BSMU Care

Laznas BSMU Bangun Hunian Sementara di Mamuju dan Majene

BSMU Care – Pasca gempa magnitudo 6,2 yang melanda Sulawesi Barat pada Januari 2021 lalu, sebanyak 8.000 bangunan rusak sehingga membutuhkan perbaikan. Laznas BSMU melalui tim Disaster Emergency & Recovery Center (DERC) BSMU Care turut membantu masa recovery Sulawesi Barat dengan membangun 2 musholla di Kabupaten Majene dan hunian sementara (huntara) di 6 titik lokasi.

“Selain menyalurkan bantuan logistik, pembuatan MCK dan musholla pada masa tanggap darurat kemarin, kami sekarang juga membangun huntara yang berkonsep rumah tumbuh bagi masyarakat di Mamuju dan Majene, “ terang Dedy Muhardi, Koordinator DERC (Disaster Emergency & Recovery Center) BSMU Care.

Bantuan yang diberikan Laznas BSMU dikhususkan pada masyarakat yang rumahnya rata dengan tanah, memiliki kartu identitas resmi dan memiliki surat kepemilikan lahan. Huntara berukuran 4×6 meter ini dibangun melibatkan relawan dan masyarakat.

Proses pembangunan huntara masih terus berjalan hingga saat ini, BSMU Care sebagai pengeksekusi jalannya proses pembangunan merasakan tantangan tersendiri.

“Waktu pembuatan musholla kemarin dimulai sebelum Ramadan dan menghabiskan waktu sekitar 10 hari agar bisa digunakan masyarakat saat Ramadan. Sedangkan untuk pembangunan huntara dimulai saat Ramadan, sambil berpuasa kami tetap membuat huntara agar rampung sesuai jadwal awal Mei ini. Memang agak berat, namun tetap dijalani,” ujar Nanung, Relawan BSMU Care.

BSI dan Laznas BSMU Berikan Bantuan Rambu Peringatan Bencana ke Provinsi Sulawesi Barat

Mamuju, Sul-Bar – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) turut mendukung Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diperingati setiap 26 April, dengan menyerahkan bantuan rambu peringatan bencana ke Provinsi Sulawesi Barat.

Penyaluran bantuan diwakili oleh BSMU Care, URO VIII Makassar, dan BSI KC Mamuju yang diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar dan pemasangan langsung diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Sulawesi Barat dan Kab. Mamuju. 

Koordinator BSMU Care, Dedy Muhardi menerangkan bahwa, ada tiga jenis rambu kebencanaan yang diberikan. Tiga jenis rambu yang diberikan adalah rambu peringatan kawasan rawan gempa dan tsunami, jalur evakuasi dan titik kumpul. 

“Sewaktu menjalankan program respon di masa tanggap bencana, kami mengamati masih kurangnya rambu peringatan bencana. Hal inilah yang mendasari Laznas BSMU untuk memberikan bantuan selanjutnya berupa rambu peringatan bencana. Rambu peringatan bencana ini ada tiga jenis dan totalnya ada 56 rambu,” kata Dedy, Senin (26/4). 

Branch Manager BSI Mamuju, Basri menyampaikan BSI turut mendukung Hari Kesiapsiagaan Bencana. BSI berkomitmen terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan.

“BSI bekerja sama dengan Laznas BSMU memberikan bantuan berupa rambu peringatan bencana. Ini sebagai upaya kami mendukung Pemerintah dalam hal penanggulangan bencana,” ujar Basri dalam keterangan pers.

Bantuan yang disalurkan menggunakan dana zakat yang selama ini dihimpun oleh Laznas BSMU. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, zakat yang berhasil dikumpulkan Laznas BSMU rata-rata mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Bantuan untuk Korban Bencana Alam NTT

Angin kencang dan Hujan deras yang mengguyur selam kurang lebih 7 jam mengakibatkan robohnya banyak pohon, tiang listrik dan terbangnya atap bangunan. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan air laut naik disertai lumpur. Bencana alam badai tropis siklon seroja terjadi pada Ahad 4 April 2021 pukul 21.30 – Senin, 5 April 2021 pukul 05.00 WITA di Kota dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Akibat bencana tersebut banyak rumah roboh, genangan lumpur dimana-mana dan masyarkat kesulitan mencari air bersih. Korban meninggal di Kupang mencapai 6 jiwa dengan warga yang terdampak sebanyak 743 KK/2.190. Bangunan yang rusak mencapai 657 unit, 10 diantaranya adalah RS. Menurut salah seorang tim lapangan Laznas BSMU kondisi dilapangan jauh lebih buruk.

Penyaluran bantuan yang diwakili oleh URO VI Surabaya dan bersinergi dengan BSI Region Office IX Surabaya dan BSI KC Kupang ini, langsung diserahkan kepada Posko Baobao (paket sembako untuk 100 Kepala Keluarga), Posko Airmata (bahan logistik untuk dapur umum) dan Posko BPBD (peralatan kebersihan dan bahan logistik).

Menurut laporan dari tim BSI dan Laznas BSMU yang terjun ke lapangan, kondisi di Kupang mulai berangsur pulih. Pohon-pohon tumbang dan jalanan mulai dibersihkan. Jaringan listrik dan komunikasi mulai normal setelah sebelumnya mati total.

Regional CEO Surabaya PT. Bank Syariah Indonesia, Ali Muafa menyampaikan, BSI turut prihatin atas banjir yang terjadi di NTT dan wilayah sekitarnya (termasuk Kupang). BSI berkomitmen untuk terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Dedi Setiawan selaku Manager BSMU Care dari Laznas BSMU menyampaikan, sebagai lembaga yang juga bergerak dalam sosial kemanusiaan, pihaknya langsung bertindak cepat untuk respon bencana di NTT.

“Tahap pertama ini (Jumat, 9 April 2021) kami memberikan bantuan paket sembako dan bahan logistik. Kami juga sedang menyusun program bantuan lanjutan bersama Kemenkes,” ujar Dedi.

Pembangunan Musholla Sementara Di Majene, Sulawesi Barat

Bencana gempa bumi yang menimpa Sulawesi Barat (4/1) dengan kekuatan 6,2 SR telah meluluhlantakan pemukiman dan infrastruktur masyarakat. Untuk membantu recovery bencana akibat gempa di Sulawesi Barat, Laznas BSMU menerjunkan tim Disaster Emergency Recovery Center (DERC) untuk membantu pembangunan 2 Musholla sementara di Majene.

Lokasi pembangunan mushola sementara terletak jaraknya 100 m dari jalan poros Majene dan Mamuju. Lokasi pembangunan musholla pertama ini dekat dengan pusat gempa, tepatnya di Dusun Salutambung Barat, Desa Salutambung, Kec. Ulumanda, Kab. Majene. Mushola tersebut sangat ditunggu kehadirannya oleh warga setempat.

Masyarakat secara swadaya dan gotong royong membantu pembangunannya. Dari mulai pembuatan pondasi, pendirian tiang, pengecoran, lantai semua dilaksanakan degan gotong royong. Untuk mendapatkan material musholla membutuhkan perjuangan karena hanya bisa didapatkan di Mamuju yang lokasinya berjarak 60km dari Desa Salutambung. Penerima manfaatnya sebanyak 60KK atau sekitar 400 orang.

Bangunan sementara yang didirikan oleh Laznas BSMU menggunakan kerangka baja ringan sehingga lebih aman. Semoga pembangunan Musholla sementara ini dapat selesai sebelum Ramadan tiba sehingga dapat dipergunakan untuk shalat tarawih berjamaah.

Perjalanan Tim DERC BSMU Care untuk Memberikan Bantuan

Bencana gempa bumi yang menimpa Sulawesi Barat (4/1) dengan kekuatan 6,2 SR telah meluluhlantakan pemukiman dan infrastruktur masyarakat. Hingga saat ini warga belum menjalani kehidupan dengan normal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai Rp 829,1 miliar. Salah satu lokasi yang sangat terdampak adalah jalan poros Majene – Mamuju.

Untuk membantu hal tersebut tim Disaster Emergency Recovery Center (DERC) diterjunkan untuk melakukan recovery infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan mushola sementara yang letaknya tidak jauh dari jalan poros Majene – Mamuju ke arah bukit. Mushola saat ini merupakan sarana yang sangat dibutuhkan, terutama untuk sholat dan anak-anak belajar agama. Apalagi, saat ini akan memasuki bulan Ramadan sehingga mushola yang ada kurang kondusif untuk warga menjalani ibadah karena saat ini menggunakan terpal sebagai penutup sementara.

“Lokasi yang akan dibantu berada diatas bukit dengan jumlah warga ribuan orang”, ujar Pak Dedy Muhardi Kordinator DERC.

Meskipun jalan menuju ke atas bukit masih rusak, tidak menghalangi tim untuk tetap menebarkan kemashlahatan karena banyak warga yang menunggu berdirinya mushola sementara untuk sarana ibadah mereka.

Banjir Bandang di Flores Timur NTT

Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Ahad, 04 April 2021, Pkl. 01.00 WITA mengakibatkan banjir bandang dan longsor di kab. Flores Timur. Desa yang terdampak meliputi Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

 

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pada Senin (05/04) pukul 05.00 WIB, bencana banjir bandang tersebut telah menyebabkan sebanyak 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike. Hingga saat ini total korban meninggal dunia sudah mencapai 55 orang meninggal dunia dan 40 lainnya hilang.

 

Kerugian materil meliputi rusaknyanya rumah warga, baik itu tertimbun lumpur maupun hanyut terbawa banjir. DI Desa Waiburak Kec. Adonara Timur juga dilaporkan jembatan akses penghubung jalan putus. Pemberian bantuan masih sulit  dilakukan lantaran akses ke lokasi bencana terganggu hujan deras dan gelombang tinggi, menurut BNPB.

 

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (04/04) dini hari, disebut seorang warga merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

 

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, mengatakan upaya antisipasi kepada warga “sudah dilakukan dengan menyampaikan informasi cuaca ekstrem” dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

 

“Tapi titik-titik yang terjadi [bencana banjir bandang] tersebut selama ini tidak pernah terkena banjir,” kata Anton, hari Minggu (04/04). (sumber bbc.com)

Pengukuhan Pengurus Emergency Medical Team IDI

Jakarta, Ahad 14 Maret 2021 merupakan sebuah tonggak sejarah baru bagi tim BSMU Care dari Laznas Bangun Sejatera Mitra Umat (BSMU) karena salah satu timnya yang bernama Dedy Muhardi dikukuhkan sebagai Wakil Kepala Jaringan Relawan Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia (EMT IDI). Ini tentunya menjadi sebuah bentuk apresiasi atas  profesionalitas dari tim Rescue Laznas BSMU selama ini.

 

EMTI IDI adalah lembaga otonom yang dibentuk oleh Pengurus Besar IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia). Lembaga ini dibentuk untuk membantu penanganan bencana di Indonesia khususnya di klaster kesehatan pada masa respon atau tanggap darurat bencana.

 

Acara pengukuhan dilaksanakan secara langsung oleh ketua PB IDI Dr.  Daeng M. Faqih,  SH. MH dan dihadiri dengan 22 orang pengurus. Walaupun acara berlangsung secara offline namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

 

“Semoga dengan dikukuhkannya saya sebagai salah satu pengurus EMT IDI dapat semakin maksimal untuk berkontribusi dalam penanganan kebencanaan”, ujar Dedy.

Respon Peduli Musibah Jatuhnya Pesawat SJ-182

BSM Umat – Musibah jatuhnya pesawat SJ-182 di awal tahun 2021 tepatnya hari Sabtu lalu ( 9/1/2021) telah mengejutkan banyak pihak. Para relawan saat ini masih melakukan pencarian para korban.

BSM Umat sebagai Lembaga sosial sangat menaruh kepedulian terhadap musibah tersebut. Pada hari Senin, 11 Januri 2021 melalui tim BSM Umat Care, telah diturunkan 1 unit Mobile Mushola, 1 unit Mobile Warteg, pembagian handsanitizer, masker dan yang tidak kalah pentingnya adalah pelayanan charge HP dan penyediaan minuman hangat di tenda yang terletak JICT (jakarta international container terminal) 2, pelabuhan tanjung priok.

Kondisi yang jauh dari tempat sholat membuat mobil mushola sangat dibutuhkan kehadirannya. Dengan tetap dijaga kebersihannya dan juga untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar relawan yang sholat tidak terpapar virus corona.

Tak hanya itu saja, bantuan makanan juga diberikan melalui Mobile Warteg sebanyak 250 box selama 7 hari.

BSM Umat Care  juga menurunkan sejumlah 11 orang relawan dalam respon peduli musibah pesawat ini. Semoga tim yang diterjunkan dapat memaksimalkan pelaksanaan tugas lapangan dari Basarnas.

Bapak Rizqi Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif BSM Umat mengucapkan, “Terima kasih kepada Nasabah Mandiri Syariah dan Para Donatur BSM Umat yang telah turut aktif berkontribusi dalam penanganan jatuhnya pesawat SJ-182”.

Disinfeksi Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan SLB N 7 Jakarta

BSM Umat – Rabu kemarin,  Tim BSM Umat menyemprotan ke 6 lokasi, diantaranya 5 berada di Pondok Gede dan 1 di Harapan Indah Bekasi. Walaupun dengan personil yang tidak terlalu banyak tetapi pada setiap sudut dilakukan penyemprotan desinfektan dengan teliti  sehingga tidak memberi ruang penyebaran virus corona ini.

Satau hari sebelumnya, tepatnya selasa, tanggal 14 april Tim BSM Umat melakukan penyemprotan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Cempaka Putih Jakarta Pusat. Luas bangunanya 2000m dengan 3 lantai. Kegiatan desinfektan menjadi sangat penting karena anak-anak penderita kanker harus tinggal di lingkungan yang steril agar tidak mengakibatkan gangguan pada penyakit yang dideritanya.

Hingga saat ini YKAKI masih menampung anak-anak penderita kanker beserta keluarganya. Karena pengobatan mereka yang harus tepat waktu agar dapat sembuh. Penderita kanker adalah salah satu golongan yang paling rentan terinfeksi virus corona, sehingga bagi yang sehat dapat bersama membantu mereka untuk tidak terpapar virus corona.

Siang harinya,  tim bsm umat menuju ke lokasi Sekolah SLB Negeri 7 Jatinegara Jakarta timur. Tak kalah luas dengan YKAKI, sekolah ini memiliki 4 lantai. Walaupun demikian, tim bsm umat covid 19 tetap semangat menjalankan tugas. Bagi yang ingin tahu bagaimana melakukan cara melakukan disinfektan mandiri dapat melihat di artikel “Mengapa diperlukan Disinfektan” atau bisa mendownload poster cara disinfektan yang baik dan benar .

 

 

Penyemprotan Disinfektan Gratis ke Pesantren dan MI

BSM Umat – Pada hari senin tanggal 7 April 2020 Tim BSM Umat kembali melakukan aksi penyemprotan desinfektan ke Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran Bina Attaufiq Atap Yatim Parung Bogor. BSM Umat sangat menaruh perhatian yang besar terhadap lembaga pendidikan seperti pesantren dan MTs. Ada beberapa lembaga pendidikan seperti pondok pesantren Daar El Manshur dan MI An nizhomiyah Cilodong, Kota Depok juga mendapatkan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan dilakukan secara seksama agar bersih dari  virus corona.

Setiap selesai melalukan penyemprotan, Tim BSM Umat melakukan edukasi secara singkat mengenai cara disinfektan mandiri sehingga lembaga pendidikan dapat melakukan disinfeksi mandiri. Sekolah dan Pesantren yang didatangi oleh Tim BSM Umat COVID19 memang sudah sepi, tetapi tidak menutup kemungkinan ada virus-virus yang hidup disana yang tidak disadari.

Menjaga kebersihan dengan secara berkala dengan mencuci tangan dan menggunakan masker dapat mencegah dari terinfeksi COVID19. Yuk mulai hidup sehat dan peduli kepada lingkunga dengan membagikan tulisan yang bermanfaat seperti “Pakai Masker Setiap Hari atau download poster “Cara Mencuci Tangan Yang Benar” .

 

 

Scroll to top