Facebook

Mitra Umat

Menyulap Limbah Batok Kelapa Menjadi Kerajinan Tangan

Sampah menjadi permasalahan yang sangat penting untuk diatasi saat ini. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah, setiap tanggal 21 Februari  diperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Permasalahan sampah tidak dapat diatasi oleh sekelompok orang saja namun harus bekerjasama dengan berbagai lini masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada tahun 2020. Penyumbang sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga sebanyak 37,3%.

Mengelola sampah identik dengan konsep ekonomi sirkular yang dimulai dari merubah mindset masyarakat mengenai sampah. Sampah tidak hanya menjadi masalah saja namun bisa menjadi sarana peningkatan ekonomi. Penting adanya perubahan mindset dari model lama take-make-waste menjadi setidaknya tiga prinsip utama, yaitu reduce, reuse, recycle.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengutip tempo.co di 2021 menyatakan bahwa konsep ekonomi sirkular bukan hanya pengelolaan limbah tetapi juga selanjutnya menggunakan proses produksi, di mana bahan baku dapat digunakan berulang-ulang, sehingga tentu akan terjadi saving yang besar terutama untuk sumber daya alam. Secara jangka panjang, ekonomi sirkular akan memberi kontribusi pada upaya pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) menaruh perhatian terhadap pertumbuhan UKM baik usaha rintisan maupun yang sudah berjalan. Salah satu program untuk membentuk wirausaha muda adalah melalui program Islamic Development Program yang mencetak sociopreneur muda melalui bakat-bakat terpendam yang berasal dari dunia universitas.

Salah satu produk yang mengakomodir konsep ekonomi sirkular ini adalah produk mahasiswa binaan ISDP Universitas Andalas. Namanya Muhammad Arif Suyatman, yang mengubah limbah batok kelapa menjadi berbagai produk unggulan seperti jam tangan atau kerajinan lainnya.

Melalui usaha yang dirintisnya berharap dapat mengurangi limbah batok kelapa dan kayu dan membuka lapangan pekerjaan bagi teman – teman yang putus sekolah.

Mengawali usaha sejak semester 1 ada dan ternyata banyak yang tertarik melihat hasil produk kreatif yang berasal batok kelapa. Hingga saat ini produk masih stabil di masyarakat dengan berbagai kreatifitas yang diberikan.

Dengan potensi tersebut sampah batok kelapa tidak menjadi sebuah benda yang  tidak berguna tetapi dapat menjadi penolong ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Arifin menjadi salah satu contoh kreatif menciptakan sebuah hambatan menjadi tantangan dan keuntungan. Indonesia memiliki SDM yang cukup banyak untuk dikelola dengan arif dan bijak oleh orang-orang yang kreatif.

Yayasan BSMU mendukung untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang tidak mampu melalui program pendayaan dana ZISWAF. Kini membayar ZISWAF lebih mudah melalui online di bsmu.or.id.

Simak Cerita Seru Magang Santri di Okiagaru Farm dan Desa Wisata Mina Padi

Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia (BSI) Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) melaksanakan magang untuk kedua kalinya. Hal ini setelah sukses melaksanakan magang pertama pada 6 – 9 September 2021, atau sekitar 2 minggu.

Kegiatan magang yang kedua dilaksanakan lebih lama yaitu sejak 15 Januari hingga 14 Februari, hal ini dikarena kondisi Covid yang sudah mulai membaik. Sekiranya program dilaksanakan selama 3 bulan, karena kondisi pandemi sehingga harus menyesuaikan dengan kondisi, namun hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas yang akan didapatkan oleh para santri.

Santri akan melaksanakan proses magang di Okiagaru Farm Cianjur dan Desa Wisata Mina Padi yang merupakan desa binaan Laznas BSMU di Yogyakarta. Santri yang mengikuti program magang adalah santri yang di wisuda 30 juz. Pembagian kelompoknya, untuk Okigaru Farm Cianjur santri yang magang adalah Syamil, Ryzki dan Genta. Sedangkan untuk Desa Mina Padi Yogyakarta adalah Hafidz dan Taufiq. Jumlah santri yang melaksanakan magang tahap kedua sebanyak 5 orang santri hafidz 30 juz.

Program magang adalah salah satu kurikulum di Rumah Tahfidz Parung yang bertujuan sebagai pembekalan life skill bagi santri. Diharapkan ketika santri sudah lulus dari Rumah Tahfidz Parung selain hafal Al-Qur’an 30 juz juga memiliki bekal dalam bidang entrepreneurship. Sehingga mereka mampu berdaya guna bagi masyarakat yang ada disekitarnya.

Apa saja yang dilakukan oleh santri selama program magang?

Diceritakan dari pengalaman Hafidz salah seorang santri Rumah tahfidz BSI yang saat ini sedang melaksanakan magang di Mina Padi Desa Sumberame Yogyakarta.

Keseharian selama magang didampingi oleh para pembimbing di lapangan yaitu bapak Handoyo. Kami tiga atau empat hari sekali melakukan panen cabai dan mensortirnya. Terkadang kami juga itu menjual hasil panen cabe tersebut ke tempat pelelangan. Penyemprotan dilakukan untuk membasmi jamur pada tanaman cabai agar kualitas yang dihasilkan tetap stabil.

Selain cabai kami diajarkan juga untuk menanam timun baby atau mina timun. Dari mulai proses perbaikan bedengan, proses penanaman hingga pemupukan.

Disini juga ada budidaya ikan lele sistem bioflok, selain itu juga ada budi daya ikan nila, ikan lele dumbo dan ikan gurame dan kolam ikan koi. Setiap harinya secara bergantian dengan santri yang magang memberikan pakan setiap pagi dan sore hari.

Disela kegiatan kami diajarkan banyak teori oleh bapak Timbul dan bapak Handoyo  tentang bagaimana proses pengolahan lahan, proses penanaman hingga panen dalam mina padi, mina cabai maupun mina timun.

Disini juga selalu menerima kunjungan dari luar, ketika ada kunjungan kami ikut bergotong royong membantu kegiatan tersebut. Kami juga diajarkan proses pengelolaan pepes ikan nila mulai dari bumbu hingga cara penyajiannya. Pada libur kami tidak bertani sehingga bisa membantu untuk penyambutan tamu yang berkunjung dan semakin meningkat dibandingkan hari biasanya.

Kontribusi yang dilakukan santri BSI di Desa Mina Padi

Warga sangat menyambut hangat dengan kedatangan kami untuk magang di desa Mina Padi ini. Warganya ramah dan sekaligus murah senyum sehingga kami menjadi lebih mudah bergaul. Adapun masjid disini ramai dengan para jamaah yang memakmurkannya.

Kami juga memberikan sharing knowledge berkaitan dengan ilmu agama ketika melaksanakan kultum setelah sholat Subuh. Sehingga ilmu yang didapatkan di rumah tahfidz bisa dirasakan manfaatnya juga oleh warga desa tempat kami magang.

Para santri juga memberikan pembelajaran Al-Quran kepada para peserta magang dari institusi yang berbeda pada malam hari. Walaupun kami disibukkan dengan berbagai program magang namun kami tetap di targetkan untuk menjaga hafalan. Hal ini menjadi pembelajaran langsung kami terhadap hambatan dan tantangan menghafal langsung di kehidupan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Laznas BSMU yang telah memberikan kami kesempatan untuk magang di desa Mina Padi Samberembe Yogyakarta. Semoga semua yang terlibat dalam program ini senantiasa diberi keberkahan dan rezeki yang berlimpah.” Ujar Hafidz.

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Yayasan BSMU di Aceh

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) senantiasa untuk menebarkan kebermanfaatan diberbagai daerah. Melakukan transformasi dari mustahik menjadi muzakki menjadi salah satu tujuan pemberdayaan dari dana Zakat Infak Sedekah yang telah terhimpun.

Penerima manfaat yang tepat akan membuat keberkahan baik untuk para mustahik sekaligus muzakki. Berbagai tempat dikunjungi untuk menilai kelayakan orang yang akan menerima manfaat karena sebagai amil ada tanggung jawab yang sangat besar agar dana zakat diberikan kepada orang yang tepat. Lelah tidak menjadi halangan karena sadar amil adalah tentara Allah yang menebar keberkahan untuk penjuru dunia.

Satu persatu penerima manfaat diseleksi, faktor penilaiannya tidak hanya karena miskin belaka tetapi juga akhlak menjadi salah satu penentu kelayakan seseorang untuk menerima dana zakat untuk pemberdayaan ini. Melalui pemberdayaan ekonomi Yayasan BSMU bukan hanya ingin menjadikan orang miskin menjadi kaya tetapi lebih dari itu, menjadikannya seorang muzakki. Hal ini agar zakat terus berputar untuk menambah keberkahan.

Ada beberapa wilayah yang menjadi penambahan program pemberdayaan ekonomi diantaranya : Aceh, Lebak dan Lampung Timur. Potensi yang dikembangkan masing-masing daerah berbeda-beda disesuaikan dengan potensi wilayah tersebut.

Aceh Timur merupakan daerah terluar desa binaan yang sedang dibentuk. Desa yang menjadi tempat penerima manfaat lokasinya berjarak 6 km dari kota Banda Aceh. Desa tersebut bernama Gampong Meunasah Asan Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur. Sepanjang mata memandang terhampar tambak bandeng, mayoritas warga disini merupakan peternak bandeng walaupun demikian tidak semua orang kaya.

Selain disediakan sarana dan prasarana para penerima tambak bandeng dibantu untuk mendapatkan pembelinya. Namun setelahnya para peternak dididik untuk dapat melakukan prosesnya secara mandiri dari hulu sampai ke hilir. Dari jumlah 200 hektar tambak yang dibutuhkan yang saat ini baru tersedia 50 hektar yang tersebar di 20 tambak.

Daerah Lebak, mayoritas warga di lingkungan tersebut merupakan peternak kambing/domba, sehingga Yayasan BSMU menjadikannya kluster kambing/domba. Saat ini sedang dalam tahap pembangunan jalan menuju kandang.

Sama halnya seperti Aceh dan Lebak, setelah menyeleksi penerima manfaat di Lampung Timur, tim bersegera membenahi sarana dan prasarana untuk menunjang program pemberdayaan. Di sini akan dikembangkan sebagai klaster padi organik yang sebelumnya sudah dikembangkan di Desa BSI sebelumnya yaitu Desa Rejo Asri. Letaknya bersebelahan dengan Rejo Asri, hal ini diharapkan agar terjalin kolaborasi yang saling menguntungkan antara keduannya.

Desa binaan Yayasan BSMU akan terus bertambah jumlahnya, tidak hanya ada di pulau Jawa atau Sumatera saja tetapi juga aka nada di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga akan semakin banyak mustahiq yang berubah menjadi muzakki melalui program Empowerment dan Sociopreneur Group (ESG).

Optimalkan Potensi Desa, Ini Tiga Klaster Desa Binaan Laznas BSMU

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU)  berusaha mengoptimalkan potensi desa dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui program desa binaan. Program ini bertujuan sebagai sarana pemberdayaan desa melalui pengembangan sumberdaya ekonomi lokal.

Dalam program desa binaan, Laznas BSMU bersinergi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk di program-program sosial salah satunya di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Adapun goal dari program ini adalah memfasilitasi para penerima manfaat (mustahik) melalui penguatan dan pengembangan sumberdaya ekonomi lokal sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Selain itu program ini juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama pada masyarakat yang merupakan sasaran program.

Adapun desa binaan yang dikelola secara penuh oleh Laznas BSMU ada 3, yaitu: Klaster padi Lampung Tengah, Klaster Peternakan Kambing- Purbalingga dan Klaster Peternakan sapi – Trenggalek. Pemetik manfaat pada awal program sebanyak 200 orang dengan rincian 100 petani, 20 peternak kambing dan 50 peternak sapi.

BACA : Bank Syariah Indonesia dan Laz BSMU Bangun Desa Sejahtera Mandiri Di Lampung Tengah

Saat ini pelaksanaan program telah melewati tahap pertama pada tahun ketiga, yang merupakan tahap pemandirian atau exit program. Tahap ini merupakan proses penyerahan pengelolaan pada kelembagaan mustahik. Hal sebagai tolak ukur keberhasilan dari program yang telah dijalankan.   

Sejalan dengan pelaksanaan program desa binaan maka bertambah pula orang yang menerima manfaat menjadi 263 KK atau meningkat 31,5% dari awal program. Dengan perincian saat ini untuk pertanian lampung menjadi 150 KK atau setara 585 jiwa,  klaster kambing 62KK aau 261 jiwa dan klaster sapi 51 KK atau 209 jiwa.

  1. Klaster Pertanian – Lampung Tengah

Klaster pertanian diarahkan pada pengembangan sistem pertanian ramah lingkungan sebagai upaya menjaga pola pertanian yang berkelanjutan. Langkah yang dilakukan dengan menghentikan penggunaan pestisida kimia dengan mengoptimalkan pupuk organik. Sebagai aspek kelembagaan pada 17 Desember 2018 telah diresmikan kelembagaan mustahik dengan disahkannya PP Gapsera Sejahtera mandiri sebagai perkumpulan kelompok tani. Dalam peningkatan pengetahuan para petani PP Gapsera telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya, balai penyuluhan, perguruan tinggi (UNILA, Polinela) serta institusi lainnya. Saat ini PP Gapsera telah memproduksi beberapa varian beras seperti: beras merah non pestisida, beras premium, beras medium (kualitas 1-3), beras merah dan beras hitam.

  1. Klaster Peternakan Kambing- Purbalingga

Proses pengembangan program diarahkan pada pembentukan klaster peternakan dengan sistem budidaya pengembangbiakan (Breeding) dan penggemukan (Fattening) yang dikelola bersama melalui kandang komunal. Kegiatan pengembangbiakan difokuskan pada kambing khas Kejobong. Sedangkan penggemukan dilakukan melalui pengembangan budidaya kambing jawa randu dan domba.

Kelompok Tani Ternak (KTT) merupakan kelembagaan peternak di program klaster peternak domba kambing di Purbalingga. Saat ini KTT Ngudi Dadi memiliki kelembagaan formal yaitu Koperasi Serba Usaha (KSU). KTT Ngudi Dadi menjadi salah satu kelembagaan peternakan yang menjadi rujukan berbagai komponen dan juga akademis.

BACA : Launching Program Desa Klaster Sapi

  1. Klaster Peternakan Sapi – Trenggalek

Pengembangan klaster peternakan sapi potong di Desa Jati Trenggalek  dilakukan melalui sistem budidaya intensif dalam kandang koloni. Pemeliharaan dilakukan untuk penggemukan sedangkan proses pemeliharaan untuk pengembangbiakan dilakukan oleh masing-masing peternak. Aspek budidaya merupakan faktor penting yang harus dikuatkan karena selain merupakan mata pencaharian juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasi ternak. Kelembagaan yang sudah terbentuk adalah Kelompok Peternak Mandiri (KPM) Jati Bersemi. Kelompok ini sudah teregister di Dinas Pertanian dan Pangan Sub Peternakan Kabupaten Trenggalek.

Desa binaan ini merupakan salah satu contoh pengelolaan dana ZISWAF yang profesional sehingga masyarakat sebagai penerima bantuan tidak hanya diberikan bantuan berupa materi, melainkan juga diberi bimbingan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai usaha yang dijalani dan juga pembekalan mengenai ilmu-ilmu keagamaan. Sehingga akan tercipta masyarakat yang sejahtera dan juga taat kepada Allah SWT.

Laznas BSMU Dorong Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Masjid

Bandung, 7 Oktober 2021. Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) bersama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk mendukung kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan peningkatan manajemen pengelolaan, kegiatan sosial dan ekonomi berbasis masjid. Diharapkan hal ini bisa mengoptimalisasi pemberdayaan umat berbasis masjid.

Program Laznas BSMU berbasis masjid sudah dilakukan sejak 2017 sampai saat ini dengan total masjid yang sudah dikelola sebanyak 586 masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak 2017 dana yang sudah tersalurkan untuk perbaikan dan pelatihan manajemen masjid Laznas BSMU sebesar Rp43,35 miliar.

Pada tahun 2021, Laznas BSMU melanjutkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid. Terakhir, pada (6/10) di Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Bandung, Laznas BSMU mendukung Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai narasumber di kegiatan pembinaan manajemen pemberdayaan masjid di Jawa Barat .

Dalam acara tersebut, hadir Manager Unit Representative Office (URO IV) Bandung Laznas BSMU, Muhammad Mulyana; Kepala Cabang BSI KCP Soreang, Sakti Pradopo; Funding & Transactional Relationship Manager BSI Area Bandung Kota, Kines Kinantia; Kepala Bagian Bina Mental Spiritual, Biro Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Supriadi; dan Kepala Seksi Kemasjidan, Hisab Rukyat, dan Bina Syariah pada Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Amar Saefulloh.

BACA: Bantuan 2.000 Paket Sembako Untuk Marbot Masjid

Muhammad Mulyana menyampaikan dalam program pemberdayaan masjid perlu diidentifikasi kesiapan, pemetaan dan proses asesmen serta kesiapan jamaah. “Bentuk pemberdayaan manajemen masjid ini adalah pemberian pelatihan dan permodalan, yang sumbernya bisa bervariasi tidak hanya berasal dari ZISWAF,” kata Muhammad Mulyana.

Dalam pelatihan manajemen masjid, Laznas BSMU juga memberikan layanan kemudahan untuk berinfaq, membuka rekening dan membuka QRIS.

Funding & Transactional Relationship Manager BSI Area Bandung Kota, Kines Kinantia menyampaikan terkait program pemberdayaan masjid, dari BSI akan memberikan support terkait produk produk perbankan yang bisa disinergikan. “Salah satunya adalah laku pandai, dimana masjid bisa menjadi mediasi dalam menghimpun dana dari laku pandai,” kata Kines Kinantia.

Dari BSI juga menyarankan agar masjid mempunyai rekening digital payment agar memudahkan untuk transfer dan transaksi.

BACA : Launching ATM Beras Di Batam, Cilegon Praya

Nantinya untuk mengoptimalkan dukungan ke kegiatan pengelolaan keuangan masjid, Laznas BSMU bersama BSI akan mensupport beberapa rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  

Selain bantuan perbaikan dan pelatihan manajemen masjid, Laznas BSMU pada 2020 juga memberikan bantuan beasiswa dan bantuan usaha ultra mikro berbasis masjid serta bantuan 34 ATM Beras untuk ketahanan pangan dhuafa.  Nantinya selain pendampingan dan permodalan, program Laznas BSMU berbasis masjid juga melakukan pelatihan ketrampilan, optimalisasi sumber daya, dan identifikasi dan pemetaan potensi masjid.

Bantuan 2.000 Paket Sembako Untuk Marbot Masjid

Pada Sabtu, 14 Agustus 2021 Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) memberikan bantuan kepada Marbot se Jabodetabek. kegiatan ini atas support Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia, untuk distribusinya bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada ketua umum DMI di Masjid Cut Mutia Jakarta Pusat. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk membantu Marbot masjid yang sedang dalam kesulitan diakibatkan dampak pandemic corona.

Paket sembako yang diberikan kepada Marbot masjid seJabodetabek berjumlah 2.000 paket. Adapun paket sembako tersebut berupa beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg, teh celup, kopi bubuk 165 gr, mie telor, kecap 135 ml, saus 135 ml, sarden 155 gr dan susu cair 1 kaleng.

Turut hadir dalam serah terima bantuan tersebut Direktur Laznas BSMU Sukoriyanto Saputro, Regional Operation Head (ROH) Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta IV Bank Mandiri Bustanul Arifin dan Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia Arief Rosyid, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta KH Ma’mun Al Ayyubi dan Walikota Jakarta Pusat Dhani Sukma.

Selain bantuan tersebut Laznas BSMU juga memberikan bantuan 625 tabung oksigen ke rumah sakit di seluruh Indonesia, paket sembako untuk orang yang sedang melakukan isoman dan mensukseskan program vaksinasi guna membantu pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan virus corona.

Semoga dengan diberikannya bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan menjadi keberkahan bagi yang memberikan bantuan.

Peduli Lingkungan untuk Hidup Lebih Sehat

Berdasarkan studi National Plastic Action Partnership tahun 2020, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar urutan ke-2 di dunia, dengan volume sampah plastik sebesar 6,8 juta ton per tahun.

Selain itu juga, data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyebutkan bahwa sebanyak 72% masyarakat Indonesia masih tidak peduli akan pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan. 

Keprihatinan ini membuat Bank Syariah Indonesia bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) mengadakan Launching Program Plasticpay, “Small Movement For Green Economy”, Jumat (9/7). Acara diselenggarakan dalam rangka Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia yang jatuh pada tanggal 3 Juli.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bapak Novrizal Tahar, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia, Bapak Arief Rosyid Hasan, Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia, Bapak Ngatari, Chief Executive Officer Plasticpay, Bapak Suhendra Setiadi dan jajaran karyawan BSI.

Ngatari menyatakan dalam sambutannya, “Dalam rangka meningkatkan awareness segenap pegawai dan nasabah BSI mengenai betapa pentingnya lingkungan hidup, kami mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah dan implementasi kegiatan perilaku peduli lingkungan melalui program plasticpay BSI dengan mengubah sampah botol plastic yang merusak lingkungan menjadi bermanfaat”.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Novrizal Tahar menyatakan apresiasi dan ucapan selamat atas launching program plasticpay Bank Syariah Indonesia.

“Tentu ini sangat membanggakan dan membahagiakan bagi pemerintah, terutama karena masuknya lembaga keuangan dalam ekosistem pengelolaan sampah dan banyaknya muncul social enterpreneur yang memudahkan masyarakat untuk mengelola sampah. Semoga program ini dapat turut memecahkan persoalan sampah di Indonesia,” tutur Novrizal.

Mesin daur ulang sampah plastik tersebut pada tahap pertama ditempatkan di Gedung BSI Wisma Mandiri 1 Jakarta dan selanjutnya mesin tersebut juga akan ditempatkan di area umum di Jabodetabek dengan menggandeng Plasticpay untuk mengedukasi daur ulang sampah plastik.

Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi

Kemarin, tepatnya Selasa (29/6), Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020. Momen ini seyogianya diperingati dalam upaya menumbuhkan rasa kebersamaan antar-anggota keluarga. Harganas menjadi momen untuk berkumpul dan saling menguatkan diri di tengah kondisi kasus covid yang sedang naik. Apalagi jika ada salah satu anggota yang positif covid, hal ini tentu membutuhkan dukungan dari keluarga yang sehat untuk dapat melewatinya.

Masalah Covid adalah masalah bersama, sehingga tidak mungkin bisa diatasi sendiri, minimal keluarga pasti akan terlibat. Dimasa pandemi saat ini peran keluarga sangat penting, dengan saling mengingatkan keluarga akan bahaya. Dengan memberikan asupan makanan yang bergizi dalam keluarga diharapkan akan meningkatkan imunitas.

Imunitas yang baik akan dapat menangkal dari infeksi virus corona. Asupan makanan yang bergizi tidak hanya cukup kenyang saja, melainkan bisa memiliki berbagai unsur yaitu karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.

Ketahanan pangan pada dasarnya bicara soal ketersediaan pangan (food avaibilitas), stabilitas harga pangan (food price stability), dan keterjangkauan pangan (food accessibility).
Sumber pangan untuk masyarakat perkotaan sampai saat ini masih tergantung stok dari desa. Untuk penyediaan pangan mandiri masih terkendala beberapa faktor. Hal ini menjadi semakin dipersulit dengan menurunnya kondisi ekonomi masyarakat, sehingga tidak dapat membeli makanan yang dibutuhkan.

Permasalahan pangan saat ini menjadi permasalahan bersama yang harus diselesaikan secara gotong royong. Yang berlebih membantu yang kekurangan itulah prinsip tolong menolong (taawun) dalam islam. Peranan lembaga zakat dalam hal penyediaan makanan sangat dirasakan manfaatnya. Contohnya yang dilakukan Laznas BSMU yang memberikan bantuan bahan makanan pokok kepada keluarga disabilitas yang ada di Bekasi dan masih banyak lainnya.

Dengan menggunakan dana ZISWAF yang disalurkan melalui lembaga yang terpercaya kebermanfaatannya akan jauh lebih terasa oleh umat. Selain itu juga potensi merubah mustahik menjadi muzakki akan mudah terwujud karena dalam program pelaksanaan programnya sangat diperhatikan proses dari hulu hingga hilir agar tepat sasaran.

Distribusi Makanan Untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantar Gebang

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) terus melanjutkan kebaikan dengan cara memberikan makanan melalui warteg mobile. Pelaksanaan acara dilakukan pada tanggal 26, 28 dan 29 Mei 2021. Sasaran pelaksanaan program adalah daerah kumuh dan miskin (KUMIS) yang ada di sekitar Jabodetabek, tepatnya di TPA Bantar Gebang, Bintara Bekasi dan Cipayung Jakarta Timur. Dana yang disalurkan berasal dari pembayaran fidyah dari para donatur.

Pada hari Rabu, 26 Mei 2021 tim Laznas BSMU mendistribusikan 1.000 porsi makanan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Bekasi, tepatnya di kelurahan Sumur Batu Rt 02/01. Penyaluran warteg mobile diserahkan langsung kepada penerima manfaat dengan mendatangi satu persatu rumah warga. Selain itu juga dilakukan pembagian yang dipusatkan di rumah ketua RT setempat. Warga disekitar pembagian rata-rata berada dibawah garis kemiskinan yang beprofesi sebagai pemulung.

Selain TPST Bantar gebang, Laznas BSMU juga mendistribusikan 500 paket makanan untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bintara Bekasi pada hari Jum’ta (28/05) dan 300 paket makanan untuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cipayung, sabtu (29/05).

Bantar Gebang merupakan  salah satu tempat pembuangan sampah dari warga DKI Jakarta sejak tahun sejak 1985. TPST ini memiliki kapasitas sebesar 49 juta ton, namun tumpukan sampahnya hingga sekarang sudah mencapai ketinggian 50 meter dan ada 7.000 lebih pemulung menggantungkan hidupnya di TPST ini. Bau yang cukup menusuk di sekitar tidak menyurutkan langkah untuk mendistribusikan paket makanan warteg mobile.

Makanan yang didistribusikan, penyajiannya bekerjasama dengan Yatim Seribu Pulau (YSP), sehingga dalam sekali penyaluran ada dampak ganda yang diperoleh, yaitu membantu perekonomian anak yatim di YSP dan memberikan makanan yang bergizi bagi kaum dhuafa yang membutuhkan. Hidup di lingkungan yang berdekatan dengan TPST harus senantiasa sehat agar tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu penerima manfaat menyatakan, “Alhamdulillah saya senang sekali mendapatkan makan siang gratis dari Laznas BSMU. Terima kasih donatur Laznas BSMU dan Nasabah Bank Syariah Indonesia, semoga saya bisa menerima ini dengan ikhlas, semoga yang memberi bisa terus memberi lagi dan dilancarkan segala usahanya supaya kembali lagi berbagi di tempat yang kumuh ini”, ujar  Ibu Neri.

Sukoriyanto mengatakan harapannya, “Semoga program dapat berjalan secara berkesinambungan dengan begitu banyak orang yang akan memperoleh manfaatnya. Terima Kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Bantuan Mesin Air Alkaline untuk Kemandirian Pesantren

Ditengah kondisi pandemi yang memburuk, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat  ‘urgent’ untuk dicarikan solusinya. Dengan memiliki rencana dan program ketahanan pangan yang baik dapat menghindari adanya kemungkinan yang terburuk misalnya kelaparan dan kekurangan pangan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program ketahanan pangan, telah membidik pondok pesantren terutama pondok pesantren untuk kaum dhuafa untuk dibantu dalam program tersebut. Diharapkan, dengan bantuan yang diberikan itu menjadikan pesantren tersebut dapat mandiri dalam hal ekonomi sehingga ketergantungan terhadap bantuan pihak luar bisa semakin dikurangi, bahkan hilang sama sekali. Pesantren selain menjadi tempat pusat menimba ilmu, juga diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian masyarakat disekitarnya.

Adapun saat ini,  bantuan diberikan kepada pondok pesantren As Syafi’iyah Pondok Gede dan pondok pesantren Al Muhtadin. Bantuan diberikan berupa mesin air Alkaline dengan total bantuan  sebesar Rp 174 juta. Masing-masing pesantren mendapatkan 1 unit mesin. Dalam sehari mesin tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 80 galon. Selain dipergunakan untuk konsumsi pondok pesantren, sebagiannya juga dijual untuk menambah pendapatan pondok.

Adapun alasan dipilihnya dua pesantren tersebut karena merupakan pesantren untuk anak-anak yatim yang tidak memungut biaya untuk santrinya serta dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu disekitar pesantren. Total penerima manfaat untuk dua pesantren tersebut adalah sebanyak 300 santri.

Syifa Fauziya selaku perwakilan pondok pesantren Asy Syafi’iyyah menyatakan, “Kami mendapatkan bantuan mesin kangen water yang insya Allah akan menjadi manfaat bagi santri-santri khususnya yatim Asy Syafi’iyyah. Kami sangat bersyukur dan bergembira atas program ini dan semoga ini bisa menjadi satu unit usaha pesantren kedepannya. Terima kasih untuk seluruh donatur Laznas BSMU, semoga Allah memberikan keridhoannya kepada kita semua.”

Program kemandirian ekonomi melalui program ketahanan pangan terlaksana berkat dana ZISWAF yang diamanahkan melalui Laznas BSMU. Tentunya selama peralatan masih dipergunakan maka pahala akan terus mengalir kepada donatur. Pengelolaan dana ZISWAF melalui lembaga akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari