Facebook

7 Manfaat Silaturahmi Menurut Islam Salah Satunya Menghindari Hisab Buruk

Silaturahim atau silaturahmi bisa dilakukan kapan saja. Namun di Indonesia memiliki salah satu budaya yang biasa dilakukan di hari Idul Fitri atau selama bulan Syawal yaitu halal bi halal. Mulai dari masyarakat perkampungan sampai dengan perkotaan senantiasa melakukan tradisi halal bi halal.

Setelah selama dua tahun halal bi halal dilakukan secara daring melalui aplikasi online, kini masyarakat sudah bisa bertatap muka secara langsung walaupun harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Manfaat silaturahmi yang satu ini berkaitan erat dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Berinteraksi dengan orang lain, terutama keluarga, merupakan praktik paling sederhana dalam menjaga kewarasan serta kesehatan mental. Silaturahmi memiliki manfaat mampu memperbaiki mood dan kebahagiaan melalui interaksi fisik serta emosional.

Halal bi halal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula dan sebagainya) oleh sekelompok orang.

Menurut Ahmad Fatoni, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang, istilah halal bi halal ini tidak ada dalam Al Quran maupun Hadits.

Dengan memaknai kata-kata halal bi halal secara linguistik, seseorang akan memahaminya sebagai ajang menyambung apa-apa yang tadinya putus menjadi tersambung kembali. Wadah silaturahmi untuk saling maaf-memaafkan sehingga suasana kebatinan yang sebelumnya kaku menjadi cair, persoalan yang sebelumnya kusut menjadi terurai.

Manfaat Menjalin Silaturahmi

Ada berbagai manfaat yang didapatkan dengan bersilaturahim berdasarkan oleh hadits Rasulullah SAW.

1. Dimasukkan ke dalam syurga

Manfaat silaturahmi dalam Islam yang pertama adalah dijauhkan dari neraka. Setiap muslim tentunya menginginkan untuk dimasukkan ke dalam syurga, menjalin kembali tali silaturahmi menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan.

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR Ibnu Majah).

2. Dilapangkan Rezekinya dan Dipanjangkan Umurnya

“ Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi” (HR. Bukhari – Muslim).

Secara pribadi setiap manusia tentunya ingin jika rezekinya dimudahkan dan diberikan umur panjang yang berkah maka menjalin silaturahmi menjadi langkah yang harus dilakukan.

3. Mendapatkan Rahmat dari Allah SWT

Rahmat dari Allah adalah salah satu yang dicari umat nabi Muhammad, dengan Rahmat Allah semua keuslitan akan terasa mudah sehingga manusia tidak menjadi manusia yang lebih bahagia.

“Allah berfirman, “Aku adalah Maha Pengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR Abu Dawud).

4. Menghindari Hisab Yang Buruk

Siapa tak ingin jika terhindar dari siksaan? Jika membayangkan siksaan dunia saja sudah menyakitkan apalagi dengan siksa akhirat. Namun, silaturahmi dapat menolong untuk mencegah dari hisab yang buruk.

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar Ra’du: 21).  

5. Menjadi Makhluk Mulia

Menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan salah satu akhlak terpuji yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda:

” Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiaya kamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Bagi seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai perusak kehidupan.

” Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka” .(QS. Muhammad:22-23). 

6. Bukti Keimanan Kepada Allah

Silaturahim menjadi salah satu bentuk keimanan seorang muslim karena dengan bersilaturahmi akan mendatangkan manfaat yang banyak sekali terutama bagi sesama muslim sekaligus memiliki nilai ibadah.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam” (HR Bukhari).

7. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Manfaat silaturahmi dalam Islam juga menjadi salah satu sarana seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, saat kamu mau menyambung tali silaturahmi dan memperlakukan manusia dengan baik, berarti kamu telah menjalankan perintah Allah SWT.

“Setelah Allah menciptakan semua makhluk, maka rahim pun berkata; ‘Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahim (Menyambung silaturahim).’ Allah menjawab: ‘Benar. Tidakkah kamu rela bahwasanya Aku akan menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan yang memutuskanmu? ‘ Rahim menjawab; ‘Tentu, wahai Rabb’ Allah berfirman: ‘ltulah yang kamu miliki.’ Setelah itu Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika kamu mau, maka bacalah ayat berikut ini: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” QS Muhammad: 22. (HR Bukhari).

 

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Go Happy dengan  minimal uang Rp 5.000 kamu sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan maslahat bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari