Facebook

Mulai Banyak Kasus Hepatitis Misterius, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Disaat kondisi virus corona mulai melandai, masyarakat dikejutkan dengan ditemukannya kasus penyakit Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak usia dibawah 16 tahun. Kasus ini masih menjadi misteri karena belum diketahui dengan pasti terkait asal usul dan kenapa beberapa masyarakat di dunia termasuk di Indonesia bisa terkena.

Kasus ini telah ditemukan diberbagai negara diantaranya Eropa dan Amerika Serikat. Indonesia telah menemukan kasus yang ditengarai merupakan Hepatitis Akut dan memakan korban 3 orang anak meninggal Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Penyakit hepatitis didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada hati. Penyakit hepatitis merupakan suatu penyakit yang mengalami proses inflamasi atau nekrosis pada jaringan hati yang disebabkan oleh infeksi virus, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan sistem antibodi. Infeksi Hepatitis yang disebabkan oleh virus merupakan penyebab paling banyak dari penyakit.

Saat ini kita telah mengenal beberapa jenis Hepatitis diantaranya A,B,C, D, dan E. Hepatitis A dan E sering muncul sebagai penyakit yang menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini ditularkan secara fecal dan biasanya berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan hidup sehat. (sumber : Epidemiologi Penyakit Hepatitis, Siswanto, Mulawarman University Press).

Waspadai Hepatitis Akut Misterius

Bersumber dari halaman Youtube tvOnenews.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran yang meminta semua pihak mewaspadai penyebaran hepatitis akut pada anak. Hingga saat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menemukan penyebab pasti penyakit itu.

Epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut salah satu dugaan penyebab hepatitis ‘misterius’ masih berkaitan dengan SARS-CoV-2, atau virus penyebab COVID-19. Pasalnya, COVID-19 merupakan penyakit sistemik yang bisa menyerang seluruh organ manusia termasuk hati.

Dicky menyebut ada kemungkinan kasus hepatitis berkaitan dengan varian baru Corona yang belum terdeteksi.

 

Gejala Hepatitis Akut Misterius Pada Anak

Dilansir dari kumparan.com, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, Dr Muzal Kadim, Sp.A(K) menyebut, gejala dan penularan hepatitis akut mirip dengan hepatitis A.

Dimana penularannya melalui fekal oral atau melalui mulut, droplet, hingga makanan dan minuman yang terkontaminasi.

“Sampai saat ini masih belum tahu penyebab pastinya, tapi diduga melalui fekal oral dan gejalanya agak mirip dengan hepatitis A,” kata Dr Muzal dalam acara Tanya IDAI Waspada Hepatitis Akut pada Anak yang digelar secara daring, Senin (9/5).

Dr Muzal menjelaskan, jika hepatitis A memiliki masa inkubasi rata-rata antara 2 minggu setelah tertular seseorang yang sudah mengalami penyakit sebelumnya.

Terkait gejala hepatitis pada umumnya, biasanya seseorang yang tertular akan mengalami demam ringan dengan suhu 38-38,5 derajat celcius, disertai mual dan muntah. Selain itu, tubuh akan merasa lemas, lesu, dan nyeri perut karena terjadi peradangan hati.

“Setelah gejala prodromal tadi, baru terjadi kuning. Jadi sel virus sudah menyerang sel hati. Itu ditandai dengan kuning di mata, kencingnya juga berwarna kuning. Gejala ini bisa terjadi 1-4 minggu, tapi untuk hepatitis yang belum diketahui etiologinya ini gejalanya agak sedikit berbeda. Kadang setelah mual, muntah, kuning, dan terjadi hepatitis fluminal dengan cepat,” jelas ahli gastrohepatologi anak ini.

Guna mencegah tertular hepatitis, Dr Muzal berpesan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga imunitas tubuh.

 

Cara Pencegahan Hepatitis Akut Misterius

dr. Siti Nadia Tarmidzi, Juru Bicara Kemenkes RI menegaskan bahwa adanya kejadian Hepatitis Akut ini adalah infeksi jenis baru dari tipe Adenovirus yang sama sekali tidak berhubungan dengan vaksin Covid-19.

Masyarakat tidak perlu panik namun tetap perlu waspada dengan menerapkan higiene dan sanitasi. Dengan tetap menerapkan cuci tangan dapat menentukan hidup mati kita. Sebagian besar hepatitis menular melalui makanan selain adenovirus sendiri bisa menular melalui infeksi di udara (airborne disease).

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan dengan cuci tangan dan memakai masker harus tetap dikerjakan, mengolah makanan dengan baik dan menggunakan air bersih dan jangan menggunakan alat makan bersama.” Ujar Nadia

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui GOHAPPY – BSM Umat

 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari