Facebook

mencintai menurut islam

Makna dan Cara Mengelola Cinta dengan Benar Menurut Rasulullah SAW

Cinta adalah sebuah tema yang selalu menarik untuk dibahas. Keberadaan cinta seperti pisau bermata dua dapat memberikan kebaikan yang luar biasa atau menghancurkan kehidupan. Sejatinya pengaruh cinta tidak hanya dirasakan di dunia saja namun juga di akhirat. Sehingga mengelola cinta menjadi cinta yang terbaik perlu untuk dilakukan.

Platform jadiberkah.id memahami banyaknya orang yang ingin mengetahui cara mengelola cinta dengan benar, sehingga diharapkan cinta tersebut akan mampu membawa ke syurga. Beberapa waktu yang lalu yaitu Sabtu (12/03) telah terlaksana Ngobrol Berkah yang bertema Membangun Cinta Sampai ke Surga dengan narasumber  Habiburrahman el Shirazy.

Menurut beliau islam didatangkan dengan penuh cinta. Orang-orang yang beriman sangat mencintai Allah SWT,  kepada nabi Muhammad, saudara sesame muslim lainnya dan juga seluruh makhluk dibumi ini. Cinta yang benar mampu menjadi syafaat bagi pemiliknya kelak. Pada hari akhir Allah akan memanggil orang yang saling mencintai karena keagungan Allah. Mencintai yang benar adalah mencintai bukan hanya karena alasan dunia semata.

Rasulullah mengajarkan kita mencintai dijalan Allah. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Cintai itu berada di jalan taat kepada Allah. Apabila ada cinta diluar cinta kepada Allah maka sesungguhnya tidak ada cinta disana. Contohnya ketika ada yang sedang terjerumus dosa maka bentuk cintanya adalah dengan menasehatinya. Rasulullah juga menjelaskan dalam sebuah hadits: ada arab badui yang datang menjumpai Rasulullah kemudian bertanya, kapan hari kiamat datang, Rasulullah menjawab, apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapi kiamat? Orang badui menjawab, aku tidak memiliki amalan apa-apa yang diandalkan kecuali satu yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasul menjawab sesungguhnya engkau akan Bersama orang yang engkau cintai.

Anas bin malik berkomentar tentang hadits ini, “aku sangat mencintai hadits ini, aku mencintai Abu Bakar, aku mencintai Umar, walaupun aku belum bisa beramal seperti mereka tetapi aku sangat mencintai mereka”.

 

  1. Cinta dapat menjadi syafaat ketika cinta itu benar (cinta kepada Allah dan RasulNya). Imam syafii mengatakan dalam syair nya, aku mencintai orang-orang yang shaleh dan aku tidak termasuk mereka (ini karena tawadhu’nya beliau) semoga dengan cintaku kepada mereka aku mendapatkan syafaat.

Inilah ajaran Rasulullah bagaimana kita meletakkan cinta. Siapa dan apa yang kita cintai menjadi teman kita di akhirat. Di zaman saat ini ketika arus informasi sangat deras sehingga informasi mengenai kemaksiatan dijejalkan kepada kita menjadi sulit untuk dihindari. Maka kita harus lebih mencintai orang-orang yang sholeh sehingga kita mendapat syafaat.

Cinta lawan jenis adalah pembahasan yang tidak akan pernah habisnya, karena hal itu merupakan fitrah yang diletakkan dalam hidup manusia. Islam datang untuk menjaga fitrah manusia, jangan sampai fitrah ini menjadi ladang kemaksiatan, islam mengarahkan agar cinta menjadi bersih dan menjadi amal ibadah kepada Allah SWT.

Allah menciptakan ibunda hawa sebagai teman bagi nabi Adam A.S. Suatu ketika nabi adam terbangun terbangun dan mendapati Hawa kemudian ingin menyentuhnya kemudian dilarang oleh Allah kecuali telah menikahinya. Allah langsung yang menikahinya, malaikat menjadi saksi dan shalawat menjadi maharnya. Menikah kemudian menjadi sunnah untuk anak-anak setelah adam, Ketika ada yang ingin memadu kasih maka harus dilakukan akad nikah terlebih dahulu. Ini adalah satu-satunya jalan untuk dapat memadu kasih antara laki-laki dan perempuan.

Rasulullah bersabda, nikah itu adalah sunnahku, siapa yang tidak suka pada sunnahku maka tidak termasuk dalam bagianku. Maka akan celaka di akhirat ketika ada seorang gadis yang belum resmi akad nikah kemudian hamil ini berarti dia tidak suka menikah dan ini yang dikatakan Rasulullah bahwa bukan termasuk umatnya beliau. Godaan syetan tidak hanya ditujukan kepada remaja yang belum menikah namun juga bagi orang yang sudah menikah.

Petunjuk Al quran dan hadits dalam membangun cinta sampai ke surga, diterangkan sangat detail. Cinta yang dianjurkan adalah cinta yang berkenalan tidak hanya sampai dengan alam kubur tetapi juga sampai akhirat kelak.

Firman Allah SWT  dalam surah Ar-Rum ayat 21, yang artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya lah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir,”

Sebagai tanda ayat-ayat Allah adalah Allah akan menciptakan pasangan-pasangan. Harus dipahami bahwa pasangan adalah merupakan ayat-ayat Allah, sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah agar memberikan ketentraman bagi manusia. Tidak hanya bagi laki-laki tapi juga untuk perempuan dapat menenangkan dari berbagai kegundahan dalam diri. Ketika sesama pasangan saling memahaminya, maka pasangan akan menyiapkan dirinya menjadi tempat yang nyaman bagi pasangannya.

Allah juga menciptakan rasa saling suka, pertemuan fisik tetap harus diperlukan untuk menjaga mawaddah. Wanita yang baik adalah ketika dipandang suami akan menyenangkan. Sahabat nabi juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan wangi-wangian, bersifat lemah lembut sopan santun dll untuk menyenangkan istrinya. Contoh suami jangan lupa hari ulang tahun istri terutama pada awal-awal pernikahan.

Warahmah adalah adanya pertautan ruh, sehingga disini pertautan fisik tidak diperlukan lagi. Contohnya Ketika kakek dan nenek sudah tidak tidur seranjang tetapi ikatan cintanya sudah lebih tinggi dari mawaddah yaitu rahmah. Memahami ayat ini dengan betul sudah menjadi asas membangun cinta yang kokoh.

Ketika mencari kriteria cinta harus dilihat sesuai kriteria rasulullah jangan mengikuti kriteria eropa. Rasulullah bersabda nikahilah perempuan karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukan sosialnya, karena kecantikannya, karena agamanya. Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Kemudian menikahlah dengan perempuan-perempuan yang memiliki rasa kasih sayang (memiliki rasa suka kepadamu) dan memiliki potensi memiliki banyak anak. Zaman dahulu dilihat subur atau tidak dilihat dari jumlah keturunannya, jika banyak maka biasanya subur. Perempuan juga bisa memilih calon pasangan yang disukainya.

Wa’aa syiru hunna bil ma’ruf, pergaulillah para istri dengan baik, seandainya sudah tidak menyukainya bersabarlah, bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menyukai sesuatu di dalamnya. Pasangan diibaratkan adalah pakaian bagi pasangannya yang memberikan rasa aman, mencegah dari rasa sakit, menutup aib pemiliknya, memperindah pemakaiannya, membuat layak si pemakainya.

Siapapun yang saling kasih mengasih di akhirat pasti akan menjadi musuh kecuali orang yang bertaqwa kepada Allah. Karena setiap orang akan dihisab dan tidak akan ada yang mau mengalah. Suami yang bertaqwa akan menjadikan istri bagian dari taqwanya dengan berakhlak yang baik kepada keluarganya.

Kenapa cinta harus berlandaskan takwa?

Pertama untuk menambah bekal di akhirat. Kedua orang yang bertaqwa dijamin tidak ada kesedihan dan ketakutan dalam mengarungi rumah tangga karena yakin Allah bersama mereka. Ketiga, orang-orang yang bertakwa selalu ditolong/diselamatkan oleh Allah dari hal-hal yang merusak. Keempat, taqwa menjadi wasilah terbukanya pintu-pintu barokah keluarga tersebut. Kelima, Allah menerima amal orang-orang yang bertaqwa.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Orang-orang yang bertaqwa yang sudah dijanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Jika kita ingin cinta sampai ke akhirat tidak ada jalan lain kecuali menjadikan taqwa sebagai pondasi dalam saling mencintai kepada sesama.

Meletakkan cinta sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan terdapat dalam al qur’an. Tidak ada yang tahu cara mengabdikan cinta kecuali Allah swt, dan hanya allah yang maha mengetahui bagaimana hamba-hambanya tersebut bercinta.

Pada tahun ini, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) mempunyai campaign berbagi kebaikan dengan Rp5 ribu rupiah. Dengan campaign ini, masyarakat bisa melakukan donasi minimal Rp5 ribu bisa digunakan untuk membantu masyarakat di berbagai program pemberdayaan umat melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari