Facebook

BSMU Care

Banjir Papua, BSI dan Yayasan BSMU Salurkan Bantuan Paket Sembako

Musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura, Papua pada Jumat (7/1/2022) menjadi perhatian Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jayapura dan Cabang Pembantu Abepura serta Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU).

Perhatian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kepada korban terdampak banjir dan tanah longsor berupa 380 paket sembako dan 1.000 bingkisan.

Selain penyaluran bantuan, juga dilakukan trauma healing dan bantuan sarung, mukena dan lainnya bagi para santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Numbay, Abepura.

Bantuan diserahkan oleh Branch Manager BSI Jayapura, Reny Cenderasari didampingi Pawning Sales Officer Gadai BSI KCP Abepura, Septi Ahmad M kepada Kepala MI Ponpes Darul Ma’arif,  Kurniawati disaksikan orang tua santri dan santriwati yang hadir di kegiatan tersebut.

Reny menjelaskan bahwa bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian BSI terhadap warga terdampak musibah banjir dan tanah longsor di beberapa titik.

“Kita berikan bantuan sembako sekitar 380 paket dan 1.000 bingkisan tersebar di beberapa titik di Kota Jayapura bagi warga terdampak bencana. Jadi kami tidak hanya fokus di satu daerah, selain itu kami juga lakukan acara trauma healing,” ucapnya.

Menurutnya, BSI beserta Yayasan BSMU yang hadir dengan tujuan mengoptimalkan potensi dan menghimpun dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf) dan dana sosial lainnya dengan sasaran muzakki (donatur) perorangan maupun perusahaan sering bersinergi.

Trauma healing bagi para santri Ponpes Darul Ma’arif Numbay

Pawning Sales Officer Gadai BSI KCP Abepura, Septi Ahmad M mengatakan, tujuan Bank Syariah Indonesia dan Yayasan BSMU memberikan trauma healing kepada santri dan santriwati di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kali Acai Abepura untuk memberikan edukasi kepada anak-anak khususnya terkait banjir.

“Diharapkan bagaimana penanganan ketika banjir anak-anak tidak boleh panik dan tetap harus bisa menyelamatkan diri, menjaga diri kemudian setelah banjir juga harus tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Septi.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ponpes Darul Ma’arif, Kurniawati menyampaikan terima kasih dan kepada BSI KC Jayapura dan KCP Abepura serta Yayasan BSMU yang telah hadir membantu baik dalam pemberian sembako dan kegiatan trauma Healing.

“Bantuan yang diberikan ini tentu sangat bermanfaat karena dampak dari musibah banjir dan tanah longsor khususnya di wilayah kami sangat dahsyat. Kegiatan trauma healing ini tentu sangat positif bagi anak-anak agar mereka tetap semangat pasca musibah banjir,” kata Kurniawati.

Pada kesempatan berbeda, Manger URO 8 Ichwan Jufri menyatakan Yayasan BSMU dan BSI terus berusaha memaksimalkan kebermanfaatan terutama kepada saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan bencana.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat sekaligus menjadi keberkahan untuk donatur kebaikan lewat Program Kemanusiaan di Yayasan BSMU dan BSI”, ujarnya.

Berikut yang Seharusnya Dilakukan Jika Terjadi Gempa

Masyarakat kota Jakarta, Bogor, Bandung pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB merasakan getaran gempa berskala 6.6 skala Richter. Gempa ini berasal dari Banten dengan kedalaman 10 km (sumber BMKG). Gempa yang terjadi tidak terlalu lama ini menimbulkan kepanikan di masyarakat.

BSI dan Yayasan BSMU Bantu Korban Bencana Banjir di Aceh Utara

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Aceh Utara.

Bantuan berupa sembako  diserahkan langsung oleh Bapak Muhammad Arif Gunawan, melalui Kepala Cabang KCP  Lhoksukon 1,2 dan 3 (Rita Kamlawati, Anwar & Yanrizal Fahlevi) yang diterima langsung oleh Hanifza Putra selaku Camat Lhoksukon, Aceh Utara. Bantuan sembako ini diharapkan mampu meringankan beban para korban yang terdampak banjir.

Selain itu, bantuan serupa  juga diberikan kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon yang terdampak langsung dalam bencana banjir tersebut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Yusnaidi, Kepala Lapas Lhoksukon.

“Pelaksanaan bantuan dari BSI Aceh dilaksanakan oleh BSI Area Lhokseumawe, dan kita mengharapkan apa yang diberikan dapat mengurangi beban warga yang tertimpa musibah,” kata  Corporate Secretary (Corsec) BSI Regional Aceh, Rosniar.

Sementara itu, Area Manager BSI Lhokseumawe Muhammad Arif Gunawan menambahkan, pihaknya berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak dan membantu percepatan pemulihan di sekitar lokasi banjir.

Ia melanjutkan, BSI bersama Yayasan BSMU terus berupaya menyalurkan bantuan ini secara merata melalui kerjasama dengan Yayasan BSMU ke seluruh wilayah yang terdampak banjir di Aceh Utara. Kami memprioritaskan bantuan tahap pertama ini kepada warga dan pegawai BSI di sekitar kantor cabang BSI Lhoksukon.

Hujan yang mengguyur wilayah pesisir Timur Aceh, tepatnya Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang sejak sepekan terakhir mengakibatkan di beberapa titik daerah terjadi banjir. Puncaknya, Senin 03 Januari 2022 beberapa tempat digenangi air hingga sampai merusak beberapa rumah warga. Banjir mengakibatkan kegiatan perekonomian warga terhenti, sehingga  warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan ini merupakan upaya BSI dan BSMU untuk membantu masyarakat yang terkena bantuan tidak memandang agama, ras dan keturunan. Dalam rangka mewujudkan bantuan yang lebih sustain Yayasan BSMU mempunyai program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Dalam campaign ini masyarakat dapat melakukan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui beberapa program zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Kini melakukan pembayaran ZISWAF lebih mudah karena dapat melalui online. Selain melalui bsmu.or.id masyarakat juga dapat melakukan donasi melalui platform jadiberkah.id.

Bantuan Untuk Penyintas Erupsi Gunung Semeru Jawa Timur

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama Bank Syariah Indonesia berkomitmen untuk membantu para penyintas erupsi Gunung Semeru. Bantuan yang diberikan ini juga tetap memperhatikan keamanan dan tingkat keterjangkauan penyintas dengan mendirikan posko berjarak 14,8 km. Posko ini menjadi sentra pelayanan dalam penyaluran bantuan. Terletak di dusun Kebon Agung,  Desa Sumber Wuluh,  kecamatan Candipuro,  kab Lumajang Jawa Timur.

Bantuan (barang dan jasa) yang sudah tersalurkan meliputi evakuasi pencarian korban, layanan Kesehatan, bantuan logistik (sandang dan pangan, masker, pembalut), pembuatan dapur PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan psikososial bagi warga yang terdampak gunung semeru.

Evakuasi resmi ditutup pada Kamis, 16 Desember 2021. Dalam upaya pencarian korban erupsi tim Rescue BSMU Care juga turut andil di dalamnya. Pelaksanaan layanan kesehatan pun dilakukan guna membantu warga yang mengalami berbagai penyakit akibat erupsi Gunung Semeru.

Penyaluran Logistik dilakukan di kecamatan Pasrujambe, Desa Suco, Desa Kunal, Desa Jambi Kumbu. Jumlah warga yang menerima bantuan sebanyak 392 jiwa atau 79 KK.

Sejak Rabu, 15 Desember 2021, YBSMU peduli gizi bayi dan anak  membagikan makanan di 3 titik pos pengungsian yaitu di balai desa Pasirian, SMP 2 Candipuro, SMA Negeri Candipuro. Bekerjasama dengan dinas kesehatan dan persagi kab. Lumajang, membuat 100 porsi makanan di dapur PMBA untuk pemberian 3x makan (pagi, siang, malam) selama 7 hari.

Sabtu, 18 -20 Desember, diberikan support yang bernama PFA (Psychological First Aid). Jumlah terdampak bencana yang sudah menerima bantuan psikososial sebanyak 30 anak-anak dan 3 ibu rumah tangga.

Bencana datang tidak pernah bisa diduga, manusia hanya bisa melakukan Tindakan pencegahan agar dampak musibah tidak meluas. Dana yang terhimpun untuk membantu warga yang terdampak gunung semeru dikelola dengan efektif agar dapat diberikan tepat sasaran untuk meringankan beban.

Pemulihan berbagai sektor yang terdampak akibat bencana membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian warga secara jangka panjang juga membutuhkan bantuan orang lain untuk menata kembali kehidupannya.

Dukungan Psikososial Yayasan BSMU Untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama Bank Syariah Indonesia berkomitmen membantu penyintas erupsi Gunung Semeru. Hal ini dilakukan dengan pendirian posko yang berjarak 14,8km dari letusan gunung.

Harapannya dengan adanya posko ini, bisa menjadi sentra pelayanan dalam penyaluran bantuan dan memperhatikan keamanan dan kemudahan untuk menjangkau para penyintas bencana.

Bantuan (barang dan jasa) yang sudah tersalurkan meliputi evakuasi pencarian korban, layanan Kesehatan, bantuan logistik (sandang dan pangan, masker, pembalut), pembuatan dapur PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) dan psikososial bagi warga yang terdampak gunung semeru.

Bencana adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam mengakibatkan menimbulkan dampak psikologis. Dampak Psikologi, diantaranya : depresi, cemas, perilaku agresif, bingung, putus asa, sedih, kehilangan, takut, menyendiri dan lain sebagainya. Dengan demikian para penyintas tidak hanya membutuhkan bantuan secara fisik saja namun juga dukungan psikologis sangat diperlukan.

Yayasan BSMU sangat memahami hal tersebut dengan membuka Pelayanan Konseling psikoterapi Islami bagi Penyintas yang masih mengalami kesedihan dan meninggalkan trauma. Pelayanan dilaksanakan sejak tanggal 18 sampai dengan 20 Desember 2021, dengan sasaran penerima manfaat anak-anak dan orang tua. Kegiatan berlangsung di SMPN 1 Candipuro Lumajang.

Dalam tahap pertama diberikan support yang bernama PFA (Psychological First Aid). Dukungan ini tidak harus dilakukan oleh seorang psikolog, namun bisa diberikan oleh orang-orang yang sudah terlatih atau bersertifikat  untuk memberikan dukungan psikososial (terapi) pada masyarakat berdampak (bencana).

Pada kegiatan ini penyintas usia anak 10-14 tahun diajak  melakukan rangkaian kegiatan di mana salah satunya adalah HTP for kids. Pada sesi ini  bagi usia anak menggambar bisa menjadi sarana mengurangi ketegangan, sekaligus memperkenalkan prosedur testing, untuk mendukung rapport sehingga bisa dipilah antara yang masih menyimpan kesedihan dan yang tidak pasca musibah. Setelah metode HTP ini dilakukan, rangkaian play terapi bisa lebih pas di peruntukannya.

Jumlah terdampak bencana yang sudah menerima bantuan psikososial sebanyak 30 anak-anak dan 3 ibu rumah tangga. Untuk setiap pelayanan minimal waktu yang dibutuhkan sekitar 45 menit sampai dengan 1 jam.

Tujuan dari pemberian dukungan psikososial adalah untuk mengembalikan individu, keluarga, masyarakat agar setelah peristiwa bencana terjadi dapat secara bersama menjadi kuat, berfungsi optimal dan memiliki ketangguhan menghadapi masalah sehingga menjadi produktif dan berdaya guna.

Mitigasi Bencana Banjir Jakarta, BSI Bersama Yayasan BSMU Berikan Perahu Karet

Jakarta, 16 Desember 2021 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) menyerahkan bantuan tiga buah perahu karet kepada Palang Merah Indonesia Jakarta Pusat, sebagai bentuk dukungan dalam program mitigasi bencana banjir di Ibu Kota RI.

Corporate Secretary BSI Gunawan Arif Hartoyo mengatakan bantuan ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menangani proses dan percepatan evakuasi saat terjadi bencana banjir. Penyerahan bantuan ini juga menjadi wujud nyata komitmen BSI untuk terus berkontribusi mengatasi permasalahan lingkungan dan iklim, sebagai bagian dari implementasi program sustainable finance.

“Sebagai bank syariah hasil merger 3 bank syariah milik BUMN, kami berharap kehadiran BSI dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat, salah satunya melalui bantuan mitigasi bencana. Semoga ke depan sinergi antara BSI dan PMI Jakarta Pusat bisa terus dilakukan,” kata Gunawan dalam seremoni penyerahan bantuan perahu karet kepada PMI Jakarta Pusat selaku mitra pelaksana Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam program pencegahan dan antisipasi banjir DKI Jakarta.

Hadir dalam acara seremoni tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan BSMU Sukoriyanto Saputro, Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma, dan Ketua PMI Jakarta Pusat Soewardi Sulaiman.

Direktur Eksekutif Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro berharap semoga bantuan yang diberikan ini bisa mengoptimalkan antisipasi banjir Jakarta. “Semoga bantuan yang diserahkan hari ini bisa membantu Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam menghadapi potensi banjir dan mempercepat proses mitigasi bencana,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kontribusi yang diberikan oleh BSI dan Yayasan BSMU. “Nantinya bantuan perahu karet ini akan digunakan untuk membantu proses evakuasi warga DKI Jakarta saat terjadi bencana banjir,” kata Dhany.

Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Pusat, H. Soewardi Sulaiman menjelaskan untuk mengantisipasi banjir DKI Jakarta khususnya di daerah Jakarta Pusat, PMI Jakarta Pusat berupaya menyediakan berbagai kebutuhan yang akan digunakan sebagai antisipasi ketika terjadi banjir. “Bercermin pada kejadian tahun lalu, peningkatan curah hujan bisa berpotensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, curah hujan ekstrim dan longsor,” kata Soewardi.

Hingga September 2021, Bank Syariah Indonesia yang baru berdiri pada 1 Februari lalu telah menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp19 miliar dan zakat perusahaan senilai Rp72 miliar.

Sebagai penghimpun dana ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) serta donasi sosial lainnya, YBSMU mempunyai visi menjadi sebagai lembaga ZISWAF, dana sosial dan dana CSR yang terpercaya, terdepan dan modern. 

Dalam aktivitas pengelolaan dan penyaluran dana kepada asnaf mustahik, YBSMU mendasari programnya untuk menyantuni dan memberdayakan potensi para mustahik (penerima manfaat), sehingga mustahik memiliki peluang dan mampu bersaing mengangkat kehidupan yang lebih baik lagi. 

Tips Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak Pada Saat Bencana Alam

Negara kita Indonesia, akhir akhir ini sedang banyak mengalami bencana alam. Mulai dari banjir di beberapa daerah seperti Jawa dan Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat. Selain banjir, terjadi pula bencana Erupsi Gunung Semeru dan gunung berapi berada dalam level siaga 3 yang sudah menumpahkan laharnya.

Indonesia merupakan negara dengan letak yang berada di zona pertumbukan tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo Australia dan lempeng Pasifik. Keadaan ini menyebabkan Indonesia memiliki deretan gunung api yang disebut ‘Ring of Fire’. Akibatnya Indonesia memiliki daerah yang subur karena memiliki tanah vulkanik akibat dari aktivitas gunung berapi.

Dalam kondisi bencana, yang paling terdampak adalah anak-anak karena tubuh mereka  belum mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Selain itu, anak-anak belum memiliki kemampuan untuk mengelola kebutuhan sendiri. Mereka masih membutuhkan bantuan orang dewasa dalam pemenuhan kebutuhannya.

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, pada saat bencana terjadi memenuhi kebutuhan makanan merupakan hal yang sulit. Keterbatasan kondisi penampungan membuat ketersediaan makanan kurang memadai. Hal ini menyebabkan anak-anak mudah terkena penyakit dalam pengungsian.

Mengapa pemberian makan pada bayi dan anak saat bencana itu penting? Bayi dan anak adalah golongan kelompok umur yang paling rentan terdampak saat bencana. Dalam kondisi bencana, angka kematian bayi dan anak dapat meningkat 2 hingga 70 kali lipat dari biasanya (WVI IYCF-E Presentation, 2015).

Beberapa yang harus diperhatikan untuk pemberian makanan pada bayi dan anak di saat bencana, yaitu:

  1. Pemberian makanan yang sesuai untuk bayi dan anak

Makanan yang sesuai dengan kebutuhan usia menjadikan anak mendapatkan asupan gizi yang tepat. Sehingga potensi kekurangan gizi pada anak saat bencana dapat ditanggulangi.

  1. Promosi dan perlindungan untuk pemberian ASI

Saat bencana ada anggapan kalau ibu yang biasanya memberikan ASI menjadi sulit memberikan ASI akibat stress yang ditimbulkan oleh bencana. Nyatanya tidak semua ibu mengalami itu dan faktor stress hanya sedikit pengaruhnya terhadap proses produksi ASI. Yang paling besar pengaruhnya adalah hisapan si bayi. Artinya, semakin sering bayi disusui, semakin banyak juga produksi ASI ibu.

Dalam bencana, berbagai bantuan susu juga sering diberikan. Pihak-pihak yang mengkoordinasikan bantuan saat bencana harus ekstra hati-hati dalam mendistribusikan bantuan susu agar tak menyalahi aturan tentang distribusi susu formula.

Beberapa rujukan payung hukum seperti PP 33/2012 tentang pemberian ASI eksklusif dan Permenkes 39/2013 tentang susu formula ada baiknya diketahui oleh koordinator distribusi bantuan saat bencana.

  1. Proteksi anak yang tidak menyusui dari pemberian makanan buatan

Saat bencana sangat banyak bantuan serba instan yang masuk. Tanpa perlu berdebat panjang soal kandungan nutrisi dalam makanan instan serta baik atau buruknya, anak yang tidak menyusui (usia di atas 2 tahun, balita, anak sekolah, anak berkebutuhan khusus, dan kategori lainnya) lebih baik tetap menerima asupan makanan yang diolah secara lokal dengan bahan makanan yang ada di wilayah setempat dengan memperhatikan kecukupan zat gizinya.

Untuk kecukupan zat gizi ini, penting sekali bagi relawan atau kordinator pemberian makanan di posko bencana menguasai tentang “Makanan 4 bintang” atau “Isi Piringku” yang rutin disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan.

  1. Kesehatan ibu (fisik, mental, dan kebutuhan nutrisi)

Saat bencana peran ibu sangat penting. Secara mental, ibu lebih dekat ke anak. Secara fisik, ibu lebih sering diandalkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehari-hari.

Kadangkala kesehatan ibu (fisik dan mental) serta kebutuhan nutrisinya sering diabaikan dan disamakan dengan kebutuhan orang dewasa lainnya. Pengelola distribusi makanan saat bencana harus bisa membedakan kebutuhan nutrisi ibu yang sedang menyusui, ibu hamil, ibu dengan balita, dengan orang dewasa lainnya untuk menjamin kecukupan nutrisi mereka.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam penanggulangan bencana selalu memperhatikan pemberian asupan gizi sesuai dengan usia, sehingga dampak yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi bisa diminimalisir. Dengan bekerja sama dengan pemangku kebijakan, para ahli, relawan dan masyarakat setempat diharapkan bantuan bisa sesuai dengan kebutuhan. Selain itu ketepatan sasaran menjadi salah satu aspek dalam pemberian bantuan.

Untuk mempermudah masyarakat dalam memberikan bantuan kepada yang sedang tertimpa musibah Laznas BSMU memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Cukup dengan sepuluh ribu dapat memberikan sejuta kebaikan. Donasi online dapat melalui jadiberkah.id dan bsmu.or.id/sejutakebaikan

BSI Bersama Yayasan BSMU Kirimkan Relawan Medis ke Lokasi Terdampak Erupsi Semeru

Lumajang, 5 Desember 2021 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Yayasan BSMU menyalurkan bantuan kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari BSI untuk senantiasa hadir membantu masyarakat serta menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan medis kepada korban yang terdampak bencana.

Untuk bantuan tahap awal, BSI menyalurkan bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, alat prokes, dan menurunkan tim medis dari Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia. Bantuan-bantuan dari BSI diserahkan langsung pada korban yang membutuhkan di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Corporate Secretary BSI, Gunawan Arif Hartoyo mengatakan harapannya bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak dan membantu percepatan pemulihan di sekitar lokasi erupsi Gunung Semeru. “BSI terus berupaya menyalurkan bantuan ini secara merata ke seluruh wilayah yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Kami memprioritaskan agar bantuan dan tim medis dapat segera menjangkau posko-posko evakuasi korban,” ujar Gunawan.

Sebagai lembaga keuangan syariah hasil merger 3 bank syariah milik BUMN, BSI berharap dapat menjadi energi baru bagi ekonomi Indonesia. Dalam hal ini, peran BSI tentu harus sejalan dengan visi syariah. BSI berharap dapat memberikan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi umat.

BSI juga mengajak masyarakat untuk bisa berpatisipasi dalam membantu meringankan beban korban terdampak erupsi Gunung Semeru dengan melakukan donasi melalui transfer ke nomor rekening 777 3889 998 a.n. Yayasan BSMU Infaq – URO 6.

Yayasan BSMU Bantu Pembangunan Masjid Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyalurkan bantuan kepada Masjid Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung. Bantuan yang diberikan yaitu uang tunai sebesar Rp30 juta

Yayasan BSMU Bersama BSI Salurkan Bantuan Penyintas Banjir Bandang Kota Batu Malang

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan bantuan untuk warga terdampak banjir bandang di Batu Malang. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban korban terdampak banjir.

Penyerahan bantuan ini diberikan oleh BSI Kantor Cabang Malang secara simbolis dan diterima oleh Wali Kota Batu, Punjul Santoso dalam acara Pembukaan Acara Expo Pariwisata Batu. Turut hadir dalam acara tersebut AM BSI KC Malang Bapak M Endry Dzul Fikri, Manager URO 6  Yayasan BSMU Zaini Syam dan tamu undangan.

Bantuan diberikan berupa uang tunai senilai 30 juta rupiah yang nantinya berguna untuk mensupport bahan material rekonstruksi pemulihan Kembali bagi penduduk yang bangunannya rusak parah akibat banjir bandang.

Bantuan diberikan berupa uang tunai senilai 30 juta rupiah yang nantinya berguna untuk mensupport bahan material rekonstruksi pemulihan Kembali bagi penduduk yang bangunannya rusak parah akibat banjir bandang.

Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu pemulihan kembali warga terdampak banjir bandang, terutama bantuan untuk rumah-rumah warga di 6 wilayah diantaranya: Desa Tulungrejo, Sumber Brantas, Sidomulyo, Sambong, Kliran dan Desa Pulorejo yang paling parah. “Ini sebuah bentuk kepedulian kita sesama anak bangsa”, ujar Wakil Wali Kota Batu Bapak Punjul Santoso.

Zaini Syam berharap semoga bantuan tersebut bermanfaat dan  dapat mengurangi beban terdampak banjir bandang. “Bantuan ini sangat ditunggu oleh masyarakat terdampak  yang sangat parah diantaranya : Desa Tulungrejo, Sumber Brantas, Sidomulyo, Sambong, Kliran dan Desa Pulorejo yang paling parah”, ujar Zaini.

Seperti diketahui Banjir Bandang yang terjadi di Batu Malang, Kamis, 4 November 2021 telah meluluhlantakkan bangunan warga Batu – Malang. Sejak tanggal 17 November 2021 PemKot Batu mencabut masa tanggap darurat. Mulai tanggal 18 November sampai dengan dua pekan kedepan kota Batu akan memasuki masa transisi atau pemulihan dari bencana. Dibutuhkan kerjasama dari berbagai komponen masyarakat untuk segera normalisasi kegiatan di kota Batu.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search