Facebook

zakat profesi

Dapat Bonus? Begini Cara Membayar Zakat Penghasilan 2,5 Persen Beserta Ketentuannya

Zakat penghasilan/zakat profesi/ zakat pendapatan merupakan salah satu zakat mal yang wajib ditunaikan manakala sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Syarat untuk menunaikan zakat profesi yaitu, islam, merdeka, berakal sehat, baligh, mencapai nisab dan haul.

Bolehkah Zakat Untuk Non Muslim?

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bergaul dengan baik kepada sesama umat manusia. Ajaran toleransi sudah tertanam sejak penanaman nilai-nilai agama. Namun demikian tidak boleh mencampur adukkan urusan agama dengan agama sehingga turunlah Qur’an Surah Al Kafirun ayat 1-6, yang menjadi pedoman untuk bergaul dengan agama yang lain.

Lalu sebagai orang yang baru berhijrah tentu ada pertanyaan, apakah boleh kita berzakat untuk non muslim?

BACA: Ada 8 Golongan Yang Berhak Menerima Zakat

Pada prinsipnya zakat itu terbagi menjadi dua yaitu zakat maal dan zakat fitrah (zakat badan). Dilansir dari nu.or.id imam madzhab berbeda pendapat dal hal boleh atau tidak memberikan zakat kepada non muslim.

Dalam mazhab Syafi’i, zakat fitrah tidak diperbolehkan diberikan kepada non-Muslim, baik kaya atau miskin, dzimmi (yang berdamai) atau harbi (yang memerangi). Larangan tersebut juga berlaku untuk zakat mal. Larangan tersebut berlandaskan dalil hadits Nabi saat mengutus sahabat Mu’adz bin Jabal:

 “Sedekah yang diambil dari orang kaya mereka (Muslimin), kemudian diberikan kepada orang faqir mereka (Muslimin). (HR al-Bukhari dan Muslim).

Namun, boleh memberikan bagian dari harta zakat kepada non-Muslim yang menjabat sebagai petugas penimbang, humasi atau penjaga harta zakat. Kebolehan tersebut bukan pemberian atas nama zakat, namun atas nama upah dari pekerjaan mereka (dari bagian amil zakat).

Menurut pandangan Imam Abu Hanifah dan muridnya Muhammad, dibolehkan memberikan zakat fitrah kepada non-Muslim dzimmi yang fakir. Landasan mereka adalah ayat yang artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu.” (QS al-Baqarah: 271)

Ayat tersebut tidak membedakan fakir yang Muslim dan non-Muslim, kecuali dalam masalah zakat mal, karena ada larangan khusus dalam haditsnya sahabat Mu’adz, yang kedudukannya men-takhsish ayat ini.

Meski ada celah pembenaran memberikan zakat fitrah kepada non-Muslim, dalam kondisi normal dan masih banyaknya umat Islam yang miskin, sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan. Dalam konteks ini lebih utama memberikan zakat fitrah kepada seorang Muslim, sebab zakat dapat membantu mereka untuk melakukan ketaatan.

Sebagai umat muslim kita masih bisa membantu umat yang lain melalui sedekah, selagi penerimanya merupakan kafir dzimmi yang tidak akan memusuhi umat islam.  

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) mengajak untuk melipat gandakan rezeki dengan berdonasi dalam program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Hanya dengan bermodal uang sepuluh ribu rupiah tapi kebermanfaatannya sangat banyak sekali. Bersedekah juga merupakan salah satu ciri seorang hamba bersyukur atas nikmat rezeki yang telah didapatkannya.

 


Berita Terkait

Potensi Zakat Untuk Generasi Millenial dan Gen Z

Indonesia saat ini didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. berdasarkan data Penduduk Indonesia pada 2020 tercatat jumlah penduduk generasi Z yang lahir di rentang tahun 1997-2012 mencapai 74,93 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi. Penduduk generasi milenial yang lahir antara tahun 1981-1996 mencapai 69,38 juta jiwa atau 25,87% dari total populasi. (Sumber: katadata.co.id)

Data tersebut sekaligus memberikan gambaran potensi zakat yang cukup besar dari kalangan generasi milenial dan gen Z. Fenomena generasi hijrah yang kini kian marak juga menjadi potensi semakin meningkatnya zakat dari generasi tersebut. Walaupun demikian masih banyak yang menghabiskan rezeki yang dimiliki untuk kesenangannya, seperti makan-makan, jalan-jalan dan kumpul bersama teman-teman sebayanya.

Generasi Z memiliki potensi penghasilan yang cukup besar, walaupun mereka belum tentu bekerja sebagai karyawan. Banyak generasi Z yang bekerja sebagai pekerja creative sehingga penghasilannya tidak dapat diukur setiap bulannya. Dalam hal berzakat, banyak juga diantara mereka merasa belum wajib, karena berfikir kehidupan mereka masih ditanggung oleh orangtua.

Pemahaman mengenai zakat terhadap generasi ini perlu terus ditingkatkan. Untuk lebih mengenal apa itu zakat penghasilan bisa disimak penjelasan berikut.

Apa yang dimaksud zakat profesi?

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan ketika mendapatkan hasil dari profesi yang dijalankan, maka setiap orang yang telah memiliki penghasilan wajib untuk membayar zakat profesi/penghasilan. Para ahli fikih kontemporer bersepakat bahwa hasil profesi termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya, mengingat zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di antara mereka (sesuai dengan ketentuan syarak). Namun, zakat profesi belum wajib ditunaikan jika belum mencapai nisabnya.

Nishab Zakat Profesi

Para ulama umumnya mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat tanaman. termasuk ketika mengqiyaskan nisab. Maka nishab zakat profesi sesuai dengan zakat tanaman, yaitu setiap menerima panen atau penghasilan dan besarnya adalah 5 wasaq atau setara dengan 653 kg beras. Jika harga beras Rp10.000, maka nisabnya adalah Rp 6.530.000,00

Cara Bayar Zakat Profesi

Zakat profesi yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari penghasilan yang didapat. Jadi jika penghasilannya Rp 10.000.000 x 2,5% = Rp 250.000,00

Selain memiliki potensi penghimpunan zakat profesi yang cukup besar, dengan pemberdayaan dana zakat yang dikelola secara profesional dapat membantu para generasi potensial untuk meningkatkan perekonomiannya.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat memiliki program pemberdayaan ekonomi millennial melalui Islamic Sociopreneur Development Program. Melahirkan sociopreneur yang memiliki perhatian kepada ekonomi masyarakat di lingkungannya. Selain itu Laznas BSMU juga memiliki 8 program unggulan akhir tahun yaitu 10 ribu untuk sejuta kebaikan.

Melalui uang sepuluh ribu rupiah dapat menyebarkan berbagai kebermanfaatan. Dana zakat yang terhimpun akan disalurkan melalui program orangtua asuh. masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.    

 

Sudahkah Kita Membayar Zakat Profesi?

Laznas BSM Umat – Zakat Penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nisab. Zakat ini dibayarkan dari penghasilan profesi jika telah mencapai nisab. Nisab zakat penghasilan atau profesi setara dengan 653 Kg gabah atau setara 520 kg beras, dengan besaran zakat 2,5% dari penghasilan.

Allah SWT berfirman bahwa zakat yang dibayarkan adalah untuk pensuci jiwa dan pembersih harta. Selain itu, dengan berzakat bisa membantu kondisi sekitar atau lainnya yang dalam kondisi membutuhkan. Zakat juga menjadi penyeimbang agar kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin tidaklah semakin lebar.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat kamu membersihkan dan menyucikan mereka. Sesungguhnya doa kamu menjadi ketentraman jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At Taubah: 103)

Manfaat zakat dari segi sosial, sesungguhnya sangat memberi dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Tentunya penyaluran zakat diharapkan bisa melalui lembaga-lembaga zakat yang ada, contohnya Laznas BSM Umat.

Sehingga pemberian zakat bisa disalurkan secara merata ke wilayah atau daerah yang warganya membutuhkan bantuan. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya solidaritas persaudaraan atau ukhuwah islamiyah.

Karena menunaikan zakat bisa menghilangkan jarak antara si kaya dan si miskin. Di sisi lain, kenapa harus membayar zakat di Laznas BSM Umat. Karena di lembaga ini penggunaan dana zakat akan dikelola agar penyalurannya dan kemanfaatan dana zakat bisa lebih meluas.

Seperti untuk membantu para yatim dan dhuafa, korban bencana, pembangunan masjid/mushola, dan tahfidz Alquran. Semoga zakat yang Sahabat berikan bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Amin

Yuk Kita Segera Tunaikan Zakat Penghasilan atau Profesi ke Laznas BSM Umat melalui rekening Bank Syariah Mandiri 702 620 2595 bisa juga melalui QR Code Zakat.

#Zakat #ManfaatZakat #YukZakat #LaznasBSMUmat #Ramadhan #SinergiUntukUmat #PastiBerkah

Tunai Zakat Tuai Manfaat

BSM Umat – Setiap harta yang kita dapatkan ternyata terdapat harta milik saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dan harta tersebut harus dikembalikan melalui zakat, yang nantinya akan disalurkan kepada saudara-saudara yang tidak memiliki keburuntungan sebagaimana yang kita miliki saat ini.

Berzakat tidak hanya sekedar melakukan kewajiban kita, tapi juga terdapat keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala didalamnya. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya (QS. Saba: 39).

Dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala akan menambah harta hambanya yang telah rela melakukan kewajibannya untuk berzakat. Dan artinya zakat tidaklah mengurangi harta, tapi justru akan menambahkannya.

Sebelum hak saudara-saudara kita, yang Allah subhanahu wa ta’ala titipkan melalui gaji atau pendapatan, terpakai oleh kita, segerakanlah untuk menyalurkannya. Berikut informasi zakat BSM Umat bisa di unduh disini atau http://bit.ly/zakatjadiberkah.

Zakat bisa di golongkan menjadi beberapa, yaitu:

  1. Zakat Hewan Ternak

Adalah zakat yang meliputi hasil dari peternakan hewan. Perhitungan zakat untuk tiap tipe hewan ternak, baik nishabmaupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya, yakni satu tahun untuk setiap hewan.

  1. Zakat Emas dan Perak

Merupakan zakat yang wajib hukumnya dikeluarkan oleh seorang muslim dan muslimah yang mempunyai harta emas dan perak apabila telah mencapai nishab dan haul.

  1. Zakat Pertanian

Setiap tanaman yang merupakan makanan pokok dan dapat disimpan, menurut ulama Syafi’iyah, wajib dizakati. Objeknya meliputi hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis, seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan dll.

  1. Zakat Perdagangan

Apabila nilai dagangannya telah mencapai seharga emas 93,6 gram atau harga perak 624 gram, maka wajib dikeluarkan zakatnya.

  1. Zakat Hasil Tambang

Hasil tambang emas atau perak apabila telah sampai nishabnya, maka wajib dikeluarkan zakatnya pada waktu penambangan dilakukan tanpa harus dimiliki selama satu tahun.

  1. Zakat Rikaz

Apabila kita menemukan harta terpendam seperti emas dan pera, maka wajib mengeluarkan zakatnya 1/5 (20%).

  1. Zakat Profesi

Zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nishab. Profesi tersebut misalnya pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis dan wiraswasta.

  1. Zakat Fitrah

Zakat pribadi yang dikeluarkan pada sebelum hari Idul Fitri dan pembagiannya diprioritaskan untuk fakir miskin karena maksud utamanya adalah untuk membantu mereka pada hari lebaran.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari