan diuraikan mengenai tata cara penyembelihan hewan qurban.

Pelaksanaan tata cara penyembelihan yang menurut syariat islam harus difahami, terutama bagi orang yang berqurban atau shohibul qurban saat Idul Adha nanti.

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban yang Benar

Bagi para shohibul qurban (orang yang berqurban), dianjurkan untuk memahami aturan serta tata cara menyembelih hewan qurban yang baik dan benar agar dapat mengambil hikmah dari hewan qurban tersebut.

Adapun tata cara penyembelihannya sebagai berikut:

  1. Menyebut nama Allah

“Dan janganlah kamu sekalian memakan daging binatang-binatang yang tidak disebut Nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al An’am ayat 121)

  1. Membaca Sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad.”

Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih).

  1. Robohkan dengan perlahan hewan qurbanke sisi kiri dengan bagian kepala menghadap ke arah kiblat. Saat merobohkan hewan yang akan disembelih, harus dengan cara yang baik, tidak kasar, tidak dibanting, tidak diinjak, tidak ditarik ekor atau kepalanya.
  2. Kemudian, orang yang menyembelih qurban (dzabih) dianjurkan agar menginjakkan kaki di bagian samping hewan.Para ulama menganjurkan agar membiarkan kaki kanan hewan bergerak.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua domba yang berwarna putih yang ada hitamnya, dan bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangannya, menyebut nama Allah dan bertakbir, dan meletakkan kakinya di bagian samping kambing.” (HR. al-Bukhari, 5558 dan Muslim, 1966 )

  1. Membaca Takbir sebanyak 3 kali bersama-sama.

“Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamd.”

Setelah membaca ‘Bismillah Allahu Akbar’, penyembelih hewan qurban dibolehkan membaca salah satu di antara bacaan berikut ini:

a. “Hadza minka wa laka.”(HR. Abu Dawud 2795)

b. “Hadza minka wa laka ‘anniatau ‘an fulan (sebutkan nama orang yang berqurban/shohibul qurban)”. Bacaan ini berlaku jika orang yang menyembelih bukan shohibul qurban.

c. Berdoa agar Allah menerima qurban dengan doa, “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (sebutkan nama shohibul qurban).”

d. Doa menyembelih hewan qurban sesuai sunnah: “Allahumma haadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minnii ya kariim.”(Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini, aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya, Wahai Tuhan Maha Pemurah, terimalah taqarrubku)
Catatan: Tidak ada do’a khusus yang panjang bagi shohibul qurban ketika hendak menyembelih hewan qurbannya sendiri.

  1. Tidak memperlihatkan alat potong pada hewan kurban.
  2. Menggunakan pisau yang tajamagar tidak menyakiti hewan kurban.
  3. Syarat sah penyembelihan hewan qurbanharus memutus tiga saluran di leher bagian depan (posisinya di sisi bawah jakun), meliputi; saluran pernapasan atau hulqum, saluran makanan atau mari’, dua pembuluh darah atau wadajaain (dua otot yang ada di samping kanan dan kiri).
  4. Setelah disembelih, hewan qurban tidak boleh diproses lebih lanjut, tidak boleh diikuti, serta tidak boleh dipotong ekornya, kakinya dan kepalanya, kecuali diyakini telah mati dengan sempurna.

“Dari Abu Waaqid Al Laitsy radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Bagian apa saja yang dipotong dari hewan ketika hewannya masih hidup, maka ia adalah bangkai’.” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidziy)

  1. Lalu, gantung hewan qurban menggunakan tali yang kuatdi tiang pancang atau pengait secara terbalik dengan kepala mengarah ke bawah. Darah pun akan mengalir keluar dengan lancar untuk mempermudah proses pembagian daging qurban.
  2. Ikat bagian usus dan anussupaya isi lambung dan usus tidak mengotori daging qurban.
  3. Tata cara penyembelihan hewan qurban diteruskan dengan proses pengulitan, dimulai dengan membuat sayatan di tengah sepanjang kulit dada dan perut hingga kaki tengah.
  4. Selesai pengulitan, dilanjutkan dengan membersihkan sisa kotoran di saluran makanan. Pastikan semuanya benar-benar bersih supaya usus dan lambung tidak robek terkena pisau.
  5. Lalu, ambillah bagian dalamnyaseperti hati, ginjal, lambung, usus, paru, limpa, jantung, dan esofagus.
  6. Tempatkan daging hewan qurban yang sudah dipotongrata ke kantong plastik atau wadah, sebelum dibagi kepada orang yang berhak menerima daging qurban.
  7. Bersihkan sisa penyembelihandan buang limbah ke tempat sampah dengan cara membungkus menggunakan plastik atau karung.

Demikianlah tata cara dalam dalam menyebelih hewan qurban sesuai syariat islam. Jika tidak bisa melakukan sendiri, mengamanahkan hewan qurban kepada lembaga yang terpercaya akan lebih baik hasilnya.

Meneladani Kesuksesan Bisnis Abdurrahman bin Auf

Menjadi orang kaya adalah impian banyak orang tapi tahapan menuju ke sana penuh dengan perjuangan. Salah satu sahabat nabi yang terkenal kekayaannya adalah Abdurrahman bin Auf Radhiallahu Anhu. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisahnya mengenai mengelola bisnis sehingga menjadi sukses. Berdasarkan hal tersebut Laznas BSMU pada Jum’at 25 Juni 2021 mengadakan pembinaan untuk awardee ISDP UNAIR dan UNAND.

Dengan mengangkat tema  kisah Sahabat Rasulullah “Abdurarahman bin Auf” ini diharapkan dapat meneladani sepak terjangnya. Kajian kali ini masih dilaksanakan secara online dengan dihadiri oleh 38 awarde ISDP. Pembinaan kali ini merupakan bentuk coaching one on one kepada awardee ISDP. Dimulai pada pukul 05.30 WIB sampai dengan 07.00 WIB.

Pembicara yang mengisi acara kali ini adalah Ust. Salahudi El Ayyubi, Lc., MA., Dosen Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah IPB dan Direktur Mualaf Center Baznas. Materi yang disampaikan adalah seputar kisah berhijrahnya Abdurrahman bin Auf Radhiallahu Anhu, karakter dan kemampuannya sebagai entrepreneur, serta kisah kedermawanannya dalam membantu perjuangan islam.

Dalam kajian tersebut diberikan pelajaran mengenai rahasia bisnis Abdurrahman bi Auf Radhiallahu Anhu, yaitu:

  1. Selalu menyakini bahwa dirinya akan sukses dalam berbisnis. Memiliki ‘believe’ terhadap yang dijalani sehingga melakukan totalitas dalam membangun bisnisnya. Terpatri dalam hati bahwa hanya Allah Ta’ala yang memberi rezeki dan tidak akan pernah tertukar rezeki seorang hamba. Untuk mendapatkan ‘believe’ harus melalui proses-proses pembuktian. Pikiran juga akan mempengaruhi cara dalam bertindak. Memiliki pikiran yang negatif dapat berakibat buruk bagi usaha yang sedang dijalani.
  2. Pandai melihat peluang/kesempatan. Dimasa pandemi seorang pengusaha harus bisa melihat peluang dengan merubah cara penjualan, yang semula bertumpu kepada penjualan offline saat ini harus beralih ke online. Tanpa melakukan perubahan maka usaha tersebut tidak akan bertumbuh dan bisa akan kalah dengan pesaingnya.
  3. Kualitas barang dan jujur dalam pelayanan. Seorang pebisnis juga harus memperhatikan kualitas produk yang diproduksi dan selalu menjaga kualitas tersebut, dengan kualitas yang baik akan lebih dipercaya oleh pelanggannya. Dalam berniaga juga harus jujur, karena jujur merupakan sifat yang mulia.

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

(عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسل

Artinya:

“Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Kempemimpinan yang terpercaya dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dan berbagainya.
  2. Sedekah. Abdurrahman bin Auf Radhiallahu Anhu tidak pernah perhitungan dalam bersedekah.

Laznas BSMU senantiasa berusaha untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang memiliki jiwa sosial sehingga dengan usahanya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Melalui dana-dana ZISWAF yang diberikan melalui lembaga maka akan memberikan dampak yang lebih besar. Tidak hanya menguntungkan secara individu tetapi juga masyarakat yang tidak mampu disekitar usaha tersebut menjadi terbantu.

Yuk Kenali Syarat Berqurban Menurut Syariat Islam

Idul Adha atau Idul Qurban sebentar lagi akan tiba. Pelaksanaannya terbatas hanya 4 hari saja, yaitu 10,11,12 dan 13 Dzulhijjah diluar itu tidak dapat disebut qurban namun hanya sedekah biasa. Karena waktunya yang cukup pendek sudah selayaknya kita sebagai umat islam harus mempersiapkannya untuk dapat ambil peranan didalamnya.

Keutamaan dalam berqurban sangat banyak salah satunya mendapatkan banyak kebaikan sebanyak bulu hewan yang dijadikan kurban. Dalam hadist riwayat Imam Abu Daud dari Zaid bin Arqam, dia berkata;

قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الأَضَاحِىُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ. قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ. قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنَ الصُّوفِ حَسَنَةٌ.

“Para sahabat bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam., ‘Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?. Beliau menjawab; ‘Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Nabi Ibrahim.’ Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?’ Beliau menjawab; ‘Setiap rambut terdapat satu kebaikan.’ Mereka berkata, ‘Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat satu kebaikan.”

Namun demikian, umat Islam harus memperhatikan syarat sah berqurban. Sebab, jika salah satu syarat tidak dipenuhi, qurban bisa dianggap tidak sah. Apa saja syarat-syarat sah kurban? Berikut penjelasannya:

Syarat Muslim yang Berqurban
Seseorang yang berniat untuk berkurban harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

Muslim: qurban merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Oleh sebab itu, non muslim tidak memiliki kewajiban untuk berkurban.

Mampu: Perintah berkurban lebih dianjurkan kepada umat muslim yang mampu secara finansial untuk membeli hewan qurban. Seseorang dianggap mampu berkurban jika telah menyelesaikan kewajiban nafkah terhadap keluarganya.

Baligh dan Berakal: Ibadah qurban ditujukan untuk orang dewasa yang berakal sehat. Maka, orang yang belum baligh dan tidak berakal tidak dibebani kurban.

Syarat Hewan yang Akan Dikurbankan

Tidak semua jenis hewan dapat dikurbankan. Hewan-hewan tersebut harus memenuhi persyaratan berikut ini:

  • Hewan ternak (sapi, unta, kambing, atau domba)
  • Cukup umur (kambing harus berusia 1 tahun atau lebih, sapi dan kerbau minimal berusia 2 tahun, dan unta minimal 5 tahun.
  • Kondisi fisik yang prima (sehat, gemuk, tidak cacat, tidak pincang, dan tidak buta)

Lebih Mudah Berqurban Bersama Laznas BSMU

Bagi kamu yang tidak terlalu bisa memilih dan mengerti hewan qurban, Laznas BSMU memberikan solusi cerdas qurban mudah dan sesuai syariah. Kamu hanya perlu tentukan mana hewan qurban yang diinginkan, lakukan transaksi maka akan dilakukan qurban sesuai dengan syariat dan didistribusikan secara tepat.

Syarat qurban yang sah sangat penting untuk diketahui, agar amalan yang dilakukan diterima oleh Allah Ta’ala. Kini ada banyak kemudahan berqurban, salah satunya lewat Laznas BSMU

Scroll to top