Facebook

lembaga ZISWAF terbaik

3 Rahasia Mengelola Keuangan Secara Bijak Bagi Keluarga Muda

Buat pasangan muda apalagi yang baru menikah, mengurus keuangan menjadi hal penting untuk dibicarakan dan disepakati, agar kehidupan rumah tangga bisa berjalan dengan baik. Mengurus keuangan untuk pasangan menikah tidak semudah yang dikira.  Ada lebih banyak aspek yang harus diperhatikan dibandingkan saat mengatur keuangan pribadi.

Banyak keributan yang muncul karena tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Bibit-bibit pertengkaran menjadi mudah tersulut. Permasalahan yang dialami oleh mayoritas pasangan muda,  mulai dari tidak adanya keterbukaan kondisi finansial dari masing-masing pasangan dari awal sampai dengan masalah keuangan yang dibawa semenjak . Padahal ini akan menjadi akar permasalahan yang makin besar di masa depan nanti.

Mengelola keuangan keluarga ada seninya. Dengan mempelajari seni tersebut, meski dipenuhi trial and error, bikin kita jadi dapat mengetahui cara terbaik dalam mengatur keuangan keluarga. Namun, setiap keluarga pasti punya seninya masing-masing.

Ada beberapa tips untuk mengelola keuangan keluarga yang diambil dari Bank Syariah Indonesia, yaitu:

  1. Bikin Prioritas Keuangan

Pahami mana yang merupakan kebutuhan, mana yang hanya sekedar keinginan . Ciri dari kebutuhan adalah hidupmu akan terkendala tanpa kehadirannya. Skala prioritas merupakan pemilihan kebutuhan yang diurutkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan mana yang harus didahulukan. Tujuan utama dari penerapan skala prioritas dalam keuangan adalah agar Anda tidak berada dalam pola hidup konsumtif. Skala prioritas juga membantu menghindarkan Anda dari pengeluaran yang tidak perlu.

  1. Hemat dan sederhana

Kuncinya untuk dapat hidup hemat dan sederhana adalah dengan tidak berlebihan dalam berbelanja keinginan, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan. Dana yang berlebih digunakan untuk tabungan, investasi dan sedekah. Konsep hidup sederhana dalam perspektif sosiologi senada dengan konsep islam seperti zuhud dan qana’ah. Zuhud berarti sikap menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia, sedangkan qona’ah merupakan kepuasan jiwa (merasa cukup) terhadap yang diberikan Allah swt kepadanya.

  1. Seluruh Keputusan Finansial disepakati kedua belah pihak

Pada dasarnya, Ketika suami istri sama-sama berpenghasilan, tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi, mau satu tabungan atau tabungan masing-masing dipisah, semuanya harus melalui kesepakatan kedua belah pihak, alias, sama-sama ridha. Walau terasa berat di awal karena tidak terbiasa, tetapi suami istri harus mulai terbuka dan jangan menyimpan sendiri rahasia keuangan keluarga.

Penting sekali untuk meminta izin pasangan sebelum mengambil utang baru karena pada banyak kasus, beban utang akan diwariskan ke pasangan yang masih hidup. Jika ada tanggungan utang lama, buat catatan yang berisi daftar nama pemberi utang, jumlah cicilan beserta tanggal jatuh temponya. Tunjukkan catatan ini ke pasangan dan diskusikan.

Investasi menjadi langkah aman untuk memberikan rasa aman terhadap keuangan di masa depan. Investasi tidak bisa dilakukan secara asal, harus ada perhitungan yang jelas, seperti berapa return yang diinginkan, dan instrumen apa yang bisa mewujudkannya. Selain itu untuk menjaga kehidupan menjadi lebih baik sesuai tuntunan islam adalah dengan bersedekah.

Yayasan BSMU juga melakukan program campaign dan penyaluran yaitu paket berbuka dan sahur, sembako saat lebaran dan zakat fitrah dan fidyah. Untuk program campaign dan layanan fundraising selama Ramadhan yaitu diantaranya infak paket berbuka dan sahur dan infaq paket sembako lebaran.

Untuk infaq berbuka dan sahur ini dilakukan pada saat pembagian takjil dan iftar serta makan sahur dengan nilai donasi sebesar Rp50 ribu. Sedangkan untuk infaq paket sembako lebaran ini nilai donasinya sebesar Rp250 ribu.

Bagaimana Hukumnya Bayar Zakat Dengan Uang Elektronik ?

Penggunaan uang eletronik saat ini menjadi hal yang populer di masyarakat. Untuk meningkatkan campaign cash less society, pemerintah  mendorong  menggunakan uang elektronik sebagai salah satu bentu efisiensi. Berbagai kebutuhan saat ini dapat dilakukan menggunakan uang elektronik.

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri masih ada keraguan menjalankan syariat islam dalam hal ini zakat menggunakan e-money. Menjawab keresahan tersebut Ustadz Oni Sahroni yang merupakan Dewan Pengawas Syari’ah Bank Syariah memberikan penjelasan sebagai berikut.

Berzakat dengan top up e-money, apa hukumnya? Misalnya si A berzakat fitrah dengan men-top Up sebesar Rp35ribu dari saldo e-money yang dimilikinya ke e-money seseorang yang dianggap mustahik (penerima zakat). Dengan top up tersebut, dana Rp 35 ribu tersebut telah diterima penerima.

Dengan tambahan saldo e-money nya si penerima bisa menggunakannya untuk berbelanja dan membeli kebutuhan primer atau sekunder atau pelengkap. Intinya, berzakat dengan top up e-money itu persis sedekah dengan voucer. Dengan e-money atau voucer yang diterimanya, penerima bisa menggunakannya untuk berbelanja atau membeli kebutuhan yang ia perlukan.

Dari aspek fikih, berzakat dengan top up e-money ini perlu dipastikan beberapa hal. Pertama, top up saldo e-money tersebut diberikan kepada yang berhak (mustahik/penerima zakat). Karena itu, tidak boleh memberikan kepada selain dhuafa saat donasi yang diberikan adalah zakat fitrah. Begitu pula tidak diperbolehkan memberikan kepada selain delapan kelompok penerima zakat saat donasi yang diberikan adalah zakat maal.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin” (Qs. Attaubah: 60). Sebagaimana hadis :”Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah, memberi makan orang-orang miskin”. (HR. Abu Dawud)

Kedua digunakan untuk kebutuhan mendasar yang halal. Maksudnya, penerima menggunakannya untuk kebutuhan yang baik dan hajat primernya.

Ketiga, diprioritaskan menggunakan e-money yang sesuai dengan syariah sebagai objek zakat karena yang dizakatkan itu harus halal. Saat ini, diantara e-money yang digunakan masyarakat, khususnya e-money server base, sudah ada yang mendapatkan izin operasional dari otoritas sebagai e-money yang beroperasi sesuai ketentuan dalam fatwa DSN MUI No.116/DSN-MUI/IX/2017 tentang uang Elektronik Syariah. Maka, jika masih memungkinkan, menggunakan e-money yang sudah mendapatkan izin operasional dari otoritas sebagai e-money syariah sebagai zakatnya itu lebih baik (prioritas). Namun, jika tidak memungkinkan, dibolehkan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, selain halal, juga aspek resiko (aman penggunaannya) ini menjadi pertimbangan. Jika tuntunan tersebut sulit diwujudkan dalam kondisi dan daerah tertentu, menyalurkan melalui Lembaga zakat yang resmi dan professional bisa menjadi salah satu solusi. Wallahua’lam.

Pada tahun ini, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) mempunyai campaign berbagi kebaikan dengan Rp5 ribu rupiah. Dengan campaign ini, masyarakat bisa melakukan donasi minimal Rp5 ribu bisa digunakan untuk membantu masyarakat di berbagai program pemberdayaan umat melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari