Facebook

Yuk Belajar dari Keberhasilan Singapura Mengelola Wakaf

Singapura adalah negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Singapura merupakan negara multikultural dengan agama terbesar adalah Budha. Keberagaman multi etnis di Singapura disebabkan salah satunya oleh faktor sejarah dan asimilasi budaya. Sejarah telah mencatat Singapura dahulu pernah menjadi salah satu pusat penyebaran Islam yang paling penting di Asia Tenggara.

Berdasarkan data dari wikipedia, penduduk muslim di Singapura kurang dari 15% dari keseluruhan jumlah penduduk Singapura. Walaupun demikian bukanlah menjadi suatu permasalahan dalam tumbuh dan berkembangnya agama Islam di Singapura. Terlihat dari mampu berkembang dengan baik bidang pengelolaan wakaf di Singapura.

Wakaf di Singapura mampu berperan besar dalam berbagai sektor. Sektor pendidikan, tempat ibadah, bidang sosial kemasyarakatan, bidang kesehatan, bidang pendidikan, fasilitas umum dan pengembangan ekonomi dengan menerapkan pola pengelolaan yang lebih terbuka, bebas, professional dengan prinsip pengembanan nilai guna harta wakaf (prinsip wakaf produktif) dengan tetap menaati ketentuan dan menjaga syari’at Islam.

Wakaf      merupakan   ibadah maliyah (berkaitan   dengan harta   benda)   dan merupakan   filantropi   Islam tidak   hanya   dimanfaatkan   untuk   sarana   sosial   dan ibadah,  namun  juga  dapat  dimanfaatkan  untuk  kemajuan  dan  peningkatan  ekonomi umat. Wakaf  tidak  hanya  dimanfaatkan  untuk  kepentingan konsumtif  namun  juga  dapat  dimanfaatkan  untuk  kepentingan  produktif  (wakaf produktif).

Wakaf produktif dapat dimanfaatkan sebagai instrumen investasi yang dampaknya  lebih  besar  dalam sektor  ekonomi  dibanding  hanya  sekedar  penunjang sarana dan prasarana ibadah dan kegiatan sosial yang sifatnya sektoral. Dalam hal ini wakaf      lebih   memiliki   visi   yang   jauh   ke    depan   dalam   mendorong   tingkat kesejahteraan   masyarakat   untuk   terciptanya   kemaslahatan   umat secara luas.

Singapura   memiliki   kemampuan   hebat   dalam   mengelola wakaf. Majelis    Ugama    Islam    Singapura    (MUIS)    memiliki    andil    besar    dalam membangun paradigma wakaf produktif di Singapura. Mereka sadar akan pentingnya memiliki  aset  produktif  di  atas  lahan  wakaf  yang  ada  guna  mendukung  aset-aset sosial yang tentunya membutuhkan biaya operasional tidak sedikit.

Wakaf  telah  berkontribusi  dalam pembangunan sarana dan prasarana keagamaan, seperti Masjid dan Madrasah.Tradisi  wakaf  di  Singapura  terus  dipertahankan  hingga  sekarang,  karena wakaf  merupakan  aset  terbesar  yang  dimiliki  oleh  Muslim  Singapura. Wakaf  telah dapat  membiayai  kebutuhan  sosial  dan  keagamaan  bagi  masyarakat  Muslim  sebagai kelompok  minoritas  yang  berkembang  ditengah  himpitan  multi  ras dan  multi  agama di Singapura.

Seluruh properti wakaf dikelola oleh WAREES, perusahaan  real  estate  yang  sahamnya  100  persen  dimiliki  MUIS.  Melalui  Warees, hasil pengelolaan properti wakaf dapat menghasilkan surplus hingga SGD 3 juta atau sekitar Rp21 miliar. Sekitar 60 persen dari surplus ini disalurkan untuk memelihara 69   masjid   yang   ada   di   Singapura.

Sejarah  telah  mencatat  bahwa  wakaf  telah  dipraktikkan  di  Singapura  sejak awal    pendirian    negara    Singapura. Perkembangan    wakaf    di    Singapura    sangat dipengaruhi oleh para imigran yang berasal dari Tarim-Hadramaut (Yaman), mereka datang  ke  Singapura  bertepatan  dengan  awal  pendirian  Negara  Singapura  tahun 1819. Mereka  merupakan  para saudagar  kaya  raya  yang  sukses mengembangkan bisnisnya  di  Palembang-Indonesia.

Wakif yang  terkenal  adalah  keluarga  Syed Omar  Sharif  Ali  bin  Al  Junied,  Alkaff  dan  Alsagoff  yang  telah  berkontribusi  dalam pembangunan  sekolah,  rumah  dan  fasilitas  lainnya  yang  menunjang  bagi  komunitas mereka.  Khususnya  Syed  Omar  Sharif  Ali  bin  Al  Junied,  beliau  telah  berkontribusi dalam   perkembangan   awal   Singapura   baik   dalam   urusan   perdagangan   maupun dalam keterlibatannya dalam bidang sosial.

Pada  tahun  1820  beliau  mewakafkan  tanahnya  yang  terletak  di  tepi  selatan Sungai  Singapura,  tepatnya  berada  di  Keng  Cheow  jalan  off  Havelock  Road  dan kemudian beliau mendirikan sebuah masjid yang diberi nama Masjid Omar Kampong Melaka. Masjid ini merupakan masjid pertama sekaligus tempat ibadah pertama yang dibangun  di  Singapura, kini memiliki kapasitas penampungan 1.000 orang jamaah.

Selain itu juga wakaf untuk pembuatan sumur dekat Fort Canning untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.Beliau juga mewakafkan sebidang tanah untuk tempat pemakaman di daerah Victoria Street.Selanjutnya, pada tahun 1857 beliau mewakafkan tanah dan ikut membangun Rumah Sakit Tan Tock Seng yang berada di Victoria Street dan Arab Street. Begitu juga dengan  tanah  dimana  Katedral  St  Andrew  berdiri  merupakan  tanah  wakaf  yang  juga disumbangkan  olehnya.

Keberlanjutan praktik wakaf  dan  perkembangan  wakaf  di Singapura menjadi  penting  ketika  memasuki  abad  ke-19,  banyak  lahan-lahan  wakaf baru   yang   berasal   dari   wakaf   para   pedagang   yang   datang   dari   Yaman   dengan membawa  tradisi  wakaf  mereka  dari  tanah  kelahirannya.Selain  dari Yaman,  wakaf juga  dipraktikan  oleh  para  pedagang dan  penukar  uang  yang  datang  dari  India.

Perdagangan  telah  memainkan  peran  penting  dalam  menciptakan  kekayaan dalam  komunitas  Muslim. Selain  dari  para  pedagang  Arab  dan  India,  perkembangan wakaf  pun  ikut  diramaikan  oleh  keturunan  suku  Bugis  dari Indonesia. Peran  dari  wakif perempuan sangat  dominan  karena  hampir  sepertiga  dari  wakif  dalam  sejarah wakaf Singapura merupakan Perempuan.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) memiliki berbagai program wakaf untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kontribusi dapat langsung disalurkan melalui Wakaf – BSM Umat

Source: e.journal.staida-kremyang.ac.id

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

One comment

  1. gralion torile berkata:

    Rattling excellent visual appeal on this web site, I’d value it 10 10.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari