Facebook

peran penting wakaf dalam ekonomi makro

Tiga Peran Penting Wakaf Dalam Mengembangkan Ekonomi Syariah

Wakaf adalah salah satu instrumen perekonomian umat Islam. Kebermanfaatan wakaf memiliki andil yang sangat penting mulai dari masa Rasulullah hingga saat ini. Bukti-bukti sejarah baik di dalam negeri maupun diluar negeri sudah memperlihatkan peranan yang sangat signifikan dalam membangun peradaban islam.

Tidak hanya masalah ekonomi yang menjadi manfaat utama yang akan didapatkan tetapi juga wakaf mempengaruhi sosial dan budaya. Hal ini karena benda wakaf peruntukannya adalah untuk umum sehingga setiap orang dapat merasakan manfaatnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama yang diakses pada 29 September 2021, potensi wakaf tanah di Indonesia mencapai jumlah 414.829 lokasi dengan luas 55.259,87 hektar. Kemudian, menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi wakaf tunai di Indonesia mencapai Rp180 triliun per tahun. Namun, besarnya potensi wakaf tersebut belum bisa dioptimalkan dengan baik. (KNKS.go.id)

Kebermanfaatan wakaf dalam hal ekonomi secara makro dibahas secara luas oleh Murtadho Ridwan dalam  Jurnal Zakat dan Wakaf yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus (STAIN) Kudus yang berjudul “Wakaf Dan Pembangunan Ekonomi”. Berikut ringkasan dari isi jurnal tersebut.

Wakaf merupakan salah satu ajaran Islam yang mengandung unsur spiritual dan material. Wakaf banyak memiliki manfaat dan faedah terutama dalam hal membantu fakir miskin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ini karena harta wakaf dapat digunakan sebagai modal investasi jangka panjang untuk membangun fasilitas umum yang diperlukan masyarakat (Shalih Abdullah Kamil, 1993: 41).

Ajaran wakaf memiliki dua unsur utama yaitu unsur spiritual dan material. Wakaf dikatakan memiliki unsur spiritual karena wakaf merupakan cabang ibadah yang dapat mendekatkan diri si wakif kepada Allah SWT. Sedangkan unsur material dapat dilihat dari sudut ekonomi. Dari sudut ekonomi wakaf dipahami sebagai usaha menjadikan harta dari kepentingan konsumsi menjadi modal investasi yang dapat menghasilkan barang dan jasa untuk kepentingan masa depan, baik untuk kepentingan kelompok masyarakat atau kepentingan individu (Monzer Kahf, 2000: 66).

Dari pemahaman di atas, wakaf memiliki tiga peran penting menurut sistem ekonomi makro Islam, tiga unsur tersebut adalah:

Pertama, wakaf dapat mengurangi tingkat suku bunga (Rate Of Interest). Ini karena salah satu ciri utama dari sistem ekonomi Islam adalah larangan Riba dalam aktivitas ekonomi. Sementara bunga merupakan salah satu unsur utama dalam sistem ekonomi konvensional dan sebagai penentu berlakunya sistem ekonomi tersebut. Menurut ekonomi Islam, wakaf dapat mengurangi tingkat suku bunga secara nyata. Wakaf dapat memainkan peranan yang sangat penting dalam menyediakan fasilitas public yang diperlukan masyarakat tanpa membebankan biaya kepada pihak pemerintah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan dana wakaf dari orang-orang kaya dan menggunakan dana tersebut untuk membangun fasilitas umum yang diperlukan masyarakat (Murat Cizakca, 1997: 65).

Kedua, wakaf merupakan salah satu mekanisme redistribusi kekayaan. Dalam sejarah Islam kita mengenal dan mengakui adanya kepemilikan individu. Kita dapat mengamati bahwa system wakaf merupakan salah satu yang dihasilkan dari kepemilikan individu yang berfungsi sebagai salah satu mekanisme redistribusi kekayaan (Redistribution of Wealth) dalam ekonomi Islam. System wakaf mampu mengurangi ketidaksamaan distribusi pendapatan dan kemiskinan. Hal ini dapat dilakukan dengan memotivasi umat untuk melakukan sedekah jariyah (wakaf) dengan janji akan mendapatkan pahala yang berterusan sesuai dengan hadis tentang wakaf.

Ketiga, Mekanisme wakaf mengandung unsur investasi dan tabungan (Saving). Dari penjelasan system wakaf sebagai mekanisme yang dapat menurunkan tingkat suku bunga dan redistribusi kekayaan, dapat disimpulkan bahwa wakaf dari segi ekonomi merupakan tindakan yang menghubungkan antara investasi dan tabungan. Ini karena wakaf sendiri adalah investasi, karena yang dimaksud investasi adalah menghasilkan keuntungan untuk digabungkan dengan modal usaha dan juga untuk digunakan memenuhi kebutuhan hidup, definisi ini sesuai dengan pengertian wakaf.

Barang yang diwakafkan dapat menghasilkan kemanfaatan dan fasilitas umum yang diperlukan masyarakat seperti yang telah dijelaskan. Harta wakaf yang terkumpul dapat digunakan sebagai modal investasi masa depan untuk kepentingan generasi akan dating yang tidak mementingkan keuntungan dari pengelolanya sebab tujuan utama wakaf adalah untuk kebajikan dan tolong menolong (ta’awun) (Monzer Kahf, 2000: 70). Untuk itu perlu adanya undang-undang yang mengatur harta wakaf di setiap Negara untuk menjaga harta amanah umat dari kesewenang-wenangan orang yang tidak bertanggung jawab (Abu Zahrah, 1959: 32).

Islam telah mengajarkan konsep untuk meningkatkan penawaran dengan menganjurkan sedekah termasuk juga zakat. Ini karena sedekah merupakan di antara konsep Islam dalam mendistribusikan kekayaan sehingga terjadi keadilan dalam masyarakat (Mohd. Daud Bakar, 1999: 5).

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari