Facebook

UMKM

OJK BSI dan BSMU Bersinergi Kembangkan UMKM Lewat Bank Wakaf Mikro

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) dan Bangun Sejahtara Mitra Umat (BSMU) mendukung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong pertumbuhan pelaku UMKM, dengan membentuk Bank Wakaf Mikro (BWM) pertama di DKI Jakarta yaitu di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan (PKP).

Pengembangan Ekonomi Umat Melalui Optimalisasi Zakat Produktif

Masyarakat belum banyak menyadari bahwa zakat sejatinya memiliki peranan yang sangat besar untuk merubah masa depan. Saat ini para muzakki yang menyalurkan dananya langsung kepada mustahik kebanyakan sekedar menjadi pemenuhan kebutuhan konsumtif semata. Dana zakat tersebut habis maka mustahiq Kembali kepada kesulitannya.

Padahal seyogyanya penggunaan dana zakat selain untuk konsumtif juga dapat dipergunakan untuk kegiatan produktif yang mampu merubah kehidupan mustahik. Tidak hanya permasalahan ekonomi tetapi juga permasalahan pendidikan yang mempengaruhi mempengaruhi pola pikir untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Zakat yang dikembangkan untuk kebutuhan produktif menjadi problem solving penyelesaian masalah kemiskinan. Pengembangan zakat yang  bisa digunakan untuk tujuan produktif dalam Islam dikenal dengan Zakat Produktif.

Disimpulkan dari tulisan pecihitam.org, Zakat produktif adalah fungsinya lebih pada bentuk dan pola pendayagunaan zakat agar menjadi produktif ditangan mustahiq. Fungsi sosial zakat bisa berkembang sebagai fungsi pemecah masalah ekonomi dan permodalan Umat.

Pendistribusian zakat akan lebih bersifat produktif dipergunakan sebagai modal usaha yang dapat dikembangkan mustahiq. Pemberian zakat berupa modal usaha oleh mustahiq lebih pada upaya pembelajaran sebagai strategi agar mustahiq bekerja dengan kemampuan skill yang dimiliki sehingga usahanya berhasil dari zakat produktif.

Pendayagunaan dana zakat dapat dioptimalkan melalui lembaga. Dengan berbagai program yang berkelanjutan mustahiq yang diberi bantuan melalui dana zakat akan dimonitoring secara berkala. Monitoring berfungsi untuk mengevaluasi efektivitas program yang dijalankan sekaligus membimbing agar perekonomian mustahik dapat terus meningkat.

Penyaluran dana zakat produktif ini dilakukan dalam rangka untuk mewujudkan salah satu tujuan dari disyariatkan dana zakat, yaitu untuk mengentaskan kemiskinan umat secara bertahap dan berkesinambungan.

Orang yang menunaikan zakat akan diberi ketenangan dalam hidupnya oleh Allah SWT dan juga tidak akan merasa sedih. Orang-orang yang berhak menerimanya adalah termasuk orang-orang lemah yang kekurangan modal usaha untuk pengembangan produktivitas.

Zakat Produktif tidak menyalahi ketentuan apabila diberikan kepada mereka Ashnaf dalam Zakat diperbolehkan dalam Islam. Apalagi mengandung kemaslahatan yang besar dalam pengentasan kemiskinan. Zakat bukan hanya dialokasikan sebagai benda yang konsumtif, akan tetapi juga dapat diberikan kepada mustahiq dalam bentuk produktif.

Pendayagunaan zakat dalam kerangka produktif seyogyanya memenuhi unsur fungsi dalam zakat. Satu sisi, membersihkan harta dan diri Muzakki (pembayar zakat), sisi kedua bisa menjadikan sebagai sumber dana yang bisa diakses untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Hukum zakat produktif dengan memandang kelebihannya dan tidak adanya kelemahan bisa menjadi solusi umat.

Imam Nawawi Shahibul Adzkar menjelaskan dalam kitab Majmu’ membahas terkait permasalahan penyaluran zakat,

“Masalah kedua adalah dalam menentukan bagian zakat untuk orang fakir dan miskin. Sahabat-sahabat kami orang-orang Irak dan Khurasan telah berkata: Apa yang diberikan kepada orang fakir dan miskin, hendaklah dapat mengeluarkan mereka dari lembah kemiskinan kepada taraf hidup yang layak. Ini berarti ia mesti menerima sejumlah barang atau uang tunai yang dapat memenuhi semua kebutuhannya”

Hukum zakat produktif sebagai salah satu agen sumber daya masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan bisa dipandang sebagai terobosan hukum dalam Islam.

Zakat produktif bisa diarahkan untuk memberikan orang miskin modal usaha, gerobak untuk berdagang, anak miskin yang cerdas mendapat beasiswa dan lain sebagainya. Pada tahun ini Yayasan BSMU mempunyai campaign Go Happy – Goceng Bikin Happy salah satunya untuk donasi Zakat Orang Tua Asuh.

Dengan minimal Rp5 ribu kalian bisa ikut membantu siswa siswi kurang mampu untuk pembinaan pada siswa dan beasiswa melalui program Sahabat Pelajar Indonesia (SPI) dan BSI Scholarship. Donasi dapat dilakukan melalui website https://www.bsmu.or.id/gohappy/. Stay Safe and Go Happy.

Kolaborasi BSI, YBSMU & OJK di Program Klaster Peternak Kambing dan Domba Pesantren

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersinergi dengan Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) berkomitmen terus menjaga keberlangsungan ekosistem Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini dengan implementasi program Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk klaster usaha ternak kambing dan domba.

YBSMU bersama BSI Lakukan Pelatihan UMKM Untuk Keluarga Program BWM

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui Direktorat Wakaf, Microfinance dan Digital Group Yayasan BSMU menggelar kegiatan Pelatihan Standar Produksi dan Pengemasan Produk bagi keluarga anggota program Bank Wakaf Mikro (BWM). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keluarga terutama ibu ibu anggota BWM untuk mengelola usahanya.

Kedai Kiwae Sociopreneur bagi UMKM di Jogja

BSM Umat – Kedai Kiwae didirikan oleh mahasiswa UGM Jurusan Teknologi Pertanian bernama Muhammad Latifriansyah Usman Ali atau yang biasa dipanggil Ian. Ia mendirikan Kedai Kiwae sejak bulan November tahun 2018. Tidak hanya berbakat dibidang entrepreneurship Ian juga memiliki nilai akademis yang bagus, terbukti dari ribuan mahasiswa yang mendaftar beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) yang diselenggarakan oleh BSM Umat Ian merupakan salah satu mahasiswa yang beruntung karena dapat menjadi penerima beasiswa ISDP. ISDP sendiri merupakan beasiswa bergengsi yang diberikan oleh BSM Umat khusus bagi mahasiswa yang memiliki jiwa enterpreneurship, namun dengan usaha yang ia jalankan tersebut dapat memiliki dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya atau yang biasa juga disebut dengan sosiopreneurship. Selain itu, beasiswa ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki nilai akademis yang bagus di universitasnya.

Setelah Ian dinyatakan diterima menjadi penerima beasiswa ISDP, Ian dibina selama dua tahun di ISDP dan Ian juga berkesempatan mendapatkan permodalan usaha sehingga dapat memperbesar Kedai Kiwae miliknya. Hingga saat ini Kedai Kiwae makin dikenal karena kedai ini memiliki banyak varian menu yang menggugah selera dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Kedai Kiwae juga memiliki dampak sosial untuk mendukung lahirnya para Usaha Mikro, Kecil dan  Menengah (UMKM) di Jogjakarta. Kedai Kiwae memberikan pelatihan bisnis gratis bagi para UMKM di Jogjakarta minimal tiga kali sebulan hingga 12 kali dalam sebulan.

Hingga saat ini, ada sekitar dua puluh UMKM yang biasa mengikuti pelatihan intensif yang diberikan di Kedai Kiwae. Para pelaku UMKM yang ingin menambah ilmu enterprenurnya di Kedai Kiwae mendapatkan fasilitas tempat yang nyaman dan minuman gratis yang disediakan secara cuma-cuma. Hal ini yang paling membedakan Kedai Kiwae dengan kedai-kedai lain yang ada di Jogjakarta.  Ian juga mengatakan bahwa Ia akan selalu berinovasi menambah aspek sosiopreneur dalam usahanya sehingga dapat menyebarkan dampak positif lebih banyak kepada orang yang membutuhkan.

Terimakasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi menyumbangkan sebagian rizkinya melalui BSM Umat. InsyaaAllah akan ada banyak Ian yang lainnya yang dapat membangun ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Aamiin. (admin)

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari