Facebook

Sociopreneur

Tips Sukses Membangun Bisnis dari Awardeee ISDP dan CEO HAUS!

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM) yang merupakan strategic partner dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program beasiswa inkubator bisnis dengan nama Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Program ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. 

Pada Rabu 20 April telah terselenggara launching ISDP 2022 guna terus menebarkan kebermanfaatan. Tahun ini akan dipilih calon wirausaha potensial dari 50 universitas swasta dan negeri di Indonesia.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyampaikan, sesuai dengan visi ISDP 2022, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat bersama dengan bank Syariah Indonesia berupaya untuk membentuk serta mendukung berkembangnya wirausaha sosial yang berwawasan Islam di Indonesia. 

“Kami berharap agar para awardee dan alumni ISDP dapat mensukseskan visi global dalam mendukung Sustainable Development Goals atau pembangunan yang berkelanjutan”, ujar Sukoriyanto.

Dalam acara ini turut diundang tiga orang awardee yang telah lulus dari berbagai pembinaan yang dilakukan oleh Laznas BSMU sehingga usahanya menjadi semakin berkembang dan memberi dampak sosial kepada lingkungannya, yaitu Koes Hendra (CEO Sugeng Jaya Farm & ISDP Awardee 2018), Muh.Taufik (CEO Chichips Snack & ISDP Awardee 2019), Supriyanto (CEO PTL Coffee & ISDP Awardee 2020).

Hal yang kompak dinyatakan oleh ketiga Awardee ISDP adalah banyaknya kendala dalam menjalankan usaha tetapi alhamdulillah dengan adanya pembinaan dan penyertaan modal dalam program ISDP membuat masalah tersebut dapat diatasi.

Contohnya permasalahan yang dialami oleh  Taufik dahulu dirinya tidak mengetahui mengenai SOP dan manajemen produk berkat ISDP menjadi tahu bagaimana seharus SOP itu berjalan.

Supriyanto mengatakan kendalanya ketika saat turun hujan dan itu mempengaruhi proses produksinya. Dengan permodalan dari ISDP bisa membuat atap bening sehingga tidak lagi panik ketika hujan turun.

Kendala yang selanjutnya dari Koes adalah penipuan yang sering dialami saat menjalankan usaha. Kini dengan ilmu saat pembinaan dirinya mengetahui bagaimana cara untuk menghindari penipuan.

Walaupun sudah lulus mereka masih memiliki mimpi besar untuk mengembangkan usaha nya. Dalam sesi berikutnya dihadirkan seorang wirausaha muda yang telah sukses terlebih dahulu yaitu Ghufron Syarif (CEO HAUS) untuk memberikan sharing dan tips suksesnya.

Jika ingin mencapai target kesuksesan dalam market untuk usaha food and beverage ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Tentukan harga dan nilai yang tepat. Kesalahan dalam memberikan nilai akan mempengaruhi daya tahan sebuah usaha.
  2. Research market terlebih dahulu, harus mengenal betul siapa segmen pasar yang sesungguhnya.
  3. Mempelajari siapa kompetitor yang sebenarnya dan mencari inovasi baru yang belum dimiliki pesaing agar usaha dapat dikenal oleh market.

 

Ada 5 formula yang diterapkan oleh HAUS untuk menjadi brand leader Indonesia dalam kategori food and beverage, diantaranya:

  1. HAUS tidak hanya menjual produk minuman saja tetapi jual menjual produk pendukung untuk menjual minuman itu.
  2. Membuat apps sendiri sehingga tidak tergantung 100% terhadap pihak ketiga
  3. HAUS ingin menjadi sekelas Starbuck dalam kelas mid low, jadi ketika jika orang kelas atas bangga membawa minuman tersebut kami ingin masyarakat mid low bangga bawa-bawa HAUS.
  4. Hadir di beberapa kota, jika kita hanya konsentrasi di tier satu (kota-kota besar) maka GDP nya hanya 25%, maka kita juga harus jadi juara di kota-kota tier dua dan tier tiga.
  5. Harus kuat di penjual online dan juga offline tidak bisa hanya salah satunya.

BSI Bersama Yayasan BSMU Resmi Launching Beasiswa Inkubator Bisnis ISDP 2022

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) berkolaborasi dalam launching Program Beasiswa Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) Tahun 2022. Program ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya usaha UKM.

3 Hal yang Harus dilakukan di Bisnis Syariah Agar Penuh Berkah

Manusia tidak dapat lepas daripada manusia yang lainnya, karena dengan berbagai macam kebutuhan satu sama lain akan saling membutuhkan. Karena hal itu juga setiap harinya secara sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan praktik bisnis.

Menyulap Limbah Batok Kelapa Menjadi Kerajinan Tangan

Sampah menjadi permasalahan yang sangat penting untuk diatasi saat ini. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah, setiap tanggal 21 Februari  diperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Permasalahan sampah tidak dapat diatasi oleh sekelompok orang saja namun harus bekerjasama dengan berbagai lini masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada tahun 2020. Penyumbang sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga sebanyak 37,3%.

Mengelola sampah identik dengan konsep ekonomi sirkular yang dimulai dari merubah mindset masyarakat mengenai sampah. Sampah tidak hanya menjadi masalah saja namun bisa menjadi sarana peningkatan ekonomi. Penting adanya perubahan mindset dari model lama take-make-waste menjadi setidaknya tiga prinsip utama, yaitu reduce, reuse, recycle.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutip tempo.co di 2021 menyatakan bahwa konsep ekonomi sirkular bukan hanya pengelolaan limbah tetapi juga selanjutnya menggunakan proses produksi, di mana bahan baku dapat digunakan berulang-ulang, sehingga tentu akan terjadi saving yang besar terutama untuk sumber daya alam. Secara jangka panjang, ekonomi sirkular akan memberi kontribusi pada upaya pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) menaruh perhatian terhadap pertumbuhan UKM baik usaha rintisan maupun yang sudah berjalan. Salah satu program untuk membentuk wirausaha muda adalah melalui program Islamic Development Program yang mencetak sociopreneur muda melalui bakat-bakat terpendam yang berasal dari dunia universitas.

Salah satu produk yang mengakomodir konsep ekonomi sirkular ini adalah produk mahasiswa binaan ISDP Universitas Andalas. Namanya Muhammad Arif Suyatman, yang mengubah limbah batok kelapa menjadi berbagai produk unggulan seperti jam tangan atau kerajinan lainnya.

Melalui usaha yang dirintisnya berharap dapat mengurangi limbah batok kelapa dan kayu dan membuka lapangan pekerjaan bagi teman – teman yang putus sekolah.

Mengawali usaha sejak semester 1 ada dan ternyata banyak yang tertarik melihat hasil produk kreatif yang berasal batok kelapa. Hingga saat ini produk masih stabil di masyarakat dengan berbagai kreatifitas yang diberikan.

Dengan potensi tersebut sampah batok kelapa tidak menjadi sebuah benda yang  tidak berguna tetapi dapat menjadi penolong ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Arifin menjadi salah satu contoh kreatif menciptakan sebuah hambatan menjadi tantangan dan keuntungan. Indonesia memiliki SDM yang cukup banyak untuk dikelola dengan arif dan bijak oleh orang-orang yang kreatif.

Yayasan BSMU mendukung untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang tidak mampu melalui program pendayaan dana ZISWAF. Kini membayar ZISWAF lebih mudah melalui online di bsmu.or.id.

YBSMU Bersama BSI Lakukan Pembinaan dan Pendampingan Awardee ISDP Unand

Padang, 13 Desember 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaksanakan tahapan pembekalan pada peserta awardee Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) dari Universitas Andalas (Unand). Dengan pembekalan berupa  workshop dan pendampingan usaha diharapkan peserta ISDP bisa menjadi mitra strategis yang dapat diandalkan dalam pemberdayaan UMKM di tengah masyarakat.

Jumlah peserta ISDP Unand berjumlah 22 orang yang terdiri dari empat kategori usaha yaitu  agro, kuliner, industri kreatif dan teknologi digital. Salah satu usaha peserta ISDP di bidang kuliner adalah usaha Thai Tea dengan brand Mauthai

Pembukaan outlet baru ini merupakan bukti komitmen Yayasan BSMU dan BSI yang sudah memberikan permodalan terhadap peserta ISDP. Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto berharap pembukaan outlet awardee ISDP Unand baru ini diharapkan bisa meningkatkan skala usaha dan pasar. “Dengan kolaborasi dengan BSI diharapkan peserta ISDP bisa mengoptimalkan usaha,” kata Fauzi.

Pembukaan outlet Mauthai ke-3 ini juga ditandai dengan transaksi pembelian Mauthai menggunakan QRIS. Area Manager BSI Padang, Budi Abdiriva berharap dengan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan BSMU atas dukungan dan supportnya membantu UMKM di Kota Padang. “Semoga dengan semakin bertambahnya skala usaha peserta ISDP bisa meningkatkan ekonomi bisnis di kota padang secara umum dan BSI khususnya,” kata Budi Abdiriva.

Dalam seremoni launching outlet baru Mauthai di Padang pada 10 Desember 2021 hadir, Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto; Kepala Cabang BSI Padang Imam Bonjol, Bambang Frasetia; Kepala Cabang BSI Padang Kis Mangunsarkoro, Lola Anggreini; Kepala Cabang BSI Padang Bandar Buat, Vivi Yandest; dan Kepala Cabang Pembantu BSI Bandar Buat, Maulya Sri Rezki dan Wakil Rektor Bidang III Kemahasiswaan dan Alumni di Universitas Andalas, Insannul Kamil.

Acara launching ini satu rangkaian dengan Workshop ISDP “Business Process Improvement & Creative Problem Solving” yang berlangsung pada 11 Desember 2021 di Padang. 

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

Mengenal Lebih Dekat Profil ISDP Universitas Airlangga (Bagian Pertama)

Sejak tahun 2018, program Islamic Sociopreneur Development Program diselenggarakan. Sinergi Laznas  Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mencetak wirausahawan baru dari kalangan milenial lewat. Sudah 7 Universitas yang mendapat kebermanfaatan dari program ISDP, salah satunya adalah Universitas Airlangga. 

ISDP merupakan program beasiswa inkubator bisnis untuk mencetak generasi milenial sebagai sociopreneur muslim yang cakap berwirausaha, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, dan berdaya guna di masyarakat. Program ini merupakan salah satu wujud kepedulian Bank Syariah Indonesia bersama LAZ BSMU terhadap generasi milenial bangsa Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sektor UMKM yang sejalan dengan arahan Presiden RI.

Setelah melewati berbagai tahapan, bimbingan dan workshop untuk menembak jiwa wirausaha secara teori dan praktik dilakukan, maka dari Universitas Airlangga lahirlah awarde ISDP. Beberapa profile tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Achmad Badrus Zaman Rifky Ramadhan

Usaha: BSFNESIA

Achmad Badrus Zaman Rifky Romadhon merupakan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Peraih awardee dalam Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2020 ini mempunyai bisnis pertanian, peternakan dan perikanan bersama Muhammad Faqih Dengan brand BSFNESIA. Menurutnya ISDP merupakan wadah upgrading diri, bisnis dan sebagai support system bersama teman-teman yang hebat.

  1. Achmad Felik Apriyadi

Usaha: Kangen Piknik.Id

Achmad Felik Apriyadi merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Awardee Program Mahasiswa Wirausaha Unair 2020 ini menjalankan bisnis industri kreatif dengan brand Kangen Piknik.Id. Menurutnya ISDP merupakan sarana belajar yang baik untuk lebih mengenal dunia wirausaha.

  1. Afif Haruman Permadi

Usaha: Vetways Premix

Afif Haruman Permadi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Afif bersama Wynnalda kharismawati menjalankan bisnis pertanian, peternakan dan perikanan dengan brand Vetways Premix. Menurutnya dengan mengikuti program ISDP, dirinya semakin paham akan filosofi sociopreneur dimana bisnis yang berdampak untuk alam dan masyarakat akan tetap sustain dan memiliki profit stabil.

  1. Afifatul Qurana

Usaha: yourfashionhijab.id

Afifatul Qurana merupakan mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Saat ini Afifatul menjalankan bisnis industri kreatif dengan brand yourfashionhijab.id. Menurutnya di ISDP mahasiswa tidak hanya diberikan pelatihan namun eksekusi nyata menjadi sociopreneur hebat dan luar biasa.

  1. Almujaddidi

Usaha: Salon Pet: PAGAR Animal Care

Al Mujaddidi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Peraih Juara 1 Business Plan Vet Competition – International – IVSA Pakistan ini mempunyai industri kreatif dengan brand Salon Pet: PAGAR Animal Care. Menurutnya dengan mengikuti ISDP, dirinya mempunyai ilmu untuk meningkatkan skill entrepreneurship dengan pendampingan yang berkala.

  1. Dewi Nuraini

Usaha: DOBUDOTID

Dewi Nuraini merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Dewi merupakan bisnis industri kreatif dengan brand DOBUDOTID. Menurutnya dengan mengikuti ISDP, banyak pelajaran terkait sociopreneur yang bisa didapat.

Masih ada lagi profil awardee ISDP yang akan kita bahas pada tulisan selanjutnya.

Keanekaragaman kategori usaha yang digeluti oleh awardee ISDP menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki para mahasiswa untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses. Semoga dengan semakin banyak terbentuk sociopreneur semakin banyak yang dapat dibantu dalam permasalahan ekonomi. Hal ini juga menjadi salah satu potensi untuk peningkatan penghimpunan dana zakat dari generasi milenial.

YBSMU dan BSI Lakukan Pembinaan ke Peserta ISDP Universitas Airlangga

YBSMU dan BSI Lakukan Pembinaan ke Peserta ISDP Universitas Airlangga

Surabaya, 16-18 Oktober 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaksanakan tahapan pembekalan pada peserta awardee Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) dari Universitas Airlangga (Unair).

Dengan pembekalan berupa  workshop dan pendampingan usaha diharapkan peserta ISDP Unair bisa menjadi mitra strategis yang dapat diandalkan dalam pemberdayaan UMKM di tengah masyarakat terutama di Surabaya dan sekitarnya.

Jumlah peserta ISDP Unair berjumlah 18 orang yang terdiri dari empat kategori usaha yaitu  pertanian peternakan dan perikanan, kuliner, industri kreatif dan teknologi digital. Salah satu usaha peserta ISDP di bidang kuliner adalah brand alpukat kocok dengan brand Mas Pokat.

Maspokat didirikan oleh Nasrul Benaya dan Difandi, saat ini sedang membuka outlet baru hingga 4 outlet. Pembukaan outlet baru merupakan bukti komitmen Yayasan BSMU dan BSI yang sudah memberikan permodalan terhadap peserta ISDP.

Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto menyampaikan pembukaan outlet Maspokat baru diharapkan bisa meningkatkan skala usaha dan pasar usaha peserta ISDP. “Kolaborasi bersama BSI diharapkan bisa mengoptimalkan usaha peserta ISDP,” kata Fauzi.

Pembukaan outlet maspokat ke-4 ini diharapkan dengan pengembangan usaha ini bisa lebih bermanfaat ke masyarakat.

Manager Gadai Area Surabaya Kota BSI, Rosul Jaelani menambahkan pentingnya peserta ISDP meneladani sifat Utsman Bin Affan dalam pengelolaan keuangan. “Terutama dalam hal menyisihkan keuntungan bisnis  untuk kebutuhan Zakat Infaq dan Shadaqah,” kata Rosul.

Sampai September 2021, Yayasan BSMU bersama BSI telah menyalurkan dana untuk peserta ISDP Unair sebanyak Rp420 juta yang mayoritas untuk uang saku dan UKT serta pendampingan bisnis, workshop serta permodalan.

Dalam seremoni launching outlet baru Maspokat di Surabaya pada 18 Agustus 2021 hadir, Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto; Manager Unit Representative Office (URO VI) Surabaya YBSMU, Zaini; Manager Gadai Area Surabaya Kota BSI, Rosul Jaelani; dan Mikro Relationship Team Leader Area Surabaya Raya BSI, Kukuh Sumarsono.

Rangkaian acara pembekalan ini berlangsung dari 16-18 Oktober 2021 berlokasi di Surabaya.  Pada 16-17 Oktober 2021 dilakukan juga Workshop Laporan Keuangan bagi para peserta ISDP Unair, dan dengan adanya workshop laporan keuangan ini diharapkan peserta ISDP lebih memahami  pembuatan dan manajemen laporan keuangan.

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan, masyarakat dapat berdonasi mulai dari 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

SHARE :

Facebook
Whatsapp

Cari Berita

Berita Terbaru

Berita Terkait

Arsip Berita

YBSMU Bersama BSI Berdayakan Milenial untuk Kuatkan Ekonomi Desa

Makassar, 13-14 Oktober 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan kepada alumni program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).  Saat ini program ISDP mempunyai total alumni sebanyak 77 peserta.

Langkah nyata dukungan dan pendampingan YBSMU dan BSI ini ditunjukkan dengan kunjungan Komisaris Independen BSI, M. Arief Rosyid Hasan ke alumi ISDP usaha Tambak Milenial Udang Vaname, Rabu (13/10).

Hadir juga dalam acara ini RCEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Region XI Makassar, Ficko Hardowiseto; Direktur Waqf and Digital Platform YBSMU, Rizqi Okto Priansyah; dan Manager Unit Representative Office (URO VIII) Makassar YBSMU, Ichwan Jufri.

Direktur Waqf and Digital Platform YBSMU, Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dukungan kepada alumni ISDP merupakan upaya untuk melakukan keberlanjutan manfaat program. “Kami berusaha membersamai dan mendampingi bisnis alumni ISDP,” kata Rizqi.

Campaign unggulan YBSMU, wakaf uang produktif bertujuan untuk mendukung  salah satunya pilar program Didik Umat yaitu Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Diharapkan dengan kampanye wakaf produktif ini bisa membantu memberdayakan UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.

Komisaris Independen BSI, M. Arief Rosyid Hasan menyampaikan usaha alumni ISDP yaitu Tambak Milenial Udang Vaname yang terletak di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan diharapkan bisa menjadi percontohan tambak udang sekitarnya. “Dengan penguatan bisnis diharapkan BSI dan YBSMU bisa  berperan dalam memperkuat dan memberdayakan serta memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Arief.

Tambak Milenial ini diharapkan bisa menjadi penyedia Udang Vaname terbesar di Sulawesi Selatan dengan implementasi ilmu dan pengalaman pengelolaan tambak dengan sistem digitalisasi, ramah lingkungan, efisien dan terjangkau.

Dengan semakin majunya usaha alumni ISDP diharapkan bisa mendukung pengembangan usaha UMKM di daerah masing masing dan meningkatkan sinergi serta akselerasi wirausaha milenial di era digital.  BSI bersama YBSMU selain memberikan dukungan dalam penguatan akses juga tetap memberikan arahan dan motivasi pada alumni peserta ISDP. Diharapkan dengan kunjungan ini, bisa meningkatkan sinergi dan akselerasi wirausaha milenial di era digital.  

Sebagai gambaran, saat ini jumlah penerima manfaat program ISDP adalah sebanyak 130 mahasiswa dari 7 kampus. Selain mahasiswa program ini juga memberdayakan sebanyak 139 karyawan.

Beberapa alumni angkatan pertama dan kedua ISDP berasal dari 5 kampus ternama diantaranya IPB University; Universitas Gadjah Mada; Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI.

Langkah pendampingan alumni ISDP dan kunjungan ini merupakan upaya YBSMU untuk mensukseskan program unggulan di tahun ini yaitu 10ribu Untuk Sejuta Kebaikan.

Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id. 

Tips Dan Trik Sukses Ekspor Produk Pertanian.

Indonesia memiliki potensi sumber alam yang sangat besar. Mengolah sumber daya tersebut menjadi sebuah potensi ekonomi yang sangat besar membutuhkan ilmu yang dibutuhkan. Ekspor menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia sekaligus membangkitkan ekonomi dalam sektor pertanian.

Bagi seorang pemilik bisnis, perkembangan bisnis merupakan sebuah hal yang sangat diinginkan. Pemasaran yang semakin luas membuat usaha semakin berkembang. Go Internasional bisa menjadi salah satu cara untuk dalam mengembangkan bisnis.

Menjawab tantangan tersebut Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam Program Likes Talk mengajak para pemuda untuk berdiskusi mengenai literasi ekonomi dan keuangan syariah yang dapat membawa kebangkitan dalam perekonomian. Pada Ahad, 29 Agustus 2021 telah diselenggarakan Likes Talk dilakukan dengan cara webinar melalui zoom dan live melalui chanel youtube Laznas BSMU. Tema yang diangkat kali ini adalah “Tips & Tricks, Sukses Ekspor Produk Pertanian”

Narasumber pertama adalah Budi Susilo Setiawan, S. Pt – Owner MT Farm dan Alumni Fakultas peternakan IPB dan sebagai narasumber kedua adalah Benny Akbar Kurniawan, S. Pt – Founder Sugeng Jaya Farm, alumni Fakultas peternakan IPB, & Alumni Program ISDP IPB. Webinar di moderator oleh Kresna Bhayu Adelta – Direktur PT. Semesta Inovasi Nusantara dan Cofounder @ipb_esport.

Baca juga: Profil Awardee ISDP 2021

Kesimpulan materi dari yang disampaikan oleh Budi Susilo Setiawan adalah, kita tidak perlu ragu dalam memulai usaha. Wujudkan mimpi kita dengan memilih produk yang tepat untuk dikembangkan. Jika ingin serius dalam berbisnis juga harus mengurus semua ijin-ijin yang berkaitan dengan produk tersebut. Memasarkan produk pertanian memiliki tantangan tersendiri salah satunya adalah dengan memutus mata rantai distribusinya sehingga harga produk dapat bersaing. Dalam hal pengemasan juga memiliki cara yang khusus agar produk sampai ke tangan konsumen tetap terjamin kualitasnya. Produk rendang yang kami kembangkan sekarang menjadi salah satu produk unggulan saat ini.

Sedangkan Benny Akbar menyampaikan bahwa dalam menjalankan bisnis pertama kali yang harus dilakukan adalah mempersiapkan super tim yang tepat. Dengan memiliki super tim akan mudah menghadapi permasalahan yang datang. Berdasarkan pengalaman dalam PT Sugeng Jaya Group agar dapat bertahan dalam bisnis adalah terus belajar dan terus berinovasi. Produk Sugeng Jaya memulai ekspor berasal dari relasi dan juga melalui media sosial. Alhamdulillah, Produk ulat hongkong mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Jangan pernah menyerah dalam menjalankan usaha. Lakukan segala sesuatu dengan passion agar hasil yang didaptkan maksimal. Hal yang paling penting adalah libatkan Allah dalam segala proses yang dilalui. Mendapatkan keridhoan orangtua dalam berbisnis juga merupakan salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan. Simak informasi lebih dalam melalui channel Youtube Laznas BSMU.

ISDP : Workshop Scaling Business Process & Operation

Workshop ISDP Internship Series telah memasuki seri yang ketiga pada Rabu, 18 Agustus 2021. Pembahasan tema yang kali diangkat adalah ‘Scaling Business Process & Operation’. Pada sesi ini diharapakan penerima beasiswa ISDP mendapat ilmu untuk dapat mengembangkan bisnisnya dari segi proses dan operasinya. Sharing materi dimulai dari pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Kali ini, pemateri yang mengisi adalah Ir. Iriana Ekasari – Commissioner PT Sila Agri Inovasi, Bintang Wijaya – CEO Bikin Bareng Creative, Hendy Suryo – Founder/CEO Vosco Coffe, Fahmi Hendrawan – Founder & CEO Fatih Indonesia. Melanjutkan sesi kedua sebelumnya, materi kali ini lebih spesifik dalam mengembangkan bisnis sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Peserta ISDP di bagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok pertama dalam bidang usaha Agro, kelompok kedua dalam bidang usaha Industri Kreatif, kelompok ketiga dalam usaha Food and Baverage (F & B) dan kelompok keempat bidang usaha IT & Digital.

Penyampaian materi dititik beratkan bukan kepada teori subjek bisnis, namun kepada sharing pengalaman pemateri dalam teknis proses/aktivitas secara real pada perusahaan yang telah sukses dibangun oleh para pemateri.

Dalam workshop internship seri ke tiga peserta akan mendapatkan :

  1. Gambaran mengenai proses bisnis di perusahaan dari hulu sampai hilir (mulai dari mendapatkan supply sampai ke end-user).
  2. Gambaran mengenai sebuah perusahaan dalam mengelola operasi bisnisnya secara efektif dan efisien.
  3. Gambaran mengenai perusahaan dalam mengelola produksi, persediaan, dan jalur distribusi bisnisnya.
  4. Gambaran mengenai perusahaan dalam mengelola supplier atau komunitas suplainya (misalnya komunitas petani. peternak, atau penjahit).
  5. Mendapatkan insight cara melakukan scale-up operasional dan mensistemasikan operasi bisnis

Diakhir seri ketiga  peserta yang terpilih mempresentasikan materi yang telah diberikan, diharapkan agar peserta ISDP lebih memahami materi yang telah diberikan. Diharapkan dengan mengikuti materi ini penerima beasiswa ISDP semakin siap menjadi pengusaha muslim yang sukses.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari