Facebook

shalat hadiah dari Allah

Isra Miraj, Saat Nabi Muhammad SAW Diberi Hadiah Allah SWT

Shalat merupakan perintah agama yang disampaikan langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tanpa melalui perantara Jibril ‘Alaihi al-Salam pada saat peristiwa Isra Mi’raj. Hal ini menjadi bukti bahwa shalat merupakan ibadah yang utama dan penting bagi umat muslim sehingga sholat juga dikatakan sebagai tiang agama. Sholat merupakan amal yang pertama akan di hisab atau diperhitungkan oleh Allah SWT nanti di akhirat sebagaimana hadits Rasulullah saw, yaitu:

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka sempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi dan An Nasa’i).

Dengan demikian sudah selayaknya seorang muslim memperhatikan sholatnya. Melihat pentingnya amalan sholat dalam hari perhitungan, maka sudah sepantasnya umat Islam memperbaiki sholatnya. Sholat merupakan ibadah yang dilakukan untuk menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT, di dalam sholat terdapat dzikir dan doa-doa yang dipanjatkan kepada-Nya.

Pada peristiwa isra’ mi’raj, perintah sholat awalnya berjumlah 50 rakaat tetapi karena kasih sayang Allah menjadi 27 rakaat yang terbagi menjadi lima waktu sholat. Hal ini sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Diwahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas umatmu?” Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya umatku tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Israil”.

Beliau bersabda :“Maka saya pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk umatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya umatku tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.

Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa Alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka saya pun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai saya pun malu kepadaNya”. (HR. Muslim)

Allah memberikan oleh-oleh shalat kepada nabi Muhammad SAW tentunya memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan. Peristiwa Isra Mi’raj ini juga sekaligus sebagai penghibur untuk nabi karena telah kehilangan orang-orang yang tercinta dalam waktu yang berdekatan. Sholat menjadikan jiwa menjadi tenang karena senantiasa berdekatan dengan Allah Ketika sholat. Selain itu sholat juga mampu menjadi penolong bagi hambanya dalam setiap permasalahannya.

Al-Baqarah, ayat 45-46, yang artinya :

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dinyatakan bahwa Allah Swt. berfirman seraya memerintahkan hamba-hamba-Nya agar mereka dapat meraih kebaikan dunia dan akhirat yang mereka dambakan, yaitu menjadikan sabar dan shalat sebagai sarananya. Demikian yang dikatakan oleh Muqatil Ibnu Hayyan dalam tafsir ayat ini, yaitu: “Minta tolonglah kalian untuk memperoleh kebaikan akhirat dengan cara menjadikan sabar dalam mengerjakan amal-amal fardhu dan shalat sebagai sarananya.”

Saat ini kita mungkin sedang merasakan banyaknya permasalahan yang sedang menimpa. Kekuatan pikiran dan daya upaya saja tidaklah cukup untuk menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi sebagai hamba tentunya kita membutuhkan pertolongan Allah sebagai pemilik dunia untuk menyelesaikannya. Sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang bisa menjaga sholatnya dengan senantiasa khusyu’ dengan menghadirkan seluruh hatinya Ketika sholat.

Di moment Isra’ Mi’raj ini mari kita evaluasi sholat dan perbaiki kekurangan yang masih dilakukan sehingga kita dimampukan oleh Allah untuk memikul amanah-amanah yang besar dan mengelola rasa disaat pandemic yang belum juga usai. Selain ibadah sholat juga dilengkapi dengan sedekah sebagai ibadah sosial yang menjadi sarana untuk memberikan keberkahan dalam hidup.

Yayasan BSMU pada tahun ini akan melanjutkan campaign fundraising campaign Go Happy – Goceng Bikin Happy. Dengan lima ribu rupiah, bisa digunakan untuk donasi berbagai program BSMU di website http://www.bsmu.or.id/gohappy

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari