Facebook

Pandemi

Alhamdulillah, Indonesia Terbebas dari Zona Merah Covid-19

Perkembangan Covid-19 di Indonesia mengalami perkembangan positif.  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan jumlah wilayah yang ‘nihil’ dari kasus corona di seluruh Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam data terbaru yang dipublikasikan melalui laman covid-19.go.id , seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (9/11).

Data ini merupakan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah yang diperbaharui secara mingguan. Data per 7 November, zona hijau Covid-19 kini mencapai 19 wilayah.

Mengutip  CNBC Indonesia, zona merah tak lagi terdeteksi di sejumlah wilayah dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, zona sedang tak lagi terlihat dalam tiga minggu terakhir.

Adapun zona kuning atau daerah berisiko rendah mengalami penurunan dari 500 kabupaten kota menjadi 495 daerah pada pekan ini. Seluruh wilayah di Pulau Jawa masuk kategori ini.

Meskipun ada kabar menggembirakan ini, kita masih harus terus menjalankan protokol kesehatan Covid-19 karena belum terbebas sepenuhnya dari ancaman Covid-19 ini. Di Jakarta sendiri, dikabarkan ada tren kenaikan kasus Covid-19 selama sepekan terakhir.

Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers evaluasi mingguan PPKM yang ditayangkan secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/11/2021). “Di Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hampir semuanya trennya adalah naik (kasus Covid-19). Jadi saya mohon kita semua hati-hati,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

“Di Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hampir semuanya trennya adalah naik (kasus Covid-19). Jadi saya mohon kita semua hati-hati,” ujar Luhut.

Meskipun ada tren kenaikan, Luhut pun mengungkapkan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia terus terjaga pada kondisi yang terkendali.

Untuk tingkat penularan kasus Covid-19 di Jawa berada pada angka 0,93 persen. Kondisi itu menurut Luhut mengindikasikan pandemi di Indonesia saat ini terkendali. Sementara itu, tingkat penularan Covid-19 di Bali sebesar 0,97 persen.

“Tadi kita juga dapat laporan dari epidemiolog kita bahwa tingkat kematian, jumlah pemakaman itu sudah sama (kondisinya) dengan sebelum pandemi,” tutup Luhut.


Berita Terkait

Partisipasi Yayasan BSMU Terhadap Program Vaksinasi Pemerintah

Yayasan Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) berpartisipasi terhadap program vaksinasi pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan pelaksanaan kegiatan vaksinasi di Rumah Tahfidz Cimahi, Bandung yang diikuti oleh sekitar 9 orang santri dan keluarga.

Kegiatan vaksinasi di Rumah Tahfidz Cimahi ini dilakukan oleh unit kesehatan setempat. Hadir dalam acara ini Penanggung Jawab Rumah Tahfidz Cimahi Adrian. Adrian mengatakan keikutsertaan rumah Tahfidz di program vaksinasi pemerintah ini menunjukkan komitmen santri dalam acara ini.

“Kami mengarahkan para santri binaan Yayasan BSMU untuk ikut serta dalam program vaksinasi nasional,” kata Adrian.

Rumah Tahfidz Cimahi merupakan salah satu program Yayasan BSMU untuk mencetak Hafidz berkualitas dengan program dan kurikulum yang telah ditetapkan. Selain menjadi Hafidz, Rumah Tahfidz ini juga bertujuan untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berasa dari santri.

Selain itu,  Rumah Tahfidz Cimahi juga diharapkan bisa mencetak generasi yang memiliki hafalan mutqin dan memahami Al Quran yang memiliki akhlak mulia. Para santri disini juga diberikan keterampilan wirausaha sehingga bisa mempunyai wawasan luas dan mumpuni.

Berdasarkan data  Juli 2021 hampir sebagian besar peserta Rumah Tahfidz Quran Cimahi mempunyai pendidikan SMP. Selain setoran hafalan, para santri setiap hari juga mempunyai kegiatan dzikir pagi petang tilawah harian, olahraga, dan pembelajaran serta menonton film islami.

Laznas BSMU mempunyai program unggulan di akhir tahun 2021 ini yaitu Infaq Beras untuk Santri. Dana yang terkumpul dalam program ini akan digunakan untuk menyediakan beras berkualitas kepada penghafal atau Tahfidz Al Quran di Rumah Tahfidz Quran di Parung Bogor, Cimahi dan  rumah belajar Al Quran di Tangerang. Beras ini berasal dari para petani binaan Desa Berdaya Sejahtera Indonesia (Desa BSI) yang berada di Lampung Tengah.  

Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.    

Peranan Dokter sebagai Ujung Tombak Tenaga Kesehatan Masyarakat

Ilmu kedokteran islam sudah muncul sejak tahun sebelum masehi. Perkembangannya sesuai dengan perkembangan zaman. Profesi dokter keberadaannya juga sejalan dengan kemunculan ilmu-ilmu kesehatan.

Kata “dokter” sendiri diambil dari bahasa latin “docere” yang berarti “to lecture” atau mengajar. Dahulu, sebutan dokter digunakan sebagai gelar terhormat selama lebih dari 1000 tahun di Eropa. Istilah dokter dalam konteks medis ialah semua profesional medis yang sudah memiliki lisensi untuk praktik dalam seni penyembuhan penyakit.

24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional karena merupakan tanggal diresmikan organisasi dokter di Indonesia.  Dokter memiliki sejarah panjang dengan perjuangan bangsa Indonesia. Dokter-dokter di Indonesia sudah menjadi pejuang kemanusiaan.

Dimasa pandemi, peran dokter sangat diharapkan. Dokter dan para tenaga medis lain seperti perawat dan petugas-petugas kesehatan lainnya patut mendapatkan gelar pahlawan dalam masa pandemi corona saat ini. Mereka rela berjauhan dengan keluarga, mempertaruhkan nyawa untuk membantu keselamatan orang lain.

Dilansir dari situs resmi Kemenko PMK, peran tenaga kesehatan masyarakat, terutama dokter sangat penting dalam penanganan Covid-19 pada setiap level intervensi. Salah satu tugasnya kepada masyarakat di masa pandemi adalah melakukan komunikasi risiko dan edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan untuk melawan Covid-19. Selanjutnya petugas kesehatan juga berperan melakukan contact tracing & tracking (penyelidikan kasus dan investigasi wabah), serta sebagai fasilitasi dan pemberdayaan masyarakat.

Namun pandemi bukan hanya tanggung jawab dari tenaga medis saja melainkan tanggungjawab bersama. Karena Pandemi tidak akan bisa kecuali dengan melakukannya secara bersama-sama.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat memiliki perhatian yang sangat banyak terkait kondisi pandemi yang di Indonesia. Bersama-sama Bank Syariah Indonesia dan para muzakki yang menyalurkan dana ZISnya, sehingga dapat disalurkan kepada yang membutuhkan.

Program yang telah dijalankan adalah, memberikan bantuan hand sanitizer, masker, APD kepada para tenaga medis. Sampai saat ini Laznas BSMU juga menyalurkan bantuan oksigen kepada rumah sakit/lembaga dan juga meminjamkan tabung oksigen beserta isinya kepada individu yang membutuhkan. Selain itu juga diberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 dan mensukseskan program vaksinasi dari pemerintah.

Untuk terus  menebar kemaslahatan, Laznas BSMU menebarkan program sejuta kebaikan dalam kampanye 10ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Masyarakat dapat berdonasi mulai dari 10 ribu rupiah untuk mendukung kegiatan keagamaan dan membantu masyarakat melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

Berjaga Menghadapi Gelombang Ketiga COVID-19

Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan, sudah 2 hari kasus COVID-19 Indonesia di bawah angka 1.000. Hingga Sabtu, 16 Oktober 2021, data Kementerian Kesehatan mencatat, jumlah kasus harian Covid-19 tercatat hanya 997 orang saja.

Update data COVID-19  global pada, Minggu 17 Oktober 2021, Indonesia berada di urutan ke-14 dunia dan ke-4 kasus Corona terbanyak di Asia dengan 4.234.011 akumulasi kasus. Walaupun demikian tetap harus waspada karena virus corona masih ada disekitar kita.

Namun sangat disayangkan saat ini masyarakat mulai terlihat banyak yang mengabaikan protokol kesehatan diantaranya dengan tidak memakai masker, tingkat cuci tangan menurun dan sudah mulai beraktifitas seolah corona sudah tidak ada. Vaksinasi yang dilaksanakan pun sebenarnya bukan penangkal melainkan hanya mengurangi resiko jika terinfeksi virus corona.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi ancaman gelombang tiga virus corona (COVID-19) yang kemungkinan besar bisa terjadi di Desember 2021, salah satunya dipicu oleh ancaman dari sejumlah varian baru mutasi virus SARS-CoV-2.

Dicky pun menilai, potensi lonjakan kasus COVID-19 tak hanya terkait aktivitas Natal dan Tahun baru (Nataru). Relaksasi dari pemerintah yang juga mulai membuka akses masuk wisatawan mancanegara berpotensi besar membawa penularan baru varian covid-19.

“Kalau saya prediksinya akhir Desember atau awal Januari itu ada potensi gelombang tiga. Penyebabnya ya selain mobilitas warga yang mulai meningkat sebelum Nataru, kemudian ditambah varian Delta yang belum selesai lho ini, dan juga varian baru lain,” kata Dicky mengutip CNNIndonesia.com, Rabu (13/10).

Ikatan Dokter Indonesia pun sedang bersiap mengantisipasi datangnya gelombang ketiga virus corona. Menurut Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI dr. Mahesa Pranadipa Maikel, MH mengatakan, beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menggencarkan protokol kesehatan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan vaksinasi.

“kami berharap jangan sampai terjadi gelombang ketiga, gelombang kedua adalah episode traumatis, kita enggak mau terjadi lagi” ucap dr. Mahesa mengutip antara/jpnn.

Diperlukan kerjasama antar berbagai kalangan untuk mengantisipasi datangnya gelombang ketiga COVID-19. Tidak bisa hanya mengandalkan dari tenaga kesehatan. Pandemi COVID-19 adalah masalah bersama sehingga hanya bisa diatasi jika setiap elemen masyarakat turut serta dalam penanggulangannya.

Bantuan Tabung Oksigen Untuk IPB

Pada Kamis, 19 Agustus Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) melaksanakan pemberian bantuan tabung oksigen kepada ARM-HA IPB. Lokasi serah terima dilakukan di Gedung Alumni IPB, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp 74 juta atau setara dengan 20 tabung oksigen ukuran 6 m³.

Ketersediaan stok tabung oksigen sangat penting untuk memberikan pertolongan kepada pasien yang mengalami kesulitan dalam bernafas.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2)  adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Ketika gangguan ringan pada sistem pernapasan tidak teratasi maka akan menuju tahap selanjutnya yaitu infeksi paru-paru yang berat atau bahkan hingga kematian.

Laznas BSMU dan BSI menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan pandemi akibat virus corona. Ada berbagai program seperti bantuan sembako untuk warga yang terdampak Covid, paket sembako lengkap untuk orang yang sedang melakukan isoman, bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam program door to door vaksinasi dan juga pemberian bantuan berupa tabung oksigen kepada rumah sakit/lembaga dan juga peminjaman tabung oksigen untuk pasien individu.

Total penyaluran tabung oksigen selama bulan Agustus kepada rumah sakit/lembaga sebanyak 160 tabung dan untuk dipinjamkan kepada pasien individu sebanyak 59 tabung.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyatakan, “Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk penanggulangan kasus Covid-19 dan semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi kita semua.”

Ahmad Husein selaku Ketua Umum ARM-HA IPB mengucapkan, “Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan donasinya untuk membantu orang-orang yang sedang isolasi madiri. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal jariyah.”

Potensi ZIS Dimasa Pandemi

Jakarta – Pada 8 April 2021 telah diadakan diskusi menarik mengenai potensi ZIS di masa pandemi, serta strategi dalam pemanfaatan donasi melalu digital. Diskusi ini  disiarkan langsung  di radio Smart FM dalam program Smart Branding, pukul 07.00. Bersama Risyad Iskandar selaku Direktur Marketing & Network Laznas BSMU, Yuswohady selaku Managing Partner Inventure dan sebagai hostnya adalah Daryl Adam.

Dalam diskusi ini menyebutkan tentang WHO yang mengatakan bahwa pandemi corona saat ini sudah berubah menjadi endemi. Otomatis banyak yang berubah termasuk strategi Branding dan Comunication yang paling ampuh dimasa pandemi bukan lagi hardselling tetapi yang menyentuh sisi emosi, empati dan kepedulian terhadap konsumen.

Dalam diskusi juga membahas potensi yang sangat luar biasa yang dapat dimanfaatkan ZIS dimasa pandemi. Saat ini banyak orang yang susah, sulit dan meninggal, implikasi dari krisis kesehatan yang berlanjut pada krisis ekonomi. Banyak usaha yang gulung tikar, bahkan sebanyak 80% UKM dikabarkan telah tutup. Ketika banyak orang yang mengalami kesusahan ekonomi, ada harapan untuk bangkit karena tradisi bangsa Indonesia yang terkenal suka gotong royong, suka membantu orang yang sedang kesulitan dapat menjadi solusi tersebut.

Dalam prediksinya Yuswohadi mengatakan 4 perubahan consumer besar dari masa pandemi salah satunya adalah kita menuju emphatic society. Kaitannya dengan ziswaf adalah dimasa pandemi banyak orang yang menjadi rajin untuk memberi dan berderma  membantu saudaranya yang sedang mengalami kesulitan.

Risyad Iskandar mengatakan bahwa untuk menjawab tantangan ini, Laznas BSMU sebagai lembaga Philantrophy corporasi harus mampu menangkap momentum dengan berbagai inovasinya, salah satunya memanfaatkan dunia digital serta tidak harus selalu melakukan  ‘hardselling’. Pandemi memberikan banyak pelajaran salah satunya dalam hal penyaluran yang dapat  bekerjasama dengan philantroppy yang lain untuk menebarkan kemashlahatan, misalnya, menggunakan channel digital (contohnya jadiberkah.id) dalam menyampaikan pesan-pesannya.

Alhamdulillah, pada masa pandemi Laznas BSMU mengalami kenaikan sampai 100% dengan menggunakan channel digital. Cara digital mampu memudahkan consumer untuk berbuat baik.

Pembatasan fisik membuat perilaku masyarakat juga berubah, Laznas BSMU melakukan perubahan dalam bentuk edukasi, yang tadinya dilaksanakan secara langsung kini melalui running tex di digital, gambar yang menyentuh dan cara berdonasi yang jelas.

Tantangan bagi lembaga zakat saat ini adalah keterbukaan terhadap donasi yang telah diberikan. Transparasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kepercayaan para donatur. Laznas BSMU saat ini tidak hanya menyalurkan dana untuk kalangan BSM saja tetapi juga untuk masyarakat umum.

Ramadhan kali ini lebih menyenangkan dari tahun yang lalu karena dapat mengkombinasikan kegiatan yang dilakukan. Melaksanakan kegiatan yang lebih menyentuh dengan program-program yang telah dijalankan dengan media Mobile banking/netbanking. Konsepnya sama tetapi cara pembayarannya yang dibuat semakin mudah. Merubah pembayaran dari non digital menjadi digital contohnya dengan menggunakan QRIS untuk kencleng masjid. Sehingga memberikan rasa aman kepada para consumer.

Insigt dari Yuswohadi, Dimasa pandemic Laz ZIS menjadi lembaga yang rise (bangkit). Ada 3 perkembangan yang perlu ditangkap oleh teman-teman yaitu; dari segi konsumen yaitu semakin go digital, go spriritual dan go emphatic. Semoga di Ramadhan ini semakin banyak yang dapat disalurkan kepada orang yang membutuhkan.

Risyad berpesan  bahwa saat pandemi adalah saat yang tepat untut mereset hidup. Menjadikan donasi sebagai way of life dalam menjalani kehidupan kedepan. Sehingga perasaan ketakutan, mencekam, bingung melakukan sesuatu bisa teratasi dengannya. Lembaga-lembaga seperti Laznas BSMU harus senantiasa dikawal dan dikritisi agar lebih menyenangkan bagi teman-teman donatur.

Pages: 1 2

QURBAN FROM HOME, TETAP PEDULI DIMASA PANDEMI

BSM Umat – Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, rahmat dan hidayah untuk senantiasa bersyukur terhadap rizki yang telah didapat. Idul Adha sebentar lagi, bagi yang mampu disunnahkan untuk berQurban sebagai bukti ketaqwaan kepada Allah SWT.

Laznas BSM Umat kembali mengadakan program  “QURBANMAZING 2020/1441H” dengan tema “Qurban From Home, Tetap Peduli di masa Pandemi”. Penyaluran Hewan kurban akan didistribusikan ke 9 wilayah di Indonesia dengan penerima masyarakat dhuafa dan orang terdampak Covid-19.  Hewan qurban dibeli dari peternak binaan Laznas BSM Umat dan Mandiri Syariah.

Adapun Daftar Harga QurbanMazing, sbb :
1. Qurban Ekonomis Rp 2.100.000 (Domba/Kambing 25kg-29kg)
2. Qurban Premium Rp 2.550.000 (Domba/Kambing 30kg-35kg)
3. Qurban Sapi Rp 14.500.000 (Sapi 250-300kg) khusus penyaluran Indonesia Timur
4. Qurban Palestina Rp 38.500.000 (Sapi 1 ekor >300kg)
5. Qurban Patungan Rp 2.100.007 (Sapi 1/7 250-300kg)

Idul Adha dapat menjadi momentum kebangkitan perekonomian warga yang saat ini sedang krisis akibat Pandemi Covid-19.
Kemudahan pembayaran yang ditawarkan oleh Laznas BSM Umat dengan menggunakan 3 metode pembayaran online, yaitu :
1. Mandiri Syariah Mobile ▶️ Pembelian Hewan Qurban ▶️ Laznas BSM Umat
2. Scan QRIS via ▶️ OVO, Go-Pay dan LinkAja (bebas biaya, bisa dari mana aja!)
3. Transfer ke Rekening BSM (kode 451) 700 136 1036 a.n Yayasan BSMU – Qurban

Sehingga walaupun di rumah saja tetap bisa berqurban tanpa ketakutan lagi karena COVID19.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari