Facebook

Laznas

5 Strategi Komunikasi Untuk Mengoptimalkan Fundraising Zakat

Zakat merupakan pranata keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kegiatan terkait pengelolaan zakat diantaranya adalah pengumpulan, pengoperasian dan perindustrian, dan pendayagunaan zakat.

Pengelolaan zakat dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pelaporan dan pertanggungjawaban penyaluran dan penghimpunan zakat. Konsep penghimpunan zakat menurut Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta dalam acara Jumat Bahagia Jumat (18/2) tidak bisa disamakan seperti konsep sales atau penjualan.

Hal ini karena jika fundraising atau penghimpunan zakat disamakan dengan sales, maka programnya tidak akan bertahan lama. Konsep fundraising zakat menurut Arifin sebaiknya bertujuan untuk mengajak orang kepada tauhid.

Perkembangan zakat di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini salah satunya didukung oleh Indonesia adalah negara yang terkenal dermawan sedunia menurut UNDP INDEX 2020.

Sudah 10 tahun Indonesia selalu menjadi negara paling dermawan dan sepertinya hal ini tidak akan berubah.

Kedermawanan ini juga terbentuk karena adanya ajakan bersedekah bagi orang-orang Indonesia. Ada 572 organisasi pengelola zakat di Indonesia baik nasional dan daerah. Berdasarkan riset Baznas dan FEM IPB (2011) potensi zakat secara nasional mencapai 217 triliun atau 3,4% dari GDP. Sejak tahun 2002 sampai tahun 2022 potensi zakat terus mengalami kenaikan. Hal ini karena tingginya potensi zakat bangsa Indonesia.

Keberhasilan fundraising adalah gabungan antara keberhasilan komunikasi, keberhasilan dalam memberikan salurah kemudahan donasi dan layanan yang memberikan kepuasan kepada donatur.

Komunikasi fundraising dianggap berhasil apabila :

  1. Memiliki Value

Melalui komunikasi yang dilakukan mampu menyampaikan value (nilai-nilai) kebaikan yang dianut organisasi.

  1. Memiliki program yang disampaikan

Menjelaskan dan menyampaikan rencana dan implementasi program kerja yang dilakukan dengan dana yang dihimpun. Program yang baik itu sendiri adalah yang bermanfaat, relevan, dikomunikasikan dengan baik dan harus fundraise table.

  1. Brand

Mengenalkan Lembaga dan menancapkan brand Lembaga di benak masyarakat. Siapa yang paling diingat maka masyarakat akan terlebih dahulu membayar zakatnya kepada mereka daripada Lembaga zakat lain. Komunikasi harus disuarakan target audience.

  1. Ajakan donasi

Harus ada ajakan donasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

  1. Menginspirasi

Komunikasi yang menginspirasi, menampilkan informasi berupa berbagai hal yang mencerahkan pikiran. Komunikasi yang menginspirasi akan membuat lebih dilirik oleh orang.

Tantangan dunia global saat ini harus mampu memanfaatkan IMC (Integrated Marketing Communication) dalam komunikasi fundraising. Saat ini proses komunikasi menjadi lebih murah dengan saran iklan yang di internet. Ajakan melalui korankan melalui newsletter TV, Radio Billboard. Perjuangan untuk memenangkan awareness adalah cara terbaik untuk mengajak orang berzakat.

Dahulu komunikasi dalam format AIDA tapi saat ini sudah berubah menjadi AISAS. Seorang amil zakat harus tampil sebagaimana tuntunan islam karena orang melihat integritas seorang amil zakat ketika hendak memutuskan melakukan pembayaran zakat.

Selain itu, saluran zakat harus dilakukan semudah mungkin dari berbagai saluran pembayaran. Memberikan pelayanan yang terbaik dalam zakat dapat dilihat dari kenyamanan transaksi, melakukan interaktif dengan baik, dapat manajemen keluhan (jangan sampai ada keluhan yang tidak terlayani), kemudian catat data donator agar mengetahui lebih dalam mengenai muzakki.

Perlu lebih mengenal tentang muzakki/penyumbang dengan mengklasifikasikan muzakki. Ada dua kelompok muzakki yaitu muzakki kepada prospek muzakki. Jika muzakki diajak berzakat respon minimal 30% sedangkan jika calon muzakki hanya 2%. Retensi dari muzakki adalah 60% akan berzakat Kembali.

Strategi fundraising yang baik bisa dinilai dari komunikasi yang bagus, layanan yang bagus dan saluran yang harus terus dibangun. Multiplatform digital dipergunakan strategi yang dilakukan oleh baznas bukan hanya iklan saja, saat ini menggunakan dana marketing sebesar 2%. 

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) sebagai strategic partner BSI pada tahun 2022 mempunyai campaign GoHappy. Dengan menunaikan zakat orang tua asuh sebesar minimal Rp5ribu, masyarakat bisa membantu memberikan solusi terhadap akses pendidikan melalui penguatan ekonomi di https://www.bsmu.or.id/gohappy/.

Yayasan BSMU Perkuat Pengelolaan Zakat Secara Nasional

Bogor, 12 November  2021 – Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) yang merupakan mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi penghimpunan dan pengelolaan dana zakat serta donasi sosial secara nasional.

Penguatan komitmen dan kemitraan strategis ini tercermin dari upaya Yayasan BSMU untuk terus memperluas jangkauan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini didukung dengan ditunjuknya Yayasan BSMU sebagai mitra UPZ-BSI dalam penyaluran dan pendayagunaan dana zakat yang dihimpun dari ekosistem BSI.

Kegiatan kemaslahatan Yayasan BSMU bersama pihak terkait, semakin kokoh dengan kepercayaan dari Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI yang kembali mengukuhkan Yayasan BSMU sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). Pengukuhan ini secara resmi diterima oleh Yayasan BSMU melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Agama RI No. 1010 Tahun 2021, tanggal 06 Oktober 2021, tentang pemberian Izin kepada Yayasan BSMU sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional.

Acara seremonial penyerahan SK Menteri Agama RI kepada Yayasan BSMU sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Bina Santri Indonesia (Ponpes Tahfidz BSI) yang berlokasi di Komplek Parung Hijau, Kemang, Kab. Bogor, pada hari Jumat (12/11).

Seremonial diselenggarakan, sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H/ 2021 dengan tetap menjaga prinsip protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Hadir dalam acara ini, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A.; Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Dra. Andi Yasri; Kepala Seksi Identifikasi dan Inventarisasi Lembaga Subdirektorat Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Nur Uyun, S.E; Komisioner Baznas, Noor Achmad; Pembina Yayasan BSMU/ Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo; Ketua Umum Pengurus YBSMU, Suhendar; Direktur Eksekutif Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro; serta jajaran direksi, dewan pengawas dan dewan pengawas Syariah Yayasan BSMU.

Dalam rangkaian acara penyerahan SK tersebut, Dirjen Bimas Islam memberikan pembinaan kepada  para pengurus dan pelaksana Yayasan BSMU tentang Peran Kementerian Agama RI dalam Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Zakat; dan pemberian pembinaan ini dikuatkan oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf melalui pengarahannya tentang Sinergitas  Program Kampung Zakat.

Ketua Umum Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengungkapkan rasa bahagianya atas penerimaan SK ini. Menurut Suhendar, pengukuhan kembali Yayasan BSMU sebagai LAZNAS ini akan menjadi semangat tersendiri bagi seluruh jajarannya dalam upaya terus mewujudkan dedikasi kepada umat melalui gerakan zakat di tanah air. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Agama RI atas kepercayaan kepada Yayasan BSMU yang kembali dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional,” kata Suhendar.

Atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Agama RI ini, Wakil Direktur Utama 2 BSI sekaligus Dewan Pembina Yayasan BSMU, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan BSM Umat yang telah mendapatkan SK dari Kementerian Agama RI ksebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional. “Kedepan BSI berharap Yayasan BSM Umat dapat menjadi mitra strategis dalam  mengoptimalkan potensi dan penghimpunan dana ZISWAF dari masyarakat yang lebih luas, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan memberikan kemaslahatan bagi umat,” kata Abdullah Firman.

Sinergi BSI, BAZNAS, Yayasan BSMU serta pemerintah dan regulator diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas melalui instrumen ZISWAF (Zakat,Infaq,Shadaqah dan Wakaf) dengan adanya kolaborasi dari seluruh stakeholders.

BSI berharap bisa menjadi cerminan wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam (Rahmatan Lil’Alamiin). Hingga September 2021, BSI telah menyalurkan zakat perusahaan kepada BAZNAS senilai Rp72,48 miliar yang berfokus kepada 3 hal utama yaitu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan BSI Care.

Dalam acara ini juga dilakukan peninjauan pameran karya binaan Yayasan BSMU dan Pondok Pesantren Tahfizh BSI, serta dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan paket sembako kepada 100 warga disekitar area pesantren yang diwakili oleh tokoh masyarakat setempat.

Agustus – September 2021, Laznas BSMU Bersama BSI Telah Vaksinasi Lebih Dari 3000 Masyarakat di Jakarta

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah melakukan kegiatan Vaksinasi untuk Indonesia Tangguh selama Agustus – September 2021. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat target vaksinasi pemerintah secara maksimal terutama pada wilayah padat penduduk yang tidak tersentuh vaksinasi.

Selama dua bulan yaitu Agustus – September 2021, jumlah penerima vaksin dalam program Vaksinasi untuk Indonesia Tangguh sebanyak 3.226 orang dengan jumlah pelaksanaan 24 kali di 16 titik lokasi. Jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac, Astrazeneca dan Moderna.

 

Beberapa lokasi yang telah dilakukan vaksinasi diantaranya adalah Masjid Sunda Kelapa Menteng, Masjid Cut Meutia, Kelurahan Petamburan, Masjid Al Ikhlas Lontar Bawah Tanah Abang dan Masjid An Nur Menteng.

Sampai 9 Oktober 2021, jumlah masyarakat DKI Jakarta yang sudah mendapatkan vaksin COVID 19 dosis pertama berdasarkan website corona.jakarta.go.id sebesar 6,9 juta orang. Sedangkan untuk vaksin COVID 19 tahap kedua sebanyak 5,3 juta orang.  

Sedangkan total kesembuhan kasus COVID-19 di Jakarta sebanyak 843,8 ribu orang dengan tingkat kesembuhan sebanyak 98,2%.

Pelayanan vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan, meliputi: Puskesmas, Puskesmas Pembantu; Klinik; Rumah Sakit dan/atau Unit Pelayanan Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Zakat Dalam Islam

BSM Umat – Zakat dalam terminology artinya berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah. Dalam Al-Quran dan hadis disebutkan, “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. al-Baqarah[2]

Zakat merupakan salah satu rukun islam dan menjadi pilar penegak pondasi syariah islam. Dengan demikian hukum zakat menjadi wajib bagi yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pengertian zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh orang Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. Ayat tersebut diambil dari Al Quran QS. Adz Dzariyaat : 19.

Setiap harta yang kita dapatkan ternyata terdapat harta milik saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dan harta tersebut harus dikembalikan melalui zakat, yang nantinya akan disalurkan kepada saudara-saudara yang tidak memiliki keburuntungan sebagaimana yang kita miliki saat ini.

Macam-macam zakat terbagi 2, yaitu :

1. Zakat Nafs (jiwa), yaitu zakat fitrah

2. Zakat Mal (harta)

Zakat Maal terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

1. Zakat perdagangan

2. Zakat pertanian

3. Zakat hewan ternak

4. Zakat emas dan perak

Berzakat tidak hanya sekedar melakukan kewajiban kita, tapi juga terdapat keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala didalamnya. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya (QS. Saba: 39).

Dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala akan menambah harta hambanya yang telah rela melakukan kewajibannya untuk berzakat. Dan artinya zakat tidaklah mengurangi harta, tapi justru akan menambahkannya.

Sebelum hak saudara-saudara kita, yang Allah subhanahu wa ta’ala titipkan melalui gaji atau pendapatan, terpakai oleh kita, segerakanlah untuk menyalurkannya. Berikut informasi zakat BSM Umat http://bit.ly/zakatjadiberkah.

 

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari