Facebook

sedekah

Rajin Infaq Bikin Hidup Makin Bahagia, Ngga Percaya?

Al-Quran  sebagai kitab  suci  umat  Islam  memberikan pedoman  dalam  menata kehidupan. Memperoleh ke-bahagiaan di dunia dan di akhirat menjadi salah satu tujuan dalam mengikuti semua pedoman yang diajarkan dalam Al Quran.

Dalam rangka upaya mewujudkan kebahagiaan tersebut Al-Quran memuat  berbagai  petunjuk, keterangan,  uraian,  prinsip,  hukum,  nilai, perumpamaan dan konsep. Penjelasan  mengenai hal tersebut ada yang diungkapkan  dalam bentuk  global  maupun terperinci, baik tersurat  dan juga tersirat.

Salah   satu   konsep   penting   yang terus ditelaah oleh masyarakat adalah   metode pembelanjaan harta. Bagaimana islam mengajarkan bagaimana membelanjakan harta sesuai dengan prinsip maqashid syariah tanpa kompensasi yang  dikenal dengan infaq (إنفاق).

Kata  infaq  dikenal dalam  masyarakat Indonesia  dengan pemberian  sumbangan  harta  dan  sedekah. Infaq berarti  mendermakan  atau  memberi  rezeki (karunia)  atau  menafkahkan  sesuatu  kepada  orang  lain  berdasarkan  keikhlasan  dan  karena Allah Swt.

Balasan infaq berasal langsung dari Allah SWT baik disadari  atau tidak  disadarinya. Hal ini menunjukkan bahwa  rezeki  yang  dibelanjakan  di  jalan Allah  akan  dikembalikan,  bahkan digantikan  olehnya  dengan  yang  lebih  baik  dan  berlipat  ganda.  Nilai infaq telah ditulis dalam sejumlah ayat yang dapat ditafsirkan sesuai dengan   waktu   dan   perkembangan   perekonomian.

Menjadi fitrah manusia senang terhadap harta benda sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk mengumpulkannya. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Allah memberikan caranya dalam Al Qur’an yaitu dengan berinfaq. Dalam surat al-Baqarah ayat 261

Perumpamaan orang-orang  yang membelanjakan harta mereka di jalan Allahٍ adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh buah tangkai, pada masing-masing tangkai seratus biji.

Menurut Dosen STEBIS IGM Palembang, Bagus Setiawan maksud ayat tersebut adalah ilmu berniaga dengan ALLAH  tidak akan pernah rugi, jika  kita  berniaga  dengan  ALLAH  1  sampai  700  kali  lipat. Hal  tersebut memberikan perumpamaaan orang-orang yang menginfaqkan harta karena dorongan mendapatkan ridha Allah  dan  balasan  yang  baik dari-Nya,  seperti  orang  yang  menanam  satu  biji  ditanah  yang sangat subur. Lalu, benih tersebut akan membuahkan tujuh bulir (tangkai), yang setiap bulir akan menumbuhkan seratus bebijian. Hal ini seperti dapat kita saksikan dalam tetumbuhan yang berbiji, seperti jagung, gandum,padi, dan lain sebagainya.

Tentu siapa yang tidak menyukai jika hartanya terus bertumbuh berlipat-lipat.

Kebahagian yang kedua adalah mendapatkan kebahagian yang sama atau lebih dengan orang yang berbahagia karena telah diberi infaq.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/.

 

Memiliki rezeki yang sedikit bukan menjadi sebuah halangan untuk dapat berinfaq. Berbagi kebahagiaan dengan bersedekah akan terus memberikan kebahagiaan yang berlipat.

Fiqih Zakat Yang Harus Diketahui Umat Muslim

Sedekah terbagi dua ada yang sifatnya materi disebut infaq sedangkan yang sifatnya non materi disebut sedekah. Infaq terbagi lagi menjadi dua macam yaitu infaq wajib dan infaq Sunnah.

Infaq sunnah terdiri dari wasiat dan wakaf. Sedangkan infaq wajib adalah Zakat, fidyah, kafarat, nafkah suami dll. Dalam Al qur’an diterangkan, zakat sering juga disebut dengan infaq.

Sedekah yang sifatnya non materi contohnya adalah senyum.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu“ (HR. Tirmidzi)

Setiap perbuatan yang baik itu adalah sedekah. Siapa orang muslim yang menanam pohon kemudian makhluk lain memakannya termasuk sedekah.

Dari Jābir -raḍiyallāhu ‘anhu- ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu menjadi sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut menjadi sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seseorang dikurangi (diambil) orang lain melainkan menjadi sedekah baginya.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon lalu manusia memakannya, atau binatang, atau burung, maka hal itu menjadi sedekah baginya pada hari kiamat.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman lalu manusia memakannya, atau binatang, atau sesuatu, maka hal itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Perlu menjadi catatan bahwa zakat maal tidak ada hubungannya dengan bulan Ramadhan. Namun, zakat maal bisa juga dibayar pada bulan Ramadhan setelah mencapai nisab dan haulnya pada bulan Ramadhan.

 Kedudukan zakat dalam Islam

Zakat adalah rukun islam yang harus ditegakkan. Sebagaimana sebuah bangunan apabila salah satu tiangnya tidak ada maka bangunan tersebut tidak akan kokoh bahkan bisa jadi roboh.

Sebagaimana hadits Rasulullah,

“Islam dibangun diatas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah; menunaikan shalat, menunaikan zakat; menunaikan haji (ke Baitullah); dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila ada orang yang mengingkari kewajiban zakat maka dia tidak bisa disebut orang islam. Karena orang islam akan menjaga ke lima bangunan islam ini.

 Membayar zakat adalah ciri orang yang bertaqwa

Salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah dengan menjalankan perintah Allah termasuk didalamnya adalah membayar zakat. Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 3 yang artinya:

“Yaitu mereka yang beriman kepada yg ghaib, mendirikan shalat dan menafhkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka.”

 Bagaimana akibat tidak membayar zakat

Jika seorang muslim tidak mau membayar zakat tentu ada konsekuensi yang akan diterimanya. Konsekuensi ini diterangkan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam surah At Taubah ayat 35 yang artinya:

“Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka lalu dikatakan kepada mereka: “ Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

 Pembagian zakat dalam syariah Islam

Zakat terbagi menjadi 2 macam, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat maal sendiri terbagi lagi menjadi banyak macamnya diantaranya yaitu zakat emas/perak zakat, zakat perdagangan, zakat deposito & tabungan, zakat pertanian, zakat sewa, zakat saham,  zakat perusahaan dan masih banyak lagi zakat yang lain.

Zakat fitrah adalah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa dengan syarat:

1.    Beragama Islam

2.    Mendapat Maghrib terakhir Ramadhan

3.    Memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan hari Raya Idul Fitri

 Besaran dari zakat fitrah takarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5kg atau 3,5 liter perjiwa. Bisa dibayarkan dari awal bulan puasa sampai dengan paling lambat adalah sebelum sholat Idul Fitri. Diusahakan pada waktu membayarnya jangan terlalu pas saat pelaksanaan sholat Idul Fitri untuk lebih meringankan beban para dhuafa dan tidak jadi terlambat. Lebih baik diawalkan atau H-1 atau 2 dari hari raya. Zakat fitrah bisa juga dibayarkan dalam bentuk uang.

 Perhitungan Zakat emas

Zakat emas dapat ditunaikan ketika zakat tersebut telah mencapai haul dan nishabnya pada bulan Ramadhan.

Contohnya:

Ketika pada  1 Ramadhan 1442 H mencapai 100 gram dan pada  1 Ramadhan 1443 H tetap nilainya 100 gram atau bertambah maka ia telah mencapai haul zakat (1 tahun) dan nisab dari zakat yaitu 85 gram emas.

Jadi emas yang dibayarkan zakatnya adalah sebesar 2,5% x 100 gram = 2,5 gram (yang dikonversikan dalam harga rupiah sesuai dengan harga terkini bukan harga pada saat beli.

Jika saat ini harga emas per gram satu juta rupiah maka zakat yang harus ditunaikan adalah dua setengah juta rupiah.

 Perhitungan Zakat Tabungan

Zakat tabungan disetarakan dengan zakat emas maka nisabnya adalah 85 gram emas yang dikonversi menjadi delapan puluh lima juta (85 juta jika harga emas 1 juta rupiah). Apabila tabungan sebesar 85 juta atau lebih selama 1 tahun maka sudah wajib untuk membayar zakat.

Contohnya:

Jika memiliki uang sebanyak 100  juta rupiah maka perhitungan zakatnya adalah:

100 juta x 2,5 % = 2,5 juta zakat yang harus dibayarkan.

Zakat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari harta-harta yang kotor dan mampu menambah keberkahan dalam hidup.

Rasulullah bersabda, “Tidak akan berkumpul sifat pelit dan keimanan dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (HR. Ahmad)

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/.  

Sumber: Ust Dr. khalifah muhammad Ali, MS.I – Kajian Fiqh Zakat Laznas BSMU

Bolehkah Gabungkan Puasa Sunnah Syawal dengan Qadha Puasa Ramadhan?

Syawal merupakan bulan setelah bulan Ramadhan, dimana 1 Syawal merupakan hari Raya Umat Islam. Bulan syawal merupakan bulan yang mulia, pada bulan ini dianjurkan pula untuk berpuasa syawal yang memiliki pahala yang besar. Puasa Syawal dapat disebut juga sebagai penyempurna puasa Ramadhan.

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Ra bahwasanya aku berbicara kepadanya, Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa yang melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan kemudian ia menambahkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang waktu (satu tahun).” (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Tetapi bagaimana dengan orang yang memiliki hutang puasa? Apakah boleh menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal ataukah harus dipisahkan?

Mengenai hal ini banyak sekali pendapat ulama yang menjawabnya dengan menggunakan hujjah yang sama-sama kuat.

Ustadz Abdul Somad ketika ditanya hal yang sama menjawab, dalam menjalankan puasa niat yang diucapkan cukup satu saja yaitu niat puasa Qadha saja.

“Aku niat puasa qadha mengganti yang kemarin”, maka siapa yang puasa 6 hari qadha di bulan Syawal otomatis sudah mendapat puasa sunat Syawal begitu menurut Imam Syathoriyah Al Anshari yang dikutip oleh Imam Ath Athiyyah Saqar disebutkan dalam kitab Fatawa Al Azhar (Fatwa-fatwa Al Azhar) dalam Mazhab Imam Syafi’i.

Beliau juga memberikan perencanaan puasa qadha bagi para ibu yang memiliki hutang puasanya yang cukup banyak dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal dan pada Bulan Rajab dan selanjutnya melakukan puasa Senin-Kamis, maka lambat laun puasa akan lunas terbayar juga.

“Barang siapa yang meninggal dunia dan memiliki (hutang) puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya.” Hr. Bukhari no.1816

Namun bagi yang tidak dapat mengganti puasanya dapat membayarkan fidyah sebanyak hari yang ditinggalkan. Membayar fidyah juga dapat sekaligus membantu orang yang sedang kesulitan.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Pentingnya Sosok Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjadikan tanggal 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional atau International Day of Families. Peringatan Hari Keluarga Internasional dilakukan untuk menyoroti pentingnya hubungan dengan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, hak anak, dan inklusi sosial.

Berdasarkan sejarah PBB, awal mula ditetapkannya Hari Keluarga Internasional yakni pada tahun 1980-an, di mana saat itu PBB mulai memusatkan perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga.

Pada tahun 2022 Hari Keluarga Internasional 2022 mengangkat tema yakni “Keluarga dan Urbanisasi”. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebijakan perkotaan yang berkelanjutan dan ramah keluarga.

Dalam Islam peranan keluarga sangat besar karena merupakan pondasi dari terbentuknya karakter anak. Permasalahan sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang adalah pergaulan bebas yang  disebabkan karena kurang berjalannya fungsi keluarga.

Pergaulan bebas dikalangan remaja telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Dari hasil penelitian di beberapa kota besar menyatakan bahwa sebagian besar remaja telah melakukan hubungan seks pranikah.  Kehilangan jatidiri menyebabkan semakin maraknya penyimpangan seksual pada anak.

 

Lalu bagaimana dengan anak-anak yang sudah tidak memiliki kedua orangtua?

Bagi anak yatim, sosok orang tua asuh sangat dibutuhkan. Hal ini karena setiap anak pasti membutuhkan sosok orang tua asuh. Peran orang tua asuh ini seiring dengan ajaran Islam yang menganjurkan untuk memuliakan anak yatim selayaknya anak kandung. Bagi orang tua asuh yang membantu kehidupan anak yatim sangat disukai oleh Rasulullah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HR. Bukhari)

Pemerintah mencatat sekitar 28.404 anak di dalam negeri menjadi yatim piatu akibat Covid-19 per Januari 2022. Data ini belum termasuk anak yang yatim akibat bencana atau meninggal secara normal. Jumlah yang cukup besar, membutuhkan peran dan kerjasama antar masyarakat agar anak yatim menjadi anak bangsa yang berkualitas.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/.

Salah satu program yang dijalankan adalah memberikan bantuan pendidikan kepada anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat melanjutkan sekolah dan berprestasi dengan bakat dan minatnya. Contohnya saja Imam Bukhari, walaupun terlahir dalam keadaan yatim dan tidak dapat melihat karena buta bukan penghalang untuk belajar.

 

Imam Bukhari adalah ahli hadits yang lahir pada bulan Syawal. Beliau yang termasyhur di antara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Menyiapkan Anak Memasuki Masa Aqil Baligh Menurut Rasullulloh

Keluarga memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter manusia sebagai penerus generasi. Kerusakan akhlak yang terjadi pada masyarakat zaman sekarang bukan hanya kesalahan dari remaja tersebut tetapi juga peran keluarga. Anak mudah mendapat informasi dari berbagai sumber karena teknologi digital saat ini.

Hasil penelitian menyatakan, anak dapat dididik sejak masih dalam kandungan, karena selama dalam kandungan, fungsi otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang, sehingga mereka dapat merasakan apa yang terjadi di luar kehidupan mereka, sementara yang mempengaruhi fungsi otak dan indera pendengaran bayi di dalam kandungan antara lain emosi dan kejiwaan seorang ibu, setiap gerakan rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu dan nutrisi yang ibu konsumsi yaitu makanan yang halalan thayyiban (makanan yang halal lagi baik).

Sebelum menuju dewasa/baligh anak-anak menuju tahapan mumayyiz. Pada masa ini anak sudah dapat membedakan yang baik dan buruk tapi belum menjadi orang yang mukallaf (wajib melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangan). Masa Mumayyiz adalah masa yang tepat untuk mengajarkan tentang kewajiban-kewajiban bagi seorang muslim.

Rasulullah sangat memberikan perhatian yang penting untuk mempersiapkan anak-anak untuk mencapai usia baligh karena disana setiap yang dilakukan sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Dalam kajian yang diadakan Jadiberkah.id dibahas mengenai persiapan orangtua untuk menghadapi masa baligh. Menyambut Anak Aqil Baligh menjadi kajian yang sangat penting karena dapat menjadi pegangan para orangtua dalam mendidik anak.

Ustadz Syahroni Mardani menyampaikan bahwa baligh diterjemahkan dalam bahasa indonesia  adalah masa puber. Dalam islam ada batasan-batasan umur, usia baligh adalah batasan yang pertama, batasan kedua adalah ketika orang menikah yang ketiga ketika berumur empat puluh tahun , keempat pada saat seseorang berumur enam puluh tahun.

 Usia baligh adalah ketika seorang anak laki atau perempuan telah wajib melaksanakan perintah agama. Wajib meninggalkan larangan dan wajib melaksanakan perintah. Anak laki-laki balighnya ditandai ketika bermimpi basah (keluar air mani) atau saat usianya masuk umur 14 tahun. Anak perempuan balighnya ketika pertama kali haid atau usianya masuk umur 14 tahun.

Dari Ali dari Nabi saw bersabda, “Catatan amal belu berlaku pada tiga kelompok manusia; “orang yang tidur sampai dia bangun. Anak kecil sampai dia baligh dan orang yang tidak waras sampai dia sadar kembali.” (HR. Abu Daud).

Sebelum anak berusia baligh maka masih disebut yatim sedangkan apabila sudah baligh sudah tidak disebut yatim lagi. Dari Ali ra. Berkata, diantara hal yang aku hafal dari Rasulullah saw adalah “Sudah tidak dianggap yatim lagi jika sudah baligh dan tidak boleh diam saja (tidak berbicara) sepanjang hari sampai malam”. (HR. Abu Daud).

Beberapa hal yang perlu diajarkan saat memasuki usia baligh adalah pendidikan seksual sejak dini. Berguna agar anak tidak mengalami pelecehan seksual. Kebutuhan biologis pada manusia adalah normal tetapi diajarkan harus dengan aturan yang sesuai agama baik dan benarnya.

Tahu batasan aurat yang boleh diperlihatkan untuk laki-laki dna perempuan. Saat ini banyak anak laki-laki karena mengikuti trend sehingga pada saat shalat pakaiannya tersingkap kemudian terbukalah auratnya sehingga membuat shalat menjadi tidak sah.

Mengajarkan aturan dalam berpelukan baik kepada sesama jenis maupun berbeda jenis. Berpelukan dalam islam hanya boleh dilakukan dalam kondisi dua hal, yaitu ketika lama tidak berjumpa dan orang dewasa kepada anak yang masih kecil.

Adab dalam islam seorang anak laki-laki tidak boleh tiduk dalam satu selimut dengan laki-laki karena mendatangkan keburukan begitu juga sebaliknya.

Menanamkan aqidah sejak dini merupakan hal yang utama dalam pendidikan seorang anak. Ketika nabi berbicara kepada anak senantiasa mengajarkan aqidah. Orangtua/pendidika dalam menjelaskan tentang kebenaran dan keagungan ajaran islam tanpa merendahkan, tanpa mengejek dan tanpa menghina keyakinan umat beragama lain.

“Janganlah kamu menghina sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghinakan Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (al An’am: 108)

Menjelang baligh perlu ditanamkan sikap objektif pada anak. Memberitahu bahwa orang baik ada dimana-mana dan orang jahat ada dimana-mana.

Mengajarkan anak disiplin bukan hanya karena takut akan hukuman, tetapi lebih karena keyakinan bahwa ini adalah perintah Tuhan. Karena dasar keyakinan karena akidah islam.  Aqidah adalah pondasi dasar keislaman seseorang kalau aqidahnya lurus, maka ibadahnya benar dan akhlaknya menjadi mulia. Rasulullah menanmkan aqidah yang lurus sejak dini kepada para sahabat-sahabat yunior.

Dari Ibnu Abbas ra berkata:’Pada suatu hari saya berada di belakang Nabi saw, lalu Beliau bersabda: “Wahai anakku sesungguhnya aku hendak mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yaitu: Peliharalah Allah (dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya) pasti Allah akan memeliharamu. Peliharalah Allah, pasti kamu akan dapati Dia di hadapanmu. Jika kamu meminta, maka mohonlah kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan, maka mohonkanlah pertolongan itu kepada Allah. Ketahuilah bahwa sesuatu umat (semua makhluk) apabila bersepakat hendak memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang dianggapnya bermanfaat untukmu, maka mereka itu tidak akan dapat memberikan kemanfaatan itu melainkan dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah untumu.

Juga jika ummat (seluruh makhluk) bersepakat hendak memberikan bahya padamu dengan sesuatu (yang dianggap berbahaya untukmu), maka mereka itu tidak akan dapat memberikan bahaya itu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah untukmu. Pena telah diangkat (ketentuan telah ditetapkan) dan lembaran-lembaran kertas telah kering (catatan di Lauh Mahfudz sudah tidak dapat diubah lagi). HR. Tirmidzi.

Salah satu cara menanamkan akhlak yang baik juga bisa dengan gemar membantu orang lain dengan bersedekah dan berinfaq. Membiasakan anak berinfaq sejak dini berarti mengajarkan untuk tidak terlalu cinta dengan harta karena paham rezeki adalah titipan.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Tiga Janji Rasulullah Yang Berkaitan Dengan Rezeki

Rezeki menjadi sebuah tema yang paling banyak dibahas di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik karena akibat pandemi.

Sebagian orang mungkin mengeluh, mengapa rezeki belum datang-datang juga dalam hidup padahal sudah berdoa dan berusaha terus menerus. Hal tersebut jangan sampai memutuskan ikhtiar kita dalam mencari rezeki karena bisa jadi belum dikabulkan adalah sebuah jawaban terbaik dari doa-doa kita sendiri.

Ustadz Ahmad Homsani, Lc., dalam kajian Ngabring Ramadhan bersama Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat dan Bank Syariah Indonesia di Masjid Raya Bintaro Jaya mengingatkan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa yang kita haturkan dengan cara yang tepat.

Apapun yang diminta kepada Allah bisa jadi tidak diberikan sekarang tapi nanti pada waktu yang tepat. Bisa jadi orang yang meminta jodoh di bulan Ramadhan akan didatangkan oleh Allah jodohnya pada bulan Syawal.

Imam Syafi’i pernah ditanya mengenai apa saja yang dimaksud dengan rezeki? Apakah rezeki hanya harta saja? Rezeki adalah semua yang diberikan oleh Allah dan dapat dirasakan kenikmatannya disebut dengan rezeki.

Jika ada orang yang beranggapan bahwa rezeki itu hanya uang saja maka akan semakin sempit rezeki yang dia dapatkan.

Rasulullah pernah bersumpah dalam tiga perkara dalam hadits riwayat At Tirmidzi: Ada 3 perkara yang saya bersumpah akan terjadi jika dilakukan:

Pertama, Orang yang bersedekah pasti akan bertambah dan tidak mungkin habis.

Ustadz Homsani mengisahkan tentang umat nabi Musa, mereka datang kepada nabi Musa kemudian berkata,  “ ya Musa engkau bisa berbicara dengan Allah, maka mohonkanlah kepada Allah agar saya menjadi kaya . Musa bertanya, “apakah kaya itu enak?”, tapi karena umatnya sudah memaksa maka didoakan dengan syarat hanya satu tahun setelah itu ia akan miskin lagi. Qodarullahnya hewan ternak umat nabi Musa tersebut beranak pinak sehingga menjadi banyak. Kemudian istri umat yang meminta tersebut berkata, “karena kita hanya diberi kaya 1 tahun, kita bagikan saja  kepada orang-orang yang tidak pernah makan daging dan tidak pernah minum susu”. Kemudian suami istri tersebut setiap hari melakukan hal tersebut (sedekah daging dan susu).

Setelah dua tahun datang kembali kepada nabi Musa. Wahai Musa, katanya dulu limit kekayaan hanya satu tahun, kenapa sekarang menjadi dua tahun? Jawaban nabi Musa, “ketika saya berdoa kepada Allah saya minta dibukakan satu pintu rezki kepadamu, kemudian kamu membukakan rezki ratusan orang miskin sehingga bisa makan daging dan minum susu, sehingga Allah tidak akan menutup rezeki yang diberikan kepada kamu”.

Allah menjamin hidup kita tapi Allah tidak menjamin gaya hidup kita. Untuk makan dan minum yang merupakan kebutuhan Allah akan memenuhinya.

Kedua, Tidak mungkin orang yang dizalimi akan menjadi hina dan pasti akan diangkat derajatnya.

Ketika ada orang yang zalim kepada kita maka sikapi dengan baik saja. Jangan sampai kita menjadi orang yang susah melihat orang senang dan senang melihat orang lain susah.

Ketiga, Siapa orang yang selalu membuka pintu untuk selalu meminta belas kasihan kepada orang lain dan merasa selalu kurang maka Allah akan menambahkan kepadanya kefakiran.

Jadi hati-hati dalam bersikap, semakin sering kita meminta (kepada selain Allah ) maka akan dibukakan pintu kefakiran.

Rezeki itu konsepnya adalah menjemput, terlihat dalam firman Allah Swt dalam Surat Hud Ayat 6

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhil mahfuz)“.

Jika rezeki tidak diikhtiarkan akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang malas. Doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam menjemput rezeki.

Mengutip perkataan ustadz Hilman, “Apa saja yang lewat dari diri kita pasti bukan takdir kita tapi jika itu adalah takdir kita, ia akan  menemukan jalan untuk bertemu dengan kita”.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Panduan Pembayaran Fidyah dan Qadha untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ketika ada pertanyaan saat ibu hamil dan menyusui memilih untuk tidak berpuasa apakah kompensasinya fidyah atau Qadha, sesungguhnya ada 3 pendapat, yaitu :

  1. Fidyah saja, ibu cukup membayar fidyah saja tanpa perlu meng-qadhanya, ini adalah pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas
  2. Qadha saja tanpa fidyah, kebalikan dari pendapat yang pertama. Ini adalah pendapat imam Abu Hanifah, Abu Ubaid dan Abu Tsaud dan termasuk murid-murid Abu Hanifah.
  3. Keduanya, membayar fidyah dan juga qadha puasa.  Pendapat inilah yang dikenal dengan pendapat Imam Asy Syafi’i.

Kesimpulkan dari tiga pendapat tersebut ditegaskan kembali oleh Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid Wanihayul Muqtashid dalam halaman 241.

Ibnu Rusyd memberitahukan adanya perbedaan dari ketiga pendapat tersebut, yaitu ulama yang menganalogikan ibu hamil/menyusui dengan orang yang tidak kuat berpuasa (orang yang memiliki sakit kronik, manula yang tidak mampu puasa) maka diputuskan bayar fidyah saja.

Sedang yang menganalogikan ibu hamil/menyusui dengan orang sakit saja bukan manula bukan sakit kronik berarti memasukkannya ke dalam mazhab qadho.

Sehingga disini disimpulkan bagi ibu hamil dan menyusui terbuka pilihan untuk membayar fidyah saja atau qadha saja atau bahkan keduanya dijalankan juga boleh. Hal ini berdasarkan dengan kemampuan keuangan, kemampuan fisik, maslahat dan yang lebih menenangkan.

 

Fidyahnya itu seperti apa?

Orang yang membayar fidyah harus dengan standar apa yang biasa dimakannya bukan standar makan dhuafa. Jika para dhuafa biasa makan senilai lima ribu rupiah, sementara yang bayar fidyah biasa makan di rumah makan maka yang menjadi rujukan adalah nilai makan di rumah makan.

Disimpulkan bahwa fidyah itu adalah makanan sehat dan mengenyangkan dalam bahasa lainnya empat sehat lima sempurna. Jika disajikan dalam nasi kotak harus ada nasi, daging, sayuran dan buah-buahan.

Dewan Syariah di Laznas BSMU memilih dua puluh lima ribu sebagai ambang batas minimum untuk membayar fidyah dalam satu hari.

Contohnya, ada seorang ibu hamil meninggalkan puasa selama satu hari di bulan Ramadhan maka yang bisa dilakukan dalam memilih fidyah adalah menyediakan makanan siap santap satu kotak senilai dua puluh lima ribu yang diberikan kepada dhuafa atau dhuafa diundang ke rumah atau diajak makan di restoran bisa juga dengan dibelikan sembako yang terdiri dari minyak goreng, beras dan makanan lainnya senilai minimum dua puluh lima ribu, lebih dari itu diperbolehkan.

Bisa juga lebih mudah lagi dengan cara di transfer ke lembaga zakat seperti Laznas BSMU, amanhnya adalah dibelikan makanan siap santap atau sembako yang diberikan kepada dhuafa.

 

Pertanyaan :

Saya hamil menyusui dua anak berturut-turut karena jarak anak yang dekat belum waktunya menyapih sudah menyusui lagi. Sekarang sedang hamil anak ketiga dalam usia enam bulan. Hutang puasa sebelumnya belum lunas di qadha, sebaiknya saya harus bagaimana?

Jawaban:

Jika memilih fidyah saja tidak masalah, jika dengan berpuasa dapat mengurangi kualitas ASI dan lain-lain maka dapat membayar hutang puasa dengan fidyah saja itu diperbolehkan. Caranya dengan membayar fidyah sejumlah hari yang ditinggalkan, misalnya 11 hari ditinggalkan, maka perhitungannya : 11 x Rp 25.000= Rp 275.000

Pendapat yang kedua harus membayar double, selain membayar fidyah juga membayar kafarat karena lalai, punya hutang yang seharusnya dibayar tahun lalu tapi belum dibayarkan.

Jadi yang dibayarkan menjadi 2 x fidyah atau lima puluh ribu rupiah (Rp 50.000) terdiri dari fidyah dan kafarat.

Memilih salah satunya diperbolehkan atau memilih pendapat yang kedua dengan membayar kafarat akan lebih baik karena sangat bermanfaat bagi para dhuafa yang saat pandemi sekarang sangat membutuhkan bantuan.

Perkataan dari Sayyidah ‘Aisyah, jika memiliki hutang puasa ia mengatakan pada saat Sya’ban sudah tidak memiliki hutang.

Walaupun di Indonesia merupakan penganut Mazhab Syafi’I tetapi para ibu diperbolehkan untuk memilih mana yang lebih mudah untuk membayar hutang puasa. Hal ini tidak termasuk dalam memudah-mudahkan dalam menjalankan agama karena ada alasan yang syar’i untuk menjalankannya.

Narasumber: Ust. Dr. Oni Sahroni – LIKES

7 Manfaat Silaturahmi Menurut Islam Salah Satunya Menghindari Hisab Buruk

Silaturahim atau silaturahmi bisa dilakukan kapan saja. Namun di Indonesia memiliki salah satu budaya yang biasa dilakukan di hari Idul Fitri atau selama bulan Syawal yaitu halal bi halal. Mulai dari masyarakat perkampungan sampai dengan perkotaan senantiasa melakukan tradisi halal bi halal.

Setelah selama dua tahun halal bi halal dilakukan secara daring melalui aplikasi online, kini masyarakat sudah bisa bertatap muka secara langsung walaupun harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Manfaat silaturahmi yang satu ini berkaitan erat dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Berinteraksi dengan orang lain, terutama keluarga, merupakan praktik paling sederhana dalam menjaga kewarasan serta kesehatan mental. Silaturahmi memiliki manfaat mampu memperbaiki mood dan kebahagiaan melalui interaksi fisik serta emosional.

Halal bi halal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula dan sebagainya) oleh sekelompok orang.

Menurut Ahmad Fatoni, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang, istilah halal bi halal ini tidak ada dalam Al Quran maupun Hadits.

Dengan memaknai kata-kata halal bi halal secara linguistik, seseorang akan memahaminya sebagai ajang menyambung apa-apa yang tadinya putus menjadi tersambung kembali. Wadah silaturahmi untuk saling maaf-memaafkan sehingga suasana kebatinan yang sebelumnya kaku menjadi cair, persoalan yang sebelumnya kusut menjadi terurai.

Manfaat Menjalin Silaturahmi

Ada berbagai manfaat yang didapatkan dengan bersilaturahim berdasarkan oleh hadits Rasulullah SAW.

1. Dimasukkan ke dalam syurga

Manfaat silaturahmi dalam Islam yang pertama adalah dijauhkan dari neraka. Setiap muslim tentunya menginginkan untuk dimasukkan ke dalam syurga, menjalin kembali tali silaturahmi menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan.

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR Ibnu Majah).

2. Dilapangkan Rezekinya dan Dipanjangkan Umurnya

“ Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi” (HR. Bukhari – Muslim).

Secara pribadi setiap manusia tentunya ingin jika rezekinya dimudahkan dan diberikan umur panjang yang berkah maka menjalin silaturahmi menjadi langkah yang harus dilakukan.

3. Mendapatkan Rahmat dari Allah SWT

Rahmat dari Allah adalah salah satu yang dicari umat nabi Muhammad, dengan Rahmat Allah semua keuslitan akan terasa mudah sehingga manusia tidak menjadi manusia yang lebih bahagia.

“Allah berfirman, “Aku adalah Maha Pengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR Abu Dawud).

4. Menghindari Hisab Yang Buruk

Siapa tak ingin jika terhindar dari siksaan? Jika membayangkan siksaan dunia saja sudah menyakitkan apalagi dengan siksa akhirat. Namun, silaturahmi dapat menolong untuk mencegah dari hisab yang buruk.

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar Ra’du: 21).  

5. Menjadi Makhluk Mulia

Menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan salah satu akhlak terpuji yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda:

” Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiaya kamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Bagi seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai perusak kehidupan.

” Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka” .(QS. Muhammad:22-23). 

6. Bukti Keimanan Kepada Allah

Silaturahim menjadi salah satu bentuk keimanan seorang muslim karena dengan bersilaturahmi akan mendatangkan manfaat yang banyak sekali terutama bagi sesama muslim sekaligus memiliki nilai ibadah.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam” (HR Bukhari).

7. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Manfaat silaturahmi dalam Islam juga menjadi salah satu sarana seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, saat kamu mau menyambung tali silaturahmi dan memperlakukan manusia dengan baik, berarti kamu telah menjalankan perintah Allah SWT.

“Setelah Allah menciptakan semua makhluk, maka rahim pun berkata; ‘Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahim (Menyambung silaturahim).’ Allah menjawab: ‘Benar. Tidakkah kamu rela bahwasanya Aku akan menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan yang memutuskanmu? ‘ Rahim menjawab; ‘Tentu, wahai Rabb’ Allah berfirman: ‘ltulah yang kamu miliki.’ Setelah itu Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika kamu mau, maka bacalah ayat berikut ini: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” QS Muhammad: 22. (HR Bukhari).

 

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Laznas BSMU Bantu Korban Kebakaran Pasar Gembrong Jakarta Timur

Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang penuh
keprihatinan bagi warga Pasar Gembrong Jakarta Timur. Kebakaran hebat melanda
pada malam hari Senin, 25 April sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah tersebut.
Rencana untuk pulang kampung bagi sebagian warganya hilang seketika dilahap
oleh si Jago merah.

Menurut Kasi Ops Damkar Jakarta Timur dalam
keterangannya mengatakan kebakaran hebat itu telah menghanguskan 400 bangunan.
Kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar. Dugaan sementara,
kebakaran Pasar Gembrong disebabkan dari korsleting listrik yang berasal dari
rumah warga.

Mengetahui musibah tersebut Laznas Bangun
Sejahtera Mitra Umat (BSMU) melalui program care menurunkan tim BSMU Care –
DERC ( Disaster Emergency Rescue) untuk membantu warga yang terdampak
kebakaran.

Sejak hari Senin sampai Rabu tanggal 25, 26, 27
April 2022 telah memberikan secara langsung kepada para warga yang yang
terdampak.

Bantuan yang diberikan meliputi Makanan siap
saji, Hygiene Kit,  Peralatan
sekolah,  Logistik,  Peralatan Dapur,  Peralatan Tidur,  Sajadah dan Sarung. Karena kondisi di
lapangan yang kurang memungkinkan maka bantuan diberikan melalui perwakilan
kepada RW setempat.

Dedy Muhardi ketua tim DERC memberikan
informasi bahwa wilayah yang terdampak adalah 6 RT yang terdiri dari 381 KK
atau 1.301 jiwa dengan didominasi oleh usia produktif.

Saat ini mereka sebagian ada yang tinggal di
bekas reruntuhan rumah yang masih bisa digunakan. Ada juga yang mengungsi di
rumah saudaranya dan juga posko yang telah disediakan.

Warga berterima kasih atas bantuan yang
diberikan oleh Laznas BSMU. Semoga bantuan yang diberikan mampu meringankan
penderitaan yang sedang dialami.

“Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya
yang telah diberikan kepada saya dan keluarga”, Tridianingsih.

BSI dan Laznas BSMU Salurkan Santunan Anak Yatim Dhuafa di Program THR On Bound

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) merupakan mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia dalam penyaluran dana Zakat Infaq Sedekah dan wakaf. Bertepatan dengan kegiatan malam Nuzulul Qur’an yang diadakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk anak yatim dhuafa, Senin 25 April 2022. Berlokasi di Masjid BSI The Tower lantai 3 Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Direktur Eksekutif Laznas BSMU Sukoriyanto Saputro, Komisaris Utama BSI Adiwarman Azwar Karim serta seluruh tamu undangan.

Dalam sambutannya Hery Gunardi mengatakan, “Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia beserta Laznas BSM Umat pada bulan ramadhan menyalurkan THR on Bound utk 4.700 Orang dengan nominal Rp1.410.000.000”.

Penyerahan THR Onbound langsung oleh Direktur Utama BSI Hery Gunardi dan Direktur Eksekutif Laznas BSMU Sukoriyanto Saputro kepada peserta program Sahabat Pelajar Indonesia.

Pemberian THR kepada yatim dan dhuafa merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun pada bulan Ramadhan. Pada tahun ini THR diberikan kepada sebanyak  4.700 anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an di seluruh Indonesia senilai Rp Rp1.410.000.000 ( satu milyar empat ratus sepuluh juta rupiah).

Berbeda dengan tahun sebelumnya Ramadhan 1443 H kali ini pemberian THR Onbound mensyaratkan hafal qur’an minimal 1 juz untuk terdata sebagai penerima. Hal ini agar dapat menambah keberkahan bagi dana-dana para muzakki yang sudah mengamanahkan ZISWAF nya kepada Laznas BSMU.

Penerima manfaat sebagian besar merupakan pelajar binaan Laznas BSMU yang tergabung dalam Sahabat Pelajar Indonesia (SPI). Kurikulum pembinaan SPI tidak hanya dibina dari segi akedemis tetapi juga sisi spiritual dengan cara penanaman nilai aqidah sekaligus menguatkan hubungan dengan Alqur’an.

Selain peserta dari Sahabat Pelajar Indonesia juga ada penerima THR yang lain, namun demikian persyaratan harus memiliki hafalan qur’an minimal 1 juz tetap diterapkan dengan dibuktikan melalui surat keterangan dari lembaga yang membimbingnya.

Acara Nuzulul qur’an menjadi semakin khusyu’ dengan dibacakan Alquran beserta artinya oleh Alena Juliana dari MAN 1 Tangerang Selatan dan Harry Arrahman dari SMKN 26 Jakarta. Mereka merupakan pelajar binaan SPI yang senantiasa bersemangat dalam mengikuti pembinaan salah satunya challenge dari Laznas BSMU yaitu anak SPI yg berhasil menyelesaikan khataman quran 30 juz. Masing-masing sudah memiliki hafalan qur’an lebih dari 1 juz.

Menggembirakan anak yatim sangat dianjurkan oleh Rasulullah terutama pada bulan Ramadhan sebagaimana hadits yang berbunyi “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari