Facebook

Cerita Awal Mula Erdi Pratama dan Koes Hendra Merintis Bisnis dan Tantangannya

Erdi Pratama, Mentor Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) 2022 dan CEO MP Natural dan Koes Hendra CEO PT Sugeng Jaya Farm yang juga merupakan alumni ISDP 2018 menceritakan awal mula merintis usaha dalam acara Indonesia Future Sociopreneur yang merupakan rangkaian acara launching ISDP 2022 pada pekan lalu. 

 

Dalam acara ini, Koes Hendra menceritakan awal mula mendirikan PT Sugeng Jaya Farm ketika dirinya duduk di bangku kuliah pada 2016 semester 4. “Pada waktu itu saya memiliki keingintahuan banyak terkait ulat hongkong,” tutur Koes Hendra. 

 

Hal ini karena pada saat ini belum banyak yang mengangkat ulat hongkong sebagai usaha. Padahal ini banyak digunakan untuk pakan hewan kesayangan dan pakan ternak lain. Ketertarikannya terhadap serangga khususnya ulat hongkong adalah karena binatang ini tidak perlu banyak waktu untuk pemeliharaan. 

 

Sehingga menurutnya cocok untuk mahasiswa yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus usaha. Awalnya ketika usaha baru mulai dirintis tidak banyak pegawai yang dipekerjakan, sampai saat ini ada sebanyak 22 orang dengan 4 pegawai honorer harian. 

 

“Saya juga belajar mengenai pengelolaan SDM karena dibutuhkan learning untuk mencari SDM terbaik,” kata Koes. 

 

Ketika ditanya prospek bisnis, Ulat Hongkong, Koes Hendra menceritakan memang pasar bisnis ini cukup unik. Hal ini karena di luar negeri jenis komoditas ini tidak hanya digunakan sebagai pakan ternak tapi juga sebagai substitusi pangan karena dari sisi protein dan kandungan Omega 3 cukup tinggi. 

 

Untuk mengembangan usaha, dirinya mengaku terus melakukan inovasi seperti pembuatan pakan ternak kering dan membuat suplemen pakan burung dan obat hewan kesayangan dari ulat hongkong. 

 

Erdi Pratama, Mentor Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) 2022 dan CEO MP Natural mengatakan dirinya tertarik dengan bisnis atsiri karena didorong mentor bisnisnya dulu. “Siapa yang mengelola bahan baku ciptaan Allah kamu akan memiliki bisnis besar,” kata Erdi. 

 

Erdi menjelaskan minyak atsiri merupakan salah satu dari unsur ciptaan Allah yaitu bahan baku wewangian. Pada saat itu saya memilih Serai Wangi karena secara pengolahan mudah dan pasarnya saya perkirakan cukup besar. 

 

Secara prospek minyak atsiri mempunyai potensi cukup besar terutama untuk ekspor. Beberapa produk jadi yang berasal dari minyak atsiri adalah kosmetik, 

 

Selain menceritakan terkait bisnis yang digelutinya dalam acara ini Erdi juga menceritakan mengenai suka duka menjadi mentor ISDP. Menurutnya seru bisa menjadi mentor ISDP 2021. 

 

“Saya kebetulan diamanahi untuk menjadi mentor ISDP mahasiswa di Universitas Andalas,” kata Erdi.  Justru menurut Erdi dirinya bisa banyak belajar dari 15 bisnis yang dikelola oleh mahasiswa. “Mereka mempunyai kisah, kendala dan peluang masing masing,” kata Erdi. 

 

Ada dua hal utama yang menurutnya kendala yang ditemui mahasiswa bimbingannya yaitu pertama pemasaran dan menggapai pasar diluar kampus. Meskipun ada dua tantangan ini, calon ISDP 2022, diuntungkan karena didukung oleh ekosistem PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Laznas BSMU. 

 

Pada tahun ini, Laznas BSMU mempunyai campaign Infaq UMKM yang akan digunakan untuk membantu para UMKM berkembang. Donasi dapat dilakukan melalui https://www.bsmu.or.id/dashboard/pemberdayaan-umkm/ 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari