Facebook

Hikmah musibah

Pelajaran dan Hikmah dari Musibah yang Menimpa Manusia

Datangnya musibah tidak dapat bisa diduga dan kita tidak memilih waktu dan tempat terjadinya. Hal ini mengharuskan kita sebagai manusia untuk mempersiapkan diri mendapatkan kemungkinan terburuk.

Asal muasal musibah dapat terjadi diakibatkan tangan manusia itu sendiri atau murni bencana alam. Letak geografis Indonesia yang berada di lingkaran cincin api memiliki potensi banyak gunung berapi yang bisa kapanpun memuntahkan lahar panas. Baru-baru ini kita dikagetkan dengan erupsi gunung semeru yang telah memakan banyak korban baik materiil dan nonmaterial. Bahkan hingga kini gunung semeru masih tidak aman.

Setiap musibah yang terjadi bukan tanpa pelajaran, oleh karena itu kita dianjurkan senantiasa mengambil hikmah dari musibah yang terjadi. Tak hanya agar musibah tidak terulang, namun juga untuk meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan akibat bencana tersebut. Ada beberapa hikmah yang dapat diambil pelajaran bagi seorang muslim.

  1. Sebagai ujian keimanan

Musibah/bencana merupakan salah satu ujian keimanan, Allah menguji hambanya. Kita harus menerima semua ketentuan dari Allah ta’ala dengan ikhlas dan penuh kesabaran karena bisa jadi musibah yang kita dapatkan menjadi penghalang terjadinya musibah yang lebih besar lagi. Musibah juga mengajarkan kepada kita untuk menguatkan keimanan karena milik Allah lah segala yang ada dibumi dan langit, manusia hanya mampu berupaya tetapi Allah yang telah mentakdirkannya. Melalui musibah dapat menjadi washilah meningkatnya keimanan.

  1. Sebagai penggugur dosa

Musibah yang terjadi dapat menjadi sarana penggugur dosa asal bisa diterima dengan ikhlas, sebagaimana hadits Rasulullah SAW

Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)

Senantiasa berpikir positif terhadap musibah yang terjadi menjadi ladang amal bagi yang mengalaminya.

  1. Sarana Muhasabah

Ketika tertimpa musibah hendaknya memperbanyak istighfar dan berdoa, bukan justru  mengeluh atau berputus asa. Mengeluh tidak akan menyelesaikan musibah apapun bahkan akan menambah beban secara psikologis.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid [57] : 22-23)

  1. Ladang beramal sholeh

Musibah salah satu sarana untuk beramal sholeh, bagi yang mendapat musibah dengan menerima secara ikhlas. Sedangkan bagi yang Allah beri nikmat keselamatan dengan cara membantu orang yang sedang mengalami kesusahan. Dengan berbuat baik akan menjadikan dirinya semakin dekat kepada Allah SWT.

“Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu  kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Kondisi Indonesia yang sedang banyak mengalami musibah membuat sedih masyarakat terutama yang terdampak bencana. Disaat kondisi ekonomi yang belum baik akibat pandemi kini diperparah dengan adanya bencana alam. Warga terdampak bencana sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan hidup.

Yayasan Bangun sejahtera Mitra Umat (YBSMU) melalui program 10 ribu untuk sejuta kebaikan hadir untuk mempermudah masyarakat untuk membantu. Cukup hanya dengan 10 ribu akan mampu memberikan sejuta kebaikan untuk orang lain. Melalui kemudahan donasi online yang dapat bertransaksi di jadiberkah.id atau bsmu.or.id/sejutakebaikan.

ISDP : Tadabbur Hikmah Kisah Musibah Nabi Yusuf AS.

Pengusaha muda yang sukses dan taat beragama saat ini sangat dibutuhkan. Hal ini karena kondisi krisis ekonomi yang sedang terjadi membutuhkan pengusaha-pengusaha yang memiliki akhlak yang mulia. Untuk membentuk sociopreneur yang memiliki keimanan yang kuat, ISDP melaksanakan pembinaan keislaman yang diadakan pada pagi hari Jum’at 9 Juli 2021. Pembinaan Islam kali ini mengambil tema, “Keberkahan di balik Musibah : Tadabbur hikmah, kumpulan musibah Nabi Yusuf Alaihis Salam.” Acara diikuti oleh 30 peserta penerima beasiswa ISDP dan diselenggarakan secara online.

Sebagai narasumber dalam kajian keislaman ini adalah Us. H. M. Azzam Ismail, Lc., MA., Alumni Universitas Madinah Program Doktoral Fiqh & Ushul, IIUM, Malaysia. Melalui materi yang diberikan diharapkan para sociopreneur memahami arti penting dari sebuah ujian dan dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Beberapa hikmah yang dapat diambil dari kisah nabi Yusuf Alaihis Salam yaitu :
1. Menuju kesuksesan kita perlu mengkondisikan keluarga agar dapat mensupport tindakan yang akan diambil. Karena ujian terberat dalam hidup ini adalah ketika keluarga tidak menerima atau tidak support terhadap yang kita lakukan. Dalam kisah Nabi Yusuf, saudaranya tidak menyukainya karena mereka iri akan perhatian yang diberikan ayah mereka kepada yusuf. Padahal ayah Nabi Yusuf (Nabi Ya’qub) telah mengetahui bahwa garis keturunan kenabian akan diwarisi oleh Yusuf. Karena rasa iri dan dengki dari para saudaranya banyak permasalahan yang timbul karenanya.
2. Ujian wanita dalam kisah Nabi Yusuf merupakan salah satu skenario Allah untuk dia yang termasuk manusia yang mukhlas (orang yang sudah teruji keimananannya). Walaupun kondisi sudah mendukung untuk berbuat keji, namun nabi Yusuf termasuk hamba yang mukhlas ketika diuji masalah wanita. Menjadi manusia yang mukhlas bisa dibentuk dengan rajin melakukan ibadah dengan tetap memperhatikan keikhlasan dalam beramal. Pribadi yang mukhlas bisa menjadikan seorang hamba kebal dari godaan setan.
3. Selanjutnya adalah ujian karakter. Ujian sexsual menjadi cara yang paling ampuh untuk menjatuhkan karakter seseorang. Nabi Yusuf dibuat secara skenario sosial menjadi orang yang bersalah sehingga akhirnya di masukkan ke dalam penjara. Namun walaupun didalam penjara beliau tetap berbuat baik dan selalu berdakwah.

Musibah yang kita alami merupakan sebuah cara Allah untuk meninggikan derajat. Namun kita harus dapat menjadikan musibah menjadi sarana bersyukur dan semakin dekat kepada Allah. Sehingga setiap musibah akan terasa ringan dan keimanan kepada Allah semakin bertambah.

Dalam penutupan acara pembinaan keislaman ISDP Lia Apriliyanti selaku Manager memberi pesan, “Begitu banyak hikmah dari siroh para nabi yang harus kita ketahui. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah skenario dari Allah yang pernah juga terjadi di jaman terdahulu, saat ini bagaimana kita bisa mengkajinya, mengimaninya, dan bertawakkal kepada Allah sebagaimana yang telah di tulis di dalam Al-Qur’an. Menjadi value ISDP adalah pembinaan keislamanan agar menjadi seorang entrepreneur yang memiliki aqidah yang kuat kepada Allah Ta’ala sebagaimana siroh nabi Yusuf Alaihis Salam. Pandemi adalah ujian, semoga Allah menjadikan kita menjadi lebih baik”.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari