Facebook

Wakaf

Semarak Ramadhan 1443 H di Rumah Belajar Quran BSI Tangerang

Rumah Belajar Quran Tangerang Ramadhan 1443 H / 2022 kembali
melakukan kegiatan semarak Ramadhan. Acara ini
diadakan pada tanggal 7,8,9 dan 16 April 2022 di Rumah Belajar Quran
BSI. Tema kegiatan semarak tahun ini adalah Halaqah cinta Ramadhan dengan tema
kecilnya Ramadhan Hebat Kecil-kecil Jadi Baik.

Harapannya dengan mengadakan kegiatan semarak Ramadhan
santri semakin gemar belajar islam walaupun tidak di situasi kelas. Puasa tidak
menghalangi santri cilik untuk bersemangat mengikuti setiap kegiatan yang
dikemas apik oleh tim pengajar rumah belajar Quran BSI.

Sabtu, 9 April, santri beserta orangtua murid dengan
mengundang ustadz serta tokoh masyarakat setempat mengadakan buka puasa
bersama. Tapi, karena tempatnya yang tidak menampung jumlah para hadirin, tempat
acara dialihkan di masjid Al Ikhlas.

Ustadz yang mengisi acara ini adalah Ust Empud Mahfud
S.Pd.I. Beliau tidak sekedar memberikan ilmu agama saja tetapi juga menanamkan
nilai-nilai untuk memotivasi santri agar bisa menjadi anak yang lebih baik dari
waktu ke waktu.

Salah satu doktrin positif yang diajarkan adalah :

Nasib kita
dipengaruhi oleh kebiasaan kita,

Kebiasaan kita
dipengaruhi apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita
ucapkan.

Perlu diketahui, rumah belajar quran yang berada di
Tangerang Selatan ini memiliki 2 kelas untuk belajar dengan total ada 50
santri. Karena keterbatasan tempat, maka penggunaannya harus digilir agar
setiap santri dapat belajar dengan nyaman.

Santri di rumah belajar quran Tangerang sangat beragam dari usia
3 tahun yang paling kecil sampai usia 15 tahun atau setara kelas  VIII. Tapi inilah Alquran yang menguasai itu
bukan berarti yang paling tua umurnya, karena santri yang kecil pun sudah
pintar membaca dan menghafalkan Al qur’an.

Tim pengajar di rumah belajar berjumlah 5 orang yang terdiri
dari 3 orang ustadzah dan 2 orang ustadz. Ustadzah Riri sangat bersyukur,
dengan adanya rumah belajar quran karena ustadzah dan santri dapat nyaman dalam
belajar dan mengajar sehingga keikhlasan tidak lagi terganggu karena
permasalahan pendapatan yang naik turun.

Sabtu, 16 April merupakan acara puncak sekaligus akhir dari
kegiatan semarak Ramadhan rumah belajar quran BSI. Ada pula kegiatan nonton
bersama sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba tapi sayang tidak
semua santri bisa menghadirinya karena berbagai alasan.

Acara dimulai dari pukul dua siang dan berakhir pada sore
hari pukul lima. Santri tetap bersemangat mengikuti setiap sesi acara.
Diajarkan dalam kegiatan tersebut juga arti dari sebuah besar hati untuk
menerima kekalahan, karena kesalahan bukanlah aib.

Diakhir acara santri mengirimkan sebuah ucapan terima kasih
kepada BSM Umat yang telah mensupport kegiatan di rumah belajar quran,
harapannya semoga dapat terus berlanjut.

Perlu diketahui bahwa pengelolaan rumah belajar quran BSI
ini di fasilitasi oleh dana infaq, zakat dan wakaf. Sehingga bagi yang tidak
mampu dibebaskan dari segala biaya dan bagi yang berinfaq dananya dikumpulkan
ke Yayasan BSMU untuk dipergunakan di berbagai kegiatan yang bermanfaat
lainnya.

Selama Ramadhan 1443H, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat
mempunyai campaign yaitu Inspirasi Kebaikan untuk kita Semua. Dalam campaign
ini terdapat beberapa program diantaranya adalah Paket Berbuka dan Sahur; Paket
Sembako Lebaran; Layanan Fidyah; layanan Zakat Fitrah dan Layanan Zakat Maal.
Donasi dapat dilakukan melalui https://www.bsmu.or.id/ramadan/

Donasi Wakaf Masjid BSI Serentak di Kajian Islam ASDP Indonesia Ferry (Persero)

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) melakukan donasi wakaf masjid BSI serentak di acara Kajian Islam PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Jumat (8/4). Kajian islam dengan tema mengisi Ramadhan dengan banyak berbagi ini dihadiri oleh karyawan muslim PT ASDP Indonesia Ferry.

Seluk Beluk Pendanaan Rumah Sakit Melalui Wakaf Produktif

Model pemberdayaan wakaf untuk rumah sakit bisa diterapkan dengan memanfaatkan aset wakaf untuk membantu pengembangan pelayanan kesehatan melalui penyediaan fasilitas-fasilitas publik di bidang kesehatan, seperti pembangunan rumah sakit, pembangunan sekolah Kesehatan dan pengembangan ilmu-ilmu medis, serta pembangunan industri di bidang obat-obatan dan kimia. Pemberdayaan wakaf seperti ini sudah diterapkan di beberapa negara Muslim.

YBSMU URO 7 Lakukan Distribusi Wakaf Al Qur’an di Palangka Raya

Manfaat membaca dan mendengarakan Al-Quran menurut Al-Quran dan Hadis tentunya sangat besar untuk seluruh umat Islam. Membaca dan mendengarkan Al-Quran termasuk ibadah paling utama yang memiliki berbagai keutamaan. Bahkan, ibadah membaca Al-Quran ini akan diganjar dengan pahala yang berkali-kali lipat. Tidak hanya kebermanfaatan dunia yang akan didapatkan tetapi juga keistimewaan di akhirat.

Manfaat yang besar tersebut didukung oleh ilmuwan diluar Islam. Hasil riset yang dilakukan oleh peneliti di Amerika Utara (1984) dan Universitas Boston mengungkapkan bahwa 97% pendengar khusyu’ dan rutin membaca al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan jiwa.

Sudah sejak lama diketahui kedekatan dengan Al-Qur’an akan memberikan efek positif yang cukup besar.

Untuk meluaskan kebermanfaatan Al Qur’an Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) melalui perwakilan Unit Representatif 7 menyalurkan 110 Al Quran di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah,  Rumah Tahfidz Da’watul Khair Banjarmasin, Ponpes Tahfidz  Al Falah Sungai Danau, Pelaihari Banjarmasin.

Penyaluran wakaf Al Qur’an didistribusikan ke beberapa wilayah agar penyaluran program wakaf sejuta Al Qur’an. Wakaf qur’an ini disalurkan kepada tempat yang minim menerima bantuan dan membutuhkan.

Para santri diwakilkan oleh pengurus rumah tahfidz  Da’watul Khair dan ponpes Tahfidz Al Falah mengucapkan terima kasih atas bantuan Al-Quran yang diberikan, semoga semakin menambah semangat dalam menghafal.

Manager Unit Representatif 7, Harry Muslim, Semoga Al-Qur’an yang diberikan bermanfaat untuk para penghafal Al-Qur’an dan menjadi amal jariyah dari yang berwakaf. Dan semoga ditahun berikutnya makin bertambah banyak dan luas program wakaf al-qur’annya.

Program sejuta wakaf Al-Qur’an dapat terus berjalan berkat dukungan dari para wakif yang telah mewakafkan Sebagian rezekinya untuk membantu menyediakan Al qur’an yang layak kepada para santri dan yang membutuhkan. Selama al quran dipergunakan dan ada dalam hafalan para santri insya Allah pahala akan terus mengalir.

Penyaluran wakaf sejuta Al Qur’an tidak hanya dilakukan di pulau Kalimantan saja, namun di beberapa wilayah di Indonesia.

Yuk Berlomba Lomba Untuk Berwakaf Sesuai Ajaran Rasulullah

Instrumen Wakaf saat ini baru ditunaikan oleh segelintir orang saja. Dengan berwakaf, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan, berkontribusi untuk masyarakat, serta memperoleh pahala yang terus mengalir.

Dalam buku Wakaf Kontemporer yang ditulis oleh DR. Fahruroji, Lc., MA. dan diterbitkan oleh Badan Wakaf Indonesia dituliskan bahwa jika kemajuan peradaban Islam hendak diraih lagi maka sistem wakaf harus berkembang dan maju serta umat Islam berlomba-lomba dalam berwakaf

Dalam sebuah atsar dari Jabir bin Abdullah disebutkan bahwa “Semua sahabat Rasulullah yang memiliki harta melakukan wakaf, tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwarisi”. Sebut saja misalnya Umar bin Khattab yang mewakafkan sebidang tanah miliknya di Khaibar, Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma Bairuha, Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur Raumah, Ali bin Abi Thalib yang mewakafkan tanah Yanbu’, Zubair bin Awwam yang mewakafkan rumahnya, dan sahabat Rasulullah lainnya seperti Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Aisyah Ummul Mu’minin, Asma binti Abu Bakar, Saad bin Abi Waqas, Khalid bin Walid, Jabir bin Abdullah, Saad bin Ubadah, Uqbah bin Amir, dan Abdullah bin Zubair.

Para sahabat Rasulullah yang mewakafkan hartanya tersebut seperti saling berlomba-lomba dalam berwakaf karena ingin memperoleh keutamaan wakaf yaitu memperoleh pahala yang terus mengalir atas manfaat harta yang diwakafkannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Shodaqah jariyah dalam hadis tersebut dimaknai sebagai wakaf karena pokok harta yang diwakafkan ditahan, yang disalurkan atau dibagikan adalah hasilnya.

Para sahabat Rasulullah bukan hanya berlomba dalam berwakaf, bahkan mereka berlomba-lomba menyerahkan harta terbaik yang dimilikinya untuk diwakafkan. Tanah di Khaibar yang diwakafkan oleh Umar bin Khattab adalah tanah terbaik dan paling berharga yang dimilikinya begitu juga dengan wakaf sahabat yang lainnya.

Wakaf yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah diteruskan oleh umat Islam yang pada akhirnya wakaf menjadi kunci kemajuan peradaban Islam.

Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW dari Ibnu Umar, ia berkata: Umar memperoleh tanah di  Khaibar, lalu dia bertanya kepada Nabi dengan berkata: Wahai  Rasulullah, saya telah memperoleh tanah di Khaibar yang nilainya  tinggi dan tidak pernah saya peroleh yang lebih tinggi nilainya  daripadanya. Apa yang Baginda perintahkan kepada saya untuk melakukannya? Sabda Rasulullah: “Kalau kamu mau, tahan  sumbernya dan sedekahkan manfaat atau faedahnya.” Lalu Umar menyedekahkannya, ia tidak boleh dijual, diwariskan, dan diberikan. Umar menyedekahkan kepada fakir miskin, untuk keluarga, untuk memerdekakan budak, untuk orang yang berperang di jalan Allah, orang musafir dan para tamu. Dan tidak mengapa atau tidak dilarang bagi yang mengurus wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta. (HR. Muslim).

Dalam kajian Wakaf Kontemporer diceritakan bahwa Kebun Bairoha yang diwakafkan oleh Abu Thalhah adalah harta miliknya yang paling berharga dan paling dicintainya. Setelah turun ayat al-Qur’an: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. (QS. Ali Imran: 92)

Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah sungguh harta yang paling kucintai adalah Bairoha, dan saya jadikannya sedekah (wakaf) karena Allah.(HR. Bukhari dan Muslim)

Wakaf yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah diteruskan oleh umat Islam yang pada akhirnya wakaf menjadi kunci kemajuan peradaban Islam. Oleh karena itu, jika kemajuan peradaban Islam hendak diraih lagi maka sistem wakaf harus berkembang dan maju serta umat Islam berlomba-lomba dalam berwakaf.

Yayasan BSMU mempunyai campaign unggulan yaitu 10ribu untuk Sejuta Kebaikan. Dengan campign ini, masyarakat bisa berdonasi wakaf dengan mudah.

Simak Program Penyaluran dan Pengelolaan Wakaf BSMU Selama 2021

Wakaf merupakan salah satu instrumen ekonomi umat islam. Keberadaan wakaf mampu menjadi pondasi peradaban islam yang masih tampak kemegahannya hingga saat ini. Selain wakaf sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah juga mampu memperluas kemaslahatan benda wakaf. Karena wakaf manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja.

Contoh wakaf sumur yang dilakukan oleh Utsman bin Affan radiallahu anhu, walaupun beliau sudah lama wafat, namun pahala masih terus mengalir hingga saat ini. Hal ini karena sumur tersebut masih aktif dipergunakan oleh orang-orang disekitar kota Madinah. Penerima manfaatnya pun tidak terbatas, semua yang membutuhkannya dapat mengambil manfaat dari sumur tersebut.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) melalui Wakaf BSM Umat yang telah disahkan menjadi Lembaga Nazhir Wakaf No. 3.3.00201-2019. Menjadi salah satu untuk memperluas kemaslahatan, menjadikan sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah yang manfaatnya tetap bisa dirasakan terus menerus.

Pada tahun 2021 ada beberapa program penyaluran dan pengelolaan Wakaf BSMU yang telah dilaksanakan diantaranya :

Pertama, Wakaf Produktif Melalui Bisnis Kopi

Berkolaborasi dengan Java Halu Coffee Bandung, Jawa Barat untuk memaksimalkan potensi petani kopi dari mulai panen sampai dengan memperluas jaringan pemasaran. Pengelolaan dana wakaf berjumlah Rp 155.900.000. Melalui Wakaf BSMU dapat meningkatkan produktivitas petani meningkat, hasil panen lebih bagus sehingga penghasilan bisa lebih dari sebelumnya.

Kedua, Wakaf Al Quran

Total Al-Qur’an yang telah terdistribusikan sebanyak 1.300 mushaf (baik yang dengan terjamah maupun tidak). Wilayah distribusinya meliputi 8 Unit Representative Office (URO) yaitu Medan, Palembang, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya, Balik Papan, dan Makassar.

Ketiga, Wakaf Rumah Tahfidz dan Rumah Belajar Qur’an Bina Santri Indonesia

Pada tahun 2021 telah berdiri di tiga wilayah yaitu Rumah Tahfidz Qur’an BSI Cimahi, Jawa Barat, Rumah Belajar Qur’an BSI Tangerang Banten, dan Rumah Tahfidz Qur’an BSI Magetan, Jawa Timur. Semua  bangunan yang dipergunakan merupakan wakaf dari wakif yang mempercayakan pengelolaannya pada Wakad BSMU.

Keempat, Cash Waqf Linked Sukuk Seri SWR001

Disalurkan melalui program bantuan indukan sapi , Trenggalek, Jawa Timur, Bantuan Beasiswa dan Bantuan Alat Bantu Dengar Tambora DKI Jakarta, Pengakaran Benih Padi Desa BSI Lampung, Kegiatan Sosial Muqayyadah Kemenkeu, DKI Jakarta. Total dana tersalurkan mencapai 435.138.681.

Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif dan stakeholder atas wakaf dan dukungannya. Semoga kita bisa terus meluaskan manfaat melalui program Wakaf BSMU.

Mengenal Lebih Dalam Sighat Sebagai Salah Satu Rukun Wakaf

Wakaf merupakan amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam wakaf harus ada syarat dan rukunnya agar wakaf menjadi sah. Adapun rukun wakaf terdiri dari Wakif (orang yang mewakafkan), Mauquf (barang yang diwakafkan), Mauquf ‘Alaih (orang atau lembaga yang berhak menerima harta wakaf) dan Shigat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya).

Kali ini akan dibahas mengenai shighat (ikrar) wakaf. Dalam pembahasan fiqih pembahasan sighat wakaf sangatlah luas. Agar lebih memahami sighat wakaf kita perlu mengetahui mengenai sighat mulai dari pengertian wakaf, syarat-syarat, status dan dasar shighot. Dirangkum dari buku Fiqih Wakaf yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji. Untuk memahaminya yuk kita bahas mengenai sighat wakaf.

Pengertian Sighat Wakaf

Sighat wakaf adalah segala ucapan, tulisan atau isyarat dari orang yang bertekad untuk menyatakan kehendak dan menjelaskan apa yang diinginkannya. Namun dalam sighat wakaf cukup dengan ijab saja dari wakif tanpa memerlukan qabul dari mauquf ‘alaih. Qabul tidak menjadi syarat sahnya dan juga untuk syarat untuk berhaknya mauquf ‘alaih memperoleh manfaat harta wakaf, kecuali pada wakaf tidak tertentu. Ini menurut pendapat Sebagian madzhab.

Status Shighat

Status shighat (pernyataan) secara umum adalah salah satu rukun wakaf. Wakaf tidak sah tanpa shighat. Setiap shighat mengandung ijab tapi tidak menuntup kemungkinan mengandung qabul dari mauquf alaih.

Dasar Shighat

Dasar perlunya shighat (pernyataan) karena wakaf adalah melepaskan hak milik dan benda dan manfaat atau dari manfaat saja dan memilikkan kepada yang lain. Maksud tujuan melepaskan dan memilikkan adalah masalah hati. Karena tidak ada yang mengetahui isi hati seseorang. Ijab wakaf tersebut mengungkapkan dengan jelas keinginan wakif memberi wakaf. Ijab dapat berupa kata-kata.

Adapun pedoman susunan lafadz sighat:

  1. Menggunakan kata yang sharih (jelas) yang menunjukkan pemberian wakaf, yaitu kata “wakaf” saja seperti diatas (saya wakafkan…).
  2. Menyebutkan obyek wakaf seperti tanah, rumah dan lain-lain.
  3. Menyebutkan seperlunya keterangan yang jelas tentang keadaan obyek wakaf seperti luas tanah, keadaan bangunan dan alamat.
  4. Tidak perlu mencantumkan kalimat “Saya lepaskan dari milik saya”
  5. Memperhatikan syarat wakaf, seperti Ta’dib (memberi wakaf kepada), Tanjiz (wakaf diberikan kepada yang sudah ada bukan yang aka nada), Al Ilzam (mengikat) dan menjelaskan pihak yang diberi wakaf.

Sejak tahun 2019 Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat resmi menjadi nazhir wakaf. Adapun wakaf yang telah dikelola seperti rumah tahfidz, wakaf uang produktif dan wakaf Al-Qur’an. Bagi yang ingin berwakaf dapat menyalurkannya secara online melalui bsmu.or.id dan jadiberkah.id.

BSI Bersama Yayasan BSMU Perkuat Ekonomi Masyarakat di Sekitar Pesantren

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) berkomitmen untuk memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar pesantren.

Hal ini ditunjukkan dengan kontribusi BSI dan Yayasan BSMU dalam Peresmian Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien dan Penyaluran KUR Klaster, di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung (23/12).

Sejarah Wakaf Pada Masa Kekhalifahan Turki Utsmani

Wakaf memiliki arti penting dalam perekonomian umat islam. Sejarah wakaf sangat dipengaruhi sejarah panjang wakaf yang ada di Turki. Turki mempunyai istilah untuk yaitu vakviye, yang mengandung arti pelayanan publik, untuk mempromosikan moralitas, kebajikan, penghargaan, dan cinta dalam masyarakat.

Sejak masa kekuasaan Turki Ustmani, wakaf telah menghidupi berbagai pelayanan publik dan menopang pembiayaan berbagai bangunan seni dan budaya.

Jenis wakaf yang popular pada masa itu adalah berbagai jenis properti yang tidak bergerak dan wakaf tunai, yang telah dipraktekkan sejak awal abad ke-15 M. Tradisi ini secara ekstensif terus berlangsung sepanjang abad ke-16 M. Sedangkan pada masa pemerintahan Ottmaniah di Turki, dana wakaf berhasil meringankan perbelanjaan negara, terutama untuk menyediakan fasilitas pendidikan, sarana perkotaan dan fasilitas umum lainnya.

Pendidikan era Kesultanan Turki Usmani sifatnya gratis, orang tua wali murid tidak dikenai biaya sekolah. Justru sebaliknya kalau mereka tidak mau menyekolahkan anaknya dikenai sanksi oleh negara. Sumber pendanaan operasional sekolah berasal dari wakaf, pajak lokal, zakat firah, zakat, serta hasil penjualan kulit hewan kurban.

Wakaf benar-benar dirasakan untuk kepentingan umum dan sosial, membantu fakir dan miskin, sehingga manfaat wakaf telah menjadi tulang punggung dalam roda ekonomi pada masa dinasty mamluk. Pada masa dinasty mamluk ini khususnya pada pemerintahan Raja al-Dzahir Bibers al-Bandaq (658-676 H/1260-1277M) Ketentuan ketentuan yang terkait dengan wakaf terhimpun dalam undang-undang wakaf dan Raja al-Dzahir memilih hakim dari masing-masing empat mazhab sunni.

Di zaman kesultanan Utsmaniyah dikenal dengan sebutan Turki Utsmani atau Devlet-i ‘ Aliyye-yi Osmaniyye pengelola wakaf semakin berkembang. Diantara undang-undang yang dikeluarkan pada dinasti Utsmani ialah peraturan tentang pembukuan pelaksanaan wakaf, yang dikeluarkan pada tanggal 19 Jumadil Akhir tahun 1280 Hijriyah.

Undang-undang tersebut mengatur tentang pencatatan wakaf, sertifikasi wakaf, cara pengelolaan wakaf, upaya mencapai tujuan wakaf dan melembagakan wakaf dalam upaya Realisasi wakaf dari sisi administrasi dan perundang-undangan. Pada tahun 1287 Hijriyah dikeluarkan undang-undang yang menjelaskan tentang kedudukan tanah-tanah kekuasaan turki Utsmani dan tanah-tanah produktif yang berstatus wakaf.

Pasca kekuasaan Turki Utsmani (1924 M) Wakaf, dinegara-negara Islam maupun di negeri-negeri Islam terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan pemikiran para pakar/ahli hukum Islam.

Wakaf adalah bentuk lazim filantropi dalam tradisi Islam. Dalam sejarah Turki, yayasan Wakaf dikembangkan selama periode Seljuk (1078-1293) dan dilembagakan dan mengalami masa kejayaan mereka selama periode Utsmaniyah (1299-1923). Wakaf adalah mekanisme institusional utama untuk penyediaan layanan publik secara filantropi.

Wisuda Santri Rumah Tahfidz BSI Sudah Hafidz 30 Juz

Alhamdulillah pada Desember atau di penghujung tahun 2021, Rumah Tahfidz Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) telah mewisuda 5 orang santri. Dengan segala suka dan duka, akhirnya para santri telah mampu menghafalkan 30 juz.

Hal ini menjadi sebuah kegembiraan yang tidak ternilai baik untuk guru, orang tua, sekaligus para wakif, muzakki dari YBSMU.

Pelaksanaan wisuda dilaksanakan pada hari 11 Desember 2021 di Aula Serba Guna Gedung Masjid Raya Bintaro Jaya (Mrbj) Pondok Aren Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan Banten. Turut hadir dalam acara wisuda tersebut bapak Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ichsan. Narasumber tersebut menjadi tamu kehormatan untuk menyematkan tanda wisuda hafidz 30 juz.

Santri tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda, semangat yang membara untuk menjadi seorang hafidz al quran membuatnya tidak kenal Lelah untuk terus menghafal. Menjadi seorang hafidz Qur’an membutuhkan kegigihan, selain membutuhkan ingatan yang cerdas juga membutuhkan mental dan akhlak yang baik karena Al Qur’an itu suci dan menyukai jiwa yang suci.

Beberapa nama santri yang telah diwisuda adalah :

  1. Risky Juni Edi Pane, santri kelahiran Padang Sidempuan tahun 2000 merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Bergabung di Rumah Tahfidz BSI sejak 1 – Januari – 2021 (11 Bulan). Risky memiliki motivasi mulia dalam menghafal Al Qur’an adalah ingin memberi mahkota untuk kedua orang tua.
  2. Hafidz Afza Nurrohman, santri kelahiran Ciamis tahun 1995 merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Bergabung di rumah tahfidz parung bogor sejak 14 Desember 2020 (11 bulan). Hafidz memiliki motivasi mulia untuk menghafal Al qur’an yaitu untuk membahagiakan kedua orang tua beserta kakek dan nenek serta sanak saudara.
  3. Genta Mahesa, santri kelahiran Tangerang tahun 2003, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Bergabung ke Rumah Tahfidz BSI sejak 05 November – 2019 ( 1 Tahun 11 Bulan). Genta memiliki motivasi menghafal Qur’an karena Ingin membangun generasi millenial yang hafal Al-Qur’an.
  4. Muhammad Taufiqurrohman, santri kelahiran Jepara tahun 2000, merupakan 5 bersaudara. Bergabung ke Rumah Tahfidz BSI sejak 02 November – 2019 ( 1 Tahun 11 Bulan). Taufiq memiliki motivasi karena orangtua dan hafidz kecil.
  5. Mohammad Syamiel Basyayef, merupakan hafidz 30 juz termuda, merupakan santri kelahiran Jepara tahun 2004, merupakan 6 bersaudara. Bergabung ke Rumah Tahfidz BSI sejak 11 Desember – 2019 (1 Tahun 11 Bulan). Taufiq memiliki motivasi ingin menjadi pemenang, karena menjadi pemenang kita tidak boleh menyerah, menyerah bukanlah sebuah solusi, berjuanglah dan carilah jalan agar bisa dengan segera mendapat menuju garis akhir.

 

Para santri sangat senang berada di Rumah Tahfidz BSI, suasana yang cukup mendukung membuat mereka mudah dalam menghafal Al Qur’an. Bahkan para santri memiliki tempat-tempat favorite tersendiri untuk menghafal. Semua santri di Rumah Tahfidz BSI tidak dipungut biaya karena berasal dari keluarga yang kurang mampu.

YBSMU berkomitmen untuk menghasilkan generasi qur’ani yang berkualitas. Selain mendapatkan ilmu agama juga mendapatkan keterampilan yang dapat digunakan di masyarakat setelah lulus dari rumah tahfidz. Sehingga kebermanfaatan dana ZISWAF yang telah disalurkan menjadi berkepanjangan.

YBSMU memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Dengan hanya berdonasi 10 ribu tetapi sejuta kebaikan yang dapat dibagikan untuk orang yang membutuhkan. Berwakaf bisa juga dilakukan dengan berdonasi 10ribu. Wakaf online dapat dilakukan melalui jadiberkah.id atau bsmu.or.id/sejutakebaikan.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari