Facebook

wakaf

Bolehkah Gabungkan Puasa Sunnah Syawal dengan Qadha Puasa Ramadhan?

Syawal merupakan bulan setelah bulan Ramadhan, dimana 1 Syawal merupakan hari Raya Umat Islam. Bulan syawal merupakan bulan yang mulia, pada bulan ini dianjurkan pula untuk berpuasa syawal yang memiliki pahala yang besar. Puasa Syawal dapat disebut juga sebagai penyempurna puasa Ramadhan.

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Ra bahwasanya aku berbicara kepadanya, Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa yang melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan kemudian ia menambahkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang waktu (satu tahun).” (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Tetapi bagaimana dengan orang yang memiliki hutang puasa? Apakah boleh menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal ataukah harus dipisahkan?

Mengenai hal ini banyak sekali pendapat ulama yang menjawabnya dengan menggunakan hujjah yang sama-sama kuat.

Ustadz Abdul Somad ketika ditanya hal yang sama menjawab, dalam menjalankan puasa niat yang diucapkan cukup satu saja yaitu niat puasa Qadha saja.

“Aku niat puasa qadha mengganti yang kemarin”, maka siapa yang puasa 6 hari qadha di bulan Syawal otomatis sudah mendapat puasa sunat Syawal begitu menurut Imam Syathoriyah Al Anshari yang dikutip oleh Imam Ath Athiyyah Saqar disebutkan dalam kitab Fatawa Al Azhar (Fatwa-fatwa Al Azhar) dalam Mazhab Imam Syafi’i.

Beliau juga memberikan perencanaan puasa qadha bagi para ibu yang memiliki hutang puasanya yang cukup banyak dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal dan pada Bulan Rajab dan selanjutnya melakukan puasa Senin-Kamis, maka lambat laun puasa akan lunas terbayar juga.

“Barang siapa yang meninggal dunia dan memiliki (hutang) puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya.” Hr. Bukhari no.1816

Namun bagi yang tidak dapat mengganti puasanya dapat membayarkan fidyah sebanyak hari yang ditinggalkan. Membayar fidyah juga dapat sekaligus membantu orang yang sedang kesulitan.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Pentingnya Sosok Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjadikan tanggal 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional atau International Day of Families. Peringatan Hari Keluarga Internasional dilakukan untuk menyoroti pentingnya hubungan dengan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, hak anak, dan inklusi sosial.

Berdasarkan sejarah PBB, awal mula ditetapkannya Hari Keluarga Internasional yakni pada tahun 1980-an, di mana saat itu PBB mulai memusatkan perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga.

Pada tahun 2022 Hari Keluarga Internasional 2022 mengangkat tema yakni “Keluarga dan Urbanisasi”. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebijakan perkotaan yang berkelanjutan dan ramah keluarga.

Dalam Islam peranan keluarga sangat besar karena merupakan pondasi dari terbentuknya karakter anak. Permasalahan sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang adalah pergaulan bebas yang  disebabkan karena kurang berjalannya fungsi keluarga.

Pergaulan bebas dikalangan remaja telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Dari hasil penelitian di beberapa kota besar menyatakan bahwa sebagian besar remaja telah melakukan hubungan seks pranikah.  Kehilangan jatidiri menyebabkan semakin maraknya penyimpangan seksual pada anak.

 

Lalu bagaimana dengan anak-anak yang sudah tidak memiliki kedua orangtua?

Bagi anak yatim, sosok orang tua asuh sangat dibutuhkan. Hal ini karena setiap anak pasti membutuhkan sosok orang tua asuh. Peran orang tua asuh ini seiring dengan ajaran Islam yang menganjurkan untuk memuliakan anak yatim selayaknya anak kandung. Bagi orang tua asuh yang membantu kehidupan anak yatim sangat disukai oleh Rasulullah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HR. Bukhari)

Pemerintah mencatat sekitar 28.404 anak di dalam negeri menjadi yatim piatu akibat Covid-19 per Januari 2022. Data ini belum termasuk anak yang yatim akibat bencana atau meninggal secara normal. Jumlah yang cukup besar, membutuhkan peran dan kerjasama antar masyarakat agar anak yatim menjadi anak bangsa yang berkualitas.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/.

Salah satu program yang dijalankan adalah memberikan bantuan pendidikan kepada anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat melanjutkan sekolah dan berprestasi dengan bakat dan minatnya. Contohnya saja Imam Bukhari, walaupun terlahir dalam keadaan yatim dan tidak dapat melihat karena buta bukan penghalang untuk belajar.

 

Imam Bukhari adalah ahli hadits yang lahir pada bulan Syawal. Beliau yang termasyhur di antara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Menyiapkan Anak Memasuki Masa Aqil Baligh Menurut Rasullulloh

Keluarga memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter manusia sebagai penerus generasi. Kerusakan akhlak yang terjadi pada masyarakat zaman sekarang bukan hanya kesalahan dari remaja tersebut tetapi juga peran keluarga. Anak mudah mendapat informasi dari berbagai sumber karena teknologi digital saat ini.

Hasil penelitian menyatakan, anak dapat dididik sejak masih dalam kandungan, karena selama dalam kandungan, fungsi otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang, sehingga mereka dapat merasakan apa yang terjadi di luar kehidupan mereka, sementara yang mempengaruhi fungsi otak dan indera pendengaran bayi di dalam kandungan antara lain emosi dan kejiwaan seorang ibu, setiap gerakan rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu dan nutrisi yang ibu konsumsi yaitu makanan yang halalan thayyiban (makanan yang halal lagi baik).

Sebelum menuju dewasa/baligh anak-anak menuju tahapan mumayyiz. Pada masa ini anak sudah dapat membedakan yang baik dan buruk tapi belum menjadi orang yang mukallaf (wajib melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangan). Masa Mumayyiz adalah masa yang tepat untuk mengajarkan tentang kewajiban-kewajiban bagi seorang muslim.

Rasulullah sangat memberikan perhatian yang penting untuk mempersiapkan anak-anak untuk mencapai usia baligh karena disana setiap yang dilakukan sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Dalam kajian yang diadakan Jadiberkah.id dibahas mengenai persiapan orangtua untuk menghadapi masa baligh. Menyambut Anak Aqil Baligh menjadi kajian yang sangat penting karena dapat menjadi pegangan para orangtua dalam mendidik anak.

Ustadz Syahroni Mardani menyampaikan bahwa baligh diterjemahkan dalam bahasa indonesia  adalah masa puber. Dalam islam ada batasan-batasan umur, usia baligh adalah batasan yang pertama, batasan kedua adalah ketika orang menikah yang ketiga ketika berumur empat puluh tahun , keempat pada saat seseorang berumur enam puluh tahun.

 Usia baligh adalah ketika seorang anak laki atau perempuan telah wajib melaksanakan perintah agama. Wajib meninggalkan larangan dan wajib melaksanakan perintah. Anak laki-laki balighnya ditandai ketika bermimpi basah (keluar air mani) atau saat usianya masuk umur 14 tahun. Anak perempuan balighnya ketika pertama kali haid atau usianya masuk umur 14 tahun.

Dari Ali dari Nabi saw bersabda, “Catatan amal belu berlaku pada tiga kelompok manusia; “orang yang tidur sampai dia bangun. Anak kecil sampai dia baligh dan orang yang tidak waras sampai dia sadar kembali.” (HR. Abu Daud).

Sebelum anak berusia baligh maka masih disebut yatim sedangkan apabila sudah baligh sudah tidak disebut yatim lagi. Dari Ali ra. Berkata, diantara hal yang aku hafal dari Rasulullah saw adalah “Sudah tidak dianggap yatim lagi jika sudah baligh dan tidak boleh diam saja (tidak berbicara) sepanjang hari sampai malam”. (HR. Abu Daud).

Beberapa hal yang perlu diajarkan saat memasuki usia baligh adalah pendidikan seksual sejak dini. Berguna agar anak tidak mengalami pelecehan seksual. Kebutuhan biologis pada manusia adalah normal tetapi diajarkan harus dengan aturan yang sesuai agama baik dan benarnya.

Tahu batasan aurat yang boleh diperlihatkan untuk laki-laki dna perempuan. Saat ini banyak anak laki-laki karena mengikuti trend sehingga pada saat shalat pakaiannya tersingkap kemudian terbukalah auratnya sehingga membuat shalat menjadi tidak sah.

Mengajarkan aturan dalam berpelukan baik kepada sesama jenis maupun berbeda jenis. Berpelukan dalam islam hanya boleh dilakukan dalam kondisi dua hal, yaitu ketika lama tidak berjumpa dan orang dewasa kepada anak yang masih kecil.

Adab dalam islam seorang anak laki-laki tidak boleh tiduk dalam satu selimut dengan laki-laki karena mendatangkan keburukan begitu juga sebaliknya.

Menanamkan aqidah sejak dini merupakan hal yang utama dalam pendidikan seorang anak. Ketika nabi berbicara kepada anak senantiasa mengajarkan aqidah. Orangtua/pendidika dalam menjelaskan tentang kebenaran dan keagungan ajaran islam tanpa merendahkan, tanpa mengejek dan tanpa menghina keyakinan umat beragama lain.

“Janganlah kamu menghina sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghinakan Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (al An’am: 108)

Menjelang baligh perlu ditanamkan sikap objektif pada anak. Memberitahu bahwa orang baik ada dimana-mana dan orang jahat ada dimana-mana.

Mengajarkan anak disiplin bukan hanya karena takut akan hukuman, tetapi lebih karena keyakinan bahwa ini adalah perintah Tuhan. Karena dasar keyakinan karena akidah islam.  Aqidah adalah pondasi dasar keislaman seseorang kalau aqidahnya lurus, maka ibadahnya benar dan akhlaknya menjadi mulia. Rasulullah menanmkan aqidah yang lurus sejak dini kepada para sahabat-sahabat yunior.

Dari Ibnu Abbas ra berkata:’Pada suatu hari saya berada di belakang Nabi saw, lalu Beliau bersabda: “Wahai anakku sesungguhnya aku hendak mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yaitu: Peliharalah Allah (dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya) pasti Allah akan memeliharamu. Peliharalah Allah, pasti kamu akan dapati Dia di hadapanmu. Jika kamu meminta, maka mohonlah kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan, maka mohonkanlah pertolongan itu kepada Allah. Ketahuilah bahwa sesuatu umat (semua makhluk) apabila bersepakat hendak memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang dianggapnya bermanfaat untukmu, maka mereka itu tidak akan dapat memberikan kemanfaatan itu melainkan dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah untumu.

Juga jika ummat (seluruh makhluk) bersepakat hendak memberikan bahya padamu dengan sesuatu (yang dianggap berbahaya untukmu), maka mereka itu tidak akan dapat memberikan bahaya itu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah untukmu. Pena telah diangkat (ketentuan telah ditetapkan) dan lembaran-lembaran kertas telah kering (catatan di Lauh Mahfudz sudah tidak dapat diubah lagi). HR. Tirmidzi.

Salah satu cara menanamkan akhlak yang baik juga bisa dengan gemar membantu orang lain dengan bersedekah dan berinfaq. Membiasakan anak berinfaq sejak dini berarti mengajarkan untuk tidak terlalu cinta dengan harta karena paham rezeki adalah titipan.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Tiga Janji Rasulullah Yang Berkaitan Dengan Rezeki

Rezeki menjadi sebuah tema yang paling banyak dibahas di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik karena akibat pandemi.

Sebagian orang mungkin mengeluh, mengapa rezeki belum datang-datang juga dalam hidup padahal sudah berdoa dan berusaha terus menerus. Hal tersebut jangan sampai memutuskan ikhtiar kita dalam mencari rezeki karena bisa jadi belum dikabulkan adalah sebuah jawaban terbaik dari doa-doa kita sendiri.

Ustadz Ahmad Homsani, Lc., dalam kajian Ngabring Ramadhan bersama Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat dan Bank Syariah Indonesia di Masjid Raya Bintaro Jaya mengingatkan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa yang kita haturkan dengan cara yang tepat.

Apapun yang diminta kepada Allah bisa jadi tidak diberikan sekarang tapi nanti pada waktu yang tepat. Bisa jadi orang yang meminta jodoh di bulan Ramadhan akan didatangkan oleh Allah jodohnya pada bulan Syawal.

Imam Syafi’i pernah ditanya mengenai apa saja yang dimaksud dengan rezeki? Apakah rezeki hanya harta saja? Rezeki adalah semua yang diberikan oleh Allah dan dapat dirasakan kenikmatannya disebut dengan rezeki.

Jika ada orang yang beranggapan bahwa rezeki itu hanya uang saja maka akan semakin sempit rezeki yang dia dapatkan.

Rasulullah pernah bersumpah dalam tiga perkara dalam hadits riwayat At Tirmidzi: Ada 3 perkara yang saya bersumpah akan terjadi jika dilakukan:

Pertama, Orang yang bersedekah pasti akan bertambah dan tidak mungkin habis.

Ustadz Homsani mengisahkan tentang umat nabi Musa, mereka datang kepada nabi Musa kemudian berkata,  “ ya Musa engkau bisa berbicara dengan Allah, maka mohonkanlah kepada Allah agar saya menjadi kaya . Musa bertanya, “apakah kaya itu enak?”, tapi karena umatnya sudah memaksa maka didoakan dengan syarat hanya satu tahun setelah itu ia akan miskin lagi. Qodarullahnya hewan ternak umat nabi Musa tersebut beranak pinak sehingga menjadi banyak. Kemudian istri umat yang meminta tersebut berkata, “karena kita hanya diberi kaya 1 tahun, kita bagikan saja  kepada orang-orang yang tidak pernah makan daging dan tidak pernah minum susu”. Kemudian suami istri tersebut setiap hari melakukan hal tersebut (sedekah daging dan susu).

Setelah dua tahun datang kembali kepada nabi Musa. Wahai Musa, katanya dulu limit kekayaan hanya satu tahun, kenapa sekarang menjadi dua tahun? Jawaban nabi Musa, “ketika saya berdoa kepada Allah saya minta dibukakan satu pintu rezki kepadamu, kemudian kamu membukakan rezki ratusan orang miskin sehingga bisa makan daging dan minum susu, sehingga Allah tidak akan menutup rezeki yang diberikan kepada kamu”.

Allah menjamin hidup kita tapi Allah tidak menjamin gaya hidup kita. Untuk makan dan minum yang merupakan kebutuhan Allah akan memenuhinya.

Kedua, Tidak mungkin orang yang dizalimi akan menjadi hina dan pasti akan diangkat derajatnya.

Ketika ada orang yang zalim kepada kita maka sikapi dengan baik saja. Jangan sampai kita menjadi orang yang susah melihat orang senang dan senang melihat orang lain susah.

Ketiga, Siapa orang yang selalu membuka pintu untuk selalu meminta belas kasihan kepada orang lain dan merasa selalu kurang maka Allah akan menambahkan kepadanya kefakiran.

Jadi hati-hati dalam bersikap, semakin sering kita meminta (kepada selain Allah ) maka akan dibukakan pintu kefakiran.

Rezeki itu konsepnya adalah menjemput, terlihat dalam firman Allah Swt dalam Surat Hud Ayat 6

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhil mahfuz)“.

Jika rezeki tidak diikhtiarkan akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang malas. Doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam menjemput rezeki.

Mengutip perkataan ustadz Hilman, “Apa saja yang lewat dari diri kita pasti bukan takdir kita tapi jika itu adalah takdir kita, ia akan  menemukan jalan untuk bertemu dengan kita”.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Panduan Pembayaran Fidyah dan Qadha untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ketika ada pertanyaan saat ibu hamil dan menyusui memilih untuk tidak berpuasa apakah kompensasinya fidyah atau Qadha, sesungguhnya ada 3 pendapat, yaitu :

  1. Fidyah saja, ibu cukup membayar fidyah saja tanpa perlu meng-qadhanya, ini adalah pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas
  2. Qadha saja tanpa fidyah, kebalikan dari pendapat yang pertama. Ini adalah pendapat imam Abu Hanifah, Abu Ubaid dan Abu Tsaud dan termasuk murid-murid Abu Hanifah.
  3. Keduanya, membayar fidyah dan juga qadha puasa.  Pendapat inilah yang dikenal dengan pendapat Imam Asy Syafi’i.

Kesimpulkan dari tiga pendapat tersebut ditegaskan kembali oleh Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid Wanihayul Muqtashid dalam halaman 241.

Ibnu Rusyd memberitahukan adanya perbedaan dari ketiga pendapat tersebut, yaitu ulama yang menganalogikan ibu hamil/menyusui dengan orang yang tidak kuat berpuasa (orang yang memiliki sakit kronik, manula yang tidak mampu puasa) maka diputuskan bayar fidyah saja.

Sedang yang menganalogikan ibu hamil/menyusui dengan orang sakit saja bukan manula bukan sakit kronik berarti memasukkannya ke dalam mazhab qadho.

Sehingga disini disimpulkan bagi ibu hamil dan menyusui terbuka pilihan untuk membayar fidyah saja atau qadha saja atau bahkan keduanya dijalankan juga boleh. Hal ini berdasarkan dengan kemampuan keuangan, kemampuan fisik, maslahat dan yang lebih menenangkan.

 

Fidyahnya itu seperti apa?

Orang yang membayar fidyah harus dengan standar apa yang biasa dimakannya bukan standar makan dhuafa. Jika para dhuafa biasa makan senilai lima ribu rupiah, sementara yang bayar fidyah biasa makan di rumah makan maka yang menjadi rujukan adalah nilai makan di rumah makan.

Disimpulkan bahwa fidyah itu adalah makanan sehat dan mengenyangkan dalam bahasa lainnya empat sehat lima sempurna. Jika disajikan dalam nasi kotak harus ada nasi, daging, sayuran dan buah-buahan.

Dewan Syariah di Laznas BSMU memilih dua puluh lima ribu sebagai ambang batas minimum untuk membayar fidyah dalam satu hari.

Contohnya, ada seorang ibu hamil meninggalkan puasa selama satu hari di bulan Ramadhan maka yang bisa dilakukan dalam memilih fidyah adalah menyediakan makanan siap santap satu kotak senilai dua puluh lima ribu yang diberikan kepada dhuafa atau dhuafa diundang ke rumah atau diajak makan di restoran bisa juga dengan dibelikan sembako yang terdiri dari minyak goreng, beras dan makanan lainnya senilai minimum dua puluh lima ribu, lebih dari itu diperbolehkan.

Bisa juga lebih mudah lagi dengan cara di transfer ke lembaga zakat seperti Laznas BSMU, amanhnya adalah dibelikan makanan siap santap atau sembako yang diberikan kepada dhuafa.

 

Pertanyaan :

Saya hamil menyusui dua anak berturut-turut karena jarak anak yang dekat belum waktunya menyapih sudah menyusui lagi. Sekarang sedang hamil anak ketiga dalam usia enam bulan. Hutang puasa sebelumnya belum lunas di qadha, sebaiknya saya harus bagaimana?

Jawaban:

Jika memilih fidyah saja tidak masalah, jika dengan berpuasa dapat mengurangi kualitas ASI dan lain-lain maka dapat membayar hutang puasa dengan fidyah saja itu diperbolehkan. Caranya dengan membayar fidyah sejumlah hari yang ditinggalkan, misalnya 11 hari ditinggalkan, maka perhitungannya : 11 x Rp 25.000= Rp 275.000

Pendapat yang kedua harus membayar double, selain membayar fidyah juga membayar kafarat karena lalai, punya hutang yang seharusnya dibayar tahun lalu tapi belum dibayarkan.

Jadi yang dibayarkan menjadi 2 x fidyah atau lima puluh ribu rupiah (Rp 50.000) terdiri dari fidyah dan kafarat.

Memilih salah satunya diperbolehkan atau memilih pendapat yang kedua dengan membayar kafarat akan lebih baik karena sangat bermanfaat bagi para dhuafa yang saat pandemi sekarang sangat membutuhkan bantuan.

Perkataan dari Sayyidah ‘Aisyah, jika memiliki hutang puasa ia mengatakan pada saat Sya’ban sudah tidak memiliki hutang.

Walaupun di Indonesia merupakan penganut Mazhab Syafi’I tetapi para ibu diperbolehkan untuk memilih mana yang lebih mudah untuk membayar hutang puasa. Hal ini tidak termasuk dalam memudah-mudahkan dalam menjalankan agama karena ada alasan yang syar’i untuk menjalankannya.

Narasumber: Ust. Dr. Oni Sahroni – LIKES

Menumbuhkan Empati Anak Bersama dr. Aisah Dahlan

Empati adalah hal yang penting dalam kehidupan
sehari-hari. Ketiadaan empati dapat menghilangkan rasa peduli kepada sesama,
individu menjadi lebih mementingkan diri sendiri padahal hidup di dunia ini
tidak bisa sendiri.

Dalam islam kita senantiasa diajarkan untuk
berempati terhadap kesulitan orang lain. Sedekah, zakat dan wakaf merupakan
salah satu perwujudan riil dari rasa empati.

Jadiberkah.id sangat memahami arti penting dari
empati, berdasarkan hal tersebut maka diadakan webinar yang bertema Menumbuhkan
Empati Anak bersama dr. Aisah Dahlan yang sudah terkenal di bidang neuropatik
pada 28 Maret 2022.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai empati yuk
kita simak bersama penjelasan dari dr. Aisah Dahlan berikut ini:

Pengertian
empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang
dirasakan orang lain, bisa melihat dari sudut pandang orang tersebut, dan juga
membayangkan diri sendiri berada pada posisi orang tersebut.

Secara psikologis empati memainkan peranan
penting dalam membangun dan menjaga hubungan antara sesama manusia. Rasa empati
ini sebenarnya telah ada sejak bayi dan terus berkembang sampai dewasa. 

Di Masyarakat, terkenal dua istilah yaitu
empati dan simpati, tetapi keduanya memiliki perbedaan, yaitu empati I feel how
you feel sedangkan simpati I know how you feel.

Empati merupakan tingkatan yang paling tinggi
di bawahnya ada simpati dan yang paling bawah adalah antipati. Tingkatan lebih
tinggi dari empati adalah empath (firasat).

Apa
saja ciri-ciri dari empati?

Ciri-ciri empati yang sudah muncul dalam diri
yaitu:

1. Memiliki kepedulian yang tinggi dan
kebaikan terhadap orang lain

2. Merupakan pendengar yang baik

3. Pandai memahami perasaan orang lain

4. Sering dijadikan tempat curhat oleh
orang lain

5. Sering memikirkan perasaan orang lain

6. Sering diminta menjadi penasihat bagi
masalah orang lain

7. Sering merasa terbebani oleh
peristiwa-peristiwa tragis

8. Berusaha untuk selalu membantu orang
lain yang menderita

9. Mudah mengetahui ketika seseorang
berkata tidak jujur

10. Terkadang merasa lelah atau kewalahan
dalam situasi sosial yang tidak menyenangkan

 

Bagaimana
cara menanamkan empati kepada anak-anak

Cara yang paling tepat dengan menggunakan
contoh teladan. Anak akan melihat dan mencontoh apa yang dilihatnya, didengar
dan direkam oleh otak. Ilmuwan menemukan dalam otak yang namanya sel otak atau
neuron cermin (mirror neuron) dimana seseorang dapat belajar dengan meniru.
Jumlah mirror neuron di otak sebanyak 30% dari keseluruhan otak.

Anak-anak sangat membutuhkan panutan teladan
dari orangtua terutama ibu. Kenapa? Karena sistem saraf ibu dan anak sama
persis sehingga cepat terekam oleh anak.

Perasaan merupakan salah satu kerja dari qalbu.
Bicara perasaan, organ yang berperan adalah jantung. Menurut para ulama dan
ilmuwan yang mentelaah tentang qalbu yaitu Herth Math Institute sejak tahun
1988. Hasil penelitian menunjukkan, jantung selain membawa darah keseluruh
tubuh disana  juga terdapat suara tuhan.

Jantung mendistribusi darah keseluruh tubuh
yang mengandung nutrisi ,mineral vitamin dan juga membawa hormon yang Allah
ciptakan di berbagai tempat khususnya di bagian otak, atau pinggang, punggung
yang menimbulkan rasa empati. Namun selain itu, didalam otak yang bagian
depannya mengatur akal/pikiran tetapi didalamnya terdapat bagian yang mengatur
emosi, yang terkenal sebagai istilah limbic sistem.

Empati erat hubungannya dengan emosi. Menurut
KBBI emosi merupakan luapan perasaan dan pikiran yang berkembang dan surut
dalam waktu singkat. Diartikan sebagai keadaan dan reaksi psikologis dan
fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan). Diartikan
juga sebagai kebenaran yang bersifat subjektif. Sehingga timbullah istilah
Emotional intelligence adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan dan
memahami emosi (baik emosi orang lain maupun emosi diri sendiri) dengan tujuan
meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta mengharmoniskan hubungan
komunikasi.

Emosi adalah bagian dari diri manusia. Tetapi
menjadi terlalu emosi dan tidak rasional itu keliru. Agar tidak keliru perlu
belajar emosi karena basic dari empati adalah emosi. Allah di dalam al quran
selalu mengingatkan untuk menjaga nafsu (disebut dengan emosi). Rasa antipati,
simpati dan empati yang ada dalam diri tidaklah permanen/bisa berubah.

Emosi dasar anak-anak adalah emosi sedih (duka,
kecewa, hampa dan malu, galau, putus asa, lara, pilu) emosi takut ( cemas
khawatir, gelisah ngeri, cemburu, ragu-ragu) emosi marah (kesal, jengkel,
jijik, geram, benci dendam) dan emosi senang (bahagia, riang, gembira, cinta,
kagum, damai, syukur, takjub).

Semakin dewasa (baligh) semakin banyak jenis
emosi yang dimiliki. Dalam islam, ada tiga jenis nafsu yaitu nafsu lawwamah,
nafsu amarah dan nafsu muthmainnah. Emosi ini tidak bisa hilang tapi bisa
diulang-ulang agar sadar.

Jika dalam
memberi masih ada rasa belum ikhlas maka teruslah memberi karena secara
tidak langsung level emosi akan naik dengan sendirinya. Bisa juga dengan
melakukan istighfar terlebih dahulu sebelum memberikan sedekah sehingga kita
bisa mendapatkan pencerahan dari Allah.

Jantung mempunyai medan elektronik 5000 kali
lebih besar dari otak. Jadi apabila pikiran bisa ditangkap oleh manusia apalagi
dengan perasaan. Jika positive thinking menggunakan 1 watt maka positive
feeling menggunakan tenaga 5000 watt.

Fikiran dan perasaan dipengaruhi oleh emosi
maka tugas manusia adalah mengembalikan pada posisi netral/bersih ketika
mengalami keterpurukan.

Vibrasi manusia bisa semakin kuat dengan cara
melakukan ZISWAF. Tetapi jangan sekali-kali melakukan sedekah dibarengi dengan
pikiran buruk maka dapat berefek buruk pula.

Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam
mengasah kecerdasan anak:

1. Jadilah teladan/ahli mengelola emosi

2. Kenalkan ragam jenis emosi, marah,
sedih, dll

3. Ajari anak menerima emosi sebagai hal
yang wajar

4.       Saling belajar menceritakan emosi

Biasakan diri kita pada saat level emosi turun
mengucapkan nama Allah dan pada saat level emosi naik juga ucapkan nama Allah,
sehingga anak dapat meniru. Hal itu juga menjadikan apapun yang menimpa diri
kita bisa bernilai pahala disisi Allah.

4 Tanda Malam Lailatul Qadar dan 5 Cara Mengoptimalkannya

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang hanya datang setahun sekali. Kedatangannya ditunggu oleh seluruh umat muslim di dunia, bagaimana tidak karena banyak sekali keberkahan di dalamnya. Sehingga sudah semestinya setiap umat islam berusaha untuk mendapatkannya.

Malam Lailatul qadar adalah malam turunnya ayat-ayat pertama Al-Quran kepada nabi umat Islam, Muhammad. Dalam kondisi mengasingkan diri di gua Hira wahyu pertama kali turun.

Malam Lailatul Qadar bahkan satu-satunya malam yang secara khusus dijelaskan dalam satu keseluruhan surat, yaitu surat Al-Qadr. Dalam surat Al-Qadr disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan,” (QS al-Qadr ayat 4-5).

Banyaknya keistimewaan yang diturunkan pada malam sehingga hanya orang terpilih yang bisa mendapatkannya. Penuh perjuangan mendapatkan lailatul qadar, latihan untuk mendapatkannya dimulai sejak awal bulan Ramadhan.

Malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah. Namun Rasulullah memberikan sedikit keterangan mengenai kedatangan malam lailatul qadar. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

 تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah lailatul qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (HR Al-Bukhari dari Aisyah RA).

 

Tanda-tanda Kedatangan Malam Lailatul Qadar

Tidak ada yang tahu kedatangan malam lailatul qadar walaupun orang tersebut menjumpainya. Ada beberapa tanda yang telah dijelaskan Rasulullah untuk menyambut kehadirannya.

Tanda pertama, matahari terbit di pagi hari tanpa sinarnya, seperti yang disabdakan Nabi SAW: “Matahari terbit pada pagi hari (yang malamnya merupakan malam Lailatul Qadar) tanpa cahaya yang menyilaukan. Ini seakan-akan seperti belanga hingga meninggi.” (HR Muslim)

Tanda kedua, yakni pada saat Lailatul Qadar, bulan terbit dengan menampakkan hanya separuhnya, seperti setengah mangkok. Dalam riwayat Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW. Kemudian beliau SAW bersabda, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR Muslim)

Tanda ketiga, yaitu terkait hawa udara dan suasana langit malam. Diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ini (Lailatul Qadar) adalah malam yang cerah. Tidak panas maupun dingin. Kemudian, di pagi harinya (setelah melewati Lailatul Qadar), matahari bersinar dengan warna merah yang lemah.” (Disahihkan al-Albani)

Tanda keempat, ialah pemandangan langit malam dari bumi tampak cerah dan tidak tampak bintang yang dilempar ke setan-setan.

Diriwayatkan dari Watsilah bin Asqa’, Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang tenang. Tidak panas dan tidak pula dingin. Tidak ada mendung, hujan dan angin. Juga tidak ada bintang yang dilemparkan.” (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir)

 

Amalan yang bisa dioptimalkan dalam malam-malam ganjil bulan ramadhan.

Hal yang dapat dilakukan umat islam untuk mencari malam lailatul qadar adalah dengan beri’tikaf (berdiam diri) di masjid. Sehingga tenaga dan pikirannya difokuskan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. I’tikaf juga telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat sejak zaman dahulu.

Namun bagi yang tidak beri’tikaf tidak perlu berkecil hati untuk mendapatkan malam lailatul Qadar. Caranya dengan melakukan amalan-amalan yang dikerjakan sewaktu I’tikaf di rumah-rumah atau tempat kerja bagi yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Diantara amalan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Memperbanyak membaca Al Qur’an. Basahi sebanyak mungkin lidah dengan al qur’an di bulan turunnya Al Qur’an yaitu bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan. Tadaburi isinya seolah merasakan bahwa Al Qur’an diturunkan kepada dirinya.

Kedua, Memperbanyak sholat. Sholat adalah ibadah langsung dari Allah. Memperbanyak sholat bisa mendekatkan diri kepada Allah sehingga kita dapat dianugerahi malam seribu bulan.

Ketiga, memperbanyak membaca dzikir. Berdzikir merupakan cara efektif untuk senantiasa mengingat Allah. Salah satu dzikir yang dianjurkan adalah istighfar agar doa-dosa yang telah dilakukan diampuni Allah.

Keempat, membaca doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Siti Aisyah r.a. sebagaimana diterangkan:

وَعَنْهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ، مَا أَقُوْلُ فِيْهَا؟ قَالَ : قُوْلِيْ : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ، رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya; “Saya berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Tuan, kalau saya mengetahui pada malam apa tibanya lailatul-qadar itu, apakah yang harus saya ucapkan pada malam itu?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Ucapkanah: Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun, gemar memberikan pengampunan, maka ampunilah saya. Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadits hasan shahih. Kutipan dari Kitab Riyadhus-Shalihin

Kelima, Jangan melakukan kegiatan sia-sia. Dosa yang sering tanpa sadar dilakukan adalah dosa dari mulut, berlebih-lebihan dalam berkata-kata yang tidak baik dan kurang bersyukur. Maka seyogyanya diam lebih baik jika tidak sedang beribadah

Keenam, bersedekah. Kesempatan bersedekah dalam bulan Ramadhan jangan sampai terlewatkan karena keberkahannya yang berlipat ganda dan dapat menolong orang yang bersedekah dari kesulitan dunia dan akhirat.

Selama Ramadhan 1443H, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat mempunyai campaign yaitu Inspirasi Kebaikan untuk kita Semua. Dalam campaign ini terdapat beberapa program diantaranya adalah Paket Berbuka dan Sahur; Paket Sembako Lebaran; Layanan Fidyah; layanan Zakat Fitrah dan Layanan Zakat Maal. Donasi dapat dilakukan melalui https://www.bsmu.or.id/ramadan/

Tips Sukses Membangun Bisnis dari Awardeee ISDP dan CEO HAUS!

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM) yang merupakan strategic partner dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program beasiswa inkubator bisnis dengan nama Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Program ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. 

Pada Rabu 20 April telah terselenggara launching ISDP 2022 guna terus menebarkan kebermanfaatan. Tahun ini akan dipilih calon wirausaha potensial dari 50 universitas swasta dan negeri di Indonesia.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyampaikan, sesuai dengan visi ISDP 2022, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat bersama dengan bank Syariah Indonesia berupaya untuk membentuk serta mendukung berkembangnya wirausaha sosial yang berwawasan Islam di Indonesia. 

“Kami berharap agar para awardee dan alumni ISDP dapat mensukseskan visi global dalam mendukung Sustainable Development Goals atau pembangunan yang berkelanjutan”, ujar Sukoriyanto.

Dalam acara ini turut diundang tiga orang awardee yang telah lulus dari berbagai pembinaan yang dilakukan oleh Laznas BSMU sehingga usahanya menjadi semakin berkembang dan memberi dampak sosial kepada lingkungannya, yaitu Koes Hendra (CEO Sugeng Jaya Farm & ISDP Awardee 2018), Muh.Taufik (CEO Chichips Snack & ISDP Awardee 2019), Supriyanto (CEO PTL Coffee & ISDP Awardee 2020).

Hal yang kompak dinyatakan oleh ketiga Awardee ISDP adalah banyaknya kendala dalam menjalankan usaha tetapi alhamdulillah dengan adanya pembinaan dan penyertaan modal dalam program ISDP membuat masalah tersebut dapat diatasi.

Contohnya permasalahan yang dialami oleh  Taufik dahulu dirinya tidak mengetahui mengenai SOP dan manajemen produk berkat ISDP menjadi tahu bagaimana seharus SOP itu berjalan.

Supriyanto mengatakan kendalanya ketika saat turun hujan dan itu mempengaruhi proses produksinya. Dengan permodalan dari ISDP bisa membuat atap bening sehingga tidak lagi panik ketika hujan turun.

Kendala yang selanjutnya dari Koes adalah penipuan yang sering dialami saat menjalankan usaha. Kini dengan ilmu saat pembinaan dirinya mengetahui bagaimana cara untuk menghindari penipuan.

Walaupun sudah lulus mereka masih memiliki mimpi besar untuk mengembangkan usaha nya. Dalam sesi berikutnya dihadirkan seorang wirausaha muda yang telah sukses terlebih dahulu yaitu Ghufron Syarif (CEO HAUS) untuk memberikan sharing dan tips suksesnya.

Jika ingin mencapai target kesuksesan dalam market untuk usaha food and beverage ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Tentukan harga dan nilai yang tepat. Kesalahan dalam memberikan nilai akan mempengaruhi daya tahan sebuah usaha.
  2. Research market terlebih dahulu, harus mengenal betul siapa segmen pasar yang sesungguhnya.
  3. Mempelajari siapa kompetitor yang sebenarnya dan mencari inovasi baru yang belum dimiliki pesaing agar usaha dapat dikenal oleh market.

 

Ada 5 formula yang diterapkan oleh HAUS untuk menjadi brand leader Indonesia dalam kategori food and beverage, diantaranya:

  1. HAUS tidak hanya menjual produk minuman saja tetapi jual menjual produk pendukung untuk menjual minuman itu.
  2. Membuat apps sendiri sehingga tidak tergantung 100% terhadap pihak ketiga
  3. HAUS ingin menjadi sekelas Starbuck dalam kelas mid low, jadi ketika jika orang kelas atas bangga membawa minuman tersebut kami ingin masyarakat mid low bangga bawa-bawa HAUS.
  4. Hadir di beberapa kota, jika kita hanya konsentrasi di tier satu (kota-kota besar) maka GDP nya hanya 25%, maka kita juga harus jadi juara di kota-kota tier dua dan tier tiga.
  5. Harus kuat di penjual online dan juga offline tidak bisa hanya salah satunya.

Semarak Ramadhan 1443 H di Rumah Belajar Quran BSI Tangerang

Rumah Belajar Quran Tangerang Ramadhan 1443 H / 2022 kembali
melakukan kegiatan semarak Ramadhan. Acara ini
diadakan pada tanggal 7,8,9 dan 16 April 2022 di Rumah Belajar Quran
BSI. Tema kegiatan semarak tahun ini adalah Halaqah cinta Ramadhan dengan tema
kecilnya Ramadhan Hebat Kecil-kecil Jadi Baik.

Harapannya dengan mengadakan kegiatan semarak Ramadhan
santri semakin gemar belajar islam walaupun tidak di situasi kelas. Puasa tidak
menghalangi santri cilik untuk bersemangat mengikuti setiap kegiatan yang
dikemas apik oleh tim pengajar rumah belajar Quran BSI.

Sabtu, 9 April, santri beserta orangtua murid dengan
mengundang ustadz serta tokoh masyarakat setempat mengadakan buka puasa
bersama. Tapi, karena tempatnya yang tidak menampung jumlah para hadirin, tempat
acara dialihkan di masjid Al Ikhlas.

Ustadz yang mengisi acara ini adalah Ust Empud Mahfud
S.Pd.I. Beliau tidak sekedar memberikan ilmu agama saja tetapi juga menanamkan
nilai-nilai untuk memotivasi santri agar bisa menjadi anak yang lebih baik dari
waktu ke waktu.

Salah satu doktrin positif yang diajarkan adalah :

Nasib kita
dipengaruhi oleh kebiasaan kita,

Kebiasaan kita
dipengaruhi apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita
ucapkan.

Perlu diketahui, rumah belajar quran yang berada di
Tangerang Selatan ini memiliki 2 kelas untuk belajar dengan total ada 50
santri. Karena keterbatasan tempat, maka penggunaannya harus digilir agar
setiap santri dapat belajar dengan nyaman.

Santri di rumah belajar quran Tangerang sangat beragam dari usia
3 tahun yang paling kecil sampai usia 15 tahun atau setara kelas  VIII. Tapi inilah Alquran yang menguasai itu
bukan berarti yang paling tua umurnya, karena santri yang kecil pun sudah
pintar membaca dan menghafalkan Al qur’an.

Tim pengajar di rumah belajar berjumlah 5 orang yang terdiri
dari 3 orang ustadzah dan 2 orang ustadz. Ustadzah Riri sangat bersyukur,
dengan adanya rumah belajar quran karena ustadzah dan santri dapat nyaman dalam
belajar dan mengajar sehingga keikhlasan tidak lagi terganggu karena
permasalahan pendapatan yang naik turun.

Sabtu, 16 April merupakan acara puncak sekaligus akhir dari
kegiatan semarak Ramadhan rumah belajar quran BSI. Ada pula kegiatan nonton
bersama sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba tapi sayang tidak
semua santri bisa menghadirinya karena berbagai alasan.

Acara dimulai dari pukul dua siang dan berakhir pada sore
hari pukul lima. Santri tetap bersemangat mengikuti setiap sesi acara.
Diajarkan dalam kegiatan tersebut juga arti dari sebuah besar hati untuk
menerima kekalahan, karena kesalahan bukanlah aib.

Diakhir acara santri mengirimkan sebuah ucapan terima kasih
kepada BSM Umat yang telah mensupport kegiatan di rumah belajar quran,
harapannya semoga dapat terus berlanjut.

Perlu diketahui bahwa pengelolaan rumah belajar quran BSI
ini di fasilitasi oleh dana infaq, zakat dan wakaf. Sehingga bagi yang tidak
mampu dibebaskan dari segala biaya dan bagi yang berinfaq dananya dikumpulkan
ke Yayasan BSMU untuk dipergunakan di berbagai kegiatan yang bermanfaat
lainnya.

Selama Ramadhan 1443H, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat
mempunyai campaign yaitu Inspirasi Kebaikan untuk kita Semua. Dalam campaign
ini terdapat beberapa program diantaranya adalah Paket Berbuka dan Sahur; Paket
Sembako Lebaran; Layanan Fidyah; layanan Zakat Fitrah dan Layanan Zakat Maal.
Donasi dapat dilakukan melalui https://www.bsmu.or.id/ramadan/

BSI dan Yayasan BSMU Salurkan Bantuan Ambulance ke Imani Care

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) yang merupakan strategic partner PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyalurkan bantuan 1 unit Ambulance kepada Imani Care. Bertepatan pada hari Sabtu, 16 April 2022 di kantor pusat Imani Care di bilangan Condet Jakarta Timur, prosesi penyerahan Ambulance berlangsung.

Penyaluran ini dalam rangka meluaskan maslahat dari dana zakat, infaq, sedekah yang diamanahkan kepada Yayasan BSMU.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan BSMU, Suhendar, Direktur Eksekutif BSMU Sukoriyanto Saputro, Direktur Operasional Nardi Winarno, Direktur Charity & Care Program, Ilham Syahputra beserta tim care dan Ketua IMANICARE, dr. Ahmad Jamaluddin, Sekretaris, Sekretaris, dr. Ahmad zaki, Ketua Bidang Pelayanan, dr. Tommy susatyo, Ketua Bidang Pelatihan, dr. Aqil

Acara dimulai dengan perkenalan organisasi IMANI CARE oleh dr. Jamal, dalam pemaparannya, dinyatakan bahwa IMANI CARE merupakan organisasi perhimpunan profesi dalam hal ini didominasi oleh dokter. Saat ini IMANI CARE memiliki cabang sebanyak 32 yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan saat ini memiliki relawan di Palestina yang dipekerjakan di rumah sakit setempat untuk membantu warga yang membutuhkan.

Dalam program kerjanya, IMANI CARE memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan juga pelatihan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk. Dalam kondisi bencana, IMANI CARE langsung bergerak dengan sebelumnya telah dilakukan asesmen oleh cabang, sehingga dapat turun cepat setelah terjadi bencana.

Saat ini IMANI CARE bergerak dalam amal usaha manajemen rumah sakit, klinik konsultasi dan farmasi.

Kemudian pemaparan program dilakukan oleh Yayasan BSMU, Suhendra mengatakan bahwa YBSU merupakan mitra strategis Bank Syariah Indonesia. YBSMU menyalurkan dana-dana ZISWAF dalam program desa BSI, Pendidikan melalui ISDP dan SPI dan Kesehatan melalui care program.

Untuk dapat memperluas kebermanfaatan perlu dilakukan kolaborasi oleh organisasi yang telah ahli bidangnya seperti IMANI CARE.

“Semoga Ambulance yang diberikan dapat berguna”, ujar Suhendra.

Dilanjutkan pemaparan oleh Sukoriyanto Saputro mengatakan bahwa dana-dana Zakat, Infaq, sedekah yang telah dihimpun harus dipergunakan sesuai peruntukannya. Sehingga jika menggunakan  dana zakat harus diseleksi dengan ketat penerima manfaatnya.

“Menggunakan dana infak lebih flexible penggunaannya yang penting ditujukan kepada yang membutuhkan”, ujar Sukoriyanto.

Setelah melakukan perkenalan lembaga di ruang meeting kantor pusat IMANI CARE dilaksanakan penyerahan secara langsung mobil ambulance di depan kantor IMANI CARE.

Penyerahan dilakukan oleh Sukoriyanto Saputro selaku Direktur eksekutif YBSMU kepada dr. Ahmad Jamaluddin selaku Ketua IMANICARE disaksikan oleh semua peserta meeting.

Ambulance juga telah dilakukan pengetesan dengan keliling JABODETABEK untuk memastikan dalam kondisi baik. Pengecekan juga dilakukan agar Ambulance yang diberikan sesuai dengan peraturan Kemenkes dan kenyamanan pasien yang dibawa.

“Terima Kasih atas bantuan 1unit ambulance, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat”, tutur dr. Ahmad Jamaluddin.

Pada tahun ini Yayasan BSMU mempunyai beberapa program Ramadhan. Beberapa program dan campaign yang dilakukan diantaranya paket berbuka dan sahur, sembako saat lebaran dan zakat fitrah dan fidyah. Untuk program campaign dan layanan fundraising selama Ramadhan yaitu diantaranya infak paket berbuka dan sahur dan infaq paket sembako lebaran.

Untuk infaq berbuka dan sahur ini dilakukan pada saat pembagian takjil dan iftar serta makan sahur dengan nilai donasi sebesar Rp50 ribu. Sedangkan untuk infaq paket sembako lebaran ini nilai donasinya sebesar Rp250 ribu.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari