Facebook

ISDP

Tips Sukses Membangun Bisnis dari Awardeee ISDP dan CEO HAUS!

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM) yang merupakan strategic partner dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program beasiswa inkubator bisnis dengan nama Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Program ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. 

Pada Rabu 20 April telah terselenggara launching ISDP 2022 guna terus menebarkan kebermanfaatan. Tahun ini akan dipilih calon wirausaha potensial dari 50 universitas swasta dan negeri di Indonesia.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyampaikan, sesuai dengan visi ISDP 2022, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat bersama dengan bank Syariah Indonesia berupaya untuk membentuk serta mendukung berkembangnya wirausaha sosial yang berwawasan Islam di Indonesia. 

“Kami berharap agar para awardee dan alumni ISDP dapat mensukseskan visi global dalam mendukung Sustainable Development Goals atau pembangunan yang berkelanjutan”, ujar Sukoriyanto.

Dalam acara ini turut diundang tiga orang awardee yang telah lulus dari berbagai pembinaan yang dilakukan oleh Laznas BSMU sehingga usahanya menjadi semakin berkembang dan memberi dampak sosial kepada lingkungannya, yaitu Koes Hendra (CEO Sugeng Jaya Farm & ISDP Awardee 2018), Muh.Taufik (CEO Chichips Snack & ISDP Awardee 2019), Supriyanto (CEO PTL Coffee & ISDP Awardee 2020).

Hal yang kompak dinyatakan oleh ketiga Awardee ISDP adalah banyaknya kendala dalam menjalankan usaha tetapi alhamdulillah dengan adanya pembinaan dan penyertaan modal dalam program ISDP membuat masalah tersebut dapat diatasi.

Contohnya permasalahan yang dialami oleh  Taufik dahulu dirinya tidak mengetahui mengenai SOP dan manajemen produk berkat ISDP menjadi tahu bagaimana seharus SOP itu berjalan.

Supriyanto mengatakan kendalanya ketika saat turun hujan dan itu mempengaruhi proses produksinya. Dengan permodalan dari ISDP bisa membuat atap bening sehingga tidak lagi panik ketika hujan turun.

Kendala yang selanjutnya dari Koes adalah penipuan yang sering dialami saat menjalankan usaha. Kini dengan ilmu saat pembinaan dirinya mengetahui bagaimana cara untuk menghindari penipuan.

Walaupun sudah lulus mereka masih memiliki mimpi besar untuk mengembangkan usaha nya. Dalam sesi berikutnya dihadirkan seorang wirausaha muda yang telah sukses terlebih dahulu yaitu Ghufron Syarif (CEO HAUS) untuk memberikan sharing dan tips suksesnya.

Jika ingin mencapai target kesuksesan dalam market untuk usaha food and beverage ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Tentukan harga dan nilai yang tepat. Kesalahan dalam memberikan nilai akan mempengaruhi daya tahan sebuah usaha.
  2. Research market terlebih dahulu, harus mengenal betul siapa segmen pasar yang sesungguhnya.
  3. Mempelajari siapa kompetitor yang sebenarnya dan mencari inovasi baru yang belum dimiliki pesaing agar usaha dapat dikenal oleh market.

 

Ada 5 formula yang diterapkan oleh HAUS untuk menjadi brand leader Indonesia dalam kategori food and beverage, diantaranya:

  1. HAUS tidak hanya menjual produk minuman saja tetapi jual menjual produk pendukung untuk menjual minuman itu.
  2. Membuat apps sendiri sehingga tidak tergantung 100% terhadap pihak ketiga
  3. HAUS ingin menjadi sekelas Starbuck dalam kelas mid low, jadi ketika jika orang kelas atas bangga membawa minuman tersebut kami ingin masyarakat mid low bangga bawa-bawa HAUS.
  4. Hadir di beberapa kota, jika kita hanya konsentrasi di tier satu (kota-kota besar) maka GDP nya hanya 25%, maka kita juga harus jadi juara di kota-kota tier dua dan tier tiga.
  5. Harus kuat di penjual online dan juga offline tidak bisa hanya salah satunya.

BSI Bersama Yayasan BSMU Resmi Launching Beasiswa Inkubator Bisnis ISDP 2022

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) berkolaborasi dalam launching Program Beasiswa Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) Tahun 2022. Program ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya usaha UKM.

Bisnis Kuliner Bebek Afifatul Qurana Berkembang Lewat Beasiswa Bisnis Laznas BSMU

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) yang merupakan strategic partner dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program beasiswa inkubator bisnis dengan nama Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Program ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan UMKM di Indonesia.

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah dan Modal Usaha, Tips Penting!

Mempunyai mimpi untuk dapat berkuliah gratis merupakan dambaan bagi setiap mahasiswa. Tidak hanya bagi mahasiswa tingkat sarjana saja tapi juga mahasiswa tingkat magister dan doktoral. Selain mimpi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi, ada sebagian mahasiswa juga saat ini sedang mencari modal usaha untuk pengembangan bisnisnya.

Menyulap Limbah Batok Kelapa Menjadi Kerajinan Tangan

Sampah menjadi permasalahan yang sangat penting untuk diatasi saat ini. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah, setiap tanggal 21 Februari  diperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Permasalahan sampah tidak dapat diatasi oleh sekelompok orang saja namun harus bekerjasama dengan berbagai lini masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada tahun 2020. Penyumbang sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga sebanyak 37,3%.

Mengelola sampah identik dengan konsep ekonomi sirkular yang dimulai dari merubah mindset masyarakat mengenai sampah. Sampah tidak hanya menjadi masalah saja namun bisa menjadi sarana peningkatan ekonomi. Penting adanya perubahan mindset dari model lama take-make-waste menjadi setidaknya tiga prinsip utama, yaitu reduce, reuse, recycle.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutip tempo.co di 2021 menyatakan bahwa konsep ekonomi sirkular bukan hanya pengelolaan limbah tetapi juga selanjutnya menggunakan proses produksi, di mana bahan baku dapat digunakan berulang-ulang, sehingga tentu akan terjadi saving yang besar terutama untuk sumber daya alam. Secara jangka panjang, ekonomi sirkular akan memberi kontribusi pada upaya pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) menaruh perhatian terhadap pertumbuhan UKM baik usaha rintisan maupun yang sudah berjalan. Salah satu program untuk membentuk wirausaha muda adalah melalui program Islamic Development Program yang mencetak sociopreneur muda melalui bakat-bakat terpendam yang berasal dari dunia universitas.

Salah satu produk yang mengakomodir konsep ekonomi sirkular ini adalah produk mahasiswa binaan ISDP Universitas Andalas. Namanya Muhammad Arif Suyatman, yang mengubah limbah batok kelapa menjadi berbagai produk unggulan seperti jam tangan atau kerajinan lainnya.

Melalui usaha yang dirintisnya berharap dapat mengurangi limbah batok kelapa dan kayu dan membuka lapangan pekerjaan bagi teman – teman yang putus sekolah.

Mengawali usaha sejak semester 1 ada dan ternyata banyak yang tertarik melihat hasil produk kreatif yang berasal batok kelapa. Hingga saat ini produk masih stabil di masyarakat dengan berbagai kreatifitas yang diberikan.

Dengan potensi tersebut sampah batok kelapa tidak menjadi sebuah benda yang  tidak berguna tetapi dapat menjadi penolong ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Arifin menjadi salah satu contoh kreatif menciptakan sebuah hambatan menjadi tantangan dan keuntungan. Indonesia memiliki SDM yang cukup banyak untuk dikelola dengan arif dan bijak oleh orang-orang yang kreatif.

Yayasan BSMU mendukung untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang tidak mampu melalui program pendayaan dana ZISWAF. Kini membayar ZISWAF lebih mudah melalui online di bsmu.or.id.

Membangun Kesadaran Menjadi Entrepreneur Muslim Yang Berkelanjutan

Dalam pandangan Islam, bekerja dan berusaha, termasuk berwirausaha merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik. Dalam Islam, anjuran untuk berusaha dan entrepreneurship dan giat bekerja sebagai bentuk realisasi dari kekhalifahan manusia.

YBSMU Bersama BSI Lakukan Pembinaan dan Pendampingan Awardee ISDP Unand

Padang, 13 Desember 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaksanakan tahapan pembekalan pada peserta awardee Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) dari Universitas Andalas (Unand). Dengan pembekalan berupa  workshop dan pendampingan usaha diharapkan peserta ISDP bisa menjadi mitra strategis yang dapat diandalkan dalam pemberdayaan UMKM di tengah masyarakat.

Jumlah peserta ISDP Unand berjumlah 22 orang yang terdiri dari empat kategori usaha yaitu  agro, kuliner, industri kreatif dan teknologi digital. Salah satu usaha peserta ISDP di bidang kuliner adalah usaha Thai Tea dengan brand Mauthai

Pembukaan outlet baru ini merupakan bukti komitmen Yayasan BSMU dan BSI yang sudah memberikan permodalan terhadap peserta ISDP. Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto berharap pembukaan outlet awardee ISDP Unand baru ini diharapkan bisa meningkatkan skala usaha dan pasar. “Dengan kolaborasi dengan BSI diharapkan peserta ISDP bisa mengoptimalkan usaha,” kata Fauzi.

Pembukaan outlet Mauthai ke-3 ini juga ditandai dengan transaksi pembelian Mauthai menggunakan QRIS. Area Manager BSI Padang, Budi Abdiriva berharap dengan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan BSMU atas dukungan dan supportnya membantu UMKM di Kota Padang. “Semoga dengan semakin bertambahnya skala usaha peserta ISDP bisa meningkatkan ekonomi bisnis di kota padang secara umum dan BSI khususnya,” kata Budi Abdiriva.

Dalam seremoni launching outlet baru Mauthai di Padang pada 10 Desember 2021 hadir, Direktur Innovation & Empowerment Yayasan BSMU, Fauzi Indrianto; Kepala Cabang BSI Padang Imam Bonjol, Bambang Frasetia; Kepala Cabang BSI Padang Kis Mangunsarkoro, Lola Anggreini; Kepala Cabang BSI Padang Bandar Buat, Vivi Yandest; dan Kepala Cabang Pembantu BSI Bandar Buat, Maulya Sri Rezki dan Wakil Rektor Bidang III Kemahasiswaan dan Alumni di Universitas Andalas, Insannul Kamil.

Acara launching ini satu rangkaian dengan Workshop ISDP “Business Process Improvement & Creative Problem Solving” yang berlangsung pada 11 Desember 2021 di Padang. 

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

Peringati Sumpah Pemuda, Laznas BSMU Gelar Talkshow Dengan Dosen Sejarah UI

Memperingati Sumpah Pemuda, Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) menyelenggarakan acara Ngobrol Pelajar Inspiratif (Ngopi) dengan topik ‘Spirit Of Youth’. Acara yang diselenggarakan tiap bulan ini, diharapkan bisa menjadi sarana membentuk generasi muda yang baik secara akademik dan spiritual, berakhlak islami, serta memiliki kemandirian.

Acara kali ini istimewa karena tidak hanya diikuti oleh penerima beasiswa SPI tetapi juga ISDP, BSI Scholarship dan Fellowship.

Topik yang diangkat pada Oktober 2021 ‘Spirit Of Youth’ bertujuan untuk meneladani semangat sumpah pemuda yang saat ini tidak harus berperang di medan juang, namun juga bisa melakukan hal positif yang berguna bagi bangsa dan negara.

Aprilia Eviyanti, manager Likes and Education Group Laznas BSMU dalam sambutannya menyatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat dan mengenang sejarah bangsanya. Dengan mengenangnya kita mendapat semangat untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Jangan pernah takut bermimpi, karena menjadi besar berawal dari mimpi’, pesan Lia.

Dalam diskusi ini hadir, Ketua Departemen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, Abdurakhman sebagai narasumber. Dalam materinya, Abdurakhman menyampaikan bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya yang bisa menjadi bangsa yang besar.

“Bagaimana kita bisa menghargai jasa pahlawan kita, ini harus direnungkan,” kata Abdurakhman. Menurut Abdurakhman untuk memaknai Sumpah Pemuda, perlu berawal dari perjuangan pahlawan sehingga bisa mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Jauh sebelum kemerdekaan, sebenarnya rasa nasionalisme Indonesia sudah mulai muncul ditandai dengan adanya kaum kalangan intelektual muda yang sadar akan aspek bangsa. Pada saat itu peran surat kabar dan munculnya organisasi besar seperti Budi Utomo dan Indische Partij cukup besar.

Adanya perubahan kebijakan Hindia Belanda yaitu munculnya Politik Etis membuat kesadaran berbangsa di kalangan pemuda tumbuh. Dengan politik etis juga mendorong munculnya intelektual muda cerdas yang akhirnya sadar bangsanya sedang dijajah.

Generasi milenial saat ini mempunyai potensi besar menjadi penggerak kemajuan Bangsa. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang dihadapkan dengan perjuangan melawan penjajah dan ketidakadilan, Pemuda saat ini dituntut untuk bisa berkarya untuk perbaikan kehidupan bangsa.

Semangat sumpah pemuda yang pernah menyatukan para pemuda di setiap daerahnya dapat dijadikan teladan untuk pemuda milenial untuk terus menggali potensi di daerahnya sehingga dapat memberi kontribusi bagi kemajuan daerah masing-masing yang kemudian akan memberi pengaruh besar bagi Indonesia.

Pada akhir acara disimpulkan bahwa, sejarah selalu digerakkan oleh peristiwa-peristiwa besar yang merubah dunia. Peristiwa-peristiwa besar digerakkan oleh tokoh-tokoh besar yang mengabdikan diri untuk bangsanya. Kemerdekaan Indonesia, bergerak dari kondisi tertekan dan tertindas dan bergerak membawa Indonesia menjadi negara berdaulat.

Tokoh-tokoh besar pahlawan bangsa, melekat pada dirinya sifat berani berkorban membela kebenaran, jujur, pantang menyerah dan tanpa pamrih. Sebagai generasi muda muslim sudah selayaknya mencontoh para pahlawan dalam mengisi cita-cita kemerdekaan. Pemuda adalah penggerak bangsa jika pemudanya tidak bergerak maka bangsanya tidak akan mengalami kemajuan.


Berita Terkait

Mengenal Lebih Dekat Profil ISDP Universitas Airlangga (Bagian Pertama)

Sejak tahun 2018, program Islamic Sociopreneur Development Program diselenggarakan. Sinergi Laznas  Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mencetak wirausahawan baru dari kalangan milenial lewat. Sudah 7 Universitas yang mendapat kebermanfaatan dari program ISDP, salah satunya adalah Universitas Airlangga. 

ISDP merupakan program beasiswa inkubator bisnis untuk mencetak generasi milenial sebagai sociopreneur muslim yang cakap berwirausaha, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, dan berdaya guna di masyarakat. Program ini merupakan salah satu wujud kepedulian Bank Syariah Indonesia bersama LAZ BSMU terhadap generasi milenial bangsa Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sektor UMKM yang sejalan dengan arahan Presiden RI.

Setelah melewati berbagai tahapan, bimbingan dan workshop untuk menembak jiwa wirausaha secara teori dan praktik dilakukan, maka dari Universitas Airlangga lahirlah awarde ISDP. Beberapa profile tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Achmad Badrus Zaman Rifky Ramadhan

Usaha: BSFNESIA

Achmad Badrus Zaman Rifky Romadhon merupakan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Peraih awardee dalam Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2020 ini mempunyai bisnis pertanian, peternakan dan perikanan bersama Muhammad Faqih Dengan brand BSFNESIA. Menurutnya ISDP merupakan wadah upgrading diri, bisnis dan sebagai support system bersama teman-teman yang hebat.

  1. Achmad Felik Apriyadi

Usaha: Kangen Piknik.Id

Achmad Felik Apriyadi merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Awardee Program Mahasiswa Wirausaha Unair 2020 ini menjalankan bisnis industri kreatif dengan brand Kangen Piknik.Id. Menurutnya ISDP merupakan sarana belajar yang baik untuk lebih mengenal dunia wirausaha.

  1. Afif Haruman Permadi

Usaha: Vetways Premix

Afif Haruman Permadi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Afif bersama Wynnalda kharismawati menjalankan bisnis pertanian, peternakan dan perikanan dengan brand Vetways Premix. Menurutnya dengan mengikuti program ISDP, dirinya semakin paham akan filosofi sociopreneur dimana bisnis yang berdampak untuk alam dan masyarakat akan tetap sustain dan memiliki profit stabil.

  1. Afifatul Qurana

Usaha: yourfashionhijab.id

Afifatul Qurana merupakan mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Saat ini Afifatul menjalankan bisnis industri kreatif dengan brand yourfashionhijab.id. Menurutnya di ISDP mahasiswa tidak hanya diberikan pelatihan namun eksekusi nyata menjadi sociopreneur hebat dan luar biasa.

  1. Almujaddidi

Usaha: Salon Pet: PAGAR Animal Care

Al Mujaddidi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Peraih Juara 1 Business Plan Vet Competition – International – IVSA Pakistan ini mempunyai industri kreatif dengan brand Salon Pet: PAGAR Animal Care. Menurutnya dengan mengikuti ISDP, dirinya mempunyai ilmu untuk meningkatkan skill entrepreneurship dengan pendampingan yang berkala.

  1. Dewi Nuraini

Usaha: DOBUDOTID

Dewi Nuraini merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Dewi merupakan bisnis industri kreatif dengan brand DOBUDOTID. Menurutnya dengan mengikuti ISDP, banyak pelajaran terkait sociopreneur yang bisa didapat.

Masih ada lagi profil awardee ISDP yang akan kita bahas pada tulisan selanjutnya.

Keanekaragaman kategori usaha yang digeluti oleh awardee ISDP menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki para mahasiswa untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses. Semoga dengan semakin banyak terbentuk sociopreneur semakin banyak yang dapat dibantu dalam permasalahan ekonomi. Hal ini juga menjadi salah satu potensi untuk peningkatan penghimpunan dana zakat dari generasi milenial.

YBSMU Bersama BSI Berdayakan Milenial untuk Kuatkan Ekonomi Desa

Makassar, 13-14 Oktober 2021. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan kepada alumni program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).  Saat ini program ISDP mempunyai total alumni sebanyak 77 peserta.

Langkah nyata dukungan dan pendampingan YBSMU dan BSI ini ditunjukkan dengan kunjungan Komisaris Independen BSI, M. Arief Rosyid Hasan ke alumi ISDP usaha Tambak Milenial Udang Vaname, Rabu (13/10).

Hadir juga dalam acara ini RCEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Region XI Makassar, Ficko Hardowiseto; Direktur Waqf and Digital Platform YBSMU, Rizqi Okto Priansyah; dan Manager Unit Representative Office (URO VIII) Makassar YBSMU, Ichwan Jufri.

Direktur Waqf and Digital Platform YBSMU, Rizqi Okto Priansyah menyampaikan dukungan kepada alumni ISDP merupakan upaya untuk melakukan keberlanjutan manfaat program. “Kami berusaha membersamai dan mendampingi bisnis alumni ISDP,” kata Rizqi.

Campaign unggulan YBSMU, wakaf uang produktif bertujuan untuk mendukung  salah satunya pilar program Didik Umat yaitu Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Diharapkan dengan kampanye wakaf produktif ini bisa membantu memberdayakan UMKM dan memperkuat ekonomi daerah.

Komisaris Independen BSI, M. Arief Rosyid Hasan menyampaikan usaha alumni ISDP yaitu Tambak Milenial Udang Vaname yang terletak di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan diharapkan bisa menjadi percontohan tambak udang sekitarnya. “Dengan penguatan bisnis diharapkan BSI dan YBSMU bisa  berperan dalam memperkuat dan memberdayakan serta memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Arief.

Tambak Milenial ini diharapkan bisa menjadi penyedia Udang Vaname terbesar di Sulawesi Selatan dengan implementasi ilmu dan pengalaman pengelolaan tambak dengan sistem digitalisasi, ramah lingkungan, efisien dan terjangkau.

Dengan semakin majunya usaha alumni ISDP diharapkan bisa mendukung pengembangan usaha UMKM di daerah masing masing dan meningkatkan sinergi serta akselerasi wirausaha milenial di era digital.  BSI bersama YBSMU selain memberikan dukungan dalam penguatan akses juga tetap memberikan arahan dan motivasi pada alumni peserta ISDP. Diharapkan dengan kunjungan ini, bisa meningkatkan sinergi dan akselerasi wirausaha milenial di era digital.  

Sebagai gambaran, saat ini jumlah penerima manfaat program ISDP adalah sebanyak 130 mahasiswa dari 7 kampus. Selain mahasiswa program ini juga memberdayakan sebanyak 139 karyawan.

Beberapa alumni angkatan pertama dan kedua ISDP berasal dari 5 kampus ternama diantaranya IPB University; Universitas Gadjah Mada; Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI.

Langkah pendampingan alumni ISDP dan kunjungan ini merupakan upaya YBSMU untuk mensukseskan program unggulan di tahun ini yaitu 10ribu Untuk Sejuta Kebaikan.

Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id. 

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari