Facebook

Menyiapkan Anak Memasuki Masa Aqil Baligh Menurut Rasullulloh

Keluarga memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter manusia sebagai penerus generasi. Kerusakan akhlak yang terjadi pada masyarakat zaman sekarang bukan hanya kesalahan dari remaja tersebut tetapi juga peran keluarga. Anak mudah mendapat informasi dari berbagai sumber karena teknologi digital saat ini.

Hasil penelitian menyatakan, anak dapat dididik sejak masih dalam kandungan, karena selama dalam kandungan, fungsi otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang, sehingga mereka dapat merasakan apa yang terjadi di luar kehidupan mereka, sementara yang mempengaruhi fungsi otak dan indera pendengaran bayi di dalam kandungan antara lain emosi dan kejiwaan seorang ibu, setiap gerakan rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu dan nutrisi yang ibu konsumsi yaitu makanan yang halalan thayyiban (makanan yang halal lagi baik).

Sebelum menuju dewasa/baligh anak-anak menuju tahapan mumayyiz. Pada masa ini anak sudah dapat membedakan yang baik dan buruk tapi belum menjadi orang yang mukallaf (wajib melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangan). Masa Mumayyiz adalah masa yang tepat untuk mengajarkan tentang kewajiban-kewajiban bagi seorang muslim.

Rasulullah sangat memberikan perhatian yang penting untuk mempersiapkan anak-anak untuk mencapai usia baligh karena disana setiap yang dilakukan sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Dalam kajian yang diadakan Jadiberkah.id dibahas mengenai persiapan orangtua untuk menghadapi masa baligh. Menyambut Anak Aqil Baligh menjadi kajian yang sangat penting karena dapat menjadi pegangan para orangtua dalam mendidik anak.

Ustadz Syahroni Mardani menyampaikan bahwa baligh diterjemahkan dalam bahasa indonesia  adalah masa puber. Dalam islam ada batasan-batasan umur, usia baligh adalah batasan yang pertama, batasan kedua adalah ketika orang menikah yang ketiga ketika berumur empat puluh tahun , keempat pada saat seseorang berumur enam puluh tahun.

 Usia baligh adalah ketika seorang anak laki atau perempuan telah wajib melaksanakan perintah agama. Wajib meninggalkan larangan dan wajib melaksanakan perintah. Anak laki-laki balighnya ditandai ketika bermimpi basah (keluar air mani) atau saat usianya masuk umur 14 tahun. Anak perempuan balighnya ketika pertama kali haid atau usianya masuk umur 14 tahun.

Dari Ali dari Nabi saw bersabda, “Catatan amal belu berlaku pada tiga kelompok manusia; “orang yang tidur sampai dia bangun. Anak kecil sampai dia baligh dan orang yang tidak waras sampai dia sadar kembali.” (HR. Abu Daud).

Sebelum anak berusia baligh maka masih disebut yatim sedangkan apabila sudah baligh sudah tidak disebut yatim lagi. Dari Ali ra. Berkata, diantara hal yang aku hafal dari Rasulullah saw adalah “Sudah tidak dianggap yatim lagi jika sudah baligh dan tidak boleh diam saja (tidak berbicara) sepanjang hari sampai malam”. (HR. Abu Daud).

Beberapa hal yang perlu diajarkan saat memasuki usia baligh adalah pendidikan seksual sejak dini. Berguna agar anak tidak mengalami pelecehan seksual. Kebutuhan biologis pada manusia adalah normal tetapi diajarkan harus dengan aturan yang sesuai agama baik dan benarnya.

Tahu batasan aurat yang boleh diperlihatkan untuk laki-laki dna perempuan. Saat ini banyak anak laki-laki karena mengikuti trend sehingga pada saat shalat pakaiannya tersingkap kemudian terbukalah auratnya sehingga membuat shalat menjadi tidak sah.

Mengajarkan aturan dalam berpelukan baik kepada sesama jenis maupun berbeda jenis. Berpelukan dalam islam hanya boleh dilakukan dalam kondisi dua hal, yaitu ketika lama tidak berjumpa dan orang dewasa kepada anak yang masih kecil.

Adab dalam islam seorang anak laki-laki tidak boleh tiduk dalam satu selimut dengan laki-laki karena mendatangkan keburukan begitu juga sebaliknya.

Menanamkan aqidah sejak dini merupakan hal yang utama dalam pendidikan seorang anak. Ketika nabi berbicara kepada anak senantiasa mengajarkan aqidah. Orangtua/pendidika dalam menjelaskan tentang kebenaran dan keagungan ajaran islam tanpa merendahkan, tanpa mengejek dan tanpa menghina keyakinan umat beragama lain.

“Janganlah kamu menghina sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghinakan Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (al An’am: 108)

Menjelang baligh perlu ditanamkan sikap objektif pada anak. Memberitahu bahwa orang baik ada dimana-mana dan orang jahat ada dimana-mana.

Mengajarkan anak disiplin bukan hanya karena takut akan hukuman, tetapi lebih karena keyakinan bahwa ini adalah perintah Tuhan. Karena dasar keyakinan karena akidah islam.  Aqidah adalah pondasi dasar keislaman seseorang kalau aqidahnya lurus, maka ibadahnya benar dan akhlaknya menjadi mulia. Rasulullah menanmkan aqidah yang lurus sejak dini kepada para sahabat-sahabat yunior.

Dari Ibnu Abbas ra berkata:’Pada suatu hari saya berada di belakang Nabi saw, lalu Beliau bersabda: “Wahai anakku sesungguhnya aku hendak mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yaitu: Peliharalah Allah (dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya) pasti Allah akan memeliharamu. Peliharalah Allah, pasti kamu akan dapati Dia di hadapanmu. Jika kamu meminta, maka mohonlah kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan, maka mohonkanlah pertolongan itu kepada Allah. Ketahuilah bahwa sesuatu umat (semua makhluk) apabila bersepakat hendak memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang dianggapnya bermanfaat untukmu, maka mereka itu tidak akan dapat memberikan kemanfaatan itu melainkan dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah untumu.

Juga jika ummat (seluruh makhluk) bersepakat hendak memberikan bahya padamu dengan sesuatu (yang dianggap berbahaya untukmu), maka mereka itu tidak akan dapat memberikan bahaya itu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah untukmu. Pena telah diangkat (ketentuan telah ditetapkan) dan lembaran-lembaran kertas telah kering (catatan di Lauh Mahfudz sudah tidak dapat diubah lagi). HR. Tirmidzi.

Salah satu cara menanamkan akhlak yang baik juga bisa dengan gemar membantu orang lain dengan bersedekah dan berinfaq. Membiasakan anak berinfaq sejak dini berarti mengajarkan untuk tidak terlalu cinta dengan harta karena paham rezeki adalah titipan.

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari